1

TUGAS MANDIRI ELEMEN MESIN II
PERENCANAAN FLYWHEEL DONGFENG MODEL R175





DISUSUN OLEH :
NAMA : SUGIRINOTO
NIM : 113010242


PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
TAHUN 2013

2

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah, atas segala limpahan rahmat,
hidayah dan karunianya dalam melaksanakan perencanaan ulang Flywheel Dongfeng
model R175.
Dalam tugas Elemen Mesin ini, penulis mencoba merencanakan ulang
Flywheel Dongfeng model R175. Dalam perencanaan ini penulis mengambil data
dari berbagai sumber dan literatur, buku-buku Teknik Mesin, Diktat Ajar Dosen dan
searching dari internet.
Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bapak Darmanto, ST, M.Eng selaku
dosen dan pembimbing dalam tugas perencanaan ulang Flywheel Dongfeng model
R175 ini, yang telah banyak memberi masukan, bimbingan dan pengarahan demi
terwujudnya tugas Elemen Mesin I.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan laporan perencanaan ulang Flywheel
Dongfeng model R175 ini masih jauh dari kata sempurna, kritik serta saran
diharapkan dari para pembaca untuk tercapainya perencanaan yang lebih baik.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan pembaca.
Terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr Wb



Semarang,

Penulis


3

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Batasan Masalah
BAB II DASAR TORI
2.1 Pengertian Flywheel
2.2 Energi Tersimpan dalam sebuah Flywheel
2.3 Fluktuasi Energi
2.4 Fluktuasi Energi Maksimum
2.5 Koefisien Fluktuasi Energi
2.6 Koefisien Kecepatan Fluktuasi
BAB III PERHITUNGAN
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






4

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita sering mengunakan mesin atau engine untuk mempermudah pekerjaan
ataupun untuk membantu aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Engine merupakan
suatu alat yang terdiri dari ribuan komponen penyusun yang bekerja sama untuk
menghasilkan energi gerak dari proses pembakaran bahan bakar. Bagi sebagian
orang ada yang masih bertanya-tanya kenapa engine tersebut dapat berputar secara
terus menerus ketika engine tersebut dihidupkan. Hal tersebut terjadi karena ada
komponen yang memanfaatkan kelembaman dari putaran engine.
Kali ini komponen yang akan kita bahas adalah roda gila (flywheel). Roda
gila adalah sebuah roda yang dipergunakan untuk meredam perubahan kecepatan
putaran dengan cara memanfaatkan kelembaman putaran (moment inersia). Karena
sifat kelembamannya ini roda gila dapat menyimpan energi mekanik untuk waktu
singkat. Roda gila dipergunakan untuk membuat torsi yang dihasilkan oleh motor
bakar lebih stabil.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan perencanaan ulang Flywheel Dongfeng model
R175adalah :
 Mengetahui material yang digunakan dalam pembuatan flywheel.
 Menghitung massa rim flywheel dongfeng model R175
 Menghitung energi yang tersimpan didalam flywheel dongfeng model R175
1.3 Batasan Masalah
Dalam perencanaan ulang flywheel dongfeng ini, penulis tidak melakukan
perencanaan ulang secara keseluruhan tetapi hanya sebatas untuk mengetahui :
 Massa rim flywheel
 Momen inersia flywheel
 Energi yang tersimpan didalam flywheel

5

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian Flywheel
Flywheel atau roda gila adalah sebuah roda yang dipergunakan untuk
meredam perubahan kecepatan putaran dengan cara memanfaatkan kelembaman
putaran (moment inersia). Karena sifat kelembamannya ini roda gila dapat
menyimpan energi mekanik untuk waktu singkat. Roda gila dipergunakan untuk
membuat torsi yang dihasilkan oleh motor bakar supaya lebih stabil.
Dalam mesin pembakaran internal, energi yang dikembangkan hanya pada
langkah usaha saja dan energi yang dibutuhkan untuk beban mesin jauh lebih
banyak, dan tidak ada energi yang sedang dikembangkan selama hisap, kompresi dan
knalpot stroke dalam kasus empat stroke engine dan selama kompresi dalam kasus
stroke dua mesin. Kelebihan energi yang dikembangkan selama stroke listrik diserap
oleh roda gila dan rilis ke crankshaft selama stroke lain di mana tidak ada energi
yang dikembangkan, sehingga crankshaft berputar pada kecepatan seragam.
Pertimbangan kecil akan menunjukkan bahwa ketika roda gila menyerap energi,
kecepatan meningkat dan ketika merilis, kecepatan berkurang. Oleh karena itu roda
gila tidak menjaga kecepatan konstan, itu hanya mengurangi fluktuasi kecepatan.
Dalam mesin di mana operasi ini berselang seperti mesin penghancur, mesin
pemotong, crusher dll, roda gila menyimpan energi pada langkah kerja dan
memberikan energi pada langkah yang lain. Dengan demikian energi dari sumber
daya ke mesin disuplai praktis pada tingkat yang konstan sepanjang operasi.
Seperti dibahas di atas, roda gila tidak tidak menjaga kecepatan konstan, roda
gila hanya mengurangi fluktuasi kecepatan. Dengan kata lain, roda gila hanya
mengontrol variasi kecepatan yang disebabkan oleh fluktuasi saat mesin berputar
selama siklus operasi,dan tidak dapat mengendalikan variasi kecepatan yang
disebabkan oleh beban yang bervariasi.



6

2.2 Koefisien Kecepatan Fluktuasi
Perbedaan antara kecepatan maksimum dan kecepatan minimum selama
siklus ini disebut kecepatan fluktuasi maksimal. Rasio fluktuasi maksimum
kecepatan dengan kecepatan rata-rata disebut koefisien kecepatan fluktuasi.
Koefisien fluktuasi kecepatan,
Cs

=

=

=

=

=

=

Dimana :
N
1
= Kecepatan maksimum di r.p.m. selama siklus
N2 = Minimum kecepatan dalam r.p.m. selama siklus
N = kecepatan rata-rata dalam r.p.m. =

Koefisien fluktuasi kecepatan adalah faktor pembatas dalam desain roda gila .
Ini bervariasi tergantung pada sifat jenis material roda gila yang digunakan. Tabel
2.1 menunjukkan nilai koefisien fluktuasi kecepatan yang diperbolehkan untuk
beberapa mesin .
Catatan : Kebalikan dari koefisien fluktuasi kecepatan dikenal sebagai koefisien
kemampatan dan dilambangkan oleh m,
m = Cs

=

=

=

S.No. Type of machine or class of service Coefficient of fluctuation of speed (CS)
1
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Crushing machines
Electrical machines
Electrical machines (direct drive)
Engines with belt transmission
Gear wheel transmission
Hammering machines
Pumping machines
Machine tools
Paper making, textile and weaving machines
Punching, shearing and power presses
Spinning machinery
Rolling mills and mining machines
0.200
0.003
0.002
0.030
0.020
0.200
0.03 to 0.05
0.030
0.025
0.10 to 0.15
0.10 to 0.020
0.025

Table 2.1. Permissible values for coefficient of fluctuation of speed (CS)
(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)

7

2.3 Fluktuasi Energi
Fluktuasi energi dapat ditentukan oleh diagram turning moment untuk satu
lengkap siklus operasi . Pertimbangkan diagram turning moment bagi silinder ganda
uap kerja tunggal mesin seperti ditunjukkan pada Gambar. 2.1. Ordinat vertikal
merupakan saat balik dan horisontal ordinat ( absis ) mewakili sudut engkol.
Ketika mesin tidak berputar, maka sudut engkol adalah nol, sampai naik ke
nilai maksimum ketika sudut engkol mencapai 90 º dan nol lagi ketika sudut engkol
adalah 180 º. Hal ini ditunjukkan oleh abc kurva pada Gambar. 2,1 merupakan
diagram turning moment untuk outstroke. Kurva cde adalah diagram turning moment
bagi instroke dan agak mirip dengan abc kurva. Karena kerja yang dilakukan adalah
produk dari saat memutar dan sudut berubah, oleh karena itu area diagram turning
moment merupakan kerja yang dilakukan per revolusi. Dalam praktek yang
sebenarnya, mesin diasumsikan bekerja melawan torsi rata-rata, seperti yang
ditunjukkan oleh garis horizontal AF. Pada ketinggian aA ordinat mewakili
ketinggian rata-rata dari balik diagram momen. Karena diasumsikan bahwa
pekerjaan yang dilakukan oleh saat memutar per revolusi adalah sama dengan usaha
yang dilakukan terhadap torsi rata-rata, karena itu daerah persegi panjang aA Fe
sebanding dengan kerja yang dilakukan terhadap torsi rata-rata. Gambar. 2.1.
Menghidupkan diagram momen untuk silinder mesin uap ganda.


(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)
Kita lihat pada Gambar 2.1, bahwa torsi rata-rata pada garis torsi AF
memotong diagram turning moment di poin B , C , D dan E. Ketika engkol bergerak
dari 'a' untuk ' p' kerja yang dilakukan oleh mesin yang sama dengan daerah ABP,

8

sedangkan energi yang dibutuhkan, ditunjukan oleh daerah RKAT. Dengan kata lain,
mesin kurang melakukan kerja ( sama dengan area AAB) dibandingkan kebutuhan.
Jumlah energi ini diambil dari roda gila sehingga menyebabkan kecepatan roda gila
menurun. Pada saat engkol bergerak dari p ke q, kerja yang dilakukan oleh mesin
sama dengan area pBbCq, sedangkan kebutuhan energi ditunjukan oleh daerah
pBCq. Oleh karena itu mesin telah melakukan lebih banyak energi daripada
kebutuhan. Karena kelebihan ini ( setara dengan luas BBC ) disimpan dalam roda
gila sehingga kecepatan roda gila meningkat, sementara engkol bergerak dari p ke q.
Demikian pula ketika engkol bergerak dari q ke r , banyak energi yang diambil dari
mesin yang dikembangkan. Hilangnya energi diwakili oleh CCD daerah. Untuk
memasok kerugian ini, roda gila memberikan beberapa dari
energi sehingga menyebabkan kecepatan berkurang, sementara engkol bergerak dari
q ke r. Pada saat engkol bergerak dari r ke s, kelebihan energi diberikan oleh daerah
DDE sehingga membut kecepatan menjadi meningkat. piston bergerak dari s ke e,
ada hilangnya energi dan membuat kecepatan berkurang . Variasi energi di atas dan
di bawah garis torsi rata-rata disebut fluktuasi energi. Daerah BBC, ccd, dll DDE
mewakili fluktuasi energi.


(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)
Gambar 2.2. Tunring diagram momen untuk mesin pembakaran internal
empat stroke. Gambar tersebut menunjukkan bahwa mesin memiliki kecepatan
maksimum baik pada q atau s. Hal ini terjadi karena roda gila menyerap energi
sementara engkol bergerak dari p ke q dan dari r ke s. Di sisi lain, mesin memiliki

9

kecepatan minimum baik di p atau r. Hal tersebut bisa terjadi karena roda gila
memberikan sebagian energi ketika engkol bergerak dari a ke p dan dari q ke r.
Perbedaan antara maksimum dan minimum energi dikenal sebagai fluktuasi
maksimum energi. A mengubah diagram momen untuk mesin pembakaran internal
empat langkah ditunjukkan pada Gambar 2.2. Kita tahu bahwa dalam mesin
pembakaran internal empat langkah, ada satu stroke kerja setelah engkol setelah 720º
( atau 4π radian ). Karena tekanan di dalam silinder mesin kurang dari atmosfer
tekanan selama suction stroke, sehingga kerja balik negatif terbentuk seperti
ditunjukkan pada Gambar 2.2, selama kompresi stroke, kerja dilakukan pada gas,
sehingga diperoleh loop negatif yang lebih tinggi. Dalam kerja Stroke, sisa
pembakaran bahan bakar dan gas berkembang, sehingga terbentuk loop positif yang
besar. selama langkah buang, kerja dilakukan pada gas, sehingga diperoleh balik
negatif.
A mengubah diagram turning moment untuk mesin uap yang memiliki tiga
silinder dan resultan mengubah diagram turning moment ditunjukkan pada Gambar
2.3 Resultan yang mengubah diagram turning moment adalah jumlah Flywheel
ditampilkan sebagai bagian terpisah 780º saat memutar diagram untuk tiga silinder.
Dapat dilihat bahwa silinder pertama adalah tinggi silinder tekanan, silinder kedua
adalah silinder intermediate dan silinder ketiga adalah tekanan rendah silinder.
Engkol, dalam kasus tiga silinder biasanya satu sama lain ditempatkan pada 120º.


(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)

10

2.4 Fluktuasi Energi Maksimum
A mengubah diagram momen untuk mesin multi- silinder yang ditunjukkan
oleh kurva bergelombang pada Gambar 2.4 Garis horizontal AG mewakili garis torsi
rata-rata. Bisa dilihat a1, a3, a5 menjadi daerah atas rata-rata baris torsi dan a2 , a4
a6 dan menjadi daerah di bawah rata-rata garis torsi . Daerah ini mewakili beberapa
jumlah energi yang baik ditambahkan atau dikurangi dari energi dari bagian yang
bergerak dari engine.


(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)
Gambar 2.4 Menghidupkan diagram momen untuk mesin multi- silinder. Biarkan
energi dalam flywheel di A=E, maka dari Gambar 2.4, didapat
Energi di B = E+a
1

Energi di C = E + a
1
- a
2

Energi di D = E + a
1
- a
2
+ a
3

Energi di E = E + a
1
- a
2
+ a
3
- a
4

Energi di F = E + a
1
- a
2
+ a
3
- a
4
+ a
5

Energi di G = E + a
1
- a
2
+ a
3
- a
4
+ a
5
- a
6
= Energi di A
Kita anggap bahwa maksimum energi ini pada B dan minimum pada E.
∴ energi maksimum dalam roda gila
= E + a
1

dan energi minimum dalam roda gila
= E + a
1
- a
2
+ a
3
- a
4


11

∴ fluktuasi maksimum energi,
ΔE = energi Maksimum - energi Minimum
= ( E + a
1
) - ( E + a
1
- a
2
+ a
3
- a
4
) = a
2
- a
3
+ a
4

2.5 Koefisien Fluktuasi Energi
Hal ini didefinisikan sebagai rasio fluktuasi maksimum energi untuk kerja
yang dilakukan per siklus. sekarang biasanya dilambangkan dengan CE . Secara
matematis, koefisien fluktuasi energi,
CE =



Kerja yang dilakukan per siklus dapat diperoleh dengan menggunakan hubungan
berikut:
1. Kerja / siklus = T
mean
× θ
dimana T
mean
= rata-rata torsi , dan
θ = Sudut berubah dalam radian per revolusi
= 2 π , dalam kasus mesin uap dan stroke dua pembakaran
internal mesin .
= 4 π, dalam kasus empat langkah mesin pembakaran
internal .
Rata-rata torsi (T
mean
) di Nm dapat diperoleh dengan menggunakan relasi berikut
yaitu :
T
mean
=

Dimana P = Daya ditransmisikan dalam watt ,
N = Kecepatan dalam r.p.m. , dan
ω = kecepatan sudut dalam rad / s
= 2πN / 60
2. Kerja per siklus juga dapat diperoleh dengan menggunakan hubungan berikut :
Kerja / siklus = P × 60 n
dimana n = Jumlah stroke bekerja per menit .
= N, dalam kasus mesin uap dan stroke dua pembakaran internal
mesin .
= N / 2, dalam kasus empat langkah mesin pembakaran internal .

12

Tabel berikut menunjukkan nilai-nilai koefisien fluktuasi energi untuk mesin uap dan
mesin pembakaran internal .
No Jenis Koefisien mesin fluktuasi energi
(CE)
1
2
3
4
5
Silinder tunggal , mesin uap bertindak ganda
Mesin uap Cross- senyawa
Silinder tunggal , kerja tunggal , mesin gas empat langkah
Empat silinder , kerja tunggal , mesin gas empat langkah
Enam silinder , kerja tunggal , mesin gas empat langkah
0,21
0.096
1.93
0.066
0.031
Tabel 2.2 . Koefisien fluktuasi energi ( CE ) untuk uap dan
mesin pembakaran dalam
(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)

2.6 Energi Tersimpan dalam sebuah Flywheel
Sebuah roda gila ditunjukkan pada gambar 2.5, Kita telah membahas bahwa
ketika roda gila menyerap energi maka kecepatan akan meningkat sedangkan ketika
memberikan energi maka kecepatannya akan berkurang.


(R. S. Khurmi, CH.22 Flywheel, 2005)



13

Dimana :
m = Massa dari roda gila (kg)
k = jari - jari rotasi dari rim roda gila (m)
I = momen Massa inersia roda gila (kg - m
2
)
= m.k
2

N1 dan N2 = Kecepatan maksimum dan kecepatan minimum selama siklus (r.p.m)
ω1 dan ω2 = Kecepatan sudut maksimum dan minimum selama siklus (rad / s)
N = Kecepatan selama siklus dalam r.p.m =

ω = kecepatan sudut rata-rata selama siklus dalam rad / s =

CS = Koefisien fluktuasi kecepatan =

atau

Kita tahu bahwa energi kinetik roda gila,
E =

× I.ω
2
=

× m.k
2

2
(N-m atau joule )
Sebagai kecepatan perubahan roda gila dari ω1 ke ω2 , fluktuasi maksimum energi,
ΔE = Maksimum K.E - Minimum K.E =

× I(ω
1
)
2
-

× I(ω
2
)
2
=

× I [(ω
1
)
2
- (ω
2
)
2
] =

× I (ω
1
+ ω
2
) (ω
1
- ω
2
)
= I.ω (ω
1
- ω
2
) ( ω =

).....(i)
= I.ω
2
(

)
= I.ω
2
.Cs = m.k
2

2
.Cs ( I = m.k
2
)............(ii)
= 2 E.Cs ( E =

× I.ω
2
).......(iii)
Jari-jari rotasi ( k ) dapat diambil sama dengan radius rata-rata dari rim ( R ),
karena ketebalan rim sangat kecil dibandingkan dengan diameter pelek . Oleh karena
itu k = R di persamaan ( ii ), maka,
ΔE = m.R
2

2
.Cs = m.v
2
.Cs ( ∵ v = ω.R )
Catatan :
1. Dianggap bahwa momen inersia hanya di RIM dan momen inersia pada hub dan
lengan diabaikan . Hal ini disebabkan karena sebagian besar dari berat flywheel
adalah pelek dan sebagian kecil berada di hub dan lengan . Juga hub dan lengan

14

lebih dekat dengan sumbu rotasi , maka momen inersia dari hub dan lengan sangat
kecil.
2. massa jenis flywheel yang terbuat dari besi adalah 7260 kg/m
3
dan untuk baja cor
adalah 7800 kg/m
3
.
3. Massa rim flywheel adalah
m = Volume × massa jenis = l × A × ρ

Dimana :
l = Tebal rim flywheel (m)
A = Luas penampang flywheel (m
3
)

r = jari-jari fliwheel (m)
ρ = massa jenis flywheel (kg/m
3
)




















15

BAB III
PERHITUNGAN




Model R175
Type Single cylinder horizontal, 4 stroke-cooled
Combustion System Pre-Heated
Borex Stroke 75x75 mm
Displacement 0.331 L
Compression Ratio 21-22
Input Power 4.41 kw
Rotation Speed 2600 rpm
Fuel Consumption 280.2g/kwh
Colling Method Hopper Type water cooling
Lubrication Method Combined Pressure and Splash
Starting Method Hand Cranking
Weight 55 kg
Dimension 595x380x570 mm
Gambar 3.1. Engine diesel Dongfeng model R175
(http://slj-teknik.com)

16

Data perencanaan ulang Flywheel Dongfeng model R175 adalah sebagai berikut :
 Daya yang ditransmisikan, P = 4,41 kw = 4410 w
 Putaran , N

= 2600 rpm
 Jari-jari luar flywheel, r
1
= 160,2 mm = 0,1602 m
 Jari-jari dalam flywheel, r
2
= 98,2 mm = 0,098 m
 Jari - jari rotasi rim, k = 0,098 +

= 0,098 + 0,031
= 0,1292 m
 Panjang rim flywheel, p = 0,1602 – 0,098,2
= 0,062 m
 Tebal rim flywheel, l = 65 mm = 0,065 m
 Masa jenis flywheel, ρ = 7800 kg/m
3
(material yang dipakai adalah baja cor)








Satuan dalam mm


Gambar 3.2. Penampang flywheel
(Auto CAD)

17

 Massa rim flywheel
m = V. ρ
Luas penampang rim flywheel, A = p x l
= 0.062 x 0,065
= 0,00403 m
2

Volume rim flywheel, V = A x keliling k

= 0,00403 x 2
= 0,00403 x (2 x 3,14 x 0,1292)
= 0,00327 m
3
m = 0,00327 x 7800
= 25,5 kg
 Koefisien fluktuasi kecepatan
Engine dengan transmisi belt, Cs = 0,030 ( Table 2.1 )
 Momen inersia flywheel
I = m.k
2

= 25,5 x 0,1292
2
= 0,43 kg - m
2

 Kecepatan sudut
ω =

=

= 272,13 rad/s
 Energi yang tersimpan didalam flywheel
ΔE = m.k
2

2
.Cs
= 25,5 x 0,1292
2
x 272,13
2
x 0,030
= 955,3 Joule







18

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari hasil perencanaan ulang flywheel dongfeng model R175 dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
 Jenis material yang dipakai dalam pembuatan flywheel adalah baja cor
dengan massa jenis 7800 kg/m
3.

 Dari perhitungan flywheel dapat diperoleh data sebagai berikut, massa rim
flywheel 25,5 kg, momen inersia flywheel 0,43 kg - m
2
, energi yang
tersimpan didalam flywhee 955,3 Joule
4.2 Saran
 Sebelum melakukan perhitungan kita harus terlebih dahulu menganalisa jenis
material apa yang digunakan untuk pembuatan flywheel.
 Dalam pengambilan data pengukuran harus teliti agar diperoleh data
perhitungan yang akurat.











19

DAFTAR PUSTAKA
R. S. Khurmi . 2005. Flywheel. S. Chand. Co Ltd
George H. Martin. 1984. Kinematika dan Dinamika Teknik Jilid II. Erlangga. Jakarta
http://slj-teknik.com