You are on page 1of 21

BATU SALURAN KEMIH

BATU SALURAN KEMIH
1. Batu parenchym ginjal
2. Batu pylum
Batu Staghorn
3. a. Batu ureter prox.
b. Batu ureter tengah
c. Batu ureter distal
d. Batu ureter intra mural
4. Batu kandungan kemih


JENIS BATU
- Ca. oxalat 70-30%
- Struvite (infeksi)  - 21%
- Urat ± - 5%
- Cystine 3 - 4%
Banyak faktor dan tak ada satu yang
dominan
Lebih tepat: faktor-faktor resiko
berdasarkan patofisiologi
Analisa batu: 80% Ca. oxalat-Ca.
phosphat
Lain-lain: urat, batu, cystine,campuran
ca. ox-urat-phosphat, dll.
Ca: Hipercalciuria: > 4 mg/kgBB/24jam
30-40% penderita
Oxalat : belum dapat diperiksa
ph: bila makin tinggimemudahkan kristalisasi
Vol. Urine : banyakkristalkurangbanyak
minum
AMPS: Acid Mucopolysaccharida—mucous di
urine
GAGS: Zat kimiawi di urine yang merupakan
inhibitor kristalisasi Ca dan oxalat/PO4
Asam urat: meningkat pengikatan
AMPS/GAGS inhibisi kristalisasi

Hiperuricosuria:
> 800 mg/24 jam ♂
> 750 mg/24 jam ♀
Gejala :
1. Silent: -obstruksi

-tanpa kolik: batu besar
2. Hematuria : gross, mikroskopis
3. Batu intramural; hematuria, polakisuria,
disuria, menyerupai batu kandung kemih
4. Nyeri pinggang

Kolik (+)
Kolik (-)

Tanda :
-kadang dgn. Gross hematuria
-nyeri ketok/tekan di sudut iga 12/vertebra
(costo-vertebra angle)
-hidronefrosis: palpasi Ballotement
x-ray
-infeksi suhu tinggi
-renal failure (akut/kronis)

BATU URAT
Infus Na HCO3, 84 mEo dalam 500 ml NaCl
fis., 4-6 unit/hari
Suntikan furosemide, 40-60 mg, 3-4/hr
Allopurinol 300-400 mg/hr

Tindakan Pembedahan:
Indikasi: (Buchanan,1979)
-Obstruksi
-Diameter> 6 mm, sukar keluar
-Batu Staghorn
TINDAK LANJUT
Minum : banyak, vol. Urine 2 l/hr
Spesifik :
Ca. Oxalat/fosfat:
1. Low Ca diet, thiazide
2. Low purine diet, allopurinal, kombinasi
thiazide + allopurinal
3. Low oxalat diet
T E R A P I
Konservatif : Way & Frank :
-< 4 mm 82%
-< 5 mm (sepertiga distal) 85%
-5-10 mm 36%
->10 mm 2 dari 13

( dalam tempo satu tahun)
Struvite : - acidifikasi urine
- antibiotik sesuai sensitivitas
- operatif
Urat : - low purine diet
- allopurinal
- alkalinisasi
Cystin : - alkalinisasi urine
- penicillamine
1. Keluar batu dari urine
2. X-photo
3. Operatif dikeluarkan batu
4. USG : sonodense
X-photo : 1.BNO (KBU) radio opaque, batu urat
tak kelihatan ok radiolucent.
2.IVP : obstruksi
ureter/rielum/calyces dgn. Hydro
ureter/hydro pelvis/hidrocalyces.
TERAPI
Batu kecil : 0 < 5 mm, konservatif dengan force
diuresis
Metode Sesia
Jam 07.00 : inj. Furosemide 40 mg 1.m
0800-09.00 : Minum 1 ltr air
09.00-10.00 : Minum 1 ltr air
Suntikan prostigmin
10.00-11.00 : Minum 1 ltr air
Suntik spasmolitik/analgetik
11.00-12.00 : Minum 1 ltr air
Prosedur diulang 1-2x/minggu hingga batu keluar

Metoda Lain
Tab. Furosemide 2x40 mg peroral 4 hr/mgg
minum yang banyak
Batu urat : idem, alkalinisasi urine dgn.
NaHCO3, allopurinol
Batu besar : operatif bedah urologi
Pencegahan : mutlak perlu analisa
biokimiawi
Hipercalciuria :1. Diet rendah Ca, Na
2. Thiazide :
-chlortalidon 25 mg/hr
-HCT 25-50 mg/hr
Hiperuricosuria :1. Diet rendah purine
2. Allopurinol 200-300
mg/hr.
Batu Infeksi : Camp. Ca.mg. Ox.phosp.
Urat=Struvite
- Berantas infeksi
- Minum 2-3 ltr/hr
FORCED DIURESIS
Metode Sesia: Batu 1 cm
jam 07.00 furosemide
08.00-09.00 minum 1 ltr air
09.00-10.00 minum 1 ltr air
injeksi prostigmin
10.00-11.00 minum 1 ltr air
inj. Spasmolytic
11.00-12.00 minum 1 ltr air
Lubis Dkk : Hasil : 73%

Sidabutar, 1978
1x0,5 cm, tanpa obstruksi berat atau infeksi
Metode : 1. Pagi:40-60 mg furosemide IV
2. Minum 4 ltr air, olahraga
Hasil : 10 hari: -46% hilang
-27% turun
-27% gagal

TERAPI OPERATIF
Indikasi :1. Batu besar: ø6 mm
2. Staghorn
3. Obstruksi
Lanjutan :
-Preventif
-Restrikasi : purine, alkohol, jengkol, petai?
-Rajin : minum 2-3 ltr/hr, exercise, kontrol urine
ADVANCES
Semi invasif : percutaneous nefrolito-
tripsi=PCN
probeginjal/pyelum
shock wave,lithotripsy
Non invasif : extra corporeal shock
wave lithotripsy=ESWL
Kombinasi : PCN + ESWL, Operatif +
ESWL  batu besar + multiple.