You are on page 1of 15

# i

LEMBAR PENILAIAN

JUDUL PERCOBAAN : MOTOR INDUKSI ROTOR SANGKAR 1.

NO.PERCOBAAN : 01
NAMA PELAPOR : Sentra Diako Ginting
NAMA PARTNER : Esti Loisa Lbn. Toruan
Tanti Meirida Butar-Butar
Yosua Anugrah Banuarea
KELAS : EL – 5E
GROUP : 1
TANGGAL PERCOBAAN : 25 September 2013
TANGGAL PENYERAHAN : 02 Oktober 2013
INSTRUKTUR : Ir. Rafian Nauli Hasibuan, M.T.
Ir. Ashuri, S.T., M.T.
NILAI :

ii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENILAIAN ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii
1. Tujuan Percobaan ................................................................................................... 1
2. Dasar Teori ............................................................................................................. 1
3. Diagram Rangkaian ................................................................................................ 2
4. Peralatan ................................................................................................................. 3
5. Langkah Kerja ........................................................................................................ 3
6. Pertanyaan dan Tugas ............................................................................................. 4
7. Tabel Evaluasi ........................................................................................................ 5
8. Jawaban Pertanyaan ................................................................................................ 6
ANALISA ....................................................................................................................... 11
KESIMPULAN ............................................................................................................... 13
1

Motor Induksi Rotor Sangkar 1
1. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini anda diharapkan dapat:
Menentukan efisiensi pada beban yang berbeda
Menentukan karakteristik torsi, M=f(s), yaitu torsi yang disalurkan
sebagai fungsi dari slip

2. Dasar Teori
Motor Induksi
Motor induksi merupakan motor listrik arus listrik arus bolak-balik (AC) yang
paling luas penggunaannya. Penamaannya berasal dari suplai arus rotor motor ini
bukan berasal dari sumber tertentu, melainkan dari arus yang terinduksi sebagai
akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan putaran medan
magnet yang dihasilkan oleh stator yang disebut dengan medan putar. Medan
putar tersebut akan memotong konduktor rotor sehingga terinduksi GGL rotor
yang pada gilirannya akan mengalirkan arus rotor yang sesuai dengan hukum
lentz, rotor pun akan ikut berputar mengikuti arah putaran stator. Perbedaan
putaran relative antara putaran rotor dengan medan putar stator disebut slip.
Bertambah beban akan memperbesar Torsi Motor, pada gilirannya akan
menambah besar arus rotor, sehingga slip motor pun akan bertambah,
Motor induksi terbagi 2 jenis yaitu:
1. Motor Induksi Rotor Sangkar
2. Motor Induksi Rotor Lilit
Efisiensi (η) adalah perbandingan antar daya keluaran (P
out
) dan daya masuknya
(P
in
)
η

2

Daya Keluaran (P
out
) dapat ditentukan dengan mengukur kecepatan (N
2
) dan torsi
(M)

Dengan:
N
r
= Kecepatan motor dengan rpm
M = Torsi dalam Nm
Daya Masukan (P
in
) ditentukan dengan wattmeter satu fasa

Slip (s) dihitung dari kecepatan

Dengan; n
s
frekuensi 50 Hz.
3. Diagram Rangkaian
D
0
Y
M
u1 v2 v1 w2 w1 u2
R S T
U1 V1 W1
Voltmeter
Amperemeter
300 V
Wattmeter
+ -
0 – 220V
S
RB
A1
A2 F2
F1
rpm
G
TG
A

3

4. Peralatan

G = torsi meter MV 100 ( 1 Buah )
M = motor induksi rotor sangkar, NV 123 ( 1 Buah )
R = resitor beban TB 40 ( 1 Buah )
U = voltmeter 60 dan 240 V, TI 105 ( 1 Buah )
I = amperemeter 12 A, TI 102 ( 1 Buah )
P = wattmeter 5 A, 120 V, TI 109 ( 1 Buah )
Y = saklar star/delta TO 33 ( 1 Buah )
S = saklar TO 30 ( 1 Buah )
F = Power pack TF 123 A ( 1 Buah )
Tacho meter ( 1 Buah )
Kabel Pengubung ( 30 Buah )

5. Langkah Kerja
Persiapan.
Hubungkan torsi meter pada generator dan motor induksi sesuai dengan
diagram rangkaian.
Catat dan perhatikan rating motor seperti yang diperhatikan pada rating
plate.
Periksa rangkaian pada instruktur sebelum percobaan dimulai.
Pengukuran karateristik efisiensi dan karateristik torsi
Atur tegangan AC variable pada 220 V, ubah saklar/delta pada posisi Y.
Hidukan saklar tegangan AC, sehingga motor berputar. Ketika kecepatan
motor telah mencukupi, pindahkan saklar star/delta pada posisi delta.
4

Atur tegangan U sampai 220 V dan pertahankan secara tetap selama
pengukuran. Baca U, I1, P, M dan n2. Periksa resistor RB pada kedudukan
arus minimum. Hidupkan saklar S dan tegangan DC.
Ubah beban dengan shunt rheostat pada torsi meter dan resistor beban RB
secara bertahap dari satu 1 Nm sampa 10 Nm. Lakukan langkah yang sama
pada pengukuran U, I, P, M dan n2.
Atur resistor beban pada arus minimum. Matikan saklar S.
Kontrol Kecepatan
Atur tegangan U pada 176 V (80% dari 220 V)
Ulangi pengukuran 2.a – 2.d sampai 9.0 Nm seperti percobaan diatas
Matikan saklar 220 V DC dan 220/270 V AC
6. Pertanyaan dan Tugas

1. Isikan nilai perhitungan ke dalam tabel!
2. Gambar grafik η = f(P
out
) untuk pengukuran 2 dan 3 pada diagram yang
sama!
3. Gambar grafik T = f(S) untuk pengukuran 2 dan 3 dalam diagram yang
sama!
4. Extrapolasi grafik untuk M = 0, Bagaimana seharusnya slip pada M = 0?
Catatlah perbedaannya !
5. Hitunglah faktor daya pada beban penuh!
6. Gambar diagram rangkaian untuk saklar Y/∆ dan diskripsi dari saklar
tersebut

5

7. Tabel Evaluasi

Tabel 1. Tegangan Sumber 220 V.
No.
Pengukuran Perhitungan
V
(V)
I
(A)
T
(Nm)
Nr
(rpm)
Pin 3Ø
(watt)
Pout
(watt)
η
(%)
S
(%)
1. 220 3,2 0,2 1480,6 375 30,99 8,26 1,31
2. 220 3,2 1 1468,7 480 153,72 31,87 2,08
3. 220 3,4 2 1450,6 570 303,65 53,27 3,29
4. 220 3,7 3 1442,4 645 452,81 70,20 3,86
5. 220 3,9 4 1432,4 705 599,69 85,06 4.506
6. 220 4,2 5 1424,4 765 745,43 97,44 5,04
7. 220 4,6 6 1413,3 840 887,55 105,66 5,78
8. 220 5 7 1394,1 922 1021,41 110,72 7,06
9. 220 5,5 8 1373,8 1035 1150,32 111,14 8,41
10. 220 6,2 9 1343,9 1170 1265,95 108,20 10,4
11 220 6,6 9,3 1313,4 1245 1278,46 102,68 14,76

Tabel 2. Tegangan Sumber 80% X 220 V = 176 V.
No.
Pengukuran Perhitungan
V
(V)
I
(A)
T
(Nm)
Nr
(rpm)
Pin 3Ø
(watt)
Pout
(watt)
η
(%)
S
(%)
1. 176 2,05 0,2 1478,9 135 30,95 22,92 1,406
2. 176 2,4 1 1457,8 315 152,58 48,43 2,81
3. 176 3 2 1422,4 435 297,7 68,43 5,17
4. 176 3,6 3 1397,2 532,5 438,72 82,38 6,85
5. 176 4,3 4 1367,7 637,5 572,61 89,82 8,82
6. 176 5,1 5 1324,6 753 693,2 92,05 11,69
7. 176 6,2 6 1245,2 930 781,98 84,08 16,98
8 176 6,6 6 1211,4 975 760,75 77,78 19,24
6

8. Jawaban Pertanyaan

1. ( pada point tabel evaluasi )
2. Grafik η = f(P
out
) pada tegangan input 220 V dan 176V.

3. Grafik T = f(S) pada tegangan input 220 V dan 176.

0
20
40
60
80
100
120
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
η

(
%
)

P
out
Pout (V=220V)
Pout (V=176V)
0
5
10
15
20
25
0 2 4 6 8 10
T
o
r
s
i

(
T
)

Slip (S)
S (V = 220V)
S (V = 176)
7

percobaan yang didapat adalah 0,2 saat motor belum dibebani, dan terjadi slip
sebesar 1,31% pada tegangan 220 Volt, pada saat tegangan 176 Volt, torsi
terkecil (mendekati nol) adalah sebesar 0,2 dengan besar slip 1,406%.
Karena belum ada beban yang membebani motor sehingga tidak ada slip yang
5. Faktor daya (cosθ) pada saat beban penuh (I = 6,6 A) ketika tegangan input
220 V dapat dihitung dengan rumus:

8

6. Digram rangkaian untuk saklar star delta

Ujung - ujung belitan motor induksi 3 fasa rotor sangkar

9

Cara pemasangan Saklar Star Delta :

Ujung - ujung belitan motor induksi 3 fasa rotor sangkar berupa terminal U1,
U2, V1, V2, W1, dan W2 dihubungkan ke Saklar Star Delta,

a. Terminal U1 Motor dihubungkan ke Terminal U1 pada Saklar
Star Delta
b. Terminal U2 Motor dihubungkan ke Terminal U2 pada Saklar
Star Delta
c. Terminal V1 Motor dihubungkan ke Terminal V1 pada Saklar
Star Delta
d. Terminal V2 Motor dihubungkan ke Terminal V2 pada Saklar
Star Delta
e. Terminal W1 Motor dihubungkan ke Terminal W1 pada Saklar
Star Delta
f. Terminal W2 Motor dihubungkan ke Terminal W2 pada Saklar
Star Delta
g. Terminal R Saklar Star Delta dihubungkan ke Fasa R sumber
Tegangan
h. Terminal S Saklar Star Delta dihubungkan ke Fasa S sumber
Tegangan
i. Terminal T Saklar Star Delta dihubungkan ke Fasa T sumber
Tegangan

10

Diskripsi Saklar Saklar Star Delta

Saat Posisi saklar di posisi kan 0 maka semua kontak pada saklar star delta
tidak akan ada yang terhubung / semuanya terbuka sehingga belitan motor
induksi tidak tersambung dalam hubungan apapun.
Saat posisi saklar star delta diposisikan di hubungan Y (bintang) maka secara
otomatis belitan pada motor terhubung bintang dengan sambungan sebagai berikut

Sambungan Bintang Pada Motor Induksi 3 Fasa Rotor Sangkar

Saat posisi saklar star delta diposisikan di hubungan Δ ( Segitiga ) maka secara
otomatis belitan pada motor terhubung segitiga dengan sambungan sebagai
berikut :

Sambungan Segitiga Pada Motor Induksi 3 Fasa Rotor Sangkar

11

ANALISA
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pada beban yang
diubah-ubah besarnya dan juga untuk mengetahui karakteristik slip yang terjadi
pada motor saat berputar dengan beban yang diatur sesuai yang diinginkan.
Motor induksi awalnya diberitegangan 3 phasa melalui saklar 3 phasa, lalu
rotor motor induksi dikopel dengan generator DC sebagai beban. Tahanan dalam
Generator DC diubah untuk menambah torsi generator DC sehingga
mempengaruhi kecepatan motor dengan batas arus untuk daya input motor
dibatasi hingga 6,6 A sesuai dengan nilai nominal yang tertera pada nameplate
motor. Powerpack juga digunakan untuk mengatur tahan motor agar dapat
dinaik atau diturunkan sehingga kecepatan motor berubah naik atau turun juga.
Percobaan pertama motor dengan tegangan input 220 V, dinaikkan hingga
arus input motor 6,6 A (sesuai dengan arus nominal pada nameplate). Daya input
motor dibaca dengan menggunakan watt meter, arus dibaca melalui ampere
meter, serta tegangan pada voltmeter, namun putaran diukur dengan alat
tachometer serta torsi dilihat pada torsi meter yang telah terpasang diatas
powerpack lalu dicatat ketabel evaluasi. Daya output rotor dihitung dengan
perhitungan.

Efisiensi motor dapat dicari dengan perbandingan daya input dan daya
output.
Kenaikan torsi pada motor dipengaruhi dengan mengubah besar beban
pada motor melalui powerpack yang akan mempengaruhi efisiensi dimana dalam
percobaan ini, semakin tinggi nilai torsi, semakin tinggi efisiensi bahkan melebihi
100% dimana hal itu secara teoritis tidak terjadi pada motor induksi 3 phasa.
Dalam hal ini mungkin para praktikan mengalami kesalahan dalam memahami
12

menentukan efisiensi motor yang sebenarnya.
Begitu juga pada saat tegangan input 176 V, percobaan kedua tegangan
diturunkan dimana yang didata sama seperti pada percobaan pertama.
Dalam mempelajari karakteristik slip (S) motor, kecepatan rotor (n
r
) di baca
dengan alat ukur lalu dicatat pada table evaluasi, lalu slip dapat dihitung dengan
menggunakanpersamaan:

Semua data ditulis pada tabel evaluasi.

13

KESIMPULAN
 Nilai hasil pengukuran dipengaruhi oleh kepresisian dan nilai kelas alat.
 Torsi motor diatur dengan menaikkan atau menurunkan tahanan/beban motor
dengan menggunakan powerpack.
 Kecepatan motor semakin lambat saat torsi motor semakin diperbesar.
 Kecepatan motor pada saat torsi yang sama lebih cepat pada saat tegangan 220
Volt dibandingkan dengan saat tegangan 176 Volt
 nilai arus pada motor semakin besar saat torsi motor dinaikkan

Medan, 02 Oktober 2013

Sentra Diako Ginting