You are on page 1of 42

 Aturan dasar pengintegralan

 Integral fungsi rasional
 Integral parsial
 Integral trigonometri
 Substitusi yang merasionalkan
 Strategi pengintegralan
Kemampuan yang diinginkan:
kejelian melihat bentuk soal
sehingga faktor latihan sangat penting
untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
J adi BANYAK BERLATIH dengan soal-soal,
maka anda akan sukses.
Fungsi Pangkat:
k du ku C = +

1

1
ln
r
r
u
C
u du
r
u C
+
¦
+
¦
=
+
´
¦
+
¹

Eskponensial:
u u
e e du C = +

u
u
,
ln
1, 0
a
a du C
a
a a
= +
≠ >

Misal g suatu fungsi yang terdiferensialkan dan
F adalah suatu fungsi antiturunan dari f.
Maka jika u = g(x),
( ) ( )

( )

'
(
)
( ) ) ( )
( g x u u
u
g x d d f f
g
x
F C x F C
=
= + = +
∫ ∫
Ubah integran menjadi bentuk yang lebih mudah untuk
disubstitusikan atau diintegrasikan langsung.
cos x
dx
x

Substitusi
u x =
dengan
1
2
du dx
x
=
yang termuat dalam integran, maka:
Tentukan
cos 2
cos
2 cos 2sin 2si
2
n
x
dx x
x
udu u c
dx
x
x c
=
= = + = +
∫ ∫

Ingat : variabel awal harus habis
(tidak ada x lagi)
Tentukan
2
2
1
x x
dx
x
+
+

2 2
2 2( 1) ( 1) 1
2( 1)
1 1 1
x x x x
x
x x x
+ + − +
= = + −
+ + +
2
2
2 1
2( 1)
1 1
2 ln( 1)
x x
dx x dx
x x
x x x c
+
= + −
+ +
= + − + +
∫ ∫
Ubah penyebut menjadi fungsi rasional sejati:
Jadi:
Fungsi Rasional: pembagian dua polinomial
Fungsi Rasional Sejati: derajat/pangkat polinom pembilang lebih
rendah daripada derajat polinom penyebut.
Akan ditunjukkan proses dekomposisi fungsi rasional menjadi
rasional sejati yang merupakan bentuk-bentuk yang mudah
untuk diintegrasikan. (Metode pecahan parsial)
Contoh:
3 2
1
??
8 16
dx
x x x
=
− +

 Faktorisasi penyebut menjadi bentuk linier dan kuadrat yang tidak
dapat diuraikan lagi. Contoh:
 Apabila pada penyebut ada faktor yang berlainan, misal (x-a)(x-b)
didekomposisi menjadi:
Koefisien diperoleh dari penyamaan penyebut.
Prosesnya nanti akan diterangkan dengan contoh.
3 2 2
8 16 ( 4) x x x x x − + = −
1 2
1
( )( ) ( ) ( )
A A
x a x b x a x b
= +
− − − −
Langkah-langkah:
 Untuk tiap faktor yang berbentuk
dekomposisi menjadi bentuk
 Untuk tiap faktor yang berbentuk
dekomposisi menjadi bentuk
( )
k
ax b +
1 2
2
( ) ( ) ( )
k
k
B B B
ax b ax b ax b
+ + +
+ + +

2
( )
m
ax bx c + +
1 1 2 2
2 2 2 2
( ) ( ) ( )
m m
m
D x E D x E D x E
ax bx c ax bx c ax bx c
+ + +
+ + +
+ + + + + +

Beberapa cara dekomposisi:
Tentukan
Faktorisasi penyebut:
3 1 2
2 2
1
( 4) ( 4) ( 4)
A A A
x x x x x
= + +
− − −
1 2 3
, , A A A diperoleh dari proses penyamaan penyebut
2
1 2 3
2 2
( 4) ( 4) 1
( 4) ( 4)
A x A x x A x
x x x x
− + − +
=
− −
2 2
1 2 3 1 2 1 2 3 1
1 ( 4) ( 4) ( ) ( 8 4 ) 16 A x A x x A x A A x A A A x A = − + − + = + + − − + +
maka
1
1
16
A =
2
1
16
A = −
3
1
4
A =
3 2
1
8 16
dx
x x x − +

3 2 2 2
8 16 ( 8 16) ( 4) x x x x x x x x − + = − + = −
Lakukan dekomposisi berikut:
3 2 2
1 1 1 1
8 16 16 16( 4) 4( 4)
dx dx dx dx
x x x x x x
= − +
− + − −
∫ ∫ ∫ ∫
Integran menjadi:
Gunakan substitusi u = x – 4 untuk integral terakhir jadi
2 2
1 1 1 1
( 4) 4
dx du c c
x u u x
= = − + = − +
− −
∫ ∫
Jadi hasil integralnya adalah
3 2
1 1 1 1
ln ln 4
8 16 16 16 4( 4)
dx x x c
x x x x
= − − − +
− + −

Fungsi Trogonometri:
cos sin 1. du u u C − = +

sin cos 2. du u C u = +

2
tan ec . s 3 du u C u = +

2
cot sc . c 4 du u u C − = +

5. tan sec sec du u C u u = +

c csc c c . ot s 6 d u u u u C = − +

7. n n o l a c s t du u C u = − +

8. ot n l s n c i du C u u = +

Fungsi Aljabar:
2
1
2
si
1
n 1. du C
a
a u
u

| |
=

\

|
.
+

2
1
2
tan .
1 1
2
u
a
du C
a a u

| |
=

\
+
|
.
+

2
1 1
2
1
sec 3. c s o
1 1
u u a
a
du C C
a u
u
a a
− −
| |

| |
|
|
\ .

=
\ .
=
|
+ +

Fungsi Hiperbolik:
s s nh h co i du C u u = +

c n sh h si o du C u u = +

2 2
cos 1 sin x x + =
2 2
tan e 1 s c x x + =
2 2
cot s 1 c c x x + =
Setengah sudut:
2
1
(1 sin c s ) 2
2
o x x = −
2
1
(1 cos c 2 ) s
2
o x x = +
Phytagoras:
( )
( )
( )
cos
cos
sin sin sin
s cos
cos cos
1
( ) ( )
2
cos co
1
( ) ( )
2
1
in sin
( ) s ( )
2
m n x x x x
x
m n m n
m n m n m n
m n m n m x x n
x x x
x x
+ −
+
= +
= − −
+

− = +
Hasil Kali Sudut
2
7
6 25
dx
x x − +

Tentukan
Ubah penyebut menjadi bentuk kuadrat sempurna
2 2 2 2
1 1 1
6 25 ( 3) 16 ( 3) 4 x x x x
= =
− + − + − +
Bentuk terakhir merupakan turunan dari
1
tan
u
a

| |
|
\ .
1
2 2 2
7 7 7 3
tan
6 25 ( 3) 4 4 4
x
dx dx c
x x x


| |
= = +
|
− + − +
\ .
∫ ∫
Ada 2 jenis “ radikal” yang biasa muncul:
n
ax b +
1. Integran yang memuat
2 2 2 2 2 2
, , a x a x x a − + −
2. Integran yang memuat
Tentukan
3 x x dx +

Gunakan substitusi 3 u x = +
sehingga
2
3 u x = +
2 u du dx =
#
2
3 x u = −
jadi
#
#
2
3
4 2
2
3 ( 3)
( 3 )
1 3

4 2
1 3
( 3) ( 3)
4 2
x x dx u u du
u u du
u u c
x x c
+ = −
= −
= − +
= + − + +
∫ ∫

Untuk jenis yang kedua dapat dilihat bahwa perubahan
bentuk integran akan mengarah pada penggunaan
kesamaan phytagoras.
Gunakan substitusi
sin x a t =
sehingga diperoleh
2 2 2 2 2 2 2
sin cos cos a x a a t a t a t − = − = =
dengan pembatasan
2 2
π π
≤ ≤ − t
.
2 2 2 2 2
sin cos a a t a t − = kesamaan yang digunakan
2 2
a x −
2 2 2 2 2
tan sec a a t a t + =
kesamaan yang dipakai
2 2
a x +
Gunakan
tan x a t =
sehingga diperoleh
2 2 2 2 2 2 2
tan sec sec a x a a t a t a t + = + = =
dengan pembatasan
2 2
π π
< < − t
.
2 2 2 2 2
sec tan a t a a t − =
Kesamaan yang dipakai
2 2
x a −
Gunakan
sec x a t =
sehingga diperoleh
2 2 2 2 2 2 2
sec tan tan x a a t a a t a t − = − = =
dengan 2 / , 0 π π ≠ ≤ ≤ t t
Tentukan
2
2
9
x
dx
x −

Gunakan substitusi
3sin x t = sehingga diperoleh
3cost
sedangkan
2 2
9sin x t =
jadi
penyebutnya menjadi
( )
( )
2 2
2
2
1 1
9sin
3cos
3cos
9
9
9 sin 1 cos2
2
9 1
sin2
2 2
9 1
sin sin 2sin
2 3 2 3
x t
dx t dt
t
x
t dt t dt
t t c
x x
c
− −
=

= = −
| |
= − +
|
\ .
| |
| |
| | | |
= − +
|
| | |
\ . \ .
\ .
\ .
∫ ∫
∫ ∫
sin2 2sin cos t t t =
Gunakan substitusi
dan untuk membalikan proses substitusi dari t ke x, diperlukan
1
1
sin sin sin
3 3
cos cos sin ?
3
x x
t
x
t


| |
| |
= =
| |
\ .
\ .
| |
| |
= =
| |
\ .
\ .
2 2
a x −
Gunakan segitiga berikut ini:
x
t
a
Didapat
2
1
9
cos cos sin
3 3
x x
t

| | −
| |
= =
| |
\ .
\ .
Jadi
2 2
1
2
1 2
9 1 9
sin 2
2 3 2 3 3
9
9
sin 9
2 3 2


| |

| |
= − + |
|
|
\ .

\ .
| |
= − − +
|
\ .

x x x x
dx c
x
x x
x c
J ika metode substitusi gagal, maka digunakan metode
substitusi ganda.
Metode ini didasarkan pada pengintegralan rumus turunan dari
hasilkali dua fungsi.
Andaikan u = u(x) dan v = v(x) maka
( ) ( ) ( . ) '( ) ( ) ' ) ( . ( ) .
x
v u x u v x v x x D u x x = +
dengan mengintegralkan kedua ruas diperoleh
( ) '( ( ) ( '( ) . ( ) ). ) v x u x v x v dx dx u x u x x = +
∫ ∫
Atau
. . '( ) '( ) ( ) ) ( ) ( ) ( v dx u x u x v v x x x u x dx = −
∫ ∫
Untuk menyelesaikan proses dapat dilakukan teknik ini
berulang.
Contoh: Tentukan , , sin x xdx

Karena dv = v’(x) dan du = u’(x) maka
. . . v v u u u d d v − =
∫ ∫
Atau
| |
. . .
b b
b
a
a a
v v u u dv u d = −
∫ ∫
2
cos x xdx

cos
x
e xdx

Rumus reduksi :
( ) ( ) , ) ( ( )
n k
f x f g x dx h x dx x n k = + <
∫ ∫
(Pangkat dari f berkurang)
Sangat bermanfaat untuk pengintegralan fungsi trigonometri
berpangkat tinggi.
Contoh: Turunkan suatu rumus reduksi untuk
sin
n
x dx

x
x e dx
α β

Ada 5 jenis yang sering muncul:
sin
n
x dx

cos
n
x dx

sin cos x
m n
x dx

1.
sin cos x , sin sin x ,
cos cos x
mx n dx mx n dx
mx n dx
∫ ∫

2.
3.
tan x , cot x
n n
dx dx
∫ ∫
tan x sec x , cot x csc x
m n m n
dx dx
∫ ∫
4.
5.
Tipe 1 dan 2: bila pangkat dari fungsi cos atau sin adalah ganjil,
maka faktorkan jadi fungsi berpangkat genap dan fungsi
berpangkat satu. Lalu gunakan identitas
2 2
cos 1 sin x x + =
5
sin ? dx x =

Contoh:
Bila fungsi berpangkat genap diubah menggunakan rumus
setengah sudut:
2
1
(1 sin c s ) 2
2
o x x = −
2
1
(1 cos c 2 ) s
2
o x x = +
4
os ? c dx x =

Contoh:


dx x x
4 3
cos sin Tentukan
Faktorkan fungsi sin berpangkat menjadi x
2
sin dan sin x
x x
2 2
cos 1 sin − =
dimana (-sin x dx) menjadi g’(x), lalu ubah
2 4
sin cos x x dx

Tentukan
2
2 4
1 cos2 1 cos2
sin cos ...
2 2
x x
x x dx dx
− +
| || |
= =
| |
\ .\ .
∫ ∫
Tipe 3: memerlukan kesamaan hasilkali antara fungsi sinus
dan cosinus:
( )
( )
( )
cos
cos
sin sin sin
s cos
cos cos
1
( ) ( )
2
cos co
1
( ) ( )
2
1
in sin
( ) s ( )
2
m n x x x x
x
m n m n
m n m n m n
m n m n m x x n
x x x
x x
+ −
+
= +
= − −
+

− = +

dy y y 4 cos cos
Tentukan
Tipe 4: Dalam kasus tangen, faktorkan :
Sedangkan untuk kasus cotangen, faktorkan :
2 2
tan sec 1. x x = −
2 2
cot csc 1. x x = −
3
ot ? c dx x =

Tipe 5a: J ika n genap (n adalah pangkat dari sec x atau csc x),
maka faktorkan seperti tipe 4.
/ 4 3 2
se ? t n c a x x dx

=

Tipe 5b: J ika m ganjil (m adalah pangkat dari tan x atau cot x),
maka masing-masing faktorkan menjadi pangkat satu dan
sisanya.
1/2 3
tan ec ? s x x dx

=

1. Carilah substitusi yang membuat integral berbentuk seperti aturan
integral yang baku. Contoh:
2. Kenali situasi perkalian dua fungsi: turunan dari fungsi pertama dan
antiturunan dari suatu fungsi kedua berbentuk integral baku, hal ini
merupakan proses integral parsial.
2
2
sin2 , , 1
x
xdx xe dx x x dx


∫ ∫ ∫
, sinh
x
xe dx x xdx
∫ ∫
3. Substitusi trigonometri.
Jika integran mengandung , gunakan substitusi
x= a sin t.
Jika integran mengandung , gunakan substitusi
x= a tan t.
Jika integran mengandung , gunakan substitusi
x= a sec t.
2 2
a x −
2 2
x a −
2 2
x a +
4. Jika integran adalah fungsi rasional sejati, dekomposisi integran
tersebut dengan menggunakan metode pecahan parsial.
Jika integran bukan fungsi rasional sejati, dekomposisi menjadi suatu
polinom dan suatu fungsi rasional sejati.