You are on page 1of 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada yang selalu melimpahkan rahmat ALLAH SWT
dan kasih sayang kepada seluruh umat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
Merencana Mesin ini sesuai dengan yang diharapkan. Adapun dalam draft perencana mesin
ini penulis mengambil judul “PEMECAH KULIT ARI KEDELAI” sebagai salah satu
tugas yang diberikan kepada Mahasiswa Adisutjipto Teknik Mesin yang mengikuti matakulia
Merencana Mesin.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan,
hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan, kemampuan dan pengalaman yang dimiliki
penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun atas segala
kekurangan, sehingga akan menjadi sebuah perbaikan di kemudian hari.
Dalam menyelesaikan laporan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunannya. Rasa
terima ksih ini penulis sampaikan kepada:
1. , yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis. Allah SWT
2. Muhrom Khudhori, ST. sebagai pembimbing dalam proses merencana alat,
perancangan alat sekaligus dosen penuji.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas semua
bantuannya.
Akhir kata penulis berharap dengan segala kekurangannya, semoga tugas akhir ini
dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.









Yogyakarta, 07 Juli 2014





Kelompok
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Identifikasi Pasar

Kedelai atau kacang kedelai dalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi
bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.
Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun
yang lalu di Asia Timur. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak
nabati dunia. Penghasil utama kedelai adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis
baru dibudidayakan masyarakat diluar Asia setelah 1910.
Teknik pembuatan tempe ini telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya
masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan proses pembuatanyya yang
masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan
tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak diperguanakan adalah tempe
berbahan dasar kedelai.
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jogjakarta sering sekali ditemukan makanan
terbuat dari tempe yang disajikan dirumah makan maupun lesehan seperti pecel lele.
Dengan banyaknya peminat dari kalangan masyarakat yang begitu tinggi, membuat
pengerajin tempe sangat kualahan akan permintaan pasar, sehingga mendorog kami untuk
membuat suatu alat rumah tangga yang mampu memenuhi kebutuhan akan alat pembuat
tempe untuk produksi sekala kecil. Dengan pembuatan alat tersebut kami berharap
produksi rumahan mampu memberi sedikit tambahan penghasilan bagi masyarakat
setempat.
Sebagai bahan makanan kedelai sangat berkasiat bagi pertumbuhan dan menjaga sel-
sel tubuh. Kedelai banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan penting seperti
protein,lemak, karbohidrat dan selain sebagai sumber protein , makanan berbahan kedelai
dapat dipakai sebagai penurun kolestrol darah yang dapat mencegah penyakit jantung.
Kedelai juga berfungsi sebagai anti oksidan dan dapat mencegah penyakit kanker.
Namun pada dasarnya upaya unutuk meningkatkan kualitas hasil produksi masih
mengalami kendala yaitu pada proses pengupasan kulit ari kedelai masih banyak yang
dilakukan dengan cara tradisional dengan merendam dan menginjak-injak dalam suatu
wadah, hal ini sangat merugikan karna dengan kacang terbagi dua atau bahkan dapat
hancur karena tekanan yang diberikan pada kacang tidak tetap. Disisi lain hasil
pengupaan nya pun terbatas dan bergantung pada kemampuan manusianya dan cara
tersebut juga membuat hasil makanan yang kurang higienis.
Atas dasar itu, maka kebutuhan akan mesin pengupas kulit ari kedelai merupakan
kebutuhan dimana alat tersebut harus sederhana dan mudah dalam pengoprasiannya, oleh
sebab itu harus dirancang sebuah mesin yang memiliki daya guna dan hasil guna yang
optimal.

1.2 Pemilihan Produk Unggulan

Mesin pengupas kulit ari kedelai memang sudah banyak dijual di pasaran dengan tipe
yang cukup beragam. Namun dalam hal mesin untuk produk rumahan masih sangat
jarang kita temukan karna, kebanyakan penjual alat produksi menjual untuk produksi
dalam sekala besar.
Dengan alasan diatas tersebut, kami memperoleh suatu ide untuk membuat suatu
mesin produksi namun untuk sekala rumahan. Kami berharap dengan alat tersebut bisa
menghasilkan tempe untuk mencukupi kebutuhan sendiri maupun untuk dijual kembali.
1.3 Rumusan Masalah

Dalam proses perancangan alat ini mempunyai perumusan masalah, antara lain:
a. Bagaimana pembuatan alat pengupas kulit ari kedelai yang sederhana, efektif,
fungsional, pengoprasian yang mudah dan harga yang bersaing.
b. Bagaimana cara pemasaran.












BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Landasan Teori

Kedelai adalah makanan yang bergizi yang dikenal masyarakat indonesia sejak abad
ke 17, dimana kedelai dikenal sebagai budidaya dan pupuk hijau. Sampai saat ini banyak
ditanan didataran rendah yang tidak banyak mengandung air, seperti pesisir utara Jawa
Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan dan Bali.
Saat ini dari kacang kedelai dapat dibuat berbagai makanan seperti tahu, tempe,
kecap, tauco, bahkan dapat pula dijadikan susu kedelai dan sari kedelai yang kemudian
dikemas. Kendati demikian sampai saat ini kita masih mengimpor kedelai karena produksi
pertanian kita masih kurang.
Biji kacang kedelai terbagi menjadi dua bagian yaitu : kulit biji (testa) dan janin
(embrio). Kulit biji ini ada beragam warna ada yang kuning, hijau, coklat atau campuran
diantara warna-warna tersebut. Kulit biji tersebut terdiri dari tiga lapisan sel. Sementara janin
terdiri dari kutiledon , plumula, dan poros hipokotil-bakal akar. Kutiledon merupakan bagian
terbesar dari kedelai, berisi bahan makanan yang sebagian besar terdiri dari protein dan
lemak. Biji kedelai berkeping dua terbungkus kulit biji pada umumnya berbentuk lonjong,
tetapi ada juga yang berbentu bundar atau bulat pipih dengan besar dan bobot biji kedelai 5-
30 gr untk 100 butir.
Sifat kacang kedelai mampu menyerap air cukup banyak dan dapat menyebabkan
beratnya naik menjadi dua kali lipat, dengan sifat biji yang keras dan daya serap air
tergantung ketebalan kulit. Kulit inilah yang akan dikupas secara maksimal dengan
semaksimal mungkin tidak membelah kedelai apalagi merusak kedelai. Sehingga mutu dari
kacang kedelai baik dengan bentuk yang baik dan utuh.

2.2 Mekanisme Kerja Mesin

Untuk mengupas kulit ari kacang kedelai yang cukup banyak dengan waktu yang
singkat maka dibutuhkan sebuah alat yang mampu memenuhi permntaan diatas. Jika
pengupas tersebut dilakukan secara manual, maka akan memakan waktu yang cukup lama
dan tenaga manusia yang cukup besar.
Perinsip mengupas kulit ari kacang kedelai tersebut menggunakan dua buah rol,
dimana putaran antara rol yang satu denagn rol yang lain berbeda, dansalah satu diantara rol
ini dapat diatur jaraknya dengan rol yang berputar sesuai dengan ukuran biji kacang kedelai
yang akan dikupas. Rol ini digerakkan oleh sebuah motor yang menggunakan sebuah daya
transmisi daya pully dan belt. Mekanisme ini sederhana sekali dan dapat mengupas kulit ari
kacang kedelai dengan hasil yang cukup baik dan resiko cacat pada kedelai yang cukup kecil.
Selain itu mesin ini murah dalam proses pengerjaannya.
Alat ini digerakkan oleh sebuah motor listrik yang akan menggerakkan mekanisme
pengupas dengan menggunaka belt, dengan berputarnya pully pengupas tersebut, maka rol
pengupas akan bergerak dan biji kacang kedelai yag ada pada hopper akan ikut masuk
kedalam mekanisme pengupas. Dengan masuknya biji kacang kedelai , maka akan terjadi
gesekan antara biji kacang kedelai yang mengakibatkan terkupasnya kulit ari kacang kedelai
tersebut.





















BAB III
PERANCANGAN PRODUK DAN PROSES PRODUKSI


3.1 Alat dan bahan
3.1.1 Alat
Adapun peralatan yang digunakan meliputi peralatan bengkel untuk rekayasa dan
alat ukur yaitu :
a. Mesin bubut
b. Mesin las
c. Mesin gerinda
d. Mesin bor
e. Penekuk plat
f. Pemoton plat
g. Meteran
h. Penyiku
i. Jangka sorong

3.1.2 Bahan

Bahan yang digunakan dalam rekayasan mesin pengupas kulit ari kedelai ini
sebagai berikut :
a. Besi plat
b. Besi siku
c. Besi poros

3.2 Metode Perancangan

Metode perancangan yang dipakai dalam perancangan kali ini adalah metode yang
disusun oleh Gerhardt Pahl dan Wolfgang Beitz yang dipaparkan dalam buku
“Engineering Design” , yaitu :
1. Penjabaran tugas (Clarification of the task), yang meliputi pengumpulan informasi
permasalahan dan kendala yang dihadapi. Disusul dengan persyaratan mengenai
sifat dan performa yang harus dimiliki untuk mendapatkan solusi.
2. Penentuan konsep perencanaan (conceptual design) hal ini menjadi dasar abstrak
dari permasalahan. Dilanjutkan dengan membuat struktur fungsi yang
menggambarkan hubungan antar input, proses dan output.
3. Perancang wujud (embodiment designt) perencangan awal beserta elemen-elemen
yang ada.
4. Perancanga rinci (detail design) pada tahap ini adalah proses perancangan dalam
bentuk gambar dalam artian gambar tersusun dan gambar jadi termasuk daftar
komponen, spesifikasi bahan, dan lain-lain yang secara keseluruhan merupakan
dokumen dalam pembuatan mesin atau produk.

























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengujian
4.1.1 uji Fungsional


a. Hopper
Berfungsi sebagai penampung biji kacang kedelai yang akan dikupas
sebelum masuk kedalam rol pengupas. Hopper tersebut terbuat dari plat
dengan tebal 2 mm.
b. Poros
Berfungsi sebagai tempat dudukan rol pengupas. Bahan yang digunakan
sebagai poros ini adalah besi baja.
c. Rol pengupas
Berfungsi sebagai pengupas kulit ari kedelai.
d. Saluran Pengeluaran
Berfungsi sebagai keluaran biji kedelai yang telah dikupas. Terbuat dari
besi plat dengan tebal 2-3 mm.
e. Kerangka
Berfungsi sebagai dudukan motor listrik dan semua komponen-komponen
dari mesin pengupas kulit ari kedelai. Bahan yang digunakan yaitu besi
siku dengan ukuran 4 x 4 am x 5 mm.
f. Motor Listrik
Berfungsi sebagai penggerak dari rol pengupas kulit ari kedelai.
g. Pully dan V-belt
Berfungsi sebagai penerus daya dari motor listrik keporos yang akan
memutar rol pengupas.

4.1.2 Uji Performent

a. Efisiensi Kerja
Efisiensi kerja suatu alat atau mesin tergantung dari bagaimana suatu
alat bekerja secara maksimal dan optimal. Untuk menghitung efisiensi
kerja suatu alat dapat dicari menggunakan rumus sebagai berikut :


Bahan input
Efisiensi = ----------------- x 100 %
Bahan output

b. Kekuatan dan besarnya diameter poros
Dalam perencanaan sistem mekanisme ini poros yang direncanakan
adalah dengan melihat suatu tingkat keamanan tertentu, dimana poros
yang dirancang ini akan mampu menahan gaya-gaya yang terjadi.
Maka dari itu perencanaan poros mengacu pada dasar perhitungan
poros yang dikenai beban puntir murni. Oleh karena itu akan
digunakan rumus sebagai berikut :



5,1
Ds = ---- x Kt x Cb x T
Ta



c. Daya Motor
Desain mesin yang akan dibuat menggunakan tenaga penggerak berupa
motor electronik. Sebelumnya harus kita ketahui seberapa besar daya
motor yang diperlukan. Untuk mengetahui seberapa besar daya motor
torsi inersia untuk menggerakkan mesin secara keseluruhan harus
diketahui terlebih dahulu.
d. Kapasitas Kerja Mesin Pengupas Kulit Ari Kedelai
Kapasitas mesin pengupas kulit ari kacang kedelai harus lebih banyak
dibandingkan pengupasan yang dilakukan secara manual. Maka untuk
menghitung besarnya kapasitas kerja dari mesin dapat dihitung
menggunakan rumus :

Mo-Mt
Lp = ---------
t

4.2 Analisa Teknik Produk
Kelebihan dan kekurangan dari produk yang dibuat, antara lain :
a. Kelebihan
1. Harga produksi yang terjangkau
2. Bahan ringan
3. Mudah dipindahkan
4. Bisa digunakan secara manual tanpa motor penggerak
5. Perawatan mesin mudah
b. Kelemahan
1. Hanya mampu melayani penggilingan sekala kecil
2. Kurang efektif jika menggunakan penggilingan secara manual







BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dengan biaya produksi yang cukup murah namun mampu memenuhi
kebutuhan sekala kecil alat ini bisa membantu dalam produksi untuk
menupas kulit ari kedelai.
5.2 Saran
Dalam pembuatan alat pengupas kedelai ini kami menggunakan plat
yang terlalu tipis untuk pembuatan Hopper. Saran untuk perencanaan
berikutnya supaya dalam pembuatan Hopper harap menggunakan plat
yang berukuran 3 mm.
























Daftar Pustaka

http://saepudin-alatmesinpertanian.blogspot.com/2010/06/alat-pengupas-kang-tanah-1.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kedelai

http://id.wikipedia.org/wiki/Tempe