Priscila Tarigan

0961050084
Kejang
Pendahuluan
 Kejang merupakan petunjuk adanya gangguan
fungsi sel-sel neuron di susunan saraf pusat
 Kejang merupakan tanda serius dari penyakit
yang mendasarinya

Definisi
 Kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di
luar kehendak
 Kejang disebabkan oleh pelepasan hantaran
listrik yang abnormal di otak
 Gejala yang timbul dapat bermacam-macam
tergantung pada bagian otak yang terpengaruh.
 Kejang berkaitan dg sensasi ―aneh‖, kekakuan
otot yg tidak terkendali dan hilangnya kesadaran

Penyebab kejang?
 Infeksi – infeksi : virus, bakteri, jamur
 Anoxia
 Alkohol
 Gagal ginjal
 Gagal hati
 Penyakit metabolik
 Tumor otak
 idiopatik
Pemeriksaan
 Bila etiologi belum jelas, lakukan pemeriksaan:
 Darah lengkap, AGDA, elektrolit, fungsi ginjal,
fungsi hati, kultur darah
 Pungsi lumbal
 CT Scan
Jenis-jenis Kejang
 Kejang parsial
 Kejang parsial sederhana
 Kejang parsial kompleks

 Kejang umum
 kejang absens
 Kejang mioklonik
 Kejang tonik-klonik
 Kejang atonik
 Status epileptikus
Penatalaksanaan
 Fenobarbital—indikasi kejang mioklonik. Kejang tonik-klonik, status epileptikus;
kadar terapeutik:
15-40 mcg/ml
 Fenitoin (Dilantin) →indikasi: kejang parsial, kejang tonik-klonik, status
epileptikus; kadar terapeutik
 10-20mcg/ml
 Karbamazepin (Tegretol) →indikasi: kejang parsial, kejang tonik-klonik; kadar
tapeuretik: 4-12
 mcg/ml
 Asam valproat (Depakane)—indikasi: kejang absens atipik, kejang mioklonik,
kejang tonik-klonik, kejang atonik, dan terutama bermanfaat untuk gangguan
kejang campuran; kadar terapeutik 40-100 mcg/ml
 Primodon (Mysoline)—indikasi: kadang-kadang dipakai untuk mengobati kejang
tonik-klonik kadar terapeutik 4-12 mcg/ml.
 Etosuksimid (Zarontin)—indikasi: kejang absens.
 Klonazepam (Klonopin)—indikasi: kejang absens, kejang tonik-klonik, spasme
infantile
Case Report

Identitas Pasien
 Nama : Tn. CL
 Umur : 32 tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Status : Belum menikah
 Pendidikan : SMA
 Pekerjaan : -
 Alamat : Jl. Agung Raya no 19
 Tanggal Masuk : 18-7-2014
ANAMNESA
 Keluhan Utama : Kejang
 Keluhan Tambahan : Lemas
ANAMNESA
 Pasien datang ke RS Cikini dengan keluhan kejang.
Kejang yang dirasakan 1 hari SMRS. Pasien
mengatakan kejang yang dialami pasien pada seluruh
tubuhnya. Keluarga pasien mengatakan tubuh pasien
saat kejang kelojotan. Keluarga mengatakan pasien
mengalami kejang tersebut ± 5 menit. Sebelumnya
pasien mengatakan, pasien sedang beristirahat di
rumah pasien, tiba-tiba pasien merasa seperti melihat
layar jitam. Layar hitam gelap tersebut pasien katakan
bergerak dari bawah ke atas sehingga semua terlihat
gelap.
 Pasien mengatakan ±4 hari sebelum mengalami
kejang tersebut pasien melakukan hemodialisa/cuci
darah
 Keluarga mengatakan setelah pasien mengalami
kejang seperti itu, pasien tidak sadarkan diri. Ketika
pasien sadar, pasien hanya duduk diam dan tampak
bingung.
 Tangan kanan pasien patah akibat peristiwa kejang
tersebut. Demam -, riwayat darah tinggi disangkal,
riwayat DM disangkal, sakit kepala -, muntah -
Riwayat Penyakit Dahulu
 Pasien belum pernah mengalami keluhan kejang
seperti ini sebelumnya
 Pasien memiliki riwayat penyakit gagal ginjal sejak 9
tahun yang lalu

Riwayat Penyakit Keluarga
 Dalam keluarga pasien belum ada yang
memiliki keluhan seperti pasien
 Riwayat DM pada keluarga pasien disangkal,
riwayat hipertensi pada keluarga pasien
disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi dan Pribadi
 Pasien tinggal dengan kedua orangtua
pasien. Pasien tidak bekerja semenjak pasien
dinyatakan menderita gagal ginjal. Dalam
keluarga pasien yang mencari nafkah adalah
kedua orangtua pasien dan saudara pasien
 Status generalis :
 Keadaan umum : tampak sakit sedang
 Kesadaran : composmentis
 Tekanan darah : 130/80mmHg
 Nadi : 86x/menit
 RR : 20x/menit
 Suhu : 36,⁰C

Pemeriksaan Umum
 Stigmata : tidak ada
 Warna kulit : sawo matang
 Kelenjar getah bening : tidak teraba membesar
 Pembuluh darah : bruit ar. Carotis -, kanan = kiri
Pemeriksaan Regional
 Kepala : t.a.k
 Kalvarium : t.a.k
 Mata : t.a.k
 Hidung : t.a.k
 Mulut : t.a.k
 Telinga : lapang/lapang, sekret -/-, serumen -/-
 Oksiput : t.a.k
 Leher : t.a.k
 Toraks : pergerakan dinding dada simetris kanan =
kiri
 Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, murmur -,
gallop –
 Paru-paru : vocal fremitus simetris, sonor kanan=kiri,
ronki-, wheezing –
 Abdomen : perut rata, supel, timpani, asites -, BU
4x/menit

 Hepar : tidak teraba
 Lien : tidak teraba
 Vesika urinaria : tidak ada kelainan
 Genitalia eksterna : tidak ada kelainan
 Otot-otot : tidak ada kelainan
 Ekstremitas : tidak ada kelainan
 Sendi-sendi : tidak ada kelainan
 Gerakan leher : tidak ada kelainan
 Gerakan leher : tidak ada kelainan
 Gerakan tubuh : tidak ada kelainan
 Nyeri ketok : tidak ada
Pemeriksaan Neurologi
 Rangsang meningeal :
Kaku kuduk –
Brudinski I –
Brudinski II -/-
Kernig -/-
Laseque >70⁰/>70⁰

 N.I : normosmia
 N.II : visus secara kasar baik, lihat warna baik,
lapangan pandang sama dengan pemeriksa.
Funduskopi tidak dilakukan
 N. III,IV,VI : ptosis -/-, posisi bola mata kiri di tengah
kanan sulit dinilai, enoftamus -, eksoftalmus -,
strabismus -, deviatio konjugae -, diplopia -, pupil di
tengah, bulat sulit dinilai/3mm, isokor, di tengah, RCL
-/+, RCTL -/+, refleks akomodasi -/+
 N.V : sensibilitas wajah simetris kanan =kiri, buka
tutup mulut baik, gerakan rahang baik, refleks kornea
tidak dilakukan, refleks maseter +
 N. VII : posisi wajah saat istirahat simetris,
lagoftalmus -/-, sulcus nasolabialis tidak ada yang
mendatar, angkat alis baik, kerut dahi baik, kembung
pipi baik.

 N. VIII : nistagmus -. Tes gesek jari kanan = kiri
 N. IX, X : uvula di tengah, arcus faring simetris,
pallatum molle intak, refleks faring tidak
dilakukan, refleks muntah tidak dilakukan, refleks
okulokardiak +, refleks sinus karotiku +
 N. XI : angkat bahu baik kanan = kiri, menoleh
kanan = kiri baik
 N. XII : posisi lidah dalam mulut baik, atrofi -,
fasikulasi -, tremor -, julur lidah baik, lidah tidak
ada deviasi, tenaga otot lidah kanan = kiri

Motorik
 Derajat kekuatan otot 5555 5555
5555 5555


 Tonus otot : eutrofi
 Gerakan spontan abnormal: tidak ada

Koordinasi
 Statis : tidak dilakukan
 Dinamis : tes telunjuk hidung : baik
tes telunjuk telunjuk : baik
tes tumit lutut : tidak dilakukan


Refleks
 Refleks tendo : Refleks Patologis :
 Biceps : tidak dilakukan/+ Babinski -/-
 Triceps : tidak dilakukan/+ Chaddock -/-
 KPR : +/+ Gordon -/-
 APR : +/+ Oppenheim -/-
Schaffer -/-
Hoffman Trommer -/-
Klonus lutut -/-
Klonus kaki -/-

Refleks
 Refleks kulit :
 Telapak kaki : +/+
 Dinding perut : tidak dilakukan
 Kremaster : tidak dilakukan
 Anus internus : tidak dilakukan
 Anus eksternus : tidak dilakukan

Sensibilitas
 Eksteroseptif :
 Rasa raba baik
 Rasa nyeri baik

 Propioseptif :
 Rasa gerak dan arah: baik
 Rasa sikap : baik

Terima kasih
Diagnosis
 Diagnosis Klinis : kejang
 Diagnosis Topik :
 Diagnosis Etiologik : Ensefalopti Metabolik