Struktur Organisasi

DINKES JAWA TIMUR
Perumusan kebijakan teknis di bidang
kesehatan.
Penyelenggaraan urusan pemerintahan
dan pelayanan umum di bidang kesehatan.
Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai
dengan lingkup tugasnya.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan
oleh Gubernur.
Kepala DINKES
Bertanggung jawab
Sekretaris
daerah
FUNGSI DINKES
Sekretariat
Sub Bagian
Tata Usaha.
Sub Bagian
Penyusunan
Program.
Sub Bagian
Keuangan.
SUSUNAN ORGANISASI BERDASARKAN PERDA JAWA TIMUR 9 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur
Bidang Pelayanan
Kesehatan
Seksi Kesehatan
Dasar dan Penunjang
Seksi Kesehatan
Rujukan dan Khusus.
Seksi Kesehatan
Keluarga.
Bidang
Pengendalian
Penyakit dan
Masalah Kesehatan
Seksi
Pemberantasan
Penyakit.
Seksi Pencegahan,
Pengamatan
Penyakit dan
Penanggulangan
Masalah Kesehatan.
Seksi Penyehatan
Lingkungan.
Bidang
Pengembangan
Sumber Daya
Kesehatan
Seksi
Perencanaan
Pendayagunaan
dan
Pengembangan
SDM Kesehatan.
Seksi Kefarmasian
dan Perbekalan
Kesehatan.
Seksi Pembiayaan
Kesehatan.
Bidang
Pengembangan
dan
Pemberdayaan
Kesehatan
Masyarakat
Seksi Gizi.
Seksi Promosi
Kesehatan.
Seksi Informasi
dan Penelitian
Pengembangan
Kesehatan.
pelaksana
tugas dinas
daerah sesuai
dengan bidang
operasionalnya
di lapangan
sebagai
pelaksana
urusan
administrasi
teknis
operasional.
Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Dinas.

URAIAN TUGAS
1. Kepala Dinas
Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur
Nomor 79 Tahun 2008

Kepala Dinas bertugas memimpin, melakukan
koordinasi dan pengendalian dalam
penyelenggaraan kegiatan di bidang kesehatan.

2. Sekretariat


Sekretariat :merencanakan, melaksanakan,
mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan
administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan,
penyusunan program, keuangan, hubungan mastarakat
(humas), dan protokol.

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, Sekretariat
mempunyai fungsi:
• Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dan
perizinan.
• Pengelolaan administrasi kepegawaian.
• Pengelolaan administrasi keuangan.
• Pengelolaan administrasi perlengkapan.
• Pengelolaan urusan rumah tangga, humas, dan protokol.
• Pelaksanaan koordinasi penyusunan program,
anggaran, dan perundang-undangan.


• Melaksanakan penerimaan, pendistribusian, dan pengiriman
surat-surat, penggandaan naskah-naskah dinas, kearsipan dan
perpustakaan Dinas.
• Menyelenggarakan tata usaha kepegawaian.
• Menyelenggarakan urusan rumah tangga dan keprotokolan.
• Melaksanakan tugas di bidang hubungan masyarakat.
• Mempersiapkan seluruh rencana kebutuhan kepegawaian mulai
penempatan formasi, pengusulan dalam jabatan, usulan
pensiun, peninjauan masa kerja, pemberian penghargaan,
kenaikan pangkat, DP-3, DUK, Sumpah/Janji Pegawai, gaji
berkala, kesejahteraan, mutasi dan pemberhentian pegawai,
diklat, ujian dinas, izin belajar, pembinaan kepegawaian dan
disiplin pegawai, menyusun standard kompetensi pegawai,
tenaga teknis dan fungsional.

Susunan organisasi Sekretariat:

1. Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai tugas antara lain:

2. Sub Bagian Penyusunan Program, mempunyai tugas
antara lain:


• Menyiapkan bahan perencanaan sistem penganggaran
dan kebijakan pembangunan kesehatan.
• Melaksanakan pedoman, petunjuk pelaksanaan, teknis,
prosedur tetap mengenai sistem penganggaran dan
kebijakan pembangunan kesehatan.
• Menyiapkan bahan pembinaan, pengendalian, dan
pengawasan sistem penganggaran dan kebijakan
pembangunan kesehatan.
• Melaksanakan fasilitasi sistem penganggaran dan
kebijakan pembangunan kesehatan.
• Menyiapkan bahan koordinasi lintas program, lintas
sektor, organisasi profesi, institusi pendidikan, lembaga
swadaya masyarakat, sistem penganggaran dan
kebijakan pembangunan kesehatan.

3. Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas
antara lain:

• Melaksanakan pengelolaan keuangan termasuk
pembayaran gaji pegawai.
• Melaksanakan pengadministrasian dan
pembukuan keuangan.
• Menyusun laporan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan pengelolaan keuangan.
• Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan
oleh Sekretaris.

3. BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
(YANKES)
Bidang Pelayanan Kesehatan :menyusun
perencanaan, kebijaksanaan teknis operasional,
standard pelayanan, pedoman teknis,
pembinaan, bimbingan dan pengendalian
program pelayanan kesehatan dasar dan
penunjang, rujukan dan khusus, serta kesehatan
keluarga.



1. Seksi Kesehatan Dasar dan Penunjang,
mempunyai tugas antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan pelayanan
kesehatan dasar penunjang.
• Menyiapkan bahan pedoman teknis dan standar
pelayanan kesehatan dasar dan penunjang.
• Menyiapkan bahan pembinaan, pngendalian dan
pengawasan kesehatan dasar dan penunjang yang
dilakukan pemerintah maupun swasta.
• Melaksanakan bimbingan, pengawasan dan
pengendalian upaya kesehatan dasar dan
penunjang pada daerah perbatasan, terpencil,
rawan dan kepulauan.

2. Seksi Kesehatan Rujukan dan Khusus,
mempunyai tugas antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan pelayanan
kesehatan rujukan dan khusus.
• Menyiapkan bahan penyusunan dan penjabaran
standart pelayanan kesehatan rujukan dan khusus.
• Menyiapkan bahan pedoman pelaksanaan
pelayanan kesehatan rujukan dan khusus.
• Menyiapkan bahan penerbitan rekomendasi
perijinan Rumah Sakit Pemerintah kelas B
Pendidikan dan Rumah Sakit Khusus, Rumah Sakit
Swasta serta sarana kesehatan penunjang.


3. Seksi Kesehatan Keluarga, mempunyai tugas


• Menyiapkan bahan Perencanaan Program dan
kebijaksanaan teknis operasional pelayanan kesehatan
ibu, kesehatan anak, remaja dan usia lanjut, kesehatan
reproduksi serta teknis medis pelayanan Keluarga
Berencana.
• Menyiapkan bahan Pedoman, petunjuk pelaksanaan,
petunjuk teknis, prosedur tetap, manual pelaksanaan
mengenai kesehatan ibu, kesehatan anak, remaja dan
usia lanjut, kesehatan reproduksi serta teknis medis
pelayanan Keluarga Berencana.
• Menyiapkan bahan penyusunan, menjabarkan dan
sosialisasi, standart pelayanan dan pengelolaan
program kesehatan ibu, kesehatan anak, remaja dan
usia lanjut, kesehatan reproduksi serta teknis medis
pelayanan Keluarga Berencana.

4. Bidang Pengendalian Penyakit
dan Masalah Kesehatan (PPMK)
Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah
Kesehatan mempunyai tugas menyusun
perencanaan, merumuskan kebijaksanaan
teknis operasional, melaksanakan kegiatan
pembinaan pengawasan dan pengendalian
dalam kegiatan pencegahan masalah
kesehatan, surveilans epidemiologi,
pemberantasan penyakit, penyehatan air serta
penyehatan lingkungan.

Bidang PPMK mempunyai fungsi antara lain:

• Pelaksanaan perencanaan program bimbingan dan
pengendalian pencegahan, pengamatan,
pemberantasan penyakit, masalah kesehatan,
kesehatan matra dan penyehatan lingkungan.
• Penyusunan pedoman, petunjuk pelaksanaan,
petunjuk teknis serta prosedur tetap program
pencegahan, pengamatan, pemberantasan
penyakit, masalah kesehatan, kesehatan matra dan
penyehatan lingkungan.
• Penyelenggaraan sistem kewaspadaan dini
terhadap penyebaran penyakit dan faktor resiko
yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa
(KLB)/wabah dan bencana.


A. Seksi Pemberantasan Penyakit, mempunyai tugas
antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan program
pemberantasan penyakit dan pengamatan vektor
binatang perantara penyakit.
• Menyiapkan bahan penyusunan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis serta prasedur tetap
pelayanan yang terkait dengan program pemberantasan
penyakit dan pengamatan vektor binatang perantara
penyakit.
• Melakukan penilaian cepat kesehatan (Rapid Health
Assesment) dan melakukan tindakan darurat di Bidang
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit.
• Menyiapkan bahan pembinaan, pengendalian, dan
pengawasan program pemberantasan penyakit dan
pengamatan vektor binatang perantara penyakit.


B. Seksi Pencegahan, Pengamatan Penyakit dan
Penanggulangan Masalah Kesehatan, mempunyai tugas
antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan program imunisasi,
surveilans epidemiologi, penyakit tidak menular, KLB, wabah,
bencana, kesehatan matra, karantina dan kesehatan
pelabuhan.
• Menyiapkan bahan penyusunan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis serta prosedur tetap pelayanan
program imunisasi, surveilans epidemiologi, penyakit tidak
menular, KLB, wabah, bencana, kesehatan matra, karantina
dan kesehatan pelabuhan.
• Melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini terhadap
penyebaran penyakit dan faktor resiko yang berpotensi
menimbulkan KLB/wabah bencana serta
penanggulangannya.
• Melakukan penilaian cepat kesehatan (Rapid Health
Assesment) dan melakukan tindakan darurat di Bidang
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit.

C. Seksi Penyehatan Lingkungan, mempunyai tugas
antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan program penyehatan
makanan minuman, air, kualitas lingkungan, perumahan,
kawasan dan pengamanan limbah.
• Penyusunan pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuka
teknis serta prosedur tetap program penyehatan
makanan minuman, air, kualitas lingkungan, perumahan,
kawasan dan pengamanan limbah.
• Melakukan penilaian cepat kesehatan (Rapid Health
Assesment) dan melakukan tindakan darurat di Bidang
Penyehatan Lingkungan.
• Menyiapkan bahan pembinaan, pengendalian, dan
pengawasan program penyehatan makanan minuman,
air, kualitas lingkungan, perumahan, kawasan dan
pengamanan limbah.

Bidang Pengembangan Sumber Daya
Kesehatan mempunyai tugas menyusun
perencanaan, merumuskan kebijaksanaan
teknis operasional di bidang pendayagunaan
tenaga kesehatan, kefarmasian dan perbekalan
kesehatan, serta pembiayaan kesehatan.
5. Bidang Pengembangan Sumber
Daya Kesehatan
• Pelaksanaan perencanaan program pengembangan
dan pemberdayaan sumber daya manusia
kesehatan, kefarmasian dan perbekalan kesehatan,
serta pembiayaan kesehatan.
• Penyusunan pedoman, petunjuk pelaksanaan,
petunjuk teknis serta prosedur tetap program
pengembangan dan pemberdayaan sumber daya
manusia kesehatan, kefarmasian dan perbekalan
kesehatan, serta pembiayaan kesehatan.
• Penyelenggaraan pemantauan, pembinaan, dan
pengendalian program pengembangan dan
pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan,
kefarmasian dan perbekalan kesehatan, serta
pembiayaan kesehatan.
• Pelaksanaan registrasi, akreditasi, sertifikasi tenaga
kesehatan tertentu.

1. Seksi Perencanaan Pendayagunaan dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
mempunyai tugas

• Menyiapkan bahan perencanaan kebutuhan, distribusi,
pendayagunaan, pengembangan tenaga kesehatan dan
tenaga kesehatan strategis serta tenaga kesehatan
tertentu.
• Menyiapkan bahan pedoman teknis, standard kebutuhan
tenaga kesehatan dan diklat fungsional dalam rangka
peningkatan mutu sumber daya manusia kesehatan.
• Melaksanakan registrasi, akreditasi, sertifikasi tenaga
kesehatan tertentu sesuai peraturan perundang-
undangan.
• Menyiapkan rekomendasi izin tenaga kesehatan asing
dan penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.

2. Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan, mempunyai
tugas antara lain:


• Menyiapkan bahan perencanaan program pembinaan dan
pengendalian obat, obat tradisional, narkotika, psikotropika, zat
adiktif lainnya, alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah
tangga, kosmetika, pengelolaan obat dan alat kesehatan serta
pelayanan informasi keracunan.
• Menjabarkan kebijakan operasional di bidang obat, obat
tradisional, narkotika, psikotropika, zat adiktif lainnya, alat
kesehatan, perbekalan kesehatan rumah tangga, dan kosmetika.
• Menyiapkan bahan penyusunan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis serta prosedur tetap program
pembinaan dan pengendalian obat, obat tradisional, narkotika,
psikotropika, zat adiktif lainnya, alat kesehatan, perbekalan
kesehatan rumah tangga, kosmetika, pengelolaan obat dan alat
kesehatan serta pelayanan informasi keracunan.

3. Seksi Pembiayaan Kesehatan, mempunyai
tugas antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan
pengembangan pembiayaan kesehatan.
• Menyiapkan bahan pedoman standard, petunjuk
pelaksanaan, petunjuk teknis, protab pelayanan
program pembiayaan kesehatan.
• Menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan,
dan pengawasan program pembiayaan
kesehatan.
• Melaksanakan fasilitasi program pembiayaan
kesehatan.


Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan
Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas
menyusun perencanaan, merumuskan kebijakan
teknis operasional, melaksanakan kegiatan
pembinaan pengawasan dan pengendalian
dalam kegiatan Promosi Kesehatan, Upaya
Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM), Gizi Masyarakat, Sistem Informasi dan
Penelitian Pengembangan Kesehatan.

6. Bidang Pengembangan dan
Pemberdayaan Kesehatan
Masyarakat
Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Kesehatan
Masyarakat mempunyai fungsi antara lain:

– Pelaksanaan promosi kesehatan, Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), gizi masyarakat,
sistem informasi dan penelitian pengembangan
kesehatan.
– Penyusunan pedoman, petunjuk pelaksanaan, petunjuk
teknis serta prosedur tetap pelayanan Promosi Kesehatan
dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM), gizi masyarakat, sistem informasi dan penelitian
pengembangan kesehatan.
– Penyelenggaraan sistem kewaspadaan dini terhadap gizi
masyarakat.
– Pelaksanaan pemantauan, pembinaan dan pengendalian
program promosi kesehatan dan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), gizi masyarakat,
sistem informasi dan penelitian pengembangan
kesehatan.


1. Seksi Gizi, memiliki tugas antara lain:
– Menyiapkan bahan perencanaan program gizi
masyarakat.
– Menyiapkan bahan pedoman, petunjuk pelaksanaan,
teknis serta prosedur tetap pelayanan program gizi
masyarakat.
– Menyelenggarakan sistem kewaspadaan dini
terhadap gizi masyarakat.
– Menyiapkan bahan pembinaan, pengendalian dan
pengawasan program gizi masyarakat.
– Menyiapkan bahan fasilitasi program gizi masyarakat.

2. Seksi Promosi Kesehatan, memiliki tugas antara
lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan program kegiatan
promosi kesehatan dan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).
• Menyiapkan bahan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, teknis serta prosedur tetap pelayanan
program promosi kesehatan dan Upaya Kesehatan
Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).
• Menyiapkan bahan pembinaan, pengendalian dan
pengawasan program promosi kesehatan dan
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM).
• Melaksanakan fasilitasi program promosi kesehatan
dan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM).

3. Seksi Informasi dan Penelitian Pengembangan
Kesehatan, memiliki tugas antara lain:

• Menyiapkan bahan perencanaan program kajian data
informasi, evaluasi dan pelaporan serta penelitian
pengembangan kesehatan.
• Menyiapkan bahan penyusunan pedoman, petunjuk
pelaksanaan, teknis serta prosedur tetap pelayanan
program kajian data informasi, evaluasi dan pelaporan
serta penelitian pengembangan kesehatan.
• Melaksanakan bimibingan pengawasan dan
pengendalian program kajian data informasi, evaluasi
dan pelaporan serta penelitian pengembangan
kesehatan.
• Melaksanakan fasilitasi program kajian data informasi,
evaluasi dan pelaporan serta penelitian pengembangan
kesehatan.
• Menyiapkan bahan koordinasi dengan lintas program,
lintas sektor, organisasi profesi, institusi pendidikan, dan
pelaporan serta penelitian pengembangan kesehatan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) merupakan pelaksana
tugas-tugas teknis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
di lapangan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, UPT
mempunyai fungsi yaitu sebagai pelaksana tugas dinas
daerah sesuai dengan bidang operasionalnya di
lapangan dan sebagai pelaksana urusan administrasi
teknis operasional.

Jumlah, jenis, dan susunan organisasi dan uraian tugas
dan fungsi UPT dinas ditetapkan dalam Peraturan
Gubernur.

Kepala UPT berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

7. Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Bagan Susunan Organisasi UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur adalah sebagai berikut.









• Terdapat 13 UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,
antara lain:
• Rumah Sakit Kusta Kediri
• Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Mojokerto
• Rumah Sakit Paru Batu
• Rumah Sakit Paru Jember
• Rumah Sakit Paru Dungus Madiun

KELOMPOK
JAB.FUNG
SUB BAGIAN
TATA USAHA
KEPALA UPT
• Balai Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit
Paru Surabaya
• Balai Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit
Paru Madiun
• Balai Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit
Paru Pamekasan
• Balai Kesehatan Mata Masyarakat
• UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati
Lawang
• UPT Balai Materia Medika Batu
• UPT Akademi Gizi Surabaya
• UPT Akademi Perawatan Madiun