INVESTASI ‘GILA’ ERICK CS DI SEPAKBOLA

DARI MANA DUIT MEREKA?
Erick Thohir bersama dua rekannya, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo,
mengakuisisi 70% saham klub sepakbola Inter Milan dengan nilai lebih dari Rp 5
triliun. Seperti apa kekuatan bisnis mereka sehingga begitu ‘GILA’ membeli sebuah
klub yang sedang dilanda kemelut? Menguntungkankah investasi di lapangan hijau
ini?
TOM MC IFLE
11 PENGHANCUR
BISNIS KELUARGA
DAN CARA DAHSYAT
MENGELOLANYA
200 PELUANG EKSPOR
ANEKA PRODUK KE MANCA NEGARA
Inilah berbagai peluang bagi Anda pelaku usaha yang
berorientasi pada pasar global. Boleh jadi produk
yang Anda hasilkan saat ini menjadi bagian yang
diminati dari penawaran para buyers luar negeri.
Segera penuhi tantangan ini!
CEO
EKA SARI LORENA
PRESIDENT DIRECTOR
LORENA TRANSPORT
N
E
T
I
s
t
i
m
e
w
a
b
a
l
i
h
a
n
d
y
c
r
a
f
t
f
a
c
t
o
r
y
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m
N
E
T
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
Desain Cover: Yusak Freddy
24
16
95
60
Edisi 24 / Tahun 02 / Des 2013 - Jan 2014
EKONOMI:
TETAP KOMITMEN DENGAN CATATAN
Meski penutupan (shutdown) telah berakhir, dan perekonomian Amerika Serikat
belum 100 persen pulih, toh korporasi-korporasi asal AS tetap berniat menanamkan
investasi senilai US$61 miliar di tanah air dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun
ke depan, tapi dengan catatan?
PESONA:
AGNES MONICA BISNIS PONSEL!
Mantan penyanyi cilik yang hingga kini masih aktif di atas panggung ini, menggeluti
bisnis perangkat telekomunikasi alias telepon seluler (ponsel) dengan brand U9
Ninetology. Melalui SA Management, Agnes resmi menjadi salah satu pemegang
saham terbesar di perusahaan ponsel Ninetology Indonesia, yang produknya telah
meluncur di beberapa negara Asean.
56
83
68
88
N
E
T
N
i
n
e
t
o
l
o
g
y
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
N
i
n
e
t
o
l
o
g
y
EWA POLANO
DUTA BESAR SWEDIA
UNTUK INDONESIA
SUMARTO
DEPUTI CEO
NINETOLOGY INDONESIA
6 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
PERPUSTAKAAN
SAHABAT TERBAIK
KELUARGA INDONESIA
Infotorial
Saat ini minat baca masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan bagi
bangsa Indonesia. Persoalan membaca merupakan problem manusia sejak dulu. Selama
itu pula program untuk mengajak masyarakat membaca tidak pernah habis. Aktivitas
membaca merupakan parameter kemajuan sebuah bangsa.
D
ata UNESCO di tahun 2011 yang menyebutkan Indeks
Minat Baca Indonesia cuma 0,001, artinya seribu pen-
duduk hanya satu yang minat. Beda dengan Singapura
yang mencapai 0,45. Kemudian, International Educa-
tion Achievement (IEA) melaporkan bahwa kemampuan
membaca siswa SD di Indonesia berada di urutan 38 dari 39 ne-
gara peserta studi.
Rendahnya budaya baca masyarakat juga terlihat dari jum-
lah buku yang terbit di Tanah Air hanya 8.000 judul per tahun. Di
bandingkan dengan negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia yang
menerbitkan 15.000 judul per tahun, Vietnam di angka 45.000
judul per tahun. Bahkan, di Jepang, koran yang beredar seharinya
mencapai 60 juta eksemplar. Padahal, penduduk Jepang cuma
125,6 juta orang. Artinya, satu dari dua atau tiga penduduk Jepang
membaca koran. Tidak heran, jika UNDP menempatkan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada posisi 112 dari 175
negara.
Kondisi tersebut merupakan realitas bahwa masyarakat
masih lebih lekat dengan budaya tutur (oral tradition) daripada bu-
daya baca. Di tengah kuatnya tarikan budaya tutur, tiba-tiba mun-
cul teknologi audio visual. Kondisi ini kian menjauhkan masyarakat
terhadap budaya baca, karena budaya menonton (visual) dan
mendengar jauh lebih mudah dan menyenangkan daripada bu-
daya membaca.
Lompatan budaya lisan ke budaya visual tak saja melemah-
kan budaya baca tapi juga menghilangkan sensitivitas masyarakat
terhadap bacaan. Dengan kata lain, telah terjadi pengaborsian ter-
hadap budaya baca. Aborsi budaya baca terjadi karena adanya
lompatan ke budaya elektronik tanpa pencernaan budaya baca-tu-
lis yang sungguh-sungguh. Budaya membaca yang belum tumbuh
sempurna tapi sudah harus mati.
Ini tentu menjadi tantangan bahwa pengembangan minat
baca adalah salah satu cara konkrit mencerdaskan bangsa. Aborsi
kultural yang terjadi harusnya tidak lantas menjadi ganjalan untuk
mengembangkan iklim intelektualitas kehidupan masyarakat.
Perpustakaan sebenarnya hadir menjawab masalah terse-
but dengan ketersediaan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan
sebagai sumber informasi. Fungsi penting perpustakaan tak hanya
menyediakan sumber informasi tapi juga berperan penting dalam
memacu dan mengembangkan minat baca masyarakat. Perpus-
takaan mampu memberikan pencerahan tentang pentingnya ilmu
pengetahuan.
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 7
3 Pilar Penting Peningkatan Minat Baca
Faktor yang menjadi pendorong atas bangkitnya minat baca
adalah ketertarikan, kegemaran dan hobi. Membaca, jika dipahami
betul merupakan alat untuk belajar dan memperoleh kesenangan.
Informasi yang terkandung dalam suatu bacaan mampu memenuhi
kebutuhan pengetahuan dan pengalaman manusia.
Upaya menumbuhkembangkan minat baca harus disesuai-
kan dengan kebutuhan pembangunan. Pasal 48 Undang-Undang
Perpustakaan No. 43 Tahun 2007 mengatur tentang pembu-
dayaan kegemaran membaca yang bisa dilakukan oleh keluarga,
masyarakat dan satuan pendidikan.
Keluarga sebagai garda terdepan harus menjadi contoh
rutin aktivitas membaca bersama di rumah. Di sadari atau tidak,
kehadiran media televisi telah membius masyarakat. Sayangnya,
mayoritas program yang ditonton berupa tayangan hiburan atau
sinetron yang menjual mimpi.
Semestinya, para orangtua harus mulai kembali kepada ke-
biasaan lama untuk membaca koran, majalah, novel atau buku.
Kalau perlu, sesekali ajak anak
berwisata ke toko buku atau
perpustakaan, lalu beri mereka
kebebasan memilih buku yang
disukai sehingga anak merasa
nyaman menjalani aktivitas itu.
Kebiasaan menonton TV se-
baiknya dibatasi agar banyak
memiliki waktu luang untuk
membaca. Semua orang me-
merlukan hiburan, tapi jangan
sampai mengurangi jatah mem-
baca dan bersosialisasi.
Anak-anak yang tumbuh
dan besar dari keluarga yang
rajin membaca, akan memben-
tuk habit yang suka membaca
pula. “Orang tua merupakan
pondasi bagi pilar-pilar kecer-
dasan anak di masa depan, ujar
Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih.
Apabila kebiasaan tersebut tertanam, maka setelah de-
wasa akan merasa kehilangan jika sehari saja tidak membaca.
Dari kebiasaan individu akan berkembang menjadi budaya baca
masyarakat. Namun, pembinaan minat baca anak saat ini sering
terbentur dengan problem ketersediaan sarana baca. Akibatnya,
anak tidak dapat memanjakan minat bacanya karena tidak tersedia
sarana baca yang sanggup menggugah mereka untuk membaca.
Padahal, pembinaan minat baca merupakan modal dasar untuk
memperbaiki kondisi miris minat baca masyarakat saat ini.
Di sekolah, perpustakaan masih kalah pamor dengan labo-
ratorium dan ruang praktek. Padahal, perpustakaan merupakan
jantung pendidikan. Sekolah lebih mementingkan pengembangan
yang lebih menguntungkan pihak sekolah. Dampaknya, perpus-
takaan sekolah menjadi tidak berkembang. Bahkan, ada sekolah
yang tidak memiliki perpustakaan.
Padahal, anggaran perpustakaan sekolah jelas diatur dalam
Pasal 23 UU Perpustakan No. 43 Tahun 2007, yang menyatakan
sekolah/madrasah mengalokasikan dana minimal 5% dari ang-
garan operasional, pegawai dan belanja modal untuk pengem-
bangan perpustakaan. Satuan pendidikan wajib mengembangkan
dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran.
Perpustakaan patut mendapat tempat yang representatif.
Jangan dibuat ala kadarnya dengan koleksi seadanya dan tidak
up to date. Perpustakaan telah dikenal sebagai salah satu lembaga
pendidikan non formal yang menjadi pusat informasi dan penge-
tahuan, sarana rekreasi serta pelestarian bagi khasanah budaya
bangsa.
Adanya perpustakaan di masyarakat tentu mampu men-
ingkatkan pengetahuan umum dan kecerdasan. Kian sering
masyarakat memanfaatkan perpustakaan, akan muncul sikap kri-
tis dan koreksi terhadap hal yang merugikan. Jika di masyarakat
sudah memiliki perpustakaan, maka langkah selanjutnya yaitu
melengkapi sarana perpustakaan dengan fasilitas yang lebih gaul.
Kalau perlu, hadirkan sosok pustakawan yang smart familier agar
terjadi transformasi ilmu yang berbobot.
Gerakan Nasional Indonesia Membaca
Jika sebelumnya, pemerintah mengenalkan program na-
sional Gerakan Tanam Sejuta Pohon, Gerakan Cinta Produksi
Dalam Negeri, dan sebagainya yang sudah terlaksana. Tidak ada
salahnya Presiden beserta jajaran kabinet, Kepala Daerah, tokoh
masyarakat, serta tokoh agama mengkampanyekan program “In-
donesia Membaca”. Namun, perlu diingatkan agar program ini
sukses, tidak sebatas menjadi macan kertas, harus dijalankan den-
gan benar, terarah, dan berkes-
inambungan.
Gerakan Nasional In-
donesia Membaca tidak akan
berhasil hanya dengan sarana
baca yang dapat mudah diakses
atau dijangkau tanpa menge-
luarkan biaya. Tapi, diperlukan
ribuan perpustakaan dan TBM
terutama di pedesaan. Tersedi-
anya sarana perpustakaan dan
TBM mendorong terciptanya
kebiasaan membaca dan be-
lajar sepanjang hayat (long life
education).
Perpustakaan Nasional
sebagai penyokong utama dari
Gerakan Nasional Indonesia
Membaca, telah melakukan
sejumlah gebrakan dalam men-
dongkrak minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan dan
mencintai aktivitas membaca, antara lain pengembangan perpus-
takaan digital (e-library), penyaluran stimulan mobil perpustakaan
keliling (MPK) bagi perpustakaan Kabupaten/Kota, penguatan per-
pustakaan desa hingga kampanye (publikasi) pembudayaan keg-
emaran membaca.
Hingga tahun 2012, pengembangan e-library telah masuk
ke dalam prioritas pembangunan nasional bidang perpustakaan
melalui Revitalisasi Perpustakaan yang mampu menjelajah di 33
perpustakaan provinsi dan 15 perpustakaan umum Kabupaten/
Kota dengan bantuan penyediaan hardware, software serta pelati-
han perpustakaan digital sebagai mitra jaringan.
Untuk penguatan perpustakaan umum Kabupaten/Kota, se-
banyak 450 Kabupaten/Kota telah merasakan bantuan koleksi siap
layan, peralatan komputer dan sofware aplikasi otomasi perpus-
takaan. Lalu, pemberian mobil perpustakaan keliling (MPK) yang
bergulir sejak tahun 2003 sudah terkirim sebanyak 507 unit pada
33 provinsi dan 498 Kabupaten/Kota. Perpusnas menargetkan
beberapa tahun mendatang seluruh Kabupaten/Kota sudah men-
erima stimulan tersebut.
Sedangkan, untuk pengembangan perpustakaan desa/
kelurahan sedikitnya 21.118 titik perpustakaan desa/kelurahan
sudah diberikan support koleksi siap layan, rak buku, dan bimb-
ingan teknis (bintek) pengelolaan perpustakaan. Bantuan pengem-
bangan perpustakaan di daerah merupakan pancingan sehingga
memerlukan dukungan lebih besar dari pemprov, pemkab maupun
pemkot.
“Orang tua
merupakan pondasi
bagi pilar-pilar
kecerdasan anak di
masa depan.”
Sri Sularsih
Kepala Perpustakaan Nasional
8 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Nugra Jasadarma Pustaloka
Penghargaan adalah pengakuan dari setiap pengorbanan.
Di berbagai tempat yang mungkin belum terjamah informasi dan
pengetahuan, kehadiran mereka ibarat oase kehidupan. Kerja
keras, kepedulian, dan kemauan mengajak masyarakat untuk cer-
das merupakan bukti bahwa mereka pun layak disebut pahlawan
tanpa tanda jasa. Pengabdian yang diberikan adalah bukti dari
tanggung jawabnya.
Anugrah Nugra Jasadarma
Pustaloka diberikan Perpusnas ke-
pada masyarakat yang peduli terhadap
pengembangan perpustakaan dan pem-
budayaan gemar membaca, terlebih
kiprah yang mereka lakukan bermodal-
kan materi seadanya namun sanggup
mengembangkan perpustakaan agar
bermanfaat bagi masyarakat.
Pemberian Nugra Jasadarma
Pustaloka dibalut dengan konsep yang
apik bertajuk Malam Gemilang Perpusnas
2013 digelar di Teater Jakarta, Komplek
TIM, Jakarta, (29/10). Penampilan meng-
hibur dari sejumlah penyanyi papan atas
seperti Ruth Sahanaya, Sammy Simor-
angkir, Ratna Listi, Sulthan D’Bagindas
dan tradisional dancer dari para finalis Abang None DKI Jakarta
2012 turut menyemarakkan malam istimewa yang dipersembah-
kan Perpusnas untuk masyarakat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, anugerah Nugra Jasadar-
ma Pustaloka tahun 2013 diberikan khusus kepada insan terbaik
dari beberapa kategori yang disertakan, antara lain buku terbaik,
perpustakaan umum Kab/Kota terbaik, lomba bercerita SD/MI ter-
baik, pustakawan terbaik, tokoh masyarakat, jurnalis serta media
massa.
Di bidang kategori buku, Terbaik I diraih buku dengan judul
Disiplin Hukum yang Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gen-
der karya L.M Gandhi Lapian, dari penerbit Yayasan Pustaka Obor.
Untuk Terbaik II diraih buku berjudul Aspek Hukum Perbankan
Syariah di Indonesia karya Rachmadi Usman, dari penerbit Sinar
Grafika. Dan Terbaik III diraih buku dengan judul Hukum Pengang-
katan Anak karya Rusli Pandika, dari penerbit Sinar Grafika.
Sedangkan, kategori Lomba Perpustakaan Umum Kab/
Kota Terbaik, Perpusnas membaginya ke dalam 3 (tiga) kluster.
Pembagian kluster disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah.
Untuk kluster A diraih oleh Badan Perpustakaan dan Arsip (BPAD)
Kota Surabaya (Jawa Timur), kluster B disabet oleh Kantor Per-
pustakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kota Lubuk Linggau
(Sumatera Selatan), dan kluster C direngkuh oleh Kantor Perpus-
takaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kab. Lombok Timur (NTB).
Di kategori Pustakawan Berprestasi secara berurutan diraih
oleh Ulfah Andayani (Banten), Tulus Wulan Juni (Sulawesi Sela-
tan), dan Sukirno (DIY). Sementara itu, untuk kategori Bercerita
Terbaik SD/MI juara I direngkuh Adinda Hasiseh Indriansyah (Kali-
mantan Timur), juara II oleh Jaynardi (Kep. Riau), dan juara IIII oleh
Kadek Mira Mertaningsih (Bali).
Sedangkan untuk kategori Masyarakat dan Media diberikan
kepada beberapa pejuang perpustakaan, antara lain Adwityani S.
Subagio (Klub Perpustakaan Indonesia-KPI, Jakarta), Nila Tanzil
(TBM Pelangi, DKI Jakarta), Nursyida Syam Islam (Klub Baca Per-
empuan, NTB), Darminah Daraba (PKBM Sandyka, Sulsel), Agung
Kurniawan (Perpustakaan SEMASA, DIY), Mabruri (Perpustakaan
Darul ‘Ulum, Jawa Tengah), Rudiyat (TBM Sehati, Jawa Barat).
Untuk peraih Nugra Jasadarma Pustaloka kategori Penulis dan
Media direngkuh Suparto Brata (Jawa Timur), dan Harian Jurnal
Nasional (DKI Jakarta).
Sementara untuk kategori Tokoh Masyarakat diberikan ke-
pada kepala daerah yang telah berkontribusi besar memajukan
pengembangan perpustakaan dan pembudayaan gemar mem-
baca di wilayahnya. Setelah melalui seleksi, terpilih Gubernur Su-
matra Barat Irwan Prayitno, Bupati Bangka Barat Zuhri M. Syazali,
dan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu.
Kepala Perpusnas Sri Sularsih mengatakan para kepala
daerah tersebut telah menomorsatukan masyarakat untuk me-
miliki minat, gemar dan budaya baca melalui perpustakaan. Sri
mengharapkan upaya ini mewabah kepada para kepala daerah
lain dalam memotivasi pengembangan perpustakaan di daerah
sebagai sarana pengembangan informasi menuju kecerdasan
masyarakat.
Sedangkan peraih Lifetime Achievement tahun 2013 diberi-
kan kepada salah satu tokoh kepustakawanan Indonesia Blasius
Sudarsono, MLS. Penghargaan disampaikan langsung Sekre-
taris Utama Perpusnas Dedi Junaedi, didamping Deputi Bidang
Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titi Haryanti.
Blasius mengatakan bahwa perpustakaan bukanlah ilmu
melainkan seni (art). Ia pun sependapat upaya meningkatkan ge-
mar membaca bukan tugas utama perpustakaan. “Gemar baca itu
dimulai dari keluarga. Ini yang harus dididik. Kesejahteraan dan
kecerdasan bangsa tidak akan tercapai kalau kita tidak menye-
jahterakan dan mencerdaskan diri kita sendiri,”ujarnya.
Mewujudkan masyarakat cerdas adalah salah satu target
menuju Indonesia sejahtera. Di dalam masyarakat yang cerdas ter-
dapat masyarakat yang berbudaya baca. Pembinaan minat baca
merupakan modal dasar untuk memperbaiki kondisi minat baca
masyarakat saat ini.
Perpustakaan yang muncul dari keinginan masyarakat
akan menjadikan aktivitas di perpustakaan berjalan dengan baik.
Masyarakat pun akan mendapatkan nilai tambah. Perpustakaan
akan selalu eksis dan berkembang sejalan kemajuan masyarakat.
Pemanfaatan perpustakaan menjadi salah satu cara meningkat-
kan kualitas SDM yang memerlukan perhatian serius dari semua
pihak. Menciptakan masyarakat yang gemar membaca (reading
society) menjadi syarat untuk mewujudkan masyarakat gemar be-
lajar (learning society) sebagai salah satu ciri masyarakat maju dan
beradab.
Perpustakaan adalah media penerang terhadap perkem-
bangan intelektual masyarakat. Informasi yang terkandung dalam
suatu bacaan mampu memenuhi kebutuhan pengetahuan dan
pengalaman manusia. Mari jadikan Perpustakaan Sebagai Sa-
habat Terbaik Keluarga Indonesia! Sumber : Hartoyo D/Agussutoyo
Malam Gemilang
Perpusnas 2013 di
Teater Jakarta, Komplek
TIM, Jakarta (29/10)
Infotorial
10 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Langkah Erick dkk
Pembaca setia,
Anda penggemar olahraga sepakbola? Kami yakin, sebagian besar dari Anda
menyukai atau bahkan menggilai olahraga ini. Anda tentu sudah tak sabar menyaksikan para
pemain kenamaan dari berbagai negara berlaga dalam ajang FI FA World Cup di Brasil tahun
depan. Sayang, tim nasional kita belum berkesempatan untuk menyemarakan laga sepakbola
terakbar antar negara di negara yang telah menjadikan sepakbola laksana agama.
Saat ini kita baru sebatas terpuasi dengan permainan gemilang Evan Dimas dkk yang
tergabung dalam tim nasional U19 di Pra Kualifikasi Piala Asia yang berhasil menaklukan juara
12 kali, Korea Selatan, Oktober lalu. Tim hasil besutan I ndra Safri itu kini menjadi harapan
publik sepakbola nasional untuk kembali mampu berbicara di tingkat internasional. Dan wajar
saja bila tim ini lalu gadang-gadang sebagai The Dream Team sepakbola nasional di masa
depan.
Namun, di luar keberhasilan tim tersebut, dalam waktu relatif berdekatan, publik
sepakbola nasional dikejutkan oleh langkah pebisnis muda nasional, Erick Thohir, yang
berhasil membeli klub bergengsi Italia, I nter Milan, dari tangan Massimo Moratti, sang pemilik
klub menjelang akhir Oktober lalu. Pemilik kerajaan bisnis Mahaka Group itu memastikan
diri menguasai 70% saham I nter Milan, yang tengah dilanda problem keuangan, setelah
menggerojoki dana senilai 350 juta euro atau sekitar Rp 5,4 triliun.
I ni merupakan langkah fenomenal, bukan hanya di jagad sepakbola nasional, tapi
juga skala internasional, dan sekaligus sebuah langkah yang sangat prestisius bagi seorang
pengusaha berusia 44 tahun. Langkahnya, bersama dua sahabatnya, Rosan Roeslani dan
Handy Soetedjo, sesama pengusaha nasional, pun bisa dikatakan menjadi sebuah sejarah
baru dalam pentas bisnis nasional, dimana uang dalam jumlah cukup besar dialirkan bagi
kepentingan memajukan klub di luar negeri.
Publik pun bertanya-tanya, apakah Erick sebagai sosok yang melakukan lobi secara
intensif kepada Moratti sebagai bentuk investasi atau sekadar bentuk kegilaaannya terhadap
olahraga? Publik pun telah mengetahui, selama ini Eto memang selain kini memiliki klub I nter
Milan, ia juga tercatat sebagai pemilik klub basket NBA Philadelphia 76ers dan klub sepakbola
Amerika, DC United.
Tapi langkahnya membeli klub I nter Milan, menarik untuk dicermati lebih jauh lagi.
Termasuk asal muasal darimanakah duit yang digunakan untuk membeli klub tersebut,
mengingat bisnis ETo di tanah air belumlah terlalu mengurita. Dan karena itulah majalah
ini menjadikan cerita sampul (cover story) tentang bisnis Eto dkk. Beruntung, beberapa hari
sebelum transaksi kesepakatan dilakukan, Yayat Suratmo dari I NFO BISNIS I NTERNASIONAL
berhasil mewawancarainya, tentang ambisinya itu.
Tentu, selain tentang langkah Erick dkk, masih ada sejumlah artikel menarik lainnya
yang bisa menjadi inspirasi bisnis Anda. Salam sukses.
Pendiri
Nurdin Tampubolon
Pemimpin Umum
Tulus SP
Wakil Pemimpin Umum
D Giarto
Direktur Marketng
S Tiar D
Pemimpin Redaksi
Pujatmoko
Wakil Pemimpin Redaksi
Randy Monthonaro
Redaktur
Rezy Anindito, Yayat Suratmo, Farid Solana
Web Jurnalis
Tiara Larasat
Dewan Redaksi
Ketua - Bungaran Saragih
Anggota - Nurdin Tampubolon, Tulus SP, D Giarto,
Pujatmoko, Randy Monthonaro, Irawan Siswandi,
Akmaluddin Hasibuan, Adler H Manurung
Kontributor Manajemen
Ongky Hojanto, Henry M Garingging
Kontributor Luar Negeri
USA - Louis Fernandes, Steven Taylor, Daniel Niven
Jerman - Rindhu Sistrieven
Belanda - Keano Mathijs
Australia - David William
Jepang - Prabandari Widjdi
China - Mindy Tsou
Taiwan - Shu Hsing Yang
India - Ashish Anandmoort
Timur Tengah - Rhomano Khadir
Fotografer
Ikung Adiwar
Artstk, Desain & Produksi
Yusak Freddy
Iklan
Elfa Hermawan, Zilla, Rini Yusufat
Sirkulasi
Iko Muhyidin, Simon Panjaitan
Keuangan
Sept Wiwit Indrayani
HRGA
Elis Diana
Kuasa Hukum
DR Oto Hasibuan, SH MM
Randy Monthonaro
CEO PT Sonvaldy Medi a Nusantara
Memo
12 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
KINERJA SCG TETAP TUMBUH DI
Q3/2013
P
residen & CEO The Siam Cement Public Company
Limited (SCG) Kan Trakulhoon, pada akhir Oktober 2013
mengumumkan laporan keuangan perusahaan untuk
kuartal ketiga (III) tahun 2013. Dalam rilisnya disebutkan, SCG
membukukan peningkatan pendapatan penjualan sebesar 9%
(y-o-y) atau 7% (q-o-q) menjadi Rp 38,21 miliar (US$3,62 juta)
berkat pertumbuhan dari semua unit usaha SCG. BUMN asal
Thailand ini juga berhasil memperoleh keuntungan sebesar Rp
3,29 miliar (US$11 juta) atau naik 53% (y-o-y) berkat pulihnya
margin dan volume bisnis bahan kimia Rp 571 miliar (US$54
juta) dari penyesuaian nilai investasi pada produk sanitasi dan
aset perlengkapan, serta penjualan kepada TOTO.
Selama 9 bulan pertama tahun 2013, SCG membukukan
pendapatan dari penjualan sebesar Rp 111 miliar (US$10,851
juta) atau tumbuh 7% y-o-y. Keuntungan SCG mencapai
71% y-oy menjadi Rp 9,57 miliar (US$938 juta) pada periode
ini. Sedangkan untuk operasional SCG di ASEAN, selain
di Thailand, pendapatan penjualan SCG Q3/2013 tercatat
tumbuh sebesar 22% y-o-y menjadi Rp 3,4 miliar. Pendapatan
penjualan di ASEAN merupakan 9% dari total pendapatan
penjualan SCG. Terhitung sejak 30 September 2013, total
aset SCG tercatat sebesar Rp 157,7 miliar (US$13,59 juta),
sedangkan total aset SCG di ASEAN sebesar Rp 23,5 miliar
(US$2,03 juta). Total aset SCG di ASEAN merupakan 15% dari
total konsolidasi SCG. / IBI
BFI UMUMKAN 100 BRAND
INDONESIA PALING BERNILAI
DI 2013
Brand Finance Indonesia (BFI) pada 28 November
lalu telah mengumumkan peringkat 100 brand Indonesia
paling bernilai di tahun 2013. Adapun brand yang
menempati peringkat pertama top brand Indonesia 2013
menurut laporan tersebut adalah Sampoerna. Peringkat
berikutnya secara berurutan ditempati Telekom Indonesia,
Bank Mandiri, Dji Sam Soe, Bank Rakyat Indonesia (BRI),
Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI),
Gas Negara (PGN), Indosat, dan Garuda Indonesia. Total
nilai brand dari 10 brand Indonesia yang memiliki nilai
tertinggi tersebut mencapai US$ 104,7 miliar, mencakup
59% dari total nilai brand dari Top 100 brand Indonesia.
Laporan yang dikeluarkan BFI turut menyoroti posisi
Indonesia di kawasan ASEAN, dimana Indonesia dirasa
perlu tetap meningkatkan daya saing mereka dalam hal
nilai aset tidak berwujud (intangible) di kawasan ASEAN.
Laporan tersebut juga menyajikan analisis brand dengan
kinerja bisnis terkuat sejak 2007-2012 serta tren Nilai
Perusahaan Global (Global Enterprise Value) tahun
2001-2012.
"Nilai tidak berwujud merupakan aset penting bagi
Indonesia, dimana hal ini menjadi penting mengingat
komposisi Indonesia terhadap nilai perusahaan tidak
sejalan dengan rata-rata global yang dilaporkan
oleh persentase yang sangat tinggi dari nilai yang
dirahasiakan perusahaan. Kami melihat ada kebutuhan
besar perusahaan terhadap pemahaman nilai aset
tidak berwujud,” kata Managing Director Brand Finance
Asia Pacific, Samir Dixit, yang turut hadir dalam acara
tersebut.
Sedangkan menurut Deputy Managing Director
Brand Finance Indonesia, Galih Rangha Putra, saat ini
telah mulai muncul tanda positif dalam perkembangan
brand di Indonesia seiring dengan munculnya berbagai
brand Indonesia yang diakui dunia internasional dan
mampu bersaing dengan pemain global.
“Memahami brand dan mengidentifikasi area
inefisiensi akan memungkinkan brand untuk mendapatkan
keuntungan secara eksponensial ketika pasar sedang
bagus dan mengalokasikan sumber daya secara efisien
dengan mengukur brand value drivers mereka,” terang
Galih. / Rezy Anindito
Kilas Bisnis
(kiri ke kanan) Bapak Sutan Banuara, Bapak Samir Dixit dan Bapak
Galih Rangha berfoto dengan Nation Brand Report pada Media
Conference Brand Finance.
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 13
PT DARMA LAUTAN UTAMA
OPERASIKAN KAPAL BARU
MERAK-BAKAUHENI
P
T Dharma Lautan Utama (DLU) mulai mengoperasikan
kapal jasa penumpang, barang dan kendaraan bernama
Darma Rucitra 1 di Pelabuhan Merak, Banten, akhir
Oktober silam.
Hadir dalam peluncuran beroperasinya kapal tersebut,
Letjen TNI (Purn) Arif Hidayat selaku Wakil Kesatuan Veteran,
Kapolsek Merak, Ir. Bambang Harjo selaku Direktur Utama
DLU, wakil gubernur Banten dan Dirjen Perhubungan Darat
Suroyo Alimoeso.
Kapal ini akan melayani rute Pelabuhan Merak-
Pelabuhan Bakauheni dengan fasilitas antara lain tempat
tidur ekonomi/VIP dan ada pula eskalator dari dek kendaraan
1,2,3 dan penumpang, musholla, tempat bermain anak, room
smoking area, internet, dan sebagainya. Kapasitas penumpang
650 orang dan 90 kendaraan campuran dan 60 truk. Harga
tiketnya pun bervariasi mulai dari Rp 15.000 tergantung kelas.
“Dalam menjaga keamanan dan kenyamanan
penumpang, Kapal laut Darma Rucitra mengikuti aturan
internasional. Sedangkan perbaikan PT DLU mempunyai
bengkel yang bernama PT Adi Luhung Sarana Negara
Indonesia yang berada di Surabaya, Bangkalan, Jawa Timur
untuk memperbaiki apa bila ada kerusakan mesin maupun
body,” ujar Bambang Harjo.
Dirjen Perhubungan Darat mewakili Menteri Perhubungan
mengatakan, pihaknya akan segera membereskan apabila
ada yang masih dalam tahap perbaikin agar dalam beroprasi
nanti tidak ada kendala dan kerusakan agar penumpang dapat
yaman dan aman dalam perjalanan nanti. / Yayat Suratmo
N
E
T
IAI & CIMA TANDATANGANI MOU
C
hartered Institute of Management Accountants (CIMA)
salah satu lembaga akuntansi manajemen profesional
terbesar di dunia, menandatangani Memorandum of
Understanding (MoU) dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),
pada 31 Oktober lalu di Jakarta. MoU tersebut ditandatangani
oleh Direktur Manajemen CIMA, Andrew Harding, dan Ketua
Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Profesor Mardiasmo,
serta disaksikan oleh Direktur Regional kawasan Asia Tengga-
ra dan Australasia CIMA, Irene Teng, dan anggota DPN, Profe-
sor Sidharta Utama.
“Kerjasama ini dilakukan untuk mengembangkan dan
memperkuat profesi akuntansi manajemen serta mengem-
bangkan bakat terlatih untuk mendukung pertumbuhan pere-
konomian di Indonesia,” kata Harding usai penandatanganan
MoU. “Kami mewakili IAI menyambut gembira kerjasama yang
terjalin antara IAI dan CIMA untuk meningkatkan ilmu peng-
etahuan akuntansi manajemen serta memberikan nilai tambah
bagi para akuntan Indonesia untuk memiliki profesionalisme
bertaraf internasional,” ucap Profesor Mardiasmo.
Diantara beberapa kesepakatan dalam MoU tersebut,
kedua institusi memiliki komitmen untuk memajukan ilmu peng-
etahuan akuntansi manajemen melalui berbagai area, seperti
pengantar program CIMA-IAI CFO baru, penterjemahan si-
labus kualifikasi profesional CIMA kedalam bahasa Indonesia
dan memulai kursus pengembangan profesi lapangan (CPD)
untuk anggota IAI.
Program CIMA-IAI CFO memungkinkan para Chief Fi-
nancial Officer (CFO) dalam setiap perusahaan terkemuka
di Indonesia untuk memperoleh Kualifikasi Profesional CIMA
(CIMA Professional Qualification) dengan melengkapi makalah
terakhir ujian CIMA. Melalui penerjemahan silabus CIMA ke
dalam bahasa Indonesia, akan terdapat lebih banyak siswa
dari Indonesia yang dapat memperoleh kualifikasi profesional
CIMA menuju karier sebagai Chartered Management Account-
ants. Kursus-kursus dalam CPD akan membantu para ang-
gota untuk terus mendapatkan perkembangan dalam profesi
akuntansi terkini serta meningkatkan keahlian dan pengeta-
huan profesional mereka. / Rezy Anindito
Dok. IAI
14 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
PASAR SENI JAKARTA BAKAL
JADI AGENDA RUTIN
M
eski baru pertama kali digelar, pameran seni hajatan
Ikatan Alumni ITB Jakarta bertajuk ‘Pasar Seni Jakarta
2013 Big Kampoeng’ berhasil mencuri perhatian
warga ibu kota. Digelar selama tiga hari sejak Minggu hingga
Jumat (3-5 Oktober), pameran yang berlokasi di Parkir Timur
Senayan ini dikunjungi sekitar 10 ribu orang.
Hendry Harmen, Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta
mengatakan, melihat besarnya animo masyarakat, Hendry
memastikan bahwa acara yang sama akan kembali digelar
tahun depan. “Pengunjung dari hari pertama hingga hari
terakhir mencapai 10.000 lebih. Acara ini akan kita lakukan
kembali tahun depan,” ujarnya kepada wartawan di lokasi
acara.
Di hari penutupan dilakukan aksi melukis masal di
atas kain putih berukuran 4x5 meter. Pelukisnya adalah para
pengunjung yang datang di hari terakhir Pasar Seni Jakarta.
Pengunjung yang ikut melukis mulai dari anak balita hingga
orang lanjut usia. “Seluruh orang yang datang pada acara
penutupan dipersilahkan melukiskan perasaan mereka di kain
itu. Biasanya penutupan menggunakan pidato namun kali ini
dengan melukis,” terang Hendry.
Pasar Seni Jakarta 2013 tidak seprti pameran seni
yang lain. Selain menghibur, kegiatan ini juga menyusupkan
edukasi pengenalan seni dan budaya kepada anak-anak.
Secara tematik, kegiatan pameran dibagi dalam empat ruang
seni, yaitu seni berunsur air, api, udara dan tanah. Tema ini
dianggap merepresentasikan ciri khas pluralisme kota Jakarta.
/ Yayat Suratmo
N
E
T
Kilas Bisnis
WAKIL MENTERI
LINGKUNGAN HIDUP SWEDIA
KUNJUNGI INDONESIA
S
ebagai tindak lanjut dari penandatanganan persetujuan
pengembangan kota berkelanjutan (sustainable city de-
velopment), dan kerjasama dalam bidang lingkungan
hidup antara Swedia dan Indonesia, Wakil Menteri Lingkun-
gan Hidup Swedia Anders Flanking pada 21-24 Oktober lalu
mengadakan kunjungan kerja ke Indonesia memimpin delegasi
yang berjumlah 35 orang.
Dalam kunjungan pertamanya ke Jakarta ini, tepat sete-
lah Swedia dinobatkan sebagai negara paling berkelanjutan di
dunia bulan Agustus lalu, Flanking didvampingi oleh Perwaki-
lan Tinggi Pemerintah Swedia untuk Kerjasama International
bidang Lingkungan Hidup Mats Denninger, Duta Besar Ling-
kungan Hidup Annika Marcovic, dan sejumlah perwakilan dari
lembaga ternama dunia dan perusahaan di bidang teknologi
lingkungan hidup.
Kunjungan ini difungsikan untuk mewujudkan ambisi ber-
sama untuk meningkatkan kerjasama antara Swedia dan In-
donesia, yang telah ditandatangani secara resmi pada bulan
Mei 2013 dalam Nota Kesepakatan (MoU) mengenai Pengem-
bangan Wilayah Perkotaan Berkelanjutan (Sustainable Urban
Development) melalui program SymbioCity dan Konsep Kota
Hijau (Green City Concepts), dan juga beberapa Surat Minat
(Letters of Intent) yang satu diantaranya adalah mengenai Ker-
jasama dalam Bidang Lingkungan Hidup.
“Kunjungan yang sangat penting ini kami nilai unik ka-
rena mengacu pada sinergi yang menarik antara publik Swedia
dan kompetensi swasta yang datang dari lembaga pemerintah,
organisasi, dan perusahaan dalam upaya membuka potensi
dan memanfaatkan momentum dari kunjungan tingkat tinggi
antar kedua negara baru-baru ini,” kata Duta Besar Swedia un-
tuk Indonesia, Ewa Polano. / Rezy Anindito
K
e
d
u
t
a
a
n

S
w
e
d
i
a
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 15
NUANSA PANTAI DI CLUSTER
WHITSAND BSD CITY
S
inar Mas Land menghadirkan Cluster Whitsand hunian
properti bernuansa resort bergaya arsitektur modern
victorian house untuk masyarakat menengah atas yang
berlokasi di BSD City. Cluster ini bernuansa pantai dengan
luas 6 Ha, memiliki ‘Double Access’ jalur bandara dan jalur
alternative, serta Double Benefit fasilitas antara kawasan BSD
City dan Serpong area. Cluster Whitsand tersebut telah resmi
diluncurkan awal November silam.
Cluster Whitsand berkonsep hunian pantai lengkap
dengan fasilitas resort pantai dan hamparan pasir putih
yang dibangun tepat di depan deretan rumah yang berada di
area Phi Phi Club, sehingga secara keseluruhan membentuk
sebuah hunian idaman yang menonjolkan kemewahan
sekaligus kenyamanan. ”Penghuni Cluster Whitsand bisa
merasakan atmosfer liburan di pantai yang santai setiap
harinya sembari menikmati hamparan pasir putih,” kata Ishak
Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services
Sinar Mas Land.
Cluster Whitsand menyediakan 43 unit rumah dan 14
unit kavling dengan menawarkan 4 tipe rumah yakni tipe 8
(132/160-176), tipe 9 ( 176 / 198 ), tipe 10 ( 220 / 250 ), tipe 12 (
288/360 ). Fasilitas yang tersedia antara lain Thematic Lagoon
Pool seluas 1,6 Ha dengan 3 Club yang bertema khusus,
jogging track, pedestrian yang terpisah dengan main road,
taman sebagai ruang terbuka hijau. / Yayat Suratmo
S
i
n
a
r

M
a
s

L
a
n
d
3LIONS SPORT HADIR DI
INDONESIA
P
erusahaan brand activation yang berfokus pada olahraga,
3Lions Sport, meresmikan kehadirannya di Indonesia
dalam sebuah acara yang berlangsung 24 November lalu
di Jakarta. 3Lions Sport adalah perusahaan Brand Activation
yang didirikan pada tahun 2002, telah bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan ternama dunia yang menggunakan
keunikan dan gairah persepakbolaan untuk berhubungan
dengan para pelanggannya. PT 3Lions Sport yang baru
terbentuk di Indonesia bertujuan untuk menjadi perusahaan
Brand Activation premier di tanah air yang berorientasi pada
olahraga.
Acara peresmian PT 3Lions Sport menjadi semakin
meriah dengan kehadiran legenda sepakbola klub Liverpool
FC asal Inggris, Robbie Fowler. Mantan striker andalan “The
Reds” tersebut juga mengikuti program ‘Giving Kids A Sporting
Chance’ (GKSC), yang merupakan program tanggung jawab
sosial British Chamber of Commerce di Indonesia yang
memberikan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk
melakukan kegiatan olahraga, serta membangun antusiasme
serta mensosialisasikan informasi akan pentingnya kesehatan,
kebersihan dan toleransi sesama bagi mereka.
“Suatu kehormatan bagi saya diberikan kesempatan
untuk meluncurkan 3Lions Sport di Indonesia. Sepakbola
sudah menjadi bagian komunitas global, oleh karena itu
kehadiran perusahaan seperti 3Lions Sport yang dapat
menghadirkan pemain sepakbola kelas dunia ke Indonesia dan
negara-negara Asia merupakan hal yang membanggakan,”
kata Fowler.
“Mayoritas masyarakat Indonesia sangat mencintai
olahraga sepakbola, bahkan merupakan penggemar terbesar
dari negara manapun di dunia. Kehadiran Robbie Fowler
ke Indonesia hanyalah suatu debut awal dari PT 3Lions
Sport, karena akan banyak sekali kegiatan yang ditujukan
untuk memenuhi hasrat dari para penggemar sepakbola di
Indonesia,” kata founder PT 3Lions Sport, Robert Teasdale,
yang juga hadir dalam acara peresmian.
Untuk tahun 2014 yang merupakan tahun
penyelenggaraan Piala Dunia, PT 3Lions Sport akan
melaksanakan berbagai acara, seperti “The World Football
Legends Challenge Trophy” yang akan menghadirkan England
Legends 11 dan World Cup Legends 11, serta kegiatan-kegiatan
reguler dari EPL, Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan
Chelsea. / Rezy Anindito
D
o
k
.

3
L
i
o
n
s

S
p
o
r
t
16 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
INILAH BERBAGAI PELUANG BAGI ANDA
PELAKU USAHA YANG BERORIENTASI
PADA PASAR GLOBAL.
BOLEH JADI PRODUK YANG ANDA
HASILKAN SAAT INI MENJADI BAGIAN
YANG DIMINATI DARI PENAWARAN PARA
BUYERS LUAR NEGERI.
SEGERA PENUHI TANTANGAN I NI !
Peluang Bisnis
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 17
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
Fotoshoe Group
Via Leonardo da Vinchi 43, Milan, Italia
Milan (+39-024) 459091
Contact: Mr. Pier Nicola Fasecto
>> Ceres (Meiji Indotama) & Confectionery
V & T International Co, Ltd
13F, No. 1457, Huasia Rd, Zuoying District,
Kaohsiung, Taiwan
(07) 3493338 / 3493638
Contact: Ms. Belle Wang
>> Perhiasan dan Tas
Soave Milano
Via Tertulliano 70 Int. B1 - 20137 Milan,
Italia
(+39-023) 9431984
Contact: Mr. Piergiovanni
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
Just-VIP Italia, Srl
Via Roma No 18, Milan, Italia
(+39-34) 91327806
Contact: Mr. Federico Repupilli
>> Electronic Products
Pegatron
No. 76, Ligong Street, Beitou District, Taipei,
Taiwan
(02) 81439001 ext. 36679
Contact: Mr. C.C. Chen
>> Textile Printing
Best Chen Co, Ltd
Taoyuan, Taiwan
(03) 3222667
Contact: Ms. Erica
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
Mr. G. Paolo Broccoli
Via Quarto 51, Ravenna, Italia
(+39-054) 4468498
Contact: Mr. G. Paolo Broccoli
>> Plastic tableware
Hong Zu Mould Enterprise Co, Ltd
No. 42-2, Lane 49, Dongfeng St, Shulin
District, New Taipei City 2387
(02) 86863211
Contact: Mr. Ben Tsai
>> Furniture
ABA Arredamenti, SpA
Via G. Puccini 27, 52100 Arezzo, Italia
(+39057) 5984394
Contact: Mr. Mario Giaccherini
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
Vivarte Moda Mercal calzados
Camino de Astigarraga 2, Editico Offcinas
Mamut, Italia
(+34-943) 260691
Contact: Mr. Ricardo Palma
>> Machinery
Fabrii Engineering Industrial, Inc.
10F-2/31, Zhongzheng 3rd Rd, Xinxing
District, Kaohsiung City 80054
(07) 2271560
(+34-943) 260691
Contact: Mc. C. Y. Chen
>> Spare-part Helicopter
Società Italiana Elicotteri
Via Salaria, 825 - 00138 Roma, Italia
(+39-068) 8643974
Contact: Ms. Valentina De Paolis
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
Landmark Group
Industrial Area, Jebel Ali, Dubai, UAE
(+971-4) 8095800
Contact: Mr. Hiro Motwani
>> Building Material (wood)
Idaho-Asia Trade Offce
Rm. 7D-15, No. 5, Sec. 5, Xin Yi Rd, Taipei,
Taiwan
(02) 27252922
Contact: Ms. Fanny Lin
>> Kipas angin utk Pabrik
Aeromeccanica Stranich, SpA
Via G. Di Vittorio 300, 20099 Milan, Italia
(+39-022) 401751
Contact: Mr. Andrea Ferroni
>> Footwear (alas kaki/sepatu)
KIM
Albania
(+355-69) 7504031
Contact: Mr. Kim
>> Textile (tekstil)
Taiwan Textile Federation
TTF Biulding, 22 Ai Guo East Road, Taipei
10092, Taiwan
(02) 23417251 ext. 2313
Contact: Ms. Debby Lin
>> Marmer dan Granit
Sarizzo di crodo, SpA
F.ne Rencio, 28865 Crevoladossola, Italia
(+39-032) 4338568
Contact: Mr. Daniel Marabini
>> Polyvinil Chroride
Pro Wonderful, Inc
7F., No. 63, Zhouzi St., Neihu District,
Taipei, Taiwan
(02) 87512099 ext. 210
Contact: Ms. Lynette
>> Textile (tekstil)
Red Dragon, Inc
No. 49, Chongming Rd, East District,
Tainan, Taiwan
(06) 3368100
Contact: Ms. Lucy
>> Sea cucumber, and Agarwood
Formosa Yam, Inc
11F, 209 Civic Blvd, Sec. 1, 245, Taipei,
Taiwan
(02) 25924269
Contact: Mr. Alfred
>> Software & Metrology Equipment
Ishin Technology Co, Ltd
10F, No. 45, Sec. 2, Da-tung Rd, Hsi-chih,
New Taipei City, Taiwan
(02) 86926338 ext. 111
Contact: Mr. Jack
>> Machinery
Altech Shine Co., Ltd
5F, 146, Sung Chiang Rd, Taipei, Taiwan
(02) 25319933
Contact: Mr. Yu-Feng, Chiu
>> Confectionery
V & T International Co, Ltd
13F, No. 1457, Huasia Rd, Zuoying District,
Kaohsiung, Taiwan
(07) 3493338 / 3493638
Contact: Ms. Betty Lu
18 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
>> Electric Motors
Franzen Importacao E Comercio, Ltda
R. Sao Joao 330 / Barrio Jardim Industrial
Contagem / Minas Gerais
(+55-31) 33336506
Contact: Mr. Gabriel
>> Tyres (ban)
BADAX Comercial, Ltda
Blumenau, SC, Brazil
(+55-47) 30373821
Contact: Mr. Thiago
>> Decoration / Glasswear
Mypa Importadora
Avenida Marechal Mascarenhas de Morais,
1062 Imbiribeira, Recife, PE
(+55-81) 3542-2984
Contact: Ms. Paula Guerra
>> Rubber Sole (sol karet)
Bopil Borracha e Plástico Indústria, Ltda.
Rua São Pedro, 2170 Bairro Rodoviária,
Juazeiro do Norte/CE - Brasil
(55-88) 3512-3266
Contact: Mr. Paulo Carvalho
>> Kids Sport Shoes (sepatu olahraga anak)
Brito & Cia, Ltda.
Rua Valdivino Vieira, 153 Bairro Glória Vila
Velha/ES - Brasil
(55-27) 2104-0555
Contact: Mr. Renato
>> Leather Products (produk kulit)
Bordallo Artefatos de Couro, Ltda.
Av. Brasil, 3200 Bairro Jd. Paulistano,
Franca/Sao Paulo-SP, Brasil
(55-16) 3712-7800
Contact: Mr. Antonio Carlos
>> Spare-parts (suku-cadang)
Autotech Garage
Burundi
(+257-78) 823 692
Contact: Mr. Kassam H Ashak
>> Garments (pakaian jadi)
Irasalles Comércio e Indústria de Artigos
do Vestuário, Ltda.
Rua Alameda Umbuzeiros, 498 Bairro
Caminho das Árvores Salvador – BA
(55-71) 3355-0852
Contact: Ms. Maria Luiza
>> Brake and Clutch
KBC
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-11) 493 1336
Contact:
>> Spare-parts (suku-cadang)
Arcven Trading P/L
Zimbabwe
(+263-71) 241 4129
Contact: Mr. Mustaq Ghirach
>> Purses and Belts and Acessories
World Commerce Trading Exp. e Imp. de
Calç. e Acessórios S.A.
Av. Carlos Strassburger Filho, 5796
Industrial Campo Bom/RS - Brasil
(55-51) 3038-3333
Contact: Ms. Maria Carvalho
>> Tyres (ban)
Nigel Tyres
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-82) 551 9060
Contact: Mr. Nigel
>> Spare-parts (suku-cadang)
SDV
Johannesburg, Rep. Afrika Selatan
(+27-79) 506 5228
Contact: Mr. Terrence Martin
>> Accu Zuur
A2C Distributors
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-76) 659 9755
Contact: Mr. Carl Heydenrych
>> Spare-parts (suku-cadang)
Impex
Botswana
(+267-72) 101 940
Contact: Mr. Yusuf Rossenkhan
>> Spare-parts (suku-cadang)
Battery Centre
Durban, Rep. Afrika Selatan
(+27-31) 202 4093
Contact: Mr. Michael Rockey
>> Garments (pakaian jadi)
Naturetouch Importadora e Exportadora,
Ltda.
Av. das Américas, 4200 - Cob. 301 A Barra
da Tijuca Rio de Janeiro/RJ
(55-21) 3150-2522
Contact: Mr. Mark Paul
>> Spare-parts (suku-cadang)
Sparkling Autocare Centre
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-82) 945 4670
Contact: Mr. Sido Sambo
>> Spare-parts (suku-cadang)
Nisars Moto Spare
Johannesburg, Rep. Afrika Selatan
(+27-84) 452 3786
Contact: Mr. Nadeem Essa
>> Tyre (ban)
Midway Tyres
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-82) 446 7250
Contact: Mr. Imtyaz Mohamed
>> Logistic company
TOLL Global
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-76) 147 4834
Contact: Ms. Stacey van Niekerk
>> Spare-parts (suku-cadang)
Total Wynberg
Johannesburg, Rep. Afrika Selatan
(+27-82) 7806312
Contact: Mr. Solly Peer
>> Plastic (plastik)
Polyu Poliuretanos, Ltda.
Rua Corumbá, 468 Bairro: Liberdade - Novo
Hamburgo/RS , Brasil
(55-51) 358754-20
Contact: Mr. Raul Plasma
>> Spare-parts (suku-cadang)
Brakes Shop and Enginering
Swaziland
(+268) 6130548
Contact: Mr. Rodney Mountjoy
>> Spare-parts (suku-cadang)
Simms
Zambia
(+260-966) 757 898
Contact: Mr. David Eastcroft
>> Spare-parts (suku-cadang)
Mr. Michael Jafaj
Johannesburg, Rep. Afrika Selatan
(+27-82) 824 6994
Contact: Mr. Michael Jafaj
>> Spare-parts (suku-cadang)
Thorex
Johannesburg - Rep. Afrika Selatan
(+27-83) 448 5678
Contact: Mr. David Meyer
Peluang Bisnis
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 19
>> Soap (sabun)
Zaki Industrial Corp.
Karachi, Pakistan
(92-21) 34398691
Contact: Mr. Shamoon Zaki
>> Plastic Containers
Collcap Packaging
Brooklands Way, Leek, Staffordshire, United
Kingdom (Inggris)
(44) 1538388344
Contact: Mr. Neal Kinson
>> Cosmetics (kosmetik)
M.Hassamal & Co.
10, Corderie Street, Port Luis, Mauritius
(230) 20870022
Contact: Mr. Rupi Hassamal
>> Tea (teh)
Eastern Products Pvt.,Ltd.
Karachi, Pakistan
(92-21) 35481837
Contact: Mr. Zia-ur-Rehman
>> Cosmetics (kosmetik)
Noorien Star
P.O.Box: 41540, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2262890
Contact: Mr. BDUL Wahab
>> Essential Oils, and Fragrance
Fragomatrix Global
Sachin, Surat 394230, India
HP: (91) 9820076501
Contact: Mr. P C Jain
>> Ohmar Ebi
Area Booths Co, Ltd
Jepang
Contact: Mr. Murai
>> Lizard Leather
Dauhyusen Co, Ltd
Jepang
Contact: Mr. Junji Koike
>> Cooking Oil and Diapers
Food World, FZC.
P.O.Box: 122368, Saif Zone, Sharjah-
Perserikatan Emirat Arab
(971-6) 5240865
Contact: Mr. Mohammad Latif Khan
>> Cosmetics (kosmetik)
Platform International, Inc.
P.O.Box: Istanbul, Turkey (Turki)
(90-212) 6033333
Contact: Bermet Indigaranova
>> Leather Bag & Leather Goods
Sun Shine Co, Ltd
1-4-19 Inou-ku, Osaka, Jepang
(06) 6718-3310
Contact: Mr. Hyeong Seok Moon
>> Soap; Noodle and Coconut Oil
Mitchel Group
Miami, Florida, USA (Amerika Serikat)
(1-305 ) 3819890
Contact: Mr. Lucien M Chidiac
>> Tas, handuk, dan T-shirt
Kawada Industry
4-21-1-616 Edobashi, Kuroda-ku, Tokyo -
Jepang
(03) 3846-8371
Contact: Mr. Ohsaki
>> Furrniture
Brasita Imp Exp e Com Ltda
Av. Procópio Gomes, 1056 - Bucarein
Joinville, SC , Brasil
(+55-47) 3025-3332
Contact: Ms. Sabrina Cordeiro
>> Body Lotion and Shower Gel
Adam & Eve Perfumes
Mubiarakya, Kuwait
(965 ) 55227572
Contact: Mr. Khaled S. Ahmed
>> Pakaian (ninja)
Kansai-Asian Organisation
4-15-18 Nishi Tenma Kita-ku, Osaka,
Jepang
(06) 6316-0200
Contact: Mr. Tsujimura
>> Fastener
Volvo
Jepang
Contact: Ms. Tomomi Fujita
>> Cosmetics (kosmetik)
Areen Al Asad, Co.
P.O.Box: 7763, Salmiya, Kuwait
(965) 22633109
Contact: Mr. Talal Mustafa Asad
>> Handicraft (kerajinan)
A2 Trading
Jepang
Contact: Mr. Manabu Tanaka
>> Decoration and Furniture
Atacadão SB Comércio De Utilidades E
Decoração Ltda
Rua Projetada, S/N - Quadra 01, Lote 15b
,Cabedelo - Estado Da Paraíba
(+55-83) 3246-3210
Contact: Mr. Vitor Hugo
>> Soap (sabun)
Al Owaid General Trading, Est.
P.O.Box: 32813, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3376645
Contact: Mr. Aref al Owaid Al Muhairi
>> PP gloves
Whitemax Co.,Ltd.
1-25 Doyama 1-chome, Hirakat-shi Osaka
573-0007, Jepang
(072) 848-3678
Contact: Mr. Harumi Anri
>> Towel
Yawaragi Co, Ltd
3-3-22 Minami HonmachiChuo-ku, Osaka,
Jepang
(06) 6251-1095
Contact: Mr. Morioka
>> Soap (sabun)
Mahmood Shamsi Trading
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
(971-4) 2353058
Contact: Mr. Afshin
>> Auto-parts
Boldor Com Imp E Exp Ltda
Av.Luiz Giarola 549-Barrio Colônia Do
Marçal São João Del Rei, Minas
(+55-32) 33725600
Contact: Mr. Enzio Souza
>> Electric equip (peralatan elektrik)
Epcom Eletronica Industria E Comercio
Importacao E Exportacao
R. Felix Della Rosa 154 / Barrio Vila Anglo
Brasileira Sao Paulo, Brasil
(+55-11) 3866-1777
Contact: Mr. Marcio
>> Auto-parts
Comercial Leão Importação e
Exportação, Ltda
Rua Dr Moreira, 174 : Manaus, AM, Brasil
(+55-92) 3622-6539
Contact: Mr. Salino Maia
20 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
>> Wooden Flooring
Proft Trade Far East, Ltd.
Kowloon, Hongkong
(852) 23660401
Contact: Mr. Arshad Nawaz
>> Furniture
Eng. Somaya
P.O.Box: Abu Dhabi - Perserikatan Emirat
Arab
HP: (971-50) 6613781
Contact: Eng. Somaya
>> A4 Paper; MDF Board and White Wood
Three Smart General Trading, LLC
P.O.Box: 232270, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3881781
Contact: Mr. Paul Mathew
>> Upholstery Fabric and Immitation leather
Al Reyami Fabrics, LLC.
P.O.Box: 114087, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3372771
Contact: Mr. V Pradeep
>> Synthetic Rattan Furniture and Teak
Furniture
Ozi Trading, LLC
P.O.Box: 30905, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3977335
Contact: Mr. Mustafa Al Samaraie
>> Wooden Door and Furniture
International Opticals
P.O.Box: 73, Sharjah - Perserikatan Emirat
Arab
(971-6) 5626942
Contact: Mr. Ahmed Rukni
>> Whitening Crème
Ecuata Guinea Trading, Co.
Bata, B.P.269, Republic of Equatorial
Guinea (Guinea)
(240) 333082956
Contact: Mr. M. Haidar Daher
>> Cosmetics (kosmetik)
CE way Regulatory Consultants, Ltd.
Dublin 4, Republic of Ireland (Irlandia)
(353-1) 4370955
Contact: Tadej Feregotto
>> Gahru Wood & Essential Oils
Humaid Al Shamsi Perfumes Industry
P.O.Box: 89089, Ajman - Perserikatan
Emirat Arab
HP: (971-50) 5838121
Contact: Mr. Muhammad Shahid Hashmi
>> Medical Instruments
Unique Medical Systems
P.O.Box: 2446, Roras Road, Sialkot,
Pakistan
(92-52) 3572422
Contact: Mr. Shahan Ashraf
>> Furniture
Danat Al Khaleej Furnishing, LLC
P.O.Box: 243, PC 131, Al Hamriya, Muscat,
Oman
(968) 24489750
Contact: Mr. Siraj Banatwala
>> MDF Board
Finao International
P.O.Box: 261946, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 8802663
Contact: Mr. George Malcom
>> Palm Oil (minyak sawit)
Mgold Foodstuff Trading
P.O.Box: 31026, Ajman - Perserikatan
Emirat Arab
HP: (971-55) 5293436
Contact: Mr. Mohammed Zakaria
>> Wood & Rattan Furniture and Wood
Handicrafts
A S Corporation
Vile Parle West, Mumbai 400056, India
HP: (91) 7738647852
Contact: Mr. Amberish
>> Interior Design items
Mistry Interiors
Dr. D N Road, Mumbai 400001, India
(91-22) 23450061
Contact: Mr. Jahangir Mistry
>> Pharmaceuticals and Cosmetics
Unijules Life Sciences, Ltd
Shantinagar, Nagpur 02, India
(91-712) 2762589
Contact: Mr. Shakil S.Daud
>> Teak Furniture and Outdoor Furniture
Vhussain Kutty Interiors, Co., WLL
P.O.Box: 20965, Doha, Qatar
(974) 44600125
Contact: Mr. P.A. Anwar Hussain
>> Calligraphy, and Arts
Mr. Hamad Ali
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
HP (971-50) 2255557
Contact: Mr. Hamad Ali
>> Pharmaceuticals
Vasu Healthcare Pvt., Ltd.
Makarpura, Vadodara, India
(91-265) 2657701
Contact: Mr. Hardik Ukani
>> Garments; Textile and Carpet
Kanmo Trading, LLC
P.O.Box: 43059, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3530580
Contact: Mr. Arjan A B
>> Handicrafts (kerajinan)
Ms. Naila Al Mansoori
P.O.Box: 444284, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2877180
Contact: Ms. Naila Al Mansoori
>> Cosmetics and Novelties
Acropol Trading, LLC
P.O.Box: 25730, Dubai - Perserikatam
Emirat Arab
(971-4) 2257711
Contact: Mr. Hanif Al Shaikh
>> Soap (sabun)
King & Queen Robe Trading
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
(971-4) 2261009
Contact: Mr. Pravin
>> Acrylic Sheet and Wood Products
ASB International, FZE
P.O.Box: 61169, Jebel Ali, Dubai -
Perserikatan Emirat Arab
(971-4) 8814208
Contact: Mr. Anoop Singh Bahra
>> Cometics (kosmetik)
Nord Water Oy.
Ruolankatu 11, 08680 Lohja, Finland
(Finlandia)
(358) 104701880
Contact: Ms. Deborah Al Faddaghi
>> Office & Home Furniture and Wooden
Flooring
The Best Furnishing
P.O.Box: 27249, Abu Dhabi - Perserikatan
Emirat Arab
(971-2) 6748974
Contact: Mr. Antony P R
>> Chemicals and Petrochemicals
Vision Ventures
P.O.Box: Sharjah - Perserikatan Emirat Arab
(971-6) 5232363
Contact: Mr. Ajay Mehta
Peluang Bisnis
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 21
>> Photocopy Paper (kertas fotocopy)
A.M Import and Export A.R.E
Kairo - Mesir
Mobile: (+201-228) 505120
Contact:
>> Paper Rolls (gulungan kertas)
Mr. Wael Shalah
Kairo - Mesir
Mobile : (+201-223) 589895
Contact: Mr. Wael Shalah
>> Industrial Hoses and Rubber Hose
Bafex Middle East Trading, LLC.
P.O.Box: 282878, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 3465550
Contact: Mr.Asif Butt
>> Sport Shoes & Sport Wear
Attaba Sport
Attaba - Down Town, Mesir
(+201-12) 4090856
Contact: Mr. Syafei
>> Medical Gloves (sarung tangan utk
kesehatan)
United Group (for medical supplier)
Nasr City - Kairo , Mesir
Mobile: (+201-004) 455138
Contact: Mr. Dr. Ismaiel Al Khateb
>> Kopi Robusta (Grade A)
OROUBA COFFEE
103, Tahrir St., Dokki, Giza, Egypt (Mesir)
(+202) 33354734 & Mobile: (+201-001)
668261
Contact: Mr. Aly Saad Aly
>> Toilet Covers
Al Khaldi Trading
Doha, Qatar
(974) 44875616
Contact: Mr. Ossama Soveid
>> Textile (tekstil)
South Ocean Trading, LLC.
P.O.Box: 41503, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2264491
Contact: Mr. Hikmat
>> A4 Copy Paper (kertas Fotocopy A4)
Generations of the World for Import
P.O.Box: Sana’a, Yemen (Yaman)
(967) 711051029
Contact: Mr. Abdujalil Almekhlaf
>> Handicrafts and Hand made Ceramic tiles
Marmara pazarlama
Kutahya, Turkey (Turki)
(90-274) 2251801
Contact: Mr. Aydin Basbey
>> Printing items
Ormita Commerce Network
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
(971-4) 4517070
Contact: Mr. Oussama Fanous
>> Natural Stone (batu alam)
Jaba General Trading, LLC.
P.O.Box: 5516, Dubai - Perserikatan Emirat
Arab
(971 4) 2562722
Contact: Mr. Ridwan S Adi
>> Furniture
Mango Furniture
P.O.Box: 150799, Sharjah - Perserikatan
Emirat Arab
(971-6) 5427111
Contact: Mr. Mahra Al Ansary
>> Electronic products, Medical Equipments,
Bathroom items, etc
Al Sahr Electromechanical Works, LLC.
P.O.Box: 233893, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2636846
Contact: Mr.Vinnie Haq
>> A4 Paper (kertas A4)
First Group International
P.O.Box: 29244, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
HP: (971-50) 7486644
Contact: Mr. Mohd. Hichri
>> Wooden Furniture
Mr. Sherif
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
HP: (971-50) 6249331
Contact: Mr. Sherif
>> Textile (tekstil)
A.Rahman & E.M.Ajoor & Co
P.O.Box: 402, Manama, Bahrain
(973) 17251132
Contact: Mr.Nabeel A. Rahman Ajoor
>> Tooth Brush and Dessicated Coconut
Genius Enterprises, LLC.
P.O.Box: 3748, Dubai - Perserikatan Emirat
Arab
(971-4) 2263076 & HP. : (971) 506764392
Contact: Mr. Syed Younus
>> Art Products (barang2 seni)
Sartaj Gen. Tradg, LLC.
P.O.Box: 12655, Dubai- Perserikatan Emirat
Arab
(971-4) 3553407
Contact: Mr. Navin Vatnani
>> Textile (tekstil)
Mohamed Abdelhameed Trading
P.O.Box: 182046, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2224146
Contact: Mr. Alyas
>> Paper and Textile
Taif Al Jazeer, Est.
P.O.Box: Damam, Saudi Arabia
HP: (966) 35802887
Contact: Maiy
>> Caligraphy (kaligrafi)
Mr. Bassem Y. Zbeeb
P.O.Box: 231667, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
HP: (971-50) 2010042
Contact: Mr. Bassem Y Zbeeb
>> Paper, Kraft paper, Paper for packaging
Printpack
P.O.Box: 10162, Manama, Bahrain
(973) 17369840 & 39293186
Contact: Mr. Saji John /
Mr. Sameer Dawani
>> Glassware and Dinner Set
King & Queen Robe Trading
P.O.Box: Dubai - Perserikatan Emirat Arab
(971-4) 2261009
Contact: Mr. Pravin
>> Glassware and Plain Water glass
Al Ashar Trading, Est.
P.O.Box: 14595, Dubai - Perserikatan
Emirat Arab
(971-4) 2219273 & HP: (971-50) 6443825
Contact: Mr. M R Farooqui
>> Furniture
Sahne Mobiliya San. Tic Ltd. Sti
Yukari Dudullu, Istanbul, Turkey (Turki)
(90-216) 3641392
Contact: Mr. Alev Pilevne ic Mimar
>> Caligraphy (kaligrafi)
Touqan Trading, Est.
P.O.Box: 2797, Dubai - Perserikatan Emirat
Arab
(971-4) 2211368
Contact: Mr. Jawad Sader
22 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
>> Clay & Talc
Maba
Korea Selatan
(82-54) 751 8450
Contact: Mr. Hyeon Ju Kwon
>> Furniture
Bigbee
393-3, Shinhyun-ri, Opo-eup, Gwangju-si,
Gyeonggi-do, Korea Selatan
(82-10) 9690 4656
Contact: Ms. Eun Sang Jeon
>> Guitar
S & I Entertainment
1048-4 Sujeong-1-dong, Dong-gu, Busan,
Korea Selatan
(82-10) 5702 3302
Contact: Mr. Seong Hoon Go
>> Furniture
Mr. Ibrahim Abu Al Nasr
9 AM Galaat Street, Kairo - Mesir
(+201-007) 777415
Contact: Mr. Ibrahim Abu Al Nasr
>> Photocopy Paper (kertas fotocopy)
Mansour, Co
Alexandria - Mesir
Mobile: (+201-06) 9822070
Contact: Mr. Mohamed Amin
>> Furniture
Hebal for Painting & Decor, Co
Fayoum - Mesir
(+201-0) 9160303
Contact: Mr. Yehya Hassan
>> Glassware (barang2 kaca)
A1 Glasses
No. 2/511, Vadaparambu Kannadi Post,
Palakkad, Kerala, India
HP: (+91) 9567171711 / 8129165555
Contact: Mr. Muhammad Ansar
>> Textile & Textile Products
Shivam Impex
XXII-1220/2, Naginder Nagar, Gehlewal,
Rahon Road, Ludhiana, India
(+91-161) 2630503 / 3020230,
HP: (+91) 981402390
Contact: Mr. Suresh Singal
>> Chemicals
Sainath Expimpo
5th Floor, 508 Yogeshwar, 135/139 Kazi
Sayed St, Mumbai 400 003, India
(+91-22) 66108176 / 66376576
HP: (+91) 9820097
Contact:
>> Soap (sabun)
Rahul Associates
161, K. K. Road, Venkatapuram, Ambattur,
Chennai 600 053, India
(+91-44) 42184008
Contact: Mr. Govindharaja Gokul
>> Chemicals
Reliance Organics
41, Ginit Apartments, 7 Marve Road,
Maharashtra, Mumbai 400 064, India
(+91-22) 28445603, HP: (+91) 9821018568
Contact:
>> Tin / Timah (HS 8001, HS 8002, HS 8003,
HS 8007)
MNSA
Bldg Mngt Offce, E-Pyunhsa 2, Mulg-up,
Yangsan-si, Gyeongnam, Korea Selatan
(+82-10) 2570 5376
Contact: Mr. Ju Hyeon Uk
>> Furniture
Mr. Fadi Khalil
Kairo - Mesir
Mobile: (+201-222) 867558
Contact: Mr. Fadi Khalil
>> Electronics (elektronik)
Ekvira Impex
Ut 108 & 109, Real Ind Est N. 5, Sat Rd,
Maharashtra, Thane 401208, India
(+91-250) 2454651, HP: (+91) 9821605855
Contact: Mr. Samir Karnik /
Mr. Aseem Kumar
>> Textile & Textile Products
Vaidehi Rayons
206, Emp Sta Bldg, Nr. Parag House, Surat,
Gujarat 395 002, India
(+91-261) 2367276 / 4003145
Contact:
>> Safety Matches
Watanmal Boolchand & Co., Ltd.
Ut 4, 7th Fl, Crest Bldg, Ascendas IT Park,
Taramani, Chennai 600113
(91-44) 2254 8300
Contact: Mr. Senthil Kumar M
>> Chemicals
Associated Industries
C-144, Antophill Wrhousing Comp, Sangam
Nagar, Mumbai 400 037, India
(+91-22) 64532200
Contact: Mr. Rajesh Bhansali /
Mr. Harsh
>> Coal (batubara)
Navrathna Metaliks
B-51, F4, Vijayanagar Colony, Hyderabad
500 057, India
(+91-40) 3344939
Contact: Ms. Shanti Iyer
>> Poultry Vaccines, Feed Additives &
Pharmaceuticals
Pharmalink Egypt
6th Of Oct City El Motamiz, Villa 73 Abd
ElMonem Ryad St., Giza, Mesir
(+202-383) 53935, (+201-001) 979263
Contact: Mr. Hosam El Din Mostafa Mohamed
>> Ceramic Tiles (ubin keramik)
Theodora Impex India Pvt., Ltd
Bnglw Plot No 13/266, Goria 1, Borivali
West, Mumbai 400 092, India
(+91-22) 29671164
Contact:
>> Textile & Textile Products
Harsh Impex
B-21/196, C, Ashfaq Nagar, Varanasi, Uttar
Pradesh 221 002, India
(+91-542) 3266745
Contact: Mr. Rajesh Tiwari
>> Paper and Paper Products
Allied Papers
108, V Indust Est No. 3, Navg Rd, Vasai E,
Thane, Maharashtra 401210
(+91-250) 6526633, HP: (+91) 8007661116
Contact: Mr. Alexander
>> Textile & Textile Products
Yashika International
Shop No 7 A, Netaji Market, Chem Col,
Mumbai 400 074, India
(+91-022) 25213786
Contact: Mr. Dinesh Rajpal
>> Mutiara; Tas Kulit Ular dan Clay products
Mr. Soo Il Kim
Korea Selatan
Contact: Mr. Soo Il Kim
Peluang Bisnis
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 23
>> Kertas
Mr. Wael Ali Al Ghamdi
P.O.BOX 50606 Jeddah 21533, Kingdom Of
Saudi Arabia (KSA), Saudi Arab
(+966-2) 693 8042 & HP : (+966) 0554 105
917
Contact: Mr. Wael Ali Al Ghamdi (CEO)
>> kelapa sawit
Sunlellite
Via Petrarca, 43 - 37024 Verona, Italia
(+39-045) 6020949
Contact: Mr. Guido Vancini
>> Iron Sand (pasir besi)
Wellfair International, Inc.
1810 Devonshire Drive, Oxnard, CA 9303,
USA (Amerika Serikat)
(805) 813?1201
Contact: Mr. Joe Hsu
>> Soaps; Shampoo and Lotion, etc
A La Maison
196 East Main Street, Huntington, New York
(NY), Amerika Serikat
(631) 367?7280
Contact: Mr. Adam T. Mills
>> Minyak Goreng
BIN GURSAIN TRADING
P.O.BOX 198, Jeddah 21411, Kingdom Of
Saudi Arabia (KSA), Saudi Arabia
(+966-2) 651 6032 & HP: (+966) 0504 590
491
Contact: Mr. Faisal Saleh (Executive Manager)
>> Tekstil Kursi Mobil
AL-ROWAD EST.
P.O.BOX 20441, Jeddah 21455, Kingdom
Of Saudi Arabia (KSA), Saudi Arab
(+966-2) 631 2317
Contact: Mr. Abubakar Al-Amoudi
>> Medical Equipments
AL-HAYA MEDICAL CO.
P.O.BOX 4016, Jeddah 21491, Kingdom Of
Saudi Arabia (KSA), Saudi Arabia
(+966-2) 671 3011 & HP: (+966)
0502094454
Contact: Mr. Waleed Muamar
>> Alat-alat Tulis
Desktop Stationary
56, Zabbar Road - Malta
(356) 27654800
Contact: Mrs. Paola
>> Confectionery dan Produk Biji Kakao
Storck Usa, Lp.
325 N Lasalle St., Ste 400 Chicago , IL
60654 US (Amerika Serikat)
(312) 4675700
Contact:
>> Tin (timah) and Articles Thereof
B & W tek, Inc.
19 Shea Way, Newark, DE 19713, Amerika
Serikat
(302) 368?7824
Contact: Ms. Mie Mie
>> Biscuits, etc
Natural Nectar
196 East Main Street, Huntington, New York
(NY)
(631) 367?7280
Contact: Mr. Adam T. Mills
>> Bahan Makanan (Indonesia)
AL-MAZRO’I TRADING EST.
P.O.BOX 13696, Jeddah 21414,Kingdom of
Saudi Arabia (KSA),Saudi Arabia
(+966-2) 651 0741; 651 5159; 652 5216
Contact: Mr. Ali Saeed Al-Mazro’i (General
Manager)
>> Bahan Makanan; Franchise
AL-JUFAILAH CO., FOOD STUFFS
P.O.BOX 13951, Jeddah 21414, Kingdom
Of Saudi Arabia (KSA), Saudi Arab
(+966-2) 620 4869
Contact: Mr. Tariq Bin Zaid Alshabibi Alnahdi
>> Pendingin (AC)
Geoclima
Via dell’industria,12 - 34077 Gorizia, Italia
(+39-048) 1774411
Contact:
>> Swimwear (pakaian renang)
Posh Pua Swimwear
Hawaii, USA (Amerika Serikat)
(808) 780?2011
Contact: Ms. Julie Stone
>> Clothes Hangers
Accurate Printing Solutions
1608 Industrial Ave, Norco, CA 92860 CA,
USA (Amerika Serikat)
(951) 737?5794
Contact: Mr. Nayan Valani
>> Bahan Bangunan; Wood; Plywood
BADR AWAD BIN HEDRA CONTRACTOR
Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia (KSA)
HP : (+966) 0506643785
Contact: Mr. Fawaz Saleh Bin Ishaq (Sale
Representatives)
>> Kain Ihram
MAKKAH EHRAM FACTORY
Makkah, Saudi Arabia
(+966-2) 286 4424 & HP: (+966) 505609258
Contact: Dr. Adel Algahtani
>> biodiesel
Wilmar Europe Trading
1 Barendrechtseweg 82-86, NL 2992 XC
Barendrecht - Belanda
(+31-01) 80457055
Contact: Mr. Arjan Toorman
>> biodiesel
Oxem
Via Sempione,195, 20016 Pero Milano,
Italia
(+39-025) 8020015
Contact: Mr. Alastair Fraser
>> Palm Peats
C-Cubee Corporation
Rm No.1201, Byucksan Dgtal Valley 132-7
Gamj-Dg, Busan, Korea Selatan
(82-70) 8769 5538 / 41
Contact: Mr. Ju Yeong Park
>> biodiesel
DP Lubrifcanti, Srl.
Via della meccanica, 16-04011 Aprilia, Italia
(+39-069) 280458
Contact: Mr. Giovanni Compagnoni
>> Kimia
Andreotti Impianti
Via Petrosa, 8 - 50019 Sesto Fiorentino (FI),
Italia
(+39-055) 44870
Contact: Mr. Ettore De Angelis
>> biodiesel
ECOFOX
Via Senigallia, 29 - 61122 Pesaro, Italia
(+39-072) 140871
Contact: Mr. Alessandro Berloni
/ Farid Solana
24 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
INVESTASI ‘GILA’ ERICK CS DI SEPAKBOLA
DARI MANA
DUIT MEREKA?
K
oran olahraga Italia, La
Gazzetta dello Sport,
edisi 15 Oktober 2013,
memampang wajah
Erick Thohir, dengan
headline huruf besar “Indo-Inter”.
Di sampul koran itu, wajah Erick
tersenyum mengembang seraya
memamerkan kaos milik klub Inter
Milan. Ya, pengusaha Indonesia
berusia 43 tahun itu baru saja resmi
menjadi pemilik saham utama klub
Italia, Inter Milan. Saham Inter Milan
dikuasai Erick bersama dua rekannya,
Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo,
sebesar 70%, dan sisanya 30% masih
ada di tangan pemilik lama Massimo
Moratti. Meski saham terbesar dikepit
Erick dan dua rekannya, namun
pengelolaan klub tetap ada di tangan
Moratti, pebisnis di industri ban
kenamaan Italia dengan brand Pirelli.
Kabar tentang rencana Erick
membeli saham Inter Milan memang
telah terbetik sejak beberapa bulan
lalu. Ketika ditemui dalam membuka
sebuah turnamen basket remaja
tingkat Asia, di Jakarta, awal Oktober
2013, kepada Yayat Suratmo dari
INFO BISNIS INTERNASIONAL,
Erick telah mengkonfirmasi tentang
kepastian rencananya itu. “Ya. Itu
sudah jelas kok, saya sudah sebut
di berbagai media kalau memang
ingin membeli Inter Milan. Amerika
kan sudah, Eropa yang belum. Saya
memang ingin punya klub sepakbola
Eropa,” ujarnya.
Yang masih belum jelas, adalah
hitung-hitungan pembelian dan nilai
yang disepakati. “Nilainya tidak perlu
saya sebutlah,” pinta Erick. Namun
menurut informasi yang dikutip
berbagai media, termasuk Reuters,
Erick bersedia menggelontorkan
Cover Story
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 25
sekitar US$ 476 juta atau sekitar
Rp 5,38 triliun. Sementara informasi
lain menyebut, trio itu mengucurkan
sedikitnya 350 juta euro atau sekitar
Rp 5,4 triliun.
Yang jelas, pada saat
kesepakatan dibuat antara Erick
dan Morrati, keduanya menunjukkan
sikap yang sama-sama puas. “Hari
ini sangat spesial buat saya,” kata
Erick yang karib disapa Mas Eto oleh
rekan-rekannya. Sedangkan Morrati
berkeyakinan, Erick adalah orang
yang benar-benar bermaksud baik,
memiliki karakter bijaksana dan dapat
diandalkan untuk kemajuan Inter
Milan ke depannya.
Kepuasan Erick bisa dimaklumi,
lantaran ia menjadi pebisnis
Indonesia pertama yang memimpin
konsorsium dan berhasil menjadi
pemilik klub bergengsi dunia di
dataran Eropa, khususnya di Italia.
Mungkin jika meminjam istilah yang
kerap diucapkan komedian Tukul,
langkah Erick itu bisa disebut fantastis
dan fenomenal. Sebagai pebisnis,
nama Erick Thohir memang cukup
dikenal, terutama sebagai pengusaha
muda yang gandrung akan olahraga
bola basket. Kegandrungannya akan
bola basket saat ia kuliah di Amerika
pada tahun 1990-an.
MAHAKA
Erick adalah putra dari
pengusaha Teddy Thohir (co owner
Grup Astra yang dibangun almarhum
William Soeryadjadja) . Sedangkan
kakaknya, Garibaldi “Boy” Thohir
merupakan pemegang saham
mayoritas di Adaro, perusahaan
pertambangan batu bara. Sedangkan
Erick mengibarkan PT Mahaka Media
Tbk, perusahaan yang bergerak
Erick Thohir bersama dua rekannya,
Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo,
mengakuisisi 70% saham klub
sepakbola Inter Milan dengan nilai
lebih dari Rp 5 triliun. Seperti apa
kekuatan bisnis mereka sehingga
begitu ‘GILA’ membeli sebuah klub
yang sedang dilanda kemelut?
Menguntungkankah investasi di
lapangan hijau ini?
N
E
T
26 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
di bidang pengelolaan media
massa seperti harian Republika,
majalah Parents Indonesia, Golf
Digest, stasiun Jak TV (berkongsi
dengan Tomy Winata, Grup Artha
Fraha), jaringan radio Prambors,
Delta FM dan masih banyak lagi,
hasil perkongsiannya dengan
Grup Massima, milik Sjafei Malik,
pendiri Prambors Group. Selain
itu, Ia juga merupakan pemegang
saham minoritas di TVOne, yang
bergandengan dengan Grup Bakrie,
milik Aburizal Bakrie.
Ayah empat anak ini merupakan
lulusan S2 ekonomi dari Amerika
Serikat. Ia mengembangkan sayap
bisnisnya diawali di bidang restoran
dengan merek Hanamasa dan
Pronto di awal tahun 1993-1998. Di
bisnis media, Erick mengibarkan dua
bendera, yakni Mahaka Media dan
Alif. Grup Mahaka sendiri berdiri pada
1993.
Masuk ke media pada 2001,
dengan membeli koran Republika,
dan berikutnya ke sejumlah media
cetak lainnya, termasuk media
elektronik. Sejak itu, jadilah Erick
sebagai salah satu juragan pers
Indonesia.
KEUANGAN
Di luar media dan olahraga,
jejak bisnis Erick tidak terlalu banyak
terekam. Sementara performa
Grup Mahaka, di bawah payung PT
Mahaka Media Tbk, juga biasa-biasa
saja. Berdasarkan laporan keuangan
tahun 2012, perusahaan yang di
lantai di bursa berkode emiten ABBA
itu, mencatatkan pendapatan sebesar
Rp 265 miliar dengan laba bersih Rp
4 miliar. Tahun 2013, Mahaka Media
mematok pendapatan operasional
sebesar Rp 308 miliar dengan laba
bersih ditarget naik menjadi Rp 10
miliar.
Adapun pada Juni 2013, nilai
saham ABBA terhadap entitas induk
sempat melorot sebesar 14,29%
dari Rp 1,47 menjadi Rp 1,26 per
lembar. Padahal di awal tahun saham
ABBA sempat berada di level Rp 123
atau level tertinggi sepanjang ABBA
mencatatkan diri di bursa. Tapi pasca
pembelian saham Inter Milan, saham
ABBA mengalami kenaikan tipis 7
poin (+8,24%) sehingga nilainya kini
menjadi Rp 92 per lembar.
Dengan laba bersih sebesar
itu, secara umum kinerja keuangan
Mahaka Media sebenarnya tidaklah
mengkilap. Pun demikian dengan
perusahaan Erick yang lain seperti
PT Visi Media Asia Tbk (Viva Grup).
Perusahaan yang menaungi TVOne,
ANTV dan Vivanews itu hanya
meraup laba sekitar Rp 27,8 miliar
di semester I tahun 2013. Malah
Oktober silam, ketiga
stasiun televisi itu
diagunkan demi
mendapatkan pinjaman
US$ 100 juta untuk bayar
utang US$ 80 juta kepada
Deustche Bank dan sisanya
untuk ekspansi. Di Viva
Grup, Erick memegang
sebagian kecil saham
(4,19%), sementara saham
mayoritas dikuasai grup
Bakrie.
Dengan kondisi
keuangan yang tidak
terlalu prestisius, wajar
jika sejumlah pihak
mempertanyakan kekuatan
pundi-pundi keuangan
Erick Thohir. Sebab nyaris
mustahil jika pria kelahiran
30 Mei 1970 itu hanya
mengandalkan pendapatan
dari perusahaan media miliknya untuk
membeli Inter Milan yang bernilai
triliunan. Apalagi semua tahu, bisnis
media di tanah air, bukanlah bisnis
yang bisa dijadikan mesin uang.
BISNIS LAINNYA
Eit, tunggu dulu, jangan keburu
under estimate. Selain Mahaka,
Erick Thohir juga ditopang oleh basis
bisnis yang kuat dari Tri Nugraha
Thohir (TNT) Grup, perusahaan
terkemuka yang didirikan sang
ayah, Teddy Thohir. TNT bergerak di
bisnis real estat (diantaranya hotel
Amaris Bogor dan Taman Laguna),
restoran (Hanamasa dan Yakun Kaya
Toast), energi (Adaro dan Surya Eka
Perkasa), finansial (WOM Finance)
serta komunikasi (Tri).
Tahun 2012 TNT Grup
mendapat predikat sebagai grup
perusahaan terbesar ke-35 di
Indonesia dari 100 grup yang disurvei
oleh majalah bisnis tanah air. Nilai
aset grup ini diyakini mencapai US$
1,2 miliar dan menempatkan keluarga
Thohir sebagai orang terkaya ke-15
di Indonesia versi majalah Forbes.
Dengan latar belakang imperium
bisnis demikian, membeli saham Inter
Milan diyakini bukan perkara sulit
bagi Erick Thohir lantaran ia memang
berasal dari keluarga sangat tajir alias
super kaya.
Cover Story
N
E
T
(kiri ke kanan) Erick Thohir berfoto bersama Massimo Moratti, Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo, disela
konferensi pers di Milan, Italia, 15 November 2013.
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 27
ROSAN DAN HANDY
Bagaimana dengan rekan
bisnis Erick, yaitu Rosan Roeslani
dan Handy Soetedjo. Jika Erick
berkibar di bisnis media dan
olahraga, Rosan Roeslani justru
mengkilap di bisnis investasi dan
energi. Bersama Sandiaga Uno dan
Elvin Ramli, Rosan adalah pemilik
sekaligus pendiri Recapital Advisors,
perusahaan investasi dan konsultan
yang menangani restrukturisasi,
aset manajemen serta diversifikasi
portofolio. Ia adalah jebolan
universitas di Belgia.
Pertumbuhan perusahaan
Racapital mulai melesat bak meteor
pasca krisis moneter 1998 dimana
saat itu Recapital sukses menangani
restrukturisasi sejumlah perusahaan
besar. Recapital memiliki tiga unit
usaha yakni finansial, industrial
dan sejumlah anak perusahaan
lain diantaranya Bank Pundi, Bank
Ekonomi dan pemegang distribusi air
kemasan Aetra.
Dengan pengalaman panjang
di bidang pengelolaan dana investasi,
pada tahun 2008, Recapital Asset
Management, salah satu unit
usaha perusahaan milik Rosan itu
mendapatkan kepercayaan dari PT
Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk
mengelola dana US$ 350 juta. Tapi
sayang, dana investasi itu hingga
kini belum juga dikembalikan oleh
Recapital. Alih-alih mengembalikan,
Recapital malah menawarkan
sahamnya kepada BUMI untuk
mengganti duit BUMI yang terlanjur
ditanam di Recapital.
Masalah inilah yang membuat
Rotcshild mempertanyakan asal
duit Rosan untuk membeli Inter
Milan. Kewajibannya di BUMI saja
belum selesai kok malah beli Inter
Milan, begitu kira-kira Rotcshild
meradang. Tidak diketahui persis
berapa nilai kekayaan Rosan dengan
Recapitalnya. Yang jelas saat ini
jumlah perusahaan di bawah naungan
Recapital tidak kurang dari 20
perusahaan dengan jumlah karyawan
mencapai 12 ribu orang.
Selain di Recapital, saat ini
Rosan juga menjabat komisaris untuk
beberapa perusahaan, antara lain
PT Visi Media Asia Tbk, Saratoga
Investama Sedaya, dan Mahaka
Media Tbk. Rosan juga Founder dan
Chairman Amanah Recapital serta
Chairman dan Dewan Pengawas
Yayasan Losari. Dibanding Erick,
sosok Rosan memang tidak begitu
banyak dibicarakan. Namanya baru
mencuat saat terjadi perselisihan di
antara pemegang saham BUMI tahun
lalu disusul pembelian saham Inter
baru-baru ini. Di Recapital, nama
Rosan juga kurang berkibar dibanding
sejawatnya Sandiaga Uno yang
sama-sama membesarkan Recapital.
Begitu juga dengan Handy
Soetedjo. Pengusaha yang sama-
sama gila main basket ini juga dikenal
sebagai pemain di belakang layar,
sehingga sosoknya tidak begitu
dikenal masyarakat. Handy adalah
bos PT Midasia Capital, perusahaan
investasi di sektor batubara, minyak
dan gas, real estate, dan berbagai
perusahaan media.
Jika nilai pembelian dan
komposisi saham Inter benar
sesuai kabar yang berhembus,
maka dari sekitar Rp 4 triliun duit
yang dikeluarkan ketiganya, Erick
mengeluarkan dana sekitar Rp 1,4
triliun (35%), Rosan Rp 1,3 triliun
(32,5%) dan Handy Rp 1,3 triliun
(32,5%).
SAHABAT LAMA
Menurut kabar, antara Erick,
Rosan, dan Handy sudah terjalin
persahabatan yang cukup lama sejak
ketiganya kuliah di Amerika tahun
90-an. Sekembalinya dari Amerika,
mereka berpisah dan memulai
kegiatan masing-masing. Erick ikut
membantu bisnis keluarganya, Rosan
menjadi karyawan sebuah bank dan
Handy bekerja di sebuah perusahaan
biasa.
Erick dan Handy punya hobi
sama: bermain basket. Kabarnya
mereka sering bermain basket
bersama di Kelapa Gading Sport
Center atau Senayan. Tahun 2000-
an ketika ekonomi Indonesia mulai
bangkit, ketiganya bertemu lagi tapi
lebih intens bicara soal bisnis. Atas
prakarsa Erick, ketiganya kemudian
membangun Mahaka Media yang
pada tahun 2001 mengakuisisi harian
Republika.
Hingga detik ini, ketiganya
masih punya saham di Mahaka
Media dengan porsi saham terbesar
dikantungi Erick. Tiga sahabat
ini dianggap sebagai perpaduan
sempurna tiga intuisi bisnis. Erick
pandai menjual, Rosan pandai
mencari pasar, serta Handy pandai
berhitung. Dan kini, mereka resmi
menjadi pemilik mayoritas saham
Inter. Dan Erick meyakini kepada
INFO BISNIS INTERNASIONAL,
bahwa langkahnya ini murni sebagai
bentuk bisnis. “Ya Iyalah. Namanya
Erick Tohir. Lu tahu lah, bukan Erick
Tohir kalau gak bisnis,” ujarnya
bercampur dengan logat Betawi.
Itu artinya, langkah ketiganya
memang sebagai bentuk investasi.
Bahwa kini Inter Milan sedang
dihadapi terbelit persoalan keuangan,
sehingga sulit membeli pemain baru,
namun Erick yakin ke depanya klub
ini akan kembali berjaya, seperti
rekan sekotanya, AC Milan. Bukan
tidak mungkin, ketika Inter sudah
pulih, nantinya mereka menjual
kembali saham Inter seperti halnya
Thaksin menjual Manchester City,
dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Investasi di dunia olahraga itu
jenis investasi jangka panjang. Bukan
kita beli sekarang untung terus untung
besok. Kan perlu ada perencanaan
jangka panjang, ada target-target
yang akan dicapai nanti. Saya yakin
semua pasti ada manfaatnya,” kata
Erick berapi-api. Well, setidaknya
sejarah akan mencatat tiga
pengusaha muda Indonesia pernah
memiliki klub sepakbola berkelas
dunia. / Yayat Suratmo
Erick pandai
menjual, Rosan
pandai mencari
pasar, serta Handy
pandai berhitung.
28 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
LANGKAH
BERIKUTNYA
SANG PRESIDEN BARU
Setelah memastikan diri sebagai pemilik
baru Inter Milan, Eric Thohir kini didapuk
sebagai Presiden Inter Milan yang
baru. Akan ada miliaran dollar kembali
yang harus dikucurkan Erick untuk
mengembalikan kejayaan Nerazurri, mulai
dari membangun stadion baru dan belanja
pemain.
D
engan menggunakan Singapore Airlines dari Bandara Soekarno Hatta,
Erick Thohir, Roslan Roeslani dan Handy Soetedjo, tiba di Bandara
Malpensa, Milan, Kamis pagi, 14 November, pukul 7.26 waktu setempat.
Setelah mendarat di Malpensa, Milan, Erick memasuki sebuah Mercedes
hitam dan langsung menuju Hotel Armani di pusat kota yang pernah
ditempati Thohir pada kunjungan pertama Juli lalu. Kemudian Erick menuju Appiano
Gentile, pusat pelatihan klub Inter untuk bertemu tim dan staf pelatih pimpinan Waltel
Mazzarri.
Erick juga berbicara dengan kapten tim, Javier Zanetti dan bergabung dengan
Massimo Moratti bersama putranya Angelomario Moratti untuk makan siang di pusat
pelatihan tersebut. Sebelum meninggalkan gerbang lokasi pelatihan pengusaha
Indonesia tersebut menghentikan mobil untuk menyapa para penggemar dan
wartawan (yang memberinya tepuk tangan hangat). “Ini adalah pertemuan yang
indah,” kata Erick. “Menarik untuk bisa melihat fasilitas dan bertemu semua orang,
termasuk Mazzarri dan Zanetti. Saya senang berada di sini,” imbuhnya sebagaimana
Cover Story
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 29
dilaporkan oleh La Gazzetta dello
Sport.
Kepada pers setempat,
Erick juga menyatakan, “Saya
senang mengambil bagian dalam
petualangan baru ini. Saya akan
berada di sini selama lebih dari
tiga hari dan berkesempatan
untuk bertemu Moratti dan staf
Nerazzurri,” katanya. Ya, ini
merupakan kunjungan kedua
Erick ke Milan dalam rangka
mengadakan pertemuan
dengan Morrati guna membahas
kelanjutan pembelian klub.
Kunjungan pertamanya pada
Juli lalu membahas proses
akuisisi saham Inter Milan. Dan
sebelumnya, pada September,
keduanya juga sempat bertemu
di Paris, Perancis, untuk
menyelesaikan diskusi panjang
tentang masa depan klub berjuluk
Nerazzurri itu.
Inilah rangkaian perjalanan
Erick Cs sebagai pemegang
baru saham mayoritas Inter
Milan. Hasilnya? Akhirnya
teka-teki siapa pemegang
tampuk kepimpinan tertinggi
Inter terjawab sudah, meski
sebelumnya Erick sempat bilang
Moratti tetap akan menjadi
Presiden Inter. Namun media
setempat sudah mencium akan
terjadinya pergantian pucuk
pimpinan, karena berdasarkan
tradisi bisnis, pemegang saham
terbesar biasanya menduduki
posisi puncak, tidak terkecuali
dalam bisnis sepakbola.
Puncak dari pertemuan
itu akhirnya sepakat, Erick Thohir sebagai pemilik baru,
ditunjuk sebagai presiden baru Inter Milan menggantikan
Massimo Moratti. Situs resmi Inter menulis, International
Sports Capital, perusahaan yang dinakhodai Erick dkk,
resmi ditunjuk sebagai pemegang saham mayoritas klub
dengan kepemilikan sebesar 70%. “Saya sudah temukan
pemilik baru yang mulia sepertinya. Saya yakin mereka
lebih siap tambahkan kesuksesan klub kita tercinta ini.
Saya serahkan Inter ke tangan orang yang tepat. Owner
baru begitu profesional, antusias, dan punya keinginan
kuat melesatkan klub,” beber Moratti seperti dikutip dari
situs resmi Inter.
Memang, Moratti mengaku sempat dipaksa Erick
dkk untuk tetap duduk di kursi presiden klub, namun
ia menolak. “Saya mengucapkan terima kasih atas
penghargaan untuk tetap meminta saya menjadi presiden
klub, tapi Erick dkk lebih tepat menduduki posisi itu, saya
akui posisi itu cukup bergengsi” katanya. Moratti sendiri
setelah lengser, menduduki jabatan baru sebagai presiden
kehormatan Inter.
Kepada wartawan setempat pasca pengukuhannya
sebagai Presiden Inter, Erick mengaku hari itu sebagai
hari yang teristimewa dalam hidupnya. “Hari ini sungguh
jadi saat yang paling spesial dalam hidup saya. Inter
adalah cerita yang hebat tentang sebuah hasrat, sebuah
tradisi kemenangan dan komitmen akan kesempurnaan.
Kepercayan kita datang dari passion dan passion akan
memberi jalan untuk kesuksesan Inter di masa depan.
Forza Inter!” ujar Erick bersemangat.
Erick bahkan sudah mengirimkan sinyal perang urat
syaraf kepada tim sekota, AC Milan, dengan mengatakan,
“Jika Anda tidak berdiri dan melompat, maka Anda adalah
pendukung AC Milan,” celetuk Thohir, seperti dilansir Goal
Italia. Ini merupakan sindiran bagi pendukung AC Milan
yang dikenal lebih senang duduk saat menonton timnya
bermain ketimbang berjingkrak seperti pendukung Inter.
SIAPKAN Rp 1,2 T
So, setelah resmi menjadi Presiden Inter Milan,
Erick Thohir mulai menyusun program. Salah satunya
adalah membangun stadion baru untuk Nerazzurri. Saat
masih melakukan proses penjajakan pembelian Inter,
Thohir memang pernah berjanji akan membangun stadion
baru dan mendatangkan beberapa pemain anyar untuk
memperkuat tim. Untuk merealisasikan janjinya, Erick
sudah bertemu dengan Walikota Milan, Giuliano Pisapia,
untuk membicarakan kemungkinan membangun stadion
baru di Rho Area dan meninggalkan San Siro. “Kami baru
melakukan dialog awal dan akan segera berlanjut. Saya
bisa mengatakan bahwa kami akan bekerjasama dan
berkolaborasi demi kebaikan kota Milan,” katanya.
Pembangunan stadion baru ini bukan cerita baru.
Sejak tahun 2008, Moratti sudah menggaet perusahaan
China China Railway 15th Bureau Group Co., Ltd., untuk
membangun stadion yang namanya masih dirahasiakan
itu. Dalam situs resmi klub yang dipublikasi tahun 2012,
investor China itu bahkan telah setuju membeli 15%
saham inter dan menjadi pemegang saham kedua
terbesar dalam proyek pembangunan stadion baru Inter.
Sayang, kabar itu kemudian menguap tak jelas. Situs
resmi Inter juga tidak lagi melakukan update soal berita itu.
Jika kerjasama dengan investor China itu masih berjalan,
maka Erick dkk sebetulnya tinggal meneruskan saja. Tapi
jika tidak, maka Erick harus siap menggolontorkan uang
lagi demi membangun stadion baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan
stadion baru memang jadi tren. Tengok saja Bayern
Munchen yang mengeluarkan uang 340 juta euro
(Rp 5,3 triliun) untuk membangun Stadion Allianz
Arena yang selesai tahun 2005. Arsenal lebih gila.
Mereka mengeluarkan 430 juta pounds (Rp 7,2 triliun)
kala membangun Stadion Emirates. Klub seri A Italia
tidak ketinggalan, Juventus sudah memperkenalkan
markas baru mereka bernama Juventus Arena yang
30 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
menghabiskan duit 100 juta euro (sekitar Rp1,2 triliun).
Tahun 2008 atau tepat 100 tahun kelahirannya,
Inter juga siap menyusul Juventus dengan membangun
stadion baru berbiaya sekitar 300-400 juta euro (Rp 5-6
triliun) yang rencananya selesai dibangun tahun 2017. Tapi
seperti diungkapkan sebelumnya, proyek ini kemudian tak
jelas kelanjutannya. Dan kedatangan Erick kali itu ingin
mewujudkan impian Interisti (penggemar Inter Milan).
PEMAIN BARU
Program lain yang lain yang diusung Erick, yakni
mendatangkan para pemain anyar demi merebut posisi
tiga besar di kompetisi Serie A musim ini. Per November,
Inter berada di peringkat 4 dalam klasemen sementara
dengan 22 poin. Mereka terpaut 6 poin dari Napoli dan
Juventus yang berada peringkat 2 dan 3. Sementara
pemuncak klasemen masih dikuasai AS Roma dengan 31
poin.
Kabar yang dilansir Football Italia, Erick dkk sudah
menyiapkan dana sebesar 70 juta pound atau sekitar
Rp 1,2 triliun untuk belanja pemain pada Januari 2014
mendatang. Uang itu kabarnya untuk menggaet tiga
pemain bintang dari Liga Premier yakni bek Liverpool,
Daniel Agger, kemudian gelandang serang Manchester
United, Shinji Kagawa, dan mesin gol Manchester
City, Edin Dzeko. Selain tiga nama itu, Inter juga akan
membidik Angel Di Maria, Arda Turan, Jackson Martinez
dan Kurt Zouma.
Sayangnya hingga saat ini, Erick belum bisa
dikonfirmasi soal kebenaran berita itu. Namun jika melihat
target yang dipatok musim ini, belanja pemain memang
wajar dilakukan. Apalagi pelatih Inter Walter Mazzarri juga
sudah memberikan sinyal bahwa timnya memang butuh
suntikan darah segar agar bisa finish di tiga besar.
Sebelumnya pada Oktober, Moratti sempat
mengungkapkan kepada publik ingin membeli pemain
Belgia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan yang
bermain untuk Cagliari. Tapi kabar itu dianggap sebagai
publikasi ‘teaser’(penggoda) dari Moratti. Semua orang
tahu, saat itu Moratti sedang menjajaki penjualan Inter
dengan pengusaha Indonesia yang tak lain adalah Erick
dkk.
Kini, nasib Inter berada di tangan Erick dkk.
Apakah mengandalkan pemain-pemain muda binaan
Inter sebagaimana ia pernah ungkapkan kepada media
di Indonesia, atau akan membeli pemain baru dengan
harga yang tentu saja tidak murah. Yang jelas, mengelola
sebuah klub internasional tidak cukup hanya dengan
bermodal kepemilikan saham.
Berkaca pada Abramovich si pemilik Chelsea, taipan
minyak asal Rusia itu membelanjakan lebih dari 121 juta
pounds (Rp 1,6 triliun) dalam satu musim pertama saja
diluar angka pembelian Chelsea dari pemilik lama. Tahun
berikutnya Abramovich juga mengeluarkan duit yang tidak
sedikit, rata-rata di atas 50 juta pounds. Dalam 10 tahun
mengelola Chelsea, Abramovich telah mengeluarkan duit
713 juta pound (sekitar Rp 14 triliun) hanya untuk belanja
pemain, belum pengeluaran lain. Diyakini duit Abramovich
yang terkuras untuk Chelsea selama ini telah lebih dari 1
miliar pounds. Kemudian berapa keuntungan yang sudah
diperoleh Abramovich? Tidak ada data pasti, yang jelas
dalam kurun waktu sepuluh tahun majalah Forbes pada
April 2013 mencatat Chelsea sebagai klub terkaya nomor
6 dunia dengan nilai kekayaan ditaksir 574 juta pounds
atau sekitar Rp 12 triliun.
Karenanya, dapat dipastikan saku Erick dkk akan
terogoh lebih dalam jika benar-benar ingin membawa
Inter sebagai klub yang disegani di Eropa sebagaimana
dilakukan Moratti bersama Mourinho saat menjuarai piala
Champions tahun 2010. Dana pembelian saham senilai
Rp 5,3 triliun yang dikeluarkan Erick dkk, pasti akan
bertambah menggelembung. Dan darimana lagi dana
Erick dkk untuk mewujudkan impiannya itu? / Yayat Suratmo
Cover Story
Stadion San Siro yang sedianya akan ditinggalkan untuk diganti dengan stadion yang baru oleh Presiden Inter Milan, Erick Thohir.
32 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
ERICK THOHIR
SATU
VISI
DENGAN
MORATTI
B
anyak pengusaha Indonesia yang gila
olahraga, tapi barangkali cuma Erick Thohir
yang benar-benar ‘gila’. Kegilaannya itu
ditunjukkan dengan cara yang tak tanggung-
tanggung, yakni menguasai saham sejumlah
klub olahraga kelas dunia. Setelah membeli
klub basket NBA Philadelphia 76ers dan klub
sepakbola Amerika, DC United, Erick bersama
Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo membeli
70% saham klub sepakbola Seri A Inter Milan dari
tangan Massimo Moratti senilai 350 juta euro atau
sekitar Rp 5,4 triliun.
Alhasil, pria kelahiran Bos Mahaka Media
ini menjadi satu-satunya pengusaha yang memiliki
empat klub olahraga mapan sekaligus. Selain tiga
yang disebut diatas, dia juga pemilik klub basket
Satria BRItama, langganan juara Indonesian
Basketball League (IBL). Awal Oktober lalu, atau
menjelang detik-detik kesepakatan penjualan
Inter Milan, Yayat Suratmo dari INFOBISNIS
INTERNASIONAL sempat mewawancarai pria
yang akrab disapa ‘Mas Eto’ saat membuka
sebuah turnamen basket remaja tingkat Asia, di
Jakarta. Berikut petikannya :
Bisa Anda konfirmasi soal niat Anda membeli saham
Inter Milan?
Itu sudah jelas kok, saya sudah sebut di berbagai media
kalau memang ingin membeli Inter Milan. Amerika kan sudah,
Eropa yang belum. Saya memang ingin punya klub sepakbola
Eropa.
Kenapa Inter Milan?
Kami melihat ketika melakukan investasi di dunia olahraga,
kami memang memilih yang punya history yang bagus, track
record yang bagus, punya fans yang loyal. Contohnya kita masuk
ke Philadeplhia 76ers, itu kan klub basket ternama dunia, punya
sejarah yang bagus. Kami bersyukur bisa dipercaya mereka.
Selanjutnya ke DC United, meski sepakbola di Amerika belum
begitu ngetop karena tradisi mereka bukan sepakbola, DC united
itu salah satu klub yang punya sejarah dan merek yang bagus.
Di Inter Milan, kami juga melakukan itu. Siapa yang tidak kenal
dengan Inter Milan? Jika bicara merek, merek Inter Milan ini kan
sudah ternama. Di Indonesia mereka juga punya fans yang fanatik.
Itu yang kami lihat.
Jadi trademark tetap jadi pertimbangan?
Tentu. Investasi kami bukan investasi bernilai murah. Jika
kita tahu akan mengeluarkan banyak dana untuk membeli sebuah
Cover Story
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 33
klub, sebaiknya membeli klub yang sudah jadi
sekalian. Tinggal kita rawat dan kelola dengan baik.
Saya percaya Mr. Morrati sudah membangun klub
ini susah payah, ada nilai-nilai history yang tidak
bisa dihilangkan begitu saja. Nanti kalau kami
sudah resmi membeli Inter Milan, nilai-nilai ini tetap
kami jaga karena nilai-nilai itulah yang menjadi
trademark Inter Milan.
Bagaimana Anda bisa mendapatkan
kepercayaan dari Morrati?
Keluarga Mr. Morrati tentu sudah
membangun Inter Milan dengan baik. Kami
sangat menghormati itu. Dan saya merasa kita
harus bisa meyakinkan mereka kalau Inter
Milan akan kita jaga sebagaimana yang mereka
lakukan. Ketika kami ingin membeli saham
mereka, seperti masuk rumah orang tentu kita
kulonuwun. Di awal tentu mereka memeriksa
track record kita, siapa kita dan darimana asal
kita. Kan gak bisa main datang dan pengen
beli. Prosesnya mereka harus mengenal kita,
mengetahui bagaimana komitmen kita. Selain
itu kami juga jarang membuat statemen-
statemen soal pembelian ini karena bagi kami,
sebelum kesepakatan itu benar-benar terjadi
maka yang paling berhak bicara adalah Mr. Morrati.
Visi apa yang Anda bawa kepada Morrati sehingga
beliau mau bernegosiasi dengan Anda?
Ini yang menarik, pria Italia itu terkenal gentlemen
dan Mr. Morrati menurut saya tipikal pria Italia seperti
itu. Dia sopan, dia baik, dia lembut. Dia tidak percaya
dengan investasi jangka pendek, misalnya langsung beli
pemain mahal. Dia punya visi bahwa membangun tim itu
perlu waktu, dengan cara mengelola bibit muda. Saya
sampaikan visi saya juga demikian. Alhamdullilah beliau
sependapat.
Berapa dana yang Anda siapkan untuk membeli
Inter Milan?
Jumlahnya tidak usah saya sebutlah. Yang
terpenting proses negosiasi terus berjalan dan sekarang
sudah memasuki tahap finalisasi, yakni bagaimana
membuat detil-detil yang berisi kewajiban masing-masing
pihak. Soal isi perjanjian juga saya tidak bisa sebut, biar
nanti Mr Morrati yang mengeluarkan statement resmi.
Saya tidak mau kesepakatan ini rusak.
Apa saja kira-kira isi perjanjian itu?
Detil kesepakatan itu tidak bisa saya sebutkan.
Untuk kalian (wartawan-red) saya hanya bisa bilang ini
semua prosesnya sudah berjalan dan sudah dalam tahap
finalisasi. Doakan saja.
Sebagai pebisnis, apakah pembelian Inter Milan
juga memperhitungkan bisnis?
Ya Iyalah. Namanya Erick Tohir, lu tahu lah, bukan
Erick Tohir kalau gak bisnis.
Membeli Inter Milan menguntungkan?
Kalau bicara untung, tidak bisa dilihat sekarang. Tapi
nanti di masa depan. Semua itu perlu proses.
Kabarnya Philadelphia 76ers dan DC United
belum untung, kok nekat beli Inter Milan?
Kata siapa belum untung? Investasi di dunia
olahraga itu jenis investasi jangka panjang. Bukan kita
beli sekarang untung terus untung besok. Kan perlu ada
perencanaan jangka panjang, ada target-target yang akan
dicapai nanti. Saya yakin semua pasti ada manfaatnya.
Jadi investasi Philadelphia 76ers dan DC United
sudah kelihatan untung?
Kamu wartawan bisnis, pertanyaannya bisnis
melulu. Ha-ha-ha. Yang dilihat jangan itu. Ini kan seuatu
kebanggaan bagi kita, anak bangsa bisa memiliki saham
klub-klub internasional. Bangga dong. Saya sendiri
merasa sangat terhormat bisa mendapat kepercayan dari
pemilik Philadelphia 76ers dan DC United sebelumnya.
Kehormatan inilah yang menurut saya tidak ternilai
harganya.
Apa rencana Anda untuk Inter Milan kelak?
Inter Milan punya history yang bagus. Kami akan
berusaha menjaga tradisi itu.
Sudah siapkan dana investasi untuk memperkuat
skuad Inter Milan?
Kami percaya, membentuk tim itu tidak bisa instan.
Tentu nanti ada program-program pembelian pemain, tapi
seperti yang sudah disepakati oleh manajemen Inter Milan
dibawah pelatih Andrea Stramaccioni, bahwa pemain
muda akan diberikan kesempatan lebih.
Ini pertanyaan klise tapi perlu ditanyakan, Anda
akan memasukkan pemain Indonesia ke Inter Milan?
Begini, ibarat nyetir mobil, sekarang ini ada jalan
yang sudah bagus, sudah lurus, tinggal tergantung yang
nyetir. Kalau nyetirnya tabrak sana-tabrak sini, jalan itu
jadi tidak berfungsi. Nah jalan itu harus bisa dimanfaatkan
oleh individu-individu sepakbola muda Indonesia.
Kesempatan pasti selalu ada, gak usah khawatir. / Yayat
Suratmo
34 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
SEJARAH PANJANG
“SI BIRU-HITAM”
Inter Milan memiliki sejarah panjang sebelum saat ini menjadi
salah satu klub paling dikenal di muka bumi. Ada masa-masa indah,
tapi ada juga masa-masa suram. Semua terangkum dalam sejarah
klub berjulukan “Nerazzuri” atau “Si Biru-Hitam” yang berlangsung
lebih dari 100 tahun.
I
nternazionale Milano atau lebih dikenal dunia sebagai
Inter Milan memang merupakan sebuah klub Italia
yang memiliki segudang prestasi. “Si Biru-Hitam”
telah memenangi 30 trofi domestik, yaitu 18 gelar
juara Serie A, tujuh gelar juara Coppa Italia, serta lima
gelar juara Supercoppa Italiana. Bahkan, antara periode
2006 sampai 2010, Inter mencatatkan rekor raihan lima
gelar juara Serie A berturut-turut, suatu pencapaian yang
tentunya sangat luar biasa.
Tak hanya di level domestik, di kancah kompetisi
Eropa pun Inter menorehkan prestasi. Klub tersebut tercatat
telah mengantongi tiga gelar juara Liga Champions, yaitu
pada tahun 1964, 1965, dan terakhir 2010. Gelar juara
Liga Champions terakhir yang diraih Inter menjadi sangat
istimewa karena dibarengi dengan gelar juara Serie A dan
Coppa Italia, menjadikan tahun 2010 sebagai tahun treble
winner bagi Inter. Saat itu, Javier Zanetti dan kawan-kawan
ditangani pelatih genius asal Portugal, Jose Mourinho.
Diluar tiga gelar juara Liga Champions, klub ini
juga meraih tiga gelar juara Piala UEFA, dua Piala
Intercontinental, dan satu gelar juara FIFA Club World
Cup. Tentu raihan gelar juara sedemikian banyak tak diraih
secara tiba-tiba. Inter telah melalui perjalanan panjang yang
berliku, yang dihiasi masa indah dan masa kelam. Klub
yang bermarkas di Stadion Giuseppe Meazza ini didirikan
pada tanggal 9 Maret 1908 dengan nama Football Club
Cover Story
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 35
Internazionale. Pendirian klub dilakukan
sehubungan keinginan beberapa anggota
Milan Cricket and Football Club untuk
memisahkan diri dan membuat klub
sepakbola sendiri.
Pada tahun 1928, saat era fasisme
berlangsung di Italia, Inter dipaksa
bergabung dengan Unione Sportiva
Milanese dan menjadi Societa Sportiva
dan kemudian Associazione Sportiva
Ambrosiana. Seragam kebanggaan
biru-hitam pun berganti dengan kaus
putih dengan lambing salib merah. Para
fans tak ingin nama Inter terlupakan dan
memaksa penyematan nama Inter pada
klub, sehingga presiden klub saat itu,
Pozzani, mengganti nama klub menjadi
Associazione Sportiva Ambrosiana-Inter.
Inter memenangi gelar juara Serie
A pertamanya pada musim 1909-1910.
Sedangkan gelar Coppa Italia pertama
diraih pada musim 1938-1939, saat diperkuat pemain
legendaris Giuseppe Meazza. Seusai Perang Dunia II,
nama klub berubah menjadi FC Internazionale Milano, yang
sampai saat ini nama tersebut tetap digunakan “Si Biru-
Hitam”.
GRANDE INTER
Pada tahun 1960, Inter ditukangi pelatih jenius
Helenio Herrera yang sebelumnya melatih Barcelona.
Datang bersama Herrera ke Inter adalah pemain gelandang
Barcelona Luis Suarez yang merupakan peraih European
Footballer of the Year. Dengan dukungan Suarez, Herrera
kemudian memodifikasi taktik Inter, menempatkan seorang
libero di belakang dua bek tengah. Kemajuan pesat pun
dialami Inter. Pada musim pertama di bawah kepemimpinan
Herrera, Inter menempati peringkat ketiga. Tahun berikutnya
Inter di peringkat kedua, sedangkan pada tahun ketiga
gelar juara Serie A diraih. Pencapaian besar kemudian
diraih Herrera dan Inter dengan memenangi gelar juara Liga
Champions 1964 dan 1965.
Saat itu, tim Inter sangat disegani di Eropa dan
mendapat julukan Grande Inter. Selain diperkuat Suarez,
Inter juga diawaki pemain-pemain hebat macam Tarcisio
Burgnich, Giacinto Facchetti, Armando Picchi, Jair, Mario
Corso, dan Sandro Mazzola. Setelah berakhirnya masa
keemasan Herrera, kesuksesan Inter tak serta merta surut.
Pada era ’80-an, Inter berhasil memenangi beberapa gelar
domestik.
MASA SURAM DAN KEBANGKITAN
Era berganti dan periode ’90-an menjadi masa suram
bagi Inter. Saat tim-tim seteru abadi macam Milan dan
Juventus merajai Italia dan Eropa, prestasi Inter cenderung
mandeg. Bahkan, pada musim 1993-1994, Inter nyaris
terdegradasi.
Kehadiran pemilik baru Massimo Moratti, yang
mengambil alih klub dari Ernesto Pellegrini pada 1995, tidak
serta merta mendongkrak prestasi Inter. Padahal, Moratti
mendatangkan banyak pemain hebat ke Inter, seperti
Ronaldo dari Barcelona dengan banderol harga 19,5 juta
pound sterling dan Christian Vieri dari Lazio dengan nilai
transfer 31 juta pound sterling.
Dekade 1990-an tercatat menjadi dekade paling
mengecewakan bagi Inter, dengan torehan buruk tak meraih
satu pun gelar Serie A pada dekade tersebut.
Beruntung, Moratti tidak patah arang dan secara
konsisten terus menyokong Inter. Prestasi “Si Biru-Hitam”
terus meningkat, dan pada musim 2002-2003 meraih
peringkat kedua Serie A. Penunjukan Roberto Mancini
sebagai pelatih pada 1 Juli 2004 membawa Inter bermain
dengan lebih baik dari sebelumnya dan berhasil meraih
gelar juara Coppa Italia 2005. Sukses ini berlanjut pada
tahun berikutnya.
Inter dianugerahi gelar juara Serie A musim 2005-
2006 setelah Juventus dan AC Milan mendapat hukuman
pengurangan poin akibat keterlibatan dua klub tersebut
dalam skandal pengaturan pertandingan. Juventus bahkan
terdegradasi ke Serie B akibat skandal ini. Masa emas
kemudian dinikmati oleh Inter, dimana “Si Biru-Hitam”
meraih gelar juara Serie A alias Scudetto lima kali berturut
turut, antara musim 2005-2006 sampai musim 2009-2010.
Musim 2009-2010 semakin berkesan dengan pencapaian
pelatih Mourinho membawa Inter turut memenangi Coppa
Italia dan Liga Champions.
Usai menjadi treble winner, Inter hanya meraih
gelar juara Coppa Italia 2011. Tentu dengan bergantinya
kepemilikan klub dari Moratti ke tangan Erick Thohir cs
dengan dana mencapai US$501 juta pertengahan Oktober
lalu diharapkan akan dapat semakin membuat klub tersebut
semakin berprestasi. Buona. / Rezy Anindito
Skuad Inter Milan dalam sebuah pertandingan Serie A musim 2013-2014.
N
E
T
36 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Pembelian klub Inter Milan oleh
Erick Thohir Cs ternyata menuai
protes Nathaniel Rothschild,
lantaran rekan Erick, Rosan
Roeslani belum menuntaskan
tanggungan sebesar USD 173
juta pada semasa menjabat
sebagai direktur Bumi Plc
(BUMI), perusahaan batu bara
yang listed di bursa London
tersebut.
PROTES!
DARI
MANTAN
REKAN
KONGSI
uang tersebut nantinya bakal menghapus tuduhan
yang ada.
Menurut Rothschild, “Roeslani bebas saja
menggunakan uang yang ada karena Dewan
Direktur Bumi gagal mengambil langkah tegas
padanya.” Pria berusia 42 tahun yang punya 21
persen voting rights di Bumi itu keluar dari jajaran
Direksi Bumi pada Oktober tahun lalu setelah
cekcok dengan keluarga Bakrie. Sementara
tanggungan belum kelar, koran Italia Corriere
Della Sera melaporkan bulan lalu bahwa saham
B
EGITU kabar pembelian klub Inter Milan
mencuat, Nathaniel Rothschild segera
melancarkan serangan protes. Sebab,
menurut Rothschild, apa yang dilakukan
Rosan Roeslani menunjukkan
pengusaha itu tidak bertanggungjawab atas dana
Bumi Plc yang hilang. Tanggungan belum lunas,
Rosan malah membeli tim sepak bola Seri A Italia:
Iternazionale Milano SpA.Perlu diketahui, Rosan
Roeslani dulunya adalah Direktur Bumi Plc yang
berasal dari Indonesia. Posisi tersebut diembannya
hingga Desember 2012. Yang bersangkutan juga
mengelola anak perusahaan pertambangan batu
bara yang terbesar, yakni Berau Coal, hingga
Januari 2013.
Pada Juni lalu, dalam pertemuan perusahaan
diumumkan bahwa Roeslani sepakat membayar
sebesar USD 173 juta dari tanggungan sebesar
USD 201 juta. Uang senilai itu ‘raib’ entah kemana
tanpa tujuan jelas. Namun, uniknya, Roeslani tidak
mendapat tuduhan apapun dan pengembalian
Cover Story
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 37
Inter Milan akan dibeli oleh tiga orang pebisnis
Indonesia dengan nilai EUR 300 juta, setara USD
411 juta.
Pada Bloomberg, Roeslani membela diri,
mengatakan bahwa pembayaran pada Bumi Plc
akan dilakukan per 26 Desember 2013 nanti.
Di saat yang sama, Roeslan, yang tampaknya
gemar sepak bola, mengatakan bahwa investasi di
Inter Milan ini sama sekali tak ada hubungannya
dengan komitmen Bumi. “Sungguh tak masuk akal
menghubungkan investasi Inter Milan ini dengan
situasi di Bumi,” tandasnya.
Pernyataan Rothschild cukup menggelikan
bagi seorang klan pebisnis yang telah memiliki
imperium finansial menyebar di seluruh dunia
semenjak awal tahun 1800an. Tampak seperti
meremehkan profesionalitas perusahaan
Indonesia, Roeslani memberikan penjelasan lebih
lanjut. “Kami punya komite investasi independen
guna mengidentifikasi peluang investasi maupun
risiko yang ada. Kasus Bumi adalah topik lama
yang sudah menemukan jalan keluar dan akan
dilaksanakan dengan penuh transparansi dan
komitmen utuh,” tandas Rothschild.
Di saat yang sama, Bumi punya perjanjian
dengan Roeslani guna mengembalikan aset. Hal ini
menunjukkan bahwa Roeslani tidak bisa disalahkan
atas sesuatu yang melanggar hukum. Pada Mei
lalu, laporan audit keuangan internal perusahaan
mendapati ada pengeluaran sebesar USD 201 juta
tanpa alokasi dan tujuan jelas. Sebulan kemudian
Roeslani bersedia mengembalikan sebesar USD
173 juta dalam bentuk aset dan uang tunai pada
Bumi.
Kasus ini sendiri telah menarik perhatian
Serious Fraud Office asal Inggris.
Sejak awal mula berdiri, Bumi sendiri
berulang kali mengalami bentrokan di lingkup
direktur. Tak berhenti di seputaran manajemen,
Bumi dihantam oleh anjloknya harga batu bara
dunia dan tak luput dari inspeksi berdasar
kejahatan keuangan. Puncaknya adalah
ambruknya nilai saham Bumi Plc lebih dari 80
perssen dalam 3 (tiga) tahun semenjak IPO
Vallar Plc milik Rothschild. Produsen batu bara itu
melaporkan kerugian sebesar USD 2,3 miliar per
tahun 2012.
Hal yang membuat Rothschild tersinggung
adalah tidak ada langkah apapun dari Bumi dan,
yang lebih mengherankan lagi, ada lagi kehilangan
tambahan sebesar USD 207 juta sehingga per
akhir Desember 2012 totalnya mencapai USD 282
juta. “Saya telah meminta bantuan regulator Inggris
untuk bertindak tegas karena dewan direksi tak
bisa mengambil langkah tegas.”
Rothschild bahkan pernah mengkritik
dewan direksi Bumi sebagai lambat beraksi guna
mengembalikan dana tersebut dan berulang kali
meminta Samir Tan selaku pimpinan untuk mundur.
Tapi, di luar kritikan Nathaniel, proses pembelian
Inter Milan terus berjalan, dan berakhir dengan
kesepakatan. Meski International Sports Capital,
kini ada dalam kekuasaan Erick Thohir, Roeslani
dan Handi Soetejdjo, namun kendali bisnis klub
tetap ada pada Massimo Morrati. Klub itu sendiri
menolak menceritakan secara detil kondisi finansial
seputaran transaksi maupun transaksi itu sendiri. /
Farid Solana
N
E
T
N
E
T
38 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
10
Survei
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 39
PERUSAHAAN IT
TERBESAR DUNIA
Ada satu perubahan yang cukup mencolok di sekitar
pergantian milenium, terutama dilihat dari segi bisnis.
Sekitar dua atau tiga dasawarsa lalu, dunia bisnis masih
dikuasai oleh sektor perdagangan, pertambangan, atau
pertanian. Namun, kini posisi tersebut berubah dengan
kemajuan teknologi informasi. Tumbuh pesat sejak satu
dasawarsa terakhir, bisnis di sektor teknologi informasi
dan komunikasi berhasil menduduki posisi tertinggi
dengan capaian revenue menakjubkan.
D
an, sebagaimana sektor bisnis yang popularitasnya
tergeser, sektor teknologi informasi tampak masih
menjanjikan hingga periode yang tidak diketahui
batasannya. Pada edisi ini, INFO BISNIS
INTERNASIONAL menyajikan daftar 10 perusahaan
global yang merajai dunia teknologi informasi dan komunikasi. Walau
sektor ini tumbuh pesat pada kisaran pergantian milenium, sebagian
besar perusahaan tersebut lahir jauh hari sebelum ada prediksi akan
kemajuan sektor tersebut.
40 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Survei
IBM
Di tengah pemain baru, nama
IBM masih muncul sebagai salah satu
korporasi teknologi informasi dan
komunikasi terbaik. Eksis lebih dari
seabad, perusahaan yang didirikan
pada tahun 1911 itu beroperasi di 5
(lima) segmen bisnis: Global Technology
Services (GTS), Global Business
Services (GBS), Software, Systems
and Technology dan Global Financing.
Masing-masing segmen punya titik berat
tersendiri. GTS, misalnya, menyediakan
layanan infrastruktur IT dan layanan
business process.
Sementara itu, GBS menyediakan
layanan profesional dan layanan aplikasi
manajemen. Adapun segmen Software
terdiri dari perangkat lunak middleware
dan sistem operasi. Segmen Systems
and Technology membantu klien dengan
berbagai solusi bisnis yang memerlukan
daya komputasi dan kapasitas
penyimpanan tinggi. Global Financing,
yang terakhir, bergerak di ranah
financing asset, menggarap persoalan
hutang dan mengelola berbagai risiko
yang terkait dengannya. Korporat yang
berkantor pusat di Armonk, New York,
tersebut tak berhenti berkembang. Di
tahun 2012, misalnya, IBM mengakuisisi
Kenexa dan di 2013 ini berhasil membeli
StoredIQ.
Samsung Electronics
Siapa menyangka bahwa penguasa
smartphone berbasis Android ini sebenarnya
banyak berkutat dengan produk-produk
elektronik rumah tangga? Pada saat didirikan,
Samsung Electronics punya dua divisi
utama, yakni divisi produk akhir dan produksi
komponen. Dari divisi pertama lahirlah produk
seperti TV digital, monitor, printer, AC, kulkas
serta peralatan komunikasi seperti ponsel
maupun sistem jaringan.
Adapun divisi komponen menghasilkan
produk berbasis semikonduktor seperti memori,
storage system serta produk berbasis LCD
seperti LCD TFT dan active-matrix organic
light-emitting diode (AMOLED). Perusahaan
yang didirikan tahun 1969 itu berulang kali
mengalami melakukan merger dan akuisisi demi
memenuhi perkembangan jaman. Hasilnya kita
saksikan sendiri, yakni Korea Selatan mewujud
sebagai salah satu raksasa elektronik dunia.
Apple Inc
Konsumen yang menghargai inovasi dan produk cerdas bisa
dipastikan mengenal Apple, Inc. Perusahaan yang didirikan oleh
mendiang Steve Jobs ini tak main-main dalam menggarap sektor
telekomunikasi tanpa menanggalkan unsur seni dan hiburan. Publik
pun terhibur oleh berbagai produk Apple yang merentang mulai dari
ponsel dan peralatan multimedia, komputer pribadi, solusi untuk
jaringan, peripheral, dan konten digital dan aplikasi pihak ketiga.
Kesemuanya hadir dalam balutan merek-merek seperti iPhone,
iPad, Mac, iPod, Apple TV, iOS dan sistem operasi OS X, iCloud dan
aneka asesoris yang menunjang performa produknya. Tak berhenti
sampai di sini, hasrat korporat yang didirikan tahun 1976 itu untuk
mempertahankan kualitasnya pun diwujudkan dalam penyediaan
konten multimedia maupun aplikasi yang nangkring di iTunes Store,
App Store SM, iBookstoreSM dan Mac App Store.
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 41
Cisco
Perusahaan IT yang bergerak di sistem
jaringan memang tidak populer. Tak banyak
publik yang mengenal dengan pasti sosok Cisco
System. Padahal, perusahaan yang merancang,
membuat serta menjual sendiri jaringan berbasis
Internet Protocol (IP) dan produk lain yang
berbasis teknologi informasi dan komunikasi itu
tahun ini mencapai penjualan tak sedikit: USD
47,25 miliar! Korporasi yang berdiri tahun 1984
tersebut menyediakan sederetan produk guna
menghantarkan data, suara dan video.
Visioner, Cisco berhasrat mengubah cara
orang berkomunikasi, berhubungan satu sama lain,
dan bahkan berkolaborasi melalui 5 (lima) divisi:
Amerika Serikat dan Kanada, Pasar Eropa, Pasar
Negara Berkembang, Asia Pasifik dan Jepang.
Sebagaimana perusahaan besar lain, Cisco yang
berkantor pusat di San Jose, California, ini tak
lepas dari godaan atas akuisisi. Nama-nama
seperti Meraki, Inc., Cariden Technologies, Inc. dan
BroadHop, Inc. hanya tinggal kenangan karena
telah dibeli oleh Cisco.
Google
Suka berselancar dan mencari jawaban
via Internet? Tentu www.google.com yang
terlebih dahulu diakses. Memang, perusahaan
teknologi global ini dikenal sebagai mesin pencari
terbaik karena memang fokus menggarap sektor
dimana orang berhubungan dengan pencarian
informasi. Sudah bisa dipastikan bahwa sumber
pendapatan terbesar perusahaan yang didirikan
di tahun 1998 ini adalah iklan online. Namun, per
31 Desember 2011, bisnis Google mengalami
perubahan arah. Ia tak lagi menggarap sektor
search dan advertising, tapi juga penyediaan
sistem operasi dan platform serta enterprise.
AdWords, yang bertindak sebagai
jembatan antara dunia bisnis dengan pengiklanan
produk, ditingkatkan efisiensi dan kualitasnya.
Selain itu, pihak ketiga yang memanfaatkan
Google Network mulai melibatkan AdSense
program sehingga bisa meraup iklan-iklan yang
relevan dengan kontennya guna menghasilkan
keuntungan. Pada Mei 2012, Google berhasil
membeli Motorola Mobility Holdings, Inc. Ini
bukan satu-satunya akuisisi yang pernah
dilakukan Google. Tercatat pula nama-nama
seperti PushLife dan Wildfire dalam daftar
korporasi yang pernah dibelinya. Selain itu,
perusahaan yang berkantor pusat di Mountain
View, California itu juga mengembangkan media
sosialnya sendiri, yakni Google+, yang per
Januari 2012 telah memiliki lebih dari 90 juta
akun.
Amazon.com
Anda yang doyan belanja online tentu tak asing
lagi dengan nama Amazon.com. Perusahaan yang resmi
berdiri pada 28 Mei 1996 itu melayani konsumen dunia
online via situs retail miliknya dan fokus memuaskan
calon pelanggan dengan memberi nilai lebih pada
pemilihan produk, harga kompetitif, dan kenyamanan
berbelanja. Namun, Amazon tak berhenti hanya sebagai
supermarket online. Ia turut membuat dan memasarkan
produknya sendiri via website.
Publik mengenalnya sebagai Kindle. Alat
portabel itu menawarkan program yang memungkinkan
seseorang bisa menjual produknya di situs tersebut
dan situs pribadi mereka sendiri, juga menuntaskan
pemesanan barang sekaligus. Kindle juga
memungkinkan para penulis, musisi, pembuat film dan
pengembang app untuk mempublikasikan serta menjual
produk mereka. Mengerti betul perkembangan dunia
perdagangan online, Amazon.com membagi divisinya ke
dua segmen besar: Amerika Utara dan Internasional.
Divisi Amerika Utara fokus mengelola hasil
penjualan consumer products via situs seperti www.
amazon.com dan www.amazon.ca. Sisanya digarap oleh
divisi internasional. Masih menjadi yang terbaik di dunia
perdagangan online, perusahaan yang berkantor pusat
di Seattle, Washington, itu terus mengembangkan diri
melalui sejumlah akuisisi. Pada Mei tahun lalu, misalnya,
Kiva Systems, Inc. (Kiva), berhasil dibeli oleh Amazon.
42 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Survei
Accenture
Mungkin sebagian besar pembaca heran
mengapa nama Accenture masuk dalam daftar
ini. Memang, tak sedikit yang mengetahui bahwa
perusahaan yang berdiri tahun 1995 ini bergerak
di sektor layanan komputer, khususnya dalam hal
pemberian management consulting dan layanan
teknologi dan outsourcing. Perusahaan yang kini
di bawah pimpinan Pierre Nanterme tersebut
memiliki 5 (lima) divisi operasional utama, yang
masing-masing bekerja sama membawahi 19
anak perusahaan yang melayani konsumen di
seluruh dunia.
Kelima divisi tersebut antara lain adalah
Communications, Media & Technology,
Financial Services, Health & Public Services,
serta Products and Resources. Menguasai
pasar global tak berarti Accenture berdiam diri.
Ia tak berhenti membeli perusahaan. Nama-
nama seperti Zenta, Neo Metrics Analytics S.L,
Octagon Research Solutions, Inc., dan Nokia
Siemens Networks Internet Protocol television,
dan avVenta Worldwide tak lepas dari target
pembelian korporasi yang berbasis di Irlandia
tersebut.
Oracle
Nasib tak jauh berbeda dengan Cisco dialami oleh Oracle
Corporation. Tak bisa dipungkiri bahwa hanya praktisi IT saja
yang mengenal dengan baik provider produk dan layanan
software dan hardware kantoran yang dipimpin oleh Lawrence
Ellison itu. Oracle sendiri mengelompokkan bisnisnya ke tiga
lini utama: perangkat lunak, perangkat keras dan layanan.
Sementara itu, divisi perangkat lunaknya fokus menggarap
dua segmen yakni new software licenses dan software license
updates and product support.
Sementara itu divisi perangkat keras perusahaan yang
berdiri pada tahun 1977 itu menggarap dua segmen, yakni
produk sistem perangkat keras dan layanan konsultasi,
cloud computing, dan layanan pendidikan. Pada tahun 2012,
perusahaan yang berkantor pusat di Redwood City, California,
tersebut berhasil melakukan akuisisi besar dengan membeli
RightNow Technologies, Inc. dan Taleo Corporation.
Microsoft
Kehadiran pemain baru di sektor
Software & Programming ternyata tak
berhasil mengusik posisi Microsoft sebagai
yang terbaik. Korporasi besutan Bill Gates di
tahun 1975 itu masih juga menguasai bidang
pengembangan, lisensi dan support atas
serangkaian rentang produk dan layanan
perangkat lunak. Tak hanya itu, perusahaan
yang kini dipegang oleh Steven Ballmer, juga
menjual dan merancang perangkat keras
dan turut serta meramaikan pasar iklan
dunia online. Berkantor pusat di Redmond,
Washington, Microsoft memiliki 5 (lima)
segmen: Windows & Windows Live Division
(Windows Division), Server & Tools, Online
Service Division (OSD), Microsoft Business
Division (MBD), dan Entertainment and
Devices Division (EDD).
Tak mengherankan jika Microsoft
di kemudian hari menghasilkan produk
dengan rentang cukup luas mulai dari
sistem operasi untuk PC, server, telepon
dan berbagai perangkat cerdas lainnya;
aplikasi server untuk distributed computing
environment; aplikasi untuk menunjang
produktifitas; aplikasi solusi bisnis; serta
perangkat untuk manajemen dekstop dan
server. Dan, sebagai pemain lama, Microsoft
tak lepas dari proses akuisisi dan pembelian
perusahaan anyar – yang berpotensi menjadi
saingannya, mungkin. Pada Juli 2012,
misalnya, Microsoft membeli perangkat lunak
dan produk intelektual Edgewater Fullscope’s
Process Industries 2 (PI2). Di bulan yang
sama, Comcast Corp. membeli 50% saham
Microsoft di MSNBC.com. Perusahaan seperti
PhoneFactor Inc dan Yammer, Inc. tak lepas
dari daftar mereka yang dibeli oleh Microsoft.
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 43
EMC
Nama EMC Corporation tentu tak
asing lagi bagi pasar Indonesia. Perusahaan
yang didirikan pada 1979 itu bersama
anak perusahaannya mengembangkan
serta menghantarkan serangkaian produk
di seputaran IT mulai dari teknologi
infrastruktur virtual maupun real hingga
layanan solusi. EMC sendiri mengelola
dua kategori bisnis, yakni EMC Information
Infrastructure dan VMware Virtual
Infrastructure.
Divisi pertama menyediakan pondasi
teknologi bagi perusahaan yang ingin
menyimpan, mengelola, melindungi,
menganalisis dan mengamankan informasi
perusahaan yang tersimpan di tradition data
center, virtual data center dan infrastruktur
IT berbasis cloud. Saking luasnya area
garapan divisi ini, maka dibuatlah 3 (tiga)
sub-divisi, yakni Information Storage,
Information Intelligence dan RSA
Information Security. Sementara itu, divisi
VMware berurusan dengan virtualisasi dan
infrastruktur cloud berbasis virtualisasi.
Perusahaan yang dipimpin oleh Joseph
Tucci tersebut berkantor pusat di Hopkinton,
Massachusetts.
Samsung Electronics
Semikonduktor
88.504 tenaga kerja
Revenue: USD 187,85 miliar.
Apple
Computer Hardware
72.800 tenaga kerja
Revenue: USD 164,69 miliar.
IBM
Computer Services
466.995 tenaga kerja
Revenue: USD 104,51 miliar.
Microsoft
Software & Programming
94.000 tenaga kerja
Revenue: USD 72,93 miliar.
Amazon.com
Internet & Catalog Retail
88.400 tenaga kerja
Revenue: USD 61,09 miliar.
EMC
Computer Storage Devices
60.000 tenaga kerja
Revenue: USD 21,71 miliar.
Accenture
Computer Services
259.000 tenaga kerja
Revenue: USD 30,09 miliar.
Oracle
Software & Programming
117.229 tenaga kerja
Revenue: USD 37,15 miliar.
Cisco
Communication Equip.
66.639 tenaga kerja
Revenue: USD 47,25 miliar.
Google
Computer Services
53.861 tenaga kerja
Revenue: USD 50,18 miliar.
7%
5%
34%
7%
6%
4%
5%
9%
19%
4%
Diagram (Dalam) : Perbandingan Total Revenue Diagram (Luar) : Perbandingan Jumlah Pegawai
24%
21%
13%
9%
8%
7%
6%
5%
4%
3%
44 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Tempat tinggal mahasiswa
berupa kos-kosan mulai
ketinggalan jaman. Kini para
pengembang mulai melirik
kaum intelektual muda
sebagai target market dengan
membangun apartemen di
sejumlah kota.
MEMBIDIK
PASAR
AKADEMISI
BERADA
NET
Properti
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 45
B
ERITA miris datang dari
tanah Tiongkok beberapa
waktu lalu. Media di negara
tersebut mengungkap
kenyataan bahwa para
mahasiswa yang melakukan studi di
Beijing, ibukota China, harus hidup
berhimpit-himpitan dalam kamar
apartemen yang sesungguhnya tidak
murah harga sewanya. Satu kamar
apartemen yang kurang lebih hanya
berukuran 80 meter persegi ditempati
oleh 25 orang mahasiswa. Padahal,
harga sewa apartemen tersebut
tidaklah murah, mencapai US$ 3.258
per bulan. Dibagi 25 orang, maka rata-
rata satu orang harus mengeluarkan
uang sekitar US$ 130 atau Rp 1,3 juta
per bulan untuk sewa kamar.
Beruntung bagi para mahasiswa
Indonesia, kisah mengenaskan dari
Beijing tersebut tidak berlaku di negeri
ini. Setidaknya hanya dengan Rp 500
ribu hingga Rp 1 juta, para mahasiswa
sudah bisa mendapatkan tempat
tinggal yang cukup layak. Bahkan
untuk sewa kost di atas Rp 500 ribu
per orang per bulan, biasanya sudah
mendapat fasilitas tempat tidur, lemari,
meja dan kursi, layanan cuci, kamar
mandi sendiri, dan ruangan dilengkapi
dengan penyejuk udara (AC). Terlebih
di setiap lingkungan kampus pasti
terdapat terdapat tempat-tempat
kost, yang bisa disesuaikan dengan
kemampuan kantong pribadi.
Nah, kamar dengan segala
fasilitas yang ada di dalamnya,
kini bukan lagi bisnis yang dilakoni
para pemilik rumah besar di dekat
kampus untuk mendirikan tempat
kost, tapi juga para pengembang.
Jika dicermati, kini para pengembang
nasional dalam beberapa tahun
mulai getol membangun apartemen
sederhana di lokasi yang dekat dengan
lingkungan kampus, yang tentunya
untuk menyasar para mahasiswa
sebagai konsumennya. Pembangunan
apartemen untuk mahasiswa ini
tidak hanya berlangsung di kawasan
Jakarta dan sekitarnya, namun juga
di kota-kota lain macam Malang,
Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan
kota besar lainnya.
PT Adhi Persada Properti (APP),
anak perusahaan PT Adhi Karya Tbk
yang merupakan perusahaan BUMN
jasa konstruksi terbesar di Indonesia,
bahkan telah mengembangkan
apartemen mahasiswa di kawasan
Depok yang merupakan lokasi
beberapa kampus ternama seperti
Universitas Indonesia, Universitas
Gunadarma, dan lainnya dengan nama
apartemen Taman Melati Margonda.
Antusiasme konsumen mahasiswa
terhadap hunian pencakar langit ini
sangat tinggi, terbukti dari kenyataan
bahwa Apartemen Taman Melati
Margonda hampir terjual seluruhnya
saat ini.
Mengikuti jejak kesuksesan
apartemen Taman Melati Margonda,
APP membangun Apartemen Grand
Taman Melati Margonda dengan
nilai investasi mencapi Rp 150 miliar.
Komplek apartemen ini diharapkan
akan selesai dibangun akhir tahun
2013 ini. Grand Taman Melati
Margonda nantinya akan memiliki 27
lantai, dengan jumlah unit apartemen
mencapai 513 unit. Harga per unit
apartemen yang ditawarkan antara
Rp 361 juta sampai Rp 554 juta. Ini
memang dimaksudkan bagi para
mahasiswa dari golongan The Have.
Tak hanya di kawasan Depok,
proyek apartemen mahasiswa juga
akan dilakukan APP di berbagai
kawasan kampus di berbagai
daerah di Indonesia. Dekat dengan
kawasan Jatinangor, Jawa Barat,
yang merupakan lokasi kampus
Universitas Padjajaran, akan dibangun
komplek apartemen Taman Melati
Jatinangor. Di kota Malang, dekat
dengan Universitas Muhammadiyah
Malang, rencananya akan dibangun
komplek apartemen Taman Melati
Dinoyo. Sedangkan di Kota Pahlawan,
Surabaya, akan dibangun komplek
apartemen Grand Dhika Keputih
dengan luas mencapai 12.900 meter
persegi yang berlokasi dekat dengan
Institut Teknologi Surabaya (ITS).
“Karena peminatnya begitu
besar, kami juga akan membangun
Apartemen Mataram City Yogyakarta
N
E
T
46 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
di lokasi lain yang dekat dengan
perguruan tinggi, seperti di Bandung,
Malang, dan Surabaya,” terang
Direktur Utama APP, Ipuk Nimpuno,
kepada media. Menurut Ipuk, gaya
hidup di hunian vertikal saat ini telah
menjadi bagian dari kehidupan kaum
muda, termasuk juga para mahasiswa.
Apartemen mahasiswa terutama
dapat diserap oleh mahasiswa
dari luar kota, yang membutuhkan
tempat tinggal permanen selama
mereka melakukan studi di kampus
mereka. Dari berbagai proyek
apartemen mahasiswa yang telah
dan akan dibangun, diharapkan dapat
menyumbang Rp 250 miliar terhadap
pendapatan APP.
Tak hanya kontraktor plat merah,
dari kalangan murni swasta pun
ikut membidik pasar akademisi dari
kalangan berada. Salah satunya, PT
Lippo Karawaci Tbk yang merupakan
salah satu perusahaan pengembang
swasta terbesar di Indonesia saat
ini. Pengembang dari Grup Lippo ini
telah melirik segmen apartemen untuk
mahasiswa sejak dua tahun lalu.
Perusahaan yang pada
tahun 2012 lalu mencatatkan laba
bersih Rp1,06 triliun tersebut telah
membangun Park View Condominium
di kawasan Depok, dekat dengan
kampus UI dan Universitas
Gunadarma. Apartemen yang terdiri
atas dua menara dengan 23 lantai
tersebut dibangun menyatu dengan
Mal Depok Town Square dengan total
luas lahan 2,4 hektar.
Secara keseluruhan, ada
450 unit apartemen di Park View
Condominium, yang terbagi atas
tiga jenis luas. Tipe studio dengan
luas 30 m2, tipe dua kamar tidur
seluas 60 m2, dan tiga kamar tidur
seluas 93 m2 persegi. Soal fasilitas,
jangand itanya lagi. Tak beda dengan
berbagai apartemen mewah lainnya.
Di lingkungan apartemen ini tersedia
fasilitas berupa kolam renang, jogging
track, lounge, resto, cafe, galeri ATM,
dan lain sebagainya.
CEO Housing and Land PT Lippo
Karawaci Tbk, Ivan Budiono, dalam
sebuah kesempatan mengklaim,
bahwa ada dua keuntungan yang
diraih oleh para pembeli Park View
Condominium. Yaitu, selain untuk
kebutuhan tempat tinggal mahasiswa,
unit apartemen juga merupakan
investasi terbaik karena potensi
kenaikan harga pasar dan harga
sewanya cukup tinggi mengingat
Depok merupakan kawasan kampus
yang tak pernah sepi dari mahasiswa
baru. Selain sebagai tempat hunian
selama studi, apartemen juga dapat
menjadi sarana investasi yang
menarik.
Selain di Depok, di wilayah
Tangerang, juga telah dibangun
apartemen yang menyasar
mahasiswa. Tepatnya di kawasan
Edu Town Sepong, Kecamatan
Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang,
Banten. Pengembangnya bernama
PT HK Realtindo, yang membangun
apartemen yang terdiri dari 289 kamar,
dengan harga sewa Rp 3 juta per bulan
untuk satu kamar dan Rp 4 juta per
bulan untuk dua kamar. Sedangkan
harga jual Rp 287 juta untuk fasilitas
satu tempat tidur dan Rp 360 juta
untuk dua tempat tidur.
Sementara di Yogyakarta,
sebagai pusat pendidikan, juga
dibangun apartemen mahasiswa:
Mataram City. Sebagaimana dirilis
sebuah situs berita, apartemen yang
terdiri dari 356 unit, dengan kisaran
harga Rp400 juta hingga Rp1,3
miliiar, dan laris manis. Menurut
pihak manajemen, sekitar 70 persen
penjualan dibeli para orangtua yang
khusus menjadikan apartemen
sebagai tempat tinggal anaknya
selama kuliah di Yogya.
Mataram city sendiri memberikan
harga khusus bagi para mahasiswa.
Selama masa promo, mahasiswa
yang membeli dengan menunjukkan
kartu mahasiswa akan mendapatkan
potongan 2,5%. Khusus mahasiswa
berprestasi dengan nilai IPK diatas 3,
akan diberikan lagi tambahan 2,5%.
Ke depannya, masih ada beberapa
pengembang yang berminat untuk
membidik kalangan akademisi, yang
tentunya para akademisi dari golongan
berada, selain sebagai tempat tinggal,
juga sebagai bentuk investasi bagi
para orangtua. / Rezy Anindito
Apartemen
Taman Melati
Margonda, Depok
N
E
T
Properti
48 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Para pemegang merk lokal
telepon seluler tanah air
berencana membangun pabrik
di Indonesia sehingga proses
produksi dapat dilakukan
sepenuhnya di negeri sendiri.
Yang penting ada dukungan
dari pemerintah?
MENANTI
DUKUNGAN
PEMERINTAH
Laporan Khusus
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 49
B
eberapa merk telepon seluler
(ponsel) memang telah mengklaim
diri sebagai ponsel Indonesia.
Namun, sesungguhnya tidak
sepenuhnya merk-merk tersebut
diproduksi di tanah air. Sistem yang digunakan
adalah sistem makloon, yakni dimana proses
pembuatan dilakukan oleh pihak lain di luar
Indonesia. Kini, perubahan mulai diwacanakan
sehingga nantinya produk ponsel sepenuhnya
diproduksi di dalam negeri. Belum lama,
PT Aries Indo Global, yang sebelumnya
mengusung brand Cross dan kini berganti
brand menjadi Evercoss, telah mengumumkan
rencana untuk membangun pabrik di
Semarang, Jawa Tengah, dengan investasi Rp
1 triliun. Sumber pendanaan diperoleh dari kas
perusahaan dan pinjaman dari bank dengan
rasio 50:50. Pabrik ini mulai berproduksi pada
2014.
Pabrik yang menempati lahan seluas
4 ha dari 8 ha yang dimiliki itu, menurut
Direktur Utama PT Aries Indo Global Edward
Sofiananda, nantinya akan memperkerjakan
sekitar 1.000 orang tenaga kerja dan dapat
memproduksi 10 jenis produk ponsel Evercoss
dengan output 600 ribu unit per bulan. “Kita
akan memproduksi sejumlah komponen
Evercoss di dalam negeri dan sebagian laginya
masih akan impor. Kita masih impor karena
belum mampu memproduksi semuanya di
Indonesia,” tegasnya.”Kita harapkan 20 persen
pada produksi tahun pertama bisa masuki
pasar ASEAN,
Meski proses produksi telah dilakukan
di negara sendiri, Edward mengakui, tidak
seluruh komponen merupakan hasil produksi
Indonesia. “Kami masih tetap harus mengimpor
sekitar 80% komponen, karena belum tersedia
di dalam negeri,” terang Edward. Ke depannya,
Edward berharap dapat menggandeng industri
lokal sebagai pemasok komponen. Selain itu,
bea masuk komponen ponsel sebesar 5 - 10%
juga diharapkan dapat dikurangi agar ponsel
lokal dapat bersaing dengan produk luar.
Karena, untuk unit produk ponsel yang diimpor
secara utuh tidak dikenakan bea masuk sama
sekali.
Tak hanya Evercoss yang berencana
membangun pabrik ponsel di Indonesia.
Beberapa merk lainnya seperti Mito, Polytron,
dan Venera, punya mimpi yang sama.
Seperti yang diungkapkan Direktur Jenderal
Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi
Kementerian Perindustrian, Budi Darma,
beberapa waktu lalu, para pemegang merk
lokal tersebut ingin membangun pabrik di
Indonesia. “Venera, Cross, Polytron, dan
Mito, mereka sekarang lagi merapat ke kita,
rencananya akan mendirikan pabrik,” kata Budi.
Menurut Budi, para pemegang merk lokal akan
bekerja sama dengan para produsen yang
telah dapat menyediakan komponen-komponen
yang diperlukan dalam produksi ponsel, seperti
casing, touchscreen, konektor, dan charger.
Public Relations and Marketing
Manager PT Hartono Istana Teknologi, Santo
Kadarusman membenarkan hal tersebut.
Menurut Santo, pihaknya telah mengajukan
izin Tanda Pendaftaran Produk-Produksi (TPP
Produksi) untuk ponsel. Kapan tepatnya izin
itu akan keluar belum bisa dipastikan, karena
prosesnya bisa memakan waktu enam bulan
hingga 1,5 tahun. Sembari menunggu TPP
keluar, Polytron akan mengejar target untuk
membuat berbagai komponen pendukung.
Sebagai info, Polytron merupakan
salah satu lini bisnis Group Djarum, yang
dikibarkan melalui anak usahanya, PT Hartono
Istana Teknologi (HIT). Awalnya, HIT hanya
memproduksi produk-produk elektronik dan
peralatan rumah tangga (electronic & home
appliance) dengan brand Polytron, namun
seiring waktu akhirnya masuk ke bisnis
perangkat telekomunikasi.
Kini Polytron memiliki 3 pabrik, yaitu
di Kudus Krapyak, Kudus Sidorekso, dan di
Sayung Semarang, dengan total karyawan
lebih dari 6.000 orang. Lini produk Polytron
saat ini telah mencakup perangkat audio,
televisi, DVD player, kulkas, AC, mesin cuci,
MENANTI
DUKUNGAN
PEMERINTAH
E
v
e
r
c
o
s
s
J
i
l
i
p
o
l
l
o
Direktur PT Aries Indo Global (AIG) Erdward
Sofyananda bersama Chief Marketing Offcer
Evercoss Janto Djojo
50 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
KAMI SEMAKIN SERIUS
DI SMARTPHONE
Wawancara dengan:
Santo Kadarusman
Public Relations & Marketing Manager PT Hartono Istana Teknologi
______________
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
dan juga telepon seluler. Polytron mulai
merambah industri ponsel sejak Maret
2011 lalu, dan tiap tahun mengeluarkan
seri baru dari feature phone maupun
smartphone.
DUKUNGAN PEMERINTAH
Keinginan para pemegang merk
lokal untuk membangun pabrik di
Indonesia sehingga dapat melakukan
produksi di negara sendiri tentu sangat
memerlukan dukungan pemerintah.
Karena, ponsel lokal tentu tidak
mudah untuk bersaing dengan merk-
merk ponsel ternama dunia macam
Samsung atau Apple. Misalnya seperti
yang dialami ponsel IMO. Ponsel lokal
tersebut sudah tidak diproduksi lagi oleh
PT Industri Telekomunikasi Indonesia
(PT INTI) sejak beberapa bulan lalu.
Direktur Pemasaran INTI,
Adiaris, kepada media beberapa
waktu lalu menyebutkan bahwa dua
line assembling yang sebelumnya
digunakan untuk memproduksi IMO
telah dialihkan untuk produksi unit
lain. Tentu berhenti diproduksinya IMO
disebabkan kesulitan produk tersebut
dalam bersaing dengan produk ponsel
impor, maupun juga dengan pemain
lokal besar seperti Cross Mobile.
Padahal, investasi tidak sedikit
telah digelontorkan untuk merakit ponsel
IMO di pabrik PT INTI, mencapai Rp10
miliar. Oleh karena itu, Menteri BUMN
Dahlan Iskan menyebutkan, pemerintah
harus mampu membuat kebijakan
perpajakan yang berpihak kepada
industri dalam negeri. “Pengenaan
pajak bagi industri seringkali malah
mempersulit perusahaan untuk
bertahan, apalagi mengembangkan
usaha. Kita prihatin bahwa beberapa
bidang industri terkendala pajak,” kata
Dahlan kepada wartawan.
Menurut pria yang pernah
menjabat sebagai Direktur Utama PT
PLN tersebut, dalam bisnis ponsel, tentu
Bagaimana penjualan ponsel Polytron di 2013
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, apakah
ada peningkatan?
Ada peningkatan sekitar 30% untuk penjualan feature
phone dan sekitar 200% untuk penjualan smartphone. Seperti
diketahui, Polytron pertama kali meluncurkan ponsel per
Maret 2011, diawali dengan seri feature phone seperti Glozz,
Genio, Grafitti, Candy Bar, dan Party. Kemudian per Februari
2012, Polytron meluncurkan smartphone berbasis android seri
Wizard. Untuk ke depannya, Polytron akan semakin serius
berjualan di kategori smartphone.
Produk-produk ponsel baru apa saja yang telah
diluncurkan dan bagaimana respon pasar?
Untuk tahun ini, kami telah meluncurkan Quadra series W
7450, W 7451, W 7530, W 7531 dan W 8470. Sejak dilepas ke
pasar, semakin diminati sehubungan dengan adanya periode
promo, bonus berhadiah langsung leather case, leather pouch,
Laporan Khusus
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 51
bagi pengusaha akan lebih efisien untuk
melakukan impor perangkat ponsel
ketimbang melakukan produksi sendiri
di dalam negeri. Karena, produksi
sendiri tidak efisien apabila dikenai
pajak bagi komponen yang diimpor.
Permasalahan ini pun sebetulnya tidak
eksklusif terjadi dalam industri ponsel,
namun hampir semua industri juga
terkendala dengan pajak impor.
Pemerintah saat ini juga tengah
mewacanakan pengenaan Pajak
Penjualan Barang Mewah (PPnBM)
terhadap ponsel pintar, untuk mengatasi
membludaknya jumlah ponsel pintar
illegal di tanah air yang notabene juga
menghambat perkembangan industri
ponsel lokal. Saat ini, diperkirakan
hampir sekitar 70 juta ponsel pintar
illegal beredar di Tanah Air.
Sedangkan Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan cenderung menilai
pengenaan PPnBM untuk produk ponsel
pintar malah akan memicu lonjakan
produk illegal di pasar dalam negeri.
Untuk menahan aliran masuk ponsel
pintar illegal, Gita lebih mengutamakan
diterapkannya IMEI (International Mobile
Equipment Identity).
“Tentunya untuk menerapkan
IMEI membutuhkan waktu dan tidak
bisa serta merta dilakukan pemutusan
jaringan komunikasi bagi ponsel yang
illegal. Karena, bisa menyebabkan
keresahan bagi masyarakat apabila
jaringan komunikasi mereka terputus
secara tiba-tiba,” ungkap Gita. Dengan
dukungan pemerintah, produksi ponsel
lokal di negara sendiri tentunya akan
tercapai. Manfaatnya akan sangat
luas, terutama menciptakan lapangan
pekerjaan baru bagi masyarakat luas.
Kini tinggal menanti apakah good will itu
ada atau tidak. / Rezy Anindito
jelly case, micro SD 8 GB, anti gores, dan Indosat
free 9 GB (bonus tergantung dari produk tertentu).
Strategi apa yang diterapkan untuk
mengembangkan pangsa pasar produk ponsel
Polytron?
Kami terus beriklan di media elektronik dan
cetak, melakukan BTL activities seperti road show,
in-store promotion, sponsorship, consumer promo,
branding di beberapa tempat, termasuk aktivitas
informasi melalui website www.polytron.co.id, FB
Polytron Mobile, twitter @PolytronIndo, Canggih.com,
Direct Mail serta Toll Free 0 800 1 100999, dan juga
menjaga relationship dengan para dealer melalui
program dealers gathering.
Berapa kapasitas produksi ponsel Polytron
saat ini?
Fleksible tergantung permintaan, di kisaran 100
ribu-an unit per bulan dan bisa untuk feature phone
dan bisa juga untuk yang smartphone.
Ada rencana tambahan produksi ke
depannya?
Tentu saja ada. Sebagaimana diketahui bahwa
penjualan ponsel di Indonesia mencapai kurang lebih
1 juta unit per bulan, sedangkan Polytron baru bisa
produksi 100 ribu, itu berarti masih ada peluang.
Apakah produksi ponsel Polytron telah
sepenuhnya dilakukan di Indonesia?
Tidak, produksi masih di China. Di Indonesia
hanya setting dan packing, dimana dilakukan di
pabrik di Kudus dan di gudang Polytron di Cikarang.
Polytron mendukung program pemerintah yang
berencana 1 sampai 3 tahun mendatang ponsel merk
lokal akan diproduksi di Indonesia.
Pengembangan seperti apa yang akan
dilakukan untuk meningkatkan produk ponsel
Polytron?
Kami akan menambah jenis ponsel, menambah
jalur distribusi dan juga menambah service center
untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Kami juga akan mengikuti perkembangan teknologi
dengan mendevelop produk-produk yang lebih
canggih.
Secara umum, bagaimana Anda melihat
perkembangan industri ponsel lokal?
Luar biasa, produk ponsel lokal semakin
beragam dan banyak variasi pilihannya. Mulai dari
yang feature phone untuk kelas menengah bawah
sampai dengan yang smartphone berbasis android
untuk kelas menengah ke atas
Apakah produk ponsel lokal saat ini telah
mampu bersaing dengan produk lainnya?
Ya, produk ponsel lokal sudah menjadi market
leader di kategori menengah ke bawah. Sementara
untuk kategori yang menengah ke atas, memang
masih agak sulit (masih dikuasai brand-brand besar).
52 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
B
E
R
E
B
U
T
P
A
S
A
R

M
I
D
D
L
E

L
O
W
Pasar telepon seluler di Indonesia tak hanya menjadi
milik merk-merk ternama dunia. Merk lokal yang diusung
para pemain domestik pun memiliki pangsa pasar yang
tak kalah besar. Seperti apa pertarungan yang terjadi di
industri ini, terutama oleh pemain lokal di tengah serbuan
pemain global?
Laporan Khusus
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 53
S
eiring pertumbuhan pesat perekonomian
yang masih dinikmati Indonesia saat ini,
pasar telepon seluler (ponsel) Indonesia
pun terus bertumbuh dengan pesat. Untuk
penjualan pada tahun ini, diperkirakan
jumlahnya akan mencapai angka di atas 55 juta unit
atau hampir seperempat dari penduduk Indonesia.
Jumlah tersebut berarti terjadi kenaikan sekitar
16 sampai 20% dari penjualan tahun lalu yang
mencapai 48 juta unit.
Dari jumlah penjualan 48 juta unit pada 2012,
penjualan ponsel berjenis feature phone (ponsel
biasa) masih mendominasi pasar, dan diperkirakan
mencapai sekitar 35 juta unit, sedangkan sisanya
adalah smartphone. Dari segi nilai bisnis, penjualan
feature phone mencakup 40% nilai bisnis ponsel di
Indonesia yang mencapai sekitar Rp50 triliun.
Tingginya nilai penjualan ponsel berjenis
feature phone terutama disebabkan perilaku
konsumen
ponsel tanah air.
Dari hasil survei data yang dilansir lembaga riset
Fros and Salipen, masyarakat Indonesia pengguna
feature phone mengganti ponsel milik mereka
dengan jenis yang baru di kisaran waktu 7 sampai
11 bulan, mencapai sekitar dua kali setahun.
Sedangkan masyarakat pengguna smartphone
mengganti ponsel mereka dalam kisaran waktu yang
lebih panjang, setelah 8 hingga 14 bulan pemakaian.
MEREK LOKAL
Untuk pasar feature phone di Indonesia, merk
lokal tak kalah dengan merk global. Feature phone
dengan merk-merk lokal seperti Evercoss, yang
sebelum berganti nama pada akhir September lalu
dikenal sebagai Cross Mobile, maupun Mito dan
Polytron pun memiliki pangsa pasar penjualan yang
tak kalah besar dengan merk global.
Menurut Direktur Pemasaran Evercoss, Janto
Djojo, strategi bisnis yang diterapkan Evercoss
memang sengaja untuk menyasar pasar feature
phone untuk kelas menengah bawah. “Dengan
membidik pasar menengah bawah, kami bisa
terus mengembangkan bisnis. Porsi pendapatan
dari penjualan feature phone mencapai 70% dari
keseluruhan pendapatan kami,” kata Janto kepada
media.
Salah satu cara yang ditempuh Evercoss
untuk terus meningkatkan
penjualan adalah melakukan
promosi yang mengarah kepada segmen yang
dituju. Misalnya dengan menggandeng program
televisi seperti Indonesian Idol dan X-Factor yang
ditonton jutaan masyarakat Indonesia. Cara ini,
menurut Janto, jauh lebih efektif untuk meningkatkan
penjualan. Sebelum melakukan promosi dengan
menggandeng program televisi, penjualan Evercoss
mencapai sekitar 600 sampai 700 ribu unit per bulan.
Setelah promosi lewat media audio visual, penjualan
Evercoss melonjak hingga di atas 1 juta unit per
bulan.
Selain promosi melalui program televisi,
tingginya penjualan Evercoss juga sangat didukung
dengan dilengkapinya ponsel feature phone produk
mereka dengan berbagai fitur yang menarik.
Misalnya seperti fitur televisi analog atau empat
simcard, yang ternyata mendapat respon sangat
positif dari konsumen menengah bawah.
Tak hanya mengembangkan pasar feature
phone, Evercoss juga menggarap pasar smartphone.
Bahkan, rencana ke depan yang dimiliki adalah
untuk tidak hanya menggarap pasar lokal, namun
juga pasar global. Untuk menjadi pemain global
memang tidak mudah, aku Janto, namun berangkat
dari pengalaman mengelola pasar lokal dan menjadi
market leader di Indonesia, Evercoss mempunyai
E
v
e
r
c
o
s
s
.
c
o
m
Antusiasme pembeli ponsel Evercoss
54 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
keyakinan untuk bisa menggarap pasar luar negeri.
“Kita tidak hanya ingin besar di pasar nasional, tapi
memiliki semangat bahwa anak bangsa ini mampu
dan mau bersaing di pasar internasional,” ungkap
Janto.
Selain melakukan
penggantian nama
brand, Evercoss
akan membangun
pabrik produksi di
Semarang yang akan
mulai beroperasi 2014
mendatang untuk
mendukung keinginan
go international. Pabrik
tersebut diharapkan
dapat memproduksi 500
hingga 600 ribu unit
ponsel per bulan.
MAKIN LARIS
Seperti Evercoss,
produk Mito pun makin
laris di tanah air. Direktur
Utama Mito, Hansen Lie,
menyebutkan kepada
media bahwa untuk
tahun 2013 ini penjualan
produk Mito mengalami
peningkatan yang
signifikan dari tahun
lalu. “Penjualan bulanan
tahun ini mencapai 1
juta unit, naik sekitar
20 persen dari tahun
lalu,” kata Hansen.
Untuk tahun depan, Mito
menargetkan kenaikan
penjualan sebesar 30%
pada kuartal kedua.
Untuk mendukung peningkatan penjualan, Mito
menyediakan fitur game di produk-produk mereka,
hasil kerja sama dengan produser game asal
Amerika Serikat, Gameloft. Fitur game ini tentunya
ditujukan untuk segmen anak muda.
Selain itu, Mito juga menggandeng operator
seluler untuk menjual program bundling. Untuk
produk Mito Fantasy yang diluncurkan akhir
September lalu, Mito bekerja sama dengan
Telkomsel dalam menyediakan paket data gratis 12
GB selama setahun.
Peningkatan penjualan juga dinikmati oleh
produk ponsel keluaran Polytron. Menurut Public
Relations & Event Manager PT Hartono Istana
Teknologi, Santo Kadarusman, penjualan feature
phone pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan
sekitar 30% dari tahun sebelumnya. Pangsa pasar
ponsel Polytron di Indonesia secara keseluruhan
terus berkembang, dengan outlet penjualan ponsel
tidak hanya di pasar tradisional, tapi juga telah
merambah outlet modern.
Untuk terus meningkatkan penjualan, Polytron
terus mengiklankan produk ponsel mereka di media
elektronik dan cetak, melakukan roadshow, promo,
maupun pengenalan produk melalui media sosial
yang semakin digemari masyarakat Indonesia.
Melalui berbagai upaya, ponsel merk
lokal terus berkembang di tanah air, tak hanya
membiarkan pasar dikuasai merk global. / Rezy Anindito
D
o
k
.

P
o
l
y
t
r
o
n
Public Relations & Event Manager PT Hartono Istana Teknologi, Santo Kadarusman dalam peluncuran
produk Polytron.
Laporan Khusus
56 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Bagaimana Anda melihat perkembangan pasar
ponsel di Indonesia?
Pasar ponsel di Indonesia ini sangat unik, sangat
berbeda dibandingkan dengan negara-negara lain
seperti Malaysia atau Thailand. Kita berada di market
yang sedang sangat berkembang. Pemerintah juga
terus mencari cara untuk memberikan proteksi kepada
masyarakat. Contoh, tahun lalu semua orang bisa bikin
brand dan masukin barang. Sangat tidak terkontrol.
Karena itu, kami sangat senang saat pemerintah
menetapkan regulasi pembatasan impor ponsel yang
bagi sebagian pengusaha dianggap menyulitkan.
Karena fokus Ninetology ke brand, itu sangat
menguntungkan. Kami memiliki rencana jangka
panjang dalam mengembangkan pasar untuk produk
kami di Indonesia. Kami akan membangun saluran
distribusi yang erat, karena kami percaya distribusi yang
berhasil itu adalah distribusi yang dibangun dengan
hubungan.
Target Anda?
Angka US$ 200 juta menjadi target kami pada
2014. Kami yakin dapat mencapai target tersebut,
karena produk yang kami tawarkan sangat spesifk
dan unik. Angka tersebut juga menjadi visi kami dalam
menjadikan Ninetology produk yang lebih baik lagi.
Segmen mana yang menjadi fokus Ninetology?
Saat ini kami fokus dalam mengembangkan segmen
premium di Indonesia. Untuk produk X1 dilepas dengan
harga Rp 3.999.000, dan produk lain pun tak jauh dari
kisaran harga tersebut.
Apa yang akan dilakukan untuk mempercepat
distribusi penjualan produk Ninetology di
Indonesia?
Yang kita lakukan adalah benar-benar fokus
pada strategic partner. Untuk bisa mencapai target
pendapatan, kita berusaha membangun hubungan
yang baik dengan para mitra. Dealer-dealer yang telah
menjadi strategic partner dari seluruh Indonesia, dari
Aceh sampai Papua, kurang lebih mencapai 500 dealer.
Mereka terutama beroperasi di kota-kota besar, karena
produk kita produk premium.
Tantangan apa yang akan dihadapi dalam
mengembangkan produk Ninetology di Indonesia?
Tantangan terbesar yang saya hadapi sebagai
Deputy CEO Ninetology Indonesia adalah bagaimana
KAMI SENANG
PEMERINTAH TETAPKAN
REGULASI
Wawancara dengan:
Sumarto
Deputi CEO Ninetology Indonesia
S
etelah sempat terhambat regulasi pembatasan
impor telepon seluler yang ditetapkan pemerintah,
Ninetology kembali ke Indonesia dengan meluncurkan
tiga seri terbaru mereka, U9 X1, U9 Q1, dan U9
P1, pada akhir Oktober lalu. Keseriusan Ninetology untuk
menggarap pasar Indonesia pun ditandai dengan digandengnya
artis Agnes Monica sebagai brand ambassador sekaligus
pemegang saham Ninetology Indonesia. Terkait operasional
Ninetology Indonesia, yang didapuk untuk tampil sebagai
pemimpin adalah Sumarto yang menjabat sebagai Deputi
CEO Ninetology Indonesia. Dalam acara peluncuran seri
U9, Rezy Anindito dari INFO BISNIS INTERNASIONAL
berkesempatan untuk berbincang dengan Sumarto terkait
rencana pengembangan bisnis Ninetology Indonesia. Berikut
petikannya:
D
o
k
.

N
i
n
e
t
o
l
o
g
y
Laporan Khusus
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 57
saya dapat membangun brand produk dengan benar-
benar tepat di Indonesia. Sebab, perusahaan fokusnya
adalah bagaimana membangun brand di tingkat
ASEAN, termasuk juga Indonesia. Dengan dukungan
para strategic partner, saya yakin tantangan ini dapat
dihadapi dengan tepat bersama-sama.
Produk apa saja yang telah dilepas ke pasar
Indonesia?
Tahun lalu, kita telah meluncurkan lima tipe ponsel.
Tahun ini kita luncurkan seri U9. Sebetulnya ada
beberapa yang akan menyusul diluncurkan tidak lama
lagi. Semua yang telah diluncurkan adalah produk
smartphone. Akan ada produk spesial yang akan
kami luncurkan antara Februari dan Maret 2014 yang
berhubungan dengan brand ambassador sekaligus
salah satu pemegang saham Ninetology Indonesia,
Agnes Monica.Produk tablet juga sedang kami
persiapkan, tapi belum akan kami luncurkan dalam
waktu dekat. Belum bisa dipastikan akan diluncurkan
tahun depan, karena kami saat ini fokus pada
smartphone.
Jeda antara peluncuran seri pertama ponsel
Ninetolgy di Indonesia pada tahun lalu cukup
jauh dengan peluncuran seri baru tahun 2013 ini.
Mengapa demikian?
Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah
telah menetapkan regulasi pembatasan impor ponsel.
Ini juga yang menyebabkan Ninetology kesulitan
memperkenalkan produk baru di Indonesia. Namun,
langkah pemerintah ini sebetulnya memang beralasan.
Sebelum ada regulasi, semua orang bisa membuat
brand sendiri. Kini, kita sebagai brand tidak bisa
seenaknya masukin barang. Dulu setiap brand bisa
mengklaim sebagai merk lokal. Hari ini di market tinggal
beberapa.
Mereka yang tetap bermain ini adalah perusahaan-
perusahaan yang memang konsisten menjalankan
bisnis ponsel. Mereka yang hanya mengejar
keuntungan sesaat dengan volume penjualan sebesar-
besarnya, saat mereka menghadapi regulasi, mereka
stop bisnis ponsel mereka. Berbeda dengan Ninetology,
kami memang memiliki rencana bisnis jangka panjang
di Indonesia.
Apakah produk Ninetology yang masuk
ke Indonesia merupakan produk Malaysia?
Bukan. Brand kita ASEAN, holding kita
Singapore. Mengapa kita pakai standar
Singapore, karena mereka punya standar
internasional. Ini yang ingin kita terapkan dalam
Ninetology. Saat brand telah menjadi fokus, kita
tidak tertarik dengan kuantitas saja.
Apakah ada rencana untuk produksi di
Indonesia?
Untuk bisa berproduksi di Indonesia
merupakan tantangan terbesar bagi kita. Ini
juga yang menjadi bahan diskusi terpenting
yang dilakukan para pemegang saham
Ninetology Indonesia. Kita mau menerapkan
kultur perusahaan dalam produk kita, dan ini
dapat dicerminkan dengan melakukan produksi
di Indonesia. Tentu keinginan untuk berproduksi
di Indonesia tidak hanya membutuhkan modal
yang amat besar.
Namun, juga membutuhkan dukungan
pemerintah. Untuk saat ini, kami memang tidak terlalu
fokus untuk melakukan produksi di Indonesia, jadi kami
belum terlalu menjajaki persyaratan yang ditetapkan
untuk membangun pabrik di sini. Kalau brand sudah
berhasil dibangun dan masyarakat telah percaya
dengan produk-produk Ninetology, tentu keinginan
untuk produksi di Indonesia dapat direalisasikan.
Apa yang dilakukan untuk membangun brand?
Kita ingin membangun sebuah tim yang solid. Tim
yang dapat mengakomodasikan kebutuhan konsumen.
Kami percaya betul brand harus menjadi fokus, karena
bila brand bisa dibangun, semua akan mengikuti.
Ada penjajakan untuk melakukan kerjasama
dengan operator?
Tahun lalu telah dilakukan kerjasama dengan
Telkomsel, dan kita senang dengan kerjasama ini. Kalau
tidak ada halangan, kita akan lakukan kerjasama yang
lainnya.
N
i
n
e
t
o
l
o
g
y
58 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
CIATTT!!! PONSEL CHINA KIAN MELESAT
C
hina kini makin menyeringai
di industri teknologi telekomu-
nikasi. Lihat saja, pada 2013
ini, manufaktur teknologi tel-
ekomunikasi China mampu
menghasilkan hampir mendekati 1 miliar
ponsel atau tepatnya sekitar 925 juta unit
ponsel. Dari jumlah tersebut, sekitar 335
juta unit dimanfaatkan untuk memen-
uhi kebutuhan pasar lokal, sedangkan
sekitar 590 juta unit dimanfaatkan untuk
mendulang devisa negara alias ekspor
ke manca negara. Jumlah produksi
tersebut memang lumrah terjadi, meng-
ingat pada tahun 2012 lalu China sukses
menggeser Amerika Serikat sebagai ne-
gara dengan pasar ponsel terbesar di
dunia.
Untuk pemenuhan kebutuhan
domestik, industri ponsel lokal China
telah menunjukkan kemampuan mereka
dalam berebut pasar dengan produsen
ponsel global macam Samsung dan
Apple. Betul, pada 2012 lalu Samsung
memang masih menjadi penguasa uta-
ma pasar ponsel di China, dengan pen-
guasaan pasar mencapai 14%. Namun,
produsen ponsel China seperti Lenovo,
Coolpad, Huawei, dan ZTE kini getol
memperkuat pasar dengan sejumlah
produk inovasi terbarunya sehingga tak
terlalu jauh tertinggal dari Samsung.
Sebuah data menyebut, Lenovo
kini menguasai 13% pangsa pasar,
Coolpad 10,4%, ZTE 10,1% dan Huawei
10%. Empat produsen ponsel tersebuh
bahkan telah melampaui Apple yang
hanya menguasai 8% pangsa pasar
ponsel di China. “Para produsen lokal
akan terus berupaya untuk merebut
pasar ponsel China dari tangan Apple
dan Samsung. Mereka memiliki kemam-
puan untuk melakukannya,” kata analis
Strategy Analytics, Neil Mawston, seperti
dikutip New York Times, beberapa waktu
lalu.
Patut diingat, para pembeli ponsel
di China memiliki beberapa karakteristik
berbeda dengan konsumen di negara
lain, sehingga memungkinkan industri
ponsel lokal dapat merebut simpati kon-
sumen di negaranya sendiri. Konsumen
China sangat memperhatikan harga,
karena kebanyakan ponsel dijual tanpa
subsidi dari operator jaringan, dan kon-
sumen sekitar enam bulan sekali doyan
berganti ponsel. Sementara di negara
maju, kebanyakan pengguna ponsel ber-
ganti ponsel setiap satu atau dua tahun
sekali, terkecuali ada teknologi terbaru
yang ditawarkan produsen.
PONSEL MURAH
Memang tidak terbantahkan, hing-
ga kini penguasaan pangsa pasar, Apple
dan Samsung masih merajai penjualan
ponsel high end di China. Menurut hasil
penelitian lembaga riset Sanford C Bern-
stein, Apple menguasai 55% penjualan
ponsel high end dengan harga di atas
US$450, sedangkan Samsung 40%. Na-
mun, penjualan di segmen ini sebetulnya
pertumbuhannya agak lamban.
Di dunia, penjualan ponsel high
end dengan harga di atas US$450
diperkirakan hanya akan mencapai 296
juta unit pada tahun ini atau paling top
meningkat sekitar 61 juta unit dari 235
juta unit di tahun 2012. Ke depannya,
penjualan ponsel high end, khususnya
smartphone (ponsel cerdas) diperkira-
kan akan stagnan di angka 300 juta unit
per tahun.
Hal ini tidak berlaku bagi ponsel
dengan harga di bawah US$200. Ta-
hun ini penjualan ponsel dalam kategori
tersebut di seluruh dunia diperkirakan
akan mencapai 400 juta unit atau mele-
sat jauh dari penjualan 234 juta unit pada
tahun 2012. Sanford Bernstein mem-
perkirakan lonjakan penjualan berlanjut
di 2015, dimana penjualan akan menca-
pai 685 juta unit.
Untuk pasar China pun, penjua-
Industri ponsel (terutama
ponsel cerdas) dunia
boleh saja dikuasai oleh
Samsung dan Apple, namun
Industri ponsel China telah
menunjukkan kepada
dunia bahwa bersaing
memperebutkan pasar
dengan Samsung dan
Apple bukanlah suatu hal
yang tak mungkin untuk
dilakukan.
Laporan Khusus
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 59
CIATTT!!! PONSEL CHINA KIAN MELESAT
lan ponsel dengan harga murah akan
terus berkembang dengan pesat, karena
konsumen China menyukai produk pon-
sel dengan kemampuan memadai, tapi
dibanderol dengan harga rendah. “Tan-
tangan untuk Samsung dan Apple dalam
mempertahankan penjualan mereka di
China adalah apakah mereka mampu
menyediakan produk untuk konsumen
yang menginginkan ponsel dengan
harga murah,” kata analis lembaga riset
Canalys, Pete Cunningham.
Sebagai respon, Samsung telah
meluncurkan beberapa varian produk
dengan harga di bawah US$450, seperti
Galaxy Grand dan Galaxy Style, serta
Galaxy Trend yang dijual dengan harga
US$146, untuk pasar China. Sedangkan
Apple bertahan tetap jaim (menjaga im-
age) dengan memilih untuk menempuh
jalur yang berbeda dalam upaya mening-
katkan penjualan di Negeri Panda, yaitu
dengan berusaha bekerjasama dengan
China Mobile untuk menjual iPhone. Jika
kerjasama dengan perusahaan teleko-
munikasi milik pemerintah China terse-
but sukses terjalin, tentu penjualan Apple
di Negeri Panda akan meningkat dengan
signifikan.
GLOBAL
Tak hanya terhenti di pasar do-
mestik, para produsen ponsel China juga
telah mengembangkan pasar mereka di
tingkat global. Coolpad, misalnya, telah
mendistribusikan produk Quatro 4G
di Amerika Serikat melalui MetroPCS.
Sambutan konsumen di Negeri Uwak
Sam terhadap produk tersebut cukup
apik, apalagi mengingat harga promosi
Quatro 4G dibanderol rendah, sekitar
US$100.
Pemain lainnya, Huawei, peru-
sahaan dengan pendapatan mencapai
220 miliar renminbi atau US$35,8 miliar
pada 2012 lalu, memiliki ambisi besar
untuk mengglobalkan produk-produk
ponsel mereka. Juni lalu, Huawei telah
meluncurkan Ascend P6 di London, Ing-
gris. Produk tersebut dilengkapi dengan
fitur canggih, namun dijual dengan harga
jauh lebih murah dari iPhone 5 maupun
Galaxy S4. Tak terhenti di Inggris, Hua-
wei juga berkeinginan untuk merambah
pasar negara-negara Eropa lainnya.
Pilihan untuk berekspansi manu-
faktur China ke Benua Biru memang be-
ralasan, karena upaya mengembangkan
bisnis ke AS sulit dilakukan, mengingat
Huawei terlanjur dicap sebagai peru-
sahaan yang beresiko bagi keamanan
nasional oleh Kongres Negeri Paman
Sam akibat dugaan keterlibatan dengan
militer China.
Tak mau kalah, perusahaan pro-
dusen ponsel asal China lainnya, Oppo
Electronics, juga terus mengembangkan
bisnis mereka ke seluruh dunia, termasuk
juga ke Indonesia. Perten-
gahan Oktober lalu, Oppo
meluncurukan produk ter-
barunya N1 di Indonesia
dalam sebuah event besar
yang dihadiri ribuan orang,
termasuk CEO Oppo Elec-
tronics, Jet Lee. Oppo sa-
dar Indonesia merupakan
pasar yang menarik, se-
bagaimana rekannya telah
menuai sukses di sini. Ten-
tu ini menjadi tantangan
pemain lokal untuk meng-
hadangnya. / Rezy Anindito
Samsung 14 %
Lenovo 13 %
Coolpad 10.4 %
ZTE 10.1 %
Huawei 10 %
Apple 8 %
Lainnya 34.5 %
Sumber : Canal ys
Pasar Ponsel China 2012
60 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Ketika anak perempuan sebayanya asyik bermain
boneka, Eka Sari Lorena Soerbakti justru gemar
nongkrong di bengkel bus. Berteman dengan
mekanik yang memperbaiki mesin-mesin, dan
blepotan oli menjadi hal yang lumrah. “Meski
saya anak perempuan, sejak kecil saya memang
sudah akrab dengan mesin-mesin dan oli,” kata
Eka kepada INFO BISNIS INTERNASIONAL, dalam
peluncuran buku dirinya bertajuk “Ayo Melawan
Kemacetan”, di Jakarta, akhir September lalu.
K
ehidupan wanita kelahiran Jakarta, 3 Juni
1969 ini mengalami perubahan semenjak sang
ayah, Goesti Terkelin Soerbakti, memutuskan
untuk berbisnis transportasi. Soerbakti adalah
pensiunan tentara yang pada awal 1970-an
memutuskan membeli dua buah bus, dengan merek PO
Lorena, yang diambil dari namanya, yang dalam bahasa
batak Karo berarti: Bukan Dari Situ. Usaha bus itu semula
berpusat di kota hujan Bogor, yang melayani trayek Jakarta –
Bogor.
Kini Lorena telah berkembang menjadi menjadi sebuah
kelompok usaha yang fokus di bidang usaha transportasi
penumpang dan barang, serta jasa transportasi lainnya,
meski ada pula di luar transportasi. Selain brand Lorena,
perusahaan ini juga mengembangkan brand Karina, sehingga
kedua brand itu digabungkan menjadi PT Lorena Karina,
sebagai induk usaha, yang membawahi: PT. Eka Sari
Lorena Transport, PT. Ryanta Mitra Karina, PT. Eka Sari
Lorena ESL Express, PT. Eka Sari Lorena Logistics, PT.
Sari Lorena Charter & Rental, PT. Eka Sari Lorena Airlines,
KSJ Palm Oil Plantation, dan Trans Jakarta Busway. Brand
“Ryanta” berasal dari nama adiknya, Dwi Ryanta Soerbakti,
sedangkan nama Karina berasal dari nama adiknya yang
bungsu, Tri Hayu Mina Karina.
Eka bercerita, ia mulai diajak lebih dalam mengenal
seluk beluk bisnis transportasi begitu lulus dari University
of Fransisco, California, Amerika, tahun 1994. Jabatan Eka
sepulang dari Amerika, sebagai ‘ajudan’ sang jenderal, eh
sang ayah. Maklum, kemana-mana ia selalu diminta untuk
mendampingi sang ayah. “Banyak yang underestimate sama
saya. Wajar anak bokap (ayah),” kata Eka sambil tersenyum.
Selain itu, ada juga yang menyepelekan, “Ah cewek itu pasti
cuma kece (cantik), tapi gak ada otaknya.”
Justru sikap para anak buah sang ayah itu menjadi
lecutan bagi Eka untuk membuktikan siapa dirinya. Maklum,
masih di bawah komando sang ayah, Lorena sudah memiliki
70 bus, dan lumayan gencar berekspansi. Dari semula hanya
melayani Jakarta – Bogor, berkembang melayani berbagai
kota-kota lainnya, dengan trayek antar kota dan antar
provinsi, dan juga antar pulau. Kala itu Eka tak sungkan turun
langsung melongok operasional perusahaan. Pulang-pergi
dari ujung Sumatera hingga ke ujung Madura diIakoni Eka
sepenuh hati. “Sampai ada yang bilang, saya perempuan kok
gak ada takutnya sama sekali. Ha…ha…ha,” ujarnya.
Tak hanya itu. Sebagai anak kolong (anak tentara), Eka
memang memiliki keberanian yang tinggi. Ini ia tunjukan saat
berhadapan dengan seorang preman di Pelabuhan Merak,
yang kerap memalak (meminta jatah) kepada pengemudi
Lorena. Eka yang memang berdarah Batak, langsung
menemui sang preman. Bukan dengan otot, tapi dengan
pendekatan. Caranya, ia mentraktir makan si preman, sambil
mengajaknya berbincang. Sejak ditraktir makan dan ngobrol
itu, sang preman hatinya menjadi luluh, dan kemudian
menjadi sahabatnya.
Sebenarnya, awal masuk ke Lorena, resminya Eka
EKA SARI LORENA SOERBAKTI / CEO LORENA GROUP
ANAK KOLONG
BERNYALI BESAR
C E O
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 61
bergabung di divisi marketing yang bertugas menjual serta mempromosikan
layanan Lorena lebih luas kepada masyarakat. Tapi lantaran dianggap
anak paling tomboi di antara keluarga Soerbakti, maka masalah-masalah
non teknis, seperti menghadapi preman, tugas itu diserahkan ke Eka.
”Dari kecil saya memang tomboi jadi kalau urusan begitu, pasti saya
yang turun langsung,” tegas wanita yang juga duduk sebagai Ketua
Umum DPP Organda.
TERUS EKSPANSI
Periode sulit bisnis tranportasi Lorena diyakini Eka sudah
berlalu. Artinya, perjuangan untuk mendirikan perusahaan dan
membesarkannya, sudah dilakukan oleh generasi pertama. Tapi bukan
berarti perjalanan Lorena di tangan generasi kedua jauh lebih mudah.
Bersama saudara laki-lakinya, Dwi Ryanta Soerbakti, Eka justru
menghadapi premis terberat dalam menjalankan sebuah bisnis, yakni
menjaga dan mempertahankan Lorena yang telah susah payah dirintis
sang ayah. “Pekerjaan ini sama beratnya dengan merintis sebuah
bisnis baru, malah ada yang bilang lebih berat. Tapi bagi saya ini adalah
tantangan bukan beban,” papar Eka.
Laiknya bus trans Sumatera, bersama Dwi Ryanta, Eka bahu
membahu melajukan bisnis Lorena dengan kecepatan tinggi. Diantaranya
dengan menerapkan manajemen profesional, merivitalisasi dan menambah
armada, menambah rute, menjalin kerjasama dengan bank, serta
meningkatkan pelayanan dan keamanan penumpang. Alhasil, kini jumlah bus
Lorena dan Karina mencapai 500 unit pun. Jumlah itu akan bertambah lagi sebanyak
120 unit pada akhir tahun ini, sehingga total menjadi 620 unit.
Tak hanya itu. Pada 2007 Lorena sempat ingin merambah bisnis
maskapai dengan bendera Lorena Air, yang akan diterbangkan lewat
PT. Eka Sari Lorena Airlines. Sayang, rencana bisnis itu mandek.
Menurut Eka, banyak alasan teknis yang menghambat Lorena
Air. Salah satunya, sulit mendapatkan AOC (Aircraft Operation
Certificates) dari Kementerian Perhubungan yang memang kala
itu sedang melakukan pengetatan ijin terbang. Gagal di udara
membuat Eka semakin masif melebarkan sayap di bisnis
transportasi darat.
Saat ini, jumlah kantor cabang Lorena
telah berkembang menjadi 42 cabang yang
tersebar di Pulau Jawa, Madura, Bali,
dan Sumatra, dengan lebih dari
300 unit agen. Tahun ini juga
jumlah kantor cabang
akan ditambah
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
62 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
menjadi 75 cabang. “Fokus kami adalah di transportasi darat,
baik transportasi untuk angkutan manusia maupun barang
(logistik) melalui ESL Ekspress. Kami sudah melayani selama
hampir 43 tahun untuk transportasi manusia, sedangkan
untuk pengangkutan barang baru sekitar 16 tahun,” terang
Eka. ESL ini dikomandani sang suami, Johannes M.H.
Silalahi.
Eka memang berusaha fokus di bisnis tranportasi darat
lantaran gurihnya bisnis ini baik tranportasi manusia maupun
kargo. Porsi pendapatan keduanya bahkan nyaris seimbang,
60% dari angkutan manusia dan 40% dari pendapatan
angkutan kargo melalui bendera ESL Ekspress. Sayang
Eka enggan menyebutkan berapa angka rerata pendapatan
Lorena per tahun. “Kita kan belum go public, jadi boleh dong
merahasikan,” katanya tersenyum.
Untuk menambah daya gedor dalam penetrasi pasar
transportasi kargo, Eka berencana menambah 50 truk
pengangkut sehingga total menjadi 225 unit truk. Pergerakan
Eka di segmen kargo tergolong lincah, terbukti hanya dalam
waktu 16 tahun, ESL Ekspress menjadi perusahaan nasional
kargo nomor dua terbesar di Indonesia, Untuk bisnis logistik
ini, Eka berkenan membuka sedikit rahasia. Yaitu, dengan
cara melakukan kolaborasi dan integrasi bisnis transportasi
manusia dan kargo dengan cara membuka rute ESL sesuai
dengan rute Lorena transport. “Setiap tujuan Lorena Transport
maka ESL Ekspress juga harus mempunyai rute perjalanan
ke sana. Sebab, orang-orang yang bepergian ke suatu tempat
itu, biasanya dia mempunyai usaha atau rumah di situ. Jadi,
kebutuhannya terpenuhi sekaligus.”
Kini, setelah 37 tahun, Lorena telah menjelma menjadi
salah satu kelompok usaha raksasa tanah air di bidang
transportasi. Selain transportasi, Lorena juga telah merambah
bisnis restoran, kelapa sawit, dan transportasi publik (operator
Transjakarta koridor V dan VII). Jumlah karyawan yang dulu
hanya empat orang termasuk ayahnya sendiri, kini telah
berkembang menjadi 1.200 orang di seluruh Indonesia.
Lorena juga menjadi perusahaan transportasi darat
pertama yang berhasil mendapat sertifikat ISO 9001:2000.
Hal ini menunjukkan komitmen Lorena untuk memberikan
kualitas jasa terbaik dan sesuai standar mutu yang
disyaratkan. “Penerapan sistem yang berbasis ISO 9001:2000
adalah upaya untuk menstandarkan seluruh proses kerja dan
secara langsung akan terkait dengan standarisasi mutu jasa
yang dihasilkan sehingga memunculkan budaya mutu dalam
perusahaan,” kata Eka.
Eka enggan menyebut dirinya perfeksionis, tapi
selalu memiliki keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik.
Karenanya, ia mengaku resep bisnisnya sederhana, yaitu
bekerja secara profesional dan memiliki keinginan untuk
menjadi yang terbaik. “Keinginan menjadi terbaik ini mesti
ditanamkan ke dalam diri kita, bahwa kita bisa, dan kita
mampu,” katanya.
Eka ingat semasa mahasiswa ia pernah bermain ski di
pegunungan es. Eka yang tidak biasa bermain ski lantaran
berasal dari negeri tropis, berulangkali jatuh. Tapi berulang
kali pula ia bangkit dan mencoba lagi. Jatuh, kemudian
bangkit lagi. Begitu terus hingga orang-orang di sekitar mulai
memperhatikannya. Tapi Eka tidak peduli, ia tanamkan dalam
tekad dirinya bahwa dirinya harus bisa. “Setiap kali jatuh,
saya bangkit lagi, dan akhirnya saya bisa bermain ski dengan
lancar,” tandasnya.
Keinginan menjadi yang terbaik menurut Eka, baru
akan muncul jika ada semangat pantang menyerah.”Setiap
kesalahan itu biasa, tapi harus terus melakukan perbaikan.
Kalau berpuas diri, itu yang berbahaya karena ketika ada
masalah di jalan maka mereka tidak siap, baik cadangan
uang maupun konsep bisnisnya,” kata Eka. Di Lorena,
Eka juga menerapkan prinsip good corporate governance.
Tujuannya agar terjadi budaya transparansi yang baik di
kalangan internal, “Sekarang ini zaman sudah berubah,
semua orang ingin serba tahu. Kalau sampai dia tidak tahu,
maka dia tidak akan happy,” ujarnya.
Untuk rencana Lorena ke depan, Eka mengungkapkan
sedang mempersiapkan Initial Public Offering (IPO) bagi
Lorena. Rencana ini sudah disiapkan sejak lama. Bahkan
sempat gagal dua kali yakni di awal tahun dan pertengahan
tahun kemarin. Namun Eka meyakinkan, target IPO
Lorena tetap menjadi sasaran strategis perusahaan untuk
mengembangkan bisnis. “Tinggal tunggu waktu yang tepat.
Yang jelas, 99,9% kami siap,” ujar wanita penyuka warna
merah ini. / Yayat Suratmo
BIODATA
Nama
Eka Sari Lorena Surbakti, MBA
Tempat, Tanggal Lahir
Jakarta, 3 Juni 1969
Jabatan
President Direktur Lorena Transport
Pendidikan
1989–1992; Wright State university, Dayton, Ohio, USA
1993–1994; University of Fransisco, California, USA
Karir
President Director Lorena Transport (2005–sekarang)
Sr. Vice President of PT. Eka Sari Lorena Transport
Sr. Vice President of PT. Ryanta Mitra Karina
Director of PT. Eka Sari Lorena (Holding) (1998–2000)
Director of ESL Exppress (1997–2003)
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
C E O
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 63
SERAPAN FLPP
KOK MASIH
SERET?
Housing Urban Development (HUD) Institute merilis, kebutuhan
akan rumah tinggal, khususnya oleh masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR) mencapai 15 juta unit. Indonesia pun dinilai masuk
dalam situasi darurat perumahan rakyat.
M
enyediakan tempat tinggal (rumah)
yang terjangkau dan layak huni kepada
masyarakat (kelas bawah), merupakan
amanat konstitusi pasal 28H ayat 1
UUD 1945. Sejauh ini, pemerintah
memang telah merancang program bagi masyarakat
berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah
yang terjangkau dan layak huni, berupa program
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sekadar mengingatkan, FLPP merupakan
format pembiayaan dengan suku bunga tetap 7,25%,
jangka waktu maksimal 20 tahun. Lewat program ini
pemerintah memberikan subsidi melalui selisih suku
bunga yang umumnya mencapai kisaran 12%-15% jika
mengikuti mekanisme pasar. Sayangnya, implementasi
di lapangan membuktikan, daya serap masyarakat
terhadap FPLP masih sangat rendah, yakni baru
mencapai 25% saja dari duit yang disiapkan sebesar
Rp 7 triliun.
Padahal program ini telah berjalan sejak 2010.
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), bulan
lalu melaporkan, bahwa realisasi penyaluran program
FLPP per September 2013 baru mencapai Rp 3,1
triliun. Jumlah tersebut untuk penyaluran sebanyak 62
ribu unit rumah atau setara dengan 51,3% dari target
121 ribu unit. Bahkan, BTN sebagai bank pemerintah
Finansial
64 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
penyalur FLPP menyatakan, serapan
kredit FLPP hanya 4% dari total Rp 259
triliun (termasuk non FPLP) pembiayaan
perumahan yang dikelola BTN.
Rendahnya daya serap FLPP
ini, menurut Direktur Keuangan BTN
Saut Pardede kepada INFO BISNIS
INTERNASIONAL, lantaran program
ini baru berjalan efektif dua tahun
belakangan, ”Saya yakin pelan-pelan
daya serapnya pasti akan meningkat,”
ujarnya. Data yang bersumber BTN
pun tidak jauh berbeda dengan laporan
yang dilansir Bank Indonesia (BI)
pada kuartal pertama 2013, dimana
komposisi penyaluran kredit pemilikan
rumah melalui skim fasilitas likuiditas
pembiayaan perumahan (KPR-FLPP)
hanya 3,5% dari total penyaluran KPR
secara keseluruhan.
Saut juga menyatakan pemerintah
seharusnya memberikan dana FLPP
lebih besar. “Anggaran FLPP itu hanya
kurang 1% dari APBN, apakah ini cukup
untuk menutup backlog yang mencapai
belasan juta unit?” papar Saut. BTN sendiri selama
periode 2006 hingga 30 September 2013 sudah
menyalurkan pinjaman perumahan sebesar Rp 5,3
triliun dengan outstanding Rp 3,9 triliun.
TIDAK MERATA
Selain daya serap rendah, sebaran penyerapan
FLPP juga tidak merata. Menurut Deputi Bidang
Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, sebarannya 60%
masih didominasi wilayah Jabodetabek. “Untuk saat
ini penyaluran KPR FLPP masih banyak terserap di
sekitaran Jabodetabek,” ungkapnya di tempat terpisah.
Ia berharap, bank dan pengembang saling bersinergi
karena keduanya memiliki perang sangat penting untuk
menyuskseskan program ini.
Menurut Sri Hartoyo, pemerintah akan terus
melakukan sosialisasi agar target penyaluran kredit
FLPP Rp 7 triliun tahun ini bisa tercapai. Tapi
tampaknya ini tidak gampang. Sebab menurut Saut,
selain waktu tutup buku yang tinggal beberapa bulan
lagi, juga terjadi pelambatan ekonomi akibat krisis
keuangan AS dan Eropa. ”Tiga bulan ke depan, saya
kira pertumbuhan kredit perumahan akan mengalami
slowdown, meski tidak terlalu signifikan,” katanya.
Belum lagi, pemerintah telah mengeluarkan
peraturan baru terkait tipe rumah FLPP yang semula
menjangkau tipe di bawah 36 menjadi hanya tipe
rumah 36 ke atas. Harganya pun terkoreksi dari Rp 55
juta dengan variasi di bawah tipe 36 menjadi di atas Rp
90 juta. Alhasil, gara-gara masalah inilah, suplai FLPP
sempat terhenti di awal tahun. Di tambah fakta lainnya,
bank juga cenderung enggan bermain di segmen FLPP
karena marginnya dianggap lebih rendah dari margin
KPR komersial.
Saut menyatakan, memang margin FLPP
memang lebih rendah dari KPR komersial, yakni 4,5%
sedangkan komersial mencapai 5,5%. “Padahal
tidak bisa hanya dilihat seperti itu. Sebab kalau untuk
pembiayaan KPR komersial, bank harus mencari
sendiri, sedangkan kalau FLPP 50% nya sudah diberi
pemerintah dengan bunga yang teramat rendah yakni
0,5%. FLPP juga lebih aman karena ada asuransi,
dan dijamin secara jangka panjang oleh perusahaan
pembiayaan sekunder perumahan seperti PT Sarana
Multigriya Finansial (SMF),” tegasnya.
JANGKA PANJANG
Untuk diketahui, penyaluran KPR memang
membutuhkan ketersediaan dana jangka menengah/
panjang lantaran sifat kreditnya bertenor panjang. Ini
salah satu alasan mengapa bank tidak terlalu eksplosif
bermain di KPR kecuali BTN. Menjawab tantangan
tersebut, SMF sebagai perusahaan pembiayaan plat
merah siap menyediakan dana pinjaman kepada bank
penyalur KPR dengan tenor panjang dan bunga tetap.
Awal Oktober lalu misalnya, SMF menandatangani
kerjasama program refinancing KPR-FPLP dengan
BTN senilai Rp 500 miliar.
Perjanjian ini merupakan yang keempat
kalinya dilakukan oleh kedua belah pihak. “Kami
sepakat melakukan refinancing (pembiyaan kembali)
“Kami sepakat
melakukan refinancing
(pembiyaan kembali)
dengan BTN senilai Rp
500 miliar. Kerjasama
ini bertujuan untuk
mendukung program
pemerintah dalam
pemenuhan kebutuhan
akan perumahan bagi
masyarakat.”
Raharjo Adisusanto
Direktur Utama SMF
D
o
k
.

S
M
F
Finansial
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 65
dengan BTN senilai Rp 500 miliar. Kerjasama ini
bertujuan untuk mendukung program pemerintah
dalam pemenuhan kebutuhan akan perumahan bagi
masyarakat,” kata Direktur Utama SMF Raharjo
Adisusanto.
Kerjasama ini, salah satu upaya untuk
menyalurkan sumber dana jangka menengah/
panjang dengan bunga tetap sebagai sumber
pembiayaan KPR-FLPP Bank BTN kepada Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR). Bagi Bank BTN
refinancing ini berarti menutupi kebutuhan sumber
dana sebesar 30% guna memenuhi tangggungjawab
BTN sebagai bank pemerintah penyalur KPR-FPLP.
“Untuk FPLP ini kebutuhan kita sekitar Rp 1,2 triliun,
sisanya atau 70% kita dapat dari sumber BLU
Kemenpera,” ujar Saut.
Selama ini mekanisme sumber pendanaan
SMF berasal dari hak tagih KPR yang disekuritisasi
sehingga berbentuk penerbitan EBA (Efek Beragun
Aset). EBA kemudian ditawarkan kepada investor di
pasar modal dimana dana yang didapat kemudian
disalurkan kepada bank penyalur KPR. Lantaran
bukan berbentuk perusahaan terbuka, penawaran EBA
dikelola oleh manajer investasi perusahaan sekuritas
dengan SMF bertindak sebagai arranger.
EBA juga bukan diterbitkan oleh SMF langsung,
tapi oleh Danareksa, perusahaan sekuritas milik
pemerintah. Mulai tahun 2014, SMF diperbolehkan
untuk menerbitkan EBA sendiri dengan nama EBA SP
(Surat Partisipasi). Saat ini Kementerian Keuangan
bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah
menyusun peraturan penerbitan EBA-SP di pasar
modal. “Kita berharap di awal tahun 2014 aturan ini
sudah rampung sehingga SMF bisa menerbitkan EBA
SP,” tutur Raharjo.
Perbedaan EBA dengan EBA SP menurut
Raharjo terletak pada tidak perlu adanya manajer
investasi seperti pada EBA. Artinya SMF bisa
bertemu langsung dengan investor calon pembeli
EBA SP. Selain itu, jika EBA berbentuk reksadana,
maka EBA SP ini berbentuk saham atau obligasi.
Raharjo meyakini EBA SP menjadi salah satu sumber
pendanaan jangka menengah/panjang yang kredibel
demi menyalurkan pinjaman perumahan kepada
bank penyalur KPR. “Sekarang tidak perlu khawatir,
sudah ada SMF sebagai perusahaan pembiayaan
sekunder perumahan yang menyediakan dana jangka
menengah/panjang dengan bunga tetap.”
Sejauh ini, kinerja SMF sendiri cukup moncer.
Hingga September 2013, SMF berhasil meraup
pendapatan Rp 391 miliar, atau naik 30,67% dibanding
September 2012 yang mencapai Rp 299 miliar.
Pendapatan tersebut terdiri dari laba bersih senilai Rp
108,23 miliar dan sisanya pendapatan lain-lain. Total
target laba yang dibidik Rp 138 miliar sedangkan target
pendapatan keseluruhan sebesar kurang lebih Rp 400
miliar.
Target itu diyakini tercapai mengingat ada
margin dari total sekuritisasi KPR BTN bernilai Rp
1 triliun yang belum tercatat dalam buku perseroan.
Raharjo mengatakan, “Saat ini masih dalam proses
dan ditargetkan dapat terealisasi pada Desember
tahun ini.” Aset SMF juga tercatat naik, total aset
SMF per 30 September 2013 tercatat mencapai Rp
7,01 triliun atau naik 33,01% dibanding periode yang
sama 2012 sebesar Rp 5,27 triliun. Selain itu SMF juga
berencana menerbitkan surat utang Rp 750 miliar pada
kuartal kuartal empat ini tahun ini. Penerbitan surat
utang itu untuk menutupi kebutuhan perseroan yang
menargetkan total penyaluran pinjaman Rp 2,5 triliun
sepanjang 2013. / Yayat Suratmo
D
o
k
.

S
M
F
Direktur Utama SMF
Raharjo Adisusanto
(tengah) berjabat
tangan dengan
Direktur Keuangan
BTN Saut Pardede
66 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Bursa Asia sepanjang Oktober menunjukkan penguatan. Namun
tetap saja kebijakan Bank Sentral Amerika, Federal Reserve, yang
ke depannya berencana menaikkan stimulus tetap mempengaruhi
bursa Asia. Mengapa?
Pasar Asia
di Bawah
Bayang-Bayang
The Fed
NET
Finansial
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 67
S
uasana sumringah
menghampiri bursa saham
Asia. Pada akhir Oktober 2013
lalu, misalnya, saham-saham
di China mengalami lonjakan
harga dengan perolehan terkuat di
Hong Kong dan Shanghai. Kondisi
serupa juga diperlihatkan pasar saham
di sejumlah negara Asia. Rata-rata
membaik, walau semua bisa berubah
drastis seiring dengan hasil pertemuan
Federal Reserv (The Fed)
Sejumlah faktor mempengaruhi
kenaikan harga saham di China
dimana Indeks Hang Seng Hong Kong
(HK:HSI) naik menjadi 2% dan Indeks
Harga Saham Gabungan Shanghai
(CN:SHCOMP) menjadi 1,5%. Bank-
bank di China, yang memiliki porsi
besar di indeks saham tersebut,
melaporkan pertambahan keuntungan
mereka. Di bursa Hong Kong,
Agricultural Bank of China (ACGBF),
misalnya, naik 2,8%. Sementara itu,
Industrial and Commercial Bank of
China (IDCBF) merangkak naik 2,4%.
Kondisi berbeda terlihat di Shanghai,
dimana perusahaan-perusahaan energi
menunjukkan performa mereka di pasar
saham.
Nilai saham mereka naik tajam
gara-gara keuntungan yang tak sedikit.
Kenaikan paling nyata ditunjukkan oleh
GD Power Development Co, yang naik
5,2%, dan SDIC Power Holding Co yang
naik 9,7%! Pada tataran lebih luas, saat
ini kondisi pasar regional Asia relatif
lebih tinggi seiring dengan keputusan
Federal Reserve AS. Sebagaimana
diketahui bersama, pasar Asia harus
mengalami depresi berat selama
musim panas tahun ini karena adanya
ancaman bahwa Federal Reserve akan
menarik stimulusnya secara berangsur-
angsur.
Hal ini, tentu saja, menciptakan
penarikan modal besar-besaran di
negara-negara tempat investor asal AS
menghindari kemiskinan. September
lalu, Federal Reserve mengabarkan
bahwa program bond-buying mereka
takkan dihentikan. Untuk sementara
pasar bisa bernafas lega. Hal tersebut
membuat pertemuan Fed Rabu akhir
Oktober lalu diperkirakan tak membuat
banyak perubahan. Banyak investor
yang memprediksi bahwa bank sentral
itu akan tetap memegang kebijakan
tersebut hingga setahun ke depan.
Kenaikan harga
saham gabungan
di Wall Street pun
tak kalah membantu
sentimen positif di
kawasan Asia.
JEPANG
Di Jepang,
misalnya, terjadi
reversal kekuatan
Yen. Hal ini
merupakan umpan
balik positif bagi
pasar saham
Jepang dimana
indeks saham rata-rata Nikkei (JP:NIK)
naik 1,2%. Sejumlah negara turut
memperlihatkan kenaikan indeks
harga saham gabungan: S&P ASX200
Australia naik 0,3%; Kospi Korea
Selatan naik 0,4%. Luapan keuntungan
diperkirakan akan terus terjadi dengan
kabar baik disinyalir akan berdatangan
dari perusahaan-perusahaan besar
Jepang maupun China.
Di Jepang, China Petroleum &
Chemical Corp mengabarkan kenaikan
keuntungan bersihnya per kuartal ketiga
tahun ini sebesar 20%. Gara-gara kabar
baik ini, saham perusahaan tersebut
melonjak sebesar 2,8%. Sementara
itu, PetroChina.co (PTR) harga
sahamnya naik 1% setelah mewartakan
bertambahnya keuntungan sebesar
19% untuk periode finansial yang sama.
Softbank (SFTBF) di Tokyo naik 2%
tak lama setelah Nikkei mengeluarkan
laporan bahwa perusahaan
telekomunikasi tersebut mengalami
peningkatan profit sebesar 70% untuk
semester pertama 2013 dengan nilai
lebih dari YEN 700 miliar (setara dengan
USD 7,13 miliar).
Hal ini menarik perhatian
perusahaan sekuritas sehingga lebih
banyak terpusat ke Tokyo, terutama
setelah dua perusahaan besar, yakni
Nomura Holdings dan Daiwa Securities
Group, mengeluarkan laporan keuangan
mereka. Daiwa, misalnya, mengalami
kenaikan 3,8% setelah melaporkan
kenaikan keuntungan sebesar 38%
dibanding kuartal sebelumnya. Nilai
tersebut jauh melebihi ekspektasi pasar.
Nomura Holdings sendiri mengalami
kenaikan harga saham sebesar 1,4%.
Masih di Jepang, Fanuc Corp (FANUF)
turun 2,4% setelah produsen robot itu
mengumumkan penurunan penjualan
dan gagal memenuhi ekspektasi
tahunan.
Secara umum, nilai indeks harga
saham gabungan di kawasan Asia
mengalami kenaikan, kecuali Malaysia
dan Indonesia yang nilainya fluktuatif
dan relatif tak stabil. Sudah disadari oleh
para penggemar dunia penuh spekulasi
bahwa kondisi tersebut dipengaruhi
oleh kebijakan Federal Reserve, dimana
cheap money policy-nya secara tak
langsung menyokong pasar saham di
seluruh dunia selama beberapa tahun
terakhir.
Belakangan ini pasar dibuat
gelisah ketika muncul kabar bahwa
Federal Reserve bakal mengurangi
stimulusnya tahun ini. Untungnya, ide
tapering tersebut ditunda hingga tahun
depan. “Kemungkinan besar tapering
itu sendiri bakal dilakukan Maret tahun
depan,” kata Herald van der Linde,
pakar strategi ekuitas di HSBC Hong
Kong.
“Di sisi lain,” sambung van der
Linde, “ada isu regional lain yang tak
kalah seru, khususnya sidang tahunan
China yang bakal digelar November ini.
Hal itu seharusnya sedikit banyak turut
berkontribusi secara positif pada pasar
China.”
Selasa 29 Oktober 2013 lalu,
nilai rata-rata Dow Jones naik 111,42
poin atau 0,7 persen ke nilai 15.680,35.
Kenaikan indeks Dow Jones tersebut
turut didorong IBM, yang merencanakan
membeli kembali sahamnya senilai USD
15 miliar. Di saat yang sama, EUR turun
ke USD 1,3740 dari 1,3745. Sementara
itu, USD turun ke YEN 98,16. Dan pasar
berharap gairah ini masih akan terus
berlanjut. / Farid Solana
N
E
T
68 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
S
emua tahu, di Amerika Serikat (AS), goncang
ekonomi terjadi pada pemerintahan, sementara
kondisi banyak korporasi masih tetap menggeliat.
Dan bagi korporasi AS, Indonesia masih memiliki
daya pikat yang luar biasa, sehingga rencana
ekspansi bisnis ke tanah air tetap tidak terpengaruh atas
apa yang terjadi di negaranya. Mereka tetap berminat
menanamkan investasinya di Indonesia. Sejak dulu
pun, menurut laporan terbaru lembaga-lembaga kajian
terkemuka, antara tahun 2004 sampai 2012, investasi
asing langsung (Foreign Direct Investment) dari AS ke
Indonesia mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu
sebesar US$65 miliar.
Investasi dari AS dalam kurun waktu tersebut, harus
diakui memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap
laju ekonomi Indonesia. Paling tidak meningkatkan
GDP Indonesia sebesar US$94,1 miliar. Menurut kajian
Ernst&Young Indonesia, korporasi asal Uwak Sam di
Indonesia paling tidak mampu menyerap tenaga kerja
sekitar 183 ribu dengan upah yang kompetitif. Selain itu,
secara langsung dan tidak langsung menciptakan 1,7 juta
lapangan kerja baru.
Disebutkan, sepanjang 2007 - 2012, korporasi
asal AS terus meningkatkan anggaran pelatihan untuk
mengembangkan kemampuan pekerja Indonesia hingga
150%. Perusahaan-perusahaan tersebut pada 2012
membelanjakan rata-rata US$5,8 juta untuk anggaran
program Corporate Social Responsibility (CSR) atau
meningkat 95% sepanjang kurun waktu tersebut. Manfaat
lainnya, secara tidak langsung berupa transfer teknologi
dan pengetahuan yang membawa dampak positif bagi
produktivitas ekonomi dan bisnis.
“Kajian ini menunjukkan bahwa investasi AS
Meski penutupan (shutdown) telah
berakhir, dan perekonomian Amerika
Serikat belum 100 persen pulih, toh
korporasi-korporasi asal AS tetap
berniat menanamkan investasi senilai
US$61 miliar di tanah air dalam
jangka waktu tiga sampai lima tahun
ke depan, tapi dengan catatan?
TETAP KOMITMEN
DENGAN CATATAN
Tom Donohue
President and CEO US Chamber of Commerce
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
Ekonomi
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 69
membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia yang
lebih dari sekadar angka-angka yang dinyatakan dalam
nilai dolar. Perusahaan-perusahaan AS meningkatkan
produktivitas lokal, perusahaan-perusahaan tersebut
melakukan investasi kepada karyawannya, serta
memberikan kontribusi jangka panjang yang signifikan
kepada masyarakat di tempat mereka melakukan kegiatan
operasinya,” papar President and CEO US Chamber of
Commerce (Ketua Kamar Dagang AS), Tom Donohue,
dalam kunjungannya ke Jakarta di kantor Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada awal Oktober
lalu.
Untuk ke depannya, Donohue menyebut, aliran
investasi AS ke tanah air dipastikan akan terus meningkat.
Donohue bilang, perusahaan-perusahaan AS dalam tiga
sampai lima tahun ke depan akan melakukan investasi
baru di Indonesia dengan angka mencapai US$61 miliar.
Tentu dengan catatan, iklim investasi di Indonesia tetap
kondusif dan bersahabat.“Bila dirata-rata, bisa mencapai
US$20 miliar per tahun. Tentu jumlah ini sangat besar bila
dibandingkan rata-rata investasi per tahun di Indonesia
beberapa tahun ke belakang,” jelasnya.
TIDAK BERPENGARUH
Seperti diketahui, akibat terjadinya Government
Shutdown di AS sejak awal Oktober, yang dipicu
tidak tersepakatinya anggaran baru di kongres dan
menyebabkan sekitar 800 ribu pegawai pemerintah AS
dirumahkan. Namun kondisi ini, kata Donohue, tidak akan
mengubah rencana perusahaan-perusahaan AS untuk
berinvestasi di Indonesia.
“Shutdown tidak berpengaruh sama sekali terhadap
hubungan antara AS dan Indonesia. Ini adalah masalah
internal. Pemerintah AS saat ini sedang berupaya untuk
mengatasi permasalahan anggaran dan perlambatan
ekonomi, yang akan diatasi seiring berjalannya waktu
melalui proses politik. Shutdown tidak akan mempengaruhi
rencana investasi perusahaan-perusahaan AS di seluruh
dunia, termasuk juga Indonesia,” kata Donohue menjawab
pertanyaan INFO BISNIS INTERNASIONAL.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika
Serikat, Dino Patti Djalal, pun menyebutkan, Government
Shutdown relatif tidak berpengaruh terhadap investasi AS
di Indonesia. “Sekarang yang perlu kita fokuskan adalah
tetap menjaga investor senang. Tidak hanya investor
AS tapi juga dari negara lain, dan terus berupaya untuk
menarik investor asing yang belum masuk ke Indonesia.
Ini pekerjaan rumah kita,” ujar Dino.
Dino menerangkan, berdasarkan pengamatannya
secara langsung di Negeri Paman Sam, masyarakat AS
sesungguhnya jenuh dengan kondisi yang berlangsung.
Mereka melihat bahwa perdebatan yang terjadi di kongres
terlalu berlarut-larut dan pada akhirnya merugikan mereka.
Politik di AS saat ini sangat terpolarisasi, antara kubu
Demokrat dan Republik, sesuatu yang belum pernah
terjadi sebelumnya.
Kubu Demokrat dan Republik akhirnya sepakat
untuk mengakhiri shutdown. Sebelumnya tetap ada
kecemasan jika tidak ada kesepakatan, maka akan
ada dampak terhadap keberlangsungan investasi AS
di Indonesia, karena ada gejala bahwa modal AS di
Indonesia dan emerging countries lainnya akan ditarik
kembali akibat dicabutnya kebijakan quantitative easing
The Fed. Sedangkan bila menilik rencana investasi
sebesar US$61 miliar dari AS di Indonesia, tentunya
kekhawatiran itu tidak akan menjadi kenyataan. “Dari
survei yang telah dilakukan KBRI terhadap perusahaan-
perusahaan AS, sekitar 77% menyatakan memiliki rencana
untuk melakukan investasi di Indonesia. Tentunya 77%
adalah angka yang cukup besar,” terang Dino.
KEPASTIAN HUKUM
Nah, terkait aliran investasi korporasi asal AS,
termasuk dari negara lainnya, tentu ada banyak faktor
yang mempengaruhi. Seperti stabilitas politik, ketersediaan
infrastruktur, kesiapan human capital, maupun kepastian
hukum. Khusus untuk para investor dari AS, menurut Dino,
yang perlu mendapat perhatian utama adalah masalah
kepastian hukum. “Concern terbesar investor AS terhadap
Indonesia adalah masalah kepastian hukum. Dari survei
kita, stabilitas politik justru berada di bawah kepastian
hukum. Terhadap pemilihan umum yang akan berlangsung
tahun depan pun investor dari AS sesungguhnya tidak
terlalu khawatir,” jelasnya.
Kendati demikian, masalah kepastian hukum yang
terus menjadi polemik sesungguhnya tidak menyurutkan
keinginan investor untuk berinvestasi di Indonesia.
“Orang kalau melihat Indonesia, mereka tahu tanam uang
profit tinggi. Kita sudah punya reputasi itu. Carlos Slim
juga pernah bilang akan investasi di Indonesia. Kalau
ada masalah infrastruktur atau human capital, mereka
masih bisa tolerir itu,” kata Dino. Apabila iklim investasi
di Indonesia dapat terus dijaga dan masalah kepastian
hukum dapat terus diperbaiki, tentu investasi sebesar
US$61 miliar dari AS akan terealisasi dengan sempurna.
Momen inilah yang harus dijaga. / Rezy Anindito
“Concern
terbesar investor
AS terhadap
Indonesia
adalah masalah
kepastian hukum.”
Dino Patti Djalal
Duta Besar RI untuk AS
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
70 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
DUH,
SUKU BUNGA
NAIK LAGI
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
Ekonomi
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 71
D
ALAM kebijakan moneter, BI rate digunakan
sebagai acuan untuk mengarahkan agar
Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
1 bulan hasil lelang Operasi Pasar Terbuka
(OPT) berada di kisaran BI rate. BI Rate
ini kemudian diharapkan mempengaruhi suku bunga
perbankan lain dalam jangka waktu lebih panjang dan
tetap. Kenaikan BI rate biasa dilakukan jika terjadi
situasi-situasi moneter yang memerlukan penanganan
khusus. Misalnya menekan laju inflasi, menjaga
pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan neraca
pembayaran, serta menjaga stabilitas pasar keuangan
dan stabilitas pasar valas.
Selama Juli-Agustus angka tingkat inflasi yang
berbasis Indeks Harga Konsumen (IHK) memang
mengalami tren peningkatan. Dari April hingga Juni,
tingkat inflasi masih di level 5,70%-5,90% atau di bawah
6%. Tapi begitu masuk bulan Juli, inflasi melonjak tajam
sebesar 8,61% dan meningkat lagi menjadi 8,79% pada
Agustus. Akhirnya selama periode Juni-September
BI terpaksa menaikan BI rate sebanyak empat kali
dengan total kenaikan mencapai 150 bps. Tujuannya,
untuk menekan angka inflasi yang terus bergerak liar
dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat
menyentuh Rp 11.500 per dollar AS. Kenaikan ini
tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang tahun.
Dalam waktu kurang dari sebulan sejak BI rate
naik, perbankan langsung ramai-ramai menaikan Suku
Bunga Dasar Kredit (SBDK). Bank BCA misalnya telah
menaikan SDBK per September 2013 rata-rata sebesar
0,5%-1%. Pada September, posisi SBDK koorporasi
BCA sudah mencapai 9,75% (sebelumnya 9,25%) dan
SBDK ritel 11,25% (sebelumnya10,60%). Untuk KPR,
BCA belum menaikan suku bunganya, yakni masih tetap
9,50%, tapi ada kemungkinan akan menyusul naik.
Begitu juga dengan Bank Permata yang
menaikan SBDK rata-rata 1-2%. Berdasarkan laporan
yang diolah tim INFOBISNIS INTERNASIONAL, SBDK
koorporasi Bank Permata sama dengan Bank BCA,
yakni 9,75% (sebelumnya 9,25%), SBDK ritel 11%
(sebelumnya10,50%) dan SBDK KPR naik menjadi
12,50% dari sebelumnya 12%. Kenaikan bunga kredit
KPR menurut Direktur Keuangan Bank Tabungan
Negara (BTN), Saut Pardede, sulit dihindari oleh pelaku
perbankan. “Secara sistematis, jika BI rate naik maka
suku bunga bank juga naik, termasuk bunga KPR. Ada
yang menyebut ini aksi ambil untung pihak perbankan,
sebetulnya tidak bisa dilihat begitu. Selain untuk
menjaga keseimbangan neraca pembayaran, kenaikan
suku bunga juga menaikan operational cost bank, jadi
bank mestinya memang mengikuti BI rate,” katanya.
BTN sendiri telah menaikan suku bunga konsumsi
berkisar 0,5-1%. Saat ini suku bunga konsumsi BTN
untuk KPR sebesar 11% sedangkan non KPR 11,50%.
Jika naik bulan depan, maka suku bunga KPR BTN
berkisar 11,50% hingga 12%. “Kita sudah putuskan
kenaikannya sekitar 0,5-1% tergantung jenis kredit.
Bulan Oktober berlaku secara resmi,” katanya.
Sementara di segmen kredit konsumsi non
KPR, seperti kredit kendaraan bermotor dan kartu
kredit, kenaikannya sudah terjadi sejak pertengahan
September. Saat ini seluruh leasing menaikkan suku
bunga kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar
1-2%. Kenaikan ini berpengaruh pada penjualan motor
yang mengalami penurunan penjualan mencapai 15%
dibanding bulan sebelumnya.
AWAS KREDIT MACET
Meski naiknya suku bunga perbankan adalah
situasi otomatis akibat naiknya BI rate, pelaku perbankan
tetap diminta berhati-hati untuk menyikapinya. Salah
satu risiko yang mengintip jika sikap kehati-hatian ini
Hanya dalam waktu singkat, empat kali Bank Indonesia (BI)
menaikan suku bunga acuan (BI rate) dengan total kenaikan
150 basis points (bps). Terakhir, pertengahan September lalu
BI menaikan 25 bps sehingga BI rate kini berada di angka
7,25% untuk tenor 1 bulan suku bunga perbankan.
72 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
diabaikan adalah tingginya rasio Non Performing Loan
(NPL) atau kredit macet.Berdasarkan data BI, beberapa
bank baik kecil maupun bank besar mengalami kenaikan
rasio NPL. BI mencatat, rasio NPL pada Agustus 2013
sebesar 1,99%. Hingga bulan September-Oktober
2013, NPL diperkirakan tetap terjaga rendah sebesar
1,99%. Persoalannya, jika inflasi yang bersumber dari
melemahnya daya beli masyarakat tidak terjaga, maka
rasio NPL diperkirakan meningkat sebesar 2% di akhir
tahun.
Tingginya rasio NPL memang berkaitan dengan
lemahnya daya beli masyarakat. Entah akibat inflasi
yang dipicu kenaikan harga BBM atau tingginya harga
kebutuhan pokok yang disertai naiknya suku bunga
perbankan, maka kemampuan masyarakat dalam
mencicil kredit dipastikan menurun. Alhasil terjadilah
kredit macet. Gejala kredit macet ini bahkan sudah
tercium di hampir semua segmen kredit, baik kredit
konsumsi maupun kredit koorporasi dan ritel. April 2013
ada beberapa sektor yang mencatatkan peningkatan
NPL. Kenaikan NPL tertinggi di sektor pertambangan
dan penggalian, mencapai sekitar Rp 1,13 triliun atau
tumbuh 96% persen dibandingkan periode yang sama
pada 2012. Padahal kredit sektor ini hanya tumbuh 22
persen jadi Rp 114 triliun.
Kemudian kredit macet di sektor pertanian
dan perkebunan, meningkat 55% menjadi Rp 2,89
triliun padahal kreditnya hanya tumbuh 28% persen.
Sementara kredit bermasalah sektor listrik, gas dan air
menanjak 29% persen menjadi Rp 265 miliar dan kredit
cuma tumbuh 1,6%. Nilai kredit macet di sektor KPR
rumah tinggal juga meningkat drastis mencapai sekitar
Rp 6,62 triliun atau meningkat 48% dibandingkan
periode sama tahun 2012 senilai Rp 4,47 triliun. Rasio
NPL kredit rumah tinggal pun naik dari 2,27% pada
Agustus 2012 menjadi 2,56%.
Angka kredit macet yang tinggi juga diperkirakan
akan disumbang oleh segmen kredit usaha mikro, kecil
dan menengah (UMKM). “Kita belum lihat sektornya,
tapi kita lakukan exercise secara keseluruhan. Namun,
memang ada tanda-tanda NPL yang naik itu terutama
untuk kegiatan usaha yang tidak terlalu besar, misal
UMKM,” tutur Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.
Per Agustus 2013, Kredit Usaha Rakyat (KUR)
yang disalurkan melalui 8 bank, yaitu BNI, BRI, Bank
Mandiri, BTN, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, BNI
Syariah, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD)
menunjukan tren yang tinggi, yakni 1,8-10,5%. Data
Komite KUR menyebutkan, NPL terendah dicapai KUR
Mikro BRI sebesar 1,8% sedangkan yang tertinggi
dicatat BNI sebesar 10,1%.
Bank Mandiri, yang per akhir Juni 2013
menyalurkan KUR Rp 12,162 triliun untuk sekitar 237.000
debitor, memiliki NPL 3,41%. Dari sisi penyaluran kredit,
jumlahnya naik 40,9% dibandingkan Juni 2012. Tapi
NPL juga naik 1,73%. Menariknya, meski rasio NPLnya
tinggi, KUR masih menjadi bisnis seksi bagi perbankan
karena perputaran kreditnya yang cepat, yaitu rata-rata
dengan tenor kredit 1 tahun.
Secara keseluruhan BI memprediksi NPL tahun
2014 masih di kisaran 2%, atau tergolong terendah di
dunia, Namun BI harus tetap waspada dan memantau
aktivitas kredit perbankan terutama sektor UMKM yang
dinilai paling kompleks dibanding kredit koorporasi
lantaran menyangkut keberlangsungan ekonomi rakyat
kecil.Sikap hati-hati perbankan bisa dilakukan dengan
cara menjalankan kebijakan kredit yang prudent.
Namun di sisi lain, sikap hati-hati ini juga jangan sampai
menghambat penyaluran kredit KUR yang memang
dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Jadi perbankan
harus benar-benar cerdik menyiasati situasi. / Yayat Suratmo
Nama Bank
Suku Bunga Dasar Kredit (%)
Kredit Kredit Kredit Kredit Konsumsi
Korporasi Ritel Mikro KPR N on KPR
BCA 9 .75(9.25)* 11.25(10.60) - 9 .50 (9.50) 8 .68(8.18)
BANK PERMATA 10.75 (10.25) 11. 00(10.50) - 12.50 (12.00) 11.25(11.00)
BANK OCBC NISP 10.75(10.25) 11.75(11.25) - 12.00(11.50) 12.00(11.50)
BANK SINARMAS 11.12(10.46) 11.12(10.46) 10.46 - 11.12(10.46)
ANZ PANIN BANK 10.38 (7.54) 10.38(7.98) - 10.38 (9.50) 10.38( 9.50)
BANK MAYAPADA 11.50(10.75) 11.20 (11.33) 13.04 11.40(10.72) 11.90(11.12)
TABEL
Suku Bunga Kredit (dalam %) Sejumlah Bank per September 2013
*dalam kurung posisi SBDK bulan sebelumnya, berbagai sumber.
Ekonomi
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 73
F
o
t
o

A
t
a
s
:

M
e
n
l
u

R
I

(
M
a
r
t
y

N
a
t
a
l
e
g
a
w
a
)

b
e
r
s
a
m
a

M
e
n
l
u

S
e
l
a
n
d
i
a

B
a
r
u

(
M
u
r
r
a
y

M
c
C
u
l
l
y
)
F
o
t
o

B
a
w
a
h
:

M
e
n
l
u

R
I

b
e
r
s
a
m
a

M
e
n
l
u

K
o
s
t
a

R
i
k
a

(
J
o
s
é

E
n
r
i
q
u
e

C
a
s
t
i
l
l
o

B
a
r
r
a
n
t
e
s
)
RI – KOSTA RIKA
PENINGKATAN HUBUNGAN
BILATERAL
M
enteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty
Natalegawa dan Menteri Luar Negeri Kosta
Rika, José Enrique Castillo Barrantes telah
menandatangani MoU mengenai Konsultasi Bilateral RI
- Kosta Rika dan Persetujuan Pembebasan Visa bagi Pe-
megang Paspor Diplomatik atau Dinas pada 29 Oktober
lalu di Jakarta. Kedua Menlu sepakat akan pentingnya
peningkatan hubungan bilateral dalam memanfaatkan
potensi kerja sama yang saling menguntungkan. “Kami
telah mendorong Menteri Perdagangan, Menteri Pari-
wisata, dan Menteri Energi kedua negara untuk menja-
lin komunikasi erat guna menindaklanjuti berbagai kerja
sama di bidang-bidang terkait”, ucap Marty dalam jumpa
pers.
Bagi Kosta Rika, per- an Indonesia di ASEAN
merupakan potensi besar
dalam melakukan penet-
rasi pasar di kawasan Asia
Tenggara. “Saya percaya
bahwa kedua negara me-
miliki kepentingan bersama
untuk terus memajukan
kesejahteraan rakyat ked-
RI - SELANDIA BARU
SEMAKIN KOKOH
M
enlu RI, R. M. Marty M. Na-
talegawa, telah melakukan
kunjungan kerja ke Auckland,
Selandia Baru, pada tanggal 30-31 Ok-
tober 2013. Kunjungan ini ditujukan un-
tuk memimpin bersama Menlu Selandia
Baru, Murray McCully, pertemuan ke-6
Komisi Bersama RI – Selandia Baru
yang membahas langkah-langkah pen-
ingkatan hubungan bilateral RI dan Se-
landia Baru.“Pertemuan ini memberikan
momentum baru untuk memperkokoh
hubungan bilateral Indonesia-Selandia
Baru di bidang-bidang yang menjadi
kepentingan bersama. Hal ini menun-
jukkan arti penting Selandia Baru se-
cara geopolitis dan geostrategis dalam
hubungan luar negeri Indonesia”, demiki-
an disampaikan oleh Menlu Marty.
Menlu Selandia Baru juga sampai-
kan pandangan yang sama mengenai arti
penting hubungan kedua negara yang
ditandai dengan penunjukan Konsul Ke-
hormatan Selandia Baru di Surabaya
dan Bali.Di tataran regional, penguatan
kemitraan Selandia Baru dengan ASEAN
selama hampir 40 tahun ditandai dengan
penunjukan Duta Besar Selandia Baru
untuk ASEAN di Jakarta baru-baru ini.
Secara khusus, sesuai instruksi Presiden
RI dan Perdana Menteri Selandia Baru
dalam pertemuan keduanya di Jakarta,
April 2012, pertemuan ke-6 Komisi Ber-
sama menyepakati score card sebagai
mekanisme yang measurable, report-
able dan verifiable. Scorecard merupa-
kan yang pertama kali dilakukan dalam
hubungan kedua negara untuk mengkaji
perkembangan hubungan bilateral RI-
Selandia Baru secara lebih terukur dan
mengidentifikasi inisiatif kerja sama baru.
Pertemuan ke-6 Komisi Bersama
RI-Selandia Baru telah pula membahas
kerja sama di bidang-bidang prioritas
antara lain: kerjasama ekonomi dan in-
vestasi dan penguatan konektivitas serta
hubungan antarmasyarakat.“Kedua ne-
gara perlu terus mendorong saling kun-
jung misi dagang dan investasi guna
menguatkan hubungan ekonomi”, de-
mikian ditekankan oleh Menlu RI. Kedua
negara sepakat untuk mendorong pem-
bukaan jalur penerbangan langsung
Jakarta-Auckland dalam rangka mening-
katkan konektivitas.
Selandia Baru juga menyampaikan
rencana maskapai “Air New Zealand”
yang telah melayan ijalur Auckland-Den-
pasar sejakJuni 2012, untuk meningkat-
kan layanan penerbangan sebesar 40%.
Disepakati pula pentingnya mempromo-
sikan Indonesia sebagai destinasi bagi
mahasiswa Selandia Baru, dan sebalikn-
ya. Pertemuan Komisi Bersama selan-
jutnya akan diadakan di Indonesia pada
tahun 2014. / Kemenlu
ua negara,” ujar Castillo.Dalam kerangka perdagangan,
kedua Menlu sepakat untuk menyempurnakan kerangka
kerja sama di bidang penghindaran pajak berganda, per-
lindungan investasi, dan kerjasama antara kamar dagang
kedua negara. “Kami sepakat pentingnya peningkatan
hubungan bilateral dalam memanfaatkan potensi kerjasa-
ma yang saling menguntungkan,” kata Marty.
Keinginan Kosta Rika untuk meningkatkan hubungan
diplomatik serta kerja sama di bidang politik, perdagangan,
serta berbagai forum regional dan multilateral menjadi pen-
dorong utama kunjungan resmi Menlu Castillo ke Indonesia.
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan bersejarah, sejak
dibukanya secara resmi hubungan diplomatik kedua negara
melalui penandatanganan Komunike Bersama oleh Wakil
Tetap Indonesia dan KUAI Kosta Rika di PBB, New York,
tanggal 9 Januari 1985. / Rezy Anindito
K
e
m
e
n
l
u
K
e
m
e
n
l
u
Bilateral
74 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
K
awasan Asia kini memang tengah
naik daun. Nyaris semua negara di
kawasan Asia getol memperbaharui
dan meningkatkan kualitas kerja
sama bilateral. Salah satunya adalah
Vietnam, yang baru-baru ini menggelar acara bertajuk
Vietnam-Russia Business Forum pada Oktober lalu.
Seakan luput dari perhatian dunia, forum tersebut
benar-benar serius menggarap kerja sama bilateral
kedua negara ini. Perhatian terpusat pada upaya
Vietnam menarik perhatian investor Rusia, khususnya
di bidang energi.
Hingga detik ini, Vietnam telah menjalin kerja
sama diplomatik dengan 167 negara dan kemitraan
bisnis dengan 220 negara di seluruh dunia. Berkat
relasi yang terjalin baik tersebut, salah satu negara
ASEAN tersebut memiliki 15 ribu proyek investasi
dengan nilai total melampaui USD 220 miliar.Krisis
ekonomi yang melanda Barat tak menggoyah pondasi
ekonomi Vietnam. Di tahun 2012, misalnya, negara
tersebut mencapai pertumbuhan GDP sebesar 5,03%
dan menargetkan pertumbuhan variabel yang sama
sebesar 5,4% di tahun 2013. Dengan target sebesar
itu, Vietnam memprediksi sanggup mencapai rata-
rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% selama
kurun waktu 2011-2013.
KERJASAMA ENERGI
VIETNAM DAN RUSIA
W
i
k
i
p
e
d
i
a
n
g
u
y
e
n
t
a
n
d
u
n
g
.
o
r
g
G
a
z
p
r
o
m

N
e
f
t
Alexander Dyukov
CEO Gazprom Neft JSC
Nguyen Tan Dung
Perdana Menteri Vietnam
Kembali ke isu energi, sebagai negara
berkembang, kebutuhan energi Vietnam mencapai 36
juta ton minyak dimana 17 juta ton di antaranya dalam
bentuk petroleum. Guna mencapai target GDP yang
diinginkan, Vietnam memprediksi bahwa kebutuhan
energinya bakal meningkat sebesar 7% per tahun
selama 2010-2025. Kebutuhan listrik pun disinyalir
melonjak hingga melebihi 15% per tahun.Vietnam
pun memandang perlu adanya pengembangan energi
serta jaminan atas keamanan pasokan energi mereka,
utamanya dalam mengatasi gejolak harga minyak.
Bilateral
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 75
Vietnam terus melakukan reformasi ekonomi, dan makin terbuka untuk
menjalin kerjasama dengan negara manapun, termasuk Rusia. Keduanya
sepakat meningkatkan kerjasama di bidang energi. Termasuk nuklir?
KREATIF
Vietnam pun menelurkan banyak solusi bagi
warganya. Salah satunya adalah terus menjalankan
proyek investasi di bidang energi mulai dari survei,
eksplorasi, kilang lepas pantai yang dilakukan oleh
PetroVietnam di Rusia. Pemerintah Vietnam juga
mendorong pengembangan energi terbarukan
seperti angin, sinar matahari dan biomassa dengan
penyusunan ketetapan sehingga 5% kebutuhan
tersebut tercapai di tahun 2020 dan 11% tercapai di
tahun 2050. Namun, kerja sama Vietnam dan Rusia
tak hanya seputar energi ‘ringan’: nuklir pun mereka
singgung.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa
Vietnam akan mengoperasikan pembangkit listrik
tenaga nuklir di tahun 2020 dengan bantuan Rusia.
Target kapasitas listriknya adalah 10.700 MW di tahun
2030 untuk memproduksi 70,5 miliar kWh.Menariknya,
Vietnam berkomitmen untuk menjalankan petroleum
saving policy guna memenuhi standar yang ditetapkan
IEA. Namun, negara itu mengalami kesulitan di bidang
fnansial, juga teknologi dan manajemen konstruksi
pengilangan dan penyimpanan minyak bumi.
Selama beberapa tahun terakhir, Vietnam dan
Rusia berhasil menjalin prestasi di bidang politik,
diplomasi, kerja sama bisnis, energi, minyak dan
gas, nuklir dan mineral. Sebagai salah satu negara
berkembang anggota ASEAN, Vietnam sukses
membangun pondasi kokoh sehingga menarik bagi
para investor.
Berbagai bentuk kerja sama tersebut penting
untuk menjamin kebutuhan Vietnam serta kerja
sama bilateral dengan negara lain di berbagai sektor.
September lalu, misalnya, dalam acara penyambutan
CEO Gazprom Neft JSC Alexander Dyukov di
Hanoi, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung
mengatakan, “Kerja sama di sektor energi, khususnya
minyak dan gas bumi, memainkan peran sangat
penting dalam pengembangan kemitraan strategis
antara Rusia dan Vietnam.”
Tan Dung mengatakan bahwa kerja sama energi
tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tapi juga
mencerminkan baiknya hubungan dan kerja sama
antara kedua negara maupun warga negaranya. Pada
kesempatan tersebut, Tan Dung juga menegaskan
bahwa pemerintahnya menyambut baik buah kerja
sama positif antara Vietnam National Oil and Gas
Group (PetroVietnam) dan Gazprom Neft, dan akan
terus melanjutkan dukungan dan memfasilitasi
berbagai aktiftas yang terkait dengan kerja sama
tersebut.
Lebih lanjut, Dung berharap agar Gazprom Neft
terus mengembangkan kerja sama yang ada dengan
PetroVietnam.Tak hanya di sektor eksplorasi dan
ekstraksi minyak dan gas bumi, tapi juga pengilangan
minyak bumi dan pasokan minyak mentah. Merespon
PM Dung, Alexander Dyukov pun berharap agar
pemerintah Vietnam dan pihak terkait turut mendukung
operasi jangka panjang Gazprom Neft di Vietnam.
Gazprom Neft adalah anak perusahaan Gazprom
Group, dan merupakan salah satu perusahaan
produsen minyak terbesar di Rusia. Perusahaan
tersebut menguasai 11 kawasan pengolahan minyak
bumi di seluruh Rusia dengan kapasitas produksi
mencapai 60 juta ton di tahun 2012. Gazprom Neft
juga mengoperasikan 5 pengilangan minyak bumi
dengan kapasitas gabungan mencapai 40 juta ton per
tahun. Kerja sama PetroVietnam dan Gazprom Neft di
bidang pengilangan minyak dan ekstraksi minyak dan
gas bumi sendiri ditandatangani pada Mei 2013 lalu
saat PM Dung melakukan kunjungan resmi ke Rusia.
/ Farid Solana
76 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
November lalu, Twitter menutup penjualan
saham perdananya dengan nilai USD
45,1 per lembar saham dengan valuasi
mencapai USD 25 miliar. Namun, berbeda
dengan Facebook yang terlebih dahulu
melakukan IPO, keputusan Twitter ini tak
lepas dari pro-kontra antara mereka yang
skeptis, optimis, maupun pesimis.
TWITTER
DAN GELOMBANG
IPO
Korporasi
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 77
D
itinjau dari segi valuasi, misalnya, penjualan
perdana saham Twitter pun menuai kontroversi.
Valuasi terawal atas media sosial berbasis Internet
dengan 200 juta pengguna aktif per bulannya
ini menunjukkan nilai USD 12,8 miliar. Sebagian
besar kalangan mengatakan bahwa nilai tersebut cukup
masuk akal mengingat pertumbuhan penggunanya melambat
pun tidak memperlihatkan tanda-tanda bakal meraup untung.
Menariknya, ada pula yang optimis akan valuasi Twitter. Ironfire
Capital LLC dan Gamco Investors Inc., misalnya, berpendapat
bahwa korporasi berbasis di San Francisco tersebut bisa
memiliki valuasi sebesar USD 15 miliar hingga USD 20 miliar
sebelum IPO dilakukan.
Walau ditunjang argumentasi rasional, baik penilaian
Ironfire maupun Gamco tak lepas dari bias atas obyek kajiannya
itu. Keduanya sendiri mengaku bahwa optimisme atas Twitter
tersebut didasarkan oleh keyakinan akan kemampuan Twitter
meningkatkan revenue secara cepat. Dasarnya adalah kini
makin banyak perusahaan yang ingin mendapat akses ke
konsumen baru; dan jumlah pengguna aktif Twitter bisa
menjanjikan hal itu. Baik Ironfire maupun Gamco bahkan yakin
bahwa setiap tahunnya nanti Twitter bakal kebanjiran iklan dari
perusahaan-perusahaan. Penilaian tak kalah kontroversial
datang dari Sica Wealth Management. Sica bahkan menilai
bahwa Twitter bisa saja mencapai valuasi sebesar USD 40
miliar karena kelak makin banyak perusahaan ritel maupun
media yang menjaring konsumen baru via Twitter. Tapi, apakah
benar akan seindah itu?
Catatan menunjukkan bahwa Twitter hanya butuh 3
minggu untuk mengalami penurunan nilai saham. Sebagaimana
data yang dilansir oleh MarketWatch, pada 25 November 2013
lalu saham Twitter diperdagangkan dengan nilai akhir USD
39,17 per lembar saham: turun sebesar 4%. Sejak pertama
kali dilontarkan ke pasar pada 7 November 2013, harga saham
Twitter jatuh sebesar 13% dari nilai awal USD 45,1 per lembar
sahamnya. Minggu sebelumnya pun saham Twitter pernah
jatuh, yang mana merupakan kejatuhan pertamanya sejak IPO.
Nah, pelajaran apa yang kira-kira bisa diambil dari TWTR?
Secara kasar, IPO Twitter tergolong sukses. Perusahaan
tersebut tadinya mengajukan harga saham dengan rentang
USD 17 sampai dengan USD 20 per lembar saham. Ia lalu
menaikkan tawaran harga saham hingga USD 25 per lembar.
Akhirnya disepakati harga saham saat IPO sebesar USD 26.
Walau headline hari berikutnya mengabarkan Twitter naik 73
persen, kenyataan memperlihatkan bahwa sebagian besar
pengusaha mengalami kerugian.
Dalam IPO tersebut, Twitter menjual 70 juta saham
dengan harga Usd 26 per lembar. Hebatnya, ketika
perdagangan saham ditutup hari itu juga, nilai awalnya
melonjak hingga USD 45,1. Para investor itu pun secara tak
langsung meningkatkan hharga saham Twitter hingga 73,5%.
Harga saham Twitter menjadi USD 50,09.
Mereka yang menjual saham IPO Twitter
untung 92,7% sementara mereka yang
menjual saham pasca hari pertama meraup
keuntungan 11%. Para investor pun mulai
mengalami kerugian.
Tak lama setelah itu, harga saham
Twitter mencapai USD 44 per lembar
dan sempat ditutup pada kisaran USD
44,9 dalam perdagangan 117 juta saham.
Harga yang tadinya menarik dan cantik
pun mendadak jatuh tanpa sebab. Pada
15 November 2013, saham Twitter dibuka
pada nilai USD 45,25 dari nilai penutupan
USD 43,38. Saat tulisan ini disusun, harga
saham Twitter hanya USD 40.55 per
lembarnya. Sebagian besar investor pun
kehilangan uangnya dalam IPO Twitter yang
diapresiasi hingga ada kenaikan saham
mencapai 73%. Ujung-ujungnya, pasang
surut saham Twitter tersebut menjadi isu
menarik mereka yang bagi sebagian orang
bersifat kontra-intuitif. Mengapa sampai
ada pemikiran seperti itu?
Hal itu terjadi tak lain karena media terlalu banyak
memberitakan hal yang tak sebenarnya secara berlebihan
atas IPO Twitter tersebut. Kecuali para investor memiliki porsi
dalam penentuan harga saham IPO Twitter, berinvestasi
dalam IPO sendiri mencerminkan daya tawar yang rendah.
Cerita sebenarnya bukanlah Twitter jatuh terjerembab dari
harga IPO-nya, dimana cukup sedikit yang sanggup membeli,
melainkan lebih kepada bahwa saham tersebut sepi peminat
jika dibandingkan dengan maksud awal pendirianya.
Faktor kedua adalah besarnya ketidaksesuaian antara
harga IPO dengan harga pembukaan perdagangan. Hal ini
menjadikan para underwriters punya peran besar dalam
mempermainkan harga. Misalnya, para investor ritel disarankan
untuk tidak menjual saham Twitter; paling tidak selama 6 bulan
ke depan.
Perilaku perdagangan saham pada hari-hari pertama dan
hari-hari berikutnya membuat para calon investor ketakutan.
Apa yang dianggap sebagai katalis pada horizon pun belum
muncul hingga detik ini. / Farid Solana
78 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
S
EMULA Swedia merupakan salah satu
negara termiskin di Eropa. Tapi, itu
dahulu sekali. Kini semuanya berubah
ketika kerjasama antara pemerintah
negara tersebut dengan pihak industri
dan pihak universitas pada era ’50-an sampai
’70-an membawa negara tersebut berkembang
menjadi salah satu negara penghasil produk
inovatif terbesar di dunia. Ada banyak sekali
produk inovatif yang berasal dari Swedia, yang
bahkan juga dengan mudah ditemukan di
Indonesia. Misalnya sistem pengepakan makanan
yang diciptakan Tetra Pak, yang juga digunakan
perusahaan susu Indonesia, Ultrajaya.
Begitu juag di industri telekomunikasi. Telepon
seluler pertama yang ada di dunia merupakan ciptaan
Ericsson, perusahaan Swedia yang telah ada di
Indonesia sejak tahun 1907. Inovasi lain dari Swedia
seperti zipper, mouse komputer, safety belt, mesin
ATM, begitu juga Skype pun sangat umum digunakan
oleh masyarakat Indonesia. Ada satu hal utama
yang menyebabkan Swedia berhasil bertransformasi
menjadi sebuah negara yang menelurkan banyak
produk inovatif yang kini banyak digunakan di seluruh
dunia.
Menurut Duta Besar Swedia untuk Indonesia,
Ewa Polano, hal ini disebabkan Swedia sangat serius
dalam mengembangkan produk inovatif. Pemerintah
negara tersebut tak ragu untuk mengeluarkan
anggaran untuk melakukan research&development
(R&D). “Swedia merupakan satu dari tiga negara
di dunia, bersama Finlandia dan Israel, yang paling
banyak mengeluarkan uang untuk R&D. Negara kami
membelanjakan sampai 3,6% dari anggaran kami
untuk R&D,” terang Polano.
Proses R&D tidak hanya dilakukan oleh
pemerintah, tapi juga oleh sektor swasta. Di Swedia
diterapkan kerjasama erat triple helix antara industri,
pemerintah, dan pihak universitas. “Semua dimulai
dari sektor pendidikan yang mengutamakan inovasi,”
kata Polano.Terkait inovasi, Swedia saat ini tengah
gencar untuk memperkenalkan teknologi ramah
lingkungan ke Indonesia. Terutama konsep symbiote
city, yang mirip dengan konsep green city yang
telah diupayakan untuk dikembangkan di negara ini,
yang mensimbiosiskan pembangunan kota dengan
Swedia telah bertransformasi menjadi salah satu negara utama
penghasil produk inovatif dunia. Kunci dari transformasi drastis
ini berkat keberhasilan Swedia dalam menciptakan semangat
berinovasi, yang kini mulai ditularkan ke Indonesia.
Tularkan
Semangat Inovasi
Kepada Indonesia
N
E
T
Negara & Niaga
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 79
waste management system,
sistem transportasi, serta green
construction building.
“Hal ini didukung MoU yang
ditandatangani saat Presiden
Yudhoyono berkunjung ke Swedia
Mei lalu tentang sustainable city
cooperation yang mencakup
pertukaran teknologi dan tenaga
ahli renewable energy dan
waste management. Saya telah
berbicara dengan Dewan Energi
Nasional dan mereka tertarik
terhadap teknologi Swedia dalam
bidang clean energy,” tutur Polano.
Salah satu kota yang
diupayakan untuk mengaplikasikan konsep symbiote
city adalah di Jakarta, dimana Polano telah menjalin
komunikasi dengan Gubernur Jokowi dan Wakil
Gubernur Ahok tentang kemungkinan penggunaan
bus-bus Swedia ramah lingkungan hasil produksi
Scania dan Volvo di Jakarta.“Kami tidak hanya
fokus pada Jakarta, tapi kami juga akan melakukan
roadshows untuk mengenalkan konsep symbiote city
ini ke Surabaya, Semarang, dan juga ke kota-kota
lain,” kata Polano.
Sang duta besar juga akan memfasilitasi
perusahaan Swedia bernama Hexagon AB untuk
melakukan presentasi tentang teknologi windmill di
laut yang dapat menghasilkan clean energy, selain
juga beberapa perusahaan yang ingin mengenalkan
penerapan tenaga surya untuk menghasilkan energi.
Di luar teknologi ramah lingkungan, kerjasama
terkait produk teknologi inovatif antara Swedia
dan Indonesia juga terjalin dalam hal pengadaan
gerbong yang digunakan dalam jalur kereta api ke
Bandara Soekarno-Hatta. Bombardier Sweden telah
diputuskan untuk memproduksi gerbong-gerbong
tersebut nantinya bersama PT INKA. Selain itu,
teknologi Swedia rencananya akan digunakan dalam
sistem Electronic Road Pricing (ERP) di jalanan
ibukota.
Tak hanya tertarik untuk melakukan kerjasama
di bidang teknologi ramah lingkungan, Swedia juga
memiliki keinginan untuk menularkan semangat
inovasi ke Indonesia. Misalnya dengan membuat
penelitian bersama antara industri Swedia dan
Indonesia dengan melibatkan pihak universitas di
kedua negara. “Kerjasama seperti ini telah dilakukan,
seperti kerjasama penelitian renewable energy dengan
Universitas Gajah Mada yang dimulai Mei lalu. Selain
itu juga telah dibentuk kerjasama penelitian di bidang
perawatan kesehatan, antara Kalbe Farma dengan
badan penelitian kesehatan Swedia,” papar Polano .
Indonesia, menurut Polano, mempunyai
platform yang sangat baik untuk mengembangkan
semangat berinovasi, karena pemerintah negara
ini telah mengalokasikan 20% anggaran untuk
pendidikan. Melalui pengembangan pendidikan,
tentunya masyarakat Indonesia nantinya akan
dapat menjadi masyarakat yang inovatif dan mampu
menciptakan produk-produk inovatif.
Pemerintah Swedia tentunya sangat bersedia
dalam membangun kerjasama dengan Indonesia
dalam memajukan pendidikan. Karena, terjalinnya
kerjasama dalam bidang pendidikan tidak hanya
menguntungkan bagi Indonesia, tapi juga bagi Swedia.
“Perusahaan Swedia terkadang kesulitan untuk masuk
ke Indonesia, sehingga melalui kerjasama pendidikan
dapat dibentuk jalinan hubungan yang lebih baik,” kata
Polano.
Saab Group, perusahaan aerospace dan
pertahanan asal Swedia, telah memberikan beasiswa
bagi 50 mahasiswa di bidang engineering. Tentu
dengan semakin banyaknya tenaga ahli di bidang
engineering dampaknya akan sangat positif bagi
Indonesia, terutama dalam mendukung kemampuan
melakukan inovasi. / Rezy Anindito
N
E
T
N
E
T
80 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Swedia BidiK
Pasar Asia
Krisis ekonomi yang masih terus
berlanjut di Eropa mempengaruhi
ekspor Swedia, yang merupakan
penyokong utama perekonomian
negara Nordic tersebut. Tak
mengherankan bila kemudian Swedia
kini mulai menyasar pasar Asia sebagai
tujuan ekspor baru mereka, termasuk
juga Indonesia.
Negara & Niaga
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 81
K
estabilan perekonomian Swedia di
tengah badai krisis Eropa akhirnya mulai
terganggu akibat semakin menurunnya
permintaan akan barang produksi negara
Nordic tersebut dari negara-negara Benua
Biru. Imbasnya, pertumbuhan perekonomian Swedia
mengalami perlambatan dan tingkat pengangguran
meningkat sehingga bank sentral Swedia kembali
memunculkan wacana untuk memangkas suku bunga
agar negara tersebut terhindar dari resesi.
Terkait perlambatan pertumbuhan, badan statistik
nasional Swedia menyebutkan bahwa tingkat
pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2013
hanya mencapai 0,7% atau setengah dari perkiraan
sebelumnya yang mencapai 1,4%.
Tingkat ekspor tidak berubah antara bulan
April sampai Juni, padahal perkiraan
sebelumnya tingkat ekspor seharusnya
bisa meningkat 1,7%.
Mata uang Swedia, krona, melemah
terhadap euro karena para investor
mulai meragukan kemampuan Swedia
dalam menghadapi krisis. Kondisi Eropa
saat ini belum memuaskan para investor
walau Yunani, Irlandia, dan Portugal telah
menerima dana bailout internasional untuk
menjaga kondisi perekonomian mereka.
European Comission memperkirakan
perekonomian kawasan Uni Eropa masih
akan mengalami kontraksi sebesar
0,3% tahun 2013 ini. Kondisi Uni Eropa
tentunya sangat berpengaruh terhadap
Swedia, karena sekitar 35% ekspor
ditujukan ke negara-negara di kawasan
tersebut.
Berkurangnya permintaan sebagai
dampak krisis pun sesungguhnya telah
dirasakan oleh perusahaan-perusahaan
Swedia. Perusahaan produsen mobil
Volvo Cars menyebutkan bahwa
penjualan mereka di Eropa, serta
juga di China dan Amerika Serikat,
telah mengalami penurunan yang
signifkan pada semester pertama 2013.
Perusahaan produsen truk Scania AB
mencatatkan penurunan keuntungan
bersih sampai 40% pada kuartal kedua
2013 akibat turunnya penjualan.
Untuk meminimalisir dampak
penurunan permintaan, Volvo Cars
memutuskan untuk mengurangi tingkat
produksi mobil di pabrik Torslanda, dari
57 mobil per jam menjadi 50 mobil per jam. Selain itu,
sekitar 200 sampai 300 pekerja tidak diperpanjang
kontraknya. Pemutusan hubungan kerja juga dilakukan
oleh perusahaan Swedia lainnya, menyebabkan tingkat
pengangguran mencapai 7,2%.
PENINGKATAN EKSPOR
Walau tingkat pertumbuhan diperkirakan akan
mengalami perlambatan namun kondisi Swedia relatif
masih lebih baik dari negara-negara lain di Eropa.
Jerman yang merupakan negara dengan perekonomian
terbesar di Eropa tercatat hanya mencapai tingkat
pertumbuhan 0,3% pada kuartal kedua 2013. “Kondisi
TABEL
PERINGKAT RAKSASA BISNIS ASAL SWEDIA
Catatan: KEA tidak masuk daftar, sebab perusahaan ini didirikan di Swedia,
namun dikendalikan dan dikontrol di Belanda
PERUSAHAAN INDUSTRI PENDAPATAN LABA ASET NILAI PASAR
(miliar $) (miliar $) (miliar $) (miliar $)
Barang dan Jasa
Kontruksi
Elektronik
Durable goods
Nordea
Volvo
Ericsson
SEB
Handelsbanken
TeliaSonera
Swedbank
H&M
Atlas Copco
Sandvik
Skanska
SKF
Svenska Cellulosa Aktiebolaget
Electrolux
Assa Abloy
Investor
Tele2
Autoliv
Kinnevik
L E Lundbergfšretagen
Alfa Laval
Boliden AB
Swedish Match
Hexagon AB
Getinge Group
Perbankan
Otomotif
Telekomunikasi
Perbankan
Perbankan
Telekomunikasi
Perbankan
Ritel
Barang dan Jasa
Manufaktur
Produk konsumer
Manufaktur
Finansial
Telekomunikasi
Investasi
Investasi
Industri
Pertambangan
Tembakau
Teknologi
Teknoogi kesehatan
21.7
45
32.9
13.5
10.9
15.1
10.3
16.3
13.6
13.6
17.2
9.6
11.8
14.7
6.1
2.8
5.9
8.2
1.3
3.3
4.2
5.8
1.7
2.8
3.2
3.4
2.6
1.8
1.6
1.8
2.7
1.7
2.3
0.8
0.8
1.1
0.9
0.1
0.3
0.6
-1.3
0.7
0.6
1
0.7
0.5
0.5
0.4
0.4
0.4
933.8
49.7
39
344.5
358
35.9
270.8
8.7
14.4
14.4
11.8
8.5
20.2
10.7
8.1
31.2
6.4
6.1
10.2
12.5
4.8
5.5
2.1
6.8
6
39.7
30.2
39.8
19.2
23.2
30
19.1
61.6
19
19
7.5
11.5
12.5
6.8
11.2
17
8.6
6.2
6.3
4.2
8.7
4.6
8.1
7
6.6
S
u
m
b
e
r
:

W
i
k
i
p
e
d
i
a

&

F
o
r
b
e
s

2
0
1
2
82 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
di Swedia sesungguhnya masih lebih baik dari negara-
negara lain di Eropa, karena negara kami memiliki
perekonomian yang sangat terorganisir. Tingkat
pertumbuhan masih mencapai sekitar 1%. Tapi, kami
tentu tidak berdiam diri dengan kondisi yang ada,
karena kami sangat bergantung kepada ekspor,” terang
Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Ewa Polano,
kepada INFO BISNIS INTERNASIONAL.
Menurut Polano, berbeda dengan Indonesia
dimana ekspor hanya berkontribusi sekitar 25 sampai
28% terhadap GDP, ekspor Swedia menyumbang
sampai 55% dari GDP negara tersebut. Oleh sebab
itu, peningkatan ekspor menjadi sangat penting untuk
menjaga kelangsungan perekonomian Swedia. “Ini
juga sebabnya perusahaan-perusahaan besar Swedia
seperti Tetra Pak, Ericsson, Scania, IKEA, dan Volvo
aktif mengembangkan bisnis mereka di seluruh dunia.
Perusahaan-perusahaan Swedia lainnya yang tidak
berskala besar juga didukung untuk melakukan ekspor
melalui kebijakan pemerintah,” kata Polano.
Akibat krisis, Eropa tentunya menjadi pasar tujuan
ekspor yang kurang berkembang bagi perusahaan-
perusahaan Swedia. Oleh karena itu, perusahaan-
perusahaan Swedia kini mulai membidik untuk
mengembangkan pasar ke Afrika, Amerika Latin,
maupun Asia. “Perkembangan ekspor ke benua-benua
selain Eropa telah ditingkatkan, namun jumlahnya
masih sangat mungkin untuk terus ditambah. Kedutaan-
kedutaan besar Swedia di Asia telah berupaya keras
untuk lebih mengenalkan produk-produk Swedia di
benua ini,” tutur Polano. Jumlah ekspor ke Benua Asia
saat ini telah mencapai sekitar 15% dari keseluruhan
ekspor Swedia. Namun, tentunya jumlah tersebut relatif
masih kecil, mengingat ekspor ke Benua Eropa dan
Amerika masih sangat dominan dan mencapai 80% dari
keseluruhan ekspor.
ASIA
Karena itu, Polano menekankan bahwa sangat
penting untuk membentuk perjanjian perdagangan
bebas yang dapat memfasilitasi peningkatan
perdagangan dengan negara-negara di Asia. Upaya
untuk meningkatkan perdagangan terutama dilakukan
dengan beberapa negara Asia yang mencatatkan
tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat seperti
China, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura,
yang tentunya dapat menyerap produk-produk Swedia
dengan baik.
“Indonesia tentunya sangat penting sebagai pasar
potensial bagi produk-produk dari negara kami. Dengan
pertumbuhan luar biasa yang dicapai Indonesia dalam
beberapa tahun terakhir, negara ini sangat siap
menyerap produk-produk yang kami hasilkan,” jelas
Polano. Sebagai Duta Besar Swedia untuk Indonesia,
Polano kerap menginformasikan kepada perusahaan-
perusahaan Swedia untuk meningkatkan ekspor ke
Indonesia. Walau, upaya ini ternyata tidak mudah untuk
terealisir karena Indonesia masih dianggap terlalu
protektif terhadap pasar domestiknya.
Saat ini, beberapa perusahaan Swedia telah
menunjukkan keinginan mereka untuk mengembangkan
pasar di Indonesia, termasuk juga perusahaan furnitur
berskala internasional asal negara Nordic tersebut,
IKEA. Tentu ke depannya langkah IKEA akan diikuti
oleh perusahaan Swedia lainnya. / Rezy Anindito
Negara & Niaga
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 83
E
wa Polano adalah Duta Besar Swedia
untuk Indonesia saat ini, mulai mengemban
jabatan tersebut sejak September 2009.
Wanita kelahiran St Malm, 5 Januari 1958
ini juga merupakan Duta Besar Swedia
untuk ASEAN sejak Agustus 2010 dan Duta Besar
Swedia untuk Timor Leste sejak Desember 2010.
Perjalanan karir yang sangat panjang telah dilalui
lulusan Fakultas Ilmu Politik University of Stockholm ini
sebelum akhirnya mengemban jabatan-jabatan penting
tersebut. Wanita yang bersuamikan Paul E Polano dan
dikaruniai dua orang putra ini adalah Duta Besar Swedia
untuk Meksiko antara tahun 2001 dan 2006.
Polano juga pernah menempati berbagai posisi
penting di berbagai Kedutaan Swedia di berbagai negara,
seperti Jerman, Suriah, Argentina, Vietnam, dan Belanda.
Sebelum ditempatkan di Jakarta, Polano menjabat
sebagai President Committee at the Ministry for Foreign
Affairs for Sweden Promotion Abroad antara tahun 2008
dan 2009, selain pada periode yang sama juga menjabat
sebagai Senior Adviser Wakil Menteri Perdagangan
Swedia. Sedangkan antara tahun 2006 dan 2009, Polano
menjabat Ketua The Swedish-German Foundation for
Promoting Relations with German Speaking Countries.
Rezy Anindito dari INFO BISNIS INTERNASIONAL
berkesempatan untuk berbincang secara langsung
dengan Polano di Kedutaan Besar Swedia untuk
Indonesia di Jakarta pada Oktober lalu mengenai
perkembangan terakhir hubungan bilateral antara
Indonesia dan Swedia, terutama dalam bidang ekonomi.
Berikut petikan perbincangan dengan wanita yang pernah
mengambil kursus intensif Bahasa Indonesia di Wisma
Bahasa, Yogyakarta, pada Februari 2010 lalu tersebut:
Swedia
Komitmen
Terus
Alirkan
Investasi
Ewa Polano
Duta Besar Swedia untuk Indonesia
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
84 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Bagaimana perkembangan hubungan bilateral
antara Indonesia dan Swedia sejauh ini?
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia
belum pernah sebaik saat ini. Ada banyak kunjungan
kenegaraan yang dilakukan, seperti kunjungan Raja Carl
Gustaf XVI ke Indonesia pada bulan Februari tahun lalu
dalam rangka melakukan pertemuan bilateral dengan
Presiden Yudhoyono. Sedangkan Perdana Menteri Swedia
melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan November
lalu bersama delegasi bisnis dari negara kami. Sebaliknya,
Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan ke Swedia
pada 27 sampai 29 Mei bersama delegasi dan para menteri
Indonesia.
Hasil seperti apa yang ingin dicapai dari kunjungan-
kunjungan kenegaraan yang telah dilakukan?
Kami berfokus dalam mengembangkan kerjasama
pembangunan infrastruktur, perawatan kesehatan, dan
pendidikan. Kami melihat perkembangan yang luar biasa
demokrasi di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi
yang terus berlangsung di negara ini meski krisis ekonomi
melanda banyak negara di dunia.
Meski demikian, ada banyak hal yang masih bisa
ditingkatkan oleh Indonesia, dan karena itulah kami
berusaha untuk meningkatkan kerjasama di tiga bidang
tersebut. Selain juga, kerjasama dalam perubahan iklim dan
pelestarian lingkungan.
Kami telah menandatangani MoU saat Presiden
Yudhoyono berkunjung pada bulan Mei tentang kerjasama
sustainable city sehingga Swedia dapat berkontribusi
terhadap penyelesaian masalah urbanisasi di kota-kota
besar Indonesia, dan melalui teknologi ramah lingkungan
yang kami miliki, dapat membantu menciptakan kota-kota
yang lebih sustainable dan green di Indonesia. Dalam
bidang pendidikan, kami berusaha menciptakan kerjasama
yang lebih mendalam antara institusi pendidikan tinggi
kedua negara.
Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia telah
menunjukkan minat mereka untuk bekerjasama dalam
mengembangkan kebijakan yang dapat mendukung
terciptanya semangat berinovasi seperti yang berlangsung
di Swedia. Saat ini telah ada LOI (Letter of Intent) tentang
hal ini, namun kami berharap akan terciptanya MoU
(Memorandum of Understanding) dalam penciptaan agensi
nasional untuk inovasi dan entrepreneurship di Indonesia.
Dalam hal perawatan kesehatan, kami sangat senang
bahwa sektor swasta Swedia telah banyak bergerak
membantu Indonesia dalam bidang ini. Indonesia memiliki
obyektif untuk asuransi kesehatan untuk semua orang
pada 2014. Kami dapat berkontribusi dalam mendukung
perwujudan kebijakan ini. Kami juga dapat membantu
menyediakan peralatan medis terkini bagi rumah sakit-
rumah sakit terkemuka di Indonesia.
Bagaimana ketertarikan perusahaan-perusahaan
Swedia untuk berbisnis di Indonesia?
Saat ini ada sekitar 70 perusahaan Swedia yang
melakukan aktivitas bisnis di Indonesia. Salah satu
perusahaan terbesar di Swedia, IKEA, telah menyebutkan
ketertarikan mereka untuk beroperasi di Indonesia.
IKEA, yang telah beroperasi di 45 negara, akan
membuka department store pertamanya di negara ini tahun
2014 mendatang dan akan memperkerjakan paling tidak
400 karyawan Indonesia. IKEA sebelumnya telah banyak
melakukan produksi mereka di Indonesia, bahkan seluruh
produk mainan IKEA yang dijual di seluruh dunia hanya
diproduksi di Indonesia.
Dengan dibukanya department store IKEA di Indonesia,
tentu IKEA akan meningkatkan hubungan bisnis mereka
dengan para produsen furniture lokal, baik menengan
maupun besar. Para produsen tersebut dapat menyediakan
furnitur bagi IKEA, tidak hanya IKEA di Indonesia, tapi juga
di seluruh dunia. Selain itu juga ada perusahaan fashion
H&M, yang membuka toko pertama mereka di Indonesia
pada awal Oktober 2013.
Masuknya IKEA dan H&M ke Indonesia tentunya
menjadi sinyal yang sangat positif, bahwa Indonesia
merupakan pasar yang menarik bagi mereka. Tentunya
perusahaan-perusahaan Swedia lainnya akan tertarik untuk
melakukan hal yang sama.
Apa alasannya sehingga Indonesia semakin menarik
bagi perusahaan-perusahaan tersebut?
Negara ini telah menjadi negara yang semakin penting
bagi perekonomian dunia. Indonesia telah dikenal sebagai
sebuah negara dengan tingkat pertumbuhan perekonomian
yang sangat tinggi yang berasal dari tingginya konsumsi
domestik. Kelas menengah dan atas Indonesia pun terus
bertumbuh.
Kondisi ini tentunya sangat menarik bagi perusahaan-
perusahaan Swedia. Misalnya seperti IKEA, tentu furnitur
yang mereka jual kini akan dapat diserap dengan sangat
baik oleh konsumen Indonesia.
Selain IKEA dan H&M, investasi seperti apa
yang dilakukan perusahaan-perusahaan Swedia di
Indonesia?
Ada banyak rencana investasi perusahaan Swedia di
Indonesia selain IKEA dan H&M. ABB (Asea Brown Boveri)
memiliki rencana untuk melakukan investasi pembangunan
dua pembangkit listrik di Jawa dengan dana mencapai
lebih dari US$300 juta. Autoliv, produsen safety belt,
telah membuka pabrik baru di Indonesia. Scania-Vabis,
perusahaan manufaktur bus dan truk, telah mendirikan
pabrik di Indonesia September tahun lalu. Biogas Nordic
telah menanamkan investasi di Palu. Mereka menggunakan
teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi.
Negara & Niaga
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 85
Adakah bentuk investasi dari Indonesia di Swedia?
Kami sangat menantikan ini terjadi. Swedia
menawarkan banyak peluang investasi bagi investor
Indonesia. Bila perusahaan Indonesia membuka kantor
perwakilan di Stockholm, maka mereka dapat menjangkau
negara-negara Nordic seperti Swedia, Denmark, Norwegia,
dan Finlandia, maupun juga negara-negara Baltik seperti
Estonia atau Latvia. Mereka dapat membangun jaringan
yang kuat di kawasan Eropa Utara melalui Swedia. Swedia
adalah sebuah negara yang menetapkan pajak perusahaan
yang sangat rendah, tentu ini menjadi insentif tersendiri.
Bagaimana perkembangan perdagangan Swedia
dan Indonesia?
Perdagangan antara kedua negara terus berkembang
dalam beberapa tahun terakhir. Namun pada satu setengah
tahun terakhir terjadi penurunan, karena turunnya produksi
batubara. Penjualan peralatan berat dari Swedia, seperti
Scania dan UD Trucks yang mewakili Volvo, di Indonesia
mengalami penurunan akibat terjadinya penurunan
aktivitas pertambangan. Tentu kami berharap kondisi ini ke
depannya akan dapat membaik. Sedangkan produk lain
yang banyak diekspor Swedia ke Indonesia adalah produk
telekomunikasi dan produk alat medis.
Sedangkan Indonesia terutama mengekspor kelapa
sawit, furnitur, buah-buahan. Jumlah ekspor tidak
mengalami banyak perkembangan, namun cukup stabil.
Untuk ke depannya, ada potensi terjadinya ekspor tekstil
dan pakaian dari Indonesia ke Swedia, demikian juga suku
cadang elektronik. Saat ini, nilai ekspor dari Swedia ke
Indonesia mencapai US$4 miliar, sedangkan impor sekitar
setengahnya.
Apakah birokrasi di Indonesia mendukung
perkembangan perdagangan dengan Swedia?
Kami melihat munculnya trend yang mengkhawatirkan
di Indonesia karena ada beberapa kebijakan proteksionis
yang ditetapkan yang membuat perdagangan dengan
Indonesia menjadi lebih sulit untuk dilakukan di beberapa
area.
Secara umum, Indonesia menetapkan lebih banyak
pembatasan, seperti trade barrier dan bea cukai. Memang
telah ada upaya untuk memperbaiki kinerja bea cukai,
namun rumitnya birokrasi di Indonesia tetap menjadi
hambatan bagi perusahaan-perusahaan Swedia. Sudah
menjadi pengetahuan publik bahwa Indonesia lebih
mengedepankan perusahaan-perusahaan dari negara
sendiri dan tidak mudah untuk mengenalkan teknologi baru
ke negara ini.
Namun dengan dukungan kedutaan besar terhadap
perusahaan-perusahaan Swedia dan kunjungan-kunjungan
kenegaraan yang dilakukan, tentu harapannya hambatan
perdagangan dapat diminimalisir. / Rezy Anindito
I
k
u
n
g

A
d
i
w
a
r

/

I
B
I
86 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
pertarungan
di kelas
4x4
P
ada ajang Indonesia
Internasional Motor Show 2013
(IIMS 2013) yang berlangsung
19 sampai 29 September lalu,
produk kendaraan sport utility vechicle
(SUV) ikut mencuri perhatian, dengan
tampilnya sejumlah kendaraan baru
jenis ini. Tengok Renault. Produsen
mobil Perancis yang baru kembali
beroperasi di Indonesia ini, pertengahan
September lalu hadir menggebrak
dengan tawaran dua jenis SUV 4x4,
yaitu Renault Duster 1.5 dan Renault
Koleos 2.5.
Duster dilengkapi dengan tenaga
turbodiesel 1.500cc yang dapat
menghasilkan tenaga 3.750 Rpm dan
torsi mencapai 1.900 Rpm. Kenyataan
bahwa Duster menggunakan mesin
diesel yang menggunakan bahan bakar
solar tentunya menjadi keuntungan
tersendiri bagi para peminatnya di
Indonesia, mengingat mahalnya harga
premium.
Mobil yang dibanderol dengan harga
sekitar Rp 250 juta ini menjadi semakin
apik karena dilengkapi dengan berbagai
ftur, seperti perangkat audio yang
terintegrasi koneksi Bluetooth, kantung
udara ganda, serta sistem pengereman
ABS dan EBD.Bila Duster dimaksudkan
untuk berkompetisi di kelas compact
SUV, untuk di kelas medium SUV,
Renault hadir dengan Koleos 2.5.
Sementara Koleos digadang untuk
dapat bersaing dengan merk-merk
mapan di kelas medium SUV macam
Honda CR-V, Nissan X-Trail, maupun
Mazda CX-5. Mobil yang dibanderol
dengan harga sekitar Rp 400 juta
ini dilengkapi dengan mesin dengan
kemampuan yang cukup mumpuni,
yang dapat menghasilkan tenaga 6.000
Rpm dan torsi mencapai 4.400 Rpm.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan
para penggunanya di tanah air, Koleos
turut dilengkapi dengan desain kabin
yang modern dan ftur navigasi satelit
untuk kawasan Indonesia.
Sementara produsen otomotif asal
Korea Selatan melalui PT Hyundai
Mobil Indonesia bersiap meluncurkan
SUV 4x4 terbaru mereka, Hyundai
Santa Fe 4WD. SUV andalan pabrikan
Korea ini dilengkapi dengan mesin
berkapasitas 2.2-liter Common
Rail Direct Injection yang dapat
menghasilkan tenaga hingga 3.800
Rpm dan torsi 1.800 Rpm berkat
diterapkannya teknologi Variable
Geometry Turbo (VGT).
Santa Fe 4WD tampil cantik dengan
bentuk lampu depan yang berdesain
unik, komposisi lampu belakang yang
harmonis dengan alur badan mobil,
serta topangan velg Alloy Wheel 19 inci.
Mobil ini tampil makin elegan karena
dilengkapi dengan panoramic sunroof
yang dilapisi dengan Solar Glass, yang
Ford Everest
Mitsubishi Pajero Sport
Otomotif
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 87
Pabrikan otomotif dunia kini gencar
memasarkan produk kendaraan
jenis SUV di tanah air. Tapi
bagaimana pertarungan di kelas
ini dalam gebyar industri otomotif
nasional?
memungkinkan para penumpangnya
menikmati panorama di atas kendaraan.
Fitur-ftur lainnya, seperti MP3 Audio
dengan High Quality 6 speakers, Map
Pockets, Glass Holder, Double Console
Box, maupun Leather Seats, juga
tersedia dalam mobil yang dibanderol
dengan harga sekitar Rp 600 juta.
Sedangkan produsen mobil Jepang,
Mitsubishi, tetap mengandalkan SUV
andalan mereka seperti Pajero Sport
dan Outlander, karena dua merk
tersebut masih sangat populer di
pasar otomotif Indonesia. Pajero Sport
menguasai sekitar 40% pangsa pasar
SUV 4x4 di Indonesia, sedangkan
Outlander sekitar 27%. Pajero Sport
dibanderol dengan harga sekitar Rp 400
juta, sedangkan Outlander sekitar Rp
300 juta.
Adapun produsen mobil asal
AS, Ford, tak mau ketinggalan
memamerkan SUV 4x4 baru andalan
mereka, yaitu New Ford Everest TDCi
2.5L. Serupa dengan Duster keluaran
Renault, New Everest juga dilengkapi
dengan mesin diesel. Mesin 4 silinder
dengan kapasitas 2.500cc yang dimiliki
SUV tersebut dapat menghasilkan
tenaga 3.500 Rpm dan torsi 1.800 Rpm.
Demi keamanan berkendara, New
Everest dilengkapi dengan berbagai
ftur safety terkini, seperti dual airbags,
10 positions seat belts, Anti-lock Braking
System, Child Safety Lock, Parking
Sensor, Keyless entry with Immobilizer.
Ford New Everest yang bertarung di
kelas medium SUV dijual di kisaran
harga Rp 400 juta dan diluncurkan di
Indonesia bulan Oktober ini.
Di kelas premium SUV, PT Grand
Auto Dinamika menghadirkan Land
Rover terbaru, yaitu All New Range
Rover Sport 5.0 yang dibanderol
dengan harga Rp 4,3 miliar. Mobil
4x4 mewah ini dilengkapi dengan
mesin delapan silinder berkapasitas
5.000cc, yang mampu menghasilkan
tenaga 6.500 Rpm dan torsi 2.500
Rpm. Kemampuan mesin yang optimal
memungkinkan mobil ini berakselerasi
dari 0-100 km/jam dalam waktu hanya
5,4 detik.
Berbagai ftur modern dapat
dirasakan pengguna All New Range
Rover Sport 5.0, seperti four-zone
climate control, entertainment system
yang dilengkapi dengan touch-screen
remote control, maupun wireless
headphone. Sedangkan ftur lainnya
yang juga tersedia adalah sandaran
tangan di bangku depan dan kursi yang
dilapisi semi-aniline leather. Berbagai
SUV 4x4 andalan yang hadir di tanah
air tentunya dapat menjadi pilihan
menarik untuk berkendara. Terutama,
bagi para otomania yang gandrung
akan kendaraan mobil yang dapat
digunakan di segala medan. / Rezy Anindito
Renault Duster
Range Rover Sport
88 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013
Hallooo....
AGNES MONICA
Bisnis
Ponsel !
S
u
m
b
e
r

F
o
t
o

?
?
?
?
?
Pesona
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DESEMBER 2013 89
A
rtis melakoni binis, sudah lumrah.
Biasanya bisnis yang dilakoni tak
jauh-jauh amat dari bidangnya,
seperti entertain, industri musik
atau flm, maupun fesyen. Kalau pun agak
keluar jalur, yang sedang tren adalah bisnis
kuliner, membuka resto. Begitu juga dengan
Agnes Monica, yang kini mempolerkan diri
sebagai Agnes Mo. Lajang cantik kelahiran
Jakarta, 1 Juli 1986, ini juga menenekuni
sejumlah bisnis, diantaranya bergerak di
industri fesyen, yang ia kibarkan lewat bendera
“Anye and Anye sketch Clothing Line”, di
tahun 2012. Berikutnya, pada Juli 2013, Agnes
memperluas bisnisnya dengan meluncurkan
parfum, Agnez Reve Eau de parfum.
Kini yang paling gress, mantan penyanyi
cilik yang hingga kini masih aktif di atas
panggung, yang agak kurang biasa buat
seorang artis, Agnes menggeluti bisnis
perangkat telekomunikasi alias telepon seluler
Hallooo....
AGNES MONICA
Bisnis
Ponsel !
(ponsel) dengan brand U9 Ninetology. Melalui
SA Management, Agnes resmi menjadi salah
satu pemegang saham terbesar di perusahaan
ponsel Ninetology Indonesia, yang produknya
telah meluncukan di beberapa negara Asean.
Dalam acara peluncuran produk produk
U9 Ninetology di Jakarta pada 25 Oktober
lalu, Agnes mengaku memiliki alasan khusus
mengapa dirinya tertarik bisnis ponsel.
“Karena bisnis ini sangat potensial di
Indonesia. Dengan jumlah penduduk mencapai
240 juta orang dan seperempatnya atau 60
juta orang merupakan kelas menengah, tentu
daya beli masyarakat terhadap produk ponsel
sangat baik,” terang Agnes.
Selain itu, katanya, ponsel telah menjadi
kebutuhan yang tak terpisahkan bagi
masyarakat Indonesia yang modern. Ponsel
tidak hanya digunakan sebagai sarana
komunikasi, tapi juga sebagai sarana untuk
mengakses internet.
Sayang, tak terungkap berapa nilai investasi
yang dikucurkan Agnes untuk bisnis ponsel
ini. Yang jelas, laiknya pebisnis yang telah
matang, ia memiliki alasan tersendiri mengapa
bersedia memilih Ninetology untuk dijalin kerja
sama, dibandingkan dengan merk ponsel
lainnya, “Saya suka dengan visi yang dimiliki
oleh perusahaan ini, sebuah perusahaan yang
mementingkan kualitas daripada kuantitas.
Perusahaan yang mau membuka diri terhadap
inovasi dan perubahan-perubahan.”
Selain sebagai pemilik, Agnes sekaligus
menjadi brand ambassador alias model iklan.
Sebagai sebuah produk, Agnes menyebut,
Ninetology memposisikan sebagai perangkat
lifestyle. Salah satunya dengan melengkapi
perangkat dengan aplikasi mobile eksklusif,
Agnezmob App. “Melalui Agnezmob App, fans
dapat berkomunikasi langsung dengan saya,
selain juga mendownload lagu-lagu terbaru
dan melihat video klip,” ujar Agnes berpromosi.
So, dengan produk ini, penggemar eh
konsumen Ninetology bisa berhalo-halo atau
chat dengan Agnes. / Rezy Anindito
90 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
Buah Kekuatan untuk Sesama
Judul Buku: No Greatness without Goodness: How a Father’s
Love Changed a Company and Sparked a Movement (175 Halaman)
Penulis: Randy Lewis & Christine Wicker - Penerbit: Tyndale House Publishers
B
agi mereka yang haus kisah inspirasi, buku berikut sangat cocok untuk
dikonsumsi. Betapa tidak, buku ringan ini mengisahkan Randy Lewis, seorang
pria yang harus mempertaruhkan karirnya demi menciptakan satu lingkungan
kerja di salah satu korporasi terbesar Amerika dimana orang cacat tak hanya bisa sukses,
tapi juga mencapai karir gemilang. No Greatness without Goodness dijamin bakal
menginspirasi mereka yang merasa lemah, meski berada di lingkungan manusia normal.
Dalam buku ini pembaca akan mengetahui sepak terjang dan perjuangan Randy Lewis
yang menjabat sebagai seorang eksekutif korporat yang setelah memandang dunia dari
mata Austin, putranya yang mengidap autisme, menyadari bahwa kita semua punya
tanggung jawab besar untuk mewujudkan dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk
siapapun; termasuk mereka yang cacat.
Sebagai Senior Vice President dari Walgreens, Randy Lewis berhasil mencetak ribuan
lapangan kerja penuh-waktu untuk mereka yang cacat. No Greatness without Goodness
menawarkan informasi dan keterangan langsung dari mereka yang berhasil mengerahkan
keberaniannya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk sesama. Randy, yang
memiliki motto “Apa gunanya punya kekuatan jika Anda tidak menggunakannya untuk
kebaikan”, pasti akan memukau pembaca. / Farid Solana
Safari Silicon Valley
Judul Buku: The New New Thing: A Silicon Valley Story (272 Halaman)
Penulis: Michael Lewis - Penerbit: Norton, W.W. & Company, Inc.
D
i tengah hiruk pikuk milenium, Michael Lewis melakukan safari ke Silicon Valley
guna menemukan sosok entrepreneur teknologi paling penting di dunia. Di sana
ia menemukan Jim Clark, seorang pria dengan segudang prestasi; salah satunya
adalah mendirikan tiga perusahaan berbeda yang bernilai miliaran dolar. Buku berjudul
The New New Thing ini dengan cerdas dan nyaman mengulas tentang perjalanan Lewis,
juga sejarah revolusi Internet.
Para pembaca akan dihibur oleh ulasan tentang seorang Jim Clark, pendiri Silicon
Graphics, Inc. (SGI), Netscape, dan Healtheon. Dengan detil dan tajam, Lewis fokus
mengulas uraian Clark mengenai dunia Internet dengan menekankan pada pertempuran
antara Netscape dengan Microsoft, kesuksesannya dengan SGI, petualangannya dengan
Hyperion, dan menggarap area baru di bawah bendera Healtheon. Bagaimana situs
kesehatan milik Clark berhasil mengubah industri healthcare menjadi senilai USD 1 triliun
tentu bukan cerita yang bisa diabaikan begitu saja. / Farid Solana
Review
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 91
Transcend Storejet 25H3P
Military-Grade Shock Resistance
D
unia militer kerap menginspirasi
kemunculan teknologi baru. Tak hanya
di sektor telekomunikasi sebagaimana
biasa ditemui, tapi juga bidang penyimpanan
data sekalipun! Salah satunya adalah produk
USB 3.0 berukuran 2,5 inch keluaran Transcend.
Didesain untuk memenuhi standar drop
test militer AS, hard drive eksternal portabel
berkapasitas 1 TB ini dilengkapi oleh durable
shock-resistant silicone di kerangka luarnya.
Kompak, tahan banting dan bisa diandalkan
untuk berbagai kondisi, StoreJet 25H3P
diperkuat oleh three-stage shock protection
system yang membuatnya mampu mengatasi
berbagai tantangan fsik layaknya kebutuhan
tenaga militer lapangan.
Namun, jangan salah. Ia tak hanya
perkasa untuk urusan bantingan, tapi juga
dalam hal kecepatan transfer data. Dilengkapi
oleh interface SuperSpeed USB 3.0 yang
mampu menghantarkan data 3 kali lebih cepat
ketimbang USB 2.0, StoreJet 25H3P USB 3.0
mampu menggarap data dengan kecepatan
hingga 90 MB/s! Hardisk eksternal ini mampu
menyimpan rekaman HD 1080 piksel dengan
total durasi 168 jam, lebih dari 16 ribu jam
musik digital dan lebih dari 480 ribu gambar
beresolusi tinggi. Cukup dengan bantuan daya
5 W, StoreJet 25H3P langsung bisa digunakan
dengan dicolok pada port SuperSpeed USB
3.0 di sembarang sistem operasi, mulai dari
Microsoft Windows 8/7/Vista, Mac OS X, dan
Linux. / Farid Solana
Sony Xperia Z1 Power and Smart
K
erinduan pecinta smartphone
produk Sony kini bakal terobati
berkat kehadiran Sony Xperia
Z1. Ponsel cerdas ini tergolong
istimewa karena merupakan salah satu
ponsel pertama yang diperkuat oleh
prosesor Qualcomm Snapdragon 800.
Tampilan full-HD display berukuran
5 inch membuatnya terlihat elegan,
selaras dengan falsafah Sony akan
OmniBalance. Hanya saja, ia terlihat
lebih kokoh berkat kerangka metal yang
menjalar di seluruh tubuhnya. Bisa
dipastikan Sony Xperia Z1 nyaman
di mata berkat penggunaan teknologi
piksel berukuran 1080x1920. Sepertinya
kekuatan piksel sebesar itu dimaksudkan
untuk menyokong kamera 20,7 MP
Xperia Z1 yang ditunjang oleh teknologi
Exmor RS image sensor dan BIONZ
image processing engine. Ponsel
cerdas bersistem operasi Android 4.2.2
Jelly Bean ini memiliki RAM onboard
berkapasitas 2 GB dan built-in storage
sebesar 16 GB yang bisa diperbesar
hingga 64 GB via microSD card. Tak
mengherankan jika ponsel ini tetap
lancar dan nyaman dipakai meski tengah
memainkan game berat seperti Asphalt 7
dan Shadow Gun. / Farid Solana
w
w
w
.
s
o
n
y
m
o
b
i
l
e
.
c
o
m
w
w
w
.
t
r
a
n
s
c
e
n
d
-
i
n
f
o
.
c
o
m
Rekomendasi
92 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
T
ak mungkin rasanya menjadi pemimpin besar tanpa sekaligus menjadi
komunikator ulung. Kecakapan yang satu itu tidak mungkin diajar-
kan di kampus. Mengapa begitu? Hal ini tak lain karena di sekolah kita
diajar fokus pada pengucapan, kosakata, tata bahasa, sintaks, cara berbi-
cara, dsb. Intinya, kita dipaksa untuk fokus pada diri kita sendiri; mementingkan
diri sendiri. Nah, sifat seperti itulah yang tak ada di diri para pemimpin besar.
Mereka berbicara pada khalayak luas, dengan simpati luar biasa besar dan,
mungkin, tidak ada tendensi untuk mengutamakan kepentingan dirinya sendiri.
Tapi, tenang, itu semua bisa dipelajari.
Berikut saya daftar 10 rahasia komunikasi para pemimpin
besar, yang dipastikan mendewasakan cara kita berkomunikasi dengan
sesama:
Mike Myatt
CEO N2growth dan tutor
leadership untuk Fortune
500 CEOs & Boards
01 Jujur. Pada kebanyakan kasus, orang takkan mau
buka mulut pada orang yang tak dipercayainya. Ketika
seseorang punya perasaan bahwa seorang pemimpin
layak dipercaya, maka yang bersangkutan tak segan
menginvestasikan waktu dan mengambil risiko yang
tak mungkin dilakukannya jika pemimpinnya tak bisa
dipercaya.
02 Personal. Mulai sekarang, lakukan dialog,
bukan monolog, meski di tataran perusahaan. Perlu
diingat bahwa semakin personal dan hangat suatu
perbincangan, maka ia akan menjadi lebih efektif.
03 Bicara jelas. Biasakan bicara dengan jelas dan
lugas. Ringkas dan padat selalu lebih baik ketimbang
dialog yang rumit dan membingungkan. Hanya dengan
begitu, maksud akan tersampaikan dengan baik dan
kata-kata Anda diperhatikan secara seksama.
04 Fokus pada apa yang terlewat. Komunikator
ulung tak hanya jago mempelajari dan mengumpulkan
informasi, tapi juga lihai dalam hal transfer ide,
memperkuat maksud, menginspirasi aksi dan
menyebarluaskan visi mereka.
05 Berpikiran terbuka. Sikap kaku dan pikiran
tertutup merupakan penghalang terbesar akan
datangnya kesempatan baru. Seorang pemimpin
besar menyadari secara pasti bahwa bukanlah opini
atau pikiran yang penting, melainkan kemauan untuk
berdiskusi dan belajar dengan pikiran terbuka.
RAHASIA KOMUNIKASI
PARA PEMI MPI N BESAR
10
06 Diam dan dengarkan. Seorang pemimpin besar
mengerti kapan harus berbicara atau diam. Coba pahami
mulai sekarang bahwa pengetahuan tidak diperoleh
dengan serta merta menggerakkan mulut, tapi dengan
membuka sumbatan telinga. Hanya dengan begitu
Anda telah menapaki langkah untuk menjadi seorang
komunikator ulung.
07 Buang ego. Seorang komunikator yang pandai
menempatkan empati akan sanggup mengubah
kemarahan lawan bicara menjadi rasa hormat, dan
keraguan lawan bicara menjadi kepercayaan.
08 Mendengar dengan seksama. Di jaman seperti
sekarang dimana komunikasi cenderung berlangsung
instan, orang cenderung buru-buru dalam menyuarakan
apa yang ada di benaknya. Coba praktikkan
kebalikannya, yakni buka mata dan telinga dan banyak
tutup mulut; Anda akan mendapat simpati lebih banyak
dari orang-orang di sekeliling Anda.
09 Mengerti maksud lawan bicara. Komunikator
ulung sanggup menempatkan aspek ‘apa’ dan
‘bagaimana’ atas pesan lawan bicara sehingga mereka
tak terjebak dalam memberi komentar murahan.
10 Piawai mengantarkan pesan. Para pemimpin
tak punya banyak waktu eksklusif untuk bicara secara
intim dengan tiap individu. Sebagai gantinya, mereka
punya kemampuan menghantarkan pesan yang sama
ke ratusan atau ribuan orang, yang mana pesan-pesan
itu sanggup sampai pada level personal masing-masing
audiensnya. / Farid Solana
Inspirasi
INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014 93
11
PENGHANCUR
BISNIS KELUARGA
B
agi Anda yang aktif di lingkungan bisnis, kata “Family Business” pasti
tidak asing lagi. Banyak ragam yang dilakukan orang untuk memaknai
apa itu family business. Ada yang mengartikan, family business adalah
bisnis yang 100 persen milik keluarga. Ada juga yang mengartikan family
business sebagai bisnis yang modalnya berasal dari orang-orang dalam satu
keluarga. Pemaknaan tersebut tidak keliru. Pengertian family business is,
basically simple: bisnis yang dikelola secara professional oleh keluarga.
Sekitar 96% atau sebesar 159.000 dari 165.000 perusahaan yang ada di
Indonesia merupakan perusahaan keluarga. Menurut data Biro Pusat Statistik
(BPS), perusahaan keluarga di Indonesia merupakan perusahaan swasta yang
mempunyai kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto yaitu mencapai
82,44 persen. Jadi, di Indonesia bisnis keluarga memiliki potensi besar untuk
sukses. Coba perhatikan Wal-Mart, Ford Motor, Motorola, Samsung, LG Group
Corp., Carefour, Tata Group (India), Saudi Binladin, BMW, Hyundai Motor,
Toyota, Honda, Hilton dan masih banyak lagi, mereka adalah perusahaan
keluarga dan sukses.
11 Masalah Prinsip
Selama melakukan coaching, banyak hal menarik yang saya dapatkan
pada para klien saya. Apalagi, sekitar 80% - 90% bisnis yang
saya latih adalah perusahaan keluarga. Yang bermasalah
biasanya terjadi karena faktor yang sangat prinsip:
Sebenarnya, ada cara hebat yang bisa Anda lakukan
dalam mengelola family business. Pertama, harus disadari
bahwa potensi bisnis keluarga sangat-sangat besar. Untuk itu
pun kesatuan, keharmonisan, kebersamaan, saling hormat
diantara keluarga menjadi sangat penting. Modal besar yang
kita miliki adalah keluarga kita. Kita kerja keras untuk mereka.
Namun, kelemahan terbesar adalah karena mereka
keluarga kita, akhirnya terlalu menyepelekan kemampuan,
berprasangka, tidak sejalan. Nah, mengelola secara
professional menjadi sangat perlu. Boleh libatkan ahli eksternal
untuk ajak mereka membangun, tapi jangan lepaskan 100%.
Belajarlah dari orang yang ahli kemudian Anda implementasikan
di bisnis Anda. Berdayakan putra putri Anda yang sudah jauh-
jauh disekolahkan di luar negeri.
Terakhir, jadilah orang yang terbuka untuk berkembang
sesuai dengan kebutuhan di zamannya. Ada lima yang menjadi
prioritas dalam pengelolaan family business, agar bisnis terus
berkembang. Pertama, harus ada blue print, visi, arah, tujuan
dan cita-cita yang dijabarkan dengan jelas. Libatkan semua
keluarga dalam pembuatan blue print ini.
Kedua, fokus pada sistemasi bisnis, jangan hanya
pada penjualan. Ketiga, bangun tim yang tangguh. Keempat,
kembangkanbisnis sesuai dengan pasar. Jangan takut
mengganti produk jika sudah tidak cocok dengan kebutuhan
masyarakat. Kelima, love your family comes first, business
comes second. Cintai keluarga Anda tanpa syarat, maka bisnis
akan mengikuti. Dengan cara hebat ini, saya yakin Anda akan
bisa meraih sukses dalam bisnis.
01 Saat memulai bisnis tidak ada blueprint, sehingga ketika
besar tidak ada arahan yang jelas akan masa depan bisnis tersebut.
02 Tidak ada sistem, sistem yang ada hanya sistem kepercayaan.
Percaya bahwa dengan ‘hanya’percaya pada orang yang tepat akan
membawa bisnis kearah yang lebih baik.
03 Konfik antar keluarga yang berkepanjangan dan tidak ada
solusi sampai akhirnya terjadi perpecahan.
04 Terlalu cepat melepaskan kepercayaan pada General
Manager. Kadang banyak perusahaan keluarga yang sudah terlalu
pusing dengan bisnis, hingga akhirnya menyerahkan tanggung
jawab pada orang yang “dikira” ahli. Well, kenyataannya orang
yang lebih ahli adalah pendiri. Ketika dilepas kepada orang lain
tanpa sistem, pengawasan, dan pengetahuan, akhirnya bisnis jadi
korban dan harus diambil alih kembali oleh pendiri.
05 Visi anggota keluarga tidak sejalan.
06 Anak tidak memahami bisnis sedalam si pendiri.
07 Ada regenerasi, anak tidak mau mengikuti jejak ayah.
08 Tidak bisa memilih karyawan bagus, akhirnya merekrut
keluarga sendiri.
09 Tidak bisa memecat keluarga, karena ada perasaan tidak
nyaman.
10 Owner tetap sibuk sampai usia lanjut.
11 Owner bertengkar dan tidak ada jalan keluar.
Tom Mc Ife
Founder dan CEO
Top Coach Indonesia
Together with his two friends, Erick Thohir acquires 70 percent of Inter
Milan shares. How strong are their businesses actually so that they are
able to spend more than IDR 5 trilion to buy an undervalue-but-famous
soccer club? Is investing in the green field area a promising one? INFO
BISNIS INTERNASIONAL tries to discover more.
INTER MILAN ACQUISITION:
WHERE DO
THE MONEY
COME FROM?
NET
L
a Gazzetta dello Sport, an Italian sports
newspaper, put Erick Thohir’s face on its October
15th 2013 issue. The headline was entitled ‘Indo-
Inter’, printed on a bold and big fonts, picturing
Erick smiling while holding the soccer club
uniform. The 43 years old Indonesian businessman has
just been the main owner of the club. Together with his
two friends, i.e. Rosan Roeslani and Handy Soetedjo, he
bought 70 percent of its shares which the rest is still on
the ownership of Massimo Moratti. Though Erick Thohir and
friends being the owner, the club management is still on the
hand of Moratti who owns a celebrated company producing
a tire called Pirelli.
In Indonesi a, the rumour that Erick would buy the
club has been heard since a couple of months ago. Erick
himself last October has made official remarks, saying and
confirming his plan on Inter Milan. However, at that time,
what remained uncertain is the value of the acquisition.
Some say that the three businessmen was willing to spend
IDR 5.38 trilion, while other media IDR 5.4 trilion. Opinions
on the value rise, though both sides agree and satisfy with
the value after the signing ceremony.
Erick’s decision is quite understood, because he will
be the first Indonesian businessman to lead a consortium
and own one of celebrated soccer clubs in Europe,
especially in Italia. Some might don’t recognise Erick’s
importance in Indonesian business so far. Indeed, what
make him so famous as an Indonesian businessman is his
hobby in playing basketball. It is said that it was all started
when he studied in USA in 1990s.
MAHAKA and FINANCE
Erick Thohir is the son of Teddy Thohir, the co-owner of
Astra Group which was established by William Soeryadjaja.
Under the flagship of PT. Mahaka Media Tbk, Erick tried to
built his name by establishing companies running in media
sector such as Republika, Parents Indonesia, Golf Digest,
JakTV, and Prambors Radio Network. Erick also serves
as minor owner of TVOne, one of media owned by Bakrie
Group of Aburizal Bakrie.
Regardless of his success in media sector, the
father of four children has started his journey by opening
a restaurant under the brand of Hanamasa and Pronto
in the beginning of 1993 and 1998. The establishment of
Hanamasa was accompanied by the founding of Mahaka
Group, a company Erick created to penetrate news and
advertising sector. The US university graduate later on
bought Republika, a moderate Muslim media in 2001.
Outside media and sport business, Erick’s
undertaking remains silent. Nobody knows better than a
gossip. The performance of Mahaka Group also remains
mediocre. According to 2012 Financial Report of the
company, the financial condition of the company shows
nothing remarkable: revenue of IDR 265 billion and net
profit of IDR 4 billion. In 2013 financial year, Mahaka Media
plans to get revenue of IDR 308 billion and net profit of IDR
10 billion. Such financial value suggests that the Mahaka’s
performance is not a bright one. Other company, PT Visi
Media Asia Tbk (Viva Group), for instance, is also the same.
It has revenue of IDR 27.8 billion during the first semester
of 2013.
Thus, the rising skepticism on how Erick Thohir and
friends manage to acquire Inter Milan is reasonable. Why?
Because it should be impossible for him to buy a soccer
club with a value of trillion rupiahs while his own companies
having mediocre perfomance resulting in million of rupiahs.
Some also argues that media business in Indonesia is not a
promising one to conduct.
Some people argue, giving supporting and positive
remarks, by saying that Erick’s acquisition is supported by
a family business under the flagship of Tri Nugraha Thohir
(TNT) Group. The real estate company operates some
hotels such as Amaris Hotel, Laguna Park, Hanamasa,
Yakun Kaya Toast, Adaro, Surya Eka Perkasa, and WOM
Finance. TNT itself was awarded as the 35th largest group
in Indonesia. The total asset of the company is USD 1.2
billion. Thus, it puts the family as the 15th richest family in
Indonesia according to Forbes magazine.
ROSAN and HANDY
Then, what about Rosan Roeslani and Handy
Soetedjo. If Erick is running on media and sports sector, then
Rosan is bright in investment and energy business. Together
with Sandiago Uno and Elvin Ramli, Rosan established and
founded Recapital Investors. The company’s performance
is quiet marvelous when financial crisis hit Indonesia in
1998. Ten years later, Recapital accepted responsibility
to manage USD 350 million fund of PT Bumi Resources
Tbk (BUMI). Rosan also serve as commissioner in some
companies, such as PT Visi Media Asia Tbk., Saratoga
Investama Sedaya and Mahaka Media Tbk. He also serves
as the founder and chairman of Amanah Recapital and
Losari Foundation.
The background and story of Handy Soetedjo is also
interesting to review. The man who is fond of basketball
loves playing behind the scene, acting as the actor. He is
the boss of PT Midasia Capital, an investment company
running in coal, oil and gas, real estate and some media
business.
The most fascinating story of Inter Milan acquisition
by Indonesian businessmen lays on its accuracy. People
remain hazy about the real value of the acquisition. However,
if the rumour is proven to be true, then the composition of
the IDR 4 trilion would be Erick IDR 1.4 trilion (35 percent),
Rosan IDR 1.3 trilion (32,5 percent) and Handy IDR 1.3
trilion (32,5 percent). / Farid Solana
World has been different in the eyes of Eka
Sari Lorena Sorebakti since she was a child.
When other female kids were busy playing with
doll, she spent most of her time sitting in a bus
workshop. She got along with the mechanic,
and some of its utility such as oil. Decades later,
the childhood interest becomes one of the most
adorable transportation system providers in
Indonesia.
WOMAN OF
PASSION
EKA SARI LORENA SOERBAKTI / CEO LORENA GROUP
BIODATA
Name
Eka Sari Lorena Surbakti, MBA
Place, Date of Birth
Jakarta, 3th of June, 1969
Position
President Director of Lorena Transport
Education
1989–1992; Wright State university, Dayton, Ohio, USA
1993–1994; University of Fransisco, California, USA
Career
President Director Lorena Transport (2005–Present)
Sr. Vice President of PT. Eka Sari Lorena Transport
Sr. Vice President of PT. Ryanta Mitra Karina
Director of PT. Eka Sari Lorena (Holding) (1998–2000)
Director of ESL Express (1997–2003)
I
ndeed, Eka Sari Lorena experienced different
ecosystem while she was a child. “Though I’m
a femae, I used to have an emotional emotion
with machines and oils,” she said to INFO
BISNIS INTERNASIONAL during her biography
launch entitled ‘Ayo Melawan Kemacetan’ in Jakarta
last September. She had to admit that her childhood
had changed after her father, Goesti Terkelin Soerbakti,
decided to start his own bus transportation business.
Her father was a retired general in 1970s, and decided
to buy 2 buses. Later on that day, his business was
named Lorena; taken from a Batak Karo terminology
which means ‘bukan dari situ’ (not from there). Jakarta-
Bogor was the first traject. The small business has
developed into a large holding company focusing on
passenger and good transportation business. It also
creates another brand, called Karina, that both of them
united into the newly established PT. Lorena Karina.
Eka said that her intimate encounter with
transportation business was started after her graduation
from the University of San Francisco, USA, in 1994. She
became her father ‘assistant’, accompanying Soerbakti
the elder everywhere he goes. “Many underestimate
me. Most of them mocking me as ‘father’s daughter’
or ‘Women, they are beautiful, perhaps, but brainless’
or something like that,” recalled Eka Sari. However,
she fought those negative responses by showing her
capability.
At that time, the Lorena had managed to provide
transportation other than Jakarta-Bogor. It was even able
to provide inter-island service. Her passion empowered
her to visit Indonesian cities, starting from Sumatera to
Madura. The journey itself were rich of experiences,
including handling a local preman who had become of
her best friends.
The most difficult era in business
had already passed. Soerbakti the elder
managed to develop it into a larger and
establised one. However, it doesn’t mean
that the Lorena business easier to conduct
for the second generation. Together with
her brother, Dwi Riyanta Soerbakti, she
faces the hardest moment in business,
i.e. taking care and maintaining Lorena
existence. “Some might say that this is
the hardest moment. But, I view it as a
challenge, not a burden,” she added.
Along with her brother, Eka
continues Lorena business in high
speed. She improved many things,
from establishing a more professional
management, revitalisation, add up more
buses and routes, building relationship
with bank and improve passengers’
service and security. Right now, Lorena
has nearly 500 buses. By the end of this year, the company
will be having 120 more buses. Even in 2007, Lorena
planned to established an airline under the flagship of
Lorena Air. Unfortunately, a stricter rule employed by
Indonesian government. Such condition made it difficult
for Lorena to gain AOC – Aircraft Operation Certificates
– from the Ministry of Transportation. The company was
forced to expand more in land transportation service.
Up to now, Lorena has more than 300 agents
and 42 branch offices scattered along Java Island,
Madura, Bali and Sumatera. “We focus on land
transporation, either human transportation or goods via
ESL Ekspress,” said Eka, whose husband, Johannes
M.H. Silalahi, manages ESL Ekspress. To penetrate
more into cargo transportation market, Eka plans to add
more 50 loading trucks. The cargo busines belongs to
those who have high pace. Within the last 16 years of its
establishment, it ranks 2 among largest national cargo.
Eka improves her cargo business by doing collaboration
and integration between human transportation busines
with cargo busines.
After 27 years, Lorena becomes one of the largest
national transportation businesses. It has expanded
into restaurant business, palm oil plantation, and public
transportation by operating Transjakarta’s V and VII
corridor. The former 4-employees company has evolved
into a 1,200 employees scattered in Indonesia. The more
fascinating fact is Lorena is the first land transportation
company to gain ISO 9001:2000 certification.
“The certification itself is about to promote a
culture of quality in the company,” Eka said. She refused
to be called being perfectionist. Eka has a passion to be
the best. For that, she proposes a simple formula: do the
work professionally and have a courage to be the best.
“We have to encourage ourself by saying that we are
able to do something,” she added.
According to Eka, such willingness and hope
will rise when we he have a fighting spirit. “Mistake is
something common. But, we need to keep improving.
Being easily satisfied is dangerous, because it weakens
our capability in handling situation when facing
misfortune condition.”
Eka also employes good corporate governance
principles. The purpose is to promote transparancy
among company staffs and members. “Today, everything
has changed. People want to know about everything.
Being uninformed is something people avoid,” she
added.
For the future of the company, Eka is thinking
about to do Initial Public Offering (IPO). The plan itself
has been issued long time ago. “We are waiting the
exact moment. Regardless of the period, we are 99.9
percent ready for that,” said Eka closing interview. / IBI
BIODATA
Name
Eka Sari Lorena Surbakti, MBA
Place, Date of Birth
Jakarta, 3th of June, 1969
Position
President Director of Lorena Transport
Education
1989–1992; Wright State university, Dayton, Ohio, USA
1993–1994; University of Fransisco, California, USA
Career
President Director Lorena Transport (2005–Present)
Sr. Vice President of PT. Eka Sari Lorena Transport
Sr. Vice President of PT. Ryanta Mitra Karina
Director of PT. Eka Sari Lorena (Holding) (1998–2000)
Director of ESL Express (1997–2003)
98 INFO BISNIS INTERNASIONAL # 24 . DES 2013 - JAN 2014
ALL THE
PRESIDENT’S MEN
Sudut Pandang
S
ekadar untuk menyegarkan ingatan,
karya kedua wartawan brilian itu
berhasil menyabet Hadiah Pulitzer,
dan menjadi acuan reportase
investigatif, yang menginspirasi
para wartawan dari berbagai belahan
dunia. Cerita tentang keduanya, juga sudah
dilayarlebarkan pada 1974, dan diperankan
secara apik oleh dua aktor kenamaan Robert
Redford and Dustin Hoffman.
Isu aksi penyadapan oleh intelejen
Australia terhadap Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dan orang-orang disekitarnya
merebak sepanjang November lalu, dan
berbuntut pada penarikan Dubes Indonesia
untuk Australia. Namun, yang ingin
dikemukakan dalam tulisan ini, selalu ada
yang menarik tentang cerita orang-orang di
sekitar presiden.
Secara kebetulan, orang-orang
disekitar Presiden memang tengah dirudung
masalah. Terutama terkait dengan kasus
kasus rasuah yang terjadi sepanjang tahun
2013, dan setidaknya ini menjadi catatan
tersendiri. Pada kasus rasuah impor daging
sapi, misalnya, kasus ini membuat Predisen
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi
sangat berang.
Pasalnya, dalam sidang di Pengadilan
Tindak Korupsi (Tipikor), Luthfi menyebut
adanya peran seorang wanita yang dekat
dengan lingkaran Istana Kepresiden, yakni
Bunda Putri. “1.000 persen Luthfi Hasan
Ishaaq berbohong”, ujar SBY dalam jumpa
pers di Bandara Halim Perdanakusuma, usai
melakukan lawatan ke Brunei Darussalam,
10 Oktober lalu.
Ini adalah kemarahan terbesar
SBY dari sekian kemarahan yang pernah
ditunjukannya kepada publik. Bayangkan,
untuk meyakinkan publik SBY tak lagi
menyebut Luthfi berbohong 100 persen, tapi
1000 persen. Itu artinya, SBY sangat marah
pada pernyataan Luthfi. Sayangnya SBY
tidak pernah sangat marah atas berbagai
kasus kasus korupsi yang menggerogoti
pemerintahannya. Termasuk kepada orang-
orang yang ada di sekeliling lingkaran
Partai Demokrat yang diduga terlibat dalam
berbagai kasus rasuah. SBY tetap 3C
(cool, calm, & confident), dalam memimpin
pemerintahan dan partainya.
SBY juga tidak terlihat marah
atas kinerja para menterinya ketika para
menteri lebih sibuk membangun pencitraan
dirinya sendiri dalam rangka Pilpres 2014
ketimbang mengatasi persoalan yang ada
di lembaganya. SBY hanya tercatat sekali
marah terhadap kabinetnya saat akan
memimpin rapat kabinet di Istana Negara,
ternyata beberapa menteri justru terlihat
asyik ‘ngerumpi’.
Di lain pihak, saat ini publik sendiri
masih merasa tidak puas atas kinerja SBY
dan kabinetnya. Sebagai bukti, hasil polling
Kompas, Oktober lalu menunjukan, persepsi
publik kinerja kabinet tidak kunjung membaik.
Bahkan publik menilai, upaya pemulihan
ekonomi jalan di tempat.
Di mata publik, melemahnya nilai
tukar rupiah yang terjadi saat ini, sebagai
akibat pengaruh global menjadi sentimen
negatif dari seluruh aspek penilaian kinerja
ekonomi pemerintah. Dalam hal ini, kinerja
pemerintah dalam mengendalikan nilai tukar
rupiah belum memuaskan. Bahkan kini
rupiah terpuruk hingga menembus level Rp
12.000 per dollar, dan mengakibatkan deefisit
anggaran makin menganga.
Pun upaya Bank Indonesia (BI)
sebagai pengambil kebijakan moneter
mengatasi gejolak rupiah dan inflasi dengan
menaikkan suku bunga acuan alias BI
Rate sebesar 7,25 % belum sepenuhnya
menyelesaikan persoalan krisis. Bahkan
konsekuensinya adalah suku bunga
kredit perbankan ikut naik. Konsekuensi
lanjutannya, pinjaman untuk investasi
berkurang karena beban biaya dana semakin
berat.
Hasil survei lainnya menunjukkan
tingkat kepuasan publik terhadap kinerja
pemerintah pun masih rendah. Bahkan
jika dikaitkan dengan kesimpulan Unit
Kerja Presiden bidang Pengawasan dan
Pengendalian Pembangunan (UKP4),
hasilnya memang klop. seperti diketahui,
hasil evaluasi UKP4 menyebutkan, hanya
50 % saja kementerian yang menjalankan
instruksi presiden. Dari 34 menteri Kabinet
Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2, sebanyak
17 menteri dinilai memiliki kinerja buruk dan
kurang rajin sehingga roda pemerintahan pun
tidak berjalan efektif.
Menurut seorang analis, terlalu banyak
komponen yang bisa dijadikan sebagai dalih
mengapa itu bisa terjadi. Namun, setidaknya
peran Presiden tak bisa diabaikan sehingga
50 % kabinet tidak maksimal dalam bekerja.
Analogi seorang analis, SBY dan kabinetnya,
ibarat sebuah tim sepakbola. Jika satu dua
pemain bermain buruk, kemungkinan karena
si pemain yang tidak cakap, tapi kalau
sampai separuh pemain bermain buruk,
boleh jadi pelatihlah yang tak pandai.
Dengan kata lain, kinerja pemerintah
sekarang terkesan hebat di atas kertas.
Padahal struktur pemerintahan kini semakin
tambun. Sudah ada menteri, ada pula
wakil menteri. Belum lagi ditambah tim lain
seperti satgas, unit kerja, dan sebagainya.
Sementara pemberantasan kasus rasuah
justru hanya mencuatkan nama KPK.
All The President’s Men adalah sebuah reportase investigasi yang
dibukukan, yang ditulis oleh dua wartawan muda Washington Post,
Carl Bernstein dan Bob Woodward. Kisah nyata yang terjadi pada tahun
1970-an ini mengungkap skandal (Watergate) pada masa Presiden AS
ke 36, Richard Nixon, dari Partai Demokrat. Nixon jatuh atau tepatnya
mengundurkan diri akibat adanya aksi penyadapan dan ketidakbecusan
orang-orang disekitarnya, sehingga kerahasian negara terbongkar.