BAB I Pendahuluan I.1.

Latar Belakang Pada praktikum kali ini akan dibahas mengenai plastisitas tanah, plastisitas adalah perbedaan batas cair dan batas plastisitas suatu tanah atau sering disingkat dengan PI (Plastisity Index). Yang mempengaruhi plastisitas tanah adalah batas cair dan batas plastik. Batas cair disebut juga sebagai liquid limit didefinisikan kondisi dimana tanah diaduk dengan air yang lebih banyak daripada bagian tanahnya. Batas plastik didefinisikan menurut Das (1995), sebagai kadar air (%), dimana tanah apabila digulung sampai dengan diameter 1/8 in ( 3mm) menjadi retak-retak. Batas ini merupakan batas terendah dari keplastisan suatu tanah. I.2. Tujuan Praktikum • Mahasiswa mampu membedakan plastic limit, liquid limit, dan index plastisitas. • Mahasiswa mampu menghitung plastic limit, liquid limit, dan incex plastisitas I.3. Kegunaan Praktikum
• Memberikan pengetahuan dasar mengenai plastisitas tanah suatu daerah

• Dapat menganalisis lebih lanjut berdasarkan konsistensi tanahnya.

karakteristik tanah di suatu daerah

BAB II Tinjauan Pustaka Atterberg menjelaskan bahwa terdapat empat keadaan dasar tanah berdasarkan kandungan air dalam tanah, yaitu : padat ( solid), semi-padat ( semi solid), plastik( plastic), dan cair (liquid). Kadar air ( % ), dimana terjadi transisi dari keadaan padat ke keadaan semi-padat didefinisikan sebagai batas susut atau shrinkage limit ( SL ). Kadar air dimana transisi dari keadaan semi-padat ke keadaan plastis terjadi dinamakan batas plastis ( plastic limit= PL), dan dari keadaan plastis ke keadaan cair dinamakan batas cair (liquid limit=LL). Batasbatas ini dikenal juga sebagai batas-batas Atterberg (Atterberg limits). (Das B.M, 1995). Consistency Limit = Atterberg’s Limit Shrinkage Limit (SL), Plasticity Limit (PL), Liquid Limit (LL), Plasticity Index (PI)

Padat

Semi Padat

Plastis

Cair

Kadar Air Bertambah

SL

PL

LL

Gambar. Batas – batas Atterberg ( Das, 1985 ) Keterangan : LL : Batas kadar air minimum tanah dimana adonan tanah mengalir karena beratnya sendiri à Cassagrande Test PL : Batas kadar air minimum tanah dimana adonan tanah dapat digulung sampai berdiameter 3 mm tanpa terjadi retakan à saat terjadi retakan SL : Kondisi kelembaban tanah dimana penurunan kadar air tidak merubah volume tanah

PI : Ukuran interval kadar air tanah dimana tanah berada dalam kondisi plastik, yaitu selisih antara LL dan PL à PI = LL-PL Plastisitas adalah perbedaan batas cair dan batas plastisitas suatu tanah atau sering disebut dengan sering disingkat dengan PI (Plastisity Index). Yang mempengaruhi plastisitas tanah adalah batas cair dan batas plastik. Batas cair disebut juga sebagai liquid limit didefinisikan kondisi dimana tanah diaduk dengan air yang lebih banyak daripada bagian tanahnya. Bila tanah diaduk dengan air, dengan air lebih banyak daripada bagian tanahnya, maka sebagian dari bubur ini dapat dialirkan ke bagian lainnya. Tetapi bila air dari bubur tanah ini diuapkan, maka pada suatu saat bubur ini akan berhenti mengalir. Kadar air pada keadaan ini disebut batas cair (LL) yang kira-kira sama dengan gaya menahan air dan merupakan jumlah tertinggi air yang bermanfaat bagi tanaman (Soedarmo dan Djojoprawiro, 1988) dalam Jerrie Ferdiansyah 2006). Batas plastik didefinisikan menurut Das (1995), sebagai kadar air (%), dimana tanah apabila digulung sampai dengan diameter 1/8 in (3mm) menjadi retak-retak. Batas ini merupakan batas terendah dari keplastisan suatu tanah. Sedangkan menurut Hardjowigeno (1995), batas plastis merupakan kadar air dimana gulungan tanah mulai tidak dapat digolek-golekkan lagi. Bila digolekgolekkan tanah akan pecah-pecah ke segala jurusan. Kriteria batas cair serta indeks plastisitas tanah berdasarkan harkat Atterberg dapat dilihat pada table berikut : Sumber : Sarief, dkk ( 2001 ) Batas Cair Kriteria (%) Indeks Plastisitas (%)

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Ekstrim Tinggi

< 20 20 – 30 31 – 45 46 – 70 71 – 100 -

0–5 5 – 10 10 – 17 17 – 30 30 – 45 > 43

Cassagrande dibutuhkan pada praktikum kali ini untuk menghitung Liquid Limit. Jumlah hentakan yang dihasilkan dan berat tanah yang dicoak dihitung untuk menentukan Liquid Limit.

Handel Adonan tanah dipisahkan sejauh 1 alas jatuhan Landasan solid berlapis karet Mangkok Kuningan cm Cassagrande ApparatusutkUntuk menentukan kadar air LL Pemutar mangkok (pada awal tes)

Cassagrande Test :

Landasan solid berlapis karet utk alas jatuhan Mangkok Kuningan Kondisi LL tercapai saat Adonan tanah merapat kembali mangkok
(pada jumlah jatuhan tertentu)

BAB III Metodologi Praktikum III.1. Waktu dan tempat III.1.1. Waktu : Kamis, 7 Mei 2009

III.1.2. Tempat : Gedung baru TMIP III.2. Alat dan bahan III.2.1. Alat • • • • • • • • • • • • Cassagrande Loyang Kerta label Penyemprot Cawan Kaca Suntikan Lap Oven Timbangan Digital Hand out

III.2.2. Bahan • Tanah

III.3. Prosedur praktikum a. Menentukan Batas Plastik • Mengambil Tanah secukupnya yang telah dikeringkan selam 24 jam dengan oven atau dijemur diudara terbuka selam 2 x 24 jam dan ayak dengan mesh 40. Lalu membuat adonan tanah dengan air. Pencampuran menggunakan semprotan dan sendok semen yang kecil.

Mengambil tanah yang sudah jadi adonan dan linting hingga ukuran diameter 3mm. Bila tanah terlihat retak dan mau putus tambah air. Usahakan lintingan tidak retak dan putus. melakukan tiga kali pengulangan.

• •

Menimbang

lintingan

tanah

yang

sudah

dibuat.

Dan

mengeringkan di dalam oven 2 x 24 jam Menimbang lintingan yang sudah dikeringkan dan cari berat air yang hilang dalam %. a. Menentukan Batas Cair • Mengambil Tanah secukupnya yang telah dikeringkan selam 24 jam dengan oven atau dijemur diudara terbuka selam 2 x 24 jam dan ayak dengan mesh 40. Lalu membuat adonan tanah dengan air. Pencampuran menggunakan semprotan dan sendok semen yang kecil. • • Adonan yang telah jadi masukan kedalam cassagrande secara mendatar dan buat alur hingga dasar cassagrande. Menghentakan cawan tersebut dengan tuas yang ada pada cassagrande dengan kecepatan yang konstan. Dan menghitung jumlah ketukan sampai jalur tadi tertutup atau hingga ada gerakan tanah sedikit saja yang dapat menutup jalur tersebut. Lakukan hingga 4 kali. • • Menimbang sample tersbut danberi label lalu keringkan setiap sample tersbut selama 2 x 24 jam dalam oven. Menguji dengan grafik dengan menganggap percobaan penentuan batas cair merupakan grafik lurus. Buatlah persamaan garisnya dengan variable x sebagai jumlah ketukan dan y sebagai kadar air. • Mencari nilai dari variable y dengan memasukan nilai x sebesar 25 ( ketukan sebanyak 25 kali), karena 25 kali ketuk adalah standar percobaan liquid limit. Hitung dalam %. • Menghitung PI dengan rumus yang sudah sebutkan pada pendahuluan.

BAB IV Hasil dan Pembahasan IV.1. Hasil

Liquid Limit
No . 1 2 3 Massa awal (g) 12 12.5 12.5 Massa kering (g) 8 8.5 8.5 Massa air hilang (g) 4 4 4 Kadar air(%) 33.33 32 32 Jumlah Hentakan 14 50 60

LL = -0.0311x + 33.727 = -0.0311 (25) + 33.727 = 32.9485 % Plastic Limit
No . 1 2 3 Massa awal (g) 0.5 1 1.2 Massa kering (g) 0.4 0.8 0.9 Massa air hilang (g) 0.1 0.2 0.3 Kadar air (%) 20 20 25

Rata-rata Kadar Air (PL) = (20 + 20 + 25) : 3 = 21,66% Indeks Plastisitas PI = LL – PL = 32,9485% – 21,66% = 11,28% IV.2. Pembahasan Untuk menghitung kadar air digunakan rumus: Kadar air = M awal − M ker ing M awal x100%

Dari percobaan liquid limit di dapat persamaan y = -0.0311x + 33.72. Kemudian dimasukkan nilai x=25 ketukan, karena 25 kalil ketukan adalah standar percobaan liquid limit. LL = -0.0311x + 33.727 = -0.0311 (25) + 33.727

= 32.9485 % Pada percobaan menggunakan Cassagrande besar atau kecilnya kadar air pada tanah ditentukan oleh banyaknya ketukan. Semakin banyak ketukan maka semakin kecil kadar air pada tanah tersebut dan sebaliknya semakin sedikit ketukan maka semakin besar kadar air pada tanah tersebut. Pada saat memutar Cassagrande, putaran harus konstan agar didapatkan hasil yang signifikan. Dari percobaan plastic limit diperoleh: Rata-rata Kadar Air (PL) = (20 + 20 + 25) : 3 = 21,66% Maka diperoleh indeks plastisitas PI = LL – PL = 32,9485% – 21,66% = 11,28%

BAB V Kesimpulan dan Saran V.1. Kesimpulan • • • Yang mempengaruhi plastisitas tanah adalah batas cair dan batas plastik. Batas cair disebut juga sebagai liquid limit didefinisikan kondisi dimana tanah diaduk dengan air yang lebih banyak daripada bagian tanahnya. Batas plastik didefinisikan menurut Das (1995), sebagai kadar air (%), dimana tanah apabila digulung sampai dengan diameter 1/8 in ( 3mm) menjadi retak-retak. Batas ini merupakan batas terendah dari keplastisan suatu tanah. •
• • •

Semakin banyak pukulan yang diberikan pada alat Cassagrande, maka nilai kadar air akan semakin kecil. Nilai PL dari sample tanah yang diambil sebesar 21,66% Nilai LL dari sample tanah yang diambil sebesar 32.9485 % Nilai PI dari sample tanah yang diambil adalah sebesar 11,28%

V.2. Saran • Pada saat melinting tanah, usahakan agar permukaan pada tanah tersebut halus, tidak ada retakan-retakan yang timbul pada tanah tersebut

Berilah air pada tanah tersebut secukupnya, agar tanah tidak terlalu susah untuk dilinting ataupun terlalu kering untuk dilinting Putarlah alat cassagrande dengan kecepatan yang konstan, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Berilah bantalan dibawah alat cassagrande untuk mengurangi getaran yang dihasilkan pada saat alat tersebut bekerja.

Daftar Pustaka M. Das Braja, Noor Endah, dan Indrasurya B. Mochtar. 1995. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Jakarta: Erlangga Hardjowigeno, Sarwono. 1987. Ilmu Tanah. CV AKADEMIKA PRESSINDO, Jakarta Sarief, Saifuddin. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Bandung: PUSTAKA BUANA Soedarmo, Herujitp dan Prayoto Djojoprawiro. 1988. Fisika Tanah Dasar. Jurusan Konservasi Tanah dan Air. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor