P. 1
39 artikel sejuk - desember 2009

39 artikel sejuk - desember 2009

|Views: 681|Likes:
Published by kalasnikhov
Hasil karya muslim edisi desember 2009 dalam naungan islam yang sejuk.
Hasil karya muslim edisi desember 2009 dalam naungan islam yang sejuk.

More info:

Published by: kalasnikhov on Dec 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

Sections

Penulis

:

Arief Hidayatullah
Ferry Djajaprana
Jum’an Basalim
Fachmy Casofa
Abang Kalash
Teteh Okti
Yuniza
Arszca
Ervan
Intan


Editor and Publisher:
@IUA-islamyangsejuk
http://islamunderattack.multiply.com
December 2009, The Netherlands


















E-book
KARYA KARYA KARYA KARYA
BERSAMA BERSAMA BERSAMA BERSAMA
edisi
NOVEMBER NOVEMBER NOVEMBER NOVEMBER
2009 2009 2009 2009

39 Artikel Penyejuk Hati

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 2

39 Artikel Sejuk
Lentera Negara by Arief Hidayatullah
Kegagalan orang tua adalah, saat ia tidak berada di dalam hati anaknya by Yuniza
RUMPI PAGI : Jangan Asal Bunyi by Teteh Okti
Sebuah Redundant by Abang Kalash
CONNECTIVITY - HAJAT HIDUP MASA KINI by Jum’an Basalim

Ketika hijab diragukan oleh ulama by Abang Kalash
Pertanian Indonesia; Si Gaptek di persimpangan jalan by Abang Kalash
Melacak energi masa depan bangsa by Abang Kalash
Sayangilah anakmu maka ia akan menjadi anak yang cerdas by Yuniza
Ketika kita berada di situsi mendesak by Abang Kalash

MALAS - VITAMIN PANJANG UMUR by Abang Kalash
Bulan di dalam sumur (membenarkan sebuah keyakinan) by Arszca
Catatan Fachmy Casofa: JIKA JIWA MENAPAKI LANGIT by Fachmy Casofa
Mengapa saya tidak pernah menghujat demokrasi by Abang Kalash
Haji dan Umrah by Ferry

Memandang masa lalu melalui' cermin prasangka baik' by Yuniza
RUMPI PAGI: Hari Ini dan Angka Sial by Teteh Okti
Terlihat tapi tak terdengar by Abang Kalash
BALAS DENDAM by Jum’an Basalim
Cahaya dari air by Abang Kalash

Sebuah Mimpi dari Ketinggian Mount Nebo by Arszca
How ikhlas are you? by Abang Kalash
Wa Laa Ghoolibah Illa Alloh...(catatan dari bumi Andalus) by Arszca
Q u r b a n by Ferry
Kritik a la Pak Tino Sidin by Arszca

Catatan Fachmy Casofa: KARYA YANG MELEGENDAKAN by Fachmy Casofa
the power of good aura by Abang Kalash
KAU YANG BERTANYA AKU YANG MENDERITA by Jum’an Basalim
Sekolah atau Restaurant by Abang Kalash
ALANGKAH MALUNYA AKU by Jum’an Basalim

Catatan Fachmy Casofa: Pertanyaan Bodoh, Jiwa, dan Menulis by Fachmy Casofa
Mimpi kita by Abang Kalash
KAMANAKAN AMBO TA’AT BAUGAMO by Jum’an Basalim
SEKRETARIS: ANTARA JONTROT DAN BEGUNDAL by Jum’an Basalim

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 3

Anda Bebas Memilih: Abu Bakar Ra atau Umar Ra by Ervan

Berkorban untuk kesempurnaan by Abang Kalash
Wanita “mapan” lebih suka hidup sendiri, benarkah? By Intan
Hitam Putih Seorang Anak by Intan
Israel menguasai airport dunia by Abang Kalash




IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 4


DISCLAIMER DISCLAIMER DISCLAIMER DISCLAIMER

E-book ini merupakan kumpulan artikel terpilih hasil karya
muslim muslimah yang dipublish di IUA islam yang sejuk selama
bulan November 2009.

E-book ini boleh dimilik secara gratis. Mengambil keuntungan
ekonomi dari sebagian atau keseluruhan e-book ini adalah
terlarang.

Http://islamunderattack.multiply.com


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 5

Review ukhuwah iua
NOVEMBER 2009

Assalamu'alaykum wr wb

Dear brothers and sisters,

Today, we have already living in the last month of this year. As the age of the earth become older so does our ages.
Nevertheless, we have to keep in our mind to optimize our time only due to islam by gaining as much as deed we can
make. One of easy ways is by do da'wah in this group.

In general, ukhuwah in IUA during this month was cool and interesting. There was no big matters except for some days
of delaying for islamic poetry competition winner announcement. On the other hand, in November 2009 we had have 2
new students who received fund from IUA scholarship program. IUA scholarship program has now 5 students who
received monthly funding from us.

Here are notes of ukhuwah in IUA during November 2009

A. Posts
Grand total posts = 327 (or 10.9 posts per day)
post by men = 166
post by women = 122
post by admin's id's = 39

2. Total of members and administrators who actively submit posts = 57 people (35 men and 22 women) (non including 8
official admin id's)

3. The most post submitter (post submitter = person who submit post) = Brother Kalash (49 posts)

B. Top Five post submitters by genders

Men
1. Brother kalash = 49
2. Adityanugroho = 23
3. Mr. Jum'an = 10
4. Brother Ervan (Mujitrisno) dan N.Surya (starburstbook) = 8
5. maman12 dan alindris = 7

Women
1. Teteh dewi = 27
2. Teteh okti = 17
3. Siti (smaemunah) = 15
4. Arifah = 14
5. Uni Intan = 11

C. Top three original article authors by genders
(original articles are known by writing your name in the articles)

Men (total of original article authors = 6 people)
1. Brother Kalash = 13
2. Mr. Jum'an = 7
3. Fachmy = 3

Women (total of original article authors = 4 people)
1. Yuniza dan Arzca W = 4
2. Teteh Okti dan Uni Intan = 2

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 6

3. ...

D. Active IUA Programs IUA during November 2009
1. Two new additional students who received monthly fund from IUA scholarship program (total students are 5)
2. Scholarship balance at this moment = Rp. 1.394.800 or 99.6euro
3. Islamic poetry competition, theme: Padang earthquake (winning announcement)
6. Islamic quiz, theme: cool wise words (winning announcement)
7. Consultancy of Muslimah
8. E-book IUA karya bersama edition Oktober 2009
9. and many informative articles from 5 of 8 official admin multiply id's


E. Additional
1. Best Member of The Month (BMOM) November 2009 will be announce during this week, insha Allah
2. E-book karya bersama edition November 2009 will be publishing in two weeks, insha Allah
3. BPOM (Best posting of the month) will be conducted after E-book is published
4. We receive infaq of 13 books which will use as rewards for some programs and competition in this group from our
generous member.

We'd like to thank you all for your cooperation by maintaining and keeping this group stay cool, informative and
interesting place to communicate among us.


Wassalam,


ADMIN IUA-islam yang sejuk

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 7


1. Lentera Negara


M. Arief Hidayatullah
http://alhaqiir.multiply.com

Negara akan senantiasa memiliki lentera yang selalu bersinar terang, kata Ibnu Qayyim, selama penduduknya
berpegang pada dua hal: Pertama, mereka dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Kedua, mereka dapat
memilih yang baik.

Ketika manusia melakukan perbuatan yang dapat membuat Tuhannya berpaling dari dirinya, di mana manusia tidak lagi
berpangkal pada dua hal di atas, maka ia telah buta. Kebutaan yang dialami tidak lain karena putusnya hubungan
antara ia dengan Tuhannya. Jikalau hubungan antara ia dengan Tuhannya sudah putus, maka putuslah segala sebab
terjadinya kebaikan.

` ¸ · ` · .` . · =` , ` · ` ¸ , ` ¸ ` -` ¯ · ` ¸ · ` ¸` · ` ¸ · , ·· .
”Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan
(yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”
(QS. Az-Zukhruf [43]: 36).

Jika dalam suatu Negara penduduknya sudah berpaling dari Tuhannya, wajah- wajah pemimpin negara beserta para
pemegang amanah jabatan berubah menjadi wajah-wajah korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemudian masyarakat mulai
berpaling dari nilai-nilai religius, sehingga keduanya sama-sama melepaskan gaun esensi kemanusian. Pada saat yang
seperti itulah, sangat sulit untuk mengharapkan turunnya kebaikan di Negara tersebut.

Semakin manusia berpaling dari nilai-nilai agama yang telah membimbingnya, dan meninggal esensi kemanusiaan, maka
ia semakin menjadi buta. Telinganya tuli akan kebenaran. Mulutnya pun bisu sehingga tidak mampu mengatakan yang
sesungguhnya. Itulah sebab mengapa butanya hati manusia akan berdampak pada kebutaan raga. Sebagaimana raga
mengikuti kemanapun hati melangkah, seprti itulah negara mengikuti aktifitas penduduknya.


ِ
روُ د ﱡ صلا ي
ِ
ف ي
ِ
ت

لا ُ بو
ُ
ل
ُ
ق
ْ
لا ى
َ
مْ عَت
ْ
ن
ِ
ك
َ
ل
َ
و ُ را
َ
صْ با ى
َ
مْ عَت ا
َ
ھ

ن
ِ
إ
َ
ف ) ٤٦ (
”Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”
(QS. Al-Hajj [22]: 46)

Fenomena kehadiran wajah-wajah baru pada birokrasi Indonesia, tentu diharapkan mampu membawa perubahan
mendasar yang mampu membangun, menjadikan Indonesia semakin terpandang. Kaum pemuda yang tertidur pun mulai
bangkit dan sadar akan sumpahnya yang baru beberapa hari diperingati. Karena kemajuan suatu negara itu tergantung
pada pemuda. Jika pemuda tidak lagi mampu memanfaat kesempatannya secara cermat, maka tinggallah sebuah
nama. Oleh sebab itu, pemuda harus menjadi pionir kebaikan, meyakinkan dirinya siap untuk menatap dunia, generasi
yang penuh rasa optimis, yang senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai moral seperti Mus`ab bin `Umair, Thariq bin
Ziyad, dan juga Shalahudin al-Ayyubi.

Di tengah kemajuan zaman yang menantang unsur moral serta religius, telah banyak di antara kita tidak sadar telah
mengikuti dan merubah dirinya sendiri dengan melakukan perilaku hewani. Dengan mengikuti hawa nafsu, memanjakan
keinginan nafsunya yang seolah tidak berujung dan justru semakin menjadikan mereka hilang kendali (QS. Shaad [38]:
26).

Dengan kembali pada ajaran-ajaran agama dan membangun kembali nilai-nilai moral serta knowlage society, maka
lentera negara tercipta. Keharmonisan serta segala unsur kebaikan mulai terbangun. Dan inilah yang diharapkan
bersama, yang dijanjikan Tuhan dalam kitab suci-Nya.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 8



َ

ْ
مُھ
َ
رْ ج
َ
أ
ْ
مُھ

ن
َ
ي
ِ
زْ جَن
َ
ل
َ
و
ً
ة
َ
بﱢي
َ
ط
ً
ةا
َ
ي
َ
ح ُه

ن
َ
ي
ِ
ي ْ ح
ُ
ن
َ
ل
َ
ف ٌ ن
ِ

ْ
ؤ
ُ

َ
وُھ
َ
و ى
َ
ث
ْ
ن
ُ
أ ْ و
َ
أ
ٍ
رَ ك
َ
ذ
ْ
ن
ِ
ﻣ ا ً ح
ِ
لا
َ
ص
َ
ل
ِ
مَ ع
ْ
ن َ نو
ُ
ل
َ
مْ ع
َ
ي او
ُ
ناَ ك ا
َ

ِ
ن
َ
سْ ح
َ
أ
ِ
ب
) ٩٧ (
”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka
Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl [16]: (97).




IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 9


2. Kegagalan orang tua adalah, saat ia tidak berada di dalam hati anaknya


Yuniza
http://yuniezalabella.multiply.com

Pagi itu adalah sebuah telpon masuk, ketika siaran MQ fm sedang berlangsung. Sang gadis meminta masukan terhadap
masalahnya. Dia memiliki dua orang ibu, ibu yang mengasuhnya sejak kecil dan ibu kandung. Saat itu sang ibu kandung
memintanya untuk tinggal bersamanya, tetapi sang gadis merasa berat untuk meninggalkan sang ibu asuh. Karena dia
merasa sangat sayang sekali kepada sang ibu asuh dan merasa akan menyakiti hati sang ibu asuh, jika ia pergi
meninggalkannya sekarang. Namun di satu sisi, dia takut jika menolak permintaan sang ibu kandung maka dia akan
berdosa.

Sebelum menjawab, Aa Gym memintanya agar tidak perlu menyebutkan nama-nama, agar kehormatan orang-orang
yang di bicarakan tetap terjaga. Dan beliau pun mengingatkan bahwa masukknya telepon ini dari puluhan telpon lain
yang hendak masuk, sungguh adalah kehendak Allah. Dan ini adalah kasus nyata, dari banyak kasus serupa

Dan jawaban Aa Gym, bukanlah sebuah keputusan, tetapi saran. Beliau bertanya kepada sang gadis, kenapa dia merasa
lebih sayang kepada salah satu ibu ? Sang gadis menjawab; karena sang ibu asuh adalah orang yang benar-benar telah
mengasuhnya, yang telah menyayanginya. Kemudian Aa Gym bertanya lagi; “ Kalau dengan ibu kandung, bagaimana
perasaannya?” Sang gadis terdiam.

“ Tak perlu sungkan, silahkan di jawab saja. Disini kita tidak menyebut nama.”
“ Iya A’. Dengan ibu kandung, saya tidak merasa adanya keterikatan batin.”
“ jadi sebenarnya sekarang perasaannya condong ke siapa ?”
“ Apakah hal ini, sudah pernah di bicarakan bersama-sama dengan ibu kandung dan ibu asuh ?”
“ Belum, saya takut jika membicarakan ini, maka akan ada yang terluka.”
“ Lalu dengan diam seperti ini, apakah masalah menjadi selesai?”
Di ujung sana sang gadis terdiam.
“ Silahkan dibicarakan baik-baik dengan kedua ibu, InsyaAllah akan ada jalan keluarnya.”

****

Begitulah isi sebuah percakapan telepon, yang membuatku sempat menghentikan aktivitasku saat itu.
Jika sang gadis, tanpa dia kuasai merasa lebih mencintai sang ibu asuh dan bukan ibu kandung. Sungguh itu bukan
kesalahan sang gadis. Allahlah pemilik hati, dan hati sang gadis telah diikat dengan hati sang ibu asuh, dan bukan
dengan ibu kandungnya sendiri.

Masalah penghormatan dan pemenuhan kewajiban, itu tetap harus dilakukan kepada sang ibu kandung. Karena kepada
orang tua yang berbeda agama saja, kita harus mempergaulinya dengan baik. Apalagi kepada orang tua yang sama-
sama Islam.

Namun sekali lagi, masalah hati tetaplah berbeda. Hati tidak dapat di dekati dengan logika. Hati hanya dapat di dekati
dengan hati, dan terbuka hanya dengan ketulusan.

***
Apalagi zaman sekarang ini, banyak sekali anak-anak yang lebih dekat dengan ibu asuhnya dari pada dengan ibu
kandungnya. Mungkin termasuk anda ?

Pembantu rumah tangga, Nany, Baby sitter, nenek dan orang-orang lain yang mengasuh sang anak, merekalah sang ibu
asuh.

Banyak sekali kisah tentang, anak-anak yang lebih merasa kehilangan pembantu, ketika pembantunya mudik atau
berhenti. Dari pada kehilangan orang tua yang bepergian lama karena bekerja. Lebih merasa nyaman curhat kepada

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 10

pembantu, kepada guru di sekolah dari pada kepada orangtua. Lebih ‘hidup’ ketika berada di depan pembantu dari
pada ‘kaku’ ketika berhadapan dengan orang tua.

Mereka adalah anak-anak yang menjadi yatim dan piatu, bukan karena ketiadaan orang tua, namun karena kehadiran
orang tua itu tidak terasa oleh mereka. Orang tua kandung hanya sebuah predikat tanpa makna. Hanya sebuah ikatan
formal, tanpa ada ikatan hati disana.

Dan ini menjadi realita!

“ Saya kan bekerja untuk anak ! Saya kan mencari uang untuk mereka, supaya mereka bisa menikmati hidup, bisa hidup
lebih baik dari pada saya !” Begitu dalih para orang tua, tidak sang ibu maupun ayah.

Uangmu bisa membelikanku selimut yang dapat menghangatkan tidurku, ayah!
Namun, uangmu tidak bisa menghangatkan hatiku kala aku sedih.
Uangmu bisa membuatku berhias dengan pakaian-pakaian cantik, ibu !
Namun, uangmu tidak dapat mengajarkanku bagaimana cara tuk mempercantik hatiku.

Hati anak itu tidak bisa di rekayasa!
Mereka akan tahu, jika mereka diperlakukan dengan penuh kasih sayang, didekati dengan hati yang tulus.
Atau hanya di pamerkan sebagai bentuk kesuksesan keluarga.
Hati anak itu tidak bisa di bohongi,
Fitrah hati mereka masih belum ternoda, sehingga hati mereka mampu mencerminkan apa yang ada di hati anda.
Anda mencintai mereka, maka rasa cinta andalah yang akan terpantul kembali kepada anda !

***
“ Di rumah ada siapa saja ?”
“ Ada mbak, ada supir, ada satpam dua”, begitu selalu cerita gadis berusia 10 tahun itu. Tak pernah dia bercerita
tentang ibu atau tentang ayahnya.
“ siapa yang punya tante di rumah ?” Tanya sang guru TK.
“ tante itu apa ?
“ tante itu adiknya mama atau papa”.
“ oh, aku tidak punya tante. Aku punyanya mbak.” Jawab, seorang murid TK polos. Padahal dia kan punya tante.

“ Kejaaaaar pak”, seru sang guru kelas satu kepada satpam-satpam yang sedang berjaga.

Tampak seorang gadis kecil sedang berlari melesat keluar dari sekolah. Gadis itu bagai kuda, cepat sekali larinya.
Hampir saja tidak terkejar. Dia berlari hingga hampir sampai keluar ke jalan raya. Ketika berhasil di tangkap, sang
gadis itu meronta dengan sekuat tenaga sambil menangis.

Ada apakah gerangan ?

Ternyata ia hendak menyusul mbaknya. Memang mbaknya kemana ? Ternyata sang mbak yang telah mengasuhnya sejak
bayi telah di berhentikan oleh sang orang tua, mbak sudah pulang kampung. Gadis kecil itu patah hatinya, belahan
jiwanya telah di ambil dari nya. Sehingga hari itu di sekolah dia berontak.

Padahal kedua orang tuanya bukanlah orang tua yang mengabaikannya sepenuhnya. Bahkan keputusan untuk
memberhentikan sang mbak, adalah karena sang orang tua ingin lebih terlibat dalam kehidupan gadis kecil mereka.
Mereka ingin mengurangi ketergantungan sang gadis kecil pada sang mbak.

Namun bukankah apa yang sudah terjalin didalam hati tidak bisa di hapus semudah itu bukan ?

Dan untuk menjalin hubungan ke hati seorang manusia, juga tidak secepat itu bukan? Apalagi jika ingin menggantikan
kedudukan seseorang .

Sekarang ini sang gadis kecil telah lebih dekat dengan kedua orangtuanya. Alhamdulilllah, Allah telah menjalin hati
sang anak dengan kedua orang tuanya. Dan menurutku, kedua orang tuanya beruntung. Sadar di saat yang belum
terlambat, disaat sang anak masih mampu memberikan cinta tanpa syarat.


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 11

Walau begitu, sempat di tengah proses membangun cinta. Sang guru bertanya kepada gadis kecil itu : “ nomor telpon
mama berapa ?” gadis kecil itu menggeleng. “ kalau nomor telpon papa, tahu ?” kembali gadis kecil itu menggeleng,
dan kemudian berkata : “ tapi aku hapal nomor telpon ini bu”. Dia memberikan sebuah nomor. Nomor itu lalu
dihubungi oleh sang guru. Ternyata itu nomor sang mbak, dan saat itu sang mbak telah berada di kampungnya.

Belum lagi, anak-anak yang memiliki orang tua yang bekerja, hingga terpisah berminggu-minggu. Terpisah jarak, jarang
bertemu, jarang berkomunikasi…

Ya Allah…

Maka bertanyalah :
“ Apakah anda, sebagai orang tua ada di dalam hati anak-anak anda ?”

Dan untuk para guru, yang merupakan orang tua di sekolah :
“ Apakah kita ada di dalam hati, anak-anak murid kita ?”

Sungguh pada saat anak-anak itu berdoa untuk orang tua,
dengan sebuah doa yang diajarkan sejak kecil,
dihafalkan dan dibaca tiap selesai shalat.
Maka doa itu akan memiliki ruh,
Manakala doa itu terucap dari mulut seorang anak yang mencintai orang tuanya.
Bukan sekedar kewajiban.


By: Yunieza ( 041010)
Sungguh berada di sekolah ini, bukan hanya ilmu yang harus kutransfer kepada bocah-bocah kecil itu. Tetapi lebih dari
itu, Aku yang mendapat banyak ilmu dari mereka. Dari kehidupan mereka, dan dari para orang tua mereka.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 12


3. RUMPI PAGI : Jangan Asal Bunyi


Teteh Okti
http://hidupuntukberkarya.multiply.com
"Musim (menjelang) dingin bawaan nya malas sekali untuk bangun tidur dan melaksanakan rutinitas. Kalau saja teriakan
anak-anak yang hendak sekolah di jalan dekat rumah yang sangat keras itu tidak mengganggu, sepertinya aku tidak
akan bangun, hehe..." Baru sampai dan belum apa-apa, tas nya pun belom dia taruh di tempatnya dia sudah berpidato
seperti itu.
"Assalamualaikum, sudah sarapan belom?" Temanku yang sudah lebih dulu datang lebih lembut menimpali semua kata-
katanya. Ups! Langsung terdiam dech, semuanya, termasuk aku. Sambil melengos setelah mengambil mug kesayangan
nya dia pergi, ke kantin perkiraan kami.
"Teh, gak sarapan?" Senyumnya menghangatkan badan, eh, berlebihan ga ya kalimat ini? hehe...
Aku hanya menggeleng sebagai jawaban. Balas senyuman nya. Senang rasanya mempunyai teman seperti ini.
Menentramkan hati.
"Akhir pekan ada acara?" Katanya sambil mendekatiku.
Belom sempat mengangkat wajah untuk menjawabnya, dia sudah menarik kertas yang menempel dekat tempatku.
"Teh, harusnya notes ini di copy dan ditempel juga di tempat dia...." Bisiknya sambil melirik ke tempat temanku yang
baru datang dan langsung berpidato tadi. "Tapi tulis lagi lebih detailnya, biar dia ngerti satu-satunya..."
"Memang kenapa? Itu kan bukan notes penting.." Kataku gak begitu memperhatikan,
"Hei, siapa bilang ga penting? Sepertinya dia datang-datang lalu nyerocos seperti itu karena belom baca notes ini.."
Katanya sambil menempelkan kembali notes yang dipegang nya.
"Kalau dia tahu, dia pasti akan memilih kalimat mana yang baik dan berpahala untuk diucapkan dan mana yang
tidak...." Sesaat dia menarik nafas. "Astagfirullah... Aku kok ngomongin orang" lanjutnya.
Aku jadi penasaran juga, kulihat notes itu....
Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta
diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut."
Aku tersenyum disaat temanku kembali ke tempatnya, notes itu kan aku yang buat, tapi kok aku tidak kepikiran apa
maksud kata-kata temanku tadi ya?
Menyalin kembali notes itu dan memberikan kepada temanku yang lain? Bener juga, siapa tahu bermanfaat ya? Aku ada
ide....
Ku baca lagi notes itu dan ku masih ingat bahwa ketujuh kalimat yang terkandung di dalam notes itu adalah ....
1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang malam.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 13

"Daripada berkata yang tidak ada gunanya, kan lebih baik mengucapkan kalimat-kalimat sakti itu...." Ujar temanku
sepertinya mengetahui apa yang ada dalam benak ku, ya, sesungguhnya aku pun berpikir seperti itu, pada saat
berusaha menghubungkan antara aksi pidato pagi temanku yang satu dengan notes yang ku buat.
Sepertinya, temanku secara tidak langsung ingin menyampaikan dari pada ngomong asal bunyi yang gak ada faedah dan
manfaatnya, mendingan berdzikir saja yang sudah pasti pahala dan manfaatnya....


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 14


4. Sebuah Redundant

Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com


Kemarin siang saya mendapat pertanyaan yang memojokkan "i think what you did is a redundant". sebuah kalimat
pendek dari bapak Profesor yang membuat saya cukup kelimpungan.

Redundant adalah melakukan perbuatan yang serupa atau melakukan pengulangan yang sebenarnya tidak perlu. suatu
kegiatan akan memiliki makna yang bermacam-macam. seorang ibu mungkin merasa bosan dengan kegiatan rutin
memasak, namun anggota keluarganya tidak pernah bosan memakannya. memasak bisa digolongkan redundant jika bisa
membeli makanan siap saji, namun semua pasti setuju masakan rumah lebih menyenangkan daripada makanan beli.

Tiap hari kita melakukan ibadah; shalat, wudhu, zikir, tilawah. apakah ini termasuk redundant? bisa jadi ya bisa jadi
tidak. tergantung pada sampai dimana keikhlasan kita.

Tidur pun bisa kena hukum redundant jika kita termasuk orang yang butuh waktu lebih lama untuk berhibernasi dalam
selimut.

Kembali ke kalimat awal tulisan ini. apakah benar saya melakukan redundant. jawabannya bisa jadi ya bisa jadi tidak.
terlalu rumit untuk dijelaskan secara mendetail disini tentunya. namun bisa saya singkat bahwa memang saya
melakukan sebuah riset untuk menguji sebuah hipotesa. sedang hipotesa itu memang dihasilkan oleh sebuah penelitian
terdahulu.
Jika hasil yang akan saya dapat adalah sama dengan hipotesa tersebut maka riset saya adalah redundant, namun jika
hasilnya menolak hipotesa maka saya menemukan fakta baru. that's the challenge.

Mungkin saya atau anda, secara sadar atau tidak, sering melakukan redundant atau secara extrim mungkin menyukai
redundant. misalnya bila anda bos di sebuah instansi anda suka marah-marah atau ngomel-ngomel atas kesalahan kecil
orang lain. atau sebaliknya sebagai karyawan anda sering mengeluh bila mendapat perintah dari atasan. atau bagi anda
yang punya banyak waktu, mungkin anda melakukan redundant dengan berlama-lama di hadapan layar televisi.

Seorang pejabat atau anggota dewan yang suka sekali mengunjungi negeri luar dengan judul 'study banding' namun
hasilnya tidak berbanding dengan biaya yang dikuras dari kas negara adalah contoh sebuah redundant. dan apakah
memiliki seorang presiden yang sama dengan periode yang lalu termasuk redundant? bisa jadi ya bila president itu
kembali mengecewakan rakyatnya.

Tidak ada salahnya meluangkan sejenak waktu untuk merenung, mencari dan mengingat perbuatan yang sering kita
lakukan berulang-ulang yang sebenarnya tidak begitu perlu.

Al-ghazali berkata bahwa mengulangi suatu pelajaran adalah sama dengan berzikir, sedang menganalisanya adalah
jihad. namun saya tidak tahu pastinya dalam konteks yang bagaimana ucapan Al-ghazali ini bisa berlaku; apakah dalam
konteks ilmu akhirat saja ataukah juga termasuk dalam konteks ilmu dunia?

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 15


5. CONNECTIVITY - HAJAT HIDUP MASA KINI


Jum’an
http://jumanb.multiply.com

Lima belas tahun yang lalu jika ada kerabat mau naik haji, kita antarkan dia ke Pondok Gede dan kita berpisah disana:
selamat jalan. Kita tunggu empat puluh hari empat puluh malam, lalu kita jemput dia di asrama haji itu lagi. Selama
itu kita benar-benar terpisah – disconnected- tidak saling berhubungan sama sekali.
Sekarang seorang ibu yang sedang umroh, hampir tiap tengah malam waktu Mekah menilpun kerumahnya di Jakarta dan
memberi instruksi kepada p.r.t-nya: bawang merahnya enam siung ya, cabe merah tiga, terasinya secuil. Awas jangan
lupa gembok pintu pagar, matikan lampu ruang tamu. Sesudah itu dia masih membroadcast sms untuk sejumlah teman
dekatnya: cateringnya payah, makanannya itu-itu melulu.... Semua yang remeh-remeh disampaikan dengan enteng dan
lancar dari jarak ribuan mil.
Dulu kalau kita menerima interlokal dari keluarga yang tinggal dilain propinsi atau pulau seberang rasanya berdebar-
debar, takut kalau-kalau ada yang sakit keras atau meninggal, karena interlokal adalah sesuatu yang jarang terjadi dan
mahal bayarnya. Orang tidak akan sembarang interlokal kalau tidak ada yang benar-benar penting untuk dikabarkan.
Mahasiswa Medan di Yogya hanya interlokal kalau sudah sebulan wesel tidak datang, atau kalau mereka sudah berhasil
menjadi sarjana.
Sekarang semua orang saling terhubung. Tuntutan akan connectivity atau ketersambungan telah meningkat dramatis
dari tahun ketahun. Sebelum era internet, telepon genggam dan text messaging kita tidak bisa saling tersambung
kecuali bertemu muka atau melalui tilpun kabel.
Dulu disconected atau tak tersambung adalah normal.Tersambung hanyalah kadang-kadang dan kalau perlu saja.
Sekarang default kita adalah connected, putus koneksi adalah aral dan kendala.
Kalau internet terputus atau ketinggalan HP kita gelisah, serasa gagu, terabaikan dan terisolir dari dunia luar.Inilah
yang disebut “disconection anxiety” – sebuah fenomena abad 21 yaitu perasaan gelisah dan kehilangan arah yang
dialami orang apabila terputus dari internet atau hubungan nirkabel lainnya.
Kegelisahan itu diantaranya timbul karena orang takut tidak dapat menghadapi keadaan darurat dengan cepat dan
mudah, takut kehilangan informasi yang berbuntut kehilangan pekerjaan. Tanpa HP dikantong, takut kalau tersesat
atau mobil mogok diluar kota, tidak bisa menghubungi seseorang dengan cepat untuk bertanya atau minta pertolongan.
Connectivity adalah hajat hidup kita-kita masa kini. Orang yang kesepian - job hunter - dunia pemasaran – dunia pers –
para dai – politisi - mahaiswa dan kaum selebriti semua mendambakan connectivity seluas dan selancar mungkin.
Menurut penelitian Solutions Research Group, 68% orang Amerika, tua dan muda mengalami disconnection anxiety.
Kata mereka 83% dari 230 juta lebih pengguna HP di Amerika selalu mengantongi barang itu kemana saja mereka pergi.
Sebagian dari kita juga kan?
Kalau connectivity diatas kita samakan dengan hablum minannas, bagaimana dengan hablum minalloh kita? Saya
menduga banyak diantara kita (contohnya saya) yang menempatkan connectivity horisontal kita hampir melebihi
konekstivitas vertical kita dengan Sang Khalik. Buktinya, kalau saya terlewat jum’atan karena meeting, rasa gelisah
dan penyesalannya tidak lebih dari sepuluh menit.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 16


6. Ketika hijab diragukan oleh ulama


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana sikap seorang muslim akan menjadi bencana bagi islam
itu sendiri bila pendapat itu tidak di dasari oleh quran dan sunnah.

Quraish shihab adalah salah salah ulama terkenal dari Indonesia yang mengatakan secara terbukan bahwa hijab itu
tidak wajib. alasannya karena istri ulama indonesia jaman dahulu tidak mengenakan hijab. Saya tidak tahu pasti motif
Quraish dengan kalimatnya ini. ada teman yang berargumen karena Quraish membela keluarganya yang tidak
mengenakan hijab.

Jika memang itu motifnya, sebagai seorang ulama seharusnya Quraish menggunakan quran dan sunnah untuk mengatur
keluarganya, bukan menggunakan keluarganya sebagai alasan untuk mengatur agama. sikap 'selfish' dalam beragama
seperti ini dampaknya bukan hanya pada pribadi ia sendiri tetapi efeknya sangat besar hingga mencapai ratusan juta
orang yang mendengar ucapannya.

semoga kita terhindar dari sikap selfish seperti beliau tunjukkan.

Di tingkat international, Syeikh Mohammad Sayyeed Tantawi adalah ulama dunia yang membuat kontroversi tentang
niqab. Hal bermula dari perintah beliau kepada salah satu murid wanita untuk membuka niqab ketika di kelas. Ketika
issue ini lagi panas, saudara kita Elan atau sudjanamihardja.multiply.com membuat postingan di IUA yang
memberitakan bahwa ucapan Syeik Tantawi diatas adalah tidak benar. Saya akhirnya berharap masalah ini tuntas.

Namun, fakta menyebutkan bahwa kontroversi Syeikh Tantawi tidak berhenti hingga disini. IUA Daily melaporkan
bahwa beliau berencana melarang penggunakan Niqab bagi seluruh mahasiswa di universitas al-azhar. Wallahu a'lam
apakah berita ini benar atau tidak. mungkin bila ada mahasiswa al-azhar yang membaca artikel ini untuk sudi memberi
sedikit konfirmasi. Namun yang pasti saya sempat melihat gambar wanita para muslimah mahasiswa al-azhar yang
berdemo memprotes rencana pelarangan tersebut.

Sebenarnya bagi pengamat dunia muslim, apa yang dilakukan oleh Kepala universitas Al-Azhar ini bukanlah hal yang
baru. Syeikh Tantawi dikenal juga karena beliau adalah salah seorang yang mendukung pelarangan hijab di Eropa.
Dalam kasus pelarangan hijab utk siswi di Francis, syeik menyarankan kepada siswi tersebut untuk mengikuti aturan
yang berlaku di negeri itu. Hal kontroversi lain, beliau adalah ulama yang mau bersalaman dengan Shimon Perez, sang
pemburu nyawa muslim.

Setiap manusia memang berhak untuk menyampaikan pendapatnya tentang suatu hukum. Namun pendapat tersebut
akan dianggap sebagai pendapat yang mewakili kelompok bila disampaikan oleh orang yang memiliki jabatan penting,
misalnya jabatan ustadz. Para aktivis anti-islam di dunia barat telah banyak menggunakan statement Syeikh Tantawi
dalam rangka pelarangan hijab di Eropa. Menyusul pendapat syeik yang mensupport pelarangan hijab di Prancis,
kini Italymulai mempersiapkan hukum yang serupa dengan mengutip pendapat syeikh tentang hijab "“Banning the
burqa cannot be considered anti-Islamic because wearing it is not obligatory in Islam”. Politikus barat yang tidak
mempunyai dasar islam yang kuat akan memukul rata antara burqa, niqab atau hijab, seperti yg dilakukan
oleh Barbara Saltamartini.

Gelombang anti-islam di Eropa makin lama makin terasa kuat, minggu kemarin Wilders, si pembuat film fitna,
mendapat hak masuk ke Inggris setelah sebelumnya sempat di larang. Andre Gerin, anggota legislatif Prancis, dengan
terang-terangan mengatakan "Islamism really threatens us”.

Sebagai seorang muslim, yang mungkin tidak punya posisi untuk didengar, kita harus pandai-pandai menjaga akidah
kita. ambil pelajaran dari apa yang terjadi ini. Membuat kalimat yang kontroversi hanya akan menguntungkan pihak
lawan. mereka membungkus kalimat kita dengan versi mereka dan menggunakannya untuk menyerang islam.

Make sure bahwa kita hanya berpegang pada hukum yang paling tinggi; qur'an dan sunnah. Hormati islam setinggi
mungkin, jangan sampai dikalahkan oleh kecintaan terhadap anak, jabatan dan harta.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 17


"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami" (Al-fussilat: 41)

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 18


7. Pertanian Indonesia; Si Gaptek di persimpangan jalan


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com


Krisis pangan tidak hanya menjadi langganan negara-negara Afrika tetapi juga melanda sebagian besar negara di
seluruh dunia. Indonesia juga tidak lepas dari masalah ini. Faktor utama penyebab krisis pangan antara lain; banyaknya
jumlah penduduk, rendahnya produksi panen dan kompetisi pangan. Dalam artikel ini saya hanya akan membatasi
pada masalah rendahnya produksi saja.

Produksi rendah bukanlah fakta yang harus kita ragukan. produksi beras nasional di tingkat petani masih tergolong
rendah. Alasan utamanya karena petani kita "gaptek". kenapa gaptek? karena pemerintah yang terlibat dalam dunia
pertanian juga gaptek. betapa tidak gaptek, untuk memenuhi tanggung jawab memberi makan 230juta penduduk,
pemerintah masih mengandalkan "cangkul", how come?

Modernisasi pertanian di Indonesia berjalan sangat lambat. Transfer teknologi hampir tidak ada kecuali menjadi
"sasaran" teknologi luar. bila hal ini terus berlangsung,selamanya petani akan menjadi object yang makin menjauhkan
mereka dari harapan untuk hidup makmur.

Pertanian Indonesia seperti orang kebingungan untuk menentukan masa depannya di tengah-tengah dua pengaruh
utama sistem pertanian saat ini. Di satu pihak Amerika dengan jor-joran mengajak dunia untuk mengadopsi sistem
pertanian berteknologi tinggi dengan sistembioteknologi dengan janji produksi tinggi namun beresiko terhadap
lingkungan. Di lain pihak, teknologi Eropa mengajak kepada sistem pertanian yang sederhana yang lebih membumi
namun setidaknya mensyaratkan adopsi mekanisasi.

Mana yang akan dipilih negara kita? Indonesia sepertinya menolak tegas ajakan Amerika tersebut walau secara diam-
diam pemerintah mengijinkan negeri ini menjadi lokasi riset mereka (misalnya kasus kapas transgenik di sulawesi).
Tawaran adopsi pertanian berwawasan lingkungan pun ditanggapi dengan ogah-ogahan oleh pemerintah walau
pemerintah secara formal mencanangkan tahun 2009 (?) sebagai tahun pertanian organik. tetapi secara aktual kita
tidak melihat langkah nyatanya.

Sampai saat ini negara kita masih belum memilih dari dua sistem diatas. Ada 3 jawaban yang mungkin menjadi alasan;
pertama pemerintah terlalu berhati-hati, kedua pemerintah 'gaptek' kepada dua teknologi diatas, ketiga pemerintah
tidak punya niat untuk memperbaiki sistem pertanian yang ada saat ini.

"Bimbang" sepertinya memang menjadi tradisi pemerintahan "Bambang". bisa jadi karna terlalu bijak hingga takut
mengambil kebijakan yang salah. namun tidak adanya ketegasan juga bukan berarti mereka telah bertindak bijak. atau
mungkin juga karena tradisi import beras masih menjadi sarapan manis bagi para pejabat ?

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 19


8. Melacak energi masa depan bangsa


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Bicara soal energy, kita seperti ayam yang mati kelaparan di lumbung beras. seperti ikan yang mati kehausan di tengah
lautan. Kita kaya sumber energy entah itu gas, minyak, batubara dll tapi kenapa listrik tiba-tiba padam (kadang2 bisa
berjam2 atau seharian) itu bukan lagi sebuah pertanyaan menarik untuk ditanyakan kepada pihak PLN. ala bisa karena
biasa.

Adakah diantara ahli energy bangsa ini yang memikirkan kemana arah masa depan energi kita?

tentu kita tahu sumber energy yg ambil dari perut ibu pertiwi lambat laun pasti akan terkuras habis. apa
penggantinya?
beberapa tahun silam sempat marak berita tentang energy alternatif dari tanaman jarak (jatropha curcas) atau yg
dikenal dengan nama biodiesel. beberapa project pemerintah mengambil dana cukup besar untuk pengembangan
tanaman ini, namun saya sulit sekali mencari kabar tentang kelanjutan dari project ini.

Negara-negara lain juga giat mengembangkan biodiesel. Amerika adalah contoh utamanya. namun negara ini lebih
menyukai 'jagung' sebagai sumber energinya. Beberapa negara di Amerika selatan lebih memilih 'tebu' sebagai sumber
energinya. Sementara beberapa negara Afrika dan Asia memang menggantungkan pilihan pada tanaman jarak. Namun
sejauh ini, hasil yang didapat belum bisa dianggap signifikan.

Negara Eropa telah lama perduli pada masalah energi. Belanda yang terkenal sebagai negeri kincir anginadalah pioneer
dalam pemanfaatan energy alternatif. Kincir angin yang dulunya digunakan oleh para petani untuk menggiling gandum
mereka, sekarang dimanfaatkan sebagai sumber energi. Jika kita sempat berjalan-jalan keliling eropa lewat darat,
melihat pemandangan kincir angin modern merupakan keasyikan tersendiri. China sebagai negara dengan konsumsi
energy terbesar dunia saat ini, telah mengembangkan ratusan kincir angin modern sebagai alternatif energy masa
depan mereka.

Jepang sebagai negara penghasil otomotif utama dunia mengambil aspek lain dalam upaya penghematan
energy. Toyota, produsen mobil terbesar jepang, baru-baru ini menarik keikutsertaan mereka dari ajang F1. alasannya
karena rally F1 tidak berwawasan lingkungan dan bertentangan dengan konsep perusahaan mereka tentang energy.
Langkah Toyota ini mengikuti dua perusahaan otomotif dunia sebelumnya yaituHonda dan BMW. Toyota dan Jepang
dalam arti luas ingin menjadi leading dalam pengembangan kendaraan hemat energy dengan konsep mobil
hibrid mereka.

Kembali ke kampung halaman, tidak banyak yang bisa ditulis diartikel ini soal masa depan energi di negeri kita. PLN,
walau tarifnya naik terus dan service sangat buruk, tetap saja mengalami kerugian. Mungkin PLN bukan contoh
perusahaan yang layak dicontoh, bagaimana tidak dengan kondisi tanpa saingan mereka masih merugi juga. Bahkan
saya baca PLN akan mengajukan pinjaman hutang lagi untuk mensupport aktivitas mereka. Apakah masa depan energy
Indonesia bisa digambarkan seterang dan segelap byar pyet nya PLN? sepertinya begitu.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 20


9. Sayangilah anakmu maka ia akan menjadi anak yang cerdas.


Yuniza
http://yuniezalabella.multiply.com

Ijinkan aku memulai tulisan ini dengan sebuah cerita, dari tayangan OPRAH di Metro tv hari minggu kemarin.
Dalam tayangan itu, tersebutlah sebuah rumah yang keadaannya tidak terawat. Dirumah tersebut tinggal seorang
wanita bersama anak-anaknya. Suatu hari sang tetangga melihat, ada seorang anak gadis dengan selimut kotor yang
berdiri di belakang kaca jendela pecah. Karena curiga ada sesuatu, maka sang tetangga melapor kepada polisi. Tak
lama datanglah polisi untuk memeriksa, dan yang di temukan oleh polisi itusangatlah mengagetkan.
Polisi memasuki rumah yang tidak terawat itu, hingga sampai di sebuah kamar yang sangat kotor. Pegas kasurnya
terlihat mencuat, dan ada kotoran dimana-mana. Dan di dalam kamar itu ada seorang anak gadis yang meringkuk
ketakutan ketika melihat polisi datang. Anak itu sangat kotor. Ketika polisi tersebut mengangkatnya dari tempat tidur
yang juga kotor, ia menemukan banyak serangga, telur kutu dan kutu di kepala sang gadis kecil itu.
Segera mereka membawanya kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mendapati dirinya berada di tengah-
tengah manusia, gadis kecil itu berlaku layaknya binatang yang terluka, ia memberontak. Dan ternyata ia benar-benar
seperti binatang, ia tidak bisa berbicara dan berjalan secara normal, walau usianya telah 6 tahun. Penelantaran itu
telah berakibat serius terhadap kecerdasannya. Dokter yang berada disitu memvonis, bahwa dari segi kemampuan ia
setara dengan bayi berusia satu bulan.
Setelah itu sang dokter yang berada di rumah sakit, memperlihatkan foto otak (bukan gambar otak keseluruhan, tetapi
irisannya ). Ada dua foto yang yang di perlihatkan dan di perbandingkan. Foto otak dari anak usia 4 tahun yang normal
pengasuhannya dan anak usia 4 tahun yang di telantarkan. Perbedaan otak anak yang di telantarkan sangat jelas. Otak
sang anak menciut, dan banyak ruang kosong berwarna gelap didalam otaknya. Ruang-ruang yang menunjukkan tidak
adanya neuron. Sedangkan pada anak yang normal, ruang-ruang itu terisi. Neuron-neuron tumbuh dan membentuk
ikatan-ikatan yang mengisi otak.
Pada akhirnya sang gadis kecil di adopsi oleh sebuah keluarga. Kemudian kami di perlihatkan, hari-hari pertama sang
gadis. Berada di keluarga tersebut, sang anak yang berjiwa bayi selalu meminta untuk di gendong setiap hendak
bergerak, dia menolak untuk berjalan. Lalu jika tiba waktu makan, maka ia akan terus makan selama makanan masih
ada hingga muntah, terus minum hingga muntah. Seolah-olah ini adalah kesempatannya untuk makan, dan belum tentu
akan ada makanan lagi yang tersedia. Dan dalam sehari sang anak bisa berkali-kali mengalami tantrum. Sehingga dalam
mengasuhnya, keluarga ini benar-benar sesabar jika menghadapi bayi sungguhan. Semua kemampuan awal seorang
manusia di ajarkan kembali kepadanya.
Ya Allah, kisah sang anak gadis itu, bisa di katakan contoh ekstrim dimana seorang anak manusia di telantarkan
secara fisik dan emosional. Amanah itu disia-siakan secara sengaja.
Sementara di studio, nara sumber yang diundang oleh OPRAH mengatakan; bahwa saat ini banyak anak-anak yang di
telantarkan. Bahwa penelantaran seorang anak terutama dalam masa tumbuh kembangnya, dapat menyebabkan
turunnya tingkat kecerdasan, bahkan dapat menciptakan kondisi keterbelakangan mental. Hal ini dijelaskan oleh sang
nara sumber, sebagai bantahan terhadap kesaksian sang ibu kandungnya. Yang menyatakan, bahwa ia tidak
menelantarkan sang anak, dan keterbelakangan mental sang anak bukan di sebabkan olehnya. Dimana satu-satunya
kesalahan yang dia perbuat adalah membuat rumahnya kotor.
What’s? gak perlu menjadi seorang doktor untuk geleng-geleng kepala mendengar pernyataan sang ibu. Benar-
benar tipikal penyanggahan dari orang yang menolak bertanggung jawab.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 21

Sang narasumber melanjutkan bahwa, seorang anak yang dalam masa pertumbuhannya kurang mendapat elusan di
kepala, tepukan di bahu, pelukan, ciuman, kata-kata sayang, bisa mengalami kemunduran kecerdasan. Karena itu
berarti sang anak di telantarkan secara emosional. Sementara pemberian perlakuan seperti itu, akan merangsang
pertumbuhan sel-sel neuron, membentuk ikatan-ikatan dan pada akhirnya akan mencerdaskan si anak.
Subhanallah, ini penjelasan kedua dan sama yang kuperoleh mengenai kebaikan mengekspresikan kehangatan kasih
sayang pada anak-anak usia dini. Bahkan rasulullah sudah mencontohkannya pada kita bukan? Di depan para sahabat,
beliau menciumi cucu-cucunya, dan menjadi kuda-kudaan untuk mereka.
Sebelumnya di sebuah seminar, mengenai pentingnya berkisah kepada anak-anak, Neno Warisman yang menjadi
pembicara menyampaikan hal ini: “ Setiap bayi dilahirkan dengan 100 milyar sel neuron. Dan ketika proses
pertumbuhan, sel-sel neuron itu pun bertambah sesuai stimulasi yang di berikan. Namun tahukah ? Jika kita berbuat
baik kepada anak kita, seperti mengatakan, “ anak ayah ganteng/cantik ya” atau “anak ibu baik ya” atau “
subhanallah, anakku sholeh/ah ya” sambil kita mengelus kepala mereka. Maka dalam sedetik itu, akan terbentuk 1.8
juta sambungan neuron.
Dan makin banyak sambungan neuron, maka kecerdasan anak akan meningkat. Sehingga pada usia 7 tahun, jumlah
sambungan bisa mencapai 1 juta trilyun ( Allahu akbar ).Karenanya bisa di katakan, bahwa anak yang cerdas, otaknya
rimbun.”
Dan jika di kaitkan dengan foto otak anak diatas, betapa perlakuan baik kita (orang tua, guru, dan pengasuh ) di usia
awal seorang anak, bisa mencegah terbentuknya ruang-ruang kosong itu. Dan sebaliknya ruang-ruang itu akan di penuhi
oleh sambungan-sambungan neuron. Mengapa sambungan itu penting ? Karena di situlah informasi di terima, diolah,
dan disimpan. Makin banyak sambungan neuron berarti makin banyak informasi.
Dan mengapa usia awal itu penting ? Karena diusia itulah otak tumbuh dan prosesnya tidak bisa berulang. Sehingga
kegagalan merawat anak di usia awal kehidupannya akan berdampak di sepanjang sisa hidupnya. Karena anak mulai
belajar bukan sejak dia masuk sekolah, tetapi sejak ia di lahirkan. Dan jika software mengenai keahlian dasar
kehidupan tidak ditanamkan, maka sampai dewasa dia tidak akan mempunyai keahlian itu.
Contohnya seperti anak gadis diatas, karena tak ada yang pernah mengajaknya bicara, maka sampai usia seperti itu ia
tidak bisa berbicara.
Itulah mengapa peran orang tua demikian penting. Karena orang tualah sosok-sosok pertama yang hadir di awal-awal
kehidupan seorang manusia. Orang tualah yang menginstal semua software kehidupan, yang akan mempengaruhi
keseluruhan hidup seorang anak manusia kelak. Dan karenanya tanamlah software yang benar sejak dari awal. Jangan
pernah berkata : “ aaah dia kan masih bayi, mana ngerti, nyantai aja lah”. Ya memang benar, saat itu bayi anda tidak
mengerti. Tetapi software itu telah tertanam, dan nanti pada saatnya ketika tiba waktunya berfungsi, dia akan
berfungsi sesuai dengan yang anda tanamkan.
Bayangkan, jika saat itu anda tanpa sengaja/ memang sengaja menyepelekan seseorang di depan bayi anda. Maka
janganlah heran, jika suatu saat anak anda yang sudah bisa berbicara tiba-tiba menyepelekan anda. Lalu anda panik
dan berkata :” siapa yang ngajarin kamu berbicara seperti itu?”
***
Ada lagi satu percobaan yang menggambarkan dahsyatnya sebuah pengabaian. Didalam buku, The True Power Of Water
karya Masaru Emoto ada percobaan yang bukan melibatkan air, tetapi menggunakan nasi. Ada tiga wadah yang masing-
masingnya di beri nasi. Wadah-wadah itu di tempatkan di tempat yang berbeda.
Wadah pertama di tempat pertama, di beri perlakuan dengan pujian dan kata-kata baik.
Wadah kedua di tempat kedua, di beri perlakuan dengan makian, celaan dan kata-kata tidak baik.
Wadah ketiga di tempat ketiga di beri perlakuan dengan cara di abaikan.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 22

Setelah beberapa hari, ketiga wadah itu di periksa. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan. Wadah pertama yang di beri
perlakuan kata-kata baik ternyata nasinya tidak basi, tetap berwarna putih dan malah beraroma harum. Sedangkan
wadah kedua yang di beri perlakuan dengan kata-kata tidak baik, ternyata basi. Namun wadah ketiga yang benar-benar
di acuhkan, ternyata adalah yang terburuk kondisinya. Nasi yang berada di dalamnya basi, dan menghitam.
Keadaan nasi yang diabaikan ternyata jauh lebih buruk dari pada nasi yang di beri kata-kata negatif. Mengapa demikian
? Pada saat kata-kata buruk itu di sampaikan, berarti ada energi yang di berikan, walaupun energinya negatif! Namun
pada saat diabaikan, berarti tidak ada energi yang diterima oleh nasi itu.
Jika kepada benda mati, hal itu bisa berdampak sedemikian rupa, bayangkan jika hal itu di berlakukan kepada seorang
manusia. Kita telah banyak melihat contoh, anak-anak yang terstimulasi oleh kata-kata dan perlakuan negatif, yang
akhirnya tumbuh tidak seimbang. Sedangkan untuk anak yang diabaikan,dan tidak mendapatkan stimulasi, contoh
nyatanya telah kita lihat dari kisah sang gadis kecil.

By: yunieza (101109)
Itulah mengapa jika di kelas, terutama kelas-kelas kecil (PG-TK B), kami disini lebih ekspresif dalam bergaul dengan
mereka. Pelukan erat tiap pulang sekolah di playgroup dan tkA, adalah sesuatu yang rutin dituntut oleh anak-anak
itu. Elusan di kepala, gandengan tangan, memeluk pinggang gurunya, panggilan dengan kata ‘ sayang’, pintar, sholeh.
Memanggil dan menyebut mereka nakal/ bodoh, serta membanding-bandingkan mereka adalah sesuatu yang terlarang
disini.

Disini, guru bukan hanya orang yang mentransfer ilmu, tetapi guru adalah orang tua di sekolah. Keberadaan dua orang
guru dikelas, dengan kombinasi guru laki-laki dan guru perempuan, mencerminkan sosok ayah dan ibu. Sehingga ada
keseimbangan di dalam kelas.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 23


10. Ketika kita berada di situsi mendesak


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com


Tentu kita pernah berada dalam situasi terdesak ataupun di desak. Ini adalah keadaan yang tidak menyenangkan.
Dalam kondisi terdesak kita 'mungkin' akan bertindak diluar kewajaran kita atau bahkan diluar kemauan kita. Dalam
kondisi terdesak, David Ngog tadi malam melakukan kecurangan untuk menyelematkan nama baik liverpool. Dia
melakukan diving yang dihadiahi penalty oleh peter walton, sang juri.

Saya secara pribadi masih sulit mengendalikan emosi ketika lawan bicara punya kepribadian yang suka mendesak dan
memojokkan. kata-kata yang tidak saya sukai sepertinya otomatis keluar sendiri tanpa sulit di filter. ini adalah
kelemahan saya yang terus saya coba perbaiki.

Seorang pilot pesawat boeing 757 tahun 1980an mempertaruhan ratusan nyawa penumpangnya ketika ia 'kebelet'
pengen buru-buru berkumpul keluarganya. Karena terdesak rindu dengan keluarganya ia memutuskan untuk terus take
off walau co-pilot sudah memperingatkan ada gangguan pada alat pengukur ketinggian dan kecepatan pesawat. Sekitar
5 menit kemudian pesawat menghilang dari radar dan seluruh penumpangnya dikabarkan tewas.

Situasi yang diilustrasikan diatas adalah gambaran sebuah kegagalan dalam mengendalikan hati, khususnya bersabar.
Sabar memang sangat mudah diucapkan terutama bila orang lain yang tertimpa masalah. namun bila kita sendiri yang
mendapat masalah, sepertinya kita tidak pernah kenal dengan kata sabar ini.

Mengelola sabar adalah mengelola waktu. kekeliruan terbesar dalam mengelola sabar adalah mengulur-ulur waktu.
sabar diidentikkan dengan tidak berbuat. sebenarnya sabar jauh dari itu, ia adalah perbuatan yang aktif. sabar dalam
berusaha bukan sabar menunda-nunda usaha.

Fir'aun yang mungkin dilubuk hatinya sudah tahu akan berita kebenaran dari musa, menunda-nunda keputusannya
untuk menjadi pengikut musa hingga pada suatu moment yang membuat dia sangat terdesak barulah ia mengakuinya
dengan terus terang. tapi Allah tidak menerima pengakuan dari Fir'aun agar menjadi menjadi pelajaran bagi kita
semua. Allah menginginkan kita mengakui islam itu benar bukan karena terdesak.

so, take your time !

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 24


11. MALAS - VITAMIN PANJANG UMUR


Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Saya mengenang Ir. Arifin Thayab dari Supra Indodrill sebagai seorang workaholic, ahli dibidangnya dan sukses
memimpin perusahaannya. Terakhir saya bertemu dikantornya di Jl. Sangkuriang Bandung, dia sedang terkena gejala
liver, duduk lesu menerima saya diruang depan kantornya. Melihat keadaannya saya tidak jadi membahas masalah
pekerjaan dan hanya berbincang-bincang santai termasuk tentang sakit yang dideritanya.
Sambil menunjuk kepada seorang yang sedang duduk-duduk diluar, saya ingat dia berkata:“Mas lihat orang itu?” Ya.
Kenapa Pak?. “Dia itu pegawai saya yang paling malas, tetapi sekarang saya merasa iri melihatnya. Dia sehat wal afiat
seperti tidak punya beban, tidak menunjukkan tanda-tanda sedih atau kesal diwajahnya. Bergurau terus kerjanya...”
Itulah pertemuan saya yang terakhir karena beberapa bulan kemudian ia meninggal karena sakit livernya itu.
Permulaan sakitnya diduga karena kelelahan.
Munginkah ada nilai plus dalam kemalasan yang selalu kita umpatkan itu? Mengapa gurauan para pemalas ”kalau bisa
besok kenapa harus dikerjakan sekarang” tidak terdengar ironis atau sinis ditelinga kita? Kalau tidak karena saya juga
pemalas, jangan-jangan mereka menyimpan buku pintar yang kita tidak boleh ikut sharing membacanya.
Nah… ketahuan. Memang benar rupanya. Mereka punya kitab sendiri yang berjudul “The Joy of Laziness” – kenikmatan
bermalas-malasan- ditulis oleh mantan professor ahli kedokteran Jerman bernama Peter Axt dan putrinya Michaela,
seorang doctor dan jurnalis ilmiah. Keduanya dengan reputasi yang memadai, ibarat ikan salmon mau bertelor,
berenang melawan arus jargon “kerja keras kunci sukses” yang sangat dominan dimana-mana.
Mereka mengatakan bahwa kemalasan dapat memulihkan sel-sel otak dan memperlambat proses penuaan.Olah raga
yang berlebihan, kata mereka sama destruktifnya dengan stress terhadap kehidupan dan memperpendek umur.
Olah raga menurut para ilmuwan merangsang terbentuknya ”radikal bebas” yaitu molekul-molekul berelektron tunggal
yang tidak stabil. Metabolisme tubuh kita mengubah radikal bebas itu menjadi hidrogen peroksida yang merusak sel-sel
otot dan mempercepat penuaan. Racun ini dapat dinetralkan dengan antioksidan yang terdapat dalam sayuran dan
buah-buahan. Tetapi bermalas-malasan dapat menggantikan fungsi sayuran dan buah-buahan itu dengan sempurna.
Kedua ilmuwan Jerman itu mengatakan, kita tidak perlu malu malu untuk meluangkan waktu untuk bermalasan dalam
pekerjaan terutama saat tidak ada boss dekat kita. Peter dan Michaela Axt tahu bahwa manusia perlu rileks pada saat
dia merasa butuh – ia merupakan obat bagi tubuh lebih-lebih bagi otak.
Sejenak bermalasan membantu otak kita menetralkan Cortisol- hormon yang timbul karena keadaan stress. Hormon ini
dapat merusak sel otak yang selanjutnya menyebabkan hilang memori dan berakhir dengan pikun muda.
Bagaimana menyalurkan benci tapi rindu kita terhadap obat mujarab yang tidak disukai orang ini? Realistis saja: Simpan
baik-baik dan gunakan sewaktu-waktu kita butuhkan. Dengan catatan, jangan untuk urusan ibadah, tidak kena.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 25


12. Bulan di dalam sumur (membenarkan sebuah keyakinan)


Arszca W
http://eiboehndy.multiply.com


Di suatu malam, Nasudrin berjalan melewati sebuah sumur. Tiba-tiba dia merasa ingin untuk menengok ke dalamnya.
Dia begitu terkejut ketika melihat bayangan bulan berada di permukaan air sumur. Nasrudin berkata penuh antusias :
“ Bulan telah jatuh kedalam sumur! Aku harus menyelamatkannya!”

Dia melihat ke sekeliling dan mendapatkan seutas tali dan pengait pada bagian ujungnya. Serta merta dilemparkannya
tali itu itu ke dalam sumur, lalu berteriak :
“ Pegang erat-erat kaitnya, Bulan! Aku akan menarikmu keluar!”

Pengait tersangkut pada sebuah batu besar yang ada di dalam sumur, dan Nasrudin menarik tali ke atas sekuat
tenaganya. Tiba-tiba tali terputus dan Nasrudinpun jatuh terjerembab ke tanah. Saat tubuhnya menghadap ke langit,
Nasrudin menyadari bahwa bulan telah berada tinggi di langit. Diapun menghela nafas penuh kelegaan, dan berkata:
“ Memang tidak mudah (mengeluarkan bulan dari sumur), tapi sungguh merupakan perasaan yang luar biasa
menyenangkan mengetahui bahwa aku telah mengeluarkannya dari sumur”

Sesuatu yang abstrak yang diterima oleh hati kemudian dipercaya sungguh-sungguh akhirnya menjadi suatu keyakinan.
Yakin terhadap sesuatu entah berwujud (kasat mata) atau tidak, menjadi bagian dari diri setiap individu yang
mempengaruhi pola pikir dan niat yang berujung pada perbuatan.

Sebagian dari kita bisa saja tidak percaya apalagi menyakini ada orang-orang yang mengatakan bahwa balut sa puti
merupakan obat mujarab yang meningkatkan daya vitalitas seseorang. Karenanya sebagaian besar warga Philipina
mengkonsumsi janin bebek yang berusia delapan belas hari itu, saat memakannya jelas sekali tampak tubuh berbulu
dengan mata dan paruh yang tertutup selaput berwarna darah. Demikian pula keyakinan meminum air seni sendiri
sebagai obat murah meriah yang dianggap mengandung antibiotik manjur untuk segala penyakit bagi sebagian
masyarakat China yang dilakukan pula oleh beberapa orang kulit putih Australia, yang meyakininya.

Meski tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kemanjuran “cara berobat” seperti itu, tapi tidak mengurangi jumlah
mereka yang mengkonsumsinya. Hingga para ahli yang menyatakan fenomena seperti ini merupakan placebo
effect bahwa keyakinan adalah”the powerful medicine”.
Hal ini tak urung terjadi pula terhadap sesuatu yang tidak tampak oleh mata tetapi berpengaruh besar
terhadap seseorang sepanjang hidupnya bahkan kehidupan setelah matinya. Keyakinan ini menyebabkan beragamnya
agama dan aliran kepercayaan di muka bumi ini. Bahkan seorang atheispun meyakini kebenaran paham atheisnya.
Meski tidak menamakan dengan sebutan khusus selayaknya agama atau isme lain, tetaplah ia berjalan membentuk
sebuah keyakinan lain. Semua merasa berhak menjadi khalifah di bumi ini. Adakalanya sekelompok menghujat
keyakinan kelompok lain, dengan mencapnya sebagai sebuah kefanatikan, padahal tanpa disadari (atau memang tak
mau sadar) merekapun telah mengklaim kefanatikannya sendiri.

Lantas apakah kefanatikan terhadap sebuah keyakinan itu salah?

Seorang Doktor di India yang beragama Hindu sepenuhnya menyadari bahwa air sungai Gangga jelas-jelas sudah tidak
murni lagi. Limbah industri bercampur kotoran hewan dan manusia juga mayat-mayat yang makin mengkhwatirkan
tingkat pencemaran air sungai, telah teruji di laboratorium bahwa bakteri faecal coliform yang oleh para ilmuwan
dianggap masih layak untuk dipakai mandi bila airnya mengandung maksimum 500 per 100 ml bakteri faecal coliform.
Namun sampel air yang diambil dari jarak 5 meter (jarak terjauh penduduk beraktifitas) dari tepi sungai dinyatakan
mengandung 40 ribu hingga 80 ribu bakteri per 100 ml air sungai Gangga. Bayangkan akibatnya jika masuk ke darah
para jemaah Hindu tersebut. Tapi seperti yang DoktorIndia tersebut katakan saat ditanya mengapa ia tetap rutin
melakukan ritual pemandian suci di sungai Gangga, bahwa “ ini bukan persoalan pilihan tapi persoalan keyakinan”


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 26

Jika setiap orang membenarkan keyakinan terhadap apa yang mereka percaya, inilah sebagai bentuk suatu kefanatikan.
Pencitraan seseorang terhadap kefanatikan orang lain, tidaklah dapat terukur kecuali dari sudut kefanatikan masing-
masing. Karenanya jika seorang mengaku berfaham liberal namun masih mengatakan fundamentalis sebagai faham yang
fanatik (dalam artian “buruk” oleh sudut pandang mereka sendiri), maka pengusungan persamaan hak berkepercayaan
dan berkeagamaan patut dipertanyakan kembali kepadanya.

Demikian pula kenikmatan yang didapat dari keyakinan yang dipercaya kebenaranya, seperti yang dikatakan oleh
Nasrudin saat merasa telah mengeluarkan bulan dari sumur, atau doktor India dan contoh-contoh lainnya yang
disebutkan di atas, mereka diumpamakan seperti seorang yang punya mata tapi tak bisa melihat, punya telinga tapi tak
mendengar, namun hati tetap merasakan nikmatnya keyakinan yang mereka akui kebenarnnya tidaklah absolute dan
meragukan.

Jika demikian, apalagi yang membatasi rasa kenikmatan dari suatu keyakinan yang nyata-nyata dijamin kebenaranya?
Nikmat berIslam dan fanatik akan kebenaran Al Qur’an, Kalamullah yang dijamin Kesempurnaan isinya oleh SANG MAHA
PEMILIK KALAM, Allah Azza wa Jalla.

“ Alif Laam Miim. Inilah Kitab itu (Al Qur’an), tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa”
Al Baqarah : 1-2

“ Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”
Al Hijr : 9

Oil City, يناثلا نيرشت / ةدعقلا يذ 1430/2009
Sumber : Al Qur’anul Kariim, NGC, 202 jokes of Nasruddin Hodja, God Without Religion (Sankara Saranam)

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 27


13. Catatan Fachmy Casofa: JIKA JIWA MENAPAKI LANGIT


Fachmy Casofa
http://thefachmy.multiply.com

Kami letakkan dada di hadapan tebasan pedang
Tak pernahlah takut pada durjana lalim
Naungan pedang selaksa taman
Kehijauan tertumbuhi semerbak bebungaan
Tak pernah gentar pada thaghut yang memerang
Meski kematian memagar di sekeliling
Justru dengan lantang kami berseru
Tiada yang berhak diibadahi selain Dzat
Yang mencipta jagad
-Muhammad Iqbal-

Jika jiwamu telah tinggi menapaki langit, maka citamu akan tinggi. Mimpimu akan tinggi. Dan azzammu untuk
mewujudkannya pun akan meninggi. Maka, jika sudah begitu, langkah tak terseok. Arahmu jelas. Dan langit akan
mencurahkan keberkahan di setiap episode hidupmu, walau aral memalang lintang. Jika jiwamu telah tinggi menapaki
langit, maka engkau akan tahu, mengapa Imam Ahmad bisa setegar ini.

“Aku mengenal banyak salaf. Lalu aku menyeleksi di antara mereka, mana orang orang yang memiliki perpaduan antara
ketinggian ilmu hingga menjadi mujtahid, dengan mereka yang memiliki banyak amal hingga ia menjadi contoh bagi
ahli ibadah. Hasilnya, aku tidak mendapatkan lebih banyak dari tiga orang. Mereka adalah Hasan Al-Bashri. Sofyan Ats-
Tsauri. Dan Ahmad bin Hanbal.” Begitulah tulisan Ibnul Qayyim dalam kitab Shaidul Khatir.

Pujian yang tidak berlebihan yang harus disematkan kepada Imam yang juga murid Imam Syafi’i itu. Yah, karena dalam
urusan ketulusan atapun kebersihan hati, Imam Ahmad adalah masternya. Beliau, dikenal tulus, karena ia sangat tidak
ingin dikenal dan tidank ingin kebaikannya dibicarakan orang. Maka tak heran, ketika ia mengadu, “Demi Allah, kalau
aku bisa memperoleh jalan keluar dari kota ini, aku akan pergi jauh dari sini. Sehingga aku tidak disebut-sebut oleh
penduduk di sini atau mereka tidak mengingatku lagi.”

Yahya bin Main, muridnya bahkan mengatakan, “Aku tidak melihat orang seperti Ahmad bin Hanbal. Aku menemaninya
selama 50 tahun dan ia tidak menyebutkan sedikitpun pada kami kebaikan yang ia lakukan.” Wah wah wah... lima
puluh tahun kebersamaan kawan, tetapi pelaporan perilaku Imam Ahmad kepada kita begitu mulia. Bayangkan saja
kawan. Lima puluh tahun. Kita, yang membersamai sahabat kita baru beberapa minggu saja, pastilah telah dapat
mendapati celanya yang bejibun dan memenuh ember kata-kata celaan dari kita. Tapi ini, Yahya bin Main ini, bahkan
melaporkan tidak demikian perihal Imam Ahmad...

Abu Bakar Marwazi mengakatan: aku pernah mendatangi Imam Ahmad suatu ketika dan aku bertanya kepadanya,
“Bagaimana keadanmu pagi ini?”

“Bagaimana keadaan orang yang Tuhannya memintanya melakukan kewajiban, nabinya memintanya melakukan sunnah,
malaikat memintanya untuk meperbaiki perilakunya, jiwanya memintanya untuk memenuhi keinginannya, iblis
memintanya untuk melakukan kekejian, malaikat maut ingin mencabut ruhnya, dan keluarganya menginginkan nafkah
darinya?” jawab Imam Ahmad.

Yah, jika jiwa telah menapaki langit, engkau akan bisa marasai bahwa hidup adalah kumpulan-kumpulan kewajiban
yang harus kau tunaikan. Tidak dikatakan bahwa engkau harus menggurati hari-harimu dengan kebekuan dan kekakuan
yang melalaikanmu dari kesenangan. Bukan. Tetapi, jika rasa senangmu sampai menghancurkan kewajiban-kewajiban
yang harus kau tunaikan, maka jiwamu belumlah mampu merasai kedekatan dengan-Nya.

Jika jiwa telah menapaki langit, maka sapaan-sapaan kelaraan yang menghebati hari-hari, adalah sarana kedekatan

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 28

kepada-Nya. Semua hal ada sarana kedekatan kepada-Nya. Entah itu membahagia, ataupun melara. Semua sama saja.
Di sini, kita belajar lagi dari Imam Ahmad. Ada satu peristiwa penting yang menjadikannya mampu menahan siksaan di
penjara. Suatu saat ia mengatakan, “Semoga Allah merahmati fulan....”

“Siapa fulan...?” tanya murid-muridnya keheranan.

“Ia adalah peminum khamr dan ia pernah bersamaku dalam penjara. Dan melihat betapa beratnya siksaanku saat
dicambuk. Ia justru mengatakan, ‘Aku harus dihukum 100 kali cambukan di jalan setan. Tidakkah engkau cukup kuat
menanggung 10 cambukan di jalan Allah?’ Dan aku, setelah itu, tidak merasakan apapun kecuali hanya pada cambukan
pertama saja.”

Yah. Jika jiwa telah menapaki langit, engkau semakin dekat dengan-Nya. Dekat, dekat, dan dekat... hingga hari-harimu
terasa barakah, dan selalu berbayang jannah.

****

jika jiwa telah menapaki langit
aku takkan lagi berteriak
karena air mataku menyungkurku hebat
seperti sudah merasai indahnya masa jamuan-Nya


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 29


14. Mengapa saya tidak pernah menghujat demokrasi


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Masalah demokrasi akan selalu menarik untuk diperbincangkan karena kontroversinya bila dihubungkan dengan syari'ah.
Banyak artikel yang ditulis oleh ahli agama lebih bernuansa emosional ketimbang ilmiah ketika berargumen untuk
menolak demokrasi. ditambah lagi dengan pembahasannya yang sangat tidak merata sehingga terkesan tulisan tersebut
adalah sebuah dakwaan, lengkap dengan hukumannya tanpa memberikan penjelasan yang mendetail tentang demokrasi
itu sendiri.

Kritikan saya diatas harap tidak diartikan bahwa saya bisa membuat artikel dengan proporsi yang ideal. Ilmu saya masih
jauh dari itu apalagi basic keilmuan saya bukan dibidang agama apalagi politik. Tulisan ini hanyalah memberikan
sebuah ide bagi para penolak faham demokrasi untuk lebih cerdas menyampaikan isi pikirannya sehingga pembaca bisa
lebih mudah menerima ide yang ingin disampaikan.

Demokrasi pada awalnya tidak lebih dari sebuah sistem politik. Namun setelah sistem ini diadopsi oleh negara-negara
barat, mereka me-revolusi sistem ini hingga tidak hanya digunakan untuk urusan politik tetapi juga menyentuh sampai
ke bidang sosial dan psikologi. Apa yang membuat demokrasi ditolak oleh islam utamanya karena orang barat
menganggap demokrasi sebagai way of life. Sedangkan islam menjadikan "al qur'an" sebagai way of life.

Penerapan demokrasi yang berlebih-lebihan ini lah yang menjadikan demokrasi sebagai bahaya laten bagi umat islam.
Bagaimana kita menyikapinya? Ibaratnya sebuah mobil, agar kita tidak menabrak saat mengendarainya, kita perlu
memahami mana pedal gas dan yang mana pedal rem.

Secara sederhana, demokrasi bisa dibagi dalam 3 prinsip utama yaitu:

1. Equality atau kesamaan derajat
Demokrasi mengajarkan bahwa pria dan wanita memiliki derajat yang sama. dalam pemilihan suara pria sama dengan
suara wanita. Semua orang mempunyai hak yang sama dalam pemerintahan dan bermasyarakat terlepas dari suku, ras
dan harta.
Prinsip ini tidak bertentangan dengan ajaran islam. Semua manusia adalah sama, kecuali amalnya. Setiap anak yang
dilahirkan di dunia ini mempunyai fitrah yang sama. Islam adalah agama yang dengan tegas menolak rasisme.

2. Rasionalisme
Pembuatan hukum harus didasarkan pada rasionalisme yang berlaku pada situasi/waktu setempat. Dengan rasionalisme
ini diharapkan hukum benar-benar bisa menyentuh kepada kehidupan masyarakat secara aktual. Hal ini menuntut
perbaikan hukum secara kontinyu. Contoh nyata adalah pekerjaan anggota DPR yang terus mengeluarkan undang-
undang baru sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.
Islam adalah agama bagi orang yang berpikir. Namun kebebasan exploitasi berpikir seorang muslim dibatasi untuk tidak
mempermasalahkan wilayah hukum yang sudah ditetapkan oleh quran dan sunnah. Sebaliknya rasionalisme dibutuhkan
untuk menjelaskan hukum-hukum islam yang kurang jelas. Imam syafi'i misalnya memperjelas kapan aturan potong
tangan bisa dijatuhkan sebagai hukuman mencuri.
Rasionalisme yang terlarang adalah menggunakan kemampuan otak menempatkan hukum buatan manusia diatas hukum
quran dan sunnah.

3. Diskusi
Diskusi adalah cara utama dalam pengambilan keputusan. voting barulah dilakukan bila tidak tercapai kesepakatan
atau bila peserta diskusi terlalu banyak (pemilu misalnya). Kelemahan dari sistem ini adalah hal yang buruk bila
didukung oleh banyak suara maka ia akan dianggap sebagai suatu kebenaran.
Dalam islam kita juga mengenal 'musyawarah' sebagai metode pengambilan keputusan. Ketika Rasul meninggal, antara
umat islam terjadi permasalahan siapa yang berhak menggantikannya. Pada saat itu Ali r.a. merasa berhak sebagai
khalifah yang sah, namun pendapat lain menganggap Abu Bakar lebih berhak.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 30

Hal yang menjadi rambu pembeda demokrasi ala barat adalah mereka tidak punya batasan nilai benar dan salah,
apapun itu bila disukai majoritas maka itu adalah benar. Sedang dalam islam, yang jelas melanggar hukum islam tidak
berhak untuk dimasukkan dalam agenda diskusi. yang salah tetaplah salah dan tidak boleh didiskusikan bila tujuannya
agar berubah menjadi benar.

Dari tiga prinsip utama diatas, demokrasi adalah sistem yang 'mungkin' untuk diterapkan dengan menyesuaikan kepada
nilai-nilai islam sambil mempersiapkan bangsa dan rakyat ini menerima sistem syari'ah. Demokrasi akan menjadi sistem
yang salah ketika kita menerima mentah-mentah ajaran demokrasi yang sudah dikemas oleh pihak barat. Sebagai umat
yang berpikir tentu kita pun harus pandai-pandai membuat kemasan demokrasi yang lebih bermanfaat untuk ummat.

Tulisan ini bukanlah bertujuan untuk membandingkan antara demokrasi dan syari'ah, karena keduanya tidak level untuk
dibandingkan. yang satu buatan manusia yang satu lagi buatan pencipta. Apalagi dalam prakteknya penerapan suatu
sistem tidaklah semulus ketika menuliskannya. Namun memahami kedua sistem tersebut akan menambah wawasan
berpikir kita hingga menambah keyakinan kita bahwa hanya hukumNya lah yang paling sempurna.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 31


15. Haji dan Umrah


Ferry Djajaprana
http://ferrydjajaprana.multiply.com

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah,
yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke
Baitullah (Ali Imran : 97) “.

“Islam tertegak di atas lima tiang : syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji (HR.Bukhari Muslim)”. Menunaikan ibadah
haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu secara material, fisik, dan
keilmuan. Inti perjalanan pergi haji adalah berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di
Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah).

Pentingnya pergi haji dijelaskan dalam Hadis Ibnu Majjah “Dari Ibnu Abbas r.a. Nabi SAW bersabda “Siapa yang mau
melaksankan haji, hendaklah segera melakukan karena terkadang seseorang itu sakit, binatang (kendaraannya) hilang
dan adanya suatu hajat yang menghalangi”.

Selain itu haji yang mabrur merupakan amalan yang paling afdol. “Dari Abu Hurairah berkata ; Rosulullah ditanya :
Amal apakah yang paling afdhol? Beliau bersabda : Iman kepada Allah dan Rosulnya. Ditanya lagi, kemudian apa?
Beliau bersabda : Jihad fi sabilillah”. Ditanya lagi “Kemudian apa? “ Beliau bersabda “Haji yang mabrur”.

Dalam pelaksanannya haji berbeda dengan umroh, kalau haji dilaksanakan pada bulan dzulhijjah dan ada wukuf di
Arafah, sementaraumroh bisa dilaksanakan sewaktu-waktu. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah
ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir
setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim
juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Apabila kita menjalankan ibadah haji, sebaiknya kita menjaga omongan kita dan dosa agar perjalanan haji kita mabrur.
Nabi Saw bersabda“Barang siapa yang mengerjakan haji dan tidak berkata kotor dan tidak melakukan dosa, dia akan
kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan” (HR Bukhari Muslim). Maksud mabrur adalah perbuatan kita
akan lebih baik lagi setelah kepergian kita menunaikan rukun islam ke lima ini.Sedangkan ibadah Umroh merupakan
serangkaian ibadah di tanah suci yang meliputi pengucapa niat dari miqot, tawaf di Baitullah, Sai antara Bukit Safa
dan Marwa, dan Tahalul. Ibadah Umrah termasuk ibadah mahdoh yang artinya segala tatacara, bacaan, waktu dan lain-
lainnya teleh dicontohkan oleh rosulullah SAW.

Salah satu hikmah dari perjalanan umroh para jemaah haji adalah menghapus dosa, sehingga disarankan sebaiknya bagi
yang belum mampu pergi haji, minimal adalah pergi umroh. Walaupun demikian apabila pergi umroh saja belum
menggugurkan kewajibannya untuk pergi haji.
“Umroh yang pertama kepada umroh yang berikutnya sebagai kaffaroh (penghapus) dosa yang dilakukan di antara
keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya melainkan surga” (Bukhari Muslim)

Selain itu, haji dan umroh juga bisa menghilangkan kefakiran, karena di Mekkah dan Madinah banyak sekali pelajaran
praktis yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita. “Ikutilah antara haji dan umroh,
karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran
yang ada pada besi, emas dan perak (HR.Tirmidzi)

Bagi muslim yang memiliki harta yang cukup disunahkan untuk kembali lagi untuk “charging” agar semangat ibadah
tidak luntur dan tidak terhalangi kebaikannya. Demikian pula bagi yang muda dan sehat bila rezekinya dirasa cukup
sebaiknya menjalankan segera jangan menunggu sampai tua renta, karena kita tidak tahu seberapa panjang usia kita.,
“Allah berfirman (Hadis Qudsi) : Sesungguhnya seorang hamba yang telah aku sehatkan jasadnya dan kulapangkan
rejekinya, telah berlalu lima tahun dia tidak datang kepada Ku, benar-benar dia seorang yang dihalangi dari
kebaikan” (Ibnu Hibban)

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 32


Tetapi, ada hal yang harus diperhatikan untuk jemaah haji dan umroh khususnya kaum wanita tidak boleh pergi
sendirian melainkan dengan muhrimnya. Yang dimaksud muhrim adalah saudara yang sepertalian darah seperti Bapak,
Kakek, Ibu, Paman, Suami dari pernikahan. Alasan kaum wanita harus ada muhrimnya adalah hadits berikut : “Tidak
boleh seorang wanita mengadakan perjalanan selama tiga hari, kecuali bersama mahrom” (Bukhari).

-o0o-
Sumber Bacaan :
Al Idhoh Manasik al Haji Wal Umroh dan Bulughul Marom karya Imam Nawawi.
Kajian Ustadz : Maulana Faisal M.A.
Musholla : Nurul Iman
Tanggal : 23 Dzul Qoidah 1430/11 Nov. 2009

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 33


16. Memandang masa lalu melalui 'cermin prasangka baik'


Yuniza
http://yuniezalabella.multiply.com

Beberapa kualitas istimewa dari anak-anak adalah kemampuan mereka mencintai tanpa syarat, kemampuan mereka
untuk memaafkan yang telah lewat, kemampuan mereka untuk tidak berprasangka negatif, dan kemampuan mereka
menyatakan cinta tanpa rasa gengsi. Anak-anak yang masih polos. Mereka yang masih terlindung dari rasa gengsi,
dendam yang sengaja di tumpuk, perasaan yang di namakan harga diri, dan mengingat-ingat hal buruk yang terjadi
pada diri .
Itu sebenarnya adalah karakter dasar manusia.
Namun kemampuan tersebut ada yang terkorupsi bersamaan dengan hidup si anak. Keindahan akhlak mereka di
benturkan pada tauladan-tauladan negatif disekeliling mereka, di khianati oleh pengalaman-pengalaman buruk, dan di
kecewakan oleh reaksi umum.
Namun ada manusia yang cukup beruntung dimana bersamaan dengan kehidupannya, akhlak-akhlak istimewa itu
berkembang, mekar di setiap masa. Mereka adalah orang-orang yang menjadi maghnet . Orang-orang datang untuk
meminta nasehat, mereka datang untuk memetik hikmah, datang pula hanya untuk berada di sekitarnya menimba ilmu.
Kita mungkin pernah bertemu dengan orang-orang yang seperti itu.
Dimana perkataan-perkataannya yang sederhana dan singkat dapat begitu merasuk ke hati kita. Perbuatan-perbuatan
yang di contohkannya kuat pengaruhnya terhadap kita. Gaya hidupnya menjadi referensi hidup kita. Banyak guru-guru
kehidupan yang melakukan itu. Dan tauladan utama kita, telah begitu sempurna mencontohkannya. Rasulullah saw
tercinta.

Namun ada juga orang-orang yang menuliskan kembali kisah kehidupan mereka. Mereka yang pernah terluka, yang
jatuh , yang marah terhadap kehidupan dan Allah, yang sempat putus asa, yang tak tahu hendak apa di dunia ini, yang
merasa terkucil, yang penuh rasa marah, yang penuh rasa sedih- mereka memutuskan untuk memulai kembali. Hijrah.
Mereka sadar dan paham, bahwa masa lalu tidak bisa diubah. Luka telah tertoreh, dan bekas luka telah mengering.
Percuma menghabiskan waktu, berharap kulit kan mulus kembali. Namun mereka memutuskan untuk mengubah pola
pandang terhadap masa lalu yang telah lewat. Sehingga ketika pandangan tertumbuk ke bekas luka, yang terasa bukan
lagi dendam terhadap masa lalu, namun penerimaan, keikhlasan dan pemaknaan terhadap masa lalu yang telah
membentuk diri.
Masa lalu tidak bisa di ubah, namun pandangan kita terhadap masa lalu setiap saat bisa diubah.Bukankah menolak masa
lalu , berarti menolak diri sendiri. Karena tanpa masa lalu, diri yang sekarang ini tidak akan ada.
Lihatlah melalui cermin itu, semua kenangan masa lalu. Tapi cukup melihat saja, jangan biarkan diri kembali
mengalaminya. Lihat dan ambil semua hikmah yang tersemat pada jejak-jejak yang tertinggal. Jika semua kesakitan
itu membawa kita makin dekat kepada Allah, berarti semua kesakitan itu adalah pembinaan darinya .



IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 34


17. RUMPI PAGI: Hari Ini dan Angka Sial


Teteh Okti
http://hidupuntukberkarya.multiply.com

Pagi hari ini, seperti biasa acara ngerumpi jadi sarapan lagi. Makin seru saat salah satu teman ku sebut saja Ibu A, tiba-
tiba berseru mengagetkan.
"Teman-teman, hati-hati ya, jangan sampe kena sial. Ingat lho! Hari ini tanggal 13. Jum'at lagi..." Semua terdiam.
Mikir, setuju, apa menyanggah, aku gak tau juga.
"Hari ni memang hari Jum'at, tepat tanggal 13. Tapi apa masalahnya dikatikan dengan kata awas sial?" Aku memancing
pendapat semua yang ada.
Semua saling menatap, lalu menengok ke arah Ibu A, yang tampak gugup setelah mengetahui semua pemilik mata
menanti komentarnya.
Jujur aku jadi gak tega meliat situasi Ibu A yang mungkin kehilangan kata untuk menjawab kalimatku.
"Kalian tidak tahu kah? Dari dulu sudah terkenal kalau Jum'at 13 itu merupakan saat yang dipercayai sebagai saat-saat
yang sial?" Ibu A tampak punya ide.
"Maaf. Itu hanya untuk yang percaya. Dan saya tidak." Kataku tegas memotong kalimat Ibu A, diakhiri senyum.
"Eh, Okti belum lihat film Friday the 13 ya?" timpalnya cepat
Aku lagi-lagi tersenyum, "Saya pernah melihatnya, kira-kira dua puluh tahun yang lalu. Malah pernah jadi tontonan
favorit saya, sewaktu saya masih sekolah dasar." Lanjutku lengkap.
"Nah, itu katanya sudah lihat. Disana jelas kan kalau jum'at tanggal 13 itu benar-benar di takuti dan membuat sial?" Ibu
A tampak menang.
Ehem, aku harus meluruskan kekeliruan ini, kata hati berbisik. Aku mikir mencari cara terbaik, karena di situ bukan
hanya aku dan Ibu A, tapi masih ada beberapa rekan kerja yang lain.
"Ibu, maaf. Itu hanya kepercayaan, hanya mitos. Dan itu berasal dari budaya barat. Bukan sesuatu yang pantas kita
ikuti.." Kataku pelan.
"Contohnya mirip dengan yang ku alami kemarin, Bu." M, salah satu rekan kerja ku yang sedari tadi diam akhirnya
menimpali.

"Aku diingatin supaya hati-hati dan mencari cara untuk membuang sial saat no peserta lomba ku urutan ke-4. Tapi aku
cuek saja. Menurut orang sini (maksudnya kepercayaan orang etnik China) angka 4 kan angka sial atau mati, (sesuai dg
pngucapan nya 'se' yang artinya mati) tapi aku gak percaya itu. Aku percaya diri aja dengan kemampuan ku. Kalaupun
aku harus kalah dalam lomba, itu bukan karena aku sial. Tapi karena aku malas berpikir dan berlatih. Haha..." M
tertawa lepas mencairkan suasana yang sempat kaku. M tampak begitu bijak.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 35

"Dan akhirnya alhamdulillah, seperti kalian tahu, aku menang. Jadi tidak ada itu kata sial atau apalah sebutan lain
nya.." M mengakhiri ceritanya. Mantap!
Ibu A hanya manggut-manggut. Aku berterimakasih dalam hati kepada M lewat senyum dan tatapan ku. M hanya
mengangkat bahu dan balas tersenyum.
"Jadi yang jelas, kembali ke diri kita sendiri ya Bu, percaya atau tidak. Saya sendiri tidak percaya kalau Jum'at tanggal
13 itu hari dan tanggal sial."
"Aku juga gak percaya lho!" M menimpali.
"Aku juga.."

"Ya, saya juga ga yakin"

"Ku juga ga kok...!" Jawab teman-teman yang lain hampir bersamaan.
Ibu A berdehem, "Iya, ya.. Ibu juga kalo gitu tidak akan percaya ah.."
Kami semua tertawa.
Aku sendiri merasa Ibu A sedikit terpaksa mengemukakan pendapatnya. Mungkin itu belum benar-benar keluar dari
dasar hati, pemikiran dan keyakinan nya. Tapi baru sebatas karena ikut-ikutan pendapat teman-teman.

Aku berberpikir kapan-kapan, ada waktu, ingin ngobrol dan berdiskusi dengan Ibu A, secara lebih jauh lagi, mengenai
qodho dan qodar mungkin?

Atau apapun, yang penting pemahaman yang berkaitan dengan mitos dan kepercayaan. Bila dalam Islam, tidak ada
ketentuan seperti itu, 13 atau 4 adalah angka sial.
Wallahu'alam...

Bagaimana menurut pendapat akhwat dan ikhwan semuanya...?


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 36


18. Terlihat tapi tak terdengar


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com


Terlihat tapi tak terdengar mungkin adalah kalimat yang tepat untuk menggambar keadaan muslim saat ini. Ada
ratusan juta muslim di negara kita, terlihat, tetapi kiprah mereka sebagai muslim sejati sulit terdengar. tertutup oleh
aktivitas nafsu dunia dalam kesibukan sehari-hari.

Ada milyaran muslim di dunia, terlihat, tetapi suara mereka nyaris tak terdengar ketika israel-amerika menghancurkan
moral generasi muda islam. Sungguh sibukkah kita hingga tak punya waktu untuk perduli terhadap agama. ataukah kita
sedang dalam kenikmatan tiada tara menjalankan ibadah pribadi shalat, zikir dan puasa tetapi lupa hablumminan naas
?

Ketika kita mendeklarasikan sebagai pengikut rasul Muhammad, itu artinya kita harus menjadi manusia super. Kita
harus membagi waktu kita beribadah ke langit dan ke bumi. kekurangan atau kelebihan di salah satu aspeknya
membuat kita kehilangan superioritas kita (baca: muslim sebagai umat terbaik). itulah yang sekarang terjadi.

Indahnya dunia lengkap dengan wanita, kendaraan, asyiknya dunia hiburan, enjoynya bekerja dan nikmatnya
memangku jabatan membuat kita lupa untuk apa kita ada di dunia ini. Mungkin kita berdalih tidak lupa, tetapi
kenyataannya perilaku kita tidak beda dengan orang yang sedang tidak lupa. Pertanyaannya untuk apa kita beragama?

Sudah sejak dulu pihak barat berusaha mengubah jalan hidup muslim agar kita memberikan proporsi sebesar-besarnya
untuk ibadah pribadi. menurut berhasil. Lihatlah betapa umat muslim sibuk dengan ibadah pribadi tetapi tidak perduli
dengan orang lain. Jika mereka perduli maka tidak akan budaya mempersulit urusan. tidak ada kemauan untuk korupsi.
tidak ada budaya pelit ilmu. tidak ada budaya pamer harta. tidak ada budaya pamer kecantikan. dll...

Kita memang sudah dimasukkan dalam sebuah lingkungan yang mengurung kita dalam kebun bunga keindahan dunia.
Kita sibuk menanam bunga di kebun kita tetapi lupa memasang pagar tembok. lupa melihat kebun tetangga. tidak mau
berbagi air untuk menyiram bunga. Sementara srigala-srigala lapar dengan santai menyantap penghuni-penghuni kebun
yang tidur terlena.

Kita melihat saudara kita dibantai, tetapi kita diam. Kita melihat negeri kita dirampas, tetapi kita diam. kita melihat
orang zalim memimpin negeri-negeri, tetapi kita diam. Mungkin kita sudah merasa cukup nyaman dengan kalimat
ampuh "mulailah dari diri sendiri". itu adalah sebuah permulaan jangan diartikan "mulailah hingga akhir dari diri
sendiri". ibarat orang yang mau berjalan, kita terlalu happy dengan memulai tetapi tidak pernah mau maju lebih jauh.
kita kita beda seperti orang yang jalan ditempat.

Sementara waktu terus berjalan.
bersabar jangan diartikan menunggu.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 37


19. BALAS DENDAM


Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Ketika darah muda masih mengalir ditubuh yang sekarang renta ini, balas dendam adalah sebuah pilihan. General
Manager kantor saya seorang bule. Entah karena baru bertengkar dengan isterinya atau dimarahi oleh atasannya, saya
yang dijadikan sasaran. Ditugaskannya saya untuk bekerja lepas pantai padahal itu tugas field-engineer bawahan saya.
Pasti dia hanya ingin unjuk kuasa dan menyakiti hati, semacam pelampiasan dendam. Untung saya dapat mengelak
karena pada saat yang sama saya harus memberikan kursus di Bandung.
Meskipun lolos dari sasaran balas dendam, hati saya meradang dan berencana melawan balik biar puas. Tapi ngerjain
atasan tidak mudah dan harus ekstra hati-hati. Baru saja mulai mencari akal, tiba-tiba dia diganti orang lain. Meskipun
demikian saya merasa puas menghibur diri dengan mengangap bahwa itu balasan Tuhan kepadanya. Dendam saya pun
terlampiaskan dengan tersamar.
Itu sekedar dendam kantoran- kedua pihak tidak ada yang cedera. Beda dengan yang dilakukan misalnya oleh seorang
kuli bangunan yang merasa sakit hati mendengar teguran kasar pemilik rumah: dicincangnya sang majikan dan dicor
dengan adukan semen. Atau balas dendam antara pasangan sejenis yang putus cinta – biasanya sadis dan mengerikan.
Anda pernah membacanya kan?
Dunia sebenarnya penuh dengan kisah balas dendam: wanita yang diselingkuhi suami atau kekasihnya, pemimpin yang
disinggung matrabatnya, para pejuang yang ditindas, bahkan negara adidaya yang merasa dilecehkan kejayaannya.
Orang yang dizalimi umumnya merasa marah dan ingin membalas agar yang menzaliminya merasa sama sakitnya atau
lebih sakit dari yang dirasakannya.
Menurut Kevin Carlsmith, social psychologist dari Universitas Colgate AS, alasan balas dendam adalah untuk mencapai
catharsis - pelampiasan emosi. Tetapi penelitian selanjutnya membukitkan bahwa balas dendam ternyata kontra
produktif untuk mencapai tujuan pelampiasan emosi. Seorang pembalas dendam pikirannya akan melekat terus pada
sasarannya sehingga luka hatinya tetap menganga dan akan semakin makin parah bila balas dendamnya tidak atau
belum terlaksana. Berbeda dengan mereka yang pemaaf, baik karena berbudi luhur atau karena tidak bernyali, mereka
lebih mudah melupakan penyiksanya, luka hatinya mudah sembuh dan perasaannaya lebih damai.
Membalas dendam, membela diri, menegakkan keadilan dan melindungi hak, sering menjadi senjata yang saling
diperebutkan atau ditodongkan sesuai kepentingan pelakunya seperti yang kita saksikan antara Cicak dan Buaya.
Bagaimanapun, balas dendam meskipun banyak dilakukan orang dan terasa adil bagi orang yang dizalimi, telah terbukti
kontra produktif sebagai sarana untuk mencapai kepuasan emosi. Lagipula catharsis bukan bukan satu-satunya yang
pantas kita dicapai. Ridlo Alloh misalnya. Kalau ini yang ingin kita capai, ada pedomannya : Balasan perbuatan jahat
adalah kejahatan yang seimbang dengannya, barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan
Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang zalim. (Asy Syuro ayat 40)

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 38


20. Cahaya dari air


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Mungkin Michael Jackson adalah orang yang paling ekstrim mereformasi wajahnya, dari wajah khas Africa jadi wajah
mungil berkulit putih. Namun bukan masalah operasi bedah plastik yang perlu saya ulas di tulisan ini.

Beberapa tahun silam saya begitu terkagum-kagum melihat keindahan pada wajah teman saya. Saat itu dia baru pulang
dari merantau mencari ilmu di negeri seberang. wajahnya bercahaya sangat lembut dan sangat nyaman dipandang.
Bukan karena ia ganteng tetapi ada aura yang membuatnya begitu indah untuk dipandangi oleh mata siapa saja.

Saya tidak berani bertanya mengapa wajahnya bisa begitu, karena saya yakin itu adalah cahaya keimanan yang nampak
pada wajahnya. Perhatikanlah wajah-wajah para ulama, wajah mereka nampak lembut dan sejuk. itu adalah ciri dari
hati mereka yang sejuk. Perhatikanlah wajah sejuk Syeikh Ahmad Yassin, seorang sahid yang terlahir cacat dan
menjalani kehidupan di bumi diatas kursi rodanya. Kebeningan hatinya telah menggetarkan hati tentara israel yang
kejam dan tidak berhati.

Sudahkan kita memperhatikan wajah kita baik-baik. bercerminlah. apakah kita menemukan kesejukan di wajah kita?
atau sebaliknya aroma kesinisan yang nampak? Lupakan dahulu masalah ganteng atau cantik, bukan itu yang akan kita
nilai. kita tidak perlu terbuai oleh tipuan adu kecantikan ala putri indonesia. Tetapi kita membicarakan kecantikan
yang sejati, kecantikan yang dibawa sampai mati.

Seperti saya sebut sebelumnya, wajah adalah cerminan hati. Wajah kita bisa di reformasi menjadi wajah ideal seorang
muslim. Mari kita ingat bahwa wajah rasul memancarkan cahaya yang bersinar bagai sinar purnama. Bisakah kita
memilikinya. insyaAllah, walau tidak bersinar seperti bulan tanggal 14, maka bersinar seperti bulan tanggal 1 atau 2
pun adalah hal yang luar biasa. Kesitulah arah reformasi pribadi kita.

Pertanyaan krusialnya adalah bagaimana mendapatkan cahaya diwajah kita?

Karena wajah adalah cermin, maka ia berfungsi memantulkan cahaya yang ada. Kita harus menghidupkan cahaya dihati
kita, bersinar seterangnya hingga memancar lembut di wajah kita. Cahaya di hati berbeda dengan cahaya biasa. ia
tidak berasal dari api tetapi ia berasal dari air. Air wudlu kita adalah bahan bakar utama agar cahaya dihati kita bisa
hidup. ia akan membasahi hati, membersihkannya dari debu dan dosa, mengikis jamur-jamur kedengkian, melepaskan
karat-karat dendam dan melepaskan semua prasangka-prasangka tak berguna.

Andai saya punya wajah seperti itu.....

Jika kita tidak punya pancaran wajah sejuk itu, maka menangislah. itu pun kalo kita masih punya sumur air mata dari
keringnya hati kita. Sucikanlah wajah kita dengan airmata. ia mengalirkan kotoran-kotoran hati, melembutkan jiwa dan
menguatkan iman.

Jadikanlah menangis sebagai agenda rutin kita. Menangislah tiap hari dalam tahajud kita.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 39


21. Sebuah Mimpi dari Ketinggian Mount Nebo

Arszca W
http://eiboehndy.multiply.com


Jeritan penuh ketakutan dari kaum Sodom yang tersiksa menghadapi kematian lewat hujan batu yang bermega
ukurannya lenyap tergantikan riuhnya kegembiraan tubuh-tubuh yang mengapung di atas air. Kegembiraan di atas
kuburan masal para penentang Nabiyulloh Luth as, yang kini menjadi resort-resort mewah yang menawarkan sejuknya
hempasan angin laut dengan panorama daratan rampasan Israel dan kemujaraban spa lumpur hitam ataupun batu-batu
garam al bahr al mayit, Laut Mati. Indah, melenakan, sehingga terasa azab itu tak pernah terjadi.

Laut yang permukaannya berada 422 meter di bawah permukaan laut ini hanyalah pemanis kisah-kisah didalam kitab-
kitab samawi.Bila ingin dianggap sebagai suatu kisah ancaman, toh tidak lebih sakit dari cubitan kecil seorang ibu
kepada anaknya. Karenanya prilaku pendudukSodom tersebut hingga di zaman milenium ini tetap eksis bahkan banyak
yang telah dihalalkan dan diresmikan hingga ke jenjang pernikahan. Jika beberapa dekade silam, pertarungan
pengakuan halal haram terhadap prilaku kaum Luth as terjadi antara Bible dan jemaatnya di negri yang presentasi
pemeluk Nasrani adalah mayoritas, maka kini kecendrungan pembenaran prilaku mereka dari sudut pandang Al Qur’an
menjadi penguat legalitas hukum terhadap hak mereka.

Seperti yang tertulis pada www.igama.or yang mengambil judul Islam dan Orientai S***ual Minoritas:
“ Lalu bagaimana dg kisah Nabi Luth yang dikisahkan dalam Al-Qur’an ( al-A’raf 80-84 dan Hud 77-82)?
Sepanjang bacaan saya terhadap kisah ini, tidak ada larangan secara eksplisit baik utuk homo maupun lesbi. Yang
dilarang adalah perilaku seksual dalam bentuk sodomi atau liwath. Umumnya, masyarakat mengira setiap homo pasti
melakukan sodomi untuk pemuasan nafsu biologisnya, padahal tidak lah demikian. Sodomi bahkan dilakukan juga oleh
orang-orang hetero.”
Sebuah penafsiran yang diambil untuk kepentingan sepihak demi pembenaran diri.

Sementara itu,diantara pepohonan pinus dan zaitun, menapaki puncak di atas paving blocks berwarna semen setelah
sebelumnya melewati kota Byzantium Romawi, Madaba, yang kaya akan mozaik dalam hamparan tanah gurun.
Meninggalkan sepanjang 10 km ketenangan Laut Mati yang hampir tak berombak. Sebuah mimpi selayak prosa
terhempas di atas bebatuan gurun, di pelataran depan pintu utama gereja Luth yang ditemukan kembali di tahun 1933.

Dari ketinggian Mount Nebo ini, sejauh-jauhnya mata memandang awan terlihat lebih rendah dan menutupi kota-kota
Hebron, Herodium, Betlehem, Qumran, Al Quds (Jerusalem), Ramallah, Jericho, dan Nablus, selain Laut Mati dan
Danau Tiberias. Di puncak inilah, nabiyulloh Musa as diyakini oleh kaum Yahudi dan Nasrani, diperlihatkan oleh Alloh
akan negri-negri yang akan diperuntukan untuk kaumnya. Di sini pulalah, mereka yakin nabi Musa as dikuburkan sendiri
oleh Alloh. Artifisial tongkat Musa as menjulang kokoh di jabal ini.

The Promised Land, telah membuahkan keyakinan adanya ras tertinggi, adanya kaum yang dilebihkan oleh Alloh.

The Promised Land, yang tampak tenang terlihat di ketinggian Mount Nebo, adalah penyebab segala massacre,genocide
terhadap wanita dan anak, lahirnya intifada di atas tanahNya.

The Promised Land, bermil-mil jauh darinya, menjadi sebuah peperangan pemikiran. Menciptakan pertumpahan darah
lainnya.

Teringat saat penawaran amanah Alloh ketika diterima oleh manusia.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya
enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh
manusia. Sesunggunya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, sehingga Alloh mengazab orang-orang munafik
laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan dan Alloh menerima taubat orang-
orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Alloh Maha Pengampun dan Penyayang.”
Q.S Al Ahzab ; 72-73

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 40


Hingga kini, membalikan darah menjadi tanah-tanah gembur dengan gandum, hiyar, sabaneh,zaitun dan tin, berkilat-
kilat di atasnya,membagi tugas antara pembajak tanah, penabur bibit, pemberi pupuk dapat merata dipikul setiap
orang, lalu berakhir pada panen raya yang di tunai bersama dengan penuh kelapangan hati, wajah yang selalu menebar
senyum, dan duduk bersama membagi rata hasilnya barulah sebuah mimpi.

Dari ketinggian Mount Nebo inipun, ketenangan Laut Mati memberikan impian pula akan kesadaran mereka bahwa Alloh
telah menjamin setiap diri memiliki pasangan. Yang berarti bukanlah sejenis, agar tak ada lagi laut mati-laut mati
lainnya.

“ (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari
jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikanNya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak
ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.”
As Syura : 11


Amman, October 2007
Revised on يناثلا نيرشت / ةدعقلا يد 1430/2009

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 41


22. How ikhlas are you?

Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Saya ingat ketika zaman kuliah dulu, seorang teman menyelesaikan shalat dzuhur dalam waktu yang sangat singkat.
ketika saya tanya apakah ia sedang buru-buru, ia jawab tidak juga. Kemudian ketika masuk waktu magrib kebetulan ia
diminta teman-teman untuk menjadi imam. Subhanallah, bacaannya indah dan sangat santai.

Pada bulan ramadhan, biasanya jamaah mesjid sangat ramai. namun begitu ramadhan selesai, keadaan mesjid kembali
seperti semula.

Pada saat kita mendapat masalah, kita akan lebih ringan untuk shalat atau berzikir. Namun ketika kita sedang happy,
kita seakan kekurangan waktu untuk mencari waktu shalat.

Saya pun demikian, terkadang rajin menulis dengan niat ibadah. tetapi bila ada kebahagiaan, entah mengapa keinginan
untuk menulis hilang begitu saja. Terkadang saya membela diri saya dengan kalimat "ah namanya juga manusia,
imannya bisa naik turun seperti gelombang". Bukan saya mau melebih-lebihkan, tetapi terkadang saya merasa kalimat
tersebut adalah racun yang membuat saya malas untuk menjaga kontinyuitas ibadah. Saya lebih suka mengeksploitasi
kalimat tersebut dan menganggap saya sudah benar dengan keplin-planan saya. Namun sepertinya saya harus saya
kembali merenung mencari jalan untuk melupakan kalimat itu.

Seorang yang dihatinya sudah tertambat ikhlas yang dalam dihatinya, semestinya ia akan menjaga konsistensinya. ia
akan shalat tidak hanya diindahkan saat menjadi imam. tidak dipercepat ketika shalat sendiri. tidak menjadi rajin
karena ada keperluan dengan Allah. Tidak rajin menulis hanya karena tidak sedang sibuk. Tidak turun naik seperti
gelombang tetapi berusaha untuk terus naik seperti orang yang mendaki gunung.

Ternyata mempertanggungjawabkan kata 'ikhlas' tidak semudah mengucapkannya. ia benar-benar butuh kesabaran dan
kekuatan iman dan mental. Jika pada saat tidak ada pekerjaan kita bisa membaca 5 lembar quran perhari, maka
setelah diberi nikmat pekerjaan bukan berarti ada alasan untuk mengurangi bacaan quran atau bahkan berhenti sama
sekali. Disitulah yang namanya keikhlasan hati kita diuji.

Jika pada saat punya rezeki kita suka berinfaq, maka keikhlasan kita berinfaq akan diuji saat kita kesulitan keuangan.
Jika pada saat suami mendapat rezeki yang menyenangkan, sang istri menyajikan masakan yang lezat disertai
senyuman yang manis, namun ketika sang suami tidak membawa apa-apa, makan pun berteman omelan istri. Tentu
bukan ini yang namanya ikhlas.

Banyak sekali contoh-contoh dalam kehidupan kita pribadi yang mencerminkan bahwa kita belum serius untuk
menjalankan ikhlas. Jika kita tidak punya ikhlas yang sebenarnya, wajarlah kita sendiri mempertanyakan bagaimana
nilai ibadah kita selama ini? Ini adalah hal yang urgensi untuk benar-benar kita renungkan sebelum masa kita berakhir.

Mari kita belajar ikhlas dengan sungguh-sungguh bukan hanya mengetahui definisi dan merasa bangga dengan hafal
ayat-ayatnya saja.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 42


23. Wa Laa Ghoolibah Illa Alloh...(catatan dari bumi Andalus)


Arszca W
http://eiboehndy.multiply.com

Dari daerah pedalaman Australia, beberapa orang pribumi Tanna dipilih sebagai wakil untuk membawa sebuah misi ke
Amerika Serikat. Sebuah misi yang pernah dibawa seorang Amerika, ke penduduk asli Australia tersebut yang
dulunyanya hidup didalam peperangan antar suku namun kini mereka menjadi suatu suku yang merasakan hidup damai
meski masih berbaju Koteka. Itulah misi perdamaian yang mereka bawa untuk negrinya Tom Navy, karena sekarang ini
mereka justru mendengar bahwa Amerika membawa peperangan.

Berabad-abad sebelum kunjungan Tom Navy ke Tanna, di belahan lain, di bumi Andalus, sisa-sisa kekuatan Muslim
masih bertahan di daerah Jaen, setelah penaklukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella atas kerajaan-kerajaan Islam. Di
bawah komando Sultan Muhammad bin Yusuf bin Nasr (Sultan bin Al Ahmar), pasukan Muslim berhasil menguasai
benteng Granadayang beberapa tahun setelahnya menjadi istana Dynasti Nasrid dan membawa kedamaian
berkehidupan diantara kerajaan Kristen dan Islam. Istana ini masih berdiri kokoh dengan pemandangan merah bata
pada dindingnya dengan air mancur yang hampir ada disetiap sisi istana, dan wewangian beraneka bunga di taman-
taman Generalife-nya. Ia hingga kini tetap menjadi LandMark negri Spanyol modern.

Ribuan kaligraphi Arab, yang berupa puisi ataupun nukilan ayat Al Qur’an mengukir pilar, dinding dan ceiling istana
merah ini. Dan yang paling menonjol adalah Wa Laa Ghoolibah Illa Alloh ﷲ إ ةبلاغ و No Victor but Alloh!Sebagai
Muslim, maka semboyan Sultan Nasrd ini memberikan semangat yang sama.

Sejak manusia menerima amanah sebagai khalifah di bumi, dalam perjalanan waktu, saat kemajemukan bertambah,
peperanganpun menjadi bagian kehidupan manusia. Mulai dari perebutan sejengkal tanah, hingga perebutan atas nama
Tuhan. Dalam ruang lingkup yang lebih sempit, maka setiap individu pun melakukan peperangan di dalam dirinya.
Inilah yang disebutperang batin. Sebuah perebutan pengambilan keputusan yang berdampak pada perbuatan yang
mempengaruhi lingkungan diluar diri seseorang.

Perang tidak terjadi bila tidak ada masalah. Sedangkan masalah merupakan akibat obsesi atau kecenderungan terhadap
suatu hal. Jika kita terobsesi terhadap harta, maka hartalah yang akan mengakibatkan peperangan. Jika kita terobsesi
pada pasangan hidup, maka suami/istri yang akan mengakibatkan peperangan. Demikian pula jika terobsesi pada anak,
jabatan dan sebagainya. Karenanya tidak sedikit manusia yang bersikap “easy going”, tak mau ambil pusing untuk
berlarut-larut memikirkannya, dalam menghadapi masalah yang tengah dihadapi. Jalan ini memang terkesan menjadi
suatu penyelesaian, tapi keabadian sikap ini akan terpatahkan saat kembali menghadapai masalah yang sama. Hingga
syeitanpun tetap mencari “celah” untuk bukan lagi sekedar mebisik-bisik tetapi berteriak keras laksana dinamit untuk
menarik orang tersebut kepada jalannya. Akhirnya perang batinpun menjadi perang terbuka.

Semua peperangan menuntut pada kemenagan dan pemenang. Setiap kemenangan tidaklah berakhir pada kebaikan dan
ketentraman,jika peperangan itu sendiri tidak meletakan ridho Alloh sebagai obsesi. Alloh SWT selalu mengingatkan
agar setiap manusia dalam keadaan apapun selalu dzikir kepadaNya, agar Syeitan tidak menjadi pemenang di dalam
perang apapun, sebab jika syeitan yang menang, maka seperti yang Alloh katakan:

“ Sesungguhnya Syeitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Alloh apa
yang tidak kamu ketahui.” Q.S Al Baqarah :168

Dengan memahami, bukan bersikap acuh tak acuh, bahwa masalah apapun yang dihadapai adalah hikmah kehidupan
sehingga kita menjadi orang yang siap menghadapi masalah apapun dengan merujuk selalu kembali kepadaNya.

“ Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka mengucapkan “ innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”” QS. Al Baqarah : 155-156


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 43


Mengukir Wa Laa Ghoolibah Illa Alloh tidak hanya pada dinding Al Hambra di bumi Andalus, namun di seluruh hati kita,
maka Insha Alloh kita menjadi pemenang di bawah Kemenagan Alloh, dan kitapun akan suka cita memenuhi
panggilanNya.

“ Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada TuhanMu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke
dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu” Q.S Al Fajr : 27-30




Granada, Oktober 2008
Revised on : يرشت يناثلا ن / ةدعقلا يذ 1430/2009
Sumber ; Al Qur’an al Karim, the Alhambra of Granada (Lluis Casals&Felix Bayon),Quo Vadis?
(alif2hamzah.blognet.com), NGC

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 44


24. Q u r b a n

Ferry Djajaprana
http://ferrydjajaprana.multiply.com

Hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban disebut juga hari raya haji. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu
ketika nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya
Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Kurban sebenarnya sudah dimulai sejak jaman nabi Ibrahim sekitar 5000 tahun yang lalu, yang syariatnya dilanjutkan
kepada Rosulullah Saw.

“Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersamanya (Nabi Ibrahim) berkata : “Wahai Anakku!
Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaiamana pendapatmu? Dia (Ismail)
menjawab :”Wahai Ayahku lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku
termasuk orang yang sabar. (QS Ash Shofat 102)

Yang dimaksud kurban adalah hewan berupa unta, sapi, atau kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dengan
niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al Qur'an di bawah ini menjadi dasar syariat penyembelihan hewan
kurban.
“Dari Anas bin Malik RA. Bahwasannya Nabi SAW pernah berkurban dua ekor kambing kibasy yang bertanduk, beliau
membaca bismillah dan Allohu Akbar dan meletakkan kakinya di lambung lehernya salam satu lafadz hadits: Beliau
menyembelih sendiri dan membaca doa “Bismillahi Allohuakbar” (HR. Muslim)

Pahala berqurban sangatlah besar diibaratkan bahkan sebanyak bulu domba yang disembelihnya. Apa yang dikurbankan
pahalanya akan sampai ketika kurban disembelih dan darah belum menetes ke atas tanah. Dalam hadits lain, juga dari
Aisyah, Nabi bersabda :

"Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih
hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan
kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di
tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Menurut Tirmidzi hadits tersebut hasan, sedangkan Hakim berpendapat bahwa isnadnya sahih. Sebagian ulama
mengatakan isnad itu lemah, namun karena mengandung ajakan untuk mengutamakan kurban, hadist itu tidak tercela.

Begitulah berkat keutamaannya, Allah segera menetapkan pahala berkurban walaupun pisau baru digesekkan pada
leher hewan itu, sebelum darahnya membasahi tanah. Hal itu merupakan balasan atas ketaatan orang yang berkurban
dalam memenuhi seruan Allah. Mereka telah mengkurbankan hartanya agar terhindar dari cengkeraman sikap bakhil
yang pada dasarnya merupakan tabiat asli manusia, seperti yang difirmankan Allah (lihat surat An Nisa 128). Namun,
melalui ibadah kurban, manusia akan hidup lapang dalam kedermawanan.

Firman Allah :
"... dan barangsiapa dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr 9)
Berkurban hukumnya sunah tapi diutamakan bagi yang mampu.
“Dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rosulullah Saw “Barang siapa ada kelapangan harta, tapi tak berkurban maka
janganlah ia mendekati tempat shalat kita” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)

Apabila Anda ingin berkurban, sebaiknya yang dikurbankan adalah yang paling sehat diantaranya, karena ada kriteria-
kriteria dalam memilih binatang yang akan dikorbankan.


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 45

“Dari Bara bin Azib ra. Berkata : “Nabi Saw berdiri diantara kami dan berkata :”Empat macam tidak boleh untuk
dikurbankan : Buta sebelah yang nyata butanya, dan yang sakit yang nyata sakitnya, dan yang pincang yang nyata
pincangnya dan yang tua yang tak ada sumsumnya lagi”. (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dll).

Binatang yang dikurbankan boleh kambing, sapi ataupun onta. Kambing untuk satu orang, dan sapi untuk tujuh orang.
“Dari Jabir bin Abdillah ra Ia berkata kami menyembelihnya bersama Nabi Saw tahun Huddibiyyah satu onta buat
tujuh orang dan satu sapi buat tujuh orang”.

Dalam berkurban, yang berkurban berhak atas sebagian kurbannya (Red. boleh 1/3, atau ¼) Rosul Saw diriwayatkan
pernah mengambil paha depan binatang kurbannya.

“Dari Ali Bin Abi Thalib berkata : “Saya diperintah oleh Rosulullah SAW untuk mengurus kurban-kurbannya dan supaya
saya bagikan daging-daging dan kulit-kulit serta pakaian-pakaiannnya kepada orang-orang miskin dan tidak boleh saya
beri apapun upah daripadanya buat menyembelihnya (Bukhari Muslim)

Doa untuk menyembelih kurban :
“Dari Aisyah R.A. Dan Nabi Saw membaca do'a “Bismillah Ya Allah terimalah Qurban ini dari Muhammad, keluarganya
dan umatnya” (Muslim)

“Dari Anas bin Malik RA. Bahwasannya Nabi SAW pernah berkurban dua ekor kambing kibasy yang bertanduk, beliau
membaca bismillah dan Allohu Akbar dan meletakkan kakinya di lambung lehernya salam satu lafadz hadits: Beliau
menyembelih sendiri dan membaca doa “Bismillahi Allohuakbar” (HR. Muslim)

-o0o-

Jakarta, 18 Nov. 2009

Sumber Rujukan : Kitab Majmu' Syarah Muhazzab Karya Imam Nawawi
Nara Sumber : Ustadz Maulana Faisal MA
Lokasi : Mushalla Nurul Iman
Tanggal : 18 Nov.09 / 1 Dzul Hijjah 1430 H

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 46


25. Kritik ala Pak Tino Sidin

Arszca W
http://eiboehndy.multiply.com

Masih ingat dengan Pak Tino Sidin yang di era 80-an memandu acaraGemar Menggambar di TVRI? Saya selalu menyukai
tayangannya, bukan karena saya senang menggambar tapi karena ciri khas beliau yang selalu memberikan apresiasi
menyenangkan terhadap gambar apapun yang sampai padanya. Meski saat itu tidak sedikit gambar yang saya komentari
(dalam pikiran anak-anak) “aneh dan lucu”, tapi pak Tino Sidin tetap mengatakan “Ya, Bagus!”. Bagi beliau tidak ada
gambar yang jelek.

Kini saya mengetahui bahwa inilah suatu metode yang bermaksud untuk merangsang kreatifitas anak sejak dini, hingga
diharapkan nantinya dapat membentuk karakter yang selalu percaya diri. Namun metode ini ternyata bertolak belakang
dengan cara yang ditempuh di suatu sekolah anak-anak Perancis. Seorang rekan saya yang
berkebangsaanVenezuela enggan memasukan anak-anaknya ke sekolah yang memang disiapkan untuk para expatriate
Perancis dan bangsa lain yang masih dalam satu kompeni. Alasan rekan saya tersebut adalah karena metode yang
dipakai adalah mendahulukan “kritik’ ketimbang pujian. Dalam mata pelajaran menggambar misalnya, seorang anak
diminta untuk berdiri di depan kelas sambil memperlihatkan hasil karyanya, sementara teman-temannya diminta satu
persatu menunjukan apa yang kurang dari gambar tersebut tanpa menyebut kelebihannya.

Tujuannya adalah sama yaitu untuk membentuk karakter yang percaya diri, siap dengan segala tanggapan buruk yang
akan menimpa dirinya. Tapi seperti rekan saya yang membawa darah latin itu bilang, bahwa ini tidak sesuai dengan
budaya yang menjadi karakter dasar mereka.

Sekarang, lihatlah diri kita. Seorang yang telah “mature” dalam pertimbangan umur, apakah kita telah menjadi orang
yang telah percaya diri untuk menerima kritik? Kritik sendiri bukanlah suatu hal yang salah, karena ia adalah suatu
tanggapan atas apa yang telah kita hasilkan. Hanya umumnya, kita lebih menyukai kritik yang membuat bibir kita
tertarik keatas, dagu sedikit mengangguk-angguk, darah berdesir melapangkan dada.

Kitapun lebih memilih untuk menghindar terhadap kritikan yang membuat adrenalin meninggi, jantung berdegup
kencang, mata melebar dengan sudut bibir yang menurun. Bila kita memiliki sikap cukup percaya diri, maka jurus
“ngeles” lebih kita tampilkan ketimbang mengakui bahwa benar ada kekurangan bahkan kesalahan dari karya-karya
kita.

Cara penyampaian kritikpun dapat mempengaruhi pengambilan sikap kita dalam menerimanya. Kritikan yang
menggunakan bahasa yang lembut atau bila disampaikan secara lisan adalah dengan suara yang tetap dalam intonasi
rendah, maka kita lebih mudah menerimanya.

Ketika seorang teman berdarah Portugis dan seorang teman Polandia menyampaikan kritiknya terhadap metode
mengajar guru Arab kami, ternyata sang guru justru balik mengkritik mereka yang berujung pada lahirnya masalah
baru. Tapi ketika kritik saya sampaikan dengan cara ketimuran saya, ternyata ditanggapi positif dan kami mendapatkan
solusi akan persoalan. Bisa saja ini juga karena Indonesia dan Arab masih dalam “ budaya timur”, tapi hingga kini saya
tetap melihat bahwa rekan-rekan Perancispun lebih menyukai dikritik secara halus daripada frontal.


Oil City, يناثلا نيرشت / ةدعقلا يذ 1430/2009

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 47


26. Catatan Fachmy Casofa: KARYA YANG MELEGENDAKAN


Fachmy Casofa
http://thefachmy.multiply.com


Hemingway memujinya habis-habisan. Bahkan menempatkannya sebagai sosok inspiratif dalam dunia kepenulisan.
“Jujur saja,” begitu kata Hemingway, “seluruh cerita Amerika modern sesungguhnya cuma berasal dari dari satu buku,
The Adventure of Huckleberry Finn, karya dari Mark Twain,” begitu katanya.

Mungkin tak terlalu berlebihan. Sosok ini, yang bernama asli Samuel Langhorne Clemens, atau lidah kita sudah terbiasa
menyebut nama penanya dengan Mark Twain, memanglah istimewa. Terlahir di Florida, dan berlincah-lincah menuju
usia dewasanya di Mississippi. Praktis, lingkungan perkapalan itu pun mempengaruhi cita-citanya: menjadi seorang juru
mudi kapal. Cita-citanya memang benar-benar terwujud. Akan tetapi, ketika tengah pecah perang saudara di tahun
1861-1865, ia justru merubah kemudi hidupnya menjadi seorang freelancer di berbagai media. Orang-orang mulai
tertakjub dengan kepiawaiannya tatkala The Celebrated Jumping Frog of Calaveras Country terbit. Ia cukup tersohor
berkat karyanya itu. Ia pun kemudian nomaden, dari Nevada, California, hingga San Fransisco. Dasar penulis, kisah
perjalannya itu pun kemudian menjadi inspirasi akan lahirnya sebuah karya lagi, kali ini terjuduli The Innocents
Abroad. Dan statusnya pun bertambah: ia kian sukses dan kian tersohor kini.

Ia pun kian kaya dan terkenal tatkala The Adventure of Huckleberry Finn tergulirkan ke pasaran. Namanya benar-benar
meroket indah. Ia menjadi legenda. Dan cerita kelegendaannya bermula dari karyanya itu. Ia pun menjadi inspirasi
sekian ribu-juta pembaca dan penulis baik di generasinya maupun setelahnya.

****

Ia seorang dokter. Tapi praktiknya tidak laku. Pasien-pasien yang dirawatnya tidak betah. Entah mengapa. Sama
seperti kita, ia pun juga tak tahu. Untuk mengisi kekecewaanya atas peristiwa ketidaklakuan praktik dokternya itu, ia
menulis. Ia mereka-reka tokoh. Terlahirlah sosok rekaannya yang melengenda: Sherlock Holmes. Uniknya, sosok itu
terinspirasi dari profesornya, John Bell, saat masih kuliah di Eidenburgh dulu.

A Study in Scarlet, muncul sebagai karyanya yang pertama. Kemudian menyusul sebagai yang kedua, A Sign of Four.
Tapi itu semua tak laku. Tidak menggema dan kurang populer. Hingga akhirnya, dia menciptakan serial pendek The
Adventure of Sherlock Holmes. Dan namanya langsung meledak, berkibar di tiang-tiang hati para pembaca. Ia langsung
menjadi legenda. Ia benar-benar selalu ditunggu. Bahkan saking meledaknya, Holmes bahkan lebih terkenal dari
namanya sendiri. Bahkan, ada data yang menyebutkan bahwa ia, adalah penulis dengan bayaran tertinggi di dunia pada
tahun 1920-an. Dia adalah, Sir Arthur Conan Doyle.

*****
karya mereka melegenda. Mark Twain dan Conan Doyle. Mark Twain, melegenda lewat Tom Saywer pada petualangan
di The Adventure of Huckleberry Finn. Sir Arthur Conan Doyle melegenda lewat The Adventure of Sherlock Holmes.
Tentu itu adalah inspirasi. Ruang kontemplasi super tinggi yang harus mau untuk kita renungi. Kali ini, kita belajar
tentang satu pertanyaan: karya apa yang akan melegendakan kita?

Ini bukan cerita tentang betapa kemaruk atau bernafsunya kita menjadi tersohor. Bukan, bukan tentang itu kawan.
Tapi, ini adalah tentang niat mulia kita untuk menghasilkan karya, dan di saat yang sama, ini adalah tentang
menantang diri kita sendiri untuk melompat lebih tinggi. Kita terbiasa meloncat di batasan atap yang pendek sekali.
Mengapa tak kita keluar saja dari ruangan itu, kemudian meloncat dengan hebat di lapangan luas. Dengan batasan
langit sebagai atap, tentu kita akan tergerak dan teradrenalinkan semangat, untuk melompat lebih tinggi, tinggi,
tinggi, dan tinggi lagi. Ayolah, kita bisa lebih hebat dari saat sekarang ini. Ini hanya sebuah cerita tentang kemauan
saja. Dengan begitu, kita akan mempunyai kemampuan.

Untuk apa melegenda? Perlukah itu? Tidak. Kita tidak perlu. Tapi generasi setelah kita yang memerlukannya. Mereka
butuh inspirasi, dan inspirasi, selalu lebih mengena dan mereka percayai jika datang dari generasi sebelum mereka.
Mereka butuh belajar banyak hal dari masa-masa yang berbeda dengan mereka. Kemudian mereka timang, bandingkan,

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 48

kemudian mereka bagi lagi. Begitu seterusnya. Dengan begitu, kita bukan hanya berbagi inspirasi, tapi kita juga menuai
pahala, yang tak kenal henti. Jika kita tak melegenda, tentu mereka tak tahu kalau kita ada. Jika kita tak berkarya,
tentu mereka tak bisa mengambil kita sebagai inspirasinya.

Jika Imam Bukhari melegenda lewat Shahih-nya. Jika Ibnu Jarir melegenda lewat Tafsir-nya. Jika Ibnu Khaldun
melegenda lewat Muqaddimah-nya. Jika Sayyid Quthb melegenda lewat Zhilal-nya. Jika Hasan Al-Banna melegenda
lewat Majmu’ah Rasail-nya. Lalu, kamu melegenda lewat karya apa?

Sama seperti saya. Kita-kita sama-sama belum punya. Tapi di sini, kita belajar dari pertanyaan itu. Tapi dari sini,
adalah terminal keberangkatan atas sebuah penyadaran: suatu saat, kita harus bisa seperti mereka.

Semoga menginspirasi!

----------------------------------------
Fachmy Casofa
fachmy_85@yahoo.co.id
www.writhink.wordpress.com
www.casofaislamicland.blogspot.com

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 49


27. Kuliah tadi malam - the power of good aura


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com


Seorang profesor memperagakan 'the power of positive thinking' terhadap aura sebuah apple. Sebuah apple diletakkan
di sudut kelas, lalu dengan sebuah alat bantu berupa stick besi tembaga (stick seperti satu jari-jari sepeda) yang
dibengkokkan membentuk huruf L yang mana bagian yang panjang diarahkan ke apple dan ujung yang pendek dalam
genggaman tangan.

Dua buah stick ini lalu digenggam pada masing-masing tangan, lalu sang profesor mulai berjalan menuju apple. pada
jara sekitar 1 meter, stick berubah arah dari menunjuk arah ke depan berbelok 90% ke arah tengah. seperti ada yang
menghalanginya atau seperti membentur dinding yang menyebabkan stick berubah arah.

Bapak profesor menyebutkan dinding ini sebagai aura sebuah apple. semua makhluk hidup memiliki aura. dan ternyata
aura ini bisa bertambah dan berkurang.

Belum hilang keheranan para student di kelas, Bapak profesor meminta semua yang hadir di kelas untuk memandang
apple tersebut dan memujinya selama 1 menit. katakan engkau adalah apple yang paling cantik, paling manis dan
warnamu paling indah. katakan apa saja yang menyejukkan.

Setelah itu Bapak Profesor melakukan demonstasi yang sama. ia berjalan dengan 2 stick di tangannya. Aneh tapi nyata,
stick berubah arah pada jarak hampir 3 meter dari apple padahal sebelumnya stick berubah arah pada jarak 1 meter.

Sekarang kita coba dengan 'negative thinking'. katakan pada apple bahwa ia adalah apple yang jelek, asem, tidak enak
dimakan dan apple tak berguna. dengan metode yang sama, stick tembaga baru berubah arah pada jarak kurang dari
1/2 meter dari apple.

inilah demonstasi nyata 'the power of positive thinking' terhadap aura sebuah apple.

Implikasi dari ilmu ini sedang ia kembangkan untuk diajarkan kepada petani di Eropa. Cara bertani dengan
memanfaatkan 'the power of positive thinking' sudah lama dan sangat luas pemakaiannya oleh para petani di Ghana,
Afrika.

Apa implikasinya bagi kita?
mari menjaga lisan kita untuk selalu mengucapkan hanya yang baik-baik kepada apapun juga, tidak hanya kepada
manusia tetapi juga kepada hewan, sapi, burung, apple, pisang, nasi dan semuanya. mereka bereaksi terhadap apa
yang ada dalam benak kita.

Apa implikasinya secara luas?
Mungkin bisa juga digunakan sebagai bagian dari cara bertani. Namun secara detil ilmiah sulit untuk dijelaskan :)

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 50


28. KAU YANG BERTANYA AKU YANG MENDERITA


Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Saya sedang serius memikirkan bagaimana mungkin baru tanggal limabelas dompet saya sudah kosong padahal…..,
ketika tiba-tiba anda menepuk bahu saya sambil bertanya: Mikirin apaan? Bunyi pertanyaan dan tepukan bahu itu
mengagetkan dan menyebabkan fikiran saya buyar dan berganti arah.
Karena fikiran selalu berputar terus, maka kita tidak akan pernah dapat memberikan jawaban yang pasti apa yang
sedang kita fikirkan pada satu saat. Kecuali kalau kita dapat menghentikan ’waktu’ sementara kita memberikan
jawaban, dan itu tidak mungkin.
Itulah contoh apa yang dinamakan observer effect – yaitu bahwa tindakan pengamatan akan menyebabkan perubahan
pada fenomena yang diamati – yang kentara sekali berlaku dalam pengamatan-pengamatan ilmiah.
Demikian pula apabila kita mengamati gerakan sebuah pertikel: electron misalnya. Mengamati posisi dan momentum
atau daya gerak sebuah partikel memerlukan tindakan membenturkan partikel lain terhadap partikel yang diamati,
seperti kita menembakkan sebuah bola bilyar kearah bola bilyar lain yang sedang bergulir. Benturan itu menyebabkan
partikel yang kita amati berubah posisi dan momentumnya. Makin tepat kita mengincar posisinya, semakin kabur
momentumnya, begitu pula sebaliknya. Padahal posisi dan momentum partikel yang bergerak merupakan parameter
yang penting untuk diketahui. Ketidakpastian ini bukan disebabkan oleh kekurang canggihan teknologi, tetapi
merupakan fenomena dasar yang alamiah.
Setidaknya, begitulah yang berlaku dalam dunia zarah atau partikel menurut prinsip ketidakpastian (law of uncertainty)
dari Werner Heisenberg, fisikawan besar abad 20 pendiri ilmu mekanika kuantum – cabang ilmu fisika baru
menggantikan mekanika klasik Newton.
Mungkinkah ketidakpastian fikiran kita berasal dari ketidakpastian yang sama yang menguasai dunia zarah? Bukankah
sistim syaraf kita digerakkan oleh elektron-elektron, dan kemampuan kita melihat sesuatu dimungkinkan oleh partikel
cahaya atau photon? Dari banyaknya contoh tentang analogi antara kaidah-kaidah sains dengan realitas kehidupan
manusia, saya kira memang ada hubungan yang kwantitatif antara keduanya.
Alangkah spektakulernya apabila benang merah yang menghubungkan kaidah sains dengan realitas kehidupan manusia
bisa dijabarkan. Bukan dalam bentuk filsafat yang tidak ada manfaat praktisnya atau ramalan astrologi yang seolah-
olah merupakan dominasi makro-kosmos terhadap mikro-kosmos yang entah benar entah tidak.
Masih ingat hukum ketidakpastian Heisenberg: Semakin tepat kita mengincar posisi sebuah partikel, semakin kabur
momentumnya. Semakin teliti kita mengamati momentumnya, semakin kabur posisinya. Makin serius kita menggeluti
dunia, makin kabur urusan akhirat kita? Wallohu a’lam bissawab

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 51


29. Sekolah atau Restaurant


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Jika kita masuk ke sebuah restaurant, dalam hitungan menit kita bisa menikmati hidangan-hidangan lezat disana.
semua tersedia dengan sangat mudah bagi pengunjungnya. Namun kenikmatan tersebut hanya sebentar, begitu kita
keluar kita tidak bisa lagi menikmatinya karena pihak restaurant hanya menjual makanan tetapi tidak mengajarkan
bagaimana cara membuat makanan lezat itu.

Mungkin hal yang sama terjadi pada sistem pendidikan kita. murid di beri ilmu segudang hingga harus berada di
sekolah/kampus dari pagi sampe sore. begitu banyak ilmu yang harus disantap hingga terkadang menimbulkan rasa
jenuh dan capek.

Mungkin juga sistem ini berlaku karena guru mempunyai beban untuk menyampaikan materi pelajaran sesuai
kurikulum. sehingga motivasi guru hanya menyampaikan pelajaran tetapi tidak mengajarkan bagaimana membuat
sebuah ilmu.

Menyantap makanan jadi memang penting tetapi mempelajari cara memasaknya akan memberikan banyak keuntungan.
demikian juga dengan ilmu, menyantap ilmu itu memang harus tetapi jangan juga dilupakan bagaimana cara membuat
ilmu itu. Sepintar apapun seseorang ia tidak akan dihargai dengan penghargaan akademik tertinggi (profesor) bila ia
tidak mampu membuat sebuah ilmu baru.

Pendidikan yang terpokus pada pencapaian nilai yang tinggi, apalagi nilai hanya ditentukan dari hasil ujian yang hanya
1-2 jam, tidak beda jauh dengan membangun istana pasir. mudah di bentuk namun juga mudah hilang. Pola pendidikan
di negara yang mempunyai sistem pendidikan yang baik lebih menitik beratkan pada apa yang dihasilkan (produk)
seorang siswa. prinsipnya sederhana bila seorang siswa bisa menghasilkan sebuah produk tentu ia mempunyai cukup
ilmu untuk membuatnya. sedang seorang yang punya banyak ilmu belum tentu bisa membuat sebuah produk. (Produk
disini berarti sebuah ilmu baru baik itu sederhana ataupun rumit)

Budaya menghasilkan produk sepertinya belum mengakar pada tradisi pendidikan kita, kecuali pada saat akhir kuliah
saja (skipsi). Sedang di negara luar hampir tiap minggu seorang student harus mempresentasikan apa yang ia dpt dalam
1 minggu belajar. Dengan perbedaan seperti ini membuat kemajuan ilmu di negara kita sulit untuk maju pesat.
sementara china dan india mulai menunjukkan taringnya, kita masih sibuk show off secara quantitas saja.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 52


30. ALANGKAH MALUNYA AKU


Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Saya orang Banyumas. Bahasa harian saya ngapak dan saya suka mendoan. Tetapi bahasa daerah yang harus saya
pelajari disekolah adalah bahasa yang berlogat serba O, yaitu dialek Jogya dan Solo. Jadi waktu ibu guru bertanya:
Coba kamu, apa arti peribahasa ”Jer Basuki Mowo Beo”, tanpa takut salah saya menjawab: Pak Basuki memelihara
burung beo. Basuki apalagi kalau bukan nama orang dan satu-satunya arti beo adalah burung beo. Apalagi jer memberi
kesan getaran sayap burung terbang. Padahal artinya adalah: Setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan. (Basuki =
keberhasilan. Beo = bea = biaya atau pengorbanan)
Bukannya disalahkan lalu dikoreksi, tapi saya malah ditertawakan, lalu dikasih ceramah panjang lebar supaya belajar
yang betul dan agar jangan menjawab pertanyaan guru seenaknya. Ingin rasanya saya bisa menghilang dari kelas
daripada dipermalukan seperi itu. Ceramah bu guru masih diteruskan dengan tuduhan jangan-jangan dalam pelajaran
lain saya juga sebodoh itu dan jangan-jangan murid yang lain juga. Anehnya saya hanya terkesima, tidak ingat bahwa
murid-murid lain juga menyangka Pak Basuki memelihara burung beo karena kita sama-sama anak Banyumas.
Walhasil saya dipermalukan sepanjang jam pelajaran. Saya merasa ditelanjangi, disorot, dihina, dihakimi, direndahkan
dan tidak dihargai. Ibu Suliah guru bahasa daerah yang berambut ikal dan memakai hairnet itu telah menjadikan saya
seperti roti bantat, tidak mengembang, warnanya pucat dan rasanya tidak enak. Dengan tekad menaklukkan
bosojowo, sayapun tidak memilih kuliah di Surabaya atau Bandung tetapi Yogya, tepat disarangnya. Sekarang saya
tetap berbahasa ngapak tetapi seperti juga burung beo Pak Basuki, saya lancar menirukan orang Yogya. Ibu Suliah, ini
saya. Tanyalah peribahasa apa lagi!!
Malu adalah pengalaman emosi yang menyakitkan yang dapat meninggalkan luka yang sulit disembuhkan. Bagi orang
yang perasa, malu berat apalagi bila dialami berulang-ulang dapat membuat dia justru meyakini dan menyimpulkan
bahwa dirinya memang pantas dihina, tidak menarik, tidak berharga dan tidak mungkin diapa-apakan lagi. Dia
terancam kehilangan semangat hidup, menyepi dan bukan tidak mungkin membayangkan untuk bunuh diri saja.
Nauzubillah.
Rasa malu berbeda dengan rasa bersalah sebagaimana dipermalukan berbeda dengan dipersalahkan. Saya tidak merasa
bersalah waktu mengatakan Pak Basuki memelihara burung beo – lha wong saya tidak nyolong atau berjudi kok. Jadi
saya tidak merasa berdosa. Malu juga sekaligus membuktikan bahwa kita membutuhkan khalayak yang sopan, yang tahu
sakitnya orang dipermalukan. Khalayak yang memberikan rasa aman untuk kita sama-sama menikmati hidup.
Tetapi rasa malu yang sengaja disemai dari benih, dipupuk dan disirami dapat menghindarkan orang dari perangai
arogan, berlaku kasar dan bertindak sewenang-wenang. Jika engkau tidak mempunya rasa malu berbuatlah semaumu,
begitu kata Rasululloh. Malu adalah tabir penghalang arogansi dan kesombongan. Tepatlah kalau dikatakan bahwa malu
adalah bagian dari iman: al haya minal iman.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 53


31. Catatan Fachmy Casofa: Pertanyaan Bodoh, Jiwa, dan Menulis


Fachmy Casofa
http://thefachmy.multiply.com

Mari kita berbicara tentang sebuah pertanyaan bodoh, jiwa, dan menulis. Ah, aku mulai melihat seraut tampang
bingung dari reaksi wajahmu kawan. Agar tak semakin melinglung, mari kita memulai saja.
Kita memulainya dari sebuah pertanyaan bodoh saja. Bayangkan, misalnya begini, saat ini, kau datangi si Tiger Woods,
dan katakan kepadanya begini, “Hai Tiger, kamu ini kan sudah kaya, terkenal, dan banyak prestasi kejuaraan yang
sudah kau dapat, lalu, mengapa kau tak berhenti saja bermain golf, dan memberikan kesempatan kepada pegolf
lainnya untuk menjuarai kejuaraan dan menjadi legenda sepertimu dirimu?” Atau, kau datangi Valentino Rossi, dan
katakan hal ini jua kepadanya, “Hai Rossi, kau sudah berkali-kali menang, jadi miliarder, dan jua terkenal, mengapa
tak kau hentikan saja balapan, bukankah kau sudah pernah menjadi juara dunia, dan bahkan kini kau pun sudah
menjadi legenda, lalu, apalagi yang hendak kau cari?”
Kira-kira, apa yang akan mereka berdua katakan kepadamu kawan? Pilihlah beberapa opsi berikut ini:
- Baiklah, kau benar kawan, saranmu akan kulaksanakan, aku akan menikmati kekayaanku sekarang ini, dan rumahku
yang megah itu, berkeliling dunia setiap hari, dan menghabiskan waktu berhari-hari berlayar di Miami.
- Ha? Kau bercanda? Aku sudah berpeluh lelah menuju kondisi seperti ini, tak mungkin aku berhenti, aku ingin
membuktikan kepada dunia, bahwa aku yang terhebat!
Oke kawan, opsinya hanya dua. Dan kau harus memilih, kira-kira mereka memilih jawaban yang mana? Sepertinya,
mereka berdua takkan memilih satu pun di antara dua opsi itu. Benarkah? Yah, karena bagi mereka, itu adalah
pertanyaan terbodoh yang pernah mereka dengar.
Oke, engkau sudah melewati tahap pertama dalam pembahasan kita. Yaitu tentang sebuah pertanyaan bodoh. Mari kita
berbicara tentang tahapan kedua, yaitu tentang jiwa.
Bagi Tiger, golf adalah nafasnya. Jika engkau menyuruhnya berhenti bergolf ‘hanya’ karena ia sudah kaya dan terkenal
serta melegenda, wuih, itu sama saja dengan menyuruhnya berhenti bernafas. Apa artinya? Artinya, engkau sama saja
menyuruh dia memilih, lebih bak mati daripada berhenti bermain golf. Bagi Tiger, golf adalah jiwanya. Ia bergolf
dengan segenap hatinya, dari jiwanya. Lalu, jika kau menyuruhnya berhenti, jiwanya akan mati. Ia bergolf sedari kecil.
Berlatih lebih banyak. Memukul lebih sering. Memahami medan lebih rajin. Kenapa? Karena itu adalah jiwanya. Karena
itu adalah dunianya. Ia yang telah menemukan di mana dunianya, ia akan menikmatnya. Dan hal yang sama, terjadi
juga pada si Rossi. Lalu, apakah mereka ingin menjadi yang terhebat? Ah, sepertinya bukan. Bukankah rahasia keahlian
seseorang terletak kepada seberapa sering dan rajin ia mengulang-ulang? Lalu, jikalau mereka menjadi yang terhebat,
itu bukan karena mereka ingin, tapi karena sebutan orang-orang, karena memang belum ada yang seahli mereka,
maka, merekalah kemudian menjadi yang terhebat. Sekali lagi, mereka melakukannya karena itu adalah jiwanya. Dan
kehebatan, hanyalah bonus dari kecintaan mereka akan dunianya.
Oke, sepertinya engkau sudah mulai menangkap arah perbincangan kita kali ini berkenaan tentang jiwa. Maka, saatnya
berbicara tentang hal ketiga. Yaitu tentang menulis.
Sebelumnya, mari kita analogikan kesemua pertanyaan bodoh itu kepada para penulis negeri ini. Mari kita suruh
berhenti menulis saja kepada Kang Abik, Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, Gola Gong, Ali Muakhir, Afifah Afra, Izzatul
Jannah, Remy Silado, Langit Kresna Hariadi, Tasaro, dan lain-lainnya. Mari kita bersama-sama, mengadakan
demonstrasi besar-besaran di Senayan, dan meminta dengan sangat, agar mereka berhenti menulis, dan memberikan
kesempatan kepada generasi penulis muda selanjutnya untuk berkarya. Bukankah mereka semua telah menjadi legenda
tersendiri dalam dunia kepenulisan indonesia? Kira-kira, apa jawaban mereka?

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 54

Mari berjalan di sejarah kehidupan pribadiku sebentar. Sebentar saja. Kang Abik, pernah menjadi dosen saya di ketika
saya masih belajar di Ma’had. Sepertinya, murid-murid di ma’had itu, satu-satunya yang mengetahui bahwa beliau
adalah seorang penulis adalah saya, karena saya sering membaca An-Nida. Beliau berkarakter sangat-sangat santun.
Bahkan, kalau mengajar pun menggunakan bahasa yang lembut dan terkesan nyastra. Setelah novel Ayat-ayat Cinta
meledak, dan difilmkan, beliau menjadi perbincangan di mana-mana. Dan, beliau pun masih sama karakternya. Tak
ada beda karakter. Yang ada, hanya pada aktivitasnya. Dulu, beliau sangat sibuk. Sekarang, jadi super sibuk. Lalu, kita
berbicara tentang apa? Tentang bagaimana beliau menganggap sebuah keberhasilan ‘hanya’ sebagai bonus saja. Beliau
menulis dengan hati sejak masih belum dianggap siapa-siapa, sampai dianggap siapa-siapa. Semua berawal dari hati.
Semua bermula dari jiwa.
Maka, jika kita menyuruh mereka berhenti menulis, maka, itu sama saja dengan mematikan jiwa mereka. Bukankah
begitu? Maka, kuharap engkau mengurungkan niat untuk berdemonstrasi besar-besaran di Senayan itu.
Lalu, kita belajar apa dari perbincangan kita kali ini? Kita berbicara tentang aktivitas yang bermula dari jiwa. Jika kau
sudah menemukannya dalam dirimu, apa itu jiwamu, apa itu aktivitas yang ketika engkau melakukannya kau serasa
‘mati’ jika tak melakukannya barang sehari saja, maka, kau telah menemukannya. Begitu cara gampang
menemukannya. Maka, walaupun engkau telah tua, walaupun engkau telah dimakan usia, engkau tetap melakukannya.
Karena itu adalah jiwamu, karena itu adalah duniamu.
Maka, saya sering berpendapat seperti ini, bahwa, menulis itu, butuh jiwa dalam melakukannya. Kenapa? Jika tidak
begitu, tulisan tak akan mempunyai ruah, dan muatan pikiran yang kuat. Berpeluh lelah dengan teori, bersimbah
keringat dengan pemilihan diksi, tapi jika kau melakukannya hanya untuk meraih materi yang melimpah dan meruah,
hanya untuk meraih kemasyhuran, o la la… semua takkan bertahan lama. Seiring waktu, peningkatan kualitas takkan
kau dapatkan. Seiring hari, kualitas tulisan pun takkan kau peroleh. Karena ini semua bermula dari hal terdasar. Dan
kita menyebutkan dengan: jiwa. Jika jiwa saja tak kau punya, kau hendak berbagi kepada dunia dengan apa?

Allahumma... semoga bisa bermanfaat....

--------------------------------
Fachmy Casofa
fachmy_85@yahoo.co.id
http://writhink.wordpress.com/

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 55


32. Mimpi kita

Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Kejayaan islam di masa lampau adalah mimpi umat muslim saat ini. Kekhalifahan dimasa lampau adalah mimpi muslim
masa kini. Mimpi ini terus bergulir dari waktu ke waktu, masa ke masa, generasi ke generasi. Namun sepertinya mimpi
itu belum juga mewujud.

Mungkin penggunaan kata 'mimpi' dalam artikel ini kurang tepat, namun saya tidak berani menggunakan kata 'ambisi'
mengingat ambisi harus disertai motivasi dan usaha yang kuat. namun saya juga tidak akan menggunakan kata 'ilusi'
karena itu lebih dekat kepada penghinaan ( ilusi negara islam).

Pepatah lama mengatakan 'if there is a way, there is will' dimana ada kemauan disitu ada jalan. artinya bila kita ada
kemauan berarti kita harus jalan, bukan 'wait and see'. Mungkin inilah salah satu hal penyebab utama mengapa
kejayaan islam masih seperti berada di alam mimpi.

Kita lebih suka bermimpi daripada berusaha. kita menceritakan mimpi itu ke semua orang tetapi tidak tahu bagaimana
mewujudkan mimpi. Hingga orang yang apatis dengan mimpi ini menganggap kita hidup dalam alam mimpi atau ber
'ilusi'.

Di dunia yang super canggih saat ini, semua masalah dunia lebih mudah untuk dipecahkan asal kita memiliki formula
ilmu: kerja keras dan kerja sama.

Kerja keras
Kejayaan islam yang diraih tahun 800an diperoleh dengan kerja keras ummat. Bila kita ingin maju, maka 'science' atau
'iptek' harus kita kuasai. di jaman ini para ilmuwan dihargai. demikian juga islam meninggikan derajat orang berilmu
beberapa tingkat diatas manusia lainnya.

Bandingkan apa yang terjadi di negeri kita? Banyak anak-anak negeri yang cerdas tapi tidak diberi kesempatan, lebih
parah malah dipinggirkan karena dianggap mengancam jabatan sang bos yang sedang berkuasa. Goyangan artis
penyanyi atau senyuman manis pemain sinetron dihargai jauh lebih mahal daripada pemikiran seorang berilmu.

Guinness world book of record mencatat bahwa universitas tertua di dunia berdiri pada masa keemasan islam, yaitu
universitas Al-Karaouine di Marokko. Islam harus menjadi leader dalam iptek bila mau maju. Kenyataan sekarang
pemuda muslim berlomba study ke negeri kafir. masih bagus bila ilmu yang dicari adalah ilmu dunia, namun banyak
juga yang study agama islam ke universitas di negeri kafir yang para dosennya dari umat atheis dan kristiani.

kerja sama
Kekalahan kita di bidang iptek saat ini bukan karena kita lebih bodoh dari generasi sebelum kita, tetapi karena
lemahnya ikatan iman sesama muslim. bisa jadi ini memang disengaja oleh musuh-musuh islam agar islam selalu lemah,
namun tentu semua kembali kepada tanggung jawab kita masing-masing individu sebagai bagian dari ummat.

Banyak anak ummat yang cerdas dan pandai, namun banyak juga yang mengabdikan ilmu dan tenaganya mereka bagi
kemajuan negeri kafir dengan mengharap kemakmuran pribadi. Salah satu faktornya karena di negeri sendiri mereka
tidak dihargai. ini seperti lingkaran syetan yang hanya membuat kita semakin lemah dan mereka semakin kuat. entah
kapan budaya seperti ini bisa berakhir.

Sebagai kesimpulan, seberapa banyakpun buah yang kita panen ia akan segera busuk dan tak berguna bila kita tidak
punya kulkas yang cukup besar untuk mengawetkannya. Seberapa banyakpun ilmuwan muslim yang tercipta namun bila
budaya dengki dan takut orang lain maju masih dipelihara, itu adalah virus-virus yang menghancurkan benih-benih
kemajuan islam. Sebagai tambahan, ilmuwan muslim pun harus bersabar dan cerdas mencari celah untuk membangun
negeri dan agama, dan tidak mudah tergiur tawaran membangun negeri kafir dengan imbalan kekayaan pribadi.


IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 56

Mimpi kemajuan islam akan menjadi ambisi bila disertai kerja keras dan kerja sama, tetapi akan menjadi ilusi bila kita
hanya suka 'wait and see'

mohon maaf bila ada yang tidak berkenan atas kritikan ini. Complain dan kritik tentu saya terima.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 57


33. KAMANAKAN AMBO TA’AT BAUGAMO

Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Suatu kali nampak lendir di berak Pance. Sang ayahpun dengan nada tinggi memanggil ibu anak kesayangannya: ”Kau
kasi makan apa anak ini. Kenapa sampai beraknya berlendir!”. Dilain waktu bundo Kamsidar juga kena marah waktu
suaminya melihat badan anaknya itu merah-merah digigit nyamuk. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memang benar-
benar disayang dan dimanja. Pergi ke sekolah dihantar dan dijemput sendiri oleh ayahnya meskipun ia adalah seorang
pengacara yang sibuk. Tidak jarang sepulang kantor dibelikannya anaknya itu baju baru dan makanan yang enak-enak.
Sejak lahir, masa kanak-kanak, remaja sampai dewasa ia selalu mendapat perhatian ayahnya. Tetapi anak yang
dimanja itu tidak kolokan. Ia cerdas, rajin, ta’at beragama serta sukses dalam perjalanan hidupnya. Ia lulus sarjana
hukum UI, aktif di YLBHI dan memegang lisensi konsultan diberbagai bidang seperti hak intelektual, pajak, pasar
modal, pengacara dan penasehat hukum.
Itulah Pance alias Chandra M Hamzah, anggota KPK non aktif yang tegar dan santun itu, sebagaimana diceritakan oleh
Yulia Abidin, tante kandungnya dari Padang Tinggi, Nagari Koto nan Ompek, Payakumbuh dalam dalam wawancara
dengan Padang Ekspres. Rencananya dia akan dianugerahi gelar Datuk Pado oleh suku Bendang, tetapi tertunda-tunda
oleh kesibukannya di KPK dan musibah yang sedang menimpanya. Mamak-mamak dan eteknya dikampung yakin
Chandra tidak bersalah: kamanakan ambo ta’at baugamo......
Anak manja yang pantas diangkat menjadi Datuk seperti Chandra M Hamzah adalah satu dalam seribu. Kebanyakan
yang lainnya mubah dan bermasalah.
Menurut pengamatan awam saya, banyak orang kaya yang memanjakan anak-anaknya justru dengan alasan latar
belakang penderitaannya sendiri semasa muda. Mereka merasa bahwa dirinya telah cukup menderita dan tidak ingin
keturunannya juga mengalami hal yang sama. Mereka adalah yang waktu mudanya bergerilya dizaman revolusi, lalu
menjadi Jendral yang berkelebihan di dizaman kemerdekaan. Atau mereka yang berjalan kaki sepuluh kilometer
selama enam tahun sekolah dasar, lalu kuliah terputus-putus karena kurang biaya, sampai akhirnya lulus dan meniti
karir sampai menjadi Dirjen yang serba kecukupan. Mereka adalah para pejuang gigih diwaktu muda dan sukses dihari
tuanya, yang entah karena apa lebih memilih memanjakan anak-anaknya ketimbang mendorong mereka mengikuti
jejak perjuangannya yang gigih dan ulet.
Itulah intinya: dia tidak rela anaknya menderita. Derita sudah cukup untuk dirinya, no more, no more, no more.
Terdengar manusiawi bukan? Rizki yang ia peroleh dengan kerja keras dan halal, untuk apalagi kalau tidak untuk
kebahagiaan istri dan anak-anaknya. Kenapa harus berjalan kaki ke sekolah kalau ada mobil dan sopirnya. Kenapa harus
bertahun-tahun mencicil rumah KPR-BTN, kalau rumah yang layak bisa dibelikannya dengan tunai?
Hanya sayangnya bukan hanya mobil dan rumah, anak-anak mereka juga minta dibelikan ijazah dan kursi manager....

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 58


34. SEKRETARIS: ANTARA JONTROT DAN BEGUNDAL


Jum’an
http://jumanb.multiply.com
Apabila bila karir kita menanjak dan kesibukan makin bertumpuk, kita perlu bantuan seorang sekretaris. Agar kalau
mau bepergian keluar negri kita tidak repot urusan tiket, hotel, jemputan dan lain-lain. Dengan siapa, dihotel mana
dan kapan kita harus meeting, dialah yang membantu mengingatkan dan mengaturnya. Tamu mana yang pantas dan
yang tidak usah kita temui, menyaring informasi dan menyampaikan pesan-pesan kepada bawahan. Mengirim ucapan
selamat atau belasungkawa untuk relasi. Dan tidak kalah pentingnya, menjaga rahasia perusahaan maupun rahasia
pribadi kita.
Kalau kita ingin perusahaan dan organisasi yang sukses dan unggul, kita perlu banyak akal dan siasat. Seperti
menempuh jalan pintas, mengulur waktu, meyakinkan dan mempengaruhi pihak lain baik para pelanggan, pesaing
maupun penjabat pemerintah. Kiat-kiat yang tidak ada pelajarannya dalam buku. Lama-lama tidak boleh tidak karakter
pribadi kita mewarnai pola kerja perusahaan.
Meskpun dalam dunia bisnis sudah ada aturan-aturan baku yang jelas, ada prinsip-prinsip management, tetap saja
akhlak kita ikut berperan. Ada culas ada rakus, ada jujur ada amanah, ada sabar ada ambisius.
Nah. Sekretaris yang tugasnya memudahkan dan mengamankan pekerjaan kita bisa bebelok tugas mengikuti tarian kita
dalam memimpin. Ibarat gendang mengikut lagu. Dan karena kita sudah lama tahu siapa diri kita, maka kita bisa
memilih sekretaris macam apa yang kita butuhkan. Kalau menginginkan bisnis atau organisasi berjalan rapih dan tidak
kedodoran, mengikuti ’good corporate governance’ carilah seorang sekretaris yang professional sesuai dengan bidang
kegiatan kita.
Bila bisnis kita disekitar dunia entertainment, real estate atau perusahaan kosmetik yang memerlukan rayuan untuk
menarik pelanggan, kita pilih sekretaris yag disamping cerdas harus berpenampilan atraktif berwajah cantik dan pandai
berkicau. Karena dia akan lebih kita manfaatkan sebagai pemikat atau jontrot. Jontrot adalah burung betina yang
diikat dalam sangkar jebak dengan pintu terbuka, digantung diatas pohon tinggi untuk menarik burung jantan yang
akan kita tangkap. Sebuah profesi yang membutuhkan gairah dan kelincahan. Gadis bahenol bercelana jean ketat yang
bekerja di bengkel mobil untuk menarik pelanggan atau selebriti yang menjadi PR perusahaan kosmetik mirip dengan
pekerjaan jontrot bukan?
Tetapi kalau bisnis kita canggih dan ruwet seperti partai politik, kita perlu sekeretaris yang tebal muka, berani pasang
badan demi rahasia dan kehormatan kita, ahli berkelit dan sigap membuat alasan palsu. Karena ia akan kita jadikan
begundal, yaitu orang yang kita bayar untuk menelan semua kelicikan dan keculasan, sementara kita bisa tetap
tersenyum. Atau antek atau centeng.
Gambaran seorang begundal yang legendaris adalah Bupati Lebak dan Demang Parangkujang dizaman Belanda satu
setengah abad lalu, seperti diceritakan oleh Douwes Dekker (Multatuli) dalam bukunya: Max Havelaar. Mereka sengaja
menindas rakyat sesama pribumi untuk kepentingan penjajah.
Adapun sekretaris begundal versi baru yang lebih rapih dan terselubung, banyak terdapat dinegeri kita. Dari yang kelas
kantoran sampai yang ada disekitar istana presiden.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 59


35. Anda Bebas Memilih: Abu Bakar Ra atau Umar Ra

Ervan
http://mujitrisno.multiply.com


Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa khawatir tidak akan bangun di akhir malam, hendaklah ia melaksanakan shalat
witir di permulaan (sebelum tidur), dan barangsiapa yakin bisa bangun di akhir malam (setelah bangun) hendaklah ia
melakukannya di waktu akhir, sebab shalat di penghujung malam adalah ibadah yang disaksikan secara langsung dan
tentu saja itu lebih utama." HR Muslim, Atturmudzi, dan Ibnu Majah.

Ini juga merupakan kemudahan dari Allah tentang cara beribadah. Memang sholat malam merupakan ibadah nafilah,
akan tetapi Rasulullah SAW hampir tidak pernah meninggalkan ibadah ini. Sholat malam bisa dilakukan sebelum tidur
ataupun sesudah bangun tidur (tahajud). Mudah bukan, bila kita tidak yakin bisa bangun malam, karena mungkin
kondisi kita yang sangat lelah, cobalah kita men DP sholat malam kita dengan sholat satu rekaat sebelum tidur.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Abu Bakar Ra dan Umar Ra, "Kapan biasanya kalian melakukan Sholat Witir?",
Abu Bakar Ra menjawab, "Saya biasa melakukan di awal malam selepas Isya', dan Umar Ra menjawab, "Saya
melakukannya di akhir malam." Rasulullah SAW pun berkomentar, "Abu Bakar, engkau telah berpegang kepada
kepastian, sedangkan Umar, engkau berpegang pada keutamaan." HR Abu Dawud.

Itulah salah satu sifat pemimpin, selalu memotivasi. Tidak mengunggulkan yang satu dan merendahkan yang lain. Abu
bakar mendapat kepastian akan pelaksaan sholat malam, sedangkan Umar Ra mendapatkan keutamaan melaksanakan
sholat malam pada waktu akhir malam.

Bagaimana dengan kita, apakah kita mengejar kepastian ataukah keutamaan, malah kita tidak mengejar dua-duanya.
(Bang Navre)

Maroji' : Amru Kholid, Ibadah Sepenuh Hati dll

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 60


36. Berkorban untuk kesempurnaan


Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Kesempurnaan adalah sesuatu yang dicari-cari manusia walau kita tahu ia tidak pernah ada. seorang pria mencari calon
istri yang sempurna, seorang karyawan mencari jenis kerjaan yang sempurna, seorang pelajar mencari buku yang
sempurna, bahkan seorang koruptor mencari cara agar ia bisa mencuri uang dengan sempurna. Entah itu keinginan yang
baik atau keinginan yang jelek, tidak ada yang benar2 sempurna. semua dalam keseimbangan neraca baik dan buruk
atau dalam bahasa management disebut strengh and weakness yang disangat dikenal dalam SWOT analysis. that the
real world!

Kesadaran kita bahwa tidak ada yang sempurna akan membentuk pola pikir kita. seorang yang positif akan berusaha
menyempurnakan apa yang tidak sempurna. sedang seorang yang negatif akan menghina dan merendahkan apa yang ia
anggap tidak sempurna. Disinilah awal mula akhlaq seorang manusia. Orang yang cerdas bukanlah orang yang
menciptakan kesempurnaan tetapi orang yang berusaha menyempurnakan apa yang tidak sempurna.

Thomas Alfa Edison, dianggap orang cerdas karna sukses menemukan lampu bohlam. Namun dibalik itu ia menciptakan
ribuan jenis lampu bohlam yang tidak sempurna hingga akhirnya ia menyempurnakannya menjadi lampu bohlam yg kita
nikmati saat ini. Menggapai kesempurnaan itu seperti jalan panjang, terjal dan berliku yang di dalamnya dituntut
pengorbanan.

Demikian juga dalam Islam, syurga tidak dijual dengan harga yang murah. ia tidak bisa ditukar dengan hati yang
setengah. ia tidak bisa diraih dengan prinsip asal islam. Ia tidak bisa ditebus dengan mengorbankan nyawa orang lain
seperti dalam kasus penyaliban jesus (dlm versi kristen). Ia menuntut pengorbanan dari tiap-tiap kita.

Luckily, kita diberi kesempatan untuk berkorban secara khusus yaitu pada hari kemarin, hari raya kurban.

Dalam sebuah kisah diceritakan ada seorang anak yang menangis dan marah kepada ayahnya. ia tidak terima ketika
sang ayah mengorbankan kambing peliharaan sang anak. ia menganggap kambing itu lebih dari seekor hewan. ia
merawatnya dengan kasih sayang. kambing itu menjadi teman bermainnya. Kambing itu menjadi sehat dan gemuk. Ia
tidak terima ketika sang ayah memilih kambing itu untuk di potong. Namun akhirnya sang ayah bisa memberikan ilmu
dan pengertian bahwa ia mengorbankan kambing itu karena sayang kepada kambing itu.

Kesedihan sang anak sangat bisa dimaklumi, karena Allah telah menciptakan hati kita untuk cinta kepada harta dan
hewan ternak. Mungkin kita tidak lebih dari sang anak yang terlalu sayang dengan harta kita. kita tiap hari sibuk
menggemukkan saldo rekening, tetapi hanya berinfak dalam jumlah yang sepersekian persen saja. Ketakutan pada
masa depan membuat kita menjadi manusia yang memeluk erat-erat harta yang kita anggap milik kita.

Point penting dari hari raya ini bukanlah hanya untuk mengorbankan kambing atau sapi, tetapi mengorbankan hati dan
perasaan kita demi kemuliaan islam dan kesempurnaan iman.



IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 61


37. Hitam Putih Seorang Anak

Intan
http://intan0812.multiply.com
Ada ungkapan yang cukup dikenal: anak itu dilahirkan dalam keadaan bersih ibarat secarik kertas putih, akan jadi
apanya tergantung bagaimana kita menuliskan di kertas itu, apakah akan menjadi lukisan yang bagus dengan warna
warni yang indah, atau coret-coretan yang tidak karuan.
Didikan orang tua memang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang seorang anak, tetapi lingkungan juga mempunyai
andil besar. Dan seharusnya orang tua tidak berpangku tangan jika anak-anaknya yang telah beranjak dewasa
memasuki lingkungan pergaulan ataupun kerja yang beresiko. Sepatutnya walau sudah aqil balik, tetap dipantau sejauh
mana lingkungan telah berpengaruh pada iman dan prinsip hidupnya.
Itulah yang saya lihat terjadi pada teman-teman saya. Terlalu panjang kalau saya ceritakan satu-satu. Kita ambil
contoh saja, kasus yang paling ektrim. Ada seorang teman dekat, karena kita pernah sama-sama mengikuti kegiatan
ektra kurikuler yang sama. Sebut saja Anisa, dia seorang wanita yang cantik. Dididik secara islami yang agak keras
menurut saya, karena kebetulan kedua orang tuanya berasal dari Aceh. Pergaulan dengan laki-laki sangat dibatasi
sekali oleh papanya. Dan tidak seperti layaknya cewe cantik yang disukai banyak cowo di sekolah, Anisa tidak
mengikuti trend saat itu dengan berpacaran atau pun bergonta ganti pacar. Dia rajin melakukan shalat, bergaul
sewajarnya dan tidak keluar jalur, sebagai salah satu teman dekatnya saya cukup salut dengan prinsip Anisa saat itu.
Tapi apa yang terjadi setelah dia lulus dan bagaimana kehidupannya sekarang membuat saya tercenung. Setelah lulus
SMA, Anisa tidak meneruskan kuliah, dengan modal kecantikannya dan proporsi tubuhnya yang tinggi langsing, dia
diterima bekerja sebagai seorang pramugari pada satu salah airline milik pemerintah. Nah mulai disinilah terjadi
perubahan pada dirinya.
Dia bertemu dan jatuh cinta pada seorang engineer di perusahaan penerbangan tersebut, yang akhirnya membuat dia
lupa diri… masuk dalam pergaulan bebas.. sampai-sampai dia hidup bersama tanpa menikah. Kedua orang tua Anisa
terlambat, Anisa nekat tetap berhubungan dengan pacarnya. Dan karena kedua orang tua Anisa tidak menyetujui
hubungan mereka, akhirnya dia dinikahkan oleh orang tua sang pacar, dan sekarang dia menjadi seorang Nasrani
karena mengikuti agama suaminya.
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun…………………….. speechless saya mendengar kisahnya… bingung mau berkata-kata apa…
Hal ini tidak saya ketahui dari dia, tapi dari seorang teman yang menceritakannya.
Saat bertemu di acara reuni, saya tidak banyak berbicara dengan dia. Kita sama-sama tahu, ada hal-hal yang tidak
boleh kita bahas. Aneh rasanya, biasanya dulu kita suka terbuka pada masa-masa sekolah dulu, diseling latihan
bersama, ujian kenaikan tingkat dan saat melakukan Gashuku (lari jarak jauh) di seputar puncak.. kita sering bercanda,
curhat.. dan banyak obrolan-obrolan lainnya…saat reuni kemarin kita hanya berbicara sedikit yang kesannya cuma basa
basi……………..
Seorang Anisa yang dibesarkan dalam suasana islami, penuh dengan norma-norma islami, bisa melenceng
jauh……………….. sehingga membuat ayah dan ibunya sakit-sakitan hingga sekarang karena terbebani pikiran mereka
yang prihatin dengan putri bungsunya yang telah menukar aqidahnya hanya karena satu kata… cinta……….
Dari semalam tak bisa hal ini saya lupakan begitu saja, setiap ketiga anak saya tidur……. Saya pandangi wajah mereka
satu-satu… apa jadinya mereka nanti??? Apakah mereka akan berwarna putih, berwarna hitam ataupun berwarna
warni??? Hanya Allah lah yang tahu. Kita sebagai orang tua, hanya berusaha untuk mendidik dan merawat mereka
dengan baik. Berusaha mengarahkan mereka untuk tetap berada di lingkungan yang baik dan berusaha untuk
meluruskan mereka kembali jika mereka salah langkah…..
Saya hanya bisa berdoa dan berusaha, semoga saja, saya masih diberi kesempatan untuk selalu bisa memantau mereka,
dan tidak terlambat seperti kedua orang tua Anisa. Wallahualam…..

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 62


38. Wanita “mapan” lebih suka hidup sendiri, benarkah?


Intan
http://intan0812.multiply.com
Entah kenapa, banyak teman-teman wanita yang sekarang ini lebih memilih hidup “nyinggle” baik yang sudah pernah
menikah dan ada yang sudah punya anak maupun yang benar-benar masih single. Kalau ditanya apa alasan mereka,
variatif sekali jawabannya, dari yang bisa merasa bebas, ada yang cape katanya diboongin laki-laki melulu, ada yang
hopeless gak dapat-dapat jodoh, dan ada juga yang merasa enjoy hidup seperti itu.
Saat ini, banyak orang yang memandang kesuksesan orang itu selalu terkait dengan masalah kemapanan karir dan
kemapanan secara financial…. Sehingga fenomena wanita mapan hidup single tidak menjadi barang aneh lagi.
Mengapa sih mereka memilih untuk “nyinggle”?
Ternyata banyak cerita-cerita sedih di balik keputusan mereka memilih hidup sendiri. Dari yang berpisah dengan
suaminya hanya karena tidak diberi keturunan, karena suami selingkuh, karena suami tidak menafkahi secara materi,
dan masih banyak alasan lainnya.
Mereka merasa hidup sendiri jauh lebih mudah, tidak repot, mereka bisa mengatur keuangan sendiri dan mengambil
keputusan-keputusan penting dalam hidupnya seorang diri. Malah ada teman yang tidak berniat untuk menikah secara
resmi lagi, dia lebih memilih untuk menikah secara siri, hanya karena dia ingin mengelola hartanya dengan lebih
leluasa……………… serta punya waktu yang banyak untuk diri sendiri katanya……..
Bagi saya, mempunyai keluarga yang komplit, ada ayah, ibu dan anak adalah masih merupakan pilihan hidup yang
nyaman. Bukan hanya untuk ke diri sendiri, tapi demi juga perkembangan psikologis anak-anak kita nantinya. Masih
menurut saya lho, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga lengkap dan harmonis akan tumbuh lebih sehat jiwanya
ketimbang anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak lengkap dan tidak harmonis. Sedikit banyak walau tidak
kelihatan secara kasat mata, ketimpangan itu bisa mempengaruhi jiwa dari anak tersebut nantinya.
Tapi bagi wanita yang mempunyai masalah dalam rumah tangga dan tidak punya kuasa, tidak punya pekerjaan, tidak
mandiri, mereka lebih memilih untuk tetap tinggal dengan suaminya dan berusaha menerima apa adanya. Tetap
bersabar dan selalu berdoa semoga suatu hari kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik.
Bukan bermaksud mendiskreditkan laki-laki, sebenarnya banyak kasus-kasus serupa. Dan tidak sedikit para laki-laki
mempunyai andil besar dalam hal ini. Ketidaktahuan para laki-laki akan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah dan
suami dalam islam sering menimbulkan masalah-masalah dalam rumah tangga. Malahan ada kisah dari seorang teman,
bukan karena tidak mempunyai pekerjaan ataupun penghasilan, tapi entah mengapa, dia tidak diberi uang untuk
kebutuhan hidupnya oleh sang suami karena sang suami menganggap istrinya sudah cukup mempunyai uang………
Seandainya mereka mengerti dan menjalankan prinsip-prinsip hidup sesuai tuntutan Al-Qur’an dan Hadist, mungkin
tidak sedikit keluarga yang bisa diselamatkan dan terhindar dari perceraian. Wallahu alam

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 63


39. Israel menguasai airport dunia

Abang Kalash
http://kalasnikhov.multiply.com

Jonathan cook, seorang wartawan inggris, melaporkan hasil temuannya bahwa israel menguasai dan mengontrol hampir
seluruh airport di dunia. Beliau sendiri sempat ditangkap dan diinvestigasi oleh israel karena didakwa memasuki
wilayah terlarang di bandara afrika selatan.

Di Afrika selatan, israel menebar orang-orangnya untuk memata-matai para penumpang khususnya penumpang muslim
dan warga kulit hitam. Padahal Afrika selatan sudah mendeklarasikan bebas rasial, tetapi israel tetap memberlakukan
hal ini.

Polisi mata-mata israel atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'shin bet' bekerja tanpa diketahui petugas keamanan
setempat. mereka bermain di level atas. biasanya mereka punya identitas sebagai karyawan di salah satu perusahaan
swasta yang punya hubungan dengan bandara, entah itu perusahaan keamanan atau bukan. Mereka punya wewenang
membawa senjata di bandara dan menginvestigasi penumpang yang mereka curigai (biasanya muslim).

sudah bukan menjadi rahasia umum bila israel meletakkan barang terlarang dalam bagasi penumpang untuk mencari
alasan untuk menginvestigasi orang tersebut. cara seperti ini sangat israel sekali. Fitna adalah cara yang juga diajarkan
kepada para intel diseluruh dunia (ingat lagi kasus dakwaan polisi terhadap KPK, mereka menggunakan cara yang
serupa)

Hal penting dari temuan wartawan ini adalah bila kita hubungkan dengan peristiwa 9/11. Dalam postingan kemarin
yang dipublish oleh rekan kita elazhar di group ini, diberitakan bahwa pihak israel bermain dalam peristiwa tersebut
dan menggunakan al-qaidah sebagai pelaku terorisme.

Hipotesanya jika israel punya kewenangan dalam hal security dan bahkan menguasai kebijakan airport, tentu kita sulit
memisahkan pelaku pembajakan pesawat 9/11 dengan israel. Dalam ilmu kejahatan, tersangka kejahatan yang pertama
kali diduga adalah yang paling dekat dengan korban. Namun Bush dan israel yang telah mempersiapkan skenarionya
telah membuat bukti-bukti yang mengaitkan 9/11 secara hasil terorisme islam. sejalan dengan waktu kebenaran pasti
akan terbuka, seperti Al-meghari (almarhum) bilang "the truth never dies".

Penelusaran di wikipedia didapati bahwa perusahaan israel yaitu NASDAQ atau MAGAL menguasai security 75 negara di
dunia termasuk bandara, penjara, komunikasi, fasilitas nuklir, perbatasan, pemerintahan dan bidang-bidang penting
lainnya. Tentakel israel mencengkeram seluruh bidang penting di hampir seluruh dunia.

Dalam menjalankan operasinya menghancurkan islam, israel menggunakan cara yang sama yaitu membuat kejahatan
dan mengkambinghitamkan pihak lain sebagai pelakunya. Saat ini islam adalah kambing hitamnya. Mereka belajar dari
Hitler yang membakar sendiri gedungnya di Nurnberg lalu mengkambinghitamkan yahudi sebagai pelakunya. sangat
betul bila islam menganggap 'fitna' lebih kejam daripada pembunuhan.

IUA karya bersama Edisi November 2009 Page 64


Alhamdulillah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->