You are on page 1of 8

2.3.

TUJUAN PENGADAAN
BANGUNAN
oleh :
I Made Edo Dhaniswara 1219251036
Kadek Ajas Setiadika 1219251049
I Putu Zenit Arimbhawa 1219251050
2
Tujuan Pengadaan Bangunan
2.3. TUJUAN PENGADAAN
BANGUNAN
2.3.1. Pembahasan
Tujuan Pengadaan Bangunan
Tujuan dari pengadaan suatu bangunan, secara umum adalah pemanfaatan ruang kawasan
kota atau permukiman untuk dikembangkan, dikontrakan, atau dijual baik kepada perusa-
haan, perseorangan, dan lain lain.
Adapun beberapa jenis bangunan memiliki tujuan pengadaan secara lebih khusus misal-
nya :
• Hotel
menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara bagi para pendatang untuk kepentin-
agan wisata maupun kepentingan lain seperti bisnis, dan sebagainya.
• Apartment :
meremajakan kawasan kota dan untuk perbaikan lingkungan pada kawasan yang rela-
tif padat penduduk dengan permukiman vertikal
Pengertian High Rise Building
Sebuah bangunan tinggi adalah bangunan atau struktur tinggi. Biasanya, fungsi bangunan
ditambahkan, contohnya bangunan apartemen tinggi atau pusat perbelanjaan. Bangunan
tinggi menjadi mungkin dengan penemuan elevator (lift) dan bahan bangunan yang lebih
murah dan kuat. Bangunan antara 75 kaki dan 491 kaki (23 m hingga 150 m), berdasarkan
Sumber : https://
www.addressre-
port.com/blog/
wp-content/
uploads/2012/06/
High-Rise-Building.
jpg#rentenna
3
Tujuan Pengadaan Bangunan
beberapa standar, dianggap bangunan tinggi. Bangunan yang lebih dari 492 kaki (150
m) disebut sebagai pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13 kaki (4 m),
sehingga bangunan setinggi 79 kaki (24 m) memiliki 6 tingkat.
Bahan yang digunakan untuk sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan
besi. Banyak pencakar langit bergaya amerika memiliki bingkai besi, sementara blok
menara penghunian dibangun tanpa beton. Meskipun defnisi tetapnya tidak jelas, banyak
badan mencoba mengartikan arti ‘bangunan tinggi’:
1. International conference on fre safety in high-rise buildings mengartikan bangunan
tinggi sebagai “struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap
evakuasi”
2. New shorter oxford english dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai “bangu-
nan yang memiliki banyak tingkat”
3. Massachusetts general laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 70 kaki
(21 m)
4. Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan
bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (23 m).
Struktur bangunan tinggi memiliki tantangan desain untuk pembangunan struktural dan
geoteknis, terutama bila terletak di wilayah seismik atau tanah liat memiliki faktor risiko
geoteknis seperti tekanan tinggi atau tanah lumpur. Mereka juga menghadapi tantangan
serius bagi pemadam kebakaran selama keadaan darurat pada struktur tinggi. Desain
baru dan lama bangunan, sistem bangunan seperti sistem pipa berdiri bangunan, sistem
hvac (heating, ventilation and air conditioning), sistem penyiram api dan hal lain seperti
evakuasi tangga dan elevator mengalami masalah seperti itu
Pengertian Mix used Building
Dalam konteks urban, bangunan tinggi
multi fungsi, dikenal dengan istilah
“mixed-use building” adalah suatu
bangunan yang mengakomodasi be-
berapa fungsi sekaligus, umum¬nya
fasilitas komersial yang meliputi mall,
per¬kantoran, perbankan, perhotelan,
kondominium, apartemen, rekreasi, au-
ditorium, sineplex, studio radio/tv, ru-
ang observasi dan restoran, parkir. kes-
emua fungsi tadi disusun secara vertical
dalam wujud suatu bangunan tinggi un-
tuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, menciptakan citra (image) dan identitas spesifk
serta integrasi maksimal semua elemen system dalam bangunan.
Tujuan utama dari mixed use building ini adalah menuju bangunan tinggi sebagai sinergi
antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang sebagai sumber pendapatan
harus saling mendukung dan melengkapi dengan menghindari kompetisi antar fasilitas
sehingga secara kolaboratif dapat memberikan kontribusi pendapatan yang baik.Penera-
pan bangunan tinggi ini diutamakan pada area lahan strategis yang hanya menempati
lahan yang relative kecil, umumnya di pusat kota.
http://www.colum-
busunderground.
com/wp-content/
uploads/2013/08/
new-mixed-use-de-
velopment-01.jpg
4
Tujuan Pengadaan Bangunan
Apartemen
Apartemen merupakan sebuah model tempat
tinggal yang hanya mengambil sebagian ke-
cil ruang dari suatu bangunan. Suatu gedung
apartemen dapat memiliki puluhan bahkan ratu-
san unit apartemen.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan
apartemen yang lebih harmonis pada masa yang
akan datang, dan dalam rangka mencegah berb-
agai dampak yang timbul, perlu dikembangkan
berbagai pendekatan yang bersifat interdisiplin,
yang mencakup :
1. Kebijaksanaan pengembangan mengenai pengendalian pembangunan apartemen
yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
2. Pemanfaatan sumber daya alam, lahan, air dan udara secara bijaksana.
3. Pengembangan sistem informasi dan evaluasi apartemen yang dinamis dan multi sek-
tor.
4. Peningkatan pengembangan institusi pelayanan (services organization) dalam menun-
jang pembangunan apartemen yang bertumpu kepada masyarakat (community devel-
opment),
5. Terciptanya manajemen pembangunan apartemen yang terarah, terstruktur, dan teren-
can secara adil dan bijaksana.
Standar Perencanaan Apartemen
Perencanaan harus memperhatikan kehidupan individual dan kolektif, yang merupakan
macam-macam aktivitas baik yang bersifat rutin maupun yang insidentil. Apartemen
membutuhkan ruang-ruang dengan skala yang manusiawi kenyamanan dan keamanan.
1. Keamanan
Merupakan suatu keadaan yang bebas dari rasa takut dan bebas dari bahaya yang akan
menyebabkan kecelakaan atau penyakit.
2. Privacy
Suatu kondisi kehidupan yang memberikan kebebasan bagi seseorang tanpa terganggu
atau tanpa campur tangan pihak lain, baik berupa pandangan maupun suara.
3. Kenyamanan
Segala sesuatu yang memperlihatkan dirinya sesuai dengan harmonis dengan penggu-
naan suatu ruang, baik dengan ruang itu sendiri maupun dengan berbagai bentuk, tekstur,
warna simbol maupun tanda, suara, bunyi atau apapun juga.
Kondotel
Kondotel terdiri dari dua kata kondominium dan hotel, yang bangunannya berupa aparte-
men dengan keunggulan pelayanan eksklusif, seperti tinggal di hotel.
Kondotel adalah kondominium sewa yang merupakan varian dari apartemen berjenis
sewa (lease). Hunian ini awalnya populer di Amerika Serikat sebagai bangunan mewah
milik perorangan seperti apartemen. Pada saat pemiliknya tidak menempati bangunan
tersebut, maka kondotel disewakan layaknya hotel.
http://cdn.home-
designing.com/
wp-content/up-
loads/2013/08/
modern-apart-
ment-living-5.
jpg
5
Tujuan Pengadaan Bangunan
Hotel
Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi
yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta
fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum,
baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan
fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu.
Jenis hotel menurut tujuan kedatangan tamu
• Bussiness Hotel
Merupakan hotel yang dirancang untuk mengakomoasi tamu yang mempunyai
tujuan berbisnis. Hotel seperti ini memerlukan berbagai macam fasilitas seperti olah
raga, bersantai, jamuan makan ataupun minum, fasilitas negosiasi dengan mengede-
pankan kenyamanan dan privasi yang tinggi. Selain itu standart luas ruang perte-
muan juga perlu dipertimbangkan.
• Pleasure Hotel
Merupakan hotel yang sebagian besar fasilitasnya ditujukan untuk memfasilitasi
tamu yang bertujuan berekreasi. Sebagai fasilitas pendukung aktivitas rekreasi, ho-
tek seperti ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk bersantai dan relaksasi baik
itu unutk krgiatan outdoor ataupun indoor.
• Country Hotel
Merupakan hotel khusus bagi tamu antar negara. Hotel seperti ini sangant memerlu-
kan privasi dan kemanan yang sangat tinggi. Biasanya lokasi hotel tersebut berada
di pusat kota agar dekat dengan pusat pemerintahan suatu negara, atau berada jauh
dari pusat kota tetapi lokasi tersebut mempunyai nilai lebih seperti pemandangan
yang indah sehingga tamu daapt beristirahat dengan nyaman.
• Sport Hotel
Merupakan hotel yang fasilitasnya ditujukan terutama untuk melayani tamu yang
bertujuan untuk berolahraga. Untuk fasilitas sport hotel hampir sama dengan fasili-
tas pleasure hotel, hanya saja untuk fasilitas olah raga lebih ditonjolkan, tidak hanya
sekedar fasilitas olah raga untuk berekreasi TELfasilitas untuk berekreasi juga tetap
diadakan karena tidak semua tamu yang menginap di hotel tersebut merupakan ka-
langan penggemar olah raga saja tetapi juga merupakan masyarakat biasa.
Gedung Pertunjukan
Pengertian
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, gedung adalah sebuah bangunan tembok yang
berukuran besar sebagai tempat kegiatan seperti perkantoran, pertemuan, perniagaan, per-
tunjukan, olahraga dan sebagainya. Selain itu juga bisa diartikan sebagai rumah tembok
yang berukuran besar. Sedangkan dalam kamus bahasa Inggris pengertian dari gedung
adalah pembangunan permanen yang tertutup di atas sebidang tanah, memiliki atap serta
jendela dan biasanya lebih dari 1 tingkat, digunakan untuk berbagai kegiatan, sebagai
tempat tinggal, sarana hiburan atau manufaktur.
6
Tujuan Pengadaan Bangunan
Gedung pertunjukan yang akan dibahas disini adalah gedung pertunjukan yang digunak-
an untuk sebuah pagelaran musik atau biasa disebut dengan “Konser”. Pengertian konser
itu sendiri dalam kamus bahasa Indonesia adalah pertunjukan musik di depan umum, dan
yang kedua adalah pertunjukan oleh sekelompok pemain musik yang terjadi di beberapa
komposisi perseorangan. Jadi pengertian dari Concert Hall adalah sebuah bangunan beru-
kuran besar yang khusus dibangun untuk digunakan dalam pertunjukan musik.
Tujuan Gedung Pertunjukan
Adapun tujuan diadakannya gedung konser ini adalah:
1. Komunikatif
Suatu gedung konser musik dikatakan komunikatif apabila ruang pertunjukan gedung
konser musik di dalamnya dapat menciptakan suatu jalinan komunikasi dua arah antara
musik dan penonton, dalam arti penonton dapat memahami pesan yang ingin disampai-
kan oleh pemusik melalui lagu yang dibawakannya dan sebaliknya pemusik dapat dengan
mudah menciptakan nuansa dan suasana yang dapat mempengaruhi emosi penonton sep-
erti yang dimaksudkan di dalam lagu yang dibawakannya. Semua itu berpusat pada akus-
tik ruang yang dapat menciptakan kualitas suara yang baik.
2. Edukatif
Aspek edukatif merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain
bagi para pemusik, yang diwujudkan dengan penyediaan fasilitas berupa ruang studio
latihan musik. Disamping itu juga memiliki tujuan untuk mengenalkan pada masyarakat
luas tentang perkembangan musik, jenis-jenis musik, juga memberikan referensi khusus-
nya pada kalangan pemusik mengenai cara memainkan suatu jenis musik.
3. Rekreatif
Sebagai bangunan komersial, gedung konser musik juga memiliki aspek rekreatif karena
hal ini sesuai dengan fungsi musik yang menyenangkan hati pendengarnya, disamping
maksud lain untuk menciptakan fasilitasfasilitas yang saling mendukung dalam hal pem-
biayaan perawatan bangunan.
Sport Center
Sport center adalah bangunan yang mewadahi berbagai olahraga di dalam ruangan tertu-
tup maupun terbuka. Pada negara-negara maju sarana dan prasarana yang dimiliki oleh
mereka juga memasukkan unsurunsur pendukung seperti sarana perdagangan (retail),
restoran sebagai sarana pariwisata dan juga hiburan yang berkembang dinegara itu.
Secara umum prinsip perencanaan pemilihan jenis fasilitas yang tepat dan alokasi ukuran
area sebuah Sport center ditentukan melalui serangkaian program atletik dan program
di gedung tersebut, dan juga persyaratan pendidikan fsik para atlit. Sirkulasi bangunan
harus diteliti secara hati-hati selama proses perencanaan awal.
2.3.2. Perda
Perda ini dikutip dari :
PERATURAN DAERAH DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TA-
HUN 1999 TENTANG : RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAERAH KHUSUS
IBUKOTA JAKARTA
Bagian Pertama
Struktur Pemanfaatan Ruang Wilayah Propinsi
Paragraf 4
7
Tujuan Pengadaan Bangunan
Kawasan Permukiman
Pasal 15
(1) Kawasan permukiman terdiri atas kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi
dan sedang, dan kawasan permukiman dengan kepadatan rendah.
(2) Pengembangan permukiman secara bertahap diarahkan untuk mencapai norma 1
(satu) unit rumah yang layak untuk tiap keluarga.
(3) Setiap kawasan permukiman secara bertahap dilengkapi dengan sarana lingkun-
gan yang jenis dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat ber-
dasarkan standar fasilitas umum/fasilitas sosial.
(4) Fasilitas Umum/Fasilitas Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi:
a. Fasilitas Pendidikan;
b. Fasilitas Kesehatan;
c. Fasilitas Peribadatan;
d. Fasilitas Olah Raga/Kesenian/Rekreasi;
e. Fasilitas Pelayanan Pemerintah;
f. Fasilitas Bina Sosial;
g. Fasilitas Perbelanjaan/Niaga;
h. Fasilitas Transportasi.
(5) Bangunan campuran pada kawasan permukiman terdiri dari campuran antara pe-
rumahan dengan jasa, perdagangan, industri kecil dan atau industri rumah tangga secara
terbatas beserta fasilitasnya.
Bagian Empat
Pemanfaatan Ruang Wilayah Kotamadya
Paragraf 4
Pemanfaatan Ruang Kawasan Permukiman
Pasal 61
Pemanfaatan ruang kawasan permukiman di masing-masing Kotamadya adalah:
Kotamadya Jakarta Selatan:
Peremajaan kawasan kota dengan perumahan vertikal dengan intensitas tinggi di Setia
Budi, Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan dan Pesanggrahan; Pembangunan rumuh su-
sun sederhana di kawasan padat penduduk terutama di Kecamatan Tebet, Pancoran, Ke-
bayoran Lama dan Mampang Prapatan; Perbaikan lingkungan pada kawasan yang relatif
padat penduduk dan rawan banjir, di Kecamatan Pancoran, Tebet dan Mampang Prapatan
8
Tujuan Pengadaan Bangunan
DAFTAR PERTANYAAN
I Made Edo Dhaniswara K. (1219251036)
• Bagaimana proses pengembangan (developing) yang diterapkan pada lahan?
• Menurut sistem pengembanganya termasuk bangunan hotel apartemen atau kondotel
bangunan yang akan di bangun?
I Putu Zenit Arimbhawa (1219251050)
• Apa sajakah visi dari pembangunan Riverside Pancoran Apartment?
• Kenapa visi tersebut penting dan bagaimanakah visi tersebut dapat dicapai?