You are on page 1of 18

TEORI PASANG SURUT

Pengertian Pasang Surut
Pasang surut merupakan gerakan naik turunnya muka air laut secara periodik
yang diakibatkan oleh gaya tarik antara benda langit dan pergerakan
benda-benda langit tersebut. Pergerakan yang dimaksud disini, antara lain : rotasi
bumi, pergerakan bulan mengelilingi bumi dan pergerakan bulan-bumi
mengelilingi matahari, masing-masing pada orbitnya. Periode perputaran bumi
pada porosnya (rotasi bumi) adalah 24 jam sedangkan periode pergerakan bulan
mengelilingi bumi adalah 29, hari dan periode pergerakan bulan-bumi
mengelilingi matahari adalah !",24 hari.
Gambar 1 Faktor-faktor astronomis penyebab pasang surut air aut
#elain matahari, bumi dan bulan, didalam sistem tata surya terdapat begitu
banyak benda langit lainnya yang tidak disebutkan disini oleh karena
pengaruhnya terhadap pasang surut di bumi relati$ kecil jika dibandingkan
dengan pengaruh bulan dan matahari. %al ini dapat diterima dengan
pemahamaan tentang hukum &e'ton. (enurut hukum &e'ton, besarnya gaya
tarik menarik antara dua buah benda berbanding lurus dengan hasil kali massa
kedua benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
#ecara matematik, hubungan tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan :
))- *
+ , -
2
2 *
r
m m
dimana :
- , konstanta uni.ersal /(","0 1 2,22!) . *2
-3
4 5gr
- *
cm
!
s
-2
6
m
*
, massa benda pertama 5gr
- *
6
m
2
, massa benda kedua 5gr
- *
6
r , jarak antara benda pertama dan kedua 5cm
*
6
+ , gaya tarik menarik antara dua benda 5gr
*
cm
*
s
-2
6
7ari pernyataan tersebut jelas bah'a makin besar massa benda makin besar gaya
tariknya dan sebaliknya, makin jauh jarak benda makin kecil gaya tariknya.
#ehubungan dengan si$at 8at cair yang mudah berubah bentuk, maka pengaruh
gaya tarik antara bumi-bulan dan bumi-matahari mengakibatkan terjadinya
pergerakan naik turun pada permukaan air di bumi yang dikenal sebagai gerakan
pasang surut.
Pada -ambar * diperlihatkan lintasan pergerakan bumi-bulan terhadap
matahari dan lintasan pergerakan bulan terhadap bumi. 7ari gambar tersebut
jelas bah'a jarak antara bumi dengan bulan dan bumi dengan matahari, berubah
secara periodik, sehingga gaya tarik bumi-bulan dan bumi-matahari juga berubah
secara periodik.
9kibat dari perubahan gaya tarik tersebut adalah perubahan ele.asi pasang
surut secara periodik. Pada saat yang sama, akan terjadi arus pasang surut yaitu
pergerakan air dari lokasi dimana pengaruh gaya tarik lebih kecil ke lokasi yang
pengaruh gaya tariknya lebih besar oleh karena massa air yang ada di bumi
konstan.
))- 2
!enis Pasang Surut
Pengaruh gra.itasi bulan dan matahari terhadap bumi dan terhadap pasang surut
di bumi bergantung kepada posisi geogra$isnya. Pasang surut yang terjadi di
suatu lokasi:tempat memiliki amplitudo dan $rekuensi yang berbeda-beda.
Gambar " Pasang Purnama
-ambar 2 memperlihatkan posisi bulan, bumi dan matahari membentuk sudut
*32
;
atau segaris lurus yang akan menyebabkan pasang surut tinggi dikarenakan
gaya tarik terkonsentrasi ke satu arah. <ondisi ini dikenal dengan bulan baru atau
bulan purnama dan pasang surutnya disebut spring tide (pasang surut tinggi).
Gambar # Pasang perbani
-ambar ! memperlihatkan posisi bulan, bumi dan matahari membentuk sudut
92
;
, yang akan menyebabkan pasang surut rendah dikarenakan gaya tarik
terpecah ke dua arah tegak lurus. <ondisi ini dikenal dengan posisi bulan mati
dan pasang surutnya disebut neap tide (pasang surut rendah). Posisi bulan tegak
))- !
lurus poros bumi-matahari akan terulang lagi selang 'aktu *4 hari atau *:2
peredaran bulan mengelilingi bumi.
Tipe Pasang Surut
=mumnya periode pasang surut adalah sekitar *2 jam atau dalam satu hari terjadi
dua kali air pasang dan dua kali air surut. Pada beberapa tempat pasang surut
mempunyai periode ulang sekitar 24 jam atau air pasang dan air surut terjadi
hanya satu kali dalam sehari, sehingga dapat dikatakan bah'a pasang surut
adalah suatu gelombang panjang yang mempunyai periode kurang lebih *2 jam
atau 24 jam. Pasang surut menimbulkan gerakan horisontal air laut yang disebut
arus pasang surut.
Pada kenyataannya bentuk pasang surut di setiap tempat di bumi tidak selalu
sama. %al ini dikarenakan oleh besarnya gaya tarik bulan dan matahari tidak
sama untuk setiap lokasi:tempat yang ada di permukaan bumi. >entuk pasang
surut yang berbeda-beda ini dinamakan tipe pasang surut. ?ipe pasang surut yang
dimaksud dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu :
a. Pasang surut setengah harian
Pasang surut setengah harian berarti setiap setengah hari (*2 jam) di suatu
tempat tertentu terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. 7alam satu
hari akan terjadi dua kali pasang dan dua kali surut, disebut juga pasang surut
semi diurnal. 9pabila pasang surut ini disebabkan oleh gaya tarik bulan,
maka disebut lunar semi diurnal dan apabila disebabkan gaya tarik matahari
disebut solar semi diurnal.
b. Pasang surut harian
Pasang surut harian terjadi apabila dalam sehari (24 jam) hanya terjadi
satu kali air pasang dan satu kali air surut dan biasanya disebut juga
sebagai pasang surut diurnal.
))- 4
c. Pasang surut campuran
Pasang surut campuran terjadi apabila dalam sehari (24 jam) terjadi air
pasang dan air surut yang tidak beraturan.
Pasang surut campuran ini terbagi menjadi dua, yaitu :
• Pasang surut campuran condong ke setengah harian atau disebut dengan
mixed semi diurnal tide.
• Pasang surut campuran condong ke harian atau disebut dengan mixed
diurnal tide.
$eberapa %efinisi Ee&asi 'uka Air
9kibat adanya pasang surut, maka permukaan air laut selalu berubah setiap saat
seirama dengan pergerakan pasang surut. @leh karena itu diperlukan suatu
ele.asi permukaan laut tertentu yang dapat dipergunakan sebagai re$erensi.
#ampai saat ini ada berbagai macam permukaan laut yang dapat dipakai sebagai
re$erensi, diantaranya :
• Mean Highest High Water Level (MHHWL), tinggi rata-rata dari air tinggi
yang terjadi pada saat pasang surut bulan purnama atau bulan mati (spring
tide).
• Mean Lowest Low Water Level (MLLWL), tinggi rata-rata dari air rendah yang
terjadi pada saat pasang surut bulan purnama atau bulan mati (spring tide).
• Mean High Water Level (MHWL), tinggi rata-rata dari air tinggi selama
periode *3," tahun.
• Mean Low Water Level (MLWL), tinggi rata-rata dari air rendah selama
periode *3," tahun.
))-
Gambar ( $eberapa )efinisi permukaan air aut
• Mean Sea Level (MSL), tinggi rata-rata dari muka air laut pada setiap tahap
pasang surut selama periode *3," tahun, biasanya ditentukan dari pembacaan
jam jaman.
• High Water Level (HWL), ele.asi maksimum yang dicapai oleh tiap air
pasang.
• Highest High Water Level (HHWL), air tertinggi pada saat pasang surut bulan
purnama atau bulan mati (spring tide).
• Low Water Level (LWL), ele.asi minimum yang dicapai oleh tiap air surut.
• Lowest Low Water Level (LLWL), air terendah pada saat pasang surut bulan
purnama atau bulan mati (spring tide).
*ona +a,an Ra-a Pasang Surut
>erdasarkan sampainya air pasang surut di musim hujan dan pengaruh air laut di
musim kemarau, lahan ra'a dibedakan menjadi tiga 8one (lihat -ambar ),
yaitu :
))- "
• Aone ) : Ba'a pasang surut payau atau salin.
• Aone )) : Ba'a pasang surut air ta'ar.
• Aone ))) : Ba'a non pasang surut.
<etiga 8one ini kira-kira sepadan dengan pembagian 8one dari #andy dan &ad
7arga (*909) yang membedakan lahan ra'a berdasarkan kekuatan arus air
sungai dan air pasang, yaitu :
• Aona 9 : dimana kekuatan arus air pasang lebih dominan dari air
• Aona > : dimana terjadi keseimbangan kedua arus.
• Aona C : dimana kekuatan arus air sungai lebih dominan dari air
Aona ) Aona )) Aona )))
Pengaruh pasang surut ((%)
Pengaruh salin:payau ((<)
Ba'a pasang surut
payau:salin
Ba'a pasang surut
ta'ar
Ba'a non pasang surut
(lebak)
Gambar . Penetapan *ona +a,an ra-a pasang surut ber)asarkan
pengaru, fuktuasi air aut
/onsep Pengembangan +a,an Ra-a Pasang Surut
Pengembangan lahan ra'a adalah mengubah keadaan ra'a sedemikian rupa
sehingga tercipta media yang cocok untuk pertumbuhan tanaman dan permukiman.
<onsep pengembangan lahan ra'a pasang surut adalah upaya untuk menghindari
lahan yang tergenang ataupun kekeringan secara terus menerus atau dalam suatu
periode yang cukup lama. %al ini mengingat karakteristik sumber daya tanah di
lahan ra'a pasang surut yang pada umumnya terdiri dari tanah pirit atau:dan
))- 0
tanah gambut. Dadi pada dasarnya sistem pengelolaan air harus ditunjang oleh
kapasitas pencucian atau penggelontoran lahan yang memadai. 9kumulasi bahan
beracun bagi tanaman harus dihindari secara maksimal. 7isamping itu pada saat
musim kemarau, sistem harus mampu melaksanakan retensi air untuk memenuhi
kebutuhan air bagi tanaman.
/esesuaian +a,an Ra-a Pasang Surut
Faktor Penentu /esesuaian +a,an
<esesuaian lahan adalah kondisi tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan
tertentu dalam budidaya pertanian.
<esesuaian lahan ra'a pasang surut ditentukan oleh beberapa $aktor yaitu
sebagai berikut :
0i)rotopografi
%idrotopogra$i perbedaan antara ketinggian lahan terhadap ketinggian muka air
di saluran:sungai pada saat pasang. Perbedaan ele.asi ini akan menentukan
kemungkinan lahan dapat terluapi:digenangi dan potensinya untuk
pengembangan persa'ahan <etika pertama kali konsep hidrotopogra$i
diperkenalkan, rencana a'alnya adalah untuk menge.aluasi kemungkinan irigasi
pada masa pasang tinggi dimana air akan mengalir secara teratur ke lahan, dan
pada masa surut air akan didrain ke sungai. +luktuasi pasang surut dari muka air
sungai menjadi berkurang akibat gesekan yang mungkin terjadi di sistem dan
adanya pengoperasian bangunan pengendali.
<ondisi hidrotopogra$i tergantung dari beberapa $aktor sebagai berikut :
a. Ele.asi muka air pasang, tergantung dari karakteristik pasang surut yang ada
di muara sungai dan pada aliran sepanjang sungai.
b. Peredaman atau pengaruh dari pasang surut karena karakteristik hidrolik tata
saluran, geometrik dan e$ek penampungan.
c. Perubahan ele.asi lahan (perubahan secara berangsur) dan topogra$i
))- 3
(berkurang atau hilangnya lapisan gambut, oksidasi pirit).
%idrotopogra$i tidak selalu seragam dan konstan menurut 'aktu dan ruang.
>agaimanapun kondisi hidrotopogra$i menimbulkan masalah bagi petani dalam
pengelolaan pertanian dan tata air di lahan ra'a pasang surut.
>erdasarkan hidrotopogra$inya lahan ra'a pasang surut dibedakan menjadi 4
(empat) kategori :
*. <ategori 9 : Fahan yang selalu terluapi G 4 H kali persiklus pasang
tinggi pada musim hujan dan musim kemarau.
2. <ategori > : Fahan yang selalu terluapi G 4 H kali persiklus pasang
tinggi hanya pada musim hujan saja.
!. <ategori C : Fahan yang tidak terluapi G 4 H kali persiklus pasang
tinggi. (uka air pasang 2,!2 H 2,"2 m di ba'ah permukaan
tanah (8one perakaran tanaman padi dan pala'ija).
4. <ategori 7 : Fahan yang tidak pernah terluapi 'alaupun oleh pasang
tinggi. Pengaruh pasang surut relati$ kecil, muka air pasang
G 2,"2 m di ba'ah permukaan tanah.
))- 9
#umber : Technical Guidelines on Swamp Land evelopment!
Gambar 1 /asifikasi ,i)rotopografi
/e)aaman Irigasi Pasang Surut
>erdasarkan kondisi topogra$i dan hidrolik dari sistem tata air serta penjabaran
lebih lanjut dari kondisi hidrotopogra$i, kedalaman irigasi pasang surut dapat
dibagi menjadi ! kelas seperti dapat dilihat pada ?abel * berikut ini :
Tabe 1 /asifikasi /e)aaman irigasi pasang surut 2Surya)i3 144.5
/eas /riteria
* <edalaman irigasi pasang surut lebih dari 2,2 m pada musim
hujan maupun musim kemarau
2 <edalaman irigasi pasang surut antara 2,22 H 2,2 m pada musim
hujan maupun musim kemarau
!
?idak teririgasi pasang surut

))- *2
/emampuan %rainase +a,an
7alam menge.aluasi kesesuaian lahan ra'a pasang surut selain irigasi pasang
surut, kemampuan drainase lahan juga merupakan parameter yang sangat
penting. <emampuan drainase atau drainabilitas mengacu pada tinggi muka air
rata-rata pada saluran-saluran yang membatasi lahan dan penting bagi proses
pencucian tanah. <ondisi kemampuan drainase berperan penting dalam
menetapkan areal pertanian dan penerapan pengelolaan air yang dapat dilakukan
oleh petani.
>erdasarkan kondisi topogra$i serta muka air rata-rata pada saluran terbuka yang
terdekat serta kemungkinan drainase dari lahan ra'a pasang surut, maka dapat
dibagi kelas drainabilitas yang berbeda untuk lahan ra'a pasang surut seperti
tampak pada ?abel 2.
Tabe " /asifikasi kemampuan )rainase a,an 2Surya)i3 144.5
/eas /emampuan %rainase +a,an
* (uka air rata-rata diatas permukaan tanah
2 ?erletak 2,22 H 2,22 m diba'ah permukaan tanah
! ?erletak 2,22 H 2,42 m diba'ah permukaan tanah
4 ?erletak 2,42 H 2,"2 m diba'ah permukaan tanah
?erletak lebih rendah dari 2," m diba'ah permukaan tanah
/e)aaman +apisan Pirit 2Sufi)ik5
Pirit (sul$idik) atau dikenal juga dengan Iacid sulphate soilI adalah lempung di
daerah ra'a yang mengandung sul$ur, biasanya berbentuk senya'a sul$ida atau
pirit (+e#
2
). Pirit terbentuk dari reduksi sul$at (terutama berasal dari air
laut:payau) oleh bakteri esul"ovi#rio sp! dan esul"omaculum sp! dalam
suasana anaerob. 7alam kondisi tereduksi (anaerob), pirit biasanya stabil dan
tidak membahayakan tanaman. &amun jika teroksidasi (didrainasi), pirit akan
bereaksi melepas ion besi $erro, $erro:$erri oksida, senya'a sul$at larut air (#@4
-
2
), dan ion %
J
yang sangat memasamkan tanah. Pada keadaan aerasi:kering
))- **
kemasaman tersebut mengakibatkan meningkatnya kelarutan 9l
!
J
yang bersi$at
toksit bagi tanaman.
Dika lahan didrainasi, pirit dapat beroksidasi dan menghasilkan #@4
-2
, oksida
$erri, serta asam (menjadi lahan sul$at-masam) melalui reaksi :
+e#
2
J 2K@
2
J !L%
2
@ +e(@%)
!
J 2 #@
4
-2
J 4 %
J
.................... (*)
&amun, pada berbagai keadaan dimana terdapat <
J
atau &a
J
di dalam tanah,
maka oksidasi pirit akan membentuk jarosit atau natrojarosit yang ber'arna
kekuning-kuningan.
+e#
2
J !K @
2
J 2L %
2
@ J *:! < *:! <+e
!
(#@
4
)
2
(@%)
"
J **:! #@
4
-2
J ! %
J

..............................................................................................................................(2)
Fama kelamaan jarosit juga terhidrolisis membentuk oksida $erri dan kemasaman
tambahan akan dilepaskan :
<+e
!
(#@
4
)
2
(@%)
"
J 2 %
2
@ <
J
J 2 #@
4
-2
J ! +e(@%)
!
J 2 %
H
...........(!)
>erdasarkan reaksi (*) atau (2) dan (!) dihasilkan %
J
dan #@
4
-2
.
)on %
J
menyebabkan p% tanah turun sampai diba'ah !,, terutama bila tidak ada bahan
lain yang dapat menetralkannya, misalnya kapur (CaC@
!
). Dika terdapat CaC@
!
maka kapur tersebut melarut dan membentuk Ca#@
4
. Dika tidak terdapat kapur,
maka silikat (penyusun utama bahan padatan tanah) akan bereaksi dangan %
J
membentuk asam lemah #i(@%)
4
yang larut. %ancurnya senya'a silikat akan
menyebabkan berkurangnya mineral-mineral tanah penyumbang hara, karena
bersamaan dengan hancurnya silikat maka kation-kation lain seperti <
J
, &a
J
,
Ca
2J
, (g
2-
, 9l
!J
, +e
2J
,
dan +e
!J
akan dilepaskan dan tercuci.
7alam kondisi kering atau aerasi, munculnya 9l
!J
yang berlebihan dapat
menimbulkan keracunan tanaman. 7isamping itu, 9l dan +e dapat mem$iksasi
$os$at, sehingga unsur tersebut sukar tersedia bagi tanaman. <ecuali 9l dan +e,
keracunan juga dapat disebabkan oleh tingginya kadar #@
4
-2
melalui proses
oksidasi pirit. <ondisi masam (p% rendah) yang terjadi juga mempercepat proses
pertukaran kation-kation yang ada dalam kompleks jerapan dengan ion %
J
dalam
larutan tanah. %al tersebut menyebabkan semakin banyaknya kation hara yang
))- *2
tercuci, sehingga memiskinkan tanah.
9pabila lahan yang sudah didrainasi tersebut kemudian digenangi (saat musim
hujan) atau disa'ahkan, permasalahan yang timbul dapat semakin kompleks.
(eskipun kemasaman dan resiko keracunan 9l mungkin agak menurun, namun
reduksi $erri oksida dapat menimbulkan akumulasi ion $erro (+e
2J)
pada
tingkat yang meracuni tanaman rendah. <eracunan +e
2J
umumnya lebih parah
pada areal-areal yang lebih rendah, 'alaupun pada petakan lahan yang
sama. #ebagaimana diketahui bah'a +e
2J
terlarut dalam air dan akan
mengumpul di areal yang rendah (cekungan).
9pabila penggenangan ini berkelanjutan dalam 'aktu yang lama serta terdapat
cukup bahan organik maka akan terjadi reduksi #@
4
-2
menjadi #
-2
. Pada tanah-
tanah demikian, %
2
# dapat meracuni tanaman, dan umumnya berupa
pembusukan akar padi yang ber'arna hitam. Dika hal ini terjadi maka upaya-
upaya untuk mengeluarkan %
2
# perlu segera dilakukan, yakni dengan cara
membuang air genangan. <lasi$ikasi kedalaman lapisan pirit seperti tampak pada
?abel !.
Tabe # /asifikasi ke)aaman apisan pirit 2Surya)i3 144.5
/eas
/e)aaman +apisan Pirit
* ?erletak M 2,2 m diatas permukaan tanah
2
?erletak 2,2" H 2,2 m diatas permukaan tanah
! ?erletak 2,* H 2,02 m diatas permukaan tanah
4 ?erletak G 2,0 m diba'ah permukaan tanah
/etebaan +apisan Gambut
Fahan gambut adalah tanah yang mempunyai lapisan bahan organik setebal 42
cm dan kandungan bahan organik !2 N. <esuburannya sangat ditentukan oleh
lapisan tanah mineral diba'ahnya. -ambut yang terbentuk di atas endapan
mineral lebih subur dibandingkan gambut yang terbentuk di atas lapisan pasir.
))- *!
Pada tanah gambut seringkali dijumpai tanaman kekurangan unsur mikro seperti
Cu dan An. (enurut Oidjaja-9dhi (*93"), kesuburan tanah gambut cukup baik,
kandungan & rendah, P potensial sedang, P tersedia sangat tinggi dan < potensial
tinggi. 7engan pengelolaan yang baik tanah sangat potensial untuk tanaman
semusim. <lasi$ikasi ketebalan lapisan gambut seperti tampak pada ?abel 4.
Tabe ( /asifikasi ketebaan apisan gambut 26i)7a7a-A),i3 14885
/eas /asifikasi +a,an Gambut /etebaan Gambut
*
Fahan bergambut
M 2 cm
2
-ambut dangkal
2 H *22 cm
!
-ambut sedang
*22 H 222 cm
4 -ambut dalam 222 H !22 cm
-ambut sangat dalam G !22 cm
Intrusi Sainitas
Pengaruh pasang surut tidak hanya dirasakan di daerah yang berbatasan langsung
dengan laut, tetapi juga di daerah-daerah yang jauhnya dapat mencapai beberapa
ratus kilometer dari pantai ke arah daratan, yaitu melalui sungai-sungai yang
mengalir di daerah ra'a pasang surut, misalnya di pesisir timur #umatera, pesisir
barat dan selatan <alimantan serta pesisir selatan )rian Daya.
Perambatan gelombang pasang surut dari laut ke dalam sungai merupakan
$enomena yang kompleks, terutama karena pengaruh dari debit run o"" sungai itu
sendiri dan bentuk penampang sungai yang tidak beraturan. Dangkauan
))- *4
perambatan gelombang pasang surut ini ber.ariasi dalam musiman. Pada musim
penghujan, dimana debit run o"" besar, pengaruh (jangkauan perambatan
gelombang) pasang surut menjadi pendek dan peredaman tenggang pasang
surutnya menjadi e$ekti$. #ebaliknya pada musim kemarau, dimana debit run o""
menjadi kecil, pengaruh pasang surut semakin jauh ke hulu.
Parameter salinitas dinyatakan dengan lama intrusi salinitas yang mungkin
terjadi dalam satu tahun. 7alam hal ini batas nilai salinitas yang dipergunakan
adalah perioda dimana kadar salinitas (daya hantar listrik:7%F G m#:cm). %al
ini erat hubungannya dengan kemungkinan peman$aatan lahan untuk budidaya
pertanian pada musim hujan maupun musim kemarau. )ntrusi salinitas dibedakan
menjadi 4 (empat) kelas seperti tampak pada ?abel..
Tabe . /asifikasi intrusi sainitas 2Surya)i3 144.5
/eas +ama Intrusi Sainitas
* 2,2H 2,2 bulan dalam setahun
2 2,2H !,2 bulan dalam setahun
! !,2H 4,2 bulan dalam setahun
4 4,2H ,2 bulan dalam setahun
(9?
(9B
Faut
(. %ujan
(. <emarau
Gambar 9 Pengaru, pasang surut )i sungai
))- *
)ntrusi salinitas adalah suatu $enomena alam berupa penetrasi air laut yang asin
ke sungai, saluran atau ke air tanah. -ambar berikut menunjukkan sketsa dari
$enomena ini.
9ir 9sin
>idang Pemisah
9ir ?a'ar
7asar #ungai
(9?
(9B
Faut
Gambar 8 Intrusi Sainitas
(asuk dan bercampurnya air laut dengan air sungai atau saluran menjadikan air
sungai atau saluran tersebut tidak lagi memenuhi syarat untuk pertanian maupun
kebutuhan sehari-hari bagi manusia tetapi berman$aat misalnya bagi tambak.
)ntrusi salinitas ini disebabkan oleh dua hal, yaitu :
• 9danya pasang surut akan menimbulkan aliran masuk dan keluar muara
sungai. >ersama dengan air pasang, maka air laut mengalir masuk ke sungai
dan dapat terus ke saluran atau bahkan ke lahan pasang surut.
• 9danya perbedaan kerapatan antara air laut (*.22 kg:m
!
) dan kerapatan air
sungai (*.222 kg:m
!
). 7engan perbedaan kerapatan ini, maka air laut akan
mendesak masuk ke sungai. <arena kerapatan yang lebih besar, maka air laut
akan berada di lapisan sebelah ba'ah.
>erdasarkan tingkat pencampuran antara air laut dan air sungai, maka intrusi air
laut ke sungai dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
• )ntrusi berlapis
))- *"
• )ntrusi bercampur sebagian
• )ntrusi bercampur sempurna
Pencampuran antara air laut dan air sungai disebabkan oleh turbulensi pada
aliran. ?urbulensi ini dapat ditimbulkan oleh aliran pasang surut, aliran run o""
maupun aliran kerapatan. ?urbulensi suatu aliran biasanya diukur dengan
bilangan Beynolds :
R
e
:
υ
$ v ⋅
dimana :
. , kecepatan aliran (m:dt)
B , jari jari hidrolik (m)
P , kekentalan kinematik (m
2
:dt)
9liran disebut laminer bila B
e
M 422, dan disebut turbulen bila B
e
G 322. 9pakah
intrusi tersebut berlapis atau bercampur sempurna tergantung pada hubungan
antara tenggang pasang surut dan debit hulu.
<eadaan ini dinyatakan oleh apa yang disebut dengan bilangan muara (estuar%
num#er) :
Es :
T &
'

F
r
"
dimana :
Q , prisma pasang surut (m
!
)
? , periode pasang surut (dt)
R , debit hulu (m
!
:dt)
+
r
, bilangan (roude , .:
d g ⋅
. , kecepatan aliran (m:dt)
d , kedalaman air (m)
g , percepatan gra.itasi (m:dt
2
)
))- *0
>erikut adalah pembagian jenis intrusi berdasarkan bilangan muaranya :
>erlapis >ercampur #ebagian >ercampur #empurna
Pada muara sungai yang debit hulunya besar tetapi tenggang pasang surutnya
kecil, biasanya terjadi intrusi berlapis. #ebaliknya kalau debit hulunya kecil dan
tenggang pasang surutnya besar akan terjadi intrusi bercampur sempurna.
Dauhnya intrusi salinitas ditentukan oleh beberapa $aktor, yaitu :
• 7ebit hulu.
• <edalaman air di sungai yang bersangkutanS konsentrasi air asin terbesar ada
di ba'ah, jadi kalau muara dangkal, air asin terhalang, sementara air asin
yang ada di atas, terba'a oleh debit hulu.
• Fuas penampang sungai atau saluran penampang besar, maka kecepatan kecil
sehingga penetrasi salinitas makin masuk jauh.
• ?enggang pasang surut.
• <emiringan dasar sungai.
Pada musim hujan, dimana hulu sungai menjadi besar, intrusi air asin tidak jauh.
#ebaliknya pada musim kemarau intrusinya bisa jauh hingga mencapai puluhan
kilometer dari muara sungai tersebut. <edalaman air di muara yang dangkal akan
mengurangi penetrasi air laut. 7emikian pula dengan penampang sungai atau
saluran yang kecil dan tenggang pasang surut yang kecil.
))- *3