You are on page 1of 32

TEORI2

KONSELING
ACHMAD SUJONO
Buku referensi Utama
Corey, G. 2005. Theory and Practice of
Counseling and Psychotherapy. (6th. Ed.).
California: Brooks/Cole Publishing Company.
Capuzzi, D., and Gross, D., R. 2003.
Counseling and Psychotherapy. (3
rd
.Ed.).
Columbus, Ohio: Merrill Prentice Hall.
 Gelso, C., and Fretz, B. 2001. Counseling
Psychology. (2
nd
.Ed.). Australia: Thomson


BERDASARKAN GOLONGAN DARAH
Dr.FachRizaLcenter
Di Jepang, ada penelitian ttg karakter
seseorang lebih ditentukan oleh golongan
darah daripada zodiak atau shio.
Kenapa?
Katanya, golongan darah itu ditentukan
oleh protein-protein tertentu yang
membangun semua sel di tubuh kita dan
oleh karenanya juga menentukan psikologi
kita. Benar apa gak ya???


Dr.FachRizaLcenter
SIFAT SECARA UMUM :
 A : terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama
tinggi, tapi selalu cemas(krn perfeksionis)
yg kadang bikin org mudah sebel
 B : nyantai, easy going, bebas, dan paling
menikmati hidup
 O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah,
alergi pada yg detil
 AB: unik, nyeleneh, banyak akal,
berkepribadian ganda
Dr.FachRizaLcenter
BERDASARKAN
URUTAN :
Dr.FachRizaLcenter
YANG PALING NGARET
SOAL WAKTU :
1)B (krn nyantai terus)
2)O (krn flamboyan)
3)AB (krn gampang ganti
program)
4)A (krn gagal dalam disiplin)


Dr.FachRizaLcenter
GOL DARAH YG PALING DISUKAI
UNTUK JADI TEMAN :
1)O (orangnya sportif)
2)A (selalu on time dan persis)
3)AB (kreatif)
4)B (tergantung mood)


Dr.FachRizaLcenter
Sepintas tentang
Teori Konseling
APAKAH TEORI ITU?
 Model yg digunakan oleh para teoris untuk
memadukan atau menggabungkan realitas
pengalaman2 dg ide2 ttg penjelasan yg masuk
akal ttg peristiwa2 tsb.
 Suatu penjelasan ttg peristiwa2 atau gejala2
dan atas dasar penjelasan itu maka peristiwa
lain yg akan terjadi dapat diramalkan
 Suatu teori disusun atas dasar fakta2 empirik
dan oki maka kebenarannya bersifat terbatas
(relatif/tidak mutlak) mengikuti konsistensi
fakta2 yg diamati
APAKAH TEORI KONSELING
ITU?
 Penjelasan tentang bagaimana suatu proses
konseling dimulai, berkembang, dan berakhir
 Seperangkat pedoman untuk menjelaskan
cara-cara orang berubah (berkembang) dan
menggambarkan apa yg dapat diharapkan dari
suatu proses konseling
 Suatu “peta” proses konseling serta apa yg
harus dilakukan oleh orang-orang yg terlibat di
dalam proses konseling untuk mencapai
tujuan yg diinginkan (Hackney & Cormier,
2001).
Apakah konseling itu?
KLIEN KONSELOR
Need/
Problem
Sos
Pri
Akad
Karir
Profesional
Kepribadian
Kompeten
Hubungan
Asesmen
Tujuan
Strategi
evaluasi
Pencegahan
Pengembangan
Pengentasan
Pemahaman
Advokasi
Bagaimana proses konseling?
2. Asesmen
Masalah
3. Penetapan
Tujuan
4. Seleksi & Impl.
Strategi Intervensi
5. Evaluasi:
Terminasi/follow-up
Apa & untuk apa hubungan konseling itu?
Pengembangan
Rapport
Iklim psikologis
yang muncul
dari kontak
interpersonal
antara konselor
dan klien
Penerimaan
Respek
Penghargaan
Rasa aman
kepercayaan
MENDORONG
PERTUMBUHAN
PSIKOLOGIS
PADA KLIEN
HUBUNGAN
KONSELING
KUALIFIKASI
PERSONAL &
PROFESIONAL
EKPLORASI
DIRI
PEMAHAMAN
HIPOTESIS
MASALAH &
INTERVENSI
Karakteristik hubungan konseling efektif
HUBUNGAN
KONSELING
EFEKTIF
EMPATHY
GENUINENESS
POSITIVE
REGARD
VERBAL
NONVERBAL
RAP-
PORT
Apakah empati itu?
 Kemampuan untuk menyelami perasaan,
pikiran, tindakan klien menurut kerangka acuan
klien
 Kemampuan untuk memahami secara akurat
perasaan dan makna-makna pribadi klien dan
kemudian mengkomunikasikan pemahaman itu
 Kemampuan memahami orang lain sesuai
dengan sudut pandang orang lain itu
Untuk apa empati?
Mengembangkan rapport
Memperoleh informasi
Mendorong eksplorasi
Bagaimana menyatakan empati?
 Non verbal
 Memandang ke mata klien
 Badan condong ke arah klien
 Tidak berpangku tangan
 Jika duduk, kaki tdk diangkat ke atas tau digerak-gerakkan
 Mengikuti gerakan klien (pacing)
 Menggunakan sentuhan scr tepat
 Jarak fisik mencukupi (kira2 1 meter)
 Menepati janji, tepat waktu

 Verbal
 Verbal

 Memberikan perhatian verbal
 Meminta penjelasan (klarifikasi)
 Mengajukan pertanyan eksploratif (probing)
 Menyatakan kembali isi pesan (parafrase)
 Memantulkan perasaan (refleksi)
 Membuat rangkuman (merangkum)

TATARAN EMPATI VERBAL
Welch & Gonzaless (1999)
1. Memahami isi & tema ceritera klien
2. Memahami makna yang disematkan klien pada apa yang
diceriterakan

Gladding (1996)
1. Empati primer (dasar)
2. Empati lanjut (tinggi)

Carkhuff (1975)
1. Penentraman, penyangkalan, nasehat, pertanyaan
2. Hanya merespon bagian isi/kognitif
3. Merefleksikan perasaan dan situasi
4. Menyatakan pemahaman dan arahan
5. 1 s.d.4 + satu langkah maju)
Apakah genuineness itu?
 Asli, menjadi diri sendiri
 Jujur, autentuk, tidak palsu
 Tidak memainkan peran tertentu
 Sungguh-sungguh dalam menolong
 Tulus
 Tanpa pamrih
 Terdorong oleh motif intrinsik
Bagaimana menyatakan genuineness?
Cormier & Cormier (1991), lima komponen
genuineness
 Perilaku nonverbal yang mendukung
*)

 Perilaku peran
*)
tdk menekankan pada status
 Kongruensi
*) 
konsisten, tidak kontroversi
 Keterbukaan
*)
Positif, negatif, sejajar
 Spontanitas*)  mengekspresikan diri scr natural

Apakah penghargaan positif itu?
 Sering disepadankan dengan respek
 Kemampuan untuk menghargai dan menerima
klien sebagaimana adanya dengan segala
keunikan, kelebihan dan kekurangannya.
 Dalam penghargaan positif itu tidak
mengandung/memberikan penilaian, tidak
menuntut kondisi/syarat tertentu
Bagaimana menyatakan
penghargaan?
 Memperlihatkan komitmen yang tinggi
(menepati janji, penjaga privasi dan kerahasiaan, menerapkan semua
kemampuan)

 Mengkomuniksikan pemahaman
(lihat materi empati)

 Memperlihatkan sikap tidak menilai/netral
(tidak menilai dan menyalahkan klien)

 Memperlihatkan sikap hangat
Verbal  kesegeraan (imediacy):
imediasi konselor
Imediasi klien
Imediasi hubungan

 NONVERBAL
DIMENSI INDIKATOR
Suara Lembut, layak
dengar
Ekspresi wajah Tersenyum, antusias
Kontak mata Menatap dengan soft
Posture Rileks, condong depan
Sentuhan Memegang, menepuk
Gesture Tangan terbuka
Jarak fisik Dekat, layak dengar
UNTUK APA KONSELOR PERLU
KONSELING?
 UMUM
Sebagai kerangka kerja untuk memahami konfigurasi
masalah individu dan untuk mengembangkan rencana
bantuan yang ilmiah, tepat, efisien, dan terhindar dari
malapraktek

 KHUSUS
1. Untuk merancang strategi intervensi
2. Untuk memperoleh pemahaman ttg perilaku/masalah klien
3. Untuk menetapkan tujuan konseling
4. Untuk memilih teknik konseling
5. Untuk mengevaluasi keefektifan perlakuan



KLIEN
perilaku
awal
(masalah)
Perilaku
baru
(tujuan)











Konselor






teori
Dimana konselor memperoleh
teori konseling?
 Dari literatur2, baik yg berupa buku teks maupun
jurnal hasil penelitian tentang konseling
 Dari pengalaman pribadi dalam menjalankan
profesinya
 Mengikuti kuliah/kursus tambahan
Macam Teori Konseling
MAINSTREAM
1. Psikodinamik (psikoanalisa, psikologi individual, psikologi
analitik, neo-Freudian, ego analis)
2. Perilaku (perilaku, realita, kognititif-perilaku)
3. Kognitif (Beck, REBT, AT)
4. Humanistik (Gestalt, eksistensial, rogerian)

PENGEMBANGAN
1. Integratif & Eklektik
2. Konseling lintas budaya & konseling multi budaya
3. Konseling logo
4. Konseling bacaan
5. Konseling pastoral/konseling agama
6. Konseling untuk populasi khusus
7. Konseling untuk problem khusus
8. Konseling posttraumatik
9. Konseling spiritual.
10. Dst.


Afektif
•Menekankan pada
intervensi
emosi/perasaan
(E)
•Asumsi dasar:
•E  K  T
•E  T  K
•Teori konseling:
•Psikoanalisa
•Adlerian
•Eksistensial
•Gestal
•Rogerian

Pikiran
•Menekankan pada
intervensi
kognisi/pikiran/
keyakinan (K)
•Asumsi dasar:
•K  E  T
•K  T  E
•Teori konseling:
•Trait and Factor
•AT
•RET/REBT
Perilaku
•Menekankan pada
intervensi
tindakan/perilaku
(T)
•Asumsi dasar:
•T  E  K
•T  K  E
•Teori konseling:
•Perilaku/belajar
•Realita
Teori mana paling efektif?
Tidak ada teori yg lebih efektif
dari teori lainnya
Keefektifan teori ditentukan
oleh banyak faktor:
 Karakteristik masalah
 Karakteristik klien
 Kemampuan konselor
Yang perlu diingat!!!!
 Setiap teori memiliki kelebihan dan keterbatasan
 Tidak ada teori yg tepat untuk menangani semua
masalah dan karakteristik klien
 Suatu teori efektif untuk masalah A, tetapi tidk untuk
masalah B
 Suatu teori efektif untuk kelompok populasi C,
tetapitdk untuk klpk populasi D
 Keefektifan teori bersifat situasional, sesuai dengan
keunikan klien dan masalahnya
 Konselor perlu memiliki keahlian untuk memilih teori
mana yg tepat untuk dipilih sebagai kerangka kerja
intervensi