You are on page 1of 3

AGAMA MENGAPA RUWET BEGINI?

Oleh: Juman
Budi pekerti yang baik, hati yang tenteram, dan kerukunan bersama adalah
suatu idaman dalam kehidupan beragama saya. Sedikit banyak saya telah
merasakan dan menikmatinya. Mungkin karena pergaulan saya yang sempit
dan tidak terlibat dalam kegiatan masyarakat yang berarti, maka kenikmatan
itu terasa nyata. Tetapi menikmati ketenteraman sambil menutup mata dari
kenyataan sebaliknya di dunia luar adalah tidak jujur. Setiap hari kita
dihadapkan pada berita-berita kekejaman dan kejahatan perang serta
penderitaan umat. Pada !gustus lalu, "# jamaah s$lat Jumat di masjid
Sunni di pr$pinsi %iyala &rak, te'as dibantai sekel$mp$k milisi Syiah. ($n$n
itu pembalasan terhadap te'asnya sejumlah milisi Syiah dalam bentr$kan
dengan kaum Sunni sebelumnya. )erakan &S&S membantai min$ritas *a+idi
karena dianggap menyembah berhala, beren,ana menyerbu (abah dan
membunuh -para penyembah batu., mengan,am memb$m /andi
B$r$budur, menyembelih 'arta'an !merika James 0$ley dan bahkan
mengan,am membunuh Paus. Belum lagi kekerasan agama lain seperti
radikalisme penganut Budha di Myanmar dan Sri 1angka, ekstremis 2indu di
&ndia serta kekerasan kaum (risten ultra-kanan di %unia Barat. Tindakan-
tindakan kejam diatas semua dim$ti3asi $leh $leh klaim yang dimiliki $leh
penganut semua agama: *aitu bah'a merekalah pemilik kebenaran dan
yang lain tidak. Pantaslah kalau banyak $rang yang menyimpulkan bah'a
agama lah penyebab semua kekejaman dan penderitaan itu. Setidaknya
agama dapat menimbulkan kekejaman dan penderitaan.
Se,ara te$ritis, ada alasan bah'a agama dapat menyebabkan penderitaan
mental dan membahayakan ji'a. %r Marlene 4inell adalah salah satu
pel$p$r te$ri itu, yang berbi,ara psik$l$gi bagaimana agama benar-benar
dapat menyakiti orang. Marlene, k$nsultan pengembangan sumber daya
manusia dari /ali5$rnia dan anak se$rang pendeta, # tahun berpr$5esi
menyembuhkan $rang dari gejala trauma karena agama (Religious Trauma
Sydrome / RTS). Menurutnya banyak gejala psik$l$gis berbahaya dapat
ditimbulkan $leh agama dan berlanjut dari sana. Tetapi !s$siasi ($nseling
(risten men$lak pendapat %r. Marlene. Menurut mereka bukan agama, iman
atau kitab yang dapat menyebabkan penderitaan, tetapi mereka yang
mena5sirkan d$ktrin itu yang akhirnya melakukan penyalahgunaan. (ata
Marlene, gejala trauma yang menyakitkan itu berasal dari dua hal: terbenam
dalam aliran agama yang $t$riter dan dampak sekunder dari meninggalkan
kel$mp$k agama. (eduanya merupakan hal yang krusial dan sebagian besar
$rang tidak mampu melakukannya. Melalui pendidikan, pemerintah atau
$rang tua mempengaruhi dan akhirnya membentuk hati nurani se$rang
anak. Pr$ses ini dapat dikatakan sebagai ind$ktrinasi. Berpaling dari sistem
keper,ayaan yang sudah dianut adalah mela'an naluri sese$rang, dan tidak
alami dan mengakibatkan rasa bersalah. &tulah mengapa agama benar-benar
dapat menyakiti sese$rang se,ara mental dan em$si$nal.
%r. /harles (imball, direktur Studi !gama 6ni3. Oklah$ma adalah se$rang
pendeta yang kebetulan ari5 dalam perbandingan agama-agama dan selalu
bekerja dengan $rganisasi lintas agama internasi$nal. %alam bukunya
When Religion Becomes !il" 7(etika !gama Menjadi Jahat8 ia menulis
bah'a, agama-agama dunia yang telah teruji abadi, seperti &slam, (risten,
*ahudi, Budha dan 2indu semua didasarkan pada prinsip-prinsip dasar ,inta,
perdamaian, kebaikan dan harm$ni. 9amun, keaslian itu terkikis dan
esensinya hilang ketika ke,urangan manusia berakar kedalam agama-agama
itu. %ari ,$nt$h masa lampau dan masa kini, semuanya telah bersalah
melakukan tindakan barbar dan kekerasan yang mengerikan. %r. (imball
menengarai setidaknya empat tanda-tanda peringatan ketika agama akan
berubah men#adi ke#ahatan diantaranya klaim kebenaran mutlak, menuntut
kesetiaan buta, memastikan 'aktu kiamat, dan menghalalkan semua ,ara
untuk men,apai tujuan. !tau dengan kata lain mengabaikan kemanusiaan
atas nama Tuhan. Setiap $rang atau k$munitas agama yang mengklaim
pengetahuan agama yang mutlak dan sempurna dan memaksa $rang-$rang
untuk ber:kir sama, adalah per'ujudan dari kel$mp$k agama yang tak
sehat. Jika $rganisasi keagamaan mengatas namakan agamanya untuk
membenarkan menyakiti $rang lain, agama itu telah menjadi jahat. (etika
agama menggunakan ,ara kekerasan atau anti-s$sial berarti agama telah
terk$ntaminasi.
Penting untuk diingat bah'a agama adalah lembaga manusia, itulah
sebabnya mengapa agama yang indah dapat mengambil jalan yang salah.
Sepanjang sejarah, $rang telah disesatkan $leh para pemimpin p$litik
karismatik sehingga masuk akal bah'a mereka dapat disesatkan $leh para
pemimpin agama karismatik juga. Se$rang pemimpin agama bisa mengutip
ayat kitab su,i di luar k$nteks dan menggunakannya untuk membenarkan
perilaku kejam atau kekerasan. !yat-ayat itu sebenarnya terbuka untuk
banyak pena5siran dan setiap pemimpin yang mengklaim memiliki
;kebenaran mutlak; membuka pintu untuk penyalahgunaan. Setiap kali
se$rang pemimpin agama menuntut ;kesetiaan buta; untuk ke'enangannya
atau $rganisasinya dan melarang pertanyaan atau perbedaan pendapat,
agamanya itu ter,emar.
(ita harus memiliki pikiran terbuka dan menjaga kekuatan berpikir kritis
tetap kita akti5kan. &ni adalah pertahanan terbaik terhadap manipulasi $leh
pemimpin agama yang kasar. Sebagai sebagai pemerhati agama-agama, %r.
(imball justru memilih ayat <uran 7surat !l-Maidah ayat =>8 untuk
menjelaskan tentang perselisihan agama: -6ntuk tiap-tiap umat diantara
kamu, (ami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya !llah
menghendaki, nis,aya kamu dijadikan-9ya satu umat 7saja8, tetapi !llah
hendak menguji kamu terhadap pemberian-9ya kepadamu, maka berl$mba-
l$mbalah berbuat kebajikan. 2anya kepada !llah-lah kamu semuanya
kembali, lalu diberitahukan-9ya kepadamu apa yang telah kamu
perselisihkan..