You are on page 1of 10

I.

POTENSI PEMANFAATAN LANGSUNG ENERGI GEOTHERMAL DI LAHENDONG
Gula aren atau gula merah ialah pemanis yang dibuat dari getah (sap) tanaman enau atau
aren (sugar palm, Arenga pinnata) sebagai tanaman palem yang digunakan manusia sebagai
penghasil getah yang disebut nira dan buah aren yang disebut kolang-kaling. Dalam proses
pembuatan gula aren dari getah aren dibutuhkan suhu yang cukup tinggi dan berkala. Oleh
karena itu, dibutuhkan sumber panas yang cukup dalam memproduksi gula aren tersebut.
Seperti diketahui, energi geothermal (panas didalam bumi) lebih dikenal dengan
pengolahannya menjadi pembangkit listrik sebagai bentuk energi yang lebih komersil.
Namun, meski panas yang ada didalam fluida geothermal telah dikonversikan, fluida residu
yang diinjeksikan kedalam bumi ternyata masih memiliki panas yang berskala besar dan
masih dapat digunakan untuk keperluan produksi. Hal ini yang disebut sebagai penggunaan
langsung geothermal.
Desa Lahendong yang berada di bagian selatan Tomohon adalah area penghasil energi
geothermal, dimana energi geothermal untuk pembangkit listrik ini dikelola oleh badan milik
Negara, yaitu Pertamina. Perkebunan pohon aren di sekitar area ini berpotensi untuk dapat
didirikan pabrik gula aren dengan penggunaan langung energi geothermal. Dengan didukung
para petani aren yang ada di Lahendong yang berjumlah kurang lebih sebanyak 6000 petani,
maka produksi tiap harinya kurang lebih sekitar 7000 Liter getah nira. Dengan adanya potensi
yang besar ini, dibutuhkan fasilitas penggunaan langsung energi geothermal yang bersifat
skala besar untuk mendukung produksi gula aren. Dengan menggunakan konsep penggunaan
geothermal secara langsung, yaitu menggunakan sisa uap panas dari pembangkit tenaga listrik
(power plant) untuk memanaskan getah pohon aren agar menjadi cairan gula, maka produksi
gula aren akan semakin efisien dan tidak bergantung kepada kayu bakar sebagai sumber
panas. Produk hasil pemanasan energi geothermal ini memiliki kualitas tinggi, dimana bila
digunakan cara tradisional, yaitu memasak dengan kayu bakar, suhu yang dihasilkan tidak
stabil sehingga texture dan rasanya bervariasi, namun dengan konsep geothermal ini, suhu
yang dihasilkan akan stabil dan memiliki rasa dan texture yang berkualitas tinggi. Selain itu,
dengan menggunakan konsep ini lingkungan akan senantiasa terjaga karena energi geothermal
merupakan energi yang ramah lingkungan.
II. PROSES PEMBUATAN GULA AREN DENGAN PENGGUNAAN LANGSUNG
GEOTHERMAL
A. Alat-Alat Yang Digunakan Untuk Proses Pembuatan Gula Aren Dengan Penggunaan
Langsung Geothermal
1. Vapor-Liquid Separator
Vapor-liquid separator berfungsi untuk menurunkan tekanan air yang tinggi menjadi
rendah, agar air yang memiliki suhu yang tinggi akan terseparasi atau terpisah menjadi
uap dan cairan atau air. Proses separasi ini terbilang cukup cepat, karena prosesnya yang
spontan, dimana pada saat air panas memasuki separator tekanan air panas akan
langsung menjadi rendah dan air panas akan langsung terseparasi.
2. Header
Header berfungsi untuk mengarahkan sumber panas menuju alat yang akan
digunakan. Besar kecilnya sumber panas yang akan diberikan dapat diatur pada header,
sehingga sumber panas ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.
3. Juice Heater
Juice heater berfungsi untuk memasak getah aren yang baru disadap untuk dijadikan
sari nira. Selain itu juice heater berfungsi sebagai pemanas sari nira sampai digunakan
untuk proses selanjutnya.
4. Evaporator
Evaporator berfungsi untuk mengavaporasi sari nira agar menjadi pekat. Kepekatan
sari nira dinilai dari kadar air yang terdapat pada sari nira tersebut. Apabila sari nira
tersebut memiliki sedikit kadar air, maka sari nira dapat dikatakan pekat.
5. Pan Vacum
Pan vacuum berfungsi untuk menjenuhkan sari aren menjadi gula aren. Pan vacumm
merupakan bejana vakum dengan bagian bawah dilengkapi tubular heat exchanger.
Bagian atas dari pan vacuum ini adalah tempat masak yang dihubungkan dengan
peralatan vakum.




B. Proses Pembuatan Gula Aren Dengan Penggunaan Langsung Geothermal
Proses pembuatan gula aren dengan menggunakan atau memanfaatkan penggunaan
langsung geothermal terbagi menjadi dua, yaitu proses pengambilan panas geothermal dari
residu hasil penggunaan pembangkit tenaga listrik dan proses pembuatan gula aren
menggunakan panas yang sudah diambil atau diolah tersebut.
Pembangkit listrik tenaga geothermal (PLTG) yang dikelola oleh Pertamina di
Lahendong memiliki residu berupa air panas yang memiliki suhu sekitar 180°C. Suhu yang
masih tergolong cukup tinggi ini dapat dimanfaatkan untuk proses pembuatan gula aren
yang hanya membutuhkan panas sekitar kurang lebih 140°C. Terlihat pada gambar x
dibawah ini.
Uap air yang berasal dari production wells akan menuju separator, dimana separator ini
akan memisahkan uap air dan air panas. Uap air yang telah dipisahkan akan digunakan
untuk keperluan Pertamina untuk pembangkit listrik, sedangkan residu atau hasil sisa, yaitu
air panas dari separator dapat digunakan untuk pembuatan gula aren. Braine atau air panas
dari separator akan menuju vapor-liquid separator untuk dipisahkan antara uap dan
residunya. Hasil residu dari proses separasi ini dapat diinjeksikan kembali ke dalam bumi,
sedangkan uap yang memiliki suhu kurang lebih 180°C ini yang akan digunakan sebagai
sumber panas untuk pembuatan gula aren yang berbahan dasar sari nira.



Gambar x. Skematik pembuatan gula aren dengan memanfaatkan penggunaan langsung
geothermal.
Uap hasil separasi akan menuju header yang sebelumnya sudah disebutkan, yaitu
berfungsi untuk mengarahkan uap panas menuju tiga aspek penting dalam pembuatan gula
aren, yaitu juice heater, evaporator, dan pan vacuum. Pada ketiga aspek tersebut,
perpindahan panas dilakukan dengan proses heat exchanger, yaitu proses perpindahan
panas dengan menggunakan konsep hukum termodinamika kesetimbangan termal, dimana
hanya energy panas yang berpindah dari satu medium ke medium lain, tanpa adanya
perpindahan zat dari kedua medium tersebut. Hasil residu dari proses perpindahan panas
ini sudah tidak memiliki suhu yang tinggi, sehingga akan diinjeksikan kembali ke dalam
bumi ataupun dialirkan menuju kolam.
Ketiga aspek penting dalam pembuatan gula aren memiliki peran yang berbeda beda
dalam memproses sari nira aren menjadi gula aren. Pada juice heater, getah aren hasil
sadapan para petani nira dimasak sampai suhu sekitar 70° Celcius. Proses pemasakan ini
bertujuan untuk menjadikan getah aren menjadi sari nira dengan cara menghilangkan buih
buih pada saat proses pemasakan yang mengandung pengotor. Selain itu, juice heater
berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sari nira sebelum melanjutkan ke proses
selanjutnya. Suhu sari nira dijaga kestabilannya agar kekentalan dari sari nira ini tetap
terjaga pada saat akan dilakukan proses selanjutnya. Proses selanjutnya adalah proses
evaporasi dengan menggunakan alat evaporator. Evaporator ini berfungsi untuk
memekatkan cairan sari nira dengan proses evaporasi atau penguapan. Sari nira yang murni
biasanya memiliki kadar air yang cukup banyak, oleh karena itu dibutuhkan proses
evaporasi agar kadar air dalam sari nira berkurang dan sari nira semakin menjadi pekat.
Pada proses evaporasi ini dibutuhkan suhu sekitar blabla derajat celcius. Evaporasi
dilakukan sampai sari nira memiliki volume kira kira sepersepuluh volume sebelumnya.
Selanjutnya setelah proses evaporasi berlangsung, sari nira yang telah memiliki kepekatan
yang cukup akan dijenuhkan dengan menggunakan pan vacuum. Penjenuhan sari nira ini
bertujuan untuk mengubah sari nilai yang telah pekat menjadi kristal-kristal gula. Kristal-
kristal gula inilah yang disebut sebagai gula aren. Proses penjemukan sari nira aren pekat
ini dengan cara memasak sari nira aren pekat dengan suhu 60°C hingga sari nira
mengkristal menjadi gula aren. Setalah proses penjenuhan atau pengkristalan, gula aren ini
akan dicetak dan kemudian didinginkan dan dikemas sehingga siap untuk dipasarkan.

III. RINCIAN DANA PEMBANGUNAN PABRIK GULA AREN DI LAHENDONG
A. Dana Masuk Dalam Pembangunan Pabrik Gula Aren
Dana masuk atau income dalam pembangunan pabrik gula aren dengan pemanfaatan
langsung geothermal, secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu Dana atau modal individual,
yaitu dana yang berasal dari pemilik atau pendiri pabrik, yang kedua adalah investasi dari
luar, dimana adanya kerja sama dengan penanam modal yang nantinya berhak
mendapatkan bagi hasil produksi, dan yang terakhir adalah donasi dari yayasan, yaitu
yayasan peduli lingkungan dan kelestarian alam, dimana pabrik ini akan mengurangi
jumlahnya penebangan pohon sebagai bahan bakar produksi gula aren. Dalam setahun
pabrik ini dapat menyelamatkan 2000 pohon pada daerah hutan di Lahendong ini. Rincian
lengkap dari dana tersebut dapat dilihat dibawah ini:
 Dana atau modal individual Rp. 1.200.000.000,00
 Investasi luar Rp. 400.000.000,00
 Donasi dari yayasan Rp. 120.000.000,00 +
Total Modal Rp. 1.720.000.000,00

B. Biaya Pembangunan Pabrik Gula Aren
Komponen biaya pembangunan pabrik secara umum adalah sebagai berikut, dimana
estimasi yang dibuat adalah estimasi pembangun pabrik gula aren dengan kapasitas
pengolahan 10,000 liter getah aren perbulan menjadi kurang lebih 3000 kg gula aren.
Spesifikasi dari alat-alat yang digunakan disediakan dalam lampiran.
Pada rincian dibawah tercantum peralatan penunjang, yaitu peralatan yang menunjang
proses produksi, diantaranya adalah pengaduk yang akan digunakan pada proses
pemasakan dan pemanasan sari nira dan alat alat penunjang lainnya.
 Peralatan Utama:
o Vapor-Liquid Separator (1 Unit) Rp. 320.000.000,00
o Header (1 Unit) Rp. 120.000.000,00
o Juice Heater (1 Unit) Rp. 250.000.000,00
o Evaporator (1 Unit) Rp. 300.000.000,00
o Pan Vacuum (1 Unit) Rp. 150.000.000,00
o Cetakan Gula (1 Unit) Rp. 20.000.000,00
o Alat Pengemas Makanan (1 Unit) Rp. 45.000.000,00
 Peralatan Pelengkap
o Pipa Sambungan (15 meter) Rp. 150.000.000,00
o Peralatan Penunjang Rp. 15.000.000,00
 Konstruksi & Sipil
o Pembelian tanah (8 x10 meter) Rp. 75.000.000,00
o Pembangunan Pabrik 1 Lantai Rp. 100.000.000,00
 Biaya Perizinan BPOM Rp. 10.000.000,00 +
Total Pengeluaran Rp.1.555.000.000,00
C. Biaya Produksi
Biaya produksi ini dihitung dalam range setiap bulan. Namun Penyedian bahan produksi
dilakukan setiap hari.
 Panas Geothermal
o Air Panas dari Pertamina Geothermal Rp. 0,00
 Bahan Produksi
o Pembelian Getah Aren (10.000 Liter) Rp. 30.000.000,00
o Air Bersih Rp. 2.000.000,00
o Plastik Pengemasan dan Kardus Pengemasan Rp. 10.000.000,00
o Zat Aditif Rp. 2.000.000,00
 Pembiayaan Karyawan
o Gaji Karyawan (15 Karyawan) Rp. 75.000.000,00
o Tunjangan Makan dan Transport Rp. 20.000.000,00 +
Total Biaya Produksi Rp. 139.000.000,00

D. Hasil Produksi
 Gula Aren
o Penjualan Lokal (2000 kg) Rp. 300.000.000,00
o Penjualan Export (1000kg) Rp. 250.000.000,00 +
Total Biaya Hasil Produksi Rp. 550.000.000,00


IV. LAMPIRAN
A. Juice heater
Pemanas jus ini memiliki kapasitas dari 60 M2 HS 625 M2 HS. sesuai kapasitas pabrik
gula & kebutuhan pelanggan. Alat ini digunakan untuk pemanasan mentah, Sulphur &
Juice jelas dari 30
O
C ke 40
O
C, 40
O
C ke 60
O
C, 60
O
C ke 75
O
C & 75
O
C ke 105
O
C.

Gambar x. Juice heater yang digunakan untuk produksi gula
Referensi:

Fitur disain :
 Pipa yang berbentuk vertikal, berkecepatan tinggi, Multi sirkulasi
 Distribusi steam yang efisien
 Membuka cover cepat dengan perangkat keseimbangan
 Bukti kebocoran tiket untuk efisiensi yang lebih tinggi
 Pertukaran operasi
 Penghapusan positif dari condensat
 Penghapusan berat & ringan gas nox
 Ventilasi yang memadai
The Heater Juice terbesar dari 625 M2 H.S. Kapasitas yang disediakan & ditugaskan
untuk Dnyneshwar SSK Ltd, pada tahun 2007-08 & juga lebih dari 65 Nos pemanas Juice
berbagai jenis, desain, dan kapasitas untuk 35 industri gula.


B. Evaporator

Gambar x. Evaporator yang digunakan dalam produksi gula aren
Referensi:

Fitur Desain:
 Kurang tabung tinggi & tekanan uap kurang
 Bawah banyak mengambil untuk diameter lebih besar dari Calendria untuk kapasitas
besar
 Removal condenset lebih baik
 Ekonomi steam yang lebih baik & distribusi

C. Pan Vacum

Gambar x. Pan vacuum yang digunakan dalam produksi gula aren
Referensi:

Desain Fitur / Keuntungan:
 Tingkat penguapan meningkat karena mendidih cepat
 Sirkulasi Speedy & High dikembangkan dihasilkan dari ukuran butir seragam karena
tabung panjang kurang
 Periode massecuite mendidih meminimalkan & maka pan pemanfaatan kapasitas
meningkat jauh (yaitu kapasitas Pan meningkat sebesar 20%)
 Konsumsi steam berkurang sekitar 25% dari kepala tinggi pan
 Distribusi steam seragam di Calendria dengan menyediakan ruang annular sekitar
pelat tabung

D. Air/Water cooled Crystale

Gambar x. Tempat pendinginan/penyimpanan gula aren
Referensi:

Fitur konstruksi:
 Pipa tugas berat untuk pusat poros
 Bantalan tugas berat untuk perjalanan akhir & akhir non berkendara
 Pengaduk yang kuat dan lengan
 Baja ringan dalam konstruksi






V. REFERENSI
 http://www.sugartech.co.za/sugarprice/index.php
 http://www.alibaba.com/showroom/evaporator-price.html
 http://www.alibaba.com/product-detail/Liquid-vapor-separator_276696349.html
 http://www.sucrotech.com/boiling-house.html#juice-heaters