You are on page 1of 8

Oleh

:

Ika Rahma Dewi (L 22 11 22 76)
Amriana (L 22 11 22 78)
Saipul Saparuddin (L 22 11 22 75)
Akbaryanto (L 22 11





FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
BUDIDAYA PERAIRAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

DAFTAR ISI

SAMPUL
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II. PEMBAHASAN
1.1. Pengantar
1.2. Struktur
1.3. Tata Nama
1.4. Klasifikasi
1.5. Sifat-sifat Amina
BAB III. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA















KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “AMINA
DAN TURUNANNYA”.
Penulisan makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Kimia Organik, Fakultas FIKP
Universitas Hasanuddin.
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih
yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada :

1. Ibu DR. HJ. Seniawati Dali, M.Si, selaku dosen pembimbing mata kuliah
Pendidikan Kimia Organik yang telah meluangkan waktu, tenaga dan
pikiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam
rangka penyelesaian penyusunan makalah ini
2. Rekan-rekan semua di kelas Budidaya Perairan.
3. Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta
yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar
kepada kami.
4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
memberikan bantuan dalam penyusunan makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada
mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini
sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal „Alamiin.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih terdapat kekurangan-
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat
kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Makassar, 14 Februari 2013
Penulis
Kelompok X
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Amina adalah turunan organik dari ammonia dimana satu atau
lebih atom hidrogen pada nitrogen telah tergantikan oleh gugus alkil atau aril.
Karena itu amina memiliki sifat mirip dengan ammonia seperti alkohol dan
eter terhadap air. Seperti alkohol, amina bisa diklasifikasikan sebagai primer,
sekunder dan tersier. Meski demikian dasar dari pengkategoriannya berbeda
dari alkohol. Alkohol diklasifikasikan dengan jumlah gugus non hidrogen
yang terikat pada karbon yang mengandung hidroksil., namun amina
diklasifikasikan dengan jumlah gugus nonhidrogen yang terikat langsung
pada atom nitrogen
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah Struktur dari Amina?
2. Bagaimana Tata Nama senyawa Amina?
3. Bagaimana Klasifikasi senyawa Amina?
4. Bagaimana Sifat-sifat Amina?
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui struktur dari Amina
2. Untuk memahami tata nama senyawa Amina
3. Untuk mengetahui klasifikasi senyawa Amina
4. Untuk mengetahui sifat-sifat Amina








BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengantar
Amina adalah senyawa organic yang mengandung atom nitrogen trivalent
yang mengandung atom nitrogen trivalen yang berkaitan dengan satu atau
dua atau tiga atom karbon, dimana amina juga merupakan suatu senyawa
yang mengandung gugusan amino (-NH2, - NHR, atau – NH2). Gugusan
amino mengandung nitrogen terikat, kepada satu sampai tiga atom karbon
(tetapi bukan gugusan karbonil). Apabila salah satu karbon yang terikat pada
atom nitrogen adalah karbonil, senyawanya adalah amida, bukan amina.
Di antara sejumlah golongan senyawa organic yang memiliki sifat basa,
yang terpenting adalah amina. Di samping itu sejumlah amina memiliki
keaktifan faali (fisiologis), misalnya efedrina berkhasiat sebagai peluruh
dahak, meskalina yang dapat mengakibatkan seseorang berhalusinasi, dan
amfetamina yang mempunyai efek stimulant. Kelompok senyawa alkaloid
yang berasal dari tumbuhan secara kimia juga meripakan bagian dari
golongan basa organic amina.

Rumus umum untuk senyawa amina adalah :
¨ ¨
RNH2 R2NH R3N:

Dimana R dapat berupa alkil atau ari

1.2. Peggolongan dan Struktur
Amina merupakan senyawa organik yang terpenting dalam kehidupan
sehari-hari dan memiliki urutan yang paling penting dalam senyawa organik, oleh
karena itu amina tidak terlepas dari semua unsur organik yang lain. Oleh karena
itu sifat-sifat yang di pelajari dalam senyawa amina akan sangat membantu
dalam memahami aspek kimiawi kelompok alkoid yang mempunyai peran penting
dalam pembuatan obat-obat sinetik dewasa ini.
Hubungan antara amoniak dan amina dapat situnjukkan sebagai berikut :
Beberapa amina sekunder :

Beberapa amina tertier :

Atom nitrogen pada amin adalah bervalensi tiga, dan membawa sepasang
elektron bebas. Jadi orbital nitrogen adalah sp3. Geometri keseluruhannya
adalah piramidal (hampir tetrahedral) seperti yang terlihat pada trimetil amin


Gambar 1.1 (a). trimetil amin berstruktur piramidal, (b). Disebut model dilihat
dari atas terlihat adanya bulatan bagian tengah model ang menggambarkan
orbital elektron bebas.



1.3. Tata Nama
Sebagaimana halnya kebanyakan senyawa organik, penamaan
senyawa amina juga dapat menggunakan beberapa sistem
danyang paling sederhana dan konsisten adalah sistem IUPAC,
namun jarang digunaka untuk amina sederhana. Aturan IUPAC
berpatokan pada komponen hidrokarbonnya yang di anggap
sebagai nama pokok dan gugus -NH2 sebagai gugus yang berarti.
Nama trivial lebih sering di gunakan. Penmaan dengan cara
demikian menggunakan kata amina pada akhir namanya. Untuk
yang lebih rumit, sering di beri awalan N atau N.N atau N.N.N
sesuai jmlah gugus yang terikat pada Nitrogen.
Senyawa dengan gugus amino yang melekat pada cincin
aromatik disebut amina aromatik, diberi nama sebagai turunan
atau sistem cincin aromatiknya.

Mengenai garam-garam amina, pada umumnya nama
aminanya diganti dengan nama amonium, atau jika anilin diganti
dengan anilium dan diberi tambahan nama anion yang terikat
padanya.


1.4. Klasifikasi
1.5. Sifat-sifat Amina
Senyawa amina suku rendah seperti metilamin dan etilamin
berbentuk gas, dengan titik didih lebih rendah dari suhu kamar.
Walaupun keduanya memiliki titik didih lebih tinggi dari pada
alkana dengan bobot molekul yang sebanding, akan tetapi masih
dibawah titik didih alkhol yang sebanding, dalam hal ini metanol
dan etanol, sebagaimana ditunjukkan pada tabel dibawah ini :

Alkana

Amin

Alkohol

CH3-CH3
Titik didih -88,6 oC
CH3-NH2
Titik didih -6,3 oC
CH3-OH
Titik didih +6,5 oC

CH3-CH2-CH3
Titik didih -42,1 oC
CH3-CH2-NH2
Titik didih +16,6 oC
CH3-CH2
Titik didih +78,5 oC

Analisis terhadap data diatas menumjukkan bahwa
perbedaan titik didih dari kelompok senyawa tersebut dsebabkan
karena adanya ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen intermolekul
yang terjadi pa da (N-H N-) sangat penting dan menaikkan
titik didih dari amina primerdan sekunde dibandingkan dengan
alkana. Tetapi ikogen ini tidatan hidrogen ini tidak sekuat ikatan
hidrogen intermolekul (o-H :o- ) pada alkohol, hal ini di
karenakan nitrogen kurang elektronegatif jika dibandigkan
dengan iksigen