You are on page 1of 26

MAKALAH TAKSONOMI HEWAN

KELAS AMPHIBIA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Taksonomi Hewan






Disusun oleh:
Kelompok IX (Rombel 4)
1. Putri Wahyu Septiana (4401412089 )
2. Yesy Milda Paula Pratama (4401412115)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Hingga saat ini, hampir 2 juta spesies makhluk hidup telah
teridentifikasi. Sebanyak dua pertiga dari seluruh spesies tumbuhan,
sisanya adalah hewan. Keanekaragaman hewan di dunia ini menunjukkan
variasi yang cukup besar, sehingga dibentuklah klasifikasi untuk hewan-
hewan tersebut. Penerapan tatanama hewan bahkan diatur oleh Kode
Internasional Tatanama Zoologi (International of Zoological Nomenclatur).
Di dalam jurnal yang berjudul “Kariotip Tujuh Spesies Amfibi (Ordo
Anura) dari Sulawesi Tenggara” juga membuktikan bahwa kelas Amphibia
benar-benar memiliki keanekaragaman yang sangat besar.
Para ahli zoologi juga telah berhasil mendeskripsikan dunia hewan
yang tersebar di muka bumi ini. Sebagian besar diantaranya tergolong
invertebrata dan sisanya adalah vertebrata. Kedua kelompok hewan
tersebut dapat dijumpai di berbagai tempat, baik di lingkungan perairan
maupun daratan. Cara hidup hewan-hewan itu beraneka ragam, ada yang
hidup bebas dan ada yang hidupnya bergantung pada makhluk hidup
lainnya.
Semua hewan bahkan dipercaya sebagai hasil evolusi dari nenek
moyang Protista. Diperkirakan 34 filum hewan yang hidup di planet bumi
ini. Dimana invertebrata meliputi filum Porifera, Coelenterata,
Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda,
Echinodermata dan Chordata. Sementara vertebrata meliputi kelas Pisces,
Amphibia, Reptilia, Aves dan Mammalia.
Makalah ini akan membahas tentang salah satu kelas dari subfilum
vertebrata, yaitu kelas Amphibia. Kelas Amphibia terdiri atas 3.900
spesies. Penyebaran amfibi pertama adalah pada periode Karboniferus dan
dikenal sebagai tahun amfibi.



Dengan mempelajari kelas Amphibia ini, kita dapat mengetahui ciri-
ciri serta klasifikasi dari kelas Amphibia. Kita juga dapat mengethaui
peranan dan isu-isu terbaru dari kelas Amphibia.

B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Amphibia ?
2. Apa saja ciri-ciri dari kelas Amphibia ?
3. Bagaimana klasifikasi kelas Amphibia ?
4. Bagaimana peranan Amphibia ?

C. TUJUAN
Tujuan dari penyusunan makalh ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui apa itu Amphibia.
2. Mengetahui ciri-ciri dari kelas Amphibia.
3. Mengetahui klasifikasi kelas Amphibia.
4. Mengetahui peranan Amphibia.


PEMBAHASAN

A. Pengertian Amphibia
Nama Amphibia berasal dari bahasa Latin, amphi artinya rangkap dan
bios artinya hidup. Sehingga Amphibia berarti kelompok hewan yang dapat
hidup didua alam, di darat dan di air. Kelas Amphibia merupakan tetrapoda
yang terendah.
Ada sekitar 3.000 spesies Amphibia yang hidup di dunia, yang
dikelompokkan dalam 3 golongan, yaitu Anura (katak dan kodok), Caudata
atau Urodela (salamander), dan Caecilia atau Apoda. Hanya ada sekitar 60
spesies Caecilia dan sekitar 200 jenis salamander, jadi sebagian besar kelas
Amphibia terdiri atas katak dan kodok.
Terminologi “Amphibia” diterapkan pada anggota kelas ini karena
sebagian besar hewan menghabiskan tahap awal siklus kehidupannya di
dalam air, dari bentuk larva berupa kecebong yang bernapas dengan insang
luar, kemudian larva mengalami metamorfosis menjadi anak katak dengan
alat pernapasan berupa paru-paru. Kehidupan demikian tidak mutlak untuk
semua amfibi, ada beberapa yang tidak pernah meninggalkan air dan yang
lainnya ada yang tidak pernah masuk ke dalam air pada tahap tertentu dari
siklus kehidupannya. Ada juga yang tidak memiliki paru-paru hingga
dewasa dan bernapas melalui kulit, karenanya kulit tersebut selalu basah
dan glandular.
Seperti ikan dan reptil, maka amfibi adalah ektoterm atau perubahan
suhu tubuh bergantung pada suhu lingkungan. Pada kebanyakan Amphibia,
meninggalkan telur-telurnya dalam kolam dan aliran-aliran air. Tidak
seekorpun dapat berjalan di tanah begitu menetas, sedikit spesies yang
hidup jauh dari air.


B. Ciri-ciri dari Kelas Amphibia
Kelas Amphibia memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:
 Kulit lembab dan mengandung kelenjar.
 Memiliki dua pasang kaki untuk berjalan dan berenang.
 Memiliki dua lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut
dilengkapi klep untuk menahan air.
 Mata berkelopak dan dapat digerakkan.
 Memiliki membran tympani yang terletak di luar.
 Rongga mulut bergigi dan lidah dapat dijulurkan keluar.
 Cor terdiri dari 3 ruang, yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel.
 Bernapas dengan insang, paru-paru, kulit atau dinding rongga mulut.
 Otak dengan 10 pasang nervi cranialis.

C. Klasifikasi Kelas Amphibia
1. SUBKELAS CAECILIA
 Sudah memfosil
a. ORDO LEPTOSPONDYLI
 Tubuh kecil seperti salamander
 Contoh: Lysorophus – sudah punah
Diplocaulus – sudah punah
Lysorophus Diplocaulus

Sumber: www.1j.rossi.org Sumber: www.marklongworth.com

b. ORDO PHYLLOSPONDYLI
 Tubuh kecil seperti salamander atau ular
 Contoh : Ichthyostega - sudah punah
Branchiosaurus - sudah punah
I chthyostega Branchiosaurus

Sumber: www.es.wikipedia.org Sumber: www.batrachos.com

c. ORDO LABIRINTHODONTI
 Ukuran tubuh kecil sampai besar, seperti salamander atau
buaya.
 Tubuh dengan lembaran-lenbaran dermal
 Contoh : Eogyrinus; Eryops; Capitosaurus
Eogyrinus Eryops

Sumber: www.contentparadise.com Sumber: www.ru.wikipedia.org

Capitosaurus

Sumber: www.er.wikipedia.org

d. ORDO GYMNOPHIONA ( APODA )
 Tubuh langsing seperti cacing;tidak mempunyai kaki
 Cranium keras dengan atap dan tulang ; vertebrata banyak;
tulang rusuk panjang
 Kulit halus, dengan alur-alur transversal; mempunyai kelenjar
kulit dan squirt gland yang dapat mengeluarkan cairan yang
dapat mengiritasi jaringan.
 Ada yang mempunyai tentakel kecil yang dapat dijulurkan
antara mata dan lubang hidung
 Mata tidak berkelopak , sering dibawah kulit atau tulang
maxillaries, ekor pendek , anus diujung tubuh , yang jantan
mempunyai organ copulasi yang dapat dijulurkan.
 Famili Caeciliidae → Ichthyopis, Gymnopis ( membuat
lubang ditanah yang lembab, bertelur ); ada beberapa yang
larvanya berkembang sempurna didalam telur, sedang yang
lain dengan larva aquatik. Typhionectes→ vivipar
menghasilkan kira-kira 6 embrio yang tumbuh sampai 150 mm
sebelum dilahirkan.
Gymnopis Typhionectes

Sumber: www.flickr.com Sumber: www.superstock.com

2. SUBKELAS CAUDATA (URODELA)
 Tubuh dapat dibedakan menjadi kepala, badan dan ekor.
 Kaki berukuran sama.
 Larva aquatic, menyerupai yang dewasa.
a. ORDO PROTEIDA
 Tubuh padat, ekor berpinna, insang permanen.
 Tidak memiliki kelopak mata.
 Mempunyai paru-paru.
 Hidup aquatik pemanen.
 Familia: Proteidae
 Contoh: Necturus maculosus
Proteus anguinesus
Necturus maculosus Proteus anguinesus

Sumber: www.caudata.com Sumber: www.flocruz.br


b. ORDO MUTABILIA
 Yang dewasa tidak memiliki insang (kecuali Amphiuma).
 Mempunyai paru-paru (kecuali Plethodontidae).
 Familia Cryptobranchidae
o Tubuhnya padat, kulit lunak atau lembek, memiliki lipatan
berdaging pada sisi-sisinya, tidak memiliki pelupuk mata.
o Hidupnya aquatik permanen.
Contoh:- Cryptobranchus alleganiensis yang hidup di air
mengalir dengan papan-papan karang, fertilisasi
eksternal; pada musim panas; mengadakan
perkawinan dan bertelur kira-kira 300 butir
diuntai seperti tasbih; telur menetas pada bulan
November, membutuhkan beberapa tahun untuk
menjadi dewasa.
- Megalobatrachus japonicas, salamander
raksasa, di China Timur dan Jepang, di anak
sungai yang dingin.
- Andrias schuchzeri, telah punah.
Cryptobranchus alleganiensis Megalobatrachus japonicas

Sumber:www.alleganiensisamphibianrescue.org Sumber: www.discoveranimal.com


Andrias schuchzeri

Sumber: www.clker.com


 Familia Hynobiidae
o Tubuh kecil, mempunyai pelupuk mata, gigi vomer dalam
posisi V di belakang nares, fertilisasi eksternal,
metamorfosis sempurna. Pada salamander yang lain, jantan
memiliki papillae cloacalis, yang betina memiliki sebuah
seminal receptakel dan fertilisasi internal.
Contoh: Hynobius, Ronadon
Hynobius

Sumber:www.salamandersofchina.lifedesks.org

Ronadon

Sumber: www.calphotos.berkeley.edu

 Familia Ambystomidae
o Gigi-giginya dalam deretan transversal menyilang tepi
posterior vomer, memiliki kelopak mata, yang dewasa
hidup terrestrial.
o Contoh: - Ambystoma tigrinum (Tiger salamander), larva
perennial (larva yang mencapai ukuran dewasa
dan bahkan sudah mengadakan perkawinan
meskipun masih berinsang dan mempunyai
tanda-tanda larva yang lain).
- Ambystoma opacum, telur diletakkan di tempat
yang lembab.
- Dicamptodon ensatus, larva sering parenial.
- Rhyacotriton olympicus.
Ambystoma tigrinum Ambystoma opacum

Sumber: www.ryanphotographic.com Sumber: www.users.humboldt.edu

Dicamptodon ensatus Rhyacotriton olympicus


Sumber: www.californiaherps.com Sumber: www.burkemuseum.org


 Familia Salamandridae
o Gigi-giginya ada di atap mulut di belakang nares.
o Memiliki paru-paru, tidak memiliki insang; mempunyai
kelopak mata, terdapat di Eropa, Asia Timur dan Amerika
Utara.
o Contoh: - Diemictylus viridescens, dengan titik-titik merah
sepanjang sisi-sisinya, telurnya single di dalam
air.
- Taricha eristatus, bagian atas berwarna coklat,
bagian bawah berwarna orange, telur-telurnya
dalam masa kecil di dalam air.
- Taricha cristatus, yang jantan berwarna
menyolok dengan crista dorsalis pada waktu
breeding.
- Salamandra salamandra, warna hitam dengan
titik-titik kuning, yang dewasa hidup terrestrial.
- Salamandra atra, European Alpine Salamander
(di pegunungan).
Diemictylus viridescens

Sumber: www.people.wcsu.edu

Salamandra salamandra Salamandra atra

Sumber:www.fernandoepelde.wordpress.com Sumber:www.naturamediterraneo.com

 Familia Amphiumidae
o Tubuh silindris.
o Tidak memiliki kelopak mata.
o Yang dewasa memiliki paru-paru, insang dan celah insang.
o Kaki-kakinya kecil dengan 2 atau 3 jari.
o Contoh: Amphiuma means, hidup di rawa-rawa dan sawah.
Amphiuma means

Sumber: www.en.wikipedia.org


 Familia Plethodontidae (Lungless Salamanders)
o Mempunyai sebuah alur nasolabial yang sangat kecil dari
tiap lubang hidung ke bibir atas.
o Memiliki kelopak mata.
o Tidak memiliki paru-paru atau insang.
o Kulitnya lemah.
o Dewasa hidup terrestrial ditempat-tempat yang lembab
dimana telur-telur diletakkan, dijaga oleh yang betina, dan
anak-anaknya muncul, tidak ada stadium larva, ada sedikit
di anak sungai yang dingin dengan larva aquatik.
o Contoh: - Pseudotriton rubber (red salamander)
- Desmognatus fuscus (dusky salamander)
- Plethodon glutinosus (slimy salamander)
- Aneides lugubris (arboreal salamander)
- Eurycea bislienata (two lined salamander)
- Typhlomolge rathbuni, buta, hamper tidak
berwarna, aquatik secara permanen dan neotenik
(larva salamander dapat menjadi dewasa seksual,
mengadakan perkawinan dan menghasilkan
telur-telur yang fertil.
Pseudotriton rubber Desmognatus fuscus

Sumber: www.wwwnew.towson.edu Sumber: www.caudata.org

Plethodon glutinosus Aneides lugubris

Sumber: www.reptilechannel.com Sumber: www.commons.wikimedia.org

Eurycea bislienata Typhlomolge rathbuni

Sumber: www.academics.skidmore.edu Sumber: www.ecos.fws.gov








c. ORDO MEANTES
 Tubuhnya langsing, tidak mempunyai kaki belakang atau
kelopak mata.
 Mempunyai insang, rahang dilapisi zat tanduk.
 Fertilisasi eksternal.
 Benar-benar aquatik.
 Familia Lacertina.
 Hidup di Virginia dan Indiana, di dalam pantai berlumpur dan
telaga.
 Memiliki 3 pasang insang.
 Contoh: Pseudobranchus striatus.
 Panjang sampai 7 inci; mempunyai 1 pasang celah insang;
menggali lubang.
Pseudobranchus striatus

Sumber: www.calphotos.berkeley.edu

3. SUB CLASS SALIENTIA (ANURA )
 Meliputi semua jenis katak
 Kepala dan badan menyatu , tidak ada leher maupun ekor
 Kaki depan pendek , kaki belakang membesar untuk melompat dan
dilengkapi selaput antar jari ( selaput renang )
 Jumlah vertebrae ada 10 yang terakhir kecil memanjang disebut
Urostyle
 Tulang rusuk mereduksi atau tidak ada
 Telur-telur diletakkan diluar dan fertilisasi eksternal dengan cara
berpelukan jantan dan betina dewasa , larva ( berudu ) kepala dan
badan menyatu berbentuk ovoid dan berekor panjang dengan pina
median, aquatic, mengalami metamorphosis.
a. ORDO AMPHICOELA
 Vertebre type amphicoel ; ada 2 sisa otot ekor
 Familia Ascaphidae ( Liopelmidae )- BellToads
 Contoh: Liopelma- Ascaphus truei
 Hidup didalam air atau tempat didekatnya sungai-sungai
yang dingin di pegunungan , pada saat perkawinan yang
jantan memegang yang betina disekitar pelvis , dan
fertilisasi internal dengan menggunakan organ kopulasi
eksternal pada yang jantan ( alat kelaminnya seperti ekor )
 Cara perkawinan seperti ini merupakan hal yang unik pada
Salietia. Larva mempunyai alat discus penghisap diventral
untuk melekatkan diri pada batu dalam arus air yang deras.
Ascaphus truei

Sumber: www.burkemuseum.org

b. ORDO OPISTOCOELA
 Vertebre type opistocoel; rusuk bebas terdapat pada larva
dan pada yang dewasa.
 Familia Dicoglossidae
 Mempunyai lidah dan kelopak mata
 Yang dewasa mempunyai tulang rusuk
 Contoh : - Lautonia - sudah punah
- Ascaphus truei - bell toad
- Discoglossuss (warna hitam dan merah
menyolok atau kuning dipermukaan ventral)
- Alytes obstetricians
Discoglossuss Alytes obstetricians

Sumber: www.wikipedia.org Sumber: www.biodiversitat.cat

 Familia Xenophidae ( Clawed toads )
 Katak yang mempunyai cakar
 Tidak mempunyai lidah
 Kaki mempunyai selaput renang, tiga jari sebelah
dalam dan kaki belakang mempunyai cakar dan bahan
tanduk berwarna hitam
 Hidup aquatic
 Contoh : Xenophus



Xenophus

Sumber: www.nih.gov

 Famili Pipidae
 Tidak mempunyai lidah ; tidak mempunyai kelopak
mata
 Kaki-kakinya mempunyai selaput renang , jari kaki
depan kecil memanjang berakhir dalam kumpulan
papillae dermal yang pendek.
 Hidupnya aquatic
 Telur- telurnya dibawa dalam kantong yang terpisah
pada punggung yang betina, bial menetas hewan muda
sudah mengalami metamorphosis sempurna
 Contoh : Pipa katak dari Suriname
Pipa

Sumber: www.it.wikipedia.org

c. ORDO ANOMOCOELA
 Vertebre tipe procoel
 Tidak mempunyai tulang rusuk bebas
 Familiia Pelobatidae – Spadefoot toads
 Kaki belakang mempunyai sekop dan bahan tanduk
pada tepi sebelah dalam untuk memotong
 Pupil mata berbentuk elips
 Contoh : Pelobates
Scaphiopus , hidupnya nocturnal siang hari
bersembunyi , didalam lubang jarang terlihat kecuali
bertelur , telurnya diletakkan didalam genangan air
yang bersifat sementara sesudah hujan dalam musim
spring atau summer, berkembang dengan
metamorphosis dan membutuhkan waktu satu bulan.

Pelobates Scaphiopus

Sumber: www.herpsociety.org Sumber: www.en.wikipedia.org

d. ORDO PROCOELA
 Vertebre type procoela
 Familia Palaebatrachidae
 Contoh : Palaebatrachus – sudah punah
 Familia Bufonidae – True toads
 Tidak mempunyai gigi maxilla , mempunyai kelenjar
paratoid yang besar dibelakang tiap matanya
 Contoh : Eleutherodactylus, Leptodactylus, Bufo katak
dengan kulit kasar banyak berkutil
 Hidup terrestrial dan nocturnal , bersembunyi dibawah
kayu-kayuan atau batu, atau didalam lubang siang hari ,
masuk kedalam air bila bertelur.
 Contoh : Bufo terrestris , Bufo boreas.
Bufo terrestris Bufo boreas

Sumber: www.carolinanature.com Sumber: www.californiaherps.com

 Familia Brachycephalidae
 Contoh : Brachyocephalus, Dendrobates
 Famili Hylidae – Tree Toads ( Katak Pohon )
 Kebanyakan berukuran dibawah 2 inches
 Mempunyai gigi pada rahang atas atau rahang bawah
dan atas
 Tulang ujung dan tiap jari berbentuk cakar
 Semua jari dengan discus untuk melekat, dipergunakan
untuk memanjat pohon atau karang
 Suaranya sering keras
 Telur-telurnya berada didalam air
 Contoh : - Hyla versicolor
- Hyla regilia
- Hyla crucifier
- Acris gryllus
- Gastrotheca ( Marsupial frog )
 Massa telur dibawah punggungnya terdapat diluar
tubuh atau didalam kantong kulit , dimana kelak
menetas menjadi katak muda.
Hyla versicolor Gastrotheca

Sumber: www.michigan.gov Sumber: www.arkive.org

Hyla crucifier Acris gryllus

Sumber: www.geocaching.com Sumber: www.en.wikipedia.org

e. ORDO DIPLASIOCOELA
 Gelang bahu berfusi dengan sternum (firmisternal)
 Familia Ranidae – True Frogs
 Giginya berada di rahang atas.
 Ujung lidah di posterior dan bercabang dua.
 Telur-telurnya biasanya dalam masa seperti tapioca.
 Contoh: - Rana catesbiena, bull frog.
- Rana clamitans, green frog.
- Rana palustris.
- Rana pipiens, grass frog.
- Rana sylvatica, wood frog.
- Rana aurora, red legged frog.
Rana catesbiena Rana clamitans

Sumber: www.commons.wikimedia.org Sumber: www.adambouskila.com

Rana palustris Rana pipiens

Sumber: www.michigan.gov Sumber: www.artofgreen.wordpress.com


Rana sylvatica Rana aurora

Sumber: www.michigan.gov Sumber: www.calphotos.berkeley.edu

 Familia Polypedatidae, tree frog.
 Terdapat di Asia-Afrika.
 Mempunyai cartilage intercalary (sisipan di jari-jarinya).
 Kebanyakan arboreal.
 Contoh: Polypedates (rhacophorus), telur-telur biasanya
diletakkan di dalam busa (buih) gelatin di atas dari mana
kelak berudunya jatuh ke dalam air.
 Familia Microhylidae- narrow mouth Toads
 Katak bermulut sempit.
 Kepalanya kecil.
 Terdapat dimana-mana.
 Hidup arboreal dan ada juga yang hidup di dalam lubang-
lubang.
 Contoh: Microhyla carolinensis, katak bermulut sempit,
nocturnal (aktif di malam hari), di siang hari bersembunyi
di dalam tanah; larva aquatic dengan spiracle median, tidak
bergigi dan mulut dapat dikembangkan, dan tidak
mempunyai lubang hidung sampai metamorfosis, pada
beberapa spesies larva mengalami metamorfosis sempurna
di dalam selubung ekor.

D. Peranan Amphibia
Dalam rantai makanan, peranan amfibi cukup penting untuk mengatur
populasi serangga. Amfibi juga merupakan makanan bagi berbagai
vertebrata lain, misalnya ular dan burung. Sebagian orang ada juga yang
menjadikan amfibi (misalnya katak hijau) sebagai makanan untuk
memperoleh asupan protein. Selain itu, beberapa anggotanya sering kali
dimanfaatkan sebagai objek praktikum dan penelitian.
Tidak hanya itu, dalam jurnal yang berjudul “ Toxins in Amphibians
and their Importances to Humans” dipaparkan bahwa racun pada kelenjar
amfibi memiliki kegunaan yang sangat banyak, terutama dalam bidang
medis. Kelenjar racun amfibi memiliki hampir enam jenis obat-obatan yang
memiliki analgesik, sehingga memiliki potensi sebagai obat penghilang
rasa sakit, antibiotik, anti-virus dan anti-kanker serta sebagaai obat
penyakit kardiovaskular.



PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa Kelas Amphibia
merupakan kelompok hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu di air dan
di darat. Kelas Amphibia juga merupakan tetrapoda yang paling rendah.
Kelas amphibian memiliki ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh kelas
ini. Kelas Amphibia meliputi 3 kelompok, yaitu Caecilia, Caudata dan
Anura.
B. Saran
Penulis berharap para pembaca dapat memberikan kritikan yang
membangun, selain itu penulis juga meminta saran dari para pembaca agar
makalah selanjutnya dapat menjadi lebih baik dari saat ini.



DAFTAR PUSTAKA

Kelley, Katherine. Toxins in Amphibians and Their Importances to Humans. Online.
Tersedia di http://www.life.umd.edu/grad/mlfsc/Toxins%20in%20Amphibians.pdf
Nasaruddin, Suriana, Arinto Adi, D., & Salamansyah. 2009. Kariotip Tujuh Spesies
Amfibi (Ordo Anura) dari Sulawesi Tenggara. Jurnal Veteriner, 10(2):77-86.
Sudjadi, Bagod, dkk. 2007. Biologi SMA/ MA Kelas X. Jakarta: Yudhistira.
Sukiya. 2001. Common Text Book Biologi Vertebrata (Edisi Revisi). Yogyakarta:
UNY.
Tim Pengampu. 2013. Bahan Ajar Taksonomi Hewan. Semarang: Laboratorium
Taksonomi Hewan.