You are on page 1of 19

Keanekaragaman Hayati

Hubungan Filogeni dengan
klasifikasi
Penamaan
Klasifikasi
Hakikat
 Nama Kelompok 4
 Eni setyowati
 Evi normawati
 Mymo putriani
 Okta defa yulkhamidah
 Ria lifatul jannah
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Hakikat
Pengertian
Tingkatan
Faktor yang
mempengaruhi
Konservasi
Manfaat
Pengertian
 Keanekaragaman : sesuatu yang bermacam-macam
yang terjadi akibat adanya perbedaan misalnya
dalam ukuran, bentuk, warna, ataupun jumlah.
 Hayati : sesuatu yang hidup atau berkenaan dengan
kehidupan.
 Keanekaragaman hayati menggambarkan
bermacam-macam makhluk hidup (organisme) di
bumi (biosfer)
Pengertian
 Terbentuk karena adanya keseragaman dan
keberagaman sifat atau ciri makhluk hidup.
 Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman
makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan
variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah
Tingkatan
 Keanekaragaman Gen
segala perbedaan yang ditemui pada makhluk
hidup dalam satu spesies. Contoh : tanaman bunga
mawar putih dengan bunga mawar merah yang
memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna.



Tingkatan
 Keanekaragaman Jenis
segala perbedaan yang ditemui pada makhluk
hidup antar jenis atau antar spesies. Contohnya :
Musa acuminata (pisang Mas), Musa balbisiana
(pisang kluthuk), dan Musa paradisisaca (pisang
raja)



Tingkatan
 Keanekaragaman Ekosistem
segala perbedaan yang terdapat antar ekosistem.
Contoh : hutan hujan tropis, hutan gugur, padang
rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang,
air tawar, air payau, laut, dan lain-lain.

Faktor Yang Mempengaruhi
Faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman
makhluk hidup terdiri atas:
 Faktor biotik, yaitu terdiri atas makhluk hidup.
 Faktor abiotik, yaitu meliputi:
 Faktor fisik, meliputi tanah, cahaya, suhu, air, dan
kelembapan.
 Faktor kimia, meliputi kandungan mineral, sanitasi, dan
tingkat keasinan.

Faktor Yang Mempengaruhi
Penurunan keanekaragaman hayati disebabkan oleh
faktor-faktor berikut.
 Faktor alami, misalnya: banjir, gunung meletus, dan
tanah longsor.
 Faktor manusia, misalnya: penebangan liar dan
pembuangan limbah di aliran sungai.

Konservasi
In Situ
• Membiarkan makhluk hidup
tetap pada habitat aslinya
Ex Situ
• Memindahkan makhluk hidup
dari habitat aslinya untuk
dipelihara di tempat lain
Konservasi
Cagar Alam
 Cagar alam adalah membiarkan ekosistem dalam
suatu wilayah apa adanya. Perkembangannya terjadi
secara proses alami. bertujuan:
Melindungi ciri khas tumbuhan, hewan, dan
ekosistem alam.
Mempertahankan keanekaragaman gen.
Menjamin pemanfaatan ekosistem secara
berkelanjutan.
Memelihara proses ekologi.

Konservasi
Suaka Margasatwa
 Merupakan pelestarian satwa langka. Perburuan
dibuatkan peraturan tertentu. Satwa langka
dilindungi oleh undang-undang konservasi, sehingga
kepemilikannya harus memiliki izin khusus.

Konservasi
Taman Nasional
 Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam
yang mempunyai ekosistem asli.
 dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu
pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya,
pariwisata, dan rekreasi.
 berfungsi melindungi ekosistem, melestarikan
keanekaragaman flora dan fauna, dan melestarikan
pemanfaatan sumber daya alam hayati.

Konservasi
Taman laut
 Wilayah lautan yang mempunyai ciri khas berupa ke-
indahan alam yang ditunjuk sebagai kawasan konservasi
alam, yang diperuntukkan guna melindungi plasma
nutfah lautan. Contoh: Bunaken di Sulawesi Utara
Konservasi
Perlindungan Hutan
 Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang
diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari
kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata,
hutan buru, dan lain sebagainya.

Konservasi
Kebun Binatang / Kebun Raya
 Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu
perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat
obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki
koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup

Manfaat
Manfaat dalam Ekonomi
 Jenis hewan (fauna) dan tumbuhan (flora) dapat
diperbarui dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi
kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk
kepentingan ekspor, misalnya saja kayu jati jika di
ekspor akan menghasilkan devisa bagi negara.

Manfaat
Manfaat dalam ekologi
Misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis
memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang
penting bagi bumi, antara lain:
a. Merupakan paru-paru bumi
b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu
mempertahankan suhu dan ke lembaban udara
c. Mempertahankan keberlanjutan ekosistem
Manfaat
Manfaat dalam Farmasi
 Selain pengobatan tradisional, pengobatan
moderenpun sangat tergantung pada keragaman
hayati terutama tumbuhan dan mikroba.

Manfaat dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi
 Misalnya penelitian mengenai sumber makanan dan
obat-obatan yang berasal dari tumbuhan.
Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian
dan pengembangan ilmu yang sangat berguna untuk
kehidupan manusia.

Menu