TEH HIJAU DAN KHASIATNYA BAGI KESEHATAN TUBUH

Diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian nasional

Oleh Muhammad Bakhtiar 050610034

SMA DWIWARNA (BOARDING SCHOOL) JALAN RAYA PARUNG KM. 40 BOGOR

2007

2

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah ini disahkan pada tanggal ............................................................

Oleh

Guru Penguji

Guru Pembimbing

Iryanto Yossa

Ir. Widiati S.

Mengetahui,

Direktur SMA Dwiwarna

Wakakur SMA Dwiwarna

Dr. dr. Carmen Jahja, SportMed

Euis Tresna, S.Pd. MSi.

ii

ABSTRAK

Teh merupakan minuman hasil olahan daun teh yang sering kita jumpai di dataran tinggi. Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga yaitu teh hijau (tidak difermentasikan), teh oolong (semifermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh). Teh sebagai salah satu minuman populer di kalangan masyarakat memiliki berbagai manfaat. Di samping sebagai pelepas dahaga, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa teh memiliki banyak khasiat dalam dunia kesehatan. Di antara ketiga jenis teh yang ada saat ini, teh hijaulah yang paling dipercaya mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Hal ini disebabkan teh hijau memiliki kandungan katekin paling tinggi dibandingkan jenis teh lainnya. Di antara banyaknya senyawa kimia yang terdapat di dalam daun teh, katekin merupakan senyawa paling penting. Sebab, selain berfungsi sebagai pemberi rasa, warna, dan aroma pada teh, katekin juga berfungsi sebagai antioksidan serta pencegah berbagai jenis penyakit. Di tengah-tengah perkembangan industri yang meningkat pesat saat ini, ancaman terserang berbagai penyakit pun semakin besar, mulai dari penyakit yang tergolong ringan seperti influenza, hingga penyakit serius seperti kanker. Oleh karena itu, dibutuhkan senyawa yang mampu mencegah penyakit-penyakit tersebut. Salah satu senyawa yang memberikan harapan besar bagi dunia kesehatan ialah senyawa katekin (polifenol) yang terdapat pada teh, khususnya teh hijau.

iii

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli di sejumlah negara, katekin pada teh hijau terbukti mampu menghambat radikal bebas penyebab kanker. Di samping itu, katekin teh hijau pun mampu mengurangi risiko seseorang untuk mengalami serangan jantung, melancarkan sekresi air seni, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah karies pada gigi, dan sebagainya. Uraian lebih lanjut mengenai khasiat teh hijau bagi kesehatan tubuh kita terdapat pada bab II dari karya tulis ini.

iv

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Segala puji hanya bagi Allah SWT. karena dengan rahmat dan izin-Nya Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga curahan rahmatnya akan sampai kepada kita sekalian. Amin… . Hingga saat ini persentase pengetahuan masyarakat akan khasiat teh dalam dunia kesehatan masih tergolong rendah. Banyak masyarakat yang suka meminum teh hanya karena merasa senang dan gemar terhadap minuman ini. Oleh karena itu, penulis berharap penyusunan karya tulis ini dapat memberikan informasi akan hal tersebut. Karya tulis ini tak mungkin dapat terselesaikan tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis bermaksud mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua penulis yang tak henti-hentinya mengingatkan agar karya tulis ini segera diselesaikan, Ir. Widiati S. selaku guru pembimbing, Bapak dan Ibu guru penanggung jawab KTI yang setia menunggu hingga karya tulis ini rampung, pihak Server/IT yang selalu bersedia meminjamkan laboratorium komputer untuk pengetikan, para pembina asrama, teman-teman sekelas maupun seluruh angkatan 8 serta tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada pihak lain yang namanya tak dapat dituliskan satu per satu.

v

Sebagaimana kata pepatah, tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang sempurna, begitu pula dengan karya tulis ini. Maka dari itu, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam karya tulis ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan meskipun penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk memuaskan pembaca. Akhir kata, semoga segala sesuatu yang diharapkan penulis dari penyusunan karya tulis ini dapat tercapai. Amin Ya Rabbal ‘Alamin... . Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bogor, Maret 2007

Penulis

vi

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................. i LEMBAR PENGESAHAN....................................................................... ii ABSTRAK.................................................................................................. iii KATA PENGANTAR................................................................................ v DAFTAR ISI............................................................................................... vii DAFTAR TABEL......................................................................................viii DAFTAR GAMBAR.................................................................................. ix BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1 1.1 Latar Belakang........................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah................................................................... 2 1.3 Tujuan..................................................................................... 2 1.4 Manfaat................................................................................... 3 BAB II PELAKSANAAN PENELITIAN.............................................. 4 2.1 Kajian Pustaka......................................................................... 4 2.1.1 Pengertian Teh dan Pengklasifikasiannya..................... 4 2.1.2 Kandungan Kimia pada Daun Teh................................ 6 2.2 Metode Penelitian................................................................... 12 2.3 Hasil dan Pembahasan............................................................ 12 BAB III PENUTUP.................................................................................... 32 3.1 Simpulan................................................................................. 32 3.2 Saran........................................................................................ 33 DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 34

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Komposisi Pucuk Daun Teh (% berat kering)............................................. 6 Tabel 2 Sifat Fisik dan Kimia Katekin...................................................................... 8

viii

DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Teh hijau, dibuat melalui inaktivasi enzim polifenol................................... 4 Gambar 2 Teh hitam, memiliki warna merah keemasan atau kecoklatan.................... 5 Gambar 3 Teh oolong, diproses melalui pemanasan daun dalam waktu singkat......... 5 Gambar 4 Pucuk daun teh, paling kaya kandungan katekin galatnya........................... 7 Gambar 5 Struktur polifenol......................................................................................... 8 Gambar 6 Teh memiliki khasiat penting bagi kesehatan tubuh.................................... 13 Gambar 7 Kanker payudara, salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan mengonsumsi teh hijau .................................................................................................................... .................................................................................................................... 16 Gambar 8 Teh hijau mampu menghambat terjadinya kanker rongga mulut................ 18 Gambar 9 Karies gigi dapat dicegah dengan mengonsumsi teh hijau.......................... 26

ix

Gambar 10 Osteoporosis, penyakit yang sering diderita oleh seseorang yang telah lanjut usia .................................................................................................................... .................................................................................................................... 29

x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era yang semakin maju seperti saat ini, terdapat berbagai jenis minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat dalam kehidupan seharihari. Namun sebagian besar dari minuman-minuman tersebut tidak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita, bahkan tidak sedikit yang bisa menimbulkan penyakit. Hal ini disebabkan oleh zat-zat kimia yang terkandung dalam minuman tersebut. Sangat sedikit orang yang menyadari akan dampak yang dihasilkan oleh minuman yang dikonsumsinya. Terlebih lagi banyak minuman yang menggunakan bahan pewarna dan bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatan kita. Oleh karenanya, kita harus bisa membiasakan diri untuk meminum minuman yang diolah dari alam serta aman dan sehat untuk dikonsumsi. Salah satu di antara minuman tersebut ialah teh. Teh telah menjadi bahan minuman yang paling terkenal di dunia setelah air. Di dalamnya terkandung berbagai senyawa kimia yang berfungsi sebagai pembentuk rasa nikmat. Selain itu, sejak bertahun-tahun yang lalu peranan teh telah berkembang untuk dunia kesehatan dan pengobatan. Bahkan dunia kedokteran modern mulai mengakui peranan teh untuk melawan berbagai penyakit. Di antara jenis teh yang dinilai memiliki khasiat paling baik untuk kesehatan adalah teh hijau. Namun tidak semua orang mengetahui akan

1

senyawa kimia potensial yang terkandung di dalam daun teh serta peranannya bagi dunia kesehatan dan pengobatan. Di samping itu, tak bisa kita pungkiri bahwa jumlah masyarakat yang gemar mengonsumsi teh hijau masih tergolong sedikit, khususnya di Indonesia. Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, tercetuslah sebuah ide untuk menyusun karya tulis ini agar dapat memberikan informasi mengenai senyawa kimia yang terkandung dalam teh hijau serta khasiatnya bagi kesehatan tubuh kita. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah : a. b. c. Apa pengertian teh, dan bagaimanakah pengklasifikasiannya? Apa saja senyawa kimia yang terkandung di dalam daun teh? Apa saja khasiat teh hijau bagi kesehatan tubuh kita?

1.3 Tujuan Hampir semua manusia di dunia ini pasti pernah mengonsumsi minuman yang bernama teh. Namun tentunya kita masih belum mengetahui dengan jelas senyawa kimia apa saja yang terkandung di dalamnya dan apa khasiatnya bagi kesehatan tubuh kita. Oleh sebab itu, melalui Karya Tulis Ilmiah ini penulis bertujuan untuk menyalurkan informasi yang telah diperoleh dari berbagai sumber mengenai khasiat teh bagi kesehatan tubuh manusia yang ditekankan pada salah satu

2

jenis teh, yaitu teh hijau beserta kandungan senyawa kimia penting di dalamnya. Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ini bagi pribadi penulis adalah sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional di SMA Dwiwarna. 1.4 Manfaat Dengan adanya penulisan karya tulis ini diharapakan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Di antaranya adalah pembaca bisa memperoleh informasi seputar teh hijau dan manfaatnya bagi kesehatan. Selain itu bisa menumbuhkan kesadaran pembaca khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk mencari tahu kandungan-kandungan yang terdapat dalam setiap makanan maupun minuman yang dikonsumsi, apakah berdampak baik atau buruk bagi kesehatan tubuh.

3

BAB II PELAKSANAAN PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Teh dan Pengklasifikasiannya Teh merupakan salah satu bahan minuman yang terkenal di dunia setelah air. Bahan minuman ini diperoleh dari hasil pengolahan daun teh yang tumbuh di daerah dataran tinggi. Berdasarkan hasil dan proses pengolahannya, teh dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu teh hijau (tidak difermentasi), teh oolong (semifermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh). Teh hijau dibuat melalui metode inaktivasi enzim polifenol oksidasenya di dalam daun teh segar. Metode ini dapat dilakukan melaui pemanasan (udara panas) dan penguapan (steam/uap air). Kedua proses tersebut berguna untuk mencegah terjadinya oksidasi enzimatis katekin.

Gambar 1.Teh hijau, dibuat melalui inaktivasi enzim polifenol

Teh hitam dibuat melalui oksidasi katekin dalam daun segar dengan katalis polifenol oksidase atau disebut dengan fermentasi. Proses fermentasi ini dihasilkan dalam oksidasi polifenol sederhana, yaitu

4

katekin teh diubah menjadi molekul yang lebih kompleks dan pekat sehingga memberi ciri khas teh hitam, yaitu berwarna, kuat, dan berasa tajam.

Gambar 2. Teh hitam, memiliki warna merah keemasan atau kecoklatan

Teh oolong diproses melalui pemanasan daun dalam waktu singkat setelah penggulungan. Oksidasi terhenti dalam proses pemanasan, sehingga teh oolong disebut dengan teh semifermentasi. Karakteristik teh ini berada di antara teh hijau dan teh hitam.

Gambar 3. Teh oolong, diproses melalui pemanasan daun dalam waktu singkat

Perbedaan utama yang cukup berarti dari ketiga proses pengolahan teh tersebut ada pada kandungan katekinnya. Kandungan katekin tertinggi ada pada teh hijau, disusul teh oolong, dan teh hitam. Pada umumnya teh hijau mengandung 16%-30% senyawa katekin, hal inilah

5

yang menyebabkan teh hijau dinilai memiliki khasiat paling baik bagi kesehatan dibandingkan dengan kedua jenis teh lainnya. 2.1.2 Kandungan Kimia pada Daun Teh Daun teh sebagai bahan utama dalam pembuatan minuman (teh) tentu mengandung berbagai jenis senyawa kimia di dalamnya. Vakuola dalam sel daun teh mengandung zat-zat yang larut dalam air, seperti katekin, kafein, aneka asam amino, dan berbagai gula. Dalam sitoplasma terdapat enzim pengoksida, yaitu polifenol oksidase, klorofil, dan karoten. Presentase kandungan katekin dan kafein menunjukkan tingkat mutu seduhan dari pucuk daun teh yang digunakan. Gambaran mengenai komposisi pucuk daun teh disajikan pada tabel berikut. Tabel 1. Komposisi Pucuk Daun Teh (% berat kering) Senyawa Selulosa Dinding Sel Lignin Protein Protoplasma Lemak Tepung Polifenol / Katekin Kafein Asam Amino Vakuola Asam Gula Asam Organik Abu / Mineral Jumlah
(Bhatia, 1963)

Bagian Sel

Total 24.0 6.5 17.0 8.0 0.5 22.0 4.0 7.0 3.0 3.0 5.0 100.0

Larut Dalam Air 0.0 2.3 0.0 0.0 0.0 22.0 4.0 7.0 3.0 3.0 4.0 45.3

Bahan-bahan kimia dalam daun teh dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu substansi fenol, substansi bukan fenol, substansi

6

penyebab aroma, dan enzim. Keempat kelompok tersebut yang menimbulkan berbagai macam sifat yang dapat kita temukan pada teh. A. Substansi Fenol Substansi ini hanya terdiri dari dua senyawa kimia, yaitu katekin (polifenol) dan flavanol. a. Katekin (Polifenol) Katekin (polifenol) teh berbeda dengan katekin pada tanaman lain. Katekin dalam teh tidak bersifat menyamak dan tidak berpengaruh buruk terhadap pencernaan makanan, melainkan bersifat antimikroba (bakteri dan virus), antioksidan, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Katekin merupakan senyawa yang memiliki pengaruh paling besar terhadap seluruh komponen teh. Dalam pengolahannya, senyawa ini dihubungkan dengan semua sifat produk teh, yaitu aroma, warna, dan rasa.

Gambar 4.

Pucuk daun teh, paling kaya kandungan katekin galatnya

Katekin sebagai salah satu substansi pada teh tentu memiliki sifat fisik maupun sifat kimia. Adapun sifat-sifat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

7

Tabel 2. Sifat Fisik dan Kimia Katekin Sifat Fisik Kenampakan : putih Titik beku : 104-106oC Titik didih : 245oC Tekanan uap : 1 mmHg pada 75oC Densitas uap : 3.8 g/m3
o

Sifat Kimia Sensitif terhadap oksigen Sensitif terhadap cahaya Berfungsi sebagai antioksidan Substansi yang dihindari : unsur oksidasi, asam klorida, asam

anhidrida, basa, dan asam nitrit Flash point : 137 C Larut dalam air hangat Explosion limits (batas atas) : Stabil dalam konsisi agak asam 1.97%
(Anonim, 2001)

atau netral (pH optimum 4-8)

Gambar 5. Struktur polifenol

b.

Flavanol Flavanol tanaman teh menunjukkan suatu kelompok senyawa

yang sangat mirip komposisi kimianya dengan katekin. Senyawa ini merupakan salah satu antioksidan alami yang terdapat dalam tanaman pangan dan mempunyai kemampuan mengikat logam.

8

B. Substansi Bukan Fenol a. Karbohidrat Daun teh juga memiliki karbohidrat, dari gula yang sederhana hingga yang kompleks, di antaranya yaitu sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Keseluruhan karbohidrat yang dikandung teh adalah 0.75% dari berat kering daun. (Syah, 2006) b. Substansi Pektin Substansi pektin terutama terdiri atas pektin dan asam pektat. Besarnya bervariasi, 4.9-7.6% dari berat kering daun. Substansi ini dianggap ikut menentukan sifat baik dari teh, khususnya teh hitam.
(Syah, 2006)

c.

Alkaloid Sifat penyegar teh berasal dari substansi alkaloid yag

terkandung di dalamnya, yaitu sebesar 3-4% dari berat kering daun. Alkaloid yang utama dalam daun teh adalah kafein. (Syah, 2006) Kafein tidak mengalami perubahan selama pengolahan teh, namun dianggap sebagai bahan yang menentukan kualitas teh. Hasil oksidasi dari reaksi antara kafein dengan katekin akan membentuk senyawa yang menentukan kesegaran dari seduhan teh. d. Klorofil dan Zat Warna yang Lain Warna hijau pada daun teh ditentukan oleh adanya klorofil. Besar zat warna dalam daun teh sekitar 0.019% dari berat kering. Berbagai reaksi yang terjadi pada proses pengolahan teh dapat mengakibatkan perubahan warna pada daun teh. (Bambang, 1993)

9

e.

Protein dan Asam-asam Amino Protein pada daun teh memiliki peranan penting dalam

pembentukan aroma pada teh. Protein ini akan mengalami pembongkaran menjadi asam-asam amino. Reaksi asam amino dengan katekin pada temperatur tinggi menghasilkan aldehid yang bertanggungjawab atas aroma teh. Dalam daun teh juga muncul asam amino yang biasanya dikenal sebagai theanin, yang berhubungan dengan kualitas minuman teh. f. Asam Organik Dalam proses metabolisme (terutama respirasi), asam organik berperan penting sebagai pengatur proses oksidasi dan reduksi. Selain itu, asam organik juga merupakan bahan pembentuk karbohidrat, asam amino, dan lemak untuk tanaman. Namun peranan asam organik selama pengolahan teh tidak terlalu nyata.

g.

Substansi Resin Aroma teh juga bergantung pada minyak esensial dan resin.

Kandungan resin beratnya 3%dari berat kering daun. Peranan resin yang lain adalah menikkan daya tahan tanaman teh terhadap kondisi beku. (Anonim, 2001) h. Vitamin

10

Daun teh mengandung beberapa vitamin, yaitu vitamin C, K, A, B1, dan B2. Selama proses pengolahan teh, vitamin C mengalami oksidasi sehingga kandungannya dalam teh akan hilang. Demikian pula dengan vitamin E. Kandungan vitamin C pada teh sebesar 100-250 mg. Namun, kandungan sebesar itu hanya terdapat pada teh hijau. Vitamin K pada teh hijau juga terdapat dalam jumlah yang banyak. (Anonim, 2001) i. Substansi Mineral Substansi mineral bertanggung jawab atas perubahan koloid dan langsung berpengaruh terhadap metabolisme sel. Kandungan mineral dalam daun teh cukup banyak. Mineral berfungsi dalam pembentukan enzim di dalam tubuh, termassuk antioksidan. Kandungan mineral dalam daun teh adalah magnesium, kalium, flour, natrium, kalsium, seng, mangan, cuprum, dan trace mineral. C. Substansi Penyebab Aroma Salah satu sifat penting dari kualitas teh adalah aroma. Munculnya aroma pada teh secara langsung atau tidak langsung selalu dihubungkan dengan terjadinya oksidasi senyawa katekin. Ada beberapa pendapat mengenai sumber aroma dari teh. Pendapat tertua mengatakan bahwa aroma teh berasal dari glikosida yang terurai menjadi gula sederhana dan senyawa yang beraroma. Peneliti lain menyatakan bahwa munculnya aroma teh adalah akibat dari penguraian protein.

11

D. Enzim-Enzim Beberapa enzim terdapat dalam daun teh. Peranan penting dari enzim-enzim ini adalah sebagai biokatalisator pada setiap reaksi kimia di dalam tanaman. Enzim yang dikandung dalam daun teh di antaranya invertase, amilase, β-glukosidase, oximetilase, protease, dan peroksidase. 2.2 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam upaya merampungkan Karya Tulis Ilmiah ini adalah studi literatur, di mana penulis mencari dan memperoleh informasi mengenai teh hijau dan khasiatnya dari berbagai sumber yang ada, baik media cetak maupun media elektronik. 2.3 Hasil dan Pembahasan Sebagaimana yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya bahwa teh hijau mengandung berbagai jenis zat kimia yang penting bagi tubuh. Di antara senyawa-senyawa kimia tersebut yang memiliki peranan paling penting adalah katekin. Senyawa kimia ini terbukti memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang lebih tinggi daripada vitamin C maupun vitamin E. Selain itu, katekin (polifenol) teh hijau juga terbukti memiliki beberapa aktivitas biokimia yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia.

12

Gambar 6 . Teh memiliki khasiat penting bagi kesehatan tubuh

Adapun peranannya bagi kesehatan tubuh manusia antara lain sebagai berikut. 1. Teh Hijau Sebagai Antikanker Kanker termasuk penyakit yang sangat ditakuti saat ini. Kemajuan di bidang ilmu makanan yang memproduksi bermacam-macam tambahan pangan sintetis dapat menjadi salah satu pemicu kanker. Kebiasaan merokok dan menggunakan kosmetik juga sering dianggap sebagai penyebab penyakit kanker. Kemajuan di bidang industri saat ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak polusi dan dampak produk-produk industri yang memiliki sifat karsinogenik. Telah dilaporkan bahwa di seluruh dunia terjadi peningkata kasus kanker sebesar 3-5% setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan terhadap penyakit kanker masih harus belum efektif dan perlu dicari senyawa pencegahnya. Salah satu pilihan yang memberikan harapan besar untuk pencegahan penyakit ini adalah teh hijau. Kandungan terbesar dalam teh hijau adalah senyawa

13

epigalokatekin galat (EGCG) yang diunggulkan sebagai senyawa pencegah kanker. Berdasarkan penelitian, teh hijau dengan kandungan katekinnya dapat menekan pembentukan tumor yang diinduksi oleh 7,12-dimetilbenz-a-antrasena (DMBA) pada tikus hingga 82%. EGCG juga dapat menghambat karsinogenesis yang disebabkan oleh benzo-α-piren (polutan yang berasal dari asap tembakau). Penelitian juga membuktikan bahwa teh hijau dapat menurunkan risiko kanker usus di Shanghai, Cina. Efek positif ini juga terkait erat dengan dosis yang digunakan. Semakin tinggi kandungan katekinnya, akan semakin baik hasilnya terhadap pencegahan berbagai macam penyakit. Peneliti dari Universitas Murcia di Spanyol dan John Innes Center di Norwich Inggris menyatakan bahwa senyawa EGCG yang dikandung teh hijau mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Teh hijau memiliki kandungan EGCG lima kali lebih banyak dibandingkan dengan teh biasa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa struktur molekul EGCG dapat

dikembangkan sebagai obat antikanker yang baru.

a.

Teh Hijau Mencegah Kanker Perut Tidak hanya mampu melepaskan rasa dahaga, namun teh hijau

dapat pula mencegah terjadinya kenker perut. Sejumlah factor diyakini dapat meningkatkan kanker perut, seperti mengonsumsi daging asap

14

dengan kadar garam berlebihan, kurangnya asupan serat, merokok, dan sejarah penyakit dalam keluarga. Teh yang baik untuk diminum guna mencegah kanker perut adalah teh hijau. Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa satu gelas teh hijau setiap hari sangat bermanfaat untuk mencegah peradangan pada lambung yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker perut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 600 pria dan perempuan di Cina yang menjadi peminum teh hijau hanya berisiko setengah kali mengidap penyakit gastritis kronis dan kanker perut. Penyakit tersebut termasuk yang paling banyak menyerang laki-laki dan perempuan di Cina. Teh hijau mampu menurunkan kanker perut dalam kurun waktu yang lama, maka semakin sering dan lama seseorang mengonsumsi teh hijau, semakin rendah risiko mereka mengidap kanker perut. b. Teh Hijau dan Kanker Payudara Khasiat teh hijau untuk kesehatan payudara telah lama kita dengar, tetapi sebagian orang masih meragukan kebenarannya. Keraguan tersebut telah terjawab karena senyawa katekin dalam teh hijau memang mampu melindungi payudara dari serangan kanker. Berdasarkan hasil percobaan, tikus yang meminum teh hijau, ukuran tumor payudaranya mengecil dan keganasannya pun berkurang dibandingkan dengan tikus yang hanya meminum air biasa. Selain itu, tumor tikus yang meminum teh hijau tumbuh lebih lambat dan tidak lagi menyerang sel-sel yang sehat.

15

Gambar 7. Kanker payudara, salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan mengonsumsi teh hijau

Senyawa polifenol (katekin) tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker payudara. Radikal bebas itu sendiri terbentuk secara alami dalam tubuh. Molekul ini dapat mengganggu sel-sel sehat dan dituding sebagai salah satu penyebab berbagai macam penyakit kanker. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa teh hijau mampu menetralisasi penghancur sel dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal amina heterosiklik (HCA). Senyawa yang muncul tatkala kita memasak daging ini diduga sebagai zat penyebab mutasi yang merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA pada sel-sel tubuh manusia. Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan bahwa HCA dapat mengakibatkan kanker payudara, kanker usus besar, kanker pankreas, kanker hati, dan kanker kandung kemih. Kekuatan antioksidan pada teh hijau mampu mencegah efek buruk dari HCA tersebut. c. Teh Hijau Cegah Kanker Kandungan

16

Risiko terserang kanker kandungan pada perempuan yang meminum teh hijau setiap hari dapat dikurangi hingga 60%. Ini merupakan hasil penelitian gabungan yang dilakukan Universitas Curtin Australia dengan Rumah Sakit Kanker di Huangzhou, Cina. Penelitian yang dilakukan terhadap 900 responden perempuan yang dipilih dari berbagai Negara menunjukkan bahwa dari seluruh responden, 254 menderita kanker kandungan dan sisanya sehat. Penyebab kanker antara lain merokok, penggunaan kontrasepsi oral, dan keturunan. Hasil penelitian ini menyarankan kaum perempuan agar minum teh hijau setiap hari sebagai langkah pencegahan terhadap kanker kandungan. d. Teh Hijau dan Kanker Prostat Meminum teh hijau dapat menurunkan risiko terkena kanker prostate pada pria. Senyawa EGCG di dalam teh hijau mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostate dan dalam dosis yang tinggi bisa menghancurkannya. e. Teh Hijau Sebagai Penghambat Kanker Rongga Mulut Penderita kanker rongga mulut hingga saat ini masih cukup tinggi jumlahnya. Salah satu penyebab penyakit ini adalah bahan kimia karsinogenik, antara lain benzo-pyrene yaitu polutan yang berasal dari asap tembakau. Paparan bahan karsinogenik tersebut dapat

menyebabkan perubahan pada sel epitel mukosa menjadi sel ganas yang 30%-nya akan berubah menjadi kanker.

17

Gambar 8. Teh hijau mampu menghambat terjadinya kanker rongga mulut

Mukosa rongga mulut merupakan salah satu organ vital yang mudah terinduksi berbagai penyakit, maka diperlukan suatu mekanisme pertahanan tubuh, terutama melalui sistem imunologik. Adanya pembuktian bahwa ekstrak teh hijau bersifat imunomodulator, maka sistem imun dapat diperbaiki atau diatur sehingga kejadian kanker dapat dikurangi. 2. Teh Hijau Sebagai Antimikroba dan Antibakteri Katekin teh hijau bersifat antimikroba yang disebabkan oleh adanya gugus pyrogallol terhadap dan gugus galloil, oleh sedangkan struktur sifat tersier

penghambatan

racun

ditentukan

persenyawaan gugus catechol atau pyrogallol dengan gugus galloilnya. Mikroba pembentuk racun dalam makanan dan peyebab penyakit pencernaan dapat ditangkal oleh teh hijau. Teh hijau juga dapat mencegah mikroflora usus besar yang merugikan serta meningkatkan keasaman dalam tubuh, sehingga menekan pembentukan senyawa merugikan oleh bakteri.

18

Teh hijau terbukti menghambat penyakit kolera. Selain itu, ekstrak daun teh telah digunakan untuk terapi pasien di daerah endemik kolera dan juga untuk pencegahan virus influenza. Seduhan teh hijau juga menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies pada gigi, bakteri penyebab penyakit tipus dan diare. Di dalam sistem pencernaan, teh hijau juga membantu melawan keracunan makanan dan berbagai penyakit diantaranya disentri. Kemampuan teh hijau dalam mencegah dan melawan flu tak lepas dari peran vitamin C-nya yang tinggi. Dua cangkir teh hijau memiliki vitamin C sama banyaknya dengan segelas besar jus jeruk. 3. Teh dan Aterosklerosis Aterosklerosis adalah penyakit yang sangat progresif yang menyebabkan mengerasnya pembuluh arteri karena adanya

penyumbatan oleh kolesterol. Penyakit ini tidak jarang terjadi pada usia muda. Proses mengerasnya pembuluh darah merupakan proses yang berjalan diam-diam dan perlahan-lahan tapi pasti. (Aryulina, 2004) Aterosklerosis bukanlah penyakit yang baru dikenal. Penyakit ini telah ditemukan pada beberapa mumi yang usianya lebih dari 3500 tahun yang lalu. Otopsi pada tahun 1931 menunjukkan adanya tanda-tanda pengapuran pada pembuluh koroner seorang mumi perempuan yang berusia 50 tahun.

19

Sebuah penelitian di Jepang membuktikan bahwa dari sejumlah orang yang mengonsumsi teh hijau 2-4 cangkir sehari memiliki risiko menderita aterosklerosis yang lebih rendah. Agregasi (pembekuan) darah yang berlebihan disebut trombosis. Hal ini menyebabkan hambatan sirkulasi darah dan dapat mendatangkan risiko penyakit jantung atau stroke. EGCG dengan kemampuan antitrombosisnya mampu mencegah agregasi platelet ini. 4. Teh Hijau untuk Kesehatan Jantung Suatu penelitian baru di Belanda menunjukkan bahwa orang yang meminum secangkir teh setiap hari dapat mengurangi risiko serangan jantung sampai 44%. Hal ini karena adanya kekuatan antioksidan dalam teh yang dapat menghancurkan lemak pada arteri sehingga menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Selain itu, antioksidan juga dapat memperlancar sistem sirkulasi darah, menguatkan pembuluh darah, dan membantu penambahan jumlah sel darah putih yang bertanggung jawab melawan infeksi. a. Teh Hijau Mengatasi Penyakit Jantung Koroner Dengan mengonsumsi teh hijau secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner, karena katekin yang ada dalam teh dapat mengurangi agregasi platelet. Risiko kematian akibat penyakit jantung koroner pada peminum teh berat lebih kecil dibandingkan dengan peminum teh ringan. Minum teh hijau juga akan memperkuat arteri. Kondisi arteri yang rapuh akan

20

mempermudah

penumpukan

kolesterol

yang

bias

menyebabkan

penyumbatan pembuluh darah. Hasil penelitian lain mengungkapkan, pembuluh darah balik besar (aorta) para responden yang gemar meminum teh hijau memiliki lapisan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kondisi ini meyebabkan menurunnya kemungkinan terjadinya serangan jantung koroner. b. Teh Hijau Menurunkan Risiko Terjadinya Penyakit

Kardiovaskular Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipida darah, tekanan darah, faktor homeostatik, dan oksidatif stres. Beberapa studi menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah. (Soerjohardjo, 1971) Studi di Belanda menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat konsumsi flavanoid dari teh, semakin rendah pula tingkat kematian akibat penyakit jantung. Mekanisme pencegahan penyakit kardiovaskular terdapat pada kemampuan teh hijau menghambat penyerapan kolesterol dan

menghambat pengumpulan sel-sel platelet. Tekanan darah dipengaruhi oleh kadar angiotensin. Jadi, untuk menurunkan tekanan darah, pembentukan angiotensin harus dihambat. Dilaporkan bahwa katekin teh dapat menghambat produksi angiotensin

21

dengan cara menghambat kerja enzim angiotensin transferase yang berperan dalam metabolisme angiotensin. Melalui mekanisme tersebut teh berpotensi menurunkan tekanan darah. 5. Teh Hijau Taklukkan Penyakit Ginjal Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu mencegah dan mengobati penyakit ginjal. Hasil ini tentu saja erat hubungannya dengan senyawa katekin yang dikandungnya. Meskipun semua komponen katekin yang digunakan dalam percobaan mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit ginjal, tetapi katekin dalam bentuk EGCG adalah yang paling dominan dan paling berkhasiat. Salah satu tolok ukur penderita penyakit dalam ginjal dan adalah urin.

meningkatnya

senyawa

metilguanidin

darah

Metilguanidin merupakan racun uremik yang potensial. Dengan eksperimen in vitro (menggunakan hati tikus) dan in vivo (menggunakan tikus percobaan) diketahui metilguanidin diproduksi dari senyawa protein keratin melalui kreatol oleh oksigen aktif atau radikal hidroksil. Oksigen aktif dan radikal hidroksil inilah biang penyebab kesalahan metabolik uremia tadi. Hal ini telah diketahui dari para pasien penderita penyakit ginjal. (Bambang, 1993) Hasil percobaan menunjukkan bahwa senyawa katekin yang diberikan pada tikus yang dirusak ginjalnya dengan induksi adenine dapat menurunkan metilguanidin urin. Hasil yang menakjubkan ini membuktikan bahwa katekin dapat bereaksi menetralkan hidroksil

22

radikal. Yang lebih hebat lagi adalah kemampuan EGCG teh hijau yang mampu menetralkan hidroksil radikal dalam tempo lebih cepat. 6. Teh Sebagai Antidiabetes Kadar glukosa darah pada penderita diabetes dapat berkurang apabila meminum teh hijau dan teh hitam. Tentu saja efek baik ini perlu diimbangi dengan mengatur pola makan para penderita. Mangan (Mn) pada teh bisa membantu menguraikan glukosa menjadi energi. Dengan demikian teh dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah. Ini sangatlah penting bagi penderita diabetes sebab tingginya glukosa dan insulin dalam darah memungkinkan orang terkena diabetes. 7. Teh Meningkatkan Kekebalan Tubuh Teh memiliki khasiat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membantu orang mengalahkan atau menjinakkan berbagai efek infeksi. Khasiat ini diketahui setelah sejumlah orang yang bukan peminum teh disuguhi enam gelas teh hitam setiap hari. Setelah dua pekan, tubuh orang-orang tersebut terlihat lebih mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dari eksperimen di laboratorium diketahui khasiat itu terdapat pada teh hitam, teh hijau, dan teh oolong yang ternyata merangsang kemampuan sel pada sistem kekebalan tubuh untuk menjinakkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Dalam eksperimen itu digunakan ethylamine, yaitu zat yang dihasilkan oleh L-theanin (salah satu kandungan teh) saat L-theanin itu diurai dalam hati. E-thylamine yang

23

juga ditemukan pada sayuran dan anggur diketahui mampu menjinakkan patogen lain, seperti parasit, virus, dan kemungkinan tumor. 8. Teh Hijau dan Penyakit Parkinson Satu kelompok peneliti Houston telah meneliti katekin dalam teh hijau. Penelitian terhadap hewan telah mengindikasikan bahwa ekstrak teh hijau memiliki efek mencegah parkinson. Namun, mekanisme yang mendasari perlindungan ini belum dimengerti oleh para ahli. Penyakit parkinson terjadi apabila sel otak yang memproduksi senyawa dopamin mati di daerah otak yang mengontrol gerakan. Karena dopamine mati, terjadi gerakan kejang dan gemetar yang tak terkontrol. Penderita parkinson juga memiliki gerakan yang sangat lambat dan beberapa menderita demensia. Beberapa teori menyatakan bahwa parkinson disebabkan oleh bahan beracun yang membunuh sel otak dan menyebabkan dopamine mati. Para peneliti ingin melihat efek yang dimiliki katekin teh hijau terhadap sel otak tersebut. (Soerjohardjo, 1971) Pada penelitian terhadap tikus ditemukan bahwa katekin

menghambat MPP+ untuk memasuki sel-sel otak. MPP+ adalah bahan yang dapat membunuh sel otak dan menyebabkan parkinson pada tikus. Katekin tampaknya terlibat dalam sistem penyaluran yang

memungkinkan racun masuk ke otak dan merusaknya. Namun, hingga saat ini, efek katekin di otak belum diujikan pada manusia. 9. Teh Turunkan Kolesterol

24

Teh telah lama diduga dapat membantu menurunkan kolesterol. Sebuah penelitian baru mendukung dugaan tersebut. Percobaan ini melibatkan 240 pria dan wanita di Cina yang mempunyai tingkat kolesterol tinggi dan telah mengikuti diet rendah lemak. Setengah dari partisipan mengonsumsi ekstrak teh selama 12 hari dan setengahnya lagi mengonsumsi plasebo. Setiap 375 mg kapsul dari gabungan ekstrak yang digunakan dalam penelitian itu mengandung theaflavin dan katekin yang setara dengan 35 cangkir teh hitam atau tujuh cangkir teh hijau. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kolesterol cukup tinggi setelah mengonsumsi suplemen ekstrak teh hitam atau teh hijau selama 12 hari mengalami penurunan kolesterol LDL sekitar 16%. Kolesterol LDL adalah jenis kolesterol dalam darah yang berperan dalam pembentukan plak dalam arteri. 10. Teh Hijau Mencegah Karies Gigi Katekin dalam teh hijau mengandung fluor yang dapat memperkuat struktur email gigi serta menurunkan kadar asam yang dihasilkan oleh bakteri plak. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa katekin merupakan bahan yang paling mampu menghambat pembentukan glukan oleh enzim glukorsiltranferase dari bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini merupakan bakteri dominan penyebab terjadinya karies gigi. EGCG dan EG merupakan bahan yang paling mampu mengahambat pembentukan glukan oleh glukosiltransferase.

25

Di Indonesia penderita karies gigi sangat tinggi (60-80%) dan cenderung naik setiap tahunnya.Upaya penanggulangan penyakit ini dengan cara kuratif tidak akan mengurangi terjadinya karies gigi, bahkan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, sehingga program preventif merupakan alternatif terbaik. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain mencegah pembentukan plak sebagai awal terjadinya karies.

Gambar 9. Karies gigi dapat dicegah dengan mengonsumsi teh hijau

Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa katekin yang banyak terkandung dalam teh hijau bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian Sakanaka dan kawan-kawan, 1991 menemukan bahwa teh hijau yang mengandung katekin dapat menghambat aktivitas biologi Streptococcus mutans sebagai bakteri penyebab terjadinya karies gigi. Hasil penelitian secara in vitro (menggunakan hati tikus) menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimal katekin dalam teh hijau yang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans adalah 0.375 mg/ml dengan waktu kontak 3 menit. Semakin tinggi konsentrasi larutan katekin, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mematikan dan menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.

26

11.

Teh Hijau Cegah Napas Tak Sedap Dua penelitian menyatakan bahwa secangkir teh hangat selain dapat menghangatkan tubuh juga menyegarkan mulut. Penelitian tersebut menggunakan ekstrak teh hijau dicampur dengan beberapa jenis bakteri yang berbeda, termasuk bakteri penyebab sakit tenggorok dan pembusukan gigi. Para peneliti menemukan teh hijau efektif membunuh bakteri dengan cara menghalangi pertumbuhannya. Penelitian yang sama menyatakan teh hijau juga membantu pasta gigi dan obat kumur dalam membunuh virus. Pasta gigi dan obat kumur apabila digunakan secara terpisah kurang efektif membunuh virus, tetapi dengan menambahkan ekstrak teh hijau, bakteri dapat dibersihkan dan pasta gigi dapat membunuh virus. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa katekin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sampai 30% dan mengurangi produksi senyawa penyebab napas tak sedap.

12.

Teh Hijau Mencegah Oksidasi Sifat antioksidan teh hijau disebabkan oleh katekin. Karena sifat tersebut, katekin dapat menjadi pelindung bagi membran butir darah terhadap oksidasi. Dengan demikian, teh hijau dapat melindungi kerusakan butir darah merah. Sifat antioksidan teh hijau sangat mendukung kemampuannya sebagai senyawa pelindung radiasi. Sifat antioksidan teh hijau juga dapat dimanfaatkan dalam pengawetan makanan, melindungi lemak atau

27

minyak makanan dari kerusakan, dan melindungi beberapa vitamin yang peka terhadap oksidasi. 13. Teh Hijau Lancarkan Sekresi Air Seni Teh adalah senyawa diuretik (peluruh air seni) karena di dalamnya mengandung methylxanthine yang dapat menghambat penyerapan kembali garam-garam dan air dalam ginjal. Kebiasaan minum teh membuat sekresi air seni menjadi lancar. (Syah, 2006) 14. Teh Hijau dan Osteoporosis Osteoporosis sudah lama menjadi penyakit yang menakutkan, terutama pada perempuan pascamenopause tatkala produksi estrogen (pemicu pertumbuhan tulang) terhenti. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menjadi mudah patah dan badan membungkuk. Namun hasil penelitian mutakhir telah memberikan secercah harapan, risiko osteoporosis bagi mereka yang biasa minum teh sejak muda jauh berkurang. Penelitian dilakukan pada 1.256 perempuan berusia 65-75 tahun, yang terdiri atas 1.134 orang peminum teh dan 122 orang bukan peminum teh. Mereka diukur BMD (Bone Mineral Density, kepekaan mineral tulang) pada beberapa tulangnya. Hasilnya ukuran BMD tulangtulang peminum teh secara secara signifikan lebih besar daripada kelompok bukan peminum teh. Ukuran BMD yang besar menunjukkan kekerasan tulang sehingga tidak mudah rapuh.

28

Gambar 10. Osteoporosis, penyakit yang sering diderita oleh seseorang yang telah lanjut usia

Selama ini muncul anggapan bahwa senyawa tanin dapat mengahambat penyerapan kalsium dan senyawa kafein akan

meningkatkan kehilangan kalsium tubuh. Ternyata efek negatif tersebut tidak berlaku pada tanin dan kafein teh. Efek perlindungan terhadap tulang diduga berasal dari zat gizi dan nongizi seperti vitamin K, mineral fluor (F), magnesium (Mg), flavanoid, dan zat-zat lainnya yang terdapat dalam teh. Teh merupakan sumber vitamin K yang baik. Vitamin K berhubungan dengan kerapatan massa tulang (bone density). Selain diperlukan dalam proses pembekuan darah, vitamin K juga berperan dalam menurunkan kadar undercarboxylated osteocalcin yang

berkorelasi positif dengan risiko rawan patah tulang pada penderita osteoporosis. Hal itu tampak pada pasien yang sering mengalami cedera, seperti patah tulang pinggul atau paha (menunjukkan massa tulang tidak rapat), ternyata kadar vitamin K dalam darahnya rendah. Dalam metabolisme tulang, magnesium (Mg) berperan mengatur jumlah kalsium yang masuk ke dalam sel. Minum teh secara teratur

29

berarti sudah memberi kontribusi sebesar 400-2000 ppm, dari sekitar280 mg anjuran kecukupan harian magnesium. (Syah, 2006) Mineral fluor (F) bukan hanya diperlukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi tapi juga berperan dalam metabolisme tulang. Sumbangan fluor dari teh terhadap keperluan tubuh sekitar90-350 ppm. (Bambang,
1993)

Flavanoid teh terutama berperan sebagai antioksidan yang kuat dalam menetralisir keganasan senyawa radikal bebas, pemicu sekaligus penyebab semakin parahnya kondisi penyakit degeneratif. Hasil penelitian menujukkan bahwa flavanoid teh ternyata juga mempengaruhi dan menjaga massa tulang sehingga tidak mudah rapuh. Namun, minum teh perlu didukung upaya mewaspai faktor risiko penyebab osteoporosis. Upaya memperbaiki faktor risiko yang bisa dilakukan antara lain berhenti merokok dan minum alkohol, olah raga yang sesuai, danmengonsumsi makanan sumber kalsium. Sedangkan faktor risiko yang tidak bisa diubah adalah genetik, ras Asia, tinggi, dan berat badan di bawah normal. Di antara tanda-tanda osteoporsis pada perempuan ialah mengalami menopause lebih cepat daripada usia normal (45 tahun ke atas) atau masa haid lebih lama daripada perempuan sehat pada umumnya (5-7 hari). Untuk mendapatkan manfaat kesehatan teh dalam mencegah osteoporosis, sebaiknya meminum teh (hitam, hijau ataupun oolong) yang dicampur dengan susu sebagai sumber kalsium mineral utama tulang sekitar 4-5 gelas setiap hari.

30

Berdasarkan uraian di atas, kita telah mengetahui betapa pentingnya mengonsumsi teh bagi kesehatan tubuh kita. Tapi ternyata, teh juga bisa memberikan efek negatif bagai tubuh kita, yaitu terganggunya penyerapan zat besi dalam tubuh. Ini disebabkan oleh gugus galloil pada polifenol teh yang bertanggung jawab atas pembentukan senyawa komplek dengan zat besi dan menyebabkan zat tersebut sulit diserap oleh dinding usus. (Syah, 2006) Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia sehingga akan mengakibatkan penurunan kapasitas kerja, penurunan fungsi kekebalan tubuh, tingkat intelektual rendah, dan sistem pengaturan suhu tubuh menjadi kurang baik. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila kita mengonsumsi teh tidak bersamaan dengan waktu makan (di antara waktu makan). Tambahan asupan vitamin C dan susu sebagai pendamping teh dapat pula menetralkan efek buruk terhadap penyerapan zat besi. BAB III

31

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi teh hijau sangat baik bagi kesehatan tubuh. Di antara senyawa-senyawa yang terdapat pada daun teh, katekin (polifenol) memiliki jumlah terbanyak sekaligus memegang peranan paling penting, sebab selain berfungsi sebagai pemberi warna, aroma, dan rasa, katekin juga berkhasiat sebagai antioksidan yang sangat ampuh serta terbukti mampu mencegah berbagai macam penyakit. Hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa teh hijau dengan kandungan katekinnya memiliki peranan penting dalam dunia kesehatan, di antaranya: 1. Mampu mengurangi risiko serangan jantung. 2. Mampu meningkatkan kekebalan tubuh. 3. Mencegah karies pada gigi serta napas tak sedap. 4. Melancarkan sekresi air seni. 5. Menurunkan kolesterol. 6. Sebagai antidiabetes, antimikroba dan antibakteri serta pencegah oksidasi. 7. Sebagai pencegah penyakit ginjal, aterosklerosis, osteoporosis, dan parkinson. 8. Sebagai penghambat sekaligus pemusnah radikal bebas penyebab kanker. Selain itu, masih banyak penyakit yang dinyatakan mampu dicegah dengan mengonsumsi teh, khususnya teh hijau.

32

3.2 Saran Setelah mengetahui manfaat yang dapat diberikan teh hijau bagi kesehatan tubuh kita, diharapkan agar tingkat konsumsi masyarakat terhadap teh bertambah, sehingga dapat mengurangi risiko terserangnya masyarakat oleh berbagai penyakit berbahaya yang rawan bagi tubuh. Untuk memperoleh manfaat kesehatan teh secara optimal, sebaiknya seseorang meminum teh sekitar 4-5 gelas sehari. Namun, hal ini perlu didukung oleh upaya mewaspadai faktor risiko penyebab timbulnya suatu penyakit dan membiasakan pola hidup sehat, diantaranya menghindari merokok dan minum alkohol, olah raga secara teratur, serta mengonsumsi makanan dan minuman lain yang kaya akan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Di samping itu, hendaknya masyarakat mengonsumsi teh tidak bersamaan dengan waktu makan, sebab dapat mengganggu proses penyerapan zat besi oleh tubuh. Akan lebih baik bila ditambahkan dengan mengonsumsi susu dan vitamin C.

33

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. “Safety Data for Catechin”. 2001. http://physchem.ox.ac.uk./MSDS/ Anonim. “Karies Gigi”. http://www.unej.or.id/wp-content/uploads/gigi-karies.png Anonim. “Pengolahan Teh Hijau”. http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_hijau.htm Anonim. “Pengolahan Teh Hitam”. http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_hitam.htm Anonim. “Pengolahan Teh Oolong”. http://www.sosro.com/indonesia/it_proses_oolong.htm Aryulina, Diah, Choirul Muslim, Endang Widi Winarni dan Syalfinaf Manaf. 2004. Biologi SMA (Untuk Kelas XI). Jakarta: Esis. Bambang, K. 1993. Teh Hijau dan Kesehatan. Bandung: Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Bambang, K. “Minum Teh Tidak Mengganggu Penyerapan Zat Besi dalam Tubuh Manusia”. Warta Teh dan kina, vol. 4, 1993, hal. 29-30. Bambang, K. “Teh di Jepang”. Warta Teh dan Kina, vol. 3, 1992, hal. 37-43. Bhatia, I.S. 1963. Chemical Aspect of Green Leaf Processing. London: Two and a Bud. Google. “Images”. http://images.google.co.id/images Soerjohardjo, Sadatoen. 1971. Ilmu Kesehatan. Jakarta: PT. Balai Buku Nasional. Syah, Andi Nur Alam. 2006. Taklukkan Penyakit dengan Teh Hijau. Jakarta: Agro Media Pustaka.

34

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful