You are on page 1of 43

Diagnosis Kedokteran Keluarga

Dermatitis Numularis
Disusun oleh:
Faaris Hario Wicaksana 0808015055
Pembimbing:
Dr. dr. !andari Paramita ".Kes
#aboratorium $lmu Kesehatan "as%arakat&$lmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran 'mum
'ni(ersitas "ula!arman
)01*
+,+ $
P-ND,H'#',N

1.1 #atar +elakang
Dermatitis numularis merupakan salah bentuk dari eksema atau dermatitis.
Arti numular yaitu coin-shaped atau mata uang logam. Karakter lesi dermatitis
numularis adalah plak eritematosa berbentuk bulat-lonjong dan umum ditemukan
pada tangan dan kaki. Lesi yang sering muncul pertama kali berupa papula, yang
kemudian menyatu menjadi plak. Lesi awal dermatitis numular juga dapat berupa
vesikel yang mengandung eksudat serosa. Lesi juga biasanya terasa sangat gatal
(iller, !"#$%.
&revalensi penyakit dermatitis numularis didunia adalah ! kasus per #"""
penduduk. &revalensi yang sama didapatkan di Amerika 'erikat. &enyakit ini
tersering pada dewasa, pria lebih banyak, tersering pada usia ("-)( tahun di kedua
jenis kelamin, pada wanita puncaknya pada #(-!( tahun. *arang pada bayi dan
anak-anak, puncak pada anak-anak di usia ( tahun. +ila ada timbulnya jarang
pada usia sebelum satu tahun, umumnya meningkat seiring dengan betambahnya
usia (+urgin, !"",%.
Di -nit .awat *alan Kesehatan Kulit dan Kelamin .'- Dr. 'oetomo
tahun !"") insidens /,001, terbanyak !(-// tahun $$,,21, wanita )",0/1, anak-
anak #2,/)1. 3ahun !""0 insidens /,$21, terbanyak !(-// tahun !/,#!1, wanita
)$,"$1, anak-anak !",)!1 (.'- Dr. 'oetomo, !""0%.
&enyebab dari dermatitis numularis belum diketahui, tapi sering
berhubungan dengan 4erosis atau kekeringan kulit. Lingkungan dengan
kelembapan rendah menyebabkan peningkatan hilangnya kandungan air dalam
kulit, selanjutnya terjadi perubahan komposisi lipid sawar epidermis yang
menyebakan kulit menjadi kering dan 4erosis. 'ehingga insiden dermatitis
numularis meningkat pada musim kering dengan kelembapan rendah ('ularsito
dan Djuanda, !""2%.
Apabila sudah terkena dermatitis numularis dan penderita tidak
mendapatkan pengobatan yang baik maka dapat menyebabkan komplikasi yang
tidak seharusnya, padahal prognosis dari penyakit ini baik. aka sebagai tenaga
kesehatan sangat penting untuk mengetahui diagnosis, tatalaksana, dan
pencegahan dermatitis numularis dengan baik, sehingga komplikasi yang tidak
diharapkan dapat dicegah.
+,+ )
.$N/,',N P'.,K,
!.#. 'tatus 5i6i
!.#.#. De7inisi 'tatus 5i6i
enurut 8ammond (!""/%, status gi6i berarti penggolongan suatu hasil
pengukuran ke dalam tingkat kebutuhan gi6i 7isiologis seseorang. 'edangkan
pengertian lain menyebutkan, status gi6i merupakan ekspresi dari keadaan
keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari status tubuh
yang berhubungan dengan gi6i dalam bentuk variabel tertentu ('upariasa, +akri,
dan 9ajar, !""!%.
*adi intinya, terdapat suatu variabel yang diukur (misalnya berat badan dan
tinggi badan% yang dapat digolongkan ke dalam kategori gi6i tertentu (misalnya
baik, kurang, buruk, dan sebagainya%. &ertumbuhan seorang anak bukan hanya
sekedar gambaran perubahan ukuran tubuh, tetapi lebih dari itu memberikan
gambaran tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gi6i (status gi6i%.
:leh karena itu, pertumbuhan merupakan indikator yang baik dari perkembangan
status gi6i anak (Depkes .;, !""!%.
!.#.!. &enilaian 'tatus 5i6i
#. De7inisi &enilaian 'tatus 5i6i
&enilaian status gi6i adalah interpretasi dari data yang didapatkan dengan
menggunakan berbagai metode untuk mengidenti7ikasi populasi atau
individu yang berisiko atau dengan status gi6i buruk (8artriyanti dan
3riyanti, !""0%
!. 3ujuan &enilaian 'tatus 5i6i
3ujuan penilaian status gi6i menurut 8ammond (!""/% adalah untuk <
a. engidenti7ikasi individu yang membutuhkan dukungan nutrisi yang
cukup.
b. empertahankan status gi6i seseorang.
c. engidenti7ikasi penatalaksanaan medis yang sesuai.
d. emonitor e7ektivitas intervensi yang telah dilakukan tersebut.
+erdasarkan tujuan-tujuan tersebut, &eneliti akan melakukan penilaian
status gi6i anak gi6i buruk yang telah diberi intervensi berupa pemberian
makanan tambahan.
$. etode dalam &enilaian 'tatus 5i6i
- &enilaian 'ecara Langsung
&enilaian status gi6i secara langsung dapat dibagi menjadi empat
penilaian yaitu< antropometri, klinis, biokimia, dan bio7isik (8artriyanti
dan 3riyanti, !""0%.
a. Antropometri
'ecara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau
dari sudut pandang gi6i, maka antropometri gi6i berhubungan
dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposi si
tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gi6i. Antropometri
secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan
protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola
pertumbuhan 7isik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan
jumlah air dalam tubuh.
b. Klinis
&emeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk melihat
status gi6i masyarakat. etode ini didasarkan atas perubahan-
perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupn 6at
gi6i. 8al ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial ephitel
tissues% seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-
organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.
c. +iokimia
&enilaian status gi6i dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen
yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam
jaringan tubuh. *aringan tubuh yang digunakan antara lain < darah,
urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
d. +io7isik
&enentuan status gi6i secara bio7isik adalah metode penentuan status
gi6i dengan melihat kemampuan 7ungsi (khususnya jaringan% dan
melihat perubahan struktur dari jaringan tubuh.
- &enilaian 'ecara 3idak Langsung
&enilaian status gi6i secara tidak langsung adalah berdasarkan survei
konsumsi makanan, statistik vital dan 7aktor ekologi.
a. 'urvey Konsumsi akanan
'urvey konsumsi makanan adalah metode penentuan status gi6i
secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis 6at gi6i yang
dikonsumsi. &engumpulan data konsumsi makanan dapat
memberikanan gambaran tentang konsumsi berbagai 6at gi6i pada
masyarakat, keluarga dan individu. 'urvey ini dapat mengidenti7ikasi
kelebihan dan kekurangan 6at gi6i.
b. 'tatistik =ital
&engukuran status gi6i dengan statistik vital adalah dengan
menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian
berdasarkan umur, angka kesakitan, dan kematian akibat penyebab
tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gi6i.
c. 9aktor >kologi
+engoa mengungkap bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi
sebagai hasil interaksi beberapa 7aktor 7isik, biologis dan lingkungan
budaya. *umlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari
ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dan lain-lain.
Adapun metode yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah dengan
pengukuran antropometri dan pemeriksaan tanda-tanda klinis.
!.#.$. Klasi7ikasi 'tatus 5i6i
Dalam menentukan status gi6i harus ada ukuran baku (re7erence%. +aku
antropometri yang sekarang digunakan di ;ndonesia adalah +aku ?orld 8ealth
:rgani6ation-@ational Aentre 7or 8ealth 'tatistics (?8:-@A8'%. 3erakhir,
berdasarkan 3emu &akar 5i6i di +ogor tanggal #2-!# *anuari dan di 'emarang
tanggal !/-!) ei !""", merekomendasikan baku ?8:-@A8' untuk digunakan
sebagai baku antropometri di ;ndonesia (Depkes .;, !""" dalam Arisman, !""/%.
enurut ?8:, data berat dan tinggi badan yang dikumpulkan oleh -nited 'tates
- @ational Aentre 7or 8ealth 'tastics merupakan pilihan terbaik baku rujukan
('upariasa, +akri, dan 9ajar, !""!%.
Departemen Kesehatan .epublik ;ndonesia membuat rujukan penilaian
status gi6i anak balita yang terpisah antara anak laki-laki dan perempuan. 8al ini
sesuai dengan yang telah disampaikan di atas. Kriteria jenis kelamin inilah yang
membedakan baku ?8:-@A8' dengan +aku 8arvard yang sebelumnya
digunakan. Adapun baku ?8: !""( belum digunakan di ;ndonesia sebagai
rujukan pengganti baku ?8:-@A8' ('udiman, !"")%.
&enggolongan status gi6i pada tabel indeks berat badan menurut umur dan
berat badan menurut tinggi badan didasarkan kepada deviasi standar (D'%. Dari
indeks berat badan menurut umur (++B-%, status gi6i dapat digolongkan menjadi
empat kelas yaitu gi6i buruk (++B- C -$ D'%, gi6i kurang (- $ D' C++B-C -!
D'%, gi6i baik (-! D' C++B-C D! D'%, dan gi6i lebih (++B- E D! D'%.
'tatus gi6i berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan
(++B3+% juga dibagi menjadi empat kelas, yaitu kurus sekali ( ++B3+ C -$ D'%,
kurus ( - $ D' C++B3+C -! D'%, normal (! D' C++B3+CD! D'%, dan gemuk
( ++B3+ E D! D'%.
-ntuk melakukan pengawasan pertumbuhan anak, dapat didahului dengan
pengisian Kartu enuju 'ehat (K'% +alita. +ila pada K' tersebut didapati
++B- C -$ deviasi standar (D'% ataupun C )" 1 median @A8' (atau di bawah
garis merah%, maka ditentukan status gi6inya melalui indeks ++B3+. *ika ++B3+
C -$ D' (C 0" 1 median @A8'%, ditambah dengan tanda klinis yang sesuai,
maka status gi6i anak tersebut adalah buruk.
3abel !.#. &enentuan status gi6i anak
tatus 0i1i Klinis
,ntro2ometri
3++&.+4P+5
5i6i +uruk
3ampak sangat kurus dan atau edema
pada kedua punggung kaki sampai
seluruh tubuh
C -$ 'D
5i6i Kurang 3ampak kurus -$ 'D - C -! 'D
5i6i +aik 3ampak sehat -! 'D - ! 'D
5i6i Lebih 3ampak gemuk E ! 'D
'umber < +uku +agan 3ata Laksana Anak 5i6i +uruk ;, Di.>K3:.A3 +ina
5i6i. 8lm.!. ++B3+-&+F+erat badan menurut tinggi (panjang% badan
!.!. 5i6i +uruk
!.!.#. De7inisi 5i6i +uruk
5i6i buruk merupakan istilah teknis yang biasanya digunakan oleh
kalangan gi6i, kesehatan dan kedokteran (&udjiadi, !""(%. 5i6i buruk adalah
kondisi seseorang yang nutrisinya di bawah rata-rata (Almatsier, !""#%.

8al
ini merupakan suatu bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gi6i
menahun (&udjiadi, !""(%.
+alita disebut gi6i buruk apabila indeks +erat +adan menurut -mur
(++B-% C -$ 'D (Kementerian Kesehatan .;, !"##%. Keadaan balita dengan
gi6i buruk sering digambarkan dengan adanya busung lapar (&udjiadi,
!""(%.
!.!.!. Klasi7ikasi 5i6i +uruk
5i6i buruk berdasarkan gejala klinisnya dapat dibagi menjadi $ <
#. arasmus
arasmus merupakan salah satu bentuk gi6i buruk yang paling sering
ditemukan pada balita (Kliegman, !""0%. 8al ini merupakan hasil akhir dari
tingkat keparahan gi6i buruk. 5ejala marasmus antara lain anak tampak
kurus, rambut tipis dan jarang,kulit keriput yang disebabkan karena lemak
di bawah kulit berkurang, muka seperti orang tua (berkerut%, balita cengeng
dan rewel meskipun setelah makan, bokong baggy pant, dan iga gambang
('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
&ada patologi marasmus awalnya pertumbuhan yang kurang dan atro7i
otot serta menghilangnya lemak di bawah kulit merupakan proses
7isiologis.3ubuh membutuhkan energi yang dapat dipenuhi oleh asupan
makanan untuk kelangsungan hidup jaringan. -ntuk memenuhi kebutuhan
energi cadangan protein juga digunakan. &enghancuran jaringan pada
de7isiensi kalori tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi tetapi juga
untuk sistesis glukosa (?alker, !""/%.
!. Kwashiorkor
Kwashiorkor adalah suatu bentuk malnutrisi protein yang berat
disebabkan oleh asupan karbohidrat yang normal atau tinggi dan asupan
protein yang inadekuat (?8:, !""2%. 8al ini seperti marasmus,
kwashiorkor juga merupakan hasil akhir dari tingkat keparahan gi6i buruk
(Kliegman, !""0%. 3anda khas kwashiorkor antara lain pertumbuhan
terganggu, perubahan mental, pada sebagian besar penderita ditemukan
oedema baik ringan maupun berat, gejala gastrointestinal, rambut kepala
mudah dicabut, kulit penderita biasanya kering dengan menunjukkan garis-
garis kulit yang lebih mendalam dan lebar, sering ditemukan
hiperpigmentasi dan persikan kulit, pembesaran hati, anemia ringan, pada
biopsi hati ditemukan perlemakan (Departemen Kesehatan .;, !""!%.
5angguan metabolik dan perubahan sel dapat menyebabkan perlemakan
hati dan oedema. &ada penderita de7isiensi protein tidak terjadi proses
katabolisme jaringan yang sangat berlebihan karena persediaan energi dapat
dipenuhi dengan jumlah kalori yang cukup dalam asupan makanan.
Kekurangan protein dalam diet akan menimbulkan kekurangan asam amino
esensial yang dibutuhkan untuk sintesis. Asupan makanan yang terdapat
cukup karbohidrat menyebabkan produksi insulin meningkat dan sebagian
asam amino dari dalam serum yang jumlahnya sudah kurang akan
disalurkan ke otot. Kurangnya pembentukan albumin oleh hepar disebabkan
oleh berkurangnya asam amino dalam serum yang kemudian menimbulkan
oedema (?alker, !""/%.
$. arasmiks-Kwashiorkor
arasmik-kwashiorkor gejala klinisnya merupakan campuran dari
beberapa gejala klinis antara kwashiorkor dan marasmus dengan +erat
+adan (++% menurut umur (-% C )"1 baku median ?8:-@A8' yang
disertai oedema yang tidak mencolok (Dini, !"""%.
!.!.$. 9aktor risiko
9aktor risiko gi6i buruk antara lain <
#. Asupan makanan
Asupan makanan yang kurang disebabkan oleh berbagai 7aktor, antara
lain tidak tersedianya makanan secara adekuat, anak tidak cukup atau salah
mendapat makanan bergi6i seimbang, dan pola makan yang salah (&udjiadi,
!""(%.

Kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan balita adalah air, energi, protein,
lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. 'etiap gram protein menghasilkan
/ kalori, lemak 2 kalori, dan karbohidrat / kalori.Distribusi kalori dalam
makanan balita dalam keseimbangan diet adalah #(1 dari protein, $(1 dari
lemak, dan ("1 dari karbohidrat.Kelebihan kalori yang menetap setiap hari
sekitar ("" kalori menyebabkan kenaikan berat badan ("" gram dalam
seminggu ('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
'etiap golongan umur terdapat perbedaan asupan makanan misalnya
pada golongan umur #-! tahun masih diperlukan pemberian nasi tim
walaupun tidak perlu disaring.8al ini dikarenakan pertumbuhan gigi susu
telah lengkap apabila sudah berumur !-!,( tahun.Lalu pada umur $-( tahun
balita sudah dapat memilih makanan sendiri sehingga asupan makanan
harus diatur dengan sebaik mungkin. emilih makanan yang tepat untuk
balita harus menentukan jumlah kebutuhan dari setiap nutrien,menentukan
jenis bahan makanan yang dipilih, dan menentukan jenis makanan yang
akan diolah sesuai dengan hidangan yang dikehendaki ('ta7 &engajar ;lmu
Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
'ebagian besar balita dengaan gi6i buruk memiliki pola makan yang
kurang beragam. &ola makanan yang kurang beragam memiliki arti bahwa
balita tersebut mengkonsumsi hidangan dengan komposisi yang tidak
memenuhi gi6i seimbang. +erdasarkan dari keseragaman susunan hidangan
pangan, pola makanan yang meliputi gi6i seimbang adalah jika mengandung
unsur 6at tenaga yaitu makanan pokok, 6at pembangun dan pemelihara
jaringan yaitu lauk pauk dan 6at pengatur yaitu sayur dan buah ('oekirman,
!"""%. enurut penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten agelang,
konsumsi protein (:. !,$)/% dan energi (:. #,$(#% balita merupakan
7aktor risiko status gi6i balita (.umiasih, !""$%.
!. 'tatus sosial ekonomi
'osial adalah segala sesuatu yang mengenai masyarakat sedangkan
ekonomi adalah segala usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan untuk
mencapai kemakmuran hidup (&ius, !""#%. 'osial ekonomi merupakan suatu
konsep dan untuk mengukur status sosial ekonomi keluarga dilihat dari
variabel tingkat pekerjaan (@otoatmodjo, !""$%. .endahnya ekonomi
keluarga, akan berdampak dengan rendahnya daya beli pada keluarga
tersebut. 'elain itu rendahnya kualitas dan kuantitas konsumsi pangan,
merupakan penyebab langsung dari kekurangan gi6i pada anak balita.
Keadaan sosial ekonomi yang rendah berkaitan dengan masalah kesehatan
yang dihadapi karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk mengatasi
berbagai masalah tersebut (>77endi, #22,%. +alita dengan gi6i buruk pada
umumnya hidup dengan makanan yang kurang bergi6i ('oekirman, !"""%.
+ekerja bagi ibu mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga. ;bu
yang bekerja mempunyai batasan yaitu ibu yang melakukan aktivitas
ekonomi yang mencari penghasilan baik dari sektor 7ormal atau in7ormal
yang dilakukan secara reguler di luar rumah yang akan berpengaruh
terhadap waktu yang dimiliki oleh ibu untuk memberikan pelayanan
terhadap anaknya. &ekerjaan tetap ibu yang mengharuskan ibu
meninggalkan anaknya dari pagi sampai sore menyebabkan pemberian A';
tidak dilakukan dengan sebagaimana mestinya (Departemen Kesehatan .;,
!""!%.
asyarakat tumbuh dengan kecenderungan bahwa orang yang bekerja
akan lebih dihargai secara sosial ekonomi di masyarakat. &ekerjaan dapat
dibagi menjadi pekerjaan yang berstatus tinggi yaitu antara lain tenaga
administrasi tata usaha,tenaga ahli teknik dan ahli jenis, pemimpin, dan
ketatalaksanaan dalam suatu instansi baik pemerintah maupun swasta dan
pekerjaan yang berstatus rendah antara lain petani dan operator alat
angkut.
$$
enurut penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kampar
Kepulauan .iau terdapat hubungan bermakna status ekonomi dengan
kejadian gi6i buruk pF","""# (3aruna, !""!%.
$. &endidikan ibu
Kurangnya pendidikan dan pengertian yang salah tentang kebutuhan
pangan dan nilai pangan adalah umum dijumpai setiap negara di dunia.
Kemiskinan dan kekurangan persediaan pangan yang bergi6i merupakan
7aktor penting dalam masalah kurang gi6i. 'alah satu 7aktor yang
menyebabkan timbulnya kemiskinan adalah pendidikan yang rendah.
Adanya pendidikan yang rendah tersebut menyebabkan seseorang kurang
mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupan (Abu,
#220%. .endahnya pendidikan dapat mempengaruhi ketersediaan pangan
dalam keluarga, yang selanjutnya mempengaruhi kuantitas dan kualitas
konsumsi pangan yang merupakan penyebab langsung dari kekurangan
gi6i pada anak balita (Departemen Kesehatan .;, !""/%.
3ingkat pendidikan terutama tingkat pendidikan ibu dapat mempengaruhi
derajat kesehatan karena pendidikan ibu berpengaruh terhadap kualitas
pengasuhan anak. 3ingkat pendidikan yang tinggi membuat seseorang
mudah untuk menyerap in7ormasi dan mengamalkan dalam perilaku sehari-
hari. &endidikan adalah usaha yang terencana dan sadar untuk mewujudkan
suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara akti7
mengembangkan potensi diri dan ketrampilan yang diperlukan oleh diri
sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (Departemen Kesehatan .;, !""/%.
*alur pendidikan terdiri dari pendidikan 7ormal dan non 7ormal yang bisa
saling melengkapi. 3ingkat pendidikan 7ormal merupakan pendidikan dasar,
pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. &endidikan dasar merupakan
tingkat pendidikan yang melandasi tingkat pendidikan menengah. 3ingkat
pendidikan dasar adalah 'ekolah Dasar dan 'ekolah enengah &ertama
atau bentuk lain yang sederajat, sedangkan pendidikan menengah adalah
lanjutan dari pendidikan dasar yaitu 'ekolah enengah Atas atau bentuk
lain yang sederajat. &endidikan tinggi merupakan tingkat pendidikan setelah
pendidikan menengah yang terdiri dari program diploma, sarjana, magister,
spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
(Departemen Kesehatan .;, !""/%. 3ingkat pendidikan berhubungan dengan
status gi6i balita karena pendidikan yang meningkat kemungkinan akan
meningkatkan pendapatan dan dapat meningkatkan daya beli makanan.
&endidikan diperlukan untuk memperoleh in7ormasi yang dapat
meningkatkan kualitas hidup seseorang (Abu, #220%.
/. &enyakit penyerta
+alita yang berada dalam status gi6i buruk, umumnya sangat rentan
terhadap penyakit. 'eperti lingkaran setan, penyakit-penyakit tersebut justru
menambah rendahnya status gi6i anak ('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak
9K -;, !""0%. &enyakit-penyakit tersebut adalah<
Diare persisten < sebagai berlanjutnya episode diare selama #/ hari
atau lebih yang dimulai dari suatu diare cair akut atau berdarah (disentri%.
Kejadian ini sering dihubungkan dengan kehilangan berat badan dan
in7eksi non intestinal. Diare persisten tidak termasuk diare kronik atau
diare berulang seperti penyakit sprue, gluten sensitive enteropathi dan
penyakit +lind loop ('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
3uberkulosis < 3uberkulosis adalah penyakit yang disebabkan
oleh ycobacterium tuberculosis, yaitu kuman aerob yang dapat hidup
terutama di paru atau di berbagai organ tubuh hidup lainnya yang
mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. +akteri ini tidak tahan
terhadap ultraviolet, karena itu penularannya terjadipada malam hari.
3uberkulosis ini dapat terjadi pada semua kelompok umur, baik di paru
maupun di luar paru ('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
8;= A;D' < 8;= merupakan singkatan dari Ghuman
immunode7iciencyvirusG. 8;= merupakan retrovirus yang menjangkiti
sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama AD/ positive 3-sel dan
macrophagesH komponen-komponen utama sistem kekebalan sel%, dan
menghancurkan atau mengganggu 7ungsinya. ;n7eksi virus ini
mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-
menerus, yang akan mengakibatkan de7isiensi kekebalan tubuh. 'istem
kekebalan dianggap de7isien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi
menjalankan 7ungsinya memerangi in7eksi dan penyakit- penyakit ('ta7
&engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
&enyakit tersebut di atas dapat memperjelek keadaan gi6i melalui
gangguan masukan makanan dan meningkatnya kehilangan 6at-6at gi6i
esensial tubuh. 3erdapat hubungan timbal balik antara kejadian penyakit
dan gi6i kurang maupun gi6i buruk.Anak yang menderita gi6i kurang dan
gi6i buruk akan mengalami penurunan daya tahan, sehingga rentan
terhadap penyakit. Di sisi lain anak yang menderita sakit akan cenderung
menderita gi6i buruk ('ta7 &engajar ;lmu Kesehatan Anak 9K -;, !""0%.
enurut penelitian yang dilakukan di *ogjakarta terdapat perbedaan
penyakit yang bermakna antara balita K>& dengan balita yang tidak
K>&(pF","$/% A; 2(1 (.a6ak, 5unawan, dan +udiningsari, !""2%.
(. &engetahuan ibu
;bu merupakan orang yang berperan penting dalam penentuan konsumsi
makanan dalam keluaga khususnya pada anak balita. &engetahuan yang
dimiliki ibu berpengaruh terhadap pola konsumsi makanan keluarga.
Kurangnya pengetahuan ibu tentang gi6i menyebabkan keanekaragaman
makanan yang berkurang. Keluarga akan lebih banyak membeli barang
karena pengaruh kebiasaan, iklan, dan lingkungan. 'elain itu, gangguan
gi6i juga disebabkan karena kurangnya kemampuan ibu menerapkan
in7ormasi tentang gi6i dalam kehidupan sehari-hari (Abu, #220%.
). +erat +adan Lahir .endah
+ayi berat lahir rendah (++L.% adalah bayi dengan berat lahir kurang
dari !("" gram tanpa memandang masa gestasi sedangkan berat lahir adalah
berat bayi yang ditimbang dalam # (satu% jam setelah lahir (Kosim, !"",%.
&enyebab terbanyak terjadinya ++L. adalah kelahiran prematur. +ayi yang
lahir pada umur kehamilan kurang dari $0 minggu ini pada umumnya
disebabkan oleh tidak mempunyai uterus yang dapat menahan janin,
gangguan selama kehamilan,dan lepasnya plasenta yang lebih cepat dari
waktunya. +ayi prematur mempunyai organ dan alat tubuh yang belum
ber7ungsi normal untuk bertahan hidup di luar rahim sehingga semakin
muda umur kehamilan, 7ungsi organ menjadi semakin kurang ber7ungsi dan
prognosanya juga semakin kurang baik. Kelompok ++L. sering
mendapatkan komplikasi akibat kurang matangnya organ karena premature
(3im &aket &elatihan Klinik &:@>D, !"",%.
+erat +adan Lahir .endah (++L.% juga dapat disebabkan oleh bayi lahir
kecil untuk masa kehamilan yaitu bayi yang mengalami hambatan
pertumbuhan saat berada di dalam kandungan. 8al ini disebabkan oleh
keadaan ibu atau gi6i ibu yang kurang baik. Kondisi bayi lahir kecil ini
sangat tergantung pada usia kehamilan saat dilahirkan. &eningkatan
mortalitas, morbiditas, dan disabilitas neonatus, bayi,dan anak merupakan
7aktor utama yang disebabkan oleh ++L. (3im &aket &elatihan Klinik
&:@>D, !"",%. 5i6i buruk dapat terjadi apabila ++L. jangka panjang. &ada
++L. 6at anti kekebalan kurang sempurna sehingga lebih mudah terkena
penyakit terutama penyakit in7eksi. &enyakit ini menyebabkan balita kurang
na7su makan sehingga asupan makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi
berkurang dan dapat menyebabkan gi6i buruk (Kosim, !"",%. enurut
penelitian yang dilakukan di Kabupaten Lombok 3imur ++L. terdapat
hubungan yang bermakna dengan kejadian gi6i buruk (2(1A;% pF"."!.
(Anwar, *u77rie, dan *ulia, !""(%.
0. Kelengkapan imunisasi
;munisasi berasal dari kata imun yaitu resisten atau kebal. ;munisasi
terhadap suatu penyakit hanya dapat memberi kekebalan terhadap penyakit
tersebut sehingga bila balita kelak terpajan antigen yang sama, balita
tersebut tidak akan sakit dan untuk menghindari penyakit lain diperlukan
imunisasi yang lain. ;n7eksi pada balita penting untuk dicegah dengan
imunisasi (8idayat, !"",%. ;munisasi merupakan suatu cara untuk
meningkatkan kekebalan terhadap suatu antigen yang dapat dibagi menjadi
imunisasi akti7 dan imunisasi pasi7. ;munisasi akti7 adalah pemberian kuman
atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang
tubuh memproduksi antibodi sendiri sedangkan imunisasi pasi7 adalah
penyuntikan sejumlah antibodi sehingga kadar antibodi dalam tubuh
meningkat ('upartini, !""!%.
;munisasi juga dapat mencegah penderitaan yang disebabkan oleh
penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian, menghilangkan kecemasan
dan psikologi pengobatan bila anak sakit, memperbaiki tingkat
kesehatan,dan menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk
melanjutkan pembangunan negara (3aruna, !""!%. Kelompok yang paling
penting untuk mendapatkan imunisasi adalah bayi dan balita karena meraka
yang paling peka terhadap penyakit dan sistem kekebalan tubuh balita masih
belum sebaik dengan orang dewasa (8idayat, !"",%.
'istem kekebalan tersebut yang menyebabkan balita menjadi tidak
terjangkit sakit. Apabila balita tidak melakukan imunisasi, maka kekebalan
tubuh balita akan berkurang dan akan rentan terkena penyakit. 8al ini
mempunyai dampak yang tidak langsung dengan kejadian gi6i. ;munisasi
tidak cukup hanya dilakukan satu kali tetapi dilakukan secara bertahap dan
lengkap terhadap berbagai penyakit untuk mempertahankan agar kekebalan
dapat tetap melindungi terhadap paparan bibit penyakit ('upartini, !""!%.
acam- macam imunisasi antara lain (8idayat, !"",%.
+A5 < vaksin untuk mencegah 3+A yang dianjurkan diberikan saat
berumur ! bulan sampai $ bulan dengan dosis ","( ml pada bayi kurang
dari # tahun dan ",# ml pada anak disuntikkan secara intrakutan (8idayat,
!"",%.
8epatitis + < salah satu imunisasi yang diwajibkan dengan
diberikan sebanyak $ kali dengan interval # bulan antara suntikan
pertama dan kedua kemudian ( bulan antara suntikan kedua dan ketiga.
-sia pemberian dianjurkan sekurang-kurangnya #! jam setelah lahir
(8idayat, !"",%.
&olio < imunisasi ini terdapat ! macam yaitu vaksi oral polio dan
inactivated polio vaccine.Kelebihan dari vaksin oral adalah mudah
diberikan dan murah sehingga banyak digunakan (8idayat, !"",%.
D&3 < vaksin yang terdiri dari toksoid di7teri dan tetanus yang
dimurnikan serta bakteri pertusis yang diinaktivasi (8idayat, !"",%.
Aampak < imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
penyakit campak pada anak karena termasuk penyakit menular.
&emberian yang dianjurkan adalah sebanyak ! kali yaitu pada usia 2
bulan dan pada usia ) tahun (8idayat, !"",%.
. < diberikan untuk penyakit measles,mumps,dan rubella
sebaiknya diberikan pada usia / bulan sampai ) bulan atau 2 bulan
sampai ## bulan yang dilakukan pengulangan pada usia #( bulan-#,
bulan (8idayat, !"",%.
3yphus abdominal < terdapat $ jenis vaksin yang terdapat di
;ndonesia yaitu kuman yang dimatikan, kuman yang dilemahkan, dan
antigen capsular =i polysaccharide (8idayat, !"",%.
=aricella < pemberian vaksin diberikan suntikan tunggal pada usia
diatas #! tahun dan usia #$ tahun diberikan ! kali suntikan dengan
interval /-, mg (8idayat, !"",%.
8epatitis A< imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
hepatitis A yang diberikan pada usia diatas ! tahun (8idayat, !"",%.
8i+ < 8aemophilus in7luen6ae tipe b yang digunakan untuk
mencegah terjadinya in7luen6a tipe b dan diberikan sebanyak $ kali
suntikan (8idayat, !"",%.
enurut penelitian yang dilakukan di Kabupaten Lombok 3imur,
imunisasi yang tidak lengkap terdapat hubungan yang bermakna dengan
kejadian gi6i buruk :. (2(1A;% dari #",$I pC".""# (Anwar, *u77rie, dan
*ulia, !""(%.
,. A';
8anya #/1 ibu di ;ndonesia yang memberikan air susu ibu (A';%
eksklusi7 kepada bayinya sampai enam bulan. .ata-rata bayi di ;ndonesia
hanya menerima A'; eksklusi7 kurang dari dua bulan. 8asil yang
dikeluarkan 'urvei Demogra7i dan Kesehatan ;ndonesia periode #220-
!""$ yang cukup memprihatinkan yaitu bayi yang mendapatkan A';
eksklusi7 sangat rendah (?8:, !""2%. 'ebanyak ,)1 bayi mendapatkan
makanan berupa susu 7ormula, makanan padat, atau campuran antara A';
dan susu 7ormula (Kliegman, !""0%.
+erdasarkan riset yang sudah dibuktikan di seluruh dunia, A';
merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai enam bulan, dan
disempurnakan sampai umur dua tahun ('oekirman, !"""%. emberi A';
kepada bayi merupakan hal yang sangat berman7aat antara lain oleh karena
praktis, mudah, murah, sedikit kemungkinan untuk terjadi kontaminasi,dan
menjalin hubungan psikologis yang erat antara bayi dan ibu yang penting
dalam perkembangan psikologi anak tersebut. +eberapa si7at pada A'; yaitu
merupakan makanan alam atau natural, ideal, 7isiologis, nutrien yang
diberikan selalu dalam keadaan segar dengan suhu yang optimal dan
mengandung nutrien yang lengkap dengan komposisi yang sesuai kebutuhan
pertumbuhan bayi (?alker, !""/%
'elain A'; mengandung gi6i yang cukup lengkap, A'; juga mengandung
antibodi atau 6at kekebalan yang akan melindungi balita terhadap in7eksi.
8al ini yang menyebabkan balita yang diberi A';, tidak rentan terhadap
penyakit dan dapat berperan langsung terhadap status gi6i balita. 'elain itu,
A'; disesuaikan dengan sistem pencernaan bayi sehingga 6at gi6i cepat
terserap. +erbeda dengan susu 7ormula atau makanan tambahan yang
diberikan secara dini pada bayi. 'usu 7ormula sangat susah diserap usus
bayi. &ada akhirnya, bayi sulit buang air besar. Apabila pembuatan susu
7ormula tidak steril, bayi akan rawan diare ('oekirman, !"""%.
!.$. &emberian akanan 3ambahan (&3%
!.$.#. 3ujuan &3
3ujuan dari program &3 adalah mempertahankan dan meningkatkan
status gi6i anak dari keluarga miskin.
!.$.!. &roses &3
'eperti yang dikutip dari 8andayani, ulasari, dan @urdianis (!"",%,
proses &3 terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan, yang harus disesuaikan dengan petunjuk teknis &rogram
*aring &engamanan 'osial +idang Kesehatan (*&'-+K% bagi &uskesmas.
#. &erencanaan
&ada tahap perencanaan dilakukan penentuan balita sasaran &3 dan
penentuan jadwal pendistribusian program &3.
!. &elaksanaan
Kegiatan pelaksanaan meliputi penentuan jenis makanan, pembelian
bahan makan dan pemberian paket &3 kepada sasaran. (Depkes .;,
!""!%.
$. &engawasan, &engendalian, dan &enilaian
&ada proses ini dilakukan pencatatan dan pelaporan dengan mengisi
register yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan .epublik
;ndonesia.
-ntuk melaksanakan proses tersebut diperlukan juga unsur lain berupa<
#. 3enaga
3enaga adalah orang yang bertanggung jawab dan mengkoordinir
program &3 sasaran di wilayah kerja &uskesmas. 3enaga berupa
3enaga &elaksana 5i6i (3&5% di &uskesmas dan bidan di desa, yang
bertugas melaksanakan pembinaan teknis di lapangan (Depkes .;,
#222 dalam 8andayani, ulasari, dan @urdianis, !"",%.
!. Dana
enurut 8asibuan (!""$% dalam 8andayani, ulasari, dan @urdianis
(!"",% besarnya biaya untuk pengadaan paket &3 tergantung dari
jumlah sasaran penerima program. enurut 8andayani, ulasari,
dan @urdianis (!"",% sumber dana didapatkan dari &emerintah
Daerah atau dari Anggaran &endapatan +elanja Daerah (A&+D%.
$. 'arana
Kartu pencatatan dan 7ormulir pelaporan merupakan sarana untuk
pemantauan yang sangat penting (8asibuan, !""$ dalam 8andayani,
ulasari, !"",%. 'elain itu diperlukan juga K' dan timbangan
(8andayani, ulasari, dan @urdianis, !"",%.
/. +ahan
+ahan paket berisi kacang hijau, biskuit, gula, susu, telur, dan
multivitamin. ;si paket harus berkualitas baik. +ahan paket makanan
yang bisa dibawa pulang adalah beras, telur, gula, dan kacang-
kacangan (Depkes .;, #222 dalam 8andayani, ulasari, dan
@urdianis, !"",%.
(. etode
etode berarti cara penyelengaraan pemberian paket &3 kepada
sasaran program (8andayani, ulasari, dan @urdianis, !"",%.
!.$. &emberian akanan 3ambahan &emulihan (&3-&% pada 5i6i +uruk
&3 merupakan bagian penatalaksanaan balita gi6i kurang. &3 ini
disebut &3 pemulihan (&3-&%. &3-& dilaksanakan oleh &usat
&emulihan 5i6i (&&5% di &osyandu dan secara terus menerus di rumah
tangga. Keseluruhannya berjumlah 2" hari.
!.$.#. Lama &3-&
&emberian &3-& diberikan setiap hari kepada anak selama tiga bulan
(2" hari%
!.$.!. +entuk akanan &3-&
akanan yang diberikan berupa<
#. Kudapan (makanan kecil%, yang dibuat dari bahan makanan setempat
(lokal%
!. +ahan makanan mentah berupa tepung beras, tepung susu, gula,
minyak, kacang-kacangan, sayur, telur, dan lauk-pauk lainnya.
$. Aontoh paket bahan makanan tambahan pemulihan (&3-&%
yang dibawa pulang.
!.$.$. Aara &enyelenggaraan
#. akanan kudapan diberikan setiap hari di &&5, atau
!. 'eminggu sekali kader mendemonstrasikan pembuatan &-A'; makanan anak,
dan membagikan makanan tersebut kepada balita gi6i kurang, selanjutnya kader
membagikan paket bahan makanan mentah untuk kebutuhan enam hari (Depkes
.; !"""%.
+entuk lain dari &3 untuk balita adalah &3 penyuluhan. &3 penyuluhan
diberikan bagi balita yang berat badannya tidak naik pada satu kali penimbangan
&osyandu (Depkes .;, !"""%.
+,+ $$
#,P67,N K,'
).1. $dentitas Pasien
@ama < 3n. '
-mur < !( tahun
*enis Kelamin < Laki-laki
Alamat < *ln. anunggal ! ugirejo.
&ekerjaan < 'wasta
&endidikan < 'A
'uku < *awa
Agama < ;slam
).). ,namnesis
Anamnesis dilakukan pada tanggal #" dan ## 'eptember !"#/. &asien
memeriksakan diri ke &uskesmas pada tanggal #" ei !"#/
2.2.1. Keluhan Utama
'esak na7as.
2.2.2. Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan sesak na7as telah dialami oleh pasien sejak J $ hari sebelum
memeriksakan diri ke &uskesmas Lempake. Keluhan muncul terutama apabila
pasien terpapar dengan udara dingin, dan pasien mengaku dalam minggu ini
mendapat shi7t kerja malam. +ila serangan sesak datang pasien sulit menarik
na7as dan na7asnya berbunyi Kngik, ngikL. Keluhan sesak memang sering berulang
dan pertama kali dialami pasien saat masih '&.
2.2.3. Riwayat Penyakit Dahulu
&asien mengaku sering mengalami keluhan serupa terutama bila terpapar udara
dingin.
2.2.4. Riwayat Penyakit Keluarga
Kedua orangtua pasien memiliki keluhan serupa dan sudah terdiagnosis sebagai
asma bronkial. Adik laki-lakinya juga menderita asma bronkial dengan
mani7estasi yang lebih berat.
2.2.5. Genogram

Keterangan <
F &erempuan
F Laki-Laki
F &asien
).8. Pemeriksaan Fisik
).8.1. tatus 0eneralisata
Keadaan -mum < +aik
Kesadaran < Aompos mentis
+erat +adan < (, kg
.anda 9ital
@adi < ,, kaliBmenit, regular, kuat angkat
9rekuensi @a7as < !/ kaliBmenit, reguler
'uhu < $),,
o
A
Ke2ala dan #eher:
Kepala < ata < anemis (-%, ikterik (-%, cekung (-%
8idung < dalam batas normal
ulut < lidah kotor (-%, 7aring hiperemi (-%, pembesaran tonsil (-%
Leher < pembesaran K5+ (-%
.oraks<
;nspeksi < &aru < pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-B-%
*antung < ictus cordis tidak terlihat
&alpasi < &aru < 7remitus raba de4tra F sinistra
*antung < ictus cordis teraba
&erkusi < &aru < sonor pada seluruh lapangan paru
*antung < batas kanan ;A' ;;; &'L de4tra, batas kiri ;A' =; AL
sinistra
Auskultasi < &aru < suara napas vesikuler, ronkhi (-B-%, wheezing (DBD%
*antung < '
#
'
!
tunggal-reguler, murmur (-%, gallop (-%
,bdomen:
;nspeksi < tidak distensi
&alpasi < soe7l, nyeri tekan (-%, organomegalli (-%, massa (-%
&erkusi < timpani
Auskultasi < bising usus (D% kesan normal
0enitalia: tidak dilakukan pemeriksaan.
-kstremitas
Atas < >dema (-B-%, akral hangat
+awah < >dema (-B-%, akral hangat
).*. Diagnosa Ker:a
Asma +ronkial
).5. Penatalaksanaan
2.5.1. Edukai
4 mengenali allergen penyebab serangan asma,selain udara dingin allergen dapat
berasal dari makanan ataupun lingkungan sekitar.
- enggunakan jaket apabila sedang bekerja di malam hari.
4 enjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergi6i dan istirahat
yang cukup.
4 enjalankan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter dan apabila keluhan
memberat dan atau obat habis segera datang ke dokter.
2.5.2. !edikamentoa
4 'albutamol tab / mg, $ dd tab # prn selama 0 hari.
4 Ambroksol tab $" mg, $ dd tab # prn selama 0 hari.
4 Deksamethason tab ",( mg, $ dd tab # selama 0 hari.
).;. Prognosis
&rognosis dubia ad bonam.
,N,#$$ K-D6K.-7,N K-#',70,
K'N/'N0,N 7'",H
Kunjungan rumah dilakukan pada hari ## 'eptember !"#/.
Kondisi &asien< Keluhan sesak (-%, +atuk berdahak berkurang
$D-N.$., K-#',70,
No $. K-P,#, K-#',70, $$. P,,N0,N
# @ama 3n. ' @y. .
!. -mur !( tahun !$ tahun
$. *enis kelamin Laki-laki &erempuan
/. 'tatus perkawinan Kawin Kawin
(. Agama ;slam ;slam
). 'uku bangsa *awa *awa
0. &endidikan 'A 'A
,. &ekerjaan 'wasta ahasiswi
2. Alamat lengkap *l adala !, ugirejo
P-N0H'N$ 7'",H
No P-N0H'N$ 'sia Peker:aan
tatus
dengan
2asien
tt.
Nikah
erumah
<a .dk Kdg
# 3n. ' !( thn 'wasta &asien enikah M
! @y. . !$ thn ahasisiwi ;stri enikah M


0-N607,"
!/
Keterangan <
F &erempuan
F Laki-Laki
F &asien
.,.' F$$K= 6$,#= -K6N6"$ K-#',70, D,N #$N0K'N0,N
No -K6N6"$ K-#',70, Keterangan
# Luas tanah , 4 #" m
! Luas bangunan ) 4 , m
!
$ &embagian ruangan .umah terdiri dari / ruangan yaitu
# ruang tamu, # kamar tidur, #
kamar mandi, dan # dapur
/ +esarnya daya listrik /(" watt
( 3ingkat &endapatan Keluarga <
a. &engeluaran rata-rataBbulan
+ahan makanan < +eras, laukBikan,
tempe-tahu dan sayur mayur
Diluar bahan makanan <
&endidikan
Kesehatan
.p.#.("".""",""
.p. ,"".""",""

.p. !"".""",""
.p.(".""",""
!(
Listrik
Air bersih
b. &enghasilan keluargaBbulan
(&enghasilan 3etap%
.p. #"".""",""
.p.#"".""",""
.p. !.""".""",""
No P-7$#,K' K--H,.,N
# &elayanan promoti7Bpreventi7 enjaga kebersihan rumah dari
debu.
! &emeliharaan kesehatan anggota keluarga
lain
&uskesmas
$ &elayanan pengobatan &uskesmas dan &raktik dokter
umum
/ *aminan pemeliharaan kesehatan *amkesda
No P6#, ",K,N K-#',70,
# Kepala keluarga dan ibu akan $ kali sehari (pagi, siang
dan malam%. @asi, tahu, tempe,
ikan dan sayur. +uah jarang.
No ,K.$9$., K-#',70,
# Aktivitas 7isik
a. +apak
b. ;bu
+ekerja di luar rumah. ;stirahat
dirumah setelah beraktivitas dan
rutin berolahraga
encuci baju, masak, menyapu
dan kuliah. ;stirahat pada malam
hari, jarang berolahraga
! Aktivitas mental Anggota keluarga taat dalam
beragama.
No #$N0K'N0,N
# 'osial 8ubungan dengan lingkungan
sekitar baik
! 9isikBbiologic
&erumahan dan 7asilitas
Luas tanah
Luas bangunan
'ederhana
, 4 #" m
) 4 , meter ( kontrak%
!)
*enis dinding terbanyak
*enis lantai terluas
'umber penerangan utama
'arana AK
'arana pembuangan air limbah ('&AL%
'umber air sehari-hari
&embuangan sampah
+eton
+eton
Lampu listrik
+uang air dan mandi dilakukan di
jamban di dalam rumah.
&arit
Air &DA
Dibuang di tempat pembuangan
sampah
$ Lingkungan kerja
a. Ayah
b. ;bu
Di luar rumah
Di rumah
P6#, H$D'P +-7$H D,N -H,. K-#',70,
No. $ndikator Pertan%aan Keterangan
/a!aban
<a .idak
,. Perilaku ehat
# .idak merokok
Ada yang memiliki kebiasaan
merokok
3idak ada yang memiliki kebiasaan
merokok

! Persalinan
Dimana ibu melakukan
persalinanN
Ditolong tempat bidan, rumah sakit.
-
!0
$ $munisasi
Apakah bayi ibu sudah di
imunisasi lengkapN
;munisasi lengkap (+A5, D&3 #,!,$,
&olio, hepatitis, campak% dilakukan
semua
-
/ +alita di timbang
Apakah balita ibu sering
ditimbangN DimanaN
&enimbangan di &osyandu
-
( ara2an 2agi
Apakah seluruh anggota keluarga
mempunyai kebiasaan sarapan
pagiN
akanan yang dikonsumsi setiap
pagi hari

) Dana sehat & ,K-
Apakah anda ikut menjadi peserta
A'K>'N
*amkesda

0 >uci tangan
Apakah anggota keluarga
mempunyai kebiasaan mencuci
tangan menggunakan sabun
sebelum dan sesudah buang air
besarN
'eluruh anggota keluarga
mempunyai kebiasaan mencuci
tangan dengan air bersih dan sabun

, ikat gigi
Apakah anggota keluarga
memiliki kebiasaan gosok gigi
menggunakan odolN
'eluruh anggota keluarga melakukan
kebiasaan menggosok gigi

2 ,kti?itas ?isik & 6lah raga
Apakah anggota keluarga
melakukan aktivitas 7isik atau
olah raga teraturN
'eluruh anggota keluarga melakukan
aktivitas 7isik setiap hari minimal $"
menitN Atau minimal $4 seminggu

+. #ingkungan ehat
# /amban
Apakah dirumah tersedia jamban
dan seluruh keluarga
menggunakannyaN
+ila di rumah tidak ada tapi
menggunakan AK untuk +A+
maka jawabannya KOaL

! ,ir bersih dan bebas :entik


Apakah dirumah tersedia air
bersih dengan tempatBtandon air
tidak ada jentikN
+ila rumah tidak memiliki sumber air
tetapi menggunakan AKBkran
umum untuk mendapatkan air bersih
maka jawabannya KOaL

!,
$ +ebas sam2ah
Apakah dirumah tersedia tempat
sampahN Dan dilingkungan
disekitar rumah tidak ada sampah
berserakanN
.umah terlihat bersihBbebas sampah
dan tersedia tempat sampah didalam B
diluar rumah

/ P,#
Apakah adaBtersedia '&AL
disekitar rumahN
Lingkungan yang bersih tidak ada air
limbah yang menggenang

( 9entilasi
Apakah ada pertukaran udara
didalam rumahN
-kuran ventilasi lebih kurang #B#"
luas lantai untuk tiap ruangan

) Ke2adatan
Apakah ada kesesuaian luas
rumah dengan jumlah anggota
keluargaN
&engukuran kepadatan dimana #
orang penghuni membutuhkan
!m4!m4!m

0 #antai
Apakah lantai bukan dari tanahN
'eluruh lantai rumah disemen atau
ubin atau kayu

,. $ndikator tambahan
# ,$ -ksklusi?
Apakah ada bayi usia "-) bulan
hanya mendapatkan A'; saja
sejak lahir sampai ) bulanN
8anya untuk bayi keluarga yang
mempunyai bayi usia "-) bulan, bila
rumah tangga tidak ada bayinya
jawaban tetap KyaL tetapi dicatat
dalam lembar catatan
-
! Konsumsi buah @ sa%ur
Apakah dalam # minggu terakhir
anggota keluarga mengkonsumsi
buah dan sayurN
'emua anggota keluarga
mengkonsumsi buah dan sayur

/umlah ## !
Klasi?ikasi
'>8A3 ; < Dari #, pertanyaan jawaban KOaL antara #-( pertanyaan (merah%
'>8A3 ;; < Dari #, pertanyaan jawaban KOaL antara )-#" pertanyaan (kuning%
'>8A3 ;;; < Dari #, pertanyaan jawaban KOaL antara ##-#( pertanyaan (hijau%
'>8A3 ;= < Dari #, pertanyaan jawaban KOaL antara #)-#, pertanyaan (biru%
Kesim2ulan:
!2
Dari #, indikator yang ada, yang dapat dijawab KOaL ada ## pertanyaan yang berarti
identi7ikasi keluarga dilihat dari &erilaku 8idup +ersih dan 'ehatnya masuk dalam
klasi7ikasi '>8A3 ;;;.
.>'-> 9AK3:. .;';K: L;@5K-@5A@ K>L-A.5A
Faktor 7esiko
Fisik =entilasi cukup, pencahayaan matahari untuk ruangan baik,
namun kebersihan dari debu di sekitar ventilasi tidak terjaga.
*alan disekitar rumah berdebu
+iologi
Ada keluarga yang sedang menderita sakit serupa
Psiko4sosio4
ekonomi
&engetahuan tentang kesehatan dan gi6i rendah.
Perilaku
Kesehatan
'uka tidur tanpa menggunakan pakaian
0a%a Hidu2
- &emenuhan kebutuhan primer prioritas utama
- Alokasi khusus untuk kesehatan ada
#ingkungan
Ker:a
'ering mendapat shi7t malam
D$,0N6, K-#',70, 37-'"- ",,#,H K--H,.,N5
$"
'3A3-' K>'>8A3A@ DA@ 9AK3:. .;';K: (individu, keluarga, dan
komunitas%
#. Ada keluarga yang memiliki penyakit serupa
!. &asien suka tidur tanpa menggunakan pakaian
$. Disekitar ventilasi terdapat debu
/. *alan disekitar rumah berdebu
(. 'ering mendapat shi7t malam
'3A3-' -&AOA K>'>8A3A@ (individu, keluarga, dan komunitas%
#. &emeriksaan kesehatan dilakukan di puskesmas.
!. Keluarga pasien kurang mengerti tentang 7aktor pemicu terjadinya
serangan asma pada pasien.
$. emiliki jaminan kesehatan *AK>'DA.
'3A3-' L;@5K-@5A@ <
#. Lokasi tempat tinggal di sebelah jalan raya yang cukup padat dan berdebu.
!. =entilasi berdebu
Diagnoi Keluarga "
Sebuah keluarga Tn. MA terdiri dari 4 orang anggota keluarga inti disertai 4
orang penghuni bangsal dalam satu rumah, dengan seorang anggota keluarga
An. RA pasien rawat jalan uskesmas Sempaja !ang didiagnosis gizi kurang.
"eluarga ini menempati rumah !ang kurang sehat, masih perlu perbaikan di
bidang sanitasi. "eluarga ini juga memiliki kebiasaan hidup !ang kurang sehat
sehingga memerlukan edukasi kesehatan.
7-N>,N, P-N,.,#,K,N,,N ",,#,H K--H,.,N
3erhadap status kesehatan indivdu dan keluarga
No "asalah
kesehatan
Pengobatan
$#
#.
!
$
5i6i Kurang
Kondisi lingkungan
rumah yang kurang
sehat
Kebiasaan keluarga
&engobatan varisela ditangani melalui
pendekatan 7armakologis maupun non-
7armakologis. Oakni dengan pemberian
vitamin penambah na7su makan dan dengan
edukasi pemberian perhatian yang lebih,
khususnya untuk makan cukup karbohidrat,
protein, lemak, dan vitamin.
>dukasi pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan, identi7ikasi masalah penyebab,
mencoba mencari alternati7 solusi yang ada.
>dukasi kepada anggota keluarga untuk
mencuci tangan setelah membersihkan
lingkungan. >dukasi mengenai alat proteksi
diri bila membersihkan tempat yang kotor.
>dukasi makanan sehat dan bergi6i.>dukasi
untuk tidak merokok didalam rumah atau jika
bisa untuk menghentikan kebiasaannya.
$!
Komunitas<
- &emukiman dan sanitasi kurang
- Kepadatan hunian yang tidak sesuai standar
&A';>@
=A.;'>LA
L;@5K. &';K:-':';:->K:@:;
-&engetahuan tentang kesehatan dan gi6i rendah.
- &endapatan keluarga terganggu kalau ada anggota
keluarga sakit.
L;@5K. 9;';K
- =entilasi kurang, pencahayaan matahari
untuk ruangan kurang
- 'aluran pembuangan langsung ke parit
9A;LO
9AK3:. +;:L:5;
-.iwayat beberapa penyakit berat yang
mendukung keadaan gi6i burukBkurang
&>LAOA@A@ K>'.
*arak rumah-pusat
pelayanan kes < #km,
ditempuh dengan angkutan
umum
5AOA 8;D-&
- &emenuhan kebutuhan
primer prioritas utama
- Alokasi khusus untuk
kesehatan ada
L;@5K. K>.*A
3idak ada
&>.;LAK- K>'>8A3A@
Kesadaran untuk menjalankan perilaku
hidup bersih dan sehat masih kurang
!andala o# $ealth
Dalam menetapkan masalah serta 7aktor yang mempengaruhi, digunakan konsep Mandala o# $ealth (5ambar #%.
$$
5;P;
K-.A@5
.abel koring Kemam2uan Pen%elesaian "asalah Dalam Keluarga
"asalah
kor
,!al
'2a%a Pen%elesaian
Fungsi +iologi
.iwayat penyakit penyerta
yang mendukung keadaan
gi6i kurang
(
$
>dukasi mengenai penyakit ini tentang
penyebabnya
&engobatan
Faktor 2erilaku kesehatan
keluarga
- Kesadaran untuk
menjalankan perilaku
hidup bersih dan sehat
masih kurang
(
>dukasi tentang pentingnya hidup bersih.
>dukasi kepada anggota keluarga untuk
mencuci tangan dengan sabun. >dukasi
mengenai alat proteksi diri bila
membersihkan tempat yang kotor.
Faktor #ingkungan Fisik
- =entilasi kurang,
pencahayaan matahari untuk
ruangan kurang.
- 'aluran pembuangan
langsung ke parit
!
$
emperbaiki ventilasi dan penerangan
dengan membuka pintu dan jendela rumah
pada siang hari.
engadakan gotong royong di lingkungan
sekitar tiap awal bulan.
Faktor Psiko4sosio4ekonomi
- &engetahuan tentang
kesehatan dan gi6i rendah.
&endapatan keluarga
terganggu kalau ada
keluarga yang sakit
!
(
&enyuluhan dan edukasi untuk masyarakat
khususnya keluarga tersebut
otivasi untuk menambah penghasilan
otivasi mengenai perlunya tabungan
$/
(
Klasi7ikasi skor kemampuan menyelesaikan masalah
'kor # 3idak dilakukan, keluarga menolak, tidak ada partisipasi.
'kor ! Keluarga mau melakukan tapi tidak mampu, tidak ada sumber (hanya
keinginan%I penyelesaian masalah dilakukan sepenuhnya
oleh provider.
'kor $ Keluarga mau melakukan namun perlu penggalian sumber yang belum
diman7aatkan, penyelesaian masalah dilakukan sebagian
besar oleh provider
'kor / Keluarga mau melakukan namun tak sepenuhnya, masih tergantung pada
upaya provider
'kor ( Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga
$(
$)
P-"+,H,,N
'tudi kasus dilakukan pada pasien An. .A usia ( tahun dengan keluhan kontrol
keadaan gi6i buruknya. An. &* tinggal satu rumah dengan , orang anggota keluarganya,
dengan / keluarga inti. Keluarga ini terdiri dari # kepala keluarga (3n. A%, #orang istri,
# orang adik, dan / orang penghuni bangsal lainnya. Kemungkinan 7aktor penyebab
keadaan ini adalah keadaan riwayat penyakit berat yang diderita pasien sebelum keadaan
permasalahan gi6i ini (sekarang< gi6i kurang%,dan pengetahuan ibu yang kurang tentang
gi6i.
Diagnosis 5i6i kurang pada An. .A di tegakkan atas dasar perhitungan
berdasarkan metode behrman umur ( tahun, dan presentasenya )#1, dan juga
berdasarkan P 'core &+B-,++B-,++B3+ dimana keadaannya -$sdCstatus gi6iC-!sd. &ada
pemeriksaan 7isik berat badan pasien sebesar ## kg dengan umur ( tahun yang
seharusnya #, kg menurut metode behrman, serta tinggi badannya sebesar 2( cm.
&enyakit ini disebabkan oleh beberapa 7aktor, yaitu pasien memiliki riwayat
atopik, anaknya pernah mengalami keluhan serupa dan pasien sedang ada masalah dalam
keluarga.
.encana terapi yang diberikan pada pasien adalah memberikan pemberian
makanan tambahan pemulihan yang diberikan dari puskesmas melalui poli gi6i, serta
memotivasi ibu untuk memberikan perhatian yang lebih pada anaknya, untuk mengejar
pertumbuhan dan perkembangannya dengan memberikan makanan yang sehat dan
bergi6i, serta dapat mengikuti sekolah taman kanak- kanak atau bimbingan
perkembangan lainnya. 8al ini sudah sesuai dengan tatalaksana =arisela. &ada teori, pada
kondisi anak sehat,.
asalah yang di hadapi pasien ini adalah keadaan riwayat penyakit beratnya
diantaranya saat lahir bilirubin yang tinggi, dicurigai epilepsi, dan pada umur 0 bulan
sempat dinyatakan penyakit paru-paru dan mendapatkan terapi obat selama ) bulan,
namun sekarang keadaannya membaik, terkadang ada keluhan batuk dan pilek yang
berulang setiap bulannya disertai rasa sesak, namun keadaan seperti ini sudah berkurang
dirasakan.
&enghasilan yang diperoleh keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
$0
asalah lain yang juga di hadapi adalah lingkungan rumah yang belum bersih
dan lembab. =entilasi masih kurang terutama di kamar tidur. Keluarga perlu di motivasi
untuk membersihkan dan merapikan lingkungan rumahnya, serta keadaan hunian rumah
yang padat tidak sesuai standar, dan perlu diberikan solusi yang tepat agar hunian
rumahnya sesuai standar dengan luas rumah.
Da?tar Pustaka
Kementerian kesehatan .epublik ;ndonesia, !"##. edoman ela!anan Anak %izi
&uruk. *akarta< Kementerian kesehatan .epublik ;ndonesia.
@arendra, et al. !""!. %um&uh Kem&ang 'nak dan Rema(a. *akarta< 'agung 'eto
&udjiadi ', !""(. ;lmu 5i6i Klinis &ada Anak. *akarta< 5aya +aru.
$,
Kementerian Kesehatan .;, !"##. 'tandar Antropometri &enilaian 'tatus 5i6i Anak.
*akarta< Direktorat +ina 5i6iI
'udaryat ', 'oetjiningsih, !""".&edoman Diagnosis dan 3erapi ;lmu Kesehatan Anak
.'-& 'anglah.Denpasar<'9 ;lmu Kesehatan Anak 9K -nud Denpasar.
?orld 8ealth :rganisation, !""2. &elayanan Kesehatan Anak di .umah 'akit. *akarta<
?8: ;ndonesia.
Anwar K, *u77rie , *ulia , !""(. 9aktor .isiko Kejadian 5i6i +uruk di Kabupaten
Lombok 3imur, &ropinsi @usa 3enggara +arat.*urnal 5i6i Klinik ;ndonesia. Diunduh !!
maret !"#$ dari < http<BBijcn.or.idBv!BcontentBviewB$$B/"B
>77endi, !""#. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan asyarakat. *akarta< >5A.
@otoatmodjo ', !""$. &rinsip-&rinsip Dasar ;lmuKesehatan asyarakat.*akarta < .ineka
Aipta.
D6K'"-N.,$
$2
/"
.umah tampak depan Kamar andi


/#
/!
/$