You are on page 1of 1

PANGGILAN

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung
dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus (Efesus
1:18)

Agnes Gonxha Bejachiu. Gadis asal Albania yang ketika itu masih berusia 18 tahun,
memilih untuk berpisah dengan orang tuanya untuk mengabdikan diri sebagai biarawati
di Loreto. Pergilah. Letakkan tanganmu dalam tangan Yesus dan berjalanlah selalu
bersama Dia, begitu kata terakhir ibunya saat perpisahan mereka. Kata-kata ini selalu
terngiang ditelinga Agnes Berjalanlah bersama Dia. Agnes sering bertanya pada
dirinya Apakah aku sanggup berjalan bersama Yesus? Bagaimana caranya aku berjalan
bersama Yesus?. Waktu terus berlalu, sejak hari itu. Agnes kecil yang kurus dan penuh
semangat masa muda, berubah menjadi Bunda Theresa, yang dikenal dalam sejarah umat
manusia sebagai duta pendamaian karena citanya pada sesama. Apa yang membuat
perubahan ini bisa terjadi? Agnes menyadari panggilan Tuhan dan terus berjalan
bersama Yesus. Kemiskinan dan penderitaan adalah kenyataan hidup setiap hari yang
dihadapi Bunda Theresa. Kalkuta India, adalah tempat kumuh yang penuh dengan orang-
orang yang menderita dan kekurangan. Dari tempat inilah Bunda Theresa menunjukkan
kasihnya yang terus berjalan bersama Yesus memenuhi panggilanNya. Kata Dia Aku
hanya pensil kecil di tangan Tuhan yang perkasa, biarlah Ia menuliskan kisahku
dengan caraNya yang luar biasa. Apakah kita harus demikian? Meninggalkan rumah
dan menjalani hidup selibat untuk memenuhi panggilan Tuhan? Tidak! Panggilan Tuhan
datang dalam versi berbeda untuk tiap pribadi. Panggilan tiap orang berbeda sebab Ia
menjadikan kita dengan keunikan masing-masing. Tapi panggilan ini ada pada inti yang
sama memberitakan injil atau kabar baik kepada semua orang. Artinya, apapun yang
Allah percayakan bagi kita dalam hidup ini dalam segala karuniaNya, kita terpanggil
untuk menyampaikan berita keselamatan dari Allah untuk semua orang. Baik atau tidak
baik waktunya, tetaplah setia. Sebab yang terpenting bukan apa yang kita alami dalam
memenuhi panggilan itu, tapi janji Allah yang terkandung dalam panggilan kita.
Kemuliaan yang ditentukan bagi orang-orang kudus dalam Kristus Yesus. Janganlah
takut, penuhilah panggilanmu. Allah menjamin hidup kita, dan Ia tidak pernah gagal. Amin
(gbp) [obor edisi Juni;pg 12]