You are on page 1of 31

LEMBAR PENGESAHAN

Dengan hormat,
Presentasi kasus pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Bekasi periode 23 juli
! okto"er dengan judul #Demam Berdarah Dengue$ %ang disusun oleh &
'ama & Sisilia Al(ina
'I) & *+,-,--
.elah disetujui dan diterima hasil pen%usunann%a oleh /th &
Pem"im"ing & dr0Ri(ai Usman, Sp0A
)en%etujui,
1dr0 Ri(ai Usman, Sp0A2
BAB I
PENDAHULUAN
In3eksi (irus dengue merupakan salah satu pen%akit dengan (ektor n%amuk 1$mosquito
borne disease$2 %ang paling penting di seluruh dunia terutama di daerah tropis dan su"tropis0
Pen%akit ini mempun%ai spektrum klinis dari asimptomatis, demam dengue 1DD2 dan demam
"erdarah dengue 1DBD2, men4akup mani3estasi paling "erat %aitu sindrom s%ok dengue 1dengue
shock syndrome/DSS20
Dikenal ! serotipe (irus dengue %ang saling tidak mempun%ai imunitas silang 1in3eksi
dengan salah satu serotipe akan menim"ulkan anti"odi seumur hidup terhadap serotipe
"ersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap in3eksi oleh serotipe lain20 Sa"in adalah
orang pertama %ang "erhasil mengisolasi (irus dengue0
In3eksi dengue dapat dise"a"kan oleh salah satu dari keempat serotipe (irus %ang dikenal
1D5'6,,D5'62,D5'63 dan D5'6!20 In3eksi salah satu serotipe akan memi4u imunitas protekti3
terhadap serotipe terse"ut tetapi tidak terhadap serotipe %ang lain, sehingga in3eksi kedua akan
mem"erikan dampak %ang le"ih "uruk0 7al ini dikenal se"agai 3enomena %ang dise"ut antibody
dependent enhancement 1AD52, dimana anti"odi aki"at serotipe pertama memper"erat in3eksi
serotipe kedua0
Sampai saat ini telah diketahui "e"erapa jenis n%amuk se"agai (ektor dengue0 Aedes
aeg%pti "ersi3at antropo3ilik 1senang sekali menggigit manusia2 dan han%a n%amuk "etina %ang
menggigit0 '%amuk ini mempun%ai ke"iasaan menggigit "erulang 1multiple "iters2, %aitu
menggigit "e"erapa orang se4ara "ergantian dalam 8aktu singkat0 Keadaan ini sangat mem"antu
Aedes aeg%pti dalam memindahkan (irus dengue ke "e"erapa orang sekaligus, sehingga
dilaporkan adan%a "e"erapa penderita demam dengue atau D79 di satu rumah0
2
BAB II
LAPORAN KASUS
I. Identitas Pasien dan Orangtua
Data Pasien Ayah Ibu
'ama An0 ' .n0 S '%0 5
Umur ! tahun 3- tahun 33 tahun
:enis Kelamin ;aki6laki ;aki6laki Perempuan
Alamat Kp0 Ra8a "e"ek, "ekasi
Agama Kristen protestan Kristen protestan Kristen protestan
Suku "angsa 6 Batak Batak
Pendidikan 6 S)A S)A
Pekerjaan 6 <iras8asta I"u Rumah .angga
Keterangan 7u"ungan dengan
orang tua & Anak
kandung
A%ah kandung I"u kandung
II. Ananesis
Dilakukan se4ara Alloanamnesis dengan i"u pasien pada hari Sa"tu, ,- Agustus 2,!
pukul =0 <IB di "angsal melati RSUD Kota Bekasi0
Ke!uhan Utaa "
Demam sejak ! hari Se"elum )asuk Rumah Sakit 1S)RS20
Ke!uhan #abahan "
'%eri perut dan "intik6"intik merah di kulit kaki kanan dan kiri
Ri$ayat Penya%it Se%arang "
Pasien di"a8a oleh orangtuan%a ke I>D RSUD Kota Bekasi dengan keluhan demam
sejak ! hari S)RS0 Demam terjadi mendadak dan naik turun 0 Demam sering tinggi pada malam
hari dan han%a turun ketika di"eri o"at penurun panas0 Saat demam pasien tidak sampai
menggigil dan tidak ada kejang0
Pasien juga mengeluh dikulit kaki kanan dan kirin%a terdapat "intik6"intik merah0 Pasien
merasakan adan%a rasa n%eri pada perut di "agian ulu hatin%a0 '%eri perut dirasakan sejak 2 hari
S)RS0 '%eri perut hilang tim"ul0
)enurut pengakuan i"u pasien, pasien 4epat merasa lelah dan lemas0 'a3su makan pasien
"erkurang karena mual tapi pasien tidak mengalami muntah0 Keluhan BAB dan BAK disangkal,
tidak ada rasa n%eri dan rasa panas saat "erkemih dan 8arna urin kuning muda, tidak ada darah0
3
I"u pasien mengatakan "ah8a tetangga pasien "an%ak %ang terjangkit demam "erdarah,
"ahkan sampai ada %ang meninggal dan i"u pasien men%angkal pasien pernah "epergian ke
daerah endemik malaria0

Ri$ayat Penya%it Dahu!u "
& Pasien "aru pertama kali mengalami keluhan seperti sekarang ini0
Penya%it Uur Penya%it Uur Penya%it Uur
Alergi 6 Di3teria 6 :antung 6
?a4ingan 6 Diare 6 >injal 6
DBD ! tahun Kejang 6 Darah 6
.h%poid 3 tahun )aag 6 Radang paru 6
@titis 6 Aari4ela 6 .u"erkulosis 6
Parotis 2 tahun @perasi 6 )or"ili 6
Kesan & Pasien memiliki ri8a%at pen%akit parotitis pada usia 2 tahun, dan demam th%poid pada
usia 3 tahun, dan sekarang DBD pada usia ! tahun0
Ri$ayat Penya%it Ke!uarga &
.idak ada keluarga pasien %ang mengalami sakit seperti ini0
Ri$ayat Kehai!an dan Ke!ahiran "
K57A)I;A' )or"iditas kehamilan .idak ditemukan kelainan
Pera8atan antenatal Setiap "ulan periksa ke "idan
K5;A7IRA' .empat kelahiran Bidan
Penolong persalinan Bidan
?ara persalinan Spontan
)asa gestasi B 3C minggu
Keadaan "a%i
Berat lahir 32 g
Panjang "adan !* 4m
;ingkar kepala tidak ingat
;angsung menangis
'ilai apgar tidak tahu
.idak ada kelainan "a8aan
Ri$ayat Pertubuhan dan Per%ebangan "
Pertum"uhan gigi I & * "ulan 1normal& -6* "ulan2
!
Psikomotor
)engangkat kepala & 2 "ulan 1normal& ,63 "ulan2
.engkurap & 3 "ulan 1normal& 26- "ulan2
Duduk & + "ulan 1normal& + "ulan2
Berdiri & * "ulan 1normal& *6,2 "ulan2
Berjalan & ,3 "ulan 1normal& ,3 "ulan2
Bi4ara & ,, "ulan 1normal& *6,2 "ulan2
Kesan & Ri8a%at pertum"uhan dan perkem"angan pasien sesuai usia0
Ri$ayat Ma%anan "
Uur 'bu!an( ASI)PASI Buah)bis%uit Bubur susu Nasi ti
62 ASI 6 Susu 3ormula 6
26! ASI 6 Susu 3ormula 6
!6+ ASI 6 Susu 3ormula 6
+6= ASI D Susu
3ormula
Buah D "iskuit Bu"ur susu 6
=6, ASI D Susu
3ormula
Buah D "iskuit Bu"ur susu 'asi tim
Kesan & Ke"utuhan giEi pasien terpenuhi 4ukup "aik
Ri$ayat Iunisasi &
*a%sin Dasar 'uur( U!angan 'uur(
B+G , "ln
DP# 2 "ln ! "ln + "ln
POLIO ;ahir 2 "ln ! "ln + "ln
+AMPAK * "ln
HEPA#I#IS B ;ahir , "ln + "ln
Kesan & Imunisasi dasar pasien lengkap
Ri$ayat Ke!uarga "
Data Ayah Ibu
'ama .n0 S '%0 5
Perka8inan ke Pertama Pertama
Umur 3- 33
Keadaan kesehatan Baik Baik
-
Kesan & Keadaan kesehatan kedua orang tua dalam keadaan "aik
Ri$ayat Peruahan dan Sanitasi "
.inggal dirumah sendiri0 .erdapat , kamar tidur dan , kamar mandi0 Aentilasi "aik,
4aha%a matahari 4ukup, air minum dan air mandi "erasal dari air tanah %ang ditampung
menggunakan em"er "esar0 Rumah pasien terletak di rumah padat penduduk dan didaerah
rumahn%a ada pasien %ang terkena pen%akit DBD0 Di sekitar perumahan terdapat selokan %ang
jarang di"ersihkan0 Di rumah pasien juga tidak terdapat he8an peliharaan0
Kesan & Ke"ersihan dan kesehatan lingkungan tempat tinggal pasien kurang "aik0
III. Peeri%saan ,isi%
Keadaan uu & .ampak sakit sedang
Keasadarn & 4ompos mentis
#anda *ita!
6 9rekuensi nadi & == FGmenit
6 9rekuensi pernapasan & 2= FGmenit
6 .ekanan darah & *G+ mm7g 1rumple leed D2
6 Suhu tu"uh & 3+,=H?
Data antr-.-etri
6 Berat "adan & 2, kg
6 .inggi "adan & ,- 4m
6 Status giEi menurut <7@ &
BBGU I JD2 I giEi le"ih
.BGU I J 62 I kurang tinggi
BBG.BI J D2 I giEi le"ih
Kesan I giEi le"ih
Ke.a!a dan Leher
6 Bentuk & 'ormo4ephali
+
6 Ram"ut & 7itam, tidak mudah di4a"ut, distri"usi "aik
6 )ata & ?onjungti(a anemis 6G6, sklera ikterik 6G6, pupil isokor,
R?; DGD, R?.; DGD, lakrimasi DGD, injeksi konjungti(a
6G6, sekret 6G6 8arna putih kekuningan
6 .elinga & 'ormotia, serumen 6G6
6 7idung & Septum de(iasi 162, sekret 6G6, napas 4uping
hidung 6G6
6 )ulut & Bibir ta.a% %ering '/(0 "i"ir "erdarah 162, gusi
"erdarah '&(0 3aring hiperemis 162, koplikKs spot 162, tonsil
.,G.,, kripta 6G6, detritus 6G6
6 ;eher & K>B dan kelenjar tiroid tidak tera"a mem"esar,
trakea letak normal
#h-ra%s
Paru
6 Inspeksi & pergerakan dinding dada simetris, tidak terdapat retraksi
6 Palpasi & (o4al 3remitus sama pada kedua paru
6 Perkusi & sonor pada kedua paru
6 Auskultasi & suara napas (esikuler, ronkhi 6G6, 8heeEing
6G6
1antung
6 Inspeksi & .idak tampak pulsasi i4tus 4ordis
6 Palpasi & .era"a iktus 4ordis pada I?S A, , 4m medial linea
midkla(ikula kiri
6 Perkusi & redup, "atas jantung dalam "atas normal
6 Auskultasi & Bun%i jantung I6II reguler, gallop 162, murmur 162
Abd-en
6 Inspeksi & Perut datar
6 Auskultasi & Bising usus 1D2 3FGmenit
C
6 Palpasi & Supel, turgor kulit "aik, hepar dan lien tidak tera"a
mem"esar, terda.at nyeri te%an e.igastriu '/(
6 Perkusi & .impani di seluruh lapang a"domen
6 Ku!it & Ikterik 162, .ete2hie '/(
E%streitas & Akral hangat, sianosis 162, edema 162, ?R. L 2$,
I*. Peeri%saan .enun3ang
a0 Pemeriksaan ;a"oratorium tanggal ,- agustus 2,!
1enis Hasi! Satuan Ni!ai N-ra!
HEMA#OLOGI
Darah !eng%a.
LED & )m 6,
Leu%-sit 4506 ri"uGu; -6,
7emoglo"in ,2 gGd; ,,6,!,-
7ematokrit 3!,* M 3C6!C
#r-b-sit 78 ri"uGu; ,-6!
"0 Pemeriksaan ;a"oratorium tanggal ,= agustus 2,!
1enis Hasi! Satuan Ni!ai N-ra!
HEMA#OLOGI
;eukosit , ri"uGu; -6,
He-g!-bin 47 gGd; ,,6,!,-
Heat-%rit 8804 M 3C6!C
#r-b-sit 75 ri"uGu; ,-6!
40 Pemeriksaan ;a"oratorium tanggal 2 agustus 2,!
*. R
es
u

e
1enis Peeri%saan Hasi! Ni!ai N-ra!
HEMATOLOG !"T#
;eukosit
7emoglo"in
Heat-%rit
#r-b-sit
+,+ ri"uGN;
4409 g)dL
89 :
49; ribu) <L
-,-6,-,-
,,=6,2,=
3-6!3
,-6!-
=
Pasien di"a8a oleh orangtuan%a ke I>D RSUD Kota Bekasi dengan keluhan
demam sejak ! hari S)RS0 Demam terjadi mendadak dan naik turun 0 Demam sering
tinggi pada malam hari dan han%a turun ketika di"eri o"at penurun panas0 Saat
demam pasien tidak sampai menggigil dan tidak ada kejang0
Pasien juga mengeluh dikulit kaki kanan dan kirin%a terdapat "intik6"intik merah0
Pasien merasakan adan%a rasa n%eri pada perut di "agian ulu hatin%a0 '%eri perut
dirasakan sejak 2 hari S)RS0 '%eri perut hilang tim"ul0
)enurut pengakuan i"u pasien, pasien 4epat merasa lelah dan lemas0 'a3su
makan pasien "erkurang karena mual tapi pasien tidak mengalami muntah0 Keluhan
BAB dan BAK disangkal, tidak ada rasa n%eri dan rasa panas saat "erkemih dan
8arna urin kuning muda, tidak ada darah0
I"u pasien mengatakan "ah8a tetangga pasien "an%ak %ang terjangkit demam "erdarah,
"ahkan sampai ada %ang meninggal dan i"u pasien men%angkal pasien pernah "epergian ke
daerah endemik malaria0
Dari pemeriksaan 3isik didapatkan keadaran umum pasien tampak sakit sedang, dan
kesadaran 4ompos mentis, rumple leed D0 Pemeriksaan kepala6leher, thoraks dalam "atas normal,
pemeriksaan a"domen ditemukan adan%a n%eri tekan epigastrium, pemeriksaan kulit dan
ekstremitas tampak pete4hiae0
Pada pemeriksaan la"oratorium didapatkan adan%a hemoglo"in turun, hematokrit turun
dan trom"ositopenia0
*I. Diagn-sis Ker3a
Dengue derajat II1<7@ 2*2
*II. Diagn-sis Banding
Demam .h%poid
Demam 4hikungun%a
*III. Penata!a%sanaan
'on medikamentosa &
,0 Komunikasi6In3ormasi65dukasi kepada orang tua pasien mengenai keadaan pasien
*
20 .irah "aring
30 @"ser(asi tanda6tanda (ital
!0 Diit lunak dan "an%ak 4airan
)edikamentosa &
O R; loading ,!44 dalam , jam monitor 7",7t,trom"osit tiap + jam per"aikan
maintenan4e tetesan sesuai ke"04airan ,-2 & *+ I ,Ctpm makro
Inj0 Ranitidin 2F2mg 1dosis ,mgGkg""GF di"erikan 2FGhari2
O Inj0 Sanmol +F2 mg 1dosis ,6,- mgGkg""GF pem"erian di"erikan !6+F pem"erian2
O Inj0 ?e3triaFon 2F, gr IA 1dosis 26-mgGkg""Ghr di"agi 2F pem"erian2
I=. Pr-gn-sis
Ad (itam & du"ia ad "onam
Ad 3ungsionam & ad "onam
Ad sanationam & du"ia ad "onam
,
BAB III
ANALISA KASUS
Pada pasien ini di diagnosis Dengue 7emorrhagi4 9e(er >rade II %ang ditegakkan dari
anamnesis, pemeriksaan 3isik, maupun pemeriksaan penunjang0 Pada anamnesis pasien anak
"erusia ! tahun datang dengan keluhan demam sejak ! hari S)RS, demam terjadi mendadak,
naik turun dan han%a turun ketika di"eri o"at penurun panas0 ;alu di dapatkan adan%a n%eri pada
ulu hati %ang kemungkinan "isa "erasal dari in3eksi (irus dengue0 Pada pasien ini juga di
dapatkan adan%a penurunan na3su makan di karenakan adan%a mual tetapi tidak ada muntah0
Adan%a BAB men4ret %ang "isa menam"ah penurunan nutrisi pada pasien %ang "isa
men%e"a"kan dehidrasi pada pasien ini %ang "isa menam"ah parah pen%akitn%a0 Dari ri8a%at
sakit di atas, diagnosis dapat diarahkan ke pen%akit (irus dengue0 Pada pasien ini tidak
didapatkan adan%a tanda perdarahan spontan seperti mimisan, maupun gusi "erdarah %ang
merupakan tanda dari diagnosis D790 )aka dari itu di perlukan adan%a pemeriksaan le"ih lanjut
"erupa pemeriksaan penunjang, %aitu dihitung trom"osit pada pasien ini %ang merupakan salah
satu kriteria dalam mendiagnosis D790 I"u pasien juga mengatakan "ah8a tetangga rumah
pasien "an%ak %ang mengalami demam "erdarah "ahkan sampai ada %ang meninggal dan i"u
pasien men%angkal pasien pernah "epergian ke daerah endemik malaria0
,,
Dari pemeriksaan 3isik didapatkan keadaran umum pasien tampak sakit sedang, dan
kesadaran 4ompos mentis, rumple leed D0 Pemeriksaan kepala6leher, "agian mulut didapatkan
gusi "erdarah 162, thoraks dalam "atas normal, pemeriksaan a"domen ditemukan adan%a n%eri
tekan epigastrium, pemeriksaan kulit dan ekstremitas ditemukan "intik6"intik merah di kaki
kanan dan kiri0
Pada pemeriksaan la"oratorium didapatkan adan%a penurunan hemoglo"in, hematokrit
turun dan trom"ositopenia0
Pasien ini dapat di diagnosis se"agai dengue dengan tanda "aha%a dikarenakan adan%a
n%eri perdarahan spontan, kenaikan hematokrit dan penurunan jumlah trom"osit %ang 4epat0

BAB I*
#IN1AUAN PUS#AKA
De,inisi
Demam dengue 1DD2 merupakan sindrom "enigna %ang dise"a"kan oleh $arthropod
borne $iruses$ dengan 4iri demam "i3asik, mialgia atau atralgia, rash, leukopeni dan
lim3adenopati0 Demam "erdarah dengue 1DBD2 merupakan pen%akit demam aki"at (irus dengue
%ang "erat dan sering kali 3atal0
,
DBD di"edakan dari DD "erdasarkan adan%a peningkatan permea"ilitas (askuler dan
"ukan dari adan%a perdarahan0 Pasien dengan demam dengue 1DD2 dapat mengalami perdarahan
"erat 8alaupun tidak memenuhi kriteria <7@ untuk DBD0
2
Eti-!-gi
Airus dengue termasuk genus 9la(i(irus dari keluarga 3la(i(iridae dengan ukuran - nm
dan mengandung R'A rantai tunggal0
3
7ingga saat ini dikenal empat serotipe %aitu D5'6
,,D5'62,D5'63 dan D5'6!0
,2
Airus dengue ditularkan oleh n%amuk Aedes dari su"genus Stegom%a0 Aedes aegypty
merupakan (ektor epidemik %ang paling penting disamping spesies lainn%a seperti Aedes
a%bopictus& Aedes po%ynesiensis %ang merupakan (ektor sekunder dan epidemi %ang
ditim"ulkann%a tidak se"erat %ang diaki"atkan Aedes aegypty0
Pat-,isi-!-gi
Pato3isiologi %ang terpenting dan menentukan derajat pen%akit ialah adan%a perem"esan
plasma dan kelainan hemostasis %ang akan "ermani3estasi se"agai peningkatan hematokrit dan
trom"ositopenia0 Adan%a perem"esan plasma ini mem"edakan demam dengue dan demam
"erdarah dengue0
!
7ingga saat ini pato3isiologi DDGDBD masih "elum jelas0 Be"erapa teori dan hipotesis
%ang dikenal untuk mempelajari pato3isiologi in3eksi dengue ialah &
'( .eori (irulensi (irus
)( .eori imunopatologi
*( .eori antigen anti"odi
+( .eori in,ection enchancing antibody
-( .eori mediator
.( .eori endotoksin
/( .eori lim3osit
0( .eori trom"osit endotel
1( .eori apoptosis0
Sejak tahun ,*-an, dari pengamatan epidemiologis, klinis dan la"oratoris mun4ul teori in3eksi
sekunder oleh (irus lain "erturutan, teori antigen anti"odi dan akti(asi komplemen, dari sini
"erkem"ang menjadi teori in,ection enhancing antibody kemudian mun4ul peran endotoksemia
dan lim3osit .0
-
,3
Gabar 4. .eori secondary hetero%ogous in,ection %ang pertama kali dipu"likasikan oleh
Su(atte,,*CC dan pernah dianut untuk menjelaskan pato3isiologi DDGDBD
Diantara teori6teori dan hipotesis pato3isiologi in3eksi dengue, teori enhancing antibody
dan teori $iru%ensi $irus merupakan teori %ang paling penting untuk dipahami0
.eori secondary hetero%ogous in,ection& dimana in3eksi kedua dari serotipe "er"eda dapat
memi4u DBD "erat, "erdasarkan data epidemiologi dan hasil la"oratorium han%a "erlaku pada
anak "erumur diatas , tahun0 Pada pemeriksaan uji 7I, DBD "erat pada anak di"a8ah , tahun
tern%ata merupakan in3eksi primer0 >ejala klinis terjadi aki"at adan%a Ig > anti dengue dari i"u0
Dari o"ser(asi ini, diduga kuat adan%a anti"odi (irus dengue dan sel . memori "erperan penting
dalam pato3isiologi DBD0
#e-ri enhan2ing antib-dy) the immune enhancement theory
.eori ini dikem"angkan 7alstead tahun ,*Can0 Belaiau mengajukan dasar
imunopatologi DBDGDSS aki"at adan%a anti"odi non6neutralisasi heterotrpik selama perjalanan
in3eksi sekunder %ang men%e"a"kan peningkatan jumlah sel mononuklear %ang terin3eksi (irus
dengue0 Berdasarkan data epuidemiologi dan studi in (itro, teorui ini saat ini dikenal se"agai
,!
$antibody dependent enhancement$ 1AD52 %ang dianut untuk menjelaskan patogenesis
DBDGDSS0 7ipotesisi ini juga mendukung "ah8a pasien %ang menderita in3eksi sekunder
dengan serotipe (irus dengue heteroolog memiliki risiko le"ih tinggi mengalami DBD dan DSS0
)enurut teori AD5 ini, saat pertama digigit n%amuk Aedes aeg%pt%, (irus D5' akan
masuk dalam sirkulasi dan terjadi 3 mekanisme %aitu &
6
)ekanisme a3eren dimana (irus D5' melekat pada monosit melalui reseptor 94 dan
masuk dalam monosit
6
)ekanisme e3eren dimana monosit terin3eksi men%e"ar ke hati, limpa dan sumsum
tulang 1terjadi (iremia20
6
)ekanisme e3ektor dimana monosit terin3eksi ini "erinteraksi dengan "er"agai sistem
humoral dan memi4u pengeluaran su"tansi in3lamasi 1sistem komplemen2, sitokin dan
trom"oplastin %ang mempengaruhi permea"ilitas kapiler dan mengakti(asi 3aktor
koagulasi0
+
Anti"odi Ig > %ang ter"entuk dari in3eksi dengue terdiri dari&
6
Anti"odi %ang mengham"at replikasi (irus 1anti"odi netralisasi2
6
Anti"odi %ang mema4u replikasi (irus dalam monosit 1in,ection enhancing antibody20
Anti"odi non netralisasi %ang di"entuk pada in3eksi primer akan men%e"a"kan kompleks
imun in3eksi sekunder %ang mengham"at replikasi (irus0 .eori ini pula %ang mendasari "ah8a
in3eksi (irus dengue oleh serotipe "erlainan akan 4enderung le"ih "erat0 Penelitian in (itro
menunjukkan jika kompleks anti"odi non netralisasi dan dengue ditam"ahkan dalam monosit
akan terjadi opsonisasi, internalisasi dan akhirn%a sel terin3eksi sedangkan (irus tetap hidup dan
"erkem"ang0 Artin%a anti"odi non netralisasi mempermudah monosit terin3eksi sehingga
pen%akit 4enderung le"ih "erat0
,-
Gabar 70 .eori secondary hetero%ogous in,ection
7ipotesis AD5 ini telah mengalami "e"erapa modi3ikasi %ang men4akup respon imun
meliputi lim3osit . dan kaskade sitokin0 Rothman dan 5nnis 1,***2 menjelaskan "ah8a
ke"o4oran plasma 1plasma leakage2 pada in3eksi sekunder dengue terjadi aki"at e3ek sinergistik
dari I9'6P, .'96Q dan protein kompleman terakti(asi pada sel endotelial di seluruh tu"uh0
7ipotesis AD5 dijelaskan se"agai "erikutR anti"odi dengue mengikat (irus mem"entuk
kompleks anti"odi non netralisasi6(irus dan "erikatan pada reseptor 94 monosit 1makro3ag20
Antigen (irus dipresentasikan oleh sel terin3eksi ini melalui antigen )7? memi4u lim3osit .
1?D! dan ?D =2 sehingga terjadi pelepasan sitokin 1I9'6P2 %ang mengakti(asi sel lain termasuk
makro3ag sehingga terjadi up6regulation pada reseptor 94 dan ekspresi )7?0 Rangkaian reaksi
ini memi4u imunopatologi sehingga 3aktor lain seperti akti(asi komplemen, akti(asi platelet,
produksi sitokin 1.'9Q, I;6,,I;6+2 akan men%e"a"kan eksaser"asi kaskade in3lamasi0
Mani,estasi K!inis
Pada dasarn%a ada empat sindrom klinis dengue %aitu &
,0 Silent dengue atau Undi33erentiated 3e(er
20 Demam dengue klasik
30 Demam "erdarah Dengue 1 Dengue 7emorrhagi4 3e(er2
!0 Dengue Sho4k S%ndrome 1DSS20
,+
Gabar 80 Siklus transmisi demam dengueG demam "erdarah dengue
Dea Dengue
Demam dengue ialah demam akut selama 26C hari dengan dua atau le"ih mani3estasi R
n%eri kepala, n%eri retro6or"ital, mialgia, ruam kulit, mani3estasi perdarahan dan leukopenia0
,,
A8al pen%akit "iasan%a mendadak dengan adan%a trias %aitu demam tinggi, n%eri pada anggota
"adan dan ruam0
C
6
Demam & suhu tu"uh "iasan%a men4apai 3* ? sampai ! ? dan demam "ersi3at "i3asik
%ang "erlangsung sekitar -6C hari0
6
Ruam kulit & kemerahan atau "er4ak "er4ak meraj %ang men%e"ar dapat terlihat pada
8ajah, leher dan dada selama separuh pertama periode demam dan kemungkinan
makulopapular maupun men%erupai demam skalartina %ang mun4ul pada hari ke 3 atau
ke !0 Ruam tim"ul pada +6,2 jam se"elum suhu naik pertama kali 1hari sakit ke 36-2 dan
"erlangsung 36! hari0
Anoreksi dan o"stipasi sering dilaporkan0 >ejala klinis lainn%a meliputi 3oto3oi, "erkeringat,
"atuk, epistaksis dan disuria0 Kelenjar lim3a ser(ikal dilaporkan mem"esar pada +C6CCM kasus
atau dikenal se"agai 2aste%ani3s sign %ang patognomonik0 Be"erapa "entuk perdarahan lain
dapat men%ertai0
=
,C
Gabar ;0 Spektrum Klinis DD dan DBD
Pada pemeriksaan la"oratorium selama DD akut ialah se"agai "erikut
6
7itung sel darah putih "iasan%a normal saat permulaan demam kemudian leukopeni
hingga periode demam "erakhir
6
7itung trom"osit normal, demikian pula komponen lain dalam mekanisme pem"ekuaan
darah0 Pada "e"erapa epidemi "iasan%a terjadi trom"ositopeni
6
Serum "iokimiaGenEim "iasan%a normal,kadar enEim hati mungkin meningkat0
Dea Berdarah Dengue
Pada a8al perjalanan pen%akit, DBD men%erupai kasus DD0 Kasus DBD ditandai ! mani3estasi
klinis %aitu &
6
Demam tinggi
6
Perdarahan terutama perdarahan kulit
6
7epatomegali
6
Kegagalan peredaran darah 1circu%atory ,ai%ure20
!,C,=,,2
,=
Pada DBD terdapat perdarahan kulit, uji tornikuet positi3, memar dan perdarahan pada
tempat pengam"ilan darah (ena0 Petekia halus terse"ar di anggota gerak, muka, aksila sering
kali ditemukan pada masa dini demam0 5pistaksis dan perdarahan gusi jarang dijumpai
sedangkan perdarahan saluran pen4ernaan he"at le"ih jarang lagi dan "iasan%a tim"ul setelah
renjatan tidak dapat diatasi0
7ati "iasan%a tera"a sejak a8al 3ase demam, "er(ariasi mulai dari tera"a 26! 4m di"a8ah
tepi rusuk kanan0 Pem"esaran hati tidak "erhu"ungan dengan keparahan pen%akit tetapi
hepatomegali sering ditemukan dalam kasus6kasus s%ok0 '%eri tekan hati terasa tetapi "iasan%a
tidak ikterik0
Pada pemeriksaan la"oratoriun dapat ditemukan adan%a trom"ositopenia sedang hingga "erat
disertai hemokonsentrasi0 Peru"ahan pato3isiologis utama menentukan tingkat keparahan DBD
dan mem"edakann%a dengan DD ialah gangguan hemostasis dan ke"o4oran plasma %ang
"ermani3estasi se"agai trom"ositopenia dan peningkatan jumlah trom"osit0
Gabar 9. DBD
Dengue Sh-2% Syndr-e
Pada DSS dijumpai adan%a mani3estasi kegagalan sirkulasi %aitu nadi lemah dan 4epat,
tekanan nadi menurun 1L2mm7g2, hipotensi, kulit dingin dan lem"a" dan pasien tampak
gelisah0
*
,*
Gabar >. Kelainan utama pada DBD, gam"aran skematis ke"o4oran plasma pada DBD
Diagn-sis
Kriteria diagnosis <7@ han%a "erlaku untuk DBD, tidak untuk spektrum in3eksi dengue
%ang lain0 <7@ mem"uat panduan diagnosis DBD karena DBD adalah masalah kesehatan
mas%arakat dengan angka kematian %ang tinggi0 Bila kriteria <7@ tidak terpenuhi maka %ang
dihadapi memang "ukan DBD, mungkin DD atau in3eksi (irus lainn%a0 Kriteria <7@ sangat
mem"antu dalam mem"uat diagnosis pulang 1"ukan diagnosis masuk rumah sakit2, sehingga
4atatan medis dapat di"uat le"ih tepat0
2
Kriteria diagnosis DBD ialah dua atau le"ih tanda klinis ditam"ah tanda la"oratoris %aitu
trom"ositopeni dan hemokonsentrasi 1kedua hasil la"oratorium terse"ut harus ada2 dan
dikon3irmasi dengan pemeriksaan serologi0
Kriteria diagnosis DBD 12ase de,inition2 "erdasarkan <7@ ,**C ialah &
Kriteria klinis &
6
Demam tinggi mendadak tanpa se"a" jelas terus menerus selama 26C hari
6
.erdapat mani3estasi perdarahan termasuk uji tornikuet positi3, petekie, ekimosis,
epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan melena
6
Pem"esaran hati
6
S%ok ditandai nadi 4epat dan lemah serta penurunan tekanan nadi
Kriteria la"oratorium &
6
.rom"ositopenia 1,0Gl atau kurang2
6
7emokonsentrasi dengan peningkatan hematokrit le"ih dari 2M0
Pem"agian derajat DBD menurut <7@ ,*C- dan ,*=+ ialah &
6
Derajat I & Demam diikuti gejala tidak spesi3ik0 Satu6satun%a mani3estasi perdarahan
adalah tes torniSuet %ang positi3 atau mudah memar0
6
Derajat II & >ejala %ang ada pada tingkat I ditam"ah dengan perdarahan spontan0
Perdarahan "isa terjadi di kulit atau di tempat lain0
6
Derajat III& Kegagalan sirkulasi ditandai oleh den%ut nadi %ang 4epat dan lemah, tekanan
nadi menurun 1L2mm7g2 atau hipotensi, suhu tu"uh rendah, kulit lem"a" dan penderita
gelisah0
6
Derajat IA & S%ok "erat dengan nadi %ang tidak tera"a dan tekanan darah tidak dapat
diperiksa0
Klasi3ikasi DBD menurut <7@ 2* &
2,
,0 Dengue tanpa tanda "aha%a 1demam disertai 2 hal "erikut & mual, muntah, ruam , n%eri,
sakit, penurunan jumlah leukosit, uji torniket positi32
20 Dengue dengan tanda "aha%a 1tanda "aha%a adalah & n%eri perut, perdarahan spontan,
muntah "erkepanjangan, lemah, pem"esaran hati J 2 4m, kenaikan hematokrit ,
penurunan jumlah trom"osit %ang 4epat2
30 Dengue "erat 1ke"o4oran plasma %ang dapat men%e"a"kan s%ok, perdarahan he"at,
penumpukan 4airan di tu"uh, gangguan perna3asan, gangguan organ "erat seperti &
gangguan kesadaran, gangguan jantung , dan lainlain2
K-.!i%asi
,0 5nse3alopati dengue dapat terjadi pada DBD dengan maupun tanpa s%ok
20 kelainan >injal aki"at s%ok "erkepanjangan
30 5dema paru, aki"at o(er loading 4airan0
Penata!a%sanaan
Pengo"atan DBD "ersi3at suporti3 simptomatik dengan tujuan memper"aiki sirkulasi dan
men4egah tim"uln%a renjatan dan tim"uln%a Koagulasi Intra(askuler Diseminata 1KID20
Penatalaksanaan Demam Dengue
22
Penatalaksanaan kasus DD "ersi3at simptomatis dan suporti3 meliputi &
6
.irah "aring selama 3ase demam akut
6
Antipiretik atau sponging untuk menjaga suhu t"uh tetap di"a8ah ! ?, se"aikn%a
di"erikan parasetamol
6
Analgesik atau sedati3 ringan mungkin perlu di"erikan pada pasien %ang mengalami n%eri
%ang parah
6
.erapi elektrolit dan 4airan se4ara oral dianjurkan untuk pasien %ang "erkeringat le"ih
atau muntah0
Penatalaksanaan Demam "erdarah Dengue
Berdasarkan 4iri pato3isiologis maka jelas perjalanan pen%akit DBD le"ih "erat sehingga
prognosis sangat tergantung pada pengenalan dini adan%a ke"o4oran plasma0 Penatalaksanaan
3ase demam pada DBD dan DD tidak jauh "er"eda0 )asa kritis ialah pada atau setelah hari sakit
%ang ketiga %ang memperlihatkan penurunan tajam hitung trom"osit dan peningkatan tajam
hematokrit %ang menunjukkan adan%a kehilangan 4airan0 Kun4i ke"erhasilan pengo"atan DBD
ialah ketepatan (olume repla4ement atau penggantian (olume, sehingga dapat men4egah s%ok0
Perem"esan atau ke"o4oran plasma pada DBD terjadi mulai hari demam ketiga hingga
ketujuh dan tidak le"ih dari != jam sehingga 3ase kritis DBD ialah dari saat demam turun hingga
!= jam kemudian0 @"ser(asi tanda (ital, kadar hematokrit, trom"osit dan jumlah urin + jam
sekali 1minimal ,2 jam sekali2 perlu dilakukan0
Pengalaman dirumah sakit mendapatkan sekitar +M kasus DBD "erhasil diatasi han%a
dengan larutan kristaloid, 2M memerlukan 4airan koloid dan ,-M memerlukan trans3usi darah0
?airan kristaloid %ang direkomendasikan <7@ untuk resusitasi a8al s%ok ialah Ringer laktat,
Ringer asetat atau 'a?; ,*M0 Ringer memiliki kele"ihan karena mengandung natrium dan
se"agai "ase 4orre4tor untuk mengatasi hiponatremia dan asidosis %ang selalu dijumpai pada
DBD0
Saat pasien "erada dalam 3ase demam, pem"erian 4airan han%alah untuk rumatan "ukan
4airan pengganti karena ke"o4oran plasma "elum terjadi0
23
Bila pada s%ok DBD tidak "erhasil diatasi selama 3 menit dengan resusitasi kristaloid
maka 4airan koloid harus di"erikan 1ada 3 jenis Rdekstan, gelatin dan h%droF% eth%l
star4h2se"an%ak ,63mlGkgBB0 Berat molekul 4airan koloid le"ih "esar sehingga dapat "ertahan
dalam rongga (askular le"ih lama 136= jam2 daripada 4airan kristaloid dan memiliki kapasitas
mempertahankan tekanan onkotik (askular le"ih "aik0
Pada s%ok "erat 1le"ih dari + menit2 pas4a resusitasi kristaloid 12mlGkgBBG3menit2
dan diikuti pem"erian 4airan koloid tetapi "elum ada per"aikan maka diperlukan pem"erian
trans3usi darah minimal , ml dapat segera di"erikan0 @"at inotropik di"erIkan apa"ila telah
dilakukan pem"erian 4airan %ang memadai tetapi s%ok "elum dapat diatasi0
2!
Penatalaksanaan DBD disesuaikan dengan derajat terlampir se"agai "erikut&
2-
2+
2C
2=
Kriteria memulangkan pasien &
,0 .idak demam selama 2! jam tanpa antipiretik
20 'a3su makan mem"aik
30 .ampak per"aikan se4ara klinis
!0 7ematokrit sta"il
-0 .iga hari setelah s%ok teratasi
+0 :umlah trom"osit diatas -0Gml
C0 .idak dijumpai adan%a distress perna3asan 1aki"at e3usi pleura atau asidosis20
Pen2egahan
6
Pem"erantasan Sarang '%amuk 1PS'2
a0 )elakukan metode 3 ) 1menguras, )enutup dan )en%ingkirkan tempat
perindukan n%amuk2 minimal , F seminggu "agi tiap keluarga
"0 ,M tempat penampungan air sukar dikuras di"eri a"ate tiap 3 "ulan
40 AB: 1angka "e"as jentik2 diharapkan men4apai *-M
6
9oging 9o4us dan 9oging )asal
d0 9oging 3okus dilakukan 2 siklus dengan radius 2 m dengan selang 8aktu ,
minggu
e0 9oging masal dilakukan 2 siklus diseluruh 8ila%ah suspek K;B dalam jangka
8aktu , "ulan
30 @"at %ang dipakai & )alation *+5? atau 9endona 35? dengan menggunakan
S8ing 9og
6
Pen%elidikan 5pidemiologi
g0 Dilakukan petugas puskesmas %ang terlatih dalam 8aktu 3F2! jam setelah
menerima laporan kasus
h0 7asil di4atat se"agai dasar tindak lanjut penanggulangan kasus
6
Pen%uluhan peroranganGkelompok untuk meningkatkan kesadaran mas%arakat0
6
Kemitraan untuk sosialisasi penanggulangan DBD0
,
2*
BAB *
KESIMPULAN
In3eksi (irus dengue merupakan salah satu pen%akit dengan (ektor n%amuk 1$mosquito
borne disease$2 %ang paling penting di seluruh dunia terutama di daerah tropis dan su"tropis0
Pen%akit ini mempun%ai spektrum klinis dari asimptomatis, undi,,erentiated ,ebri%e i%%ness,
demam dengue 1DD2 dan demam "erdarah dengue 1DBD2, men4akup mani3estasi paling "erat
%aitu sindrom s%ok dengue 1dengue shock syndrome/DSS20
Dalam menegakkan diagnosis dan mem"erikan pengo"atan %ang tepat, pemahaman
mengenai perjalanan in3eksi (irus dengue harus dikuasai dengan "aik0 Pemantauan klinis dan
la"oratoris "erkala merupakan kun4i tatalaksanan DBD0 Akhirn%a dalam menegakkan diagnosis
dan mem"erikan pengo"atan pada kasus DBD perlu disesuaikan dengan kondisi pasien0
Penanganan %ang 4epat tepat dan akurat akan dapat mem"erikan prognosis %ang le"ih "aik0
3
DA?#AR PUS#AKA
,0 Setia"udi D0 5(alution o3 ?lini4al Pattern and Pathogenesis o3 Dengue 7aemorrhagi4
9e(er0 Dalam & >arna 7, 'atapra8ira 7)D, Alam A, pen%unting0 Pro4eedings Book ,3
th
'ational ?ongress o3 ?hild 7ealth0 K@'IKA TIII0 Bandung, :ul% !6C, 2-0 h0 32*6
20 7adinegoro SRS0 Pit3alls U Pearls dalam Diagnosis dan .ata ;aksana Demam Berdarah
Dengue0 Dalam & .rihono PP, S%ari3 DR, Amir I, Kurniati ', pen%unting0 ?urrent
)anagement o3 Pediatri4s Pro"lems0 Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu
Kesehatan Anak T;AI0 :akarta -6+ Septem"er 2!0h0 +36
30 7alstead SB0 Dengue 9e(er and Dengue 7emorrhagi4 9e(er0 Dalam & Behrman R5,
Kliegman R), :enson 7B, pen%unting0 .eFt"ook o3 Pediatri4s0 5disi ke6,C0
Philadelphia & <B Saunders02!0h0,*26!
!0 Soedarmo SSP0 Demam Berdarah 1Dengue2 Pada Anak0 :akarta & UI Press ,*==
-0 7alstead ?B0 Dengue hemorrhagi4 3e(er& t8o in3e4tions and anti"od% dependent
enhan4ement, a "rie3 histor% and personal memoir 0 Re( ?u"ana )ed .rop 22R
-!132&h0,C,6C*
+0 Soe8ondo 5S0 Demam DengueGDemam Berdarah Dengue Pengelolaan pada Penderita
De8asa0 Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan TIII0 Sura"a%a ,26,3 Septem"er ,**=0h0
C0 Soegijanto S0 Demam Berdarah Dengue & .injauan dan .emuan Baru di 5ra 230
Sura"a%a & Airlangga Uni(ersit% Press 2!0h0,6*
=0 <orld 7ealth @rganiEation Regional @33i4e 3or South 5ast Asia0 Pre(ention and ?ontrol
o3 Dengue and Dengue 7aemorrhagi4 9e(er & ?omprehensi(e >uidelines0 'e8 Delhi &
<7@0,***
*0 Sutar%o0 Perkem"angan Patogenesis Demam Berdarah Dengue0 Dalam & 7adinegoro
SRS, Satari 7I, pen%unting0 Demam Berdarah Dengue& 'askah ;engkap Pelatihan "agi
Dokter Spesialis Anak U Dokter Spesialis Pen%akit Dalam dalam tatalaksana Kasus
DBD0 :akarta & Balai Pener"it 9KUI02!0h0326!3
,0 7adinegoro SRS0 Imunopatogenesis Demam Berdarah Dengue0 Dalam & Aki" Aap,
.um"elaka AR, )atondang ?S, pen%unting0 'askah ;engkap Pendidikan Kedokteran
Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak T;IA0 Pendekatan Imunologis Ber"agai Pen%akit
Alergi dan In3eksi0 :akarta 363, :uli 2,0 h0 !,6--
3,