You are on page 1of 2

1

SALMONELLOSIS
Gita Amalia
Nama Ilmiah: Salmonellosis
Keluarga: Mikrobiologi
Program Studi Kedokteran Hewan, Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya
65145
Email: gitamalia@yahoo.com


ABSTRAK
Karya ilmiah ini dibuat dengan latar belakang kepentingan pembelajaran tentang keracunan
makanan pada hewan. Melaluikajian struktur ini, peneliti diharapkan dapat menyampaikan
pengertian, penyebab, gejala-gejala, serta cara penggulangan dan pencegahan salmonellosis.
Salmonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang ditemukan di
Amerika pada tahun 1899. Penyakit ini terus meningkat dengan semakin intensifikasinya produksi
peternakan dan teknik laboratorium yang semakin canggih. Bakteri dari genus Salmonella
merupakan bakteri penyebab infeksi. Penyakit ini juga dapat ditularkan dari hewan kepada
manusia.
Kata kunci: Salmonellosis, Salmonella.

Pendahuluan
Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang
menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak
bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward
Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya rekannya Theobald Smith (yang terkenal
akan hasilnya pada anafilaksis), pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.
Salmonella biasa terdapat pada semua hewan dan disekresikan melalui tinja. Strain yang
diadaptasi oleh hospes dapat menyebabkan penyakit serius. Misalnya salmonellosis dublin pada
ternak, salmonellosis pulorum pada ayam. Infeksi pada hewan diperoleh akibat pemberian
makanan hewan dengan kotoran rumah pejagalan, penyebaran oral-fekal dan tinja yang
terkontaminasi telur yang menetas.
PENJELASAN UMUM: Salmonellosis Dublin
Salmonellosis dublin adalah salmonellosis pada ternak, yang biasa terserang pada sapi,
disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella dublin, S. Typhimurium atau S. Newport. Penyakit ini
menyebabkan peradangan usus atau enteritis dan invasi organisme ke dalam aliran darah.
Salmonella tidak tahan hidup di alam, terutama dalam suasana kering.
Penularan salmonellosis terjadi melalui pakan atau minuman yang tercemar dengan tinja
dari ternak yang terinfeksi. Ternak yang terinfeksi dapat tetap mengeluarkan kuman 3-4 bulan
setelah sembuh. Selain itu penularan juga dapat terjadi secara intra uterin. Gejala klinis
salmonellosis akut berupa demam, lesu, kurang nafsu makan. Pada sapi perah dapat menurunkan
produksi susu. Ternak juga mengalami diare berdarah dan berlendir. Kematian dapat terjadi dalam

2
waktu 3-4 hari setelah infeksi. Anak sapi umur 2-6 minggu yang terinfeksi secara akut dapat
mengalami septisemia tanpa timbul diare. Selain itu hewan dalam keadaan bunting dapat
mengalami keguguran jika terinfeksi.