You are on page 1of 7

1

PERANAN MIKROORGANISME DALAM BIOTEKNOLOGI
Dalam bioteknologi, mikroba mempunyai peranan yang penting untuk menghasilkan suatu
produk. Mikroorganisme yang sering digunakan dalam bioteknologi adalah virus, bakteri,
jamur dan alga. Beberapa alasan mengapa mikroorganisme dijadikan subyek pada berbagai
proses bioteknologi adalah:
1. Perkembangan mikroba yang sangat cepat
2. Mudah diperoleh di lingkungan kita
3. Sifat mikroorganisme yang mudah dimodifikasi melalui teknik rekayasa genetika
sehingga dpat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang diinginkan
4. Mikroba dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia tanpa
tergantung pada musim dan kondisi lingkungan
Di bawah ini akan diuraikan peranan mikroorganisme dalam berbagai bidang.
Peranan Mikroorganisme di Bidang Pertanian
Tanah sangat kaya akan keragaman mikroorganisme, seperti bakteri, actinomicetes, fungi,
protozoa, alga dan virus. Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta
mikroba per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas
mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungkan bagi
pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, re-cycling hara tanaman,
fiksasi bologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen dan
membantu penyerapan unsur hara. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan
memanfaatkan peran-peran penting mikroba tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Teknologi Kompos Bioaktif
Salah satu masalah yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah
kandungan bahan organik dan status hara tanah yang rendah. Petani organik
mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang.
Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghancuran
sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Limbah organik seperti sisa-sisa tanaman
dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Limbah
organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi
unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses pengkomposan alami memakan
waktu yang sangat lama, berkisar antara enam bulan hingga setahun sampai bahan
organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman. Proses pengomposan dapat
dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang
2

berkemampuan tinggi. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses
dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja.
b. Biofertilizer
Petani organik sangat menghindari pemakaian pupuk kimia. Untuk memenuhi
kebutuhan hara tanaman, petani organik mengandalkan kompos sebagai sumber
utama nutrisi tanaman. Sayangnya kandungan hara kompos rendah. Kompos matang
kandungan haranya kurang lebih: 1.69% N, 0.34% P2O5, dan 2.81% K. Dengan kata
lain 100 kg kompos setara dengan 1.69 kg Urea, 0.34 kg SP 36, dan 2.18 kg KCl.
Misalnya untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya 200 kg Urea/ha, 75 kg SP
36/ha dan 37.5 kg KCl/ha, maka membutuhkan sebanyak 22 ton kompos/ha. Jumlah
kompos yang demikian besar ini memerlukan banyak tenaga kerja dan berimplikasi
pada naiknya biaya produksi. Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam
penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting
tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan
aktivitas mikroba.
c. Agen Biokontrol
Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala serius dalam budidaya pertanian
organik. Jenis-jenis tanaman yang terbiasa dilindungi oleh pestisida kimia, umumnya
sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit ketika dibudidayakan dengan
sistim organik. Alam sebenarnya telah menyediakan mekanisme perlindungan alami.
Di alam terdapat mikroba yang dapat mengendalikan organisme patogen tersebut.
Organisme patogen akan merugikan tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan
populasi antara organisme patogen dengan mikroba pengendalinya, di mana jumlah
organisme patogen lebih banyak daripada jumlah mikroba pengendalinya. Apabila
kita dapat menyeimbangakan populasi kedua jenis organisme ini, maka hama dan
penyakit tanaman dapat dihindari. Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman
antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana, Paecilomyces
fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae. Mikroba ini mampu menyerang dan
membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit
tanaman misalnya: Trichoderma sp. yang mampu mengendalikan penyakit tanaman
yang disebabkan oleh Ganoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp.



3

Contoh Boteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern dalam Bidang Pertanian
Kegiatan Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
Budidaya tanaman

Penggunaan galur tanaman alami
yang belum mengalami modifikasi
genetik

Budidaya tanaman
transgenik yang membawa
gen ketahanan terhadap
herbisida
Pengendalian hama
dan penyakit

Penggunaan bakteri Bacillus
thuringiensis alami untuk
pengendalian hama

Penggunaan galur tanaman
transgenik yang membawa
gen cry dari Bacillus
thuringiensis

Peranan Mikroorganisme dalam Produksi Pangan
Mikroorganisme dapat mengubah substrat menjadi produk yang diinginkan dan berperan
dalam proses fermentasi. Sejak dahulu orang sudah menggunakan mikroorganisme untuk
mengolah bahan pangan. Prosesnya disebut fermentasi (bioteknologi konvensional). Melalui
proses fermentasi ini akan dihasilkan berbagai produk makanan dan minutan, seperti tempe,
oncom, kecap, keju, yogurt, minutan beralkohol, dan roti.
a. Tempe
Tempe merupakan produk hasil fermentasi jamur Rhizopus sp. Bahan atau substratnya
adalah kedelai. Tempe adalah makanan asli Indonesia yang sudah dikenal secara luas
oleh penduduk Indonesia terutama penduduk di Pulau Jawa. Tempe merupakan
makanan yang memiliki kandungan protein yang tinggi.
b. Oncom
Oncom adalah makanan khas penduduk Jawa Barat. Oncom merupakan hasil
fermentasi kacang oleh mikroorganisme tertentu. Apabila bungkil kacang
difermentasi oleh Neurospora sp. akan menghasilkan oncom merah, sedangkan bila
bungkil kacang difermentasi oleh Rhizopus sp. akan menghasilkan oncom putih.
c. Kecap
Kecap merupakan makanan fermentasi dengan bahan baku kedelai. Mikroorganisme
yang berperan dalam pembuatan kecap adalah Aspergillus wentii.
d. Keju
Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat keju adalah kelompok bakteri asam
laktat yang berfungsi memfermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Bakteri
asam laktat yang biasa digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus
lactis, dan Streptococcus.

4

e. Yoghurt
Pembuatan yoghurt diawali dengan pasteurisasi susu, kemudian sebagian besar lemak
dibuang. Mikroorganisme yang digunakan adalah bakteri asam laktat, yaitu
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus camemberti.
f. Minuman beralkohol
Contoh minuman beralkohol antara lain anggur, bir, minuman keras beralkohol tinggi.
Pada pembuatan minuman beralkohol dibutuhkan mikroorganisme.
g. Roti
Pada pembuatan roti, mikroorganisme yang digunakan adalah khamir Sacharomyces
cerevisiae. Proses pembuatannya diawali dengan memecah biji-biji sereal untuk
dijadikan tepung terigu.

Peranan Mikroorganisme dalam Bidang Kesehatan
Sejumlah besar obat-obatan berbasis bioteknologi kini tersedia untuk mengobati penyakit.
Sebagai contoh, insulin saat ini tersedia untuk mengobati penyakit diabetes, antibiotik untuk
mengobati berbagai penyakit infeksi, dan masih banyak lagi. Berikut ini diuraikan peranan
mikroorganisme dalam bioteknologi kesehatan.
a. Pembuatan Antibiotik
Antibiotik adalah produk metabolisme yang dihasilkan oleh mikroorganisme tertentu
yang mempunyai sifat dapat menghambat pertumbuhan atau merusak mikroorganisme
lain. Antibiotik pertama yang digunakan untuk mengobati penyakit pada manusia
adalah tirotrisin. Antibiotik ini diisolasi dari bakteri Bacillus brevis (suatu bakteri
tanah) oleh Rene Dubois.
Beberapa jenis mikroorganisme dan antibiotik yang dihasilkan


5

b. Pembuatan Insulin
Insulin adalah protein yang berperan untuk mengontrol metabolisme gula dalam tubuh
manusia. Apabila tubuh seseorang tidak mampu membentuk insulin dalam jumlah
yang dibutuhkan maka akan menderita diabetes. Perkembangan bioteknologi telah
berhasil membuat insulin manusia secara cepat dengan memanfaatkan sel bakteri
melalui teknik rekombinasi gen.
c. Pembuatan Vaksin
Vaksin digunakan untuk melindungi atau mencegah tubuh dari serangan penyakit.
Secara konvensional vaksin dibuat dari mikroorganisme (bakteri atau virus) yang
dilemahkan atau toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut.
d. Pengembangan Sel Punca (Stem Cell)
Tepat seabad yang lalu, tahun 1908, istilah “stem cell” pertama kali diusulkan oleh
ahli histologi Rusia, Alexander Maksimov pada kongres hematologi di Berlin. Ia
mempostulatkan adanya sel induk yang membentuk sel-sel darah (haematopoietic
stem cells). Tahun 1978, terbukti teori ini betul dengan ditemukannya sel-sel punca di
daerah sumsum tulang belakang manusia. Perkembangan riset sel punca melaju cepat
dalam 10 tahun terakhir. Tahun 1998, James Thomson berhasil membiakkan untuk
pertama kali sel-sel punca embrionik manusia di Universitas Wisconsin-Madison.
Pada bulan Oktober 2007, Mario Capecchi, Martin Evans, dan Oliver Smithies
memperoleh hadiah Nobel Kedokteran untuk riset mereka mengubah gen-gen tertentu
pada mencit menggunakan sel punca embrionik hewan ini. Kemudian pada November
2007 dua ilmuwan Jepang, Shinya Yamanaka dan Kazutoshi Takahashi, serta James
Thomson secara terpisah mengumumkan keberhasilan mereka menciptakan aneka
jenis sel somatik dari sel punca hasil reprogram sel somatik (induced pluripotent
cells) yang berasal dari sel-sel kulit manusia. Temuan ini merupakan kesempatan
untuk terapi regeneratif tanpa dibebani persoalan etik karena tidak memanfaatkan sel-
sel punca dari pembiakan embrio.

Peranan Mikroorganisme dalam Bidang Peternakan
Aplikasi bioteknologi dalam bidang peternakan menawarkan berbagai keuntungan antara
lain:
• Meningkatkan produksi peternakan
• Meningkatkan efisiensi dan kualitas pakan seperti manipulasi mikroba rumen
• Menghasilkan embrio yang banyak dalam satu kali siklus reproduksi
6

• Ternak yang dapat memproduksi asam amino tertentu
• Menciptakan jenis ternak unggul

Peranan Mikroorganisme dalam Bidang Perikanan
Aplikasi bioteknologi dalam bidang periakanan menawarkan berbagai keuntungan antara
lain:
a. Menyediakan benih dan induk ikan
b. Meningkatkan system kekbalan ikan dengan menggunkana vaksin, imunostimulan,
probiotik dan bioremediasi.
Aplikasi probiotik pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidaya sebagai
penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.

Peranan Mikroorganisme dalam Bidang Lingkungan
Aplikasi bioteknologi dalam bidang lingkungan adalah untuk penanganan dan pemanfaatan
material sampah organik yang volumenya cenderung bertambah dengan pesat. Pemanfaatan
sampah berdampak dapat mengeliminasi sumber polusi terutama pencemaran air, dan dengan
penerapan proses biotek dapat mengubah limbah menjadi produk-produk yang bermanfaat.
Beberapa limbah yang dapat digunakan untuk substrat fermentasi:
• Molase, sebagai produk sampingan (limbah) industri gula masih mengandung kadar gula 50
%. Molase digunakan secara luas sebagai bahan baku fermentasi dan untuk produksi
antibiotik, asam organic, dan khamir untuk pembuatan roti, bumbu masak (MSG) atau
diberikan langsung untuk makanan ternak.
a. Whey sebagai produk sampingan (limbah) industri keju digunakan sebagai substrat
fermentasi.
b. Batang padi (damen) untuk produksi jamur merang.
c. Bagase (ampas tebu) banyak mengandung ligno selulose.
Peran biotek dalam pemanfaatan bahan sampah organik:
a. Mengubah kualitas makanan limbah agar sesuai untuk konsumsi manusia.
b. Memberi makan bahan sampah secara langsung atau setelah pemrosesan ke unggas,
babi, ikan, atau ternak lainnya yang dapat mencerna secara langsung.
c. Limbah yang banyak mengandung selulose diberikan pada sapi atau ruminansia.
d. Produksi biogas methane dan poduk fermentasi lain jika tidak dapat diberikan ternak.


7



Referensi:
Anonim. 2010. http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20025_7i.pdf. Diakses pada hari Minggu,
21 September 2014.
Nurcahyo, Heru. 2011. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Diaktat%20Bioteknologi.pdf.
Diakses pada hari Minggu, 21 September 2014.