You are on page 1of 2

KOMPLIKASI ANESTESI

Komplikasi yang terjadi pada periode perioperatif dapat dicetuskan oleh tindakan anesthesia
sendiri atau kondisi pasien. Penyulit segera dapat pada waktu pembedahan atau kemudian segera
ataupun belakangan setelah pembedahan (lebih dari 12 jam).
I. KOMPLIKASI KARDIOVASKULAR
1. Hipotensi
Hipotensi didefinisikan sebagai tekanan darah systole kurang dari 70 mmHg atau turun lebih dari
25% dari nilai sebelumnya.
Etiologi hipotensi dalam anesthesia :
a. Hipovolemia
Hipovolemia dapat ditemukan pada pasien yang kekurangan cairan seperti pada ileus
obstruktif, perdarahan banyak fraktur multipel tulang besar dan lain-lain. Pemberian anestesi
dapat menghasilkan vasodilatasi pembuluh darah dan menghilangkan reaksi kompensasi
vasokontriksi tubuh yang berakibat hipotensi. JUmlah perdarahan selama pembedahan harus
diketahui, selama perdarahan masih kurang dari 15%, gejala syok hipovolemik belum tampak.
Tranfusi darah atau komponennya dipertimbangkan jika perdarahan melebihi 20% volume darah
penderita dewasa.
b. Obat Induksi Intravena
Semua obat induksi intravena, dapat mendepresi miokard dan curah jantung tergantung
dosis yang diberikan. Terjadi terutama pada pasien usia lanjut, bila ada penyakit miokard
ataupun hipertensi yang tidak diobati sebelumnya.
c. Anestetika
Anestetika halotan, enfluran dan isofluran mempunyai efek inotrofik negatif dan
menurunkan resistensi pembuluh darah yang proporsional dengan konsentrasi yang diberikan.
Hipotensi dan bradikardi yang terjadi dapat diperbaiki dengan menurunkan konsentrasi,
pemberian atropine atau cairan infuse untuk meningkatkan curah jantung.
d. Obat pelumpuh otot : d-tubukurarin dll.
e. Analgesia Spinal
Analgesia spinal atau epidural menyebabkan hipotensi karena blockade susunan saraf
simpatikus. Penyulit ini
f. Penyakit Kardiovaskular : Infark miokard, aritmia, dan hipertensi.
g. Penyakit pernafasan: Pneumotoraks
h. Reaksi hipersensitivitas : Obat induksi, obat pelumpuh otot, reaksi tranfusi.