You are on page 1of 2

FOTOKIMIA

Pendahuluan
Fotokimia adalah bidang ilmu kimia yang mempelajari reaksi-reaksi kimia yang
disebabkan oleh cahaya. Kajian tentang dampak cahaya terhadap sistem kimia memberikan
informasi tentang mekanisme dan laju reaksi. Oleh karena itu fotokimia sering dimasukkan ke
dalam kajian kinetika kimia. Ada beberapa yang sering dikaburkan dengan bidang fotokimia
karena batas kajiannya memang tidak terlalu tegas. Bidang yang dimaksud adalah kimia radiasi,
radiokimia, dan kimia inti. Kimia radiasi mempelajari dampak radiasi energi (sinar , sinar
gamma, partikel !, partikel " atau elektron, proton, netron, dan fragmen fisi# terhadap sistem
kimia. $adiokimia membahas aspek kimia dari unsur-unsur radioaktif dan pengukuran
keradioakti%an serta penggunaanya. Kimia inti mengkaji transformasi inti, terutama hasil fisi dan
unsur titanium.
$eaksi fotokimia melibatkan radikal atau ion yang biasanya tidak mudah diamati dengan
metode kon%ensional. &alam mengkaji fotokimia diperlukan aplikasi dari beberapa konsep yang
bersifat lanjut seperti mekanisme reaksi 'ukum (ambert-Beer dan mekanika gelombang. Ada )
tahapan atau runtutan proses reaksi fotokimia yaitu
*. Absorbsi cahaya untuk menghasilkan molekul tereksitasi elektron
+ada reaksi fotokimia energi akti%asi yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi
diperoleh dari penyerapan energi cahaya yang dilepaskan oleh atom atau molekul
tereksitasi. Berbeda dengan reaksi termal yang telah dipelajari sebelumnya dimana energi
akti%asi molekul diperoleh dari tumbukan antar molekul atau penyerapan kalor.
,. +roses fotokimia primer yang melibatkan molekul tereksitasi.
). $eaksi sekunder (reaksi gelap# spesies yang dihasilkan oleh proses primer.
&ari persamaan hubungan energi cahaya dengan frekuensi sebagai berikut.
-foton . hV
'ubungan frekuensi dengan panjang gelombang c . /0 dan * e/. *,12,, 3 *2
-*4
5 maka
diperoleh kesetaraan panjang gelombang foton dengan energinya dalam e/ sebagai berikut.
0 (nm# ,22 (6/# 722 (%iolet# 822 (merah# *222 (inframerah#
- (e/# 1,, ),* *,9 *,,

+ada umumnya diperlukan energi minimal *,: - , e/ untuk dapat menyebabkan molekul
mengalami eksitasi elektronik. Oleh karena itu reaksi fotokimia biasanya diinisiasi oleh sinar 6/
atau sinar tampak. -nergi * mol foton (sering disebut * -instein . ;o.h/# maka didapat
hubungan panjang gelombang cahaya dengan besaran -instein adalah sebagai berikut<
0 nm ,22 722 822 *222
;oh/ (kkal mol
-*
# *7) 8* 7* ,4
3.2 Hukum Fotokimia
'ukum Fotokimia dikemukakan oleh 5ohannes =tark dan Albert -instein sehingga juga
disebut 'ukum =tark--instein yang dikenal sebagai hukum photoe>ui%alence (kesetaraan hukum
fotokimia #. 'ukum ini menyatakan bah?a satu foton hanya diserap@diabsorpsi oleh satu molekul
yang berperan dalam proses fotokimia primer. +andangan tersebut dapat ditunjukkan oleh contoh
berikut<
A A h% B AC
Bisa dilihat bah?a satu partikel A berinteraksi dengan satu foton. Ada hubungan satu
la?an satu antara jumlah foton yang diserap dengan jumlah molekul yang dieksitasi secara
elektronik. Berdasarkan hukum ini, maka produk suatu reaksi fotokimia dapat diprediksi dari
jumlah foton yang terserap atau terabsorpsi. 5umlah molekul yang dihasilkan dalam reaksi
fotokimia sesuai dengan jumlah foton yang terserap. 'al ini berdasar pada logika bah?a lifetime
spesi pengaktifan elektronis adalah sangat pendek sehingga dipandang tidak memungkinkan
partikel yang tereksitasi tersebut menyerap lagi foton
=ecara praktis dalam percobaan seringkali hukum tersebut dilanggar atau tidak dipatuhi.
5umlah molekul yang dihasilkan dari reaksi fotokimia tidak selalu sesuai dengan jumlah foton
yang terserap. Ada dua alasan sering dikemukakan untuk menjelaskan pelanggaran tersebut.
+ertama, radikal dapat melakukan rekombinasi (bersatu lagi sebelum reaksi berlangsung#.
Keadaan ini mengakibatkan hasil reaksi menjadi kurang dari yang diprediksi dengan ekui%alensi
fotokimia. Kedua, pengaruh intensitas radiasi misalnya intensitas sinar laser sangat besar,
sehingga satu molekul dapat mengabsorpsi beberapa foton.