You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan institusi perguruan tinggi yang
menaruh perhatian terhadap isu-isu lingkungan. Telah jelas bahwa konteks perguruan
tinggi ini menginginkan cetakan alumninya untuk cenderung bergerak dalam bidang
pertanian, disamping itu IPB juga ingin membentuk mahasiswanya menjadi sumberdaya
manusia yang handal dan professional, memiliki kepekaan sosial dan berjiwa wirausaha
yang dilandasi moral dan etika yang baik. Berbeda dengan perguruan tinggi lain, IPB
mengusung konsep Tingkat Persiapan Bersama (TPB) dimana mahasiswa baru atau
tingkat awal tidak langsung mendapat mata kuliah spesifik di masing-masing
departemen yang dipilih. Mahasiswa TPB mendapat mata kuliah umum guna
memantapkan ilmu dasar sebagai modal kuliah di tingkat selanjutnya, salah satunya
mata kuliah Kewirausahaan. Latar belakang nama pertanian menuntut seluruh
mahasiswa untuk mengenal pertanian, walaupun tidak semua departemen bersangkutan
langsung dengan pertanian.
Adanya mata kuliah Kewirausahaan yang ditinjau dapat termotivasi untuk dapat
berinovasi untuk mengembangkan dirinya serta mampu mengubah cara berpikir dalam
mengembangkan jiwa wirausaha sehingga melalui kegiatan observasi lapang
diharapkan dapat mengaplikasikan langsung dalam kehidupan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari diadakannya kegiatan Kewirausahaan ini adalah:
1. Untuk menumbuh-kembangkangkan jiwa kewirausaan para mahasiswa dengan
moral dan etika yang baik.
2. Memotivasi mahasiswa untuk menjadi sumberdaya manusia handal dan
profesional, peka sosial, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
3. Memotivasi mahasiswa agar mampu mengembangkan cara berpikir dan
menemukan ide berwirausaha
BAB II
Pelaksanaan Observasi Lapang

2.1 Metode kegiatan
Metode yang digunakan dalam observasi lapang ini adalah mengamati dan
mewawancarai narasumber yang mana narasumber yang kami wawancarai adalah
penjual burger.

2.2 Jadwal kegiatan
Hari/tanggal : Rabu, 25 Maret 2009
Tempat : di depan Bank BNI
Waktu : pukul 16.00 hingga selesai

2.3 Keadaan umum lokasi
Lokasi penjualan burger
Area pinggir jalan raya, di depan kantor BNI (bank rakyat Indonesia). Di sekitarnya
jauh dari penjualan lainnya, baik dari penjualan minuman maupun penjual makanan
lainnya.

2.4 Hasil observasi lapang
Dari hasil pengamatan dan wawancara adalah narasumber masih setahun
menjalani usaha ini. Barang yang dijualnya adalah burger daging sapi dengan
menggunakan mayonnaise yang dijual Rp6000 per item. Dilihat dari barang dagangan,
mempunyai kualitas yang cukup bagus, tetapi masih terlalu mahal untuk sebuah burger
daging sapi. Narasumber tidak menjual minuman dan tidak menyediakan kursi
pengunjung. Letaknya yang strategis di pinggir jalan dan banyak pejalan kaki yang hilir
mudik mempunyai keuntungan sendiri. Ditambah lagi penjual yang ramah kepada
pembeli mempunyai nilai lebih tambah tersendiri untuk pengunjung.
BAB III
Pembahasan

Dari hasil pemangatan yang ada, pengembangan ide dari wirausaha burger adalah:
1. Penambahan variasi jualan yang ada atau burger yang berbeda rasa yang belum
pernah ada di daerah bogor ini terutama di daerah kampus IPB, seperti menyediakan
burger isi telur, kombinasi burger telur dan daging sapi, dan kami juga memikirkan
inovasi burger rasa bakso, dan burger daging sapi yang dicampur keju atau resep
khusus dan enak untuk membuat pelanggan mau datang kembali seperti resep saus
atau mayonnaise yang berbeda dari yang biasanya.
2. Penyediaan botol-botol saus di atas meja, sehingga pembeli bebas mengambil dan
menambah saus.
3. Fasilitas tempat duduk yang membuat pembeli cukup nyaman untuk makan ataupun
menunggu pembelian.
4. Menyediakan jualan minuman agar pembeli yang makan langsung di tempat tidak
kehausan selesai makan burger.
5. Mempercantik gerobak penjualan burger agar menarik hati pembeli untuk membeli
burger.
6. Selain kualitas makanan yang bagus, juga diutamakan kebersihan sekitar yang
mendukung penilaian pembeli yakin untuk membeli.
7. Harga yang lebih murah per item burger menjadi pertimbangan pelanggan yang
pada umumnya mahasiswa untuk membeli. Untuk memperkecil modal yang ada,
beberapa barang dihasilkan sendiri. Contohnya: Roti yang dibuat sendiri, sayur lada
dari kebun sendiri atau citarasa saus sendiri yang berbeda dari yang lain.
Kemungkinan lain, mempunyai partner kerja yang memberi harga yang jauh lebih
murah kepada penjual
BAB IV
Penutup

Dari pengamatan observasi lapang, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2009,
secara garis besar kesimpulan yang dapat diambil antara lain:
1. Kegiatan ini cukup mampu menumbuhkan kepekaan sosial kita terhadap lingkungan
dari mendengar pengakuan narasumber terhadap suka duka dalam wirausaha
membuat kami sadar perlunya kerja keras untuk menghadapi tantangan hidup
2. Kegiatan ini cukup mampu memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai mata
kuliah kewirausaan.
3. Kegiatan ini cukup mampu membuat mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan
ide atau memunculkan inovasi terhadap usaha burger.
MAKALAH

Observasi Lapang Wirausaha Burger

Kelompok 19
Dwi Fitria Astari Lubis (A24080036)
Meirza
Rima Khasanawati

Mata kuliah Kewirausahaan
Dosen :
Siti Jahroh

TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009