You are on page 1of 43

Perdarahan Saluran Cerna

Bagian Atas (SCBA)


HAM. Akil
Perdarahan saluran cerna merupakan
keadaan gawat darurat (acute bleeding)
harus ditangani secara cepat/ tepat, oleh
karena dapat menyebabkan kematian
secara tiba-tiba
Pengertian
Perdarahan Akut
- hematemesis / melena
- melena
- hematokezia (SCB)
- perdarahan intraperitoneal

Perdarahan Kronik
- perdarahan tersembunyi (Occult
bleeding) anemia def. Fe
Penyebab / sumber perdarahan :
UGIT
Variceal
Gastroesophageal variceal
Non variceal
Tukak peptik
Stress ulcer
Mallory-Weiss tear
Duodenitis / esofagitis
Tumor / Carcinoma
Telengectasia herediter
Hemostatic defect
Angiodisplasia
Dieulafoys lesion
LGIT :
- Hemorroid
- Kolorectal carsinoma
- Ulcerative colitis
- Colorectal polyp
- Diverticuler disease
- Iskemia colitis
- Crohns disease
- Angiodisplasia
Fig. 39.2 Stigmata of recent hemorrhage of peptic ulcers. a. Spurting ulcer b.
Oozing ulcer c. Ulcer with protuberant vessel d. Ulcer with pigmented spot
Type Endoscopic appearance
Ia
Ib
IIa
IIb
IIc
III
Spurting
Active oozing
Visible vessel (no active bleeding)
Adherent clot (no visible vessel)
Pigmented spot
Clean base ulcer
a b
a. Ulcer with a clean base. b. Gastric erosions : Mucosal break with
necrotic base < 3 mm in depth c. Erosion encircled by erythematous
mucosa
c
Fig 39.4 Esophageal varices. a. Large variceal columns. b. Varix with cherry-red spot c.
Varix with red wale sign
Fig 39.10 Portal hypertensive
gastropathy. a. Mild portal
hypertensive gastropathy
(PHG). b. Severe PHG with
active oozing
a b c
a b
Wu et al. Gastroenterological endoscopy 2002: 541-543
I. Pendahuluan
Perdarahan SCBA :
Ringan (kronik), sedang atau profuse (dgn shock)
Hematemesis-melena atau melena saja

Sumber perdarahan dimana saja sepanjang
SCBA dgn penyebab bermacam-macam

Tanpa memperhatikan sumber/kausa
perdarahan, maka prinsip tindakan awal
umumnya sama
Table 1. Causes of Acute upper GI haemorrhage
Common Less common
Duodenal ulcer
Gastric ulcer
Gastric erosions
Mallory-Weiss tear
Oesophageal varices
Duodenitis
Oesophagitis
Tumours
Hereditary telangiectasia
Aortoduodenal fistula
Clotting disorder
Portal hypertensive gastropathy
Dieulafoy lesions
II. Gambaran Klinis
Gambaran Klinik :
Sinkop : takikardia, kepala pusing,
melayang
Syok : - tekanan darah turun
(sistolik < 100 mmHg)
nadi cepat (> 100x/ mnt)
- muka (kulit, mukosa) pucat
- acral dingin
Pemeriksaan fisik Def. Perdarahan UGI/ LGI
UGI LGI
Peristaltik hiperaktif normal
BUN/creatinin meningkat normal
ratio
Nasogastric darah jernih
aspirat
Manifestasi Hematemesis Hematokezia
Melena
Postural Signs :
Prinsip : Kehilangan darah kehilangan volume
intravaskuler :
Kardiak output & tekanan darah menurun
Nadi menjadi cepat
Perdarahan > 1000 cc kompensasi postural
tekanan darah dan nadi tidak cukup

Cara : Pasien tidur terlentang (ukur tensi & nadi)
dudukkan (ukur tensi & nadi)
Jika nadi meningkat > 20 / mnt atau TDS turun > 10
mmHg Kehilangan darah sekitar 20 % (1 Ltr)
III. Diagnosis

Diagnosis Penyebab dan Lokasi dilakukan
setelah status hemodinamik stabil

Anamnesis : tukak peptik, NSAID,
penyakit hati kronik,
kelainan saluran cerna
bawah (hemorroid)

Pemeriksaan fisik
cari kelainan sesuai anamnesis atau kausa
lain
Nasogastric tube untuk diagnosis (jangan
pasang menetap oleh krn dapat
memperberat kelainan yang ada)
Colok dubur
Pemeriksaan laboratorium :
- darah / urine rutin
- BUN / S creatinin
- LFT
- test faktor pembekuan (PT/aPTT)

Diagnosis Pasti
Endoskopi UGI / LGI


VI. Penatalaksanaan
Konservatif
Endoskopik emergensi atau
elektif
Tujuan : - stabilisasi hemodinamik
- stop active bleeding
- cegah re-bleeding

Resusitasi penderita : ( A B C )
- Pasang infus, perbaiki saluran nafas, ambil
contoh darah (Golongan Darah / Hematokrit -
Hb)
- Tentukan berat/ ringannya kehilangan darah
(nadi, tekanan darah) sistolik BP < 100
mmHg
Prinsip-prinsip managemen awal
1. Lakukan resusitasi / aktivitas perdarahan
Anamnesis
Tanda vital : Nadi, Tekanan darah,
Pernapasan termasuk Postural signs
Pemeriksaan fisik : termasuk colok dubur
Segera pasang infus kateter (vena perifer,
vena sentral) cairan kristaloid / NaCl, darah
Contoh darah laboratorium / golongan
darah
Nasogastrik tube (NGT)
1. Pasang NGT
A. Bila cairan jernih atau jernih setelah lavage
NGT dicabut
B. Darah/berdarah, lavage NGT
ditinggalkan sementara untuk monitoring,
persiapan endoskopi
Nasogastrik tube (NGT)
C. Kontroversi NGT
Keuntungan
Mengetahui adanya darah/[erdarahan
Monitoring rate of bleeding
Lavage dan dokompresi lambung
Mengeluarkan asam lambung
Kerugian
Tidak nyaman bagi pasien
Predisposisi refluks aspirasi
Iritasi mukosa esofagus / lambung
- Nadi > 100x/ mnt infus colloid/ NaCl 0.9%

(untuk mengetahui jml kehilangan darah,
penderita tidur terlentang ukur nadi / tek.
darah) lalu penderita didudukkan dan bila
nadi naik > 10x/mnt & tek. darah sistolis
turun > 10 mmHg kehilangan darah
sekitar 20%
Bila penderita syok tek. sistolik 90
mmHg dan nadi > 100x/mnt,
berkeringat dingin, muka pucat, akral
dingin kehilangan darah sekitar 40%

Ambil contoh darah (cross matched
blood utk transfusi), periksa hematokrit
(Hb kurang sesuai dgn jml perdarahan
pada tahap akut oleh krn belum terjadi
hemodilusi) perlu waktu minimal 8 jam
Pemberian transfusi segera pada :
- penderita syok
- perdarahan terus-menerus
- gejala-gejala angina pectoris
- hematokrit < 20%
- Pasien resiko tinggi : orang tua,
CHD, Sirosis hepatis diberikan transfusi
PRC sampai He > 30 %
- Pasien muda, sehat diberi whole blood
transfusion sampai He > 20%
- Pasien koagulopati diberikan fresh
frozen plasma dan pada trombosit yang
rendah diberi infus trombosit

Status hemodinamik merupakan
indikator yang lebih baik untuk
pemberian darah.

Transfusi diberikan sampai hemodinamik
stabil atau Hm 25 30%
Pengobatan kausal
Sesuai penyebab
Tukak peptik pemberian PPI / Sukralfat
Perdarahan varices
Endoscopic treatment
Fig. 1 Investigation algorithm for acute upper GI bleed.
Confirm acute upper GI bleed
Assess severity
Resuscitate
Low risk Severe/high risk
Ongoing bleeding
Endoscopy on
next available list
Urgent gastroscopy
Endoscopic
therapy +
Monitor
closely
Surgery Monitor
closely
High-risk
lesion
Low-risk
lesion
Endoscopic
therapy
Early
discharge
Period of observation
before discharge
Esophageal variceal bleeding
Vasoactive agents as an
adjuvant or when emergency
endoscopy is not available
Endoscopic injection or variceal ligation
Bleeding
stopped
Rebleeding
Fail to stop
bleeding
Schedule weekly
endoscopic
treatment until
varices obliterated
Repeat endoscopic treatment
Rebleeding
Fail to stop
bleeding
Surgery or TIPS
Fig 39.9 Multimodal treatment strategy for the control of bleeding
esophageal varices, TIPS, transjugular intrahepatic portosystemic shunt
The clinical approach
Assessment and resuscitation should run concurrently to
stabilized the patient.
Close questioning about drugs, including over-the-
counter preparations, is essential.
Age and comorbidity increase the risk of a bad outcome
from an upper GI hemorrhage.
Endoscopy should be carried out on a resuscitated
patient, early if high risk or on the next routine list if low
risk.
Torrential bleeding at endoscopy, or rebleed following
endoscopic therapy for peptic ulcers is an indication for
consideration of surgery.
III. Periksa Penyakit Penyerta
Penyakit jantung, penyakit ginjal,
penyakit paru dll
IV. Lakukan Konsultasi
Gastroenterologist, surgeon,
radiologist