TUGAS ETIK DAN HUKUM KEDOKTERAN

MALPRAKTEK KEDOKTERAN
Disusun oleh :
KELOMPOK II
MATA KULIAH DASAR UMUM
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS 1
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA - RSUD Dr. SOETOMO
SURABAYA – 2014
DAFTAR NAMA KELOMPOK II
1. Alphani Kurniasari, dr
2. Desy Nurrosalia W, dr
3. Dyah Wikanesthi, dr
4. Eko Widayanto, dr
5. Iha Aisyah, dr
!. Ir"an #a$adhan %, dr
&. %aras 'uspita Nin(ru$, dr
). *ardiyan Aprianto, dr
+. *uha$$ad I,an -a.uli, dr
1/. 'rasetyanin( Estu 'rati0i, dr
11. #io 12satrya, dr
12. #i.ky 3artono, dr
13. 45okorda Istri Nyndia 6, dr
14. 4ri 7u2ekti, dr
15. Wahyunita Desi, dr
KATA PENGANTAR
'u5i dan syukur ka$i pan5atkan kehadirat Allah 7W4 karena 2erkat rah$at dan
hidayahnya, ka$i dapat $enyelesaikan $akalah ka$i yan( 2er5udul 8*A%'#AK4EK
KED1K4E#AN9. Adapun tu5uan dari pe$2uatan $akalah ini adalah se2a(ai prasarat
dala$ $ata kuliah Etik dan 3uku$ Kedokteran serta untuk $en5a2arkan tentan( $asalah
$alpraktik apa sa5a yan( u$u$nya serin( ter5adi dala$ praktik kedokteran, yan( pada
akhirnya 2erhu2un(an den(an etik dan huku$.
Ka$i 5u(a $en(uapkan teri$a kasih kepada Prof. Hr!"# H$%"$&"
Ko'($%)"* SH dan I+, T"--. A,/,'&$ A. R.* SH.* MS atas se(ala 2i$2in(annya serta
arahan dala$ $enuliskan $akalah ini. 7erta kepada te$an:te$an se5a0at ''D71
perserta *KD; atas $asukannya sela$a diskusi 2erlan(sun(.
Ka$i $enyadari 2ah0a $akalah ini $asih 5auh dari se$purna, kritik dan saran
akan ka$i teri$a se2a(ai auan untuk per2aikan le2ih lan5ut. 7e$o(a $akalah ini dapat
2er$an"aat untuk se$ua, khususnya ka$i ti$ penyusun dala$ $e$aha$i Etik dan
3uku$ Kedokteran.
7ura2aya, A(ustus 2/14
'enyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
'ro"esi kedokteran telah la$a $en5adi sasaran kritik sosial yan( ta5a$. #asa kuran(
puas terhadap para dokter telah serin( pula diun(kapkan. 7e2elu$ kritik sosial terhadap
pro"esi kedokteran $unul dala$ $edia $assa, dikalan(an pro"esi kedokteran sendiri telah
2anyak pendapat tentan( ke$unduran pen(a$alan etika kedokteran.
7ehin((a akhir:akhir ini serin( ter5adi tuntutan $alpraktik oleh dokter di 2er2a(ai
daerah di Indonesia. 3al ini 5u(a terlihat dari $enin(katnya 5u$lah kasus du(aan $alpraktik
yan( dilaporkan ke *a5elis Kehor$atan Etik Kedokteran <*KEK= se5ak tahun 2///.
*enurut *KEK se2elu$ tahun 2///, hanya terdapat &:13 laporan $alpraktik ke *KEK dan
ke$udian pada tahun 2///:2//1 5u$lah ini $enin(kat pesat $en5adi 2/:3/ kasus per tahun.
*alpraktik adalah praktik kedokteran yan( salah atau tidak sesuai den(an standar
pro"esi atau standar prosedur operasional. ;ntuk $alpraktik dokter dapat dikenai huku$
kri$inal dan huku$ sipil. *alpraktik kedokteran kini terdiri dari 4 hal : <1= 4an((un( 5a0a2
kri$inal, <2= *alpraktik seara etik, <3= 4an((un( 5a0a2 sipil, dan <4= 4an((un( 5a0a2
pu2li.
>anyak "aktor yan( $e$pen(aruhi ter5adinya penin(katan kasus du(aan $alpraktek
di Indonesia. 7alah satunya adalah per2aikan tin(kat pendidikan dan penin(katan kesadaran
pasien akan haknya. 'asien $en5adi le2ih kritis $e$pertanyakan penyakit, pe$eriksaan,
pen(o2atan dan tindakan yan( akan dilakukan pada dirinya. ?aktor lainnya adalah
ko$ersialisasi pelayanan kesehatan, 2ere"ek pada penin(katan 2iaya layanan $edis dan
karenanya penin(katan pen(harapan akan hasil tindakan $edis. 4erakhir, penin(katan
(u(atan $alpraktek 5u(a dise2a2kan oleh (enarnya pro$osi oleh ahli huku$ $en(enai
$alpraktek.
'enin(katan kesadaran ini se2enarnya $e$iliki e"ek 2aik, yaitu 2er5alannya
pen(a0asan kualitas layanan oleh pasien. Na$un, tekanan yan( 2esar kepada dokter 5u(a
2ere"ek ti$2ulnya kedokteran de"ensi,e. Kedokteran de"ensi" ter5adi ketika dokter
$en(a5ukan dan $elakukan prosedur $edis, pe$eriksaan $edis, kun5un(an pasien, atau
$en(hindari pasien@ prosedur risiko tin((i, den(an perti$2an(an uta$a untuk
$en(hindarkan ke$un(kinan tuntutan $alpraktek. 'raktek se$aa$ ini akan $enin(katkan
2iaya layanan kesehatan dan $enin(katnya perlakuan tindakan yan( se2enarnya tidak
di2utuhkan. 7elain itu, pen(hindaran dokter untuk $elakukan tindakan 2eresiko tin((i atas
alasan ketakutan tuntutan $alpraktik 5u(a akan $e$perla$2at penan(anan 2a(i pasien.
;ntuk $en(hindari hal ini perlu dilakukan 2er2a(ai upaya untuk $e$per2aiki ko$unikasi
antara dokter dan pasien, dan diperlukan edukasi $en(enai $alpraktek, 2aik kepada pasien
$aupun dokter.
'ro"esi dokter se5ak a0al $erupakan pro"esi yan( luhur dan $ulia yan( ditun5ukkan
oleh adanya ! < ena$ = si"at dasar yan( harus di$iliki oleh setiap dokter yan( terdiri dari :
1. 7i"at ketuhanan
2. Ke$urnian niat
3. Keluhuran 2udi
4. Kerendahan hati
5. Kesun((uhan ker5a
!. Inte(ritas il$iah dan sosial
;ntuk itu kode etik kedokteran disusun a(ar ! si"at dasar terse2ut dapat dilaksanakan
pada pen(a$alan pro"esi kedokteran ti(a si"at terakhir dapat disaksikan $asyarakat seara
kasat $ata dan o2yekti" yan( 2isa dise2utkan se2a(ai di$ensi sosial. 7edan( 3 si"at dasar
lainnya hanya 2isa dirasakan oleh yan( 2ersan(kutan karena 2ersi"at su2yekti". ;ntuk
$en(hindari hal A hal di atas, 5elaslah 2ah0a pro"esi kedokteran $e$2utuhkan pedo$an
sikap dan perilaku yan( harus di$iliki oleh seoran( dokter yan( dikenal se2a(ai Kode Etik
Kedokteran. Den(an 2erpedo$an pada kode etik terse2ut diharapkan seoran( dokter dapat
$en5alankan pro"esinya den(an 2aik sehin((a $arta2at pro"esi kedokteran le2ih ter5a(a.
7elain itu tu5uan pokok dari huku$ ialah $eniptakan tatanan $asyarakat yan( terti2
dala$ kesei$2an(an. Den(an terapainya keterti2an dala$ $asyarakat, diharapkan
kepentin(an $anusia akan terlindun(i. 4erdapat huku$ kesehatan yan( $erupakan suatu
2idan( spesialisasi il$u huku$. 3uku$ kesehatan $enakup se(ala peraturan dan aturan
yan( seara lan(sun( 2erkaitan den(an pe$eliharaan dan pera0atan kesehatan yan(
terana$ atau kesehatan yan( rusak. 3uku$ kesehatan 5u(a $enakup penerapan huku$
perdata u$u$ dan huku$ pidana u$u$ yan( 2erkaitan den(an hu2un(an huku$ dalan$
pelayanan kesehatan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Kesehatan adalah hal yan( pentin( dala$ kehidupan. Dan pro"esi seoran( dokter
adalah suatu pro"esi yan( $ulia dan luhur yan( ditun5ukan den(an adanya ! si"at dasar yan(
harus di$iliki seoran( dokter. Na$un dala$ praktiknya $e$iliki peraturan huku$ yan(
2er"un(si a(ar teriptanya tatanan yan( terti2 dan sei$2an(, sehin((a ke5adian $alpraktik
tidak ter5adi. Dan yan( terpentin(, den(an adanya huku$ yan( $en(atur kesehatan $aka
terdapat perlindun(an terhadap dokter atau ahli kesehatan serta pasien.
1.0 TU1UAN
1.3.1 4;-;AN ;*;*
;ntuk $enyelesaikan tu(as kuliah Etik dan 3uku$ Kedokteran yan( di2erikan,
serta untuk $e$2erikan pen5elasan dan pen(ertian tentan( seluk 2eluk $alpraktik
kedokteran.
1.3.2 4;-;AN K3;7;7
a. A(ar $asyarakat dapat le2ih $e$aha$i tentan( $alpraktik
2. A(ar para tena(a $edis teruta$a dokter dapat $elaksanakan tu(as:tu(asnya
den(an 2enar, tanpa harus takut akan tuntutan $alpraktik.
. A(ar para tena(a $edis dapat $e$aha$i 2a(ai$ana ara $ene(ah a(ar tidak
ter5adi $alpraktik.
1.4 MANFAAT
Ke5adian $alpraktik dapat diturunkan an(ka ke5adiannya. 4ena(a $edis $en5adi
paha$ tentan( huku$ kesehatan <undan(:undan( kesehatan= sehin((a dala$ $en5alankan
tu(asnya tidak di2ayan(:2ayan(i oleh tuntuan $alpraktik, serta hak:hak pasien pun
terlindun(i.
B A B I I I
I L U S T R A S I K A S U S
T$#//$- 10 $2r"- 2010, pasien Ny.7* 2! tahun B2'1A/ $endatan(i puskes$as. Di puskes$as,
dilakuakan pe$eriksaan dan $onitorin( ketu2an sesuai standar operasional, dan dinyatakan
kelahiran dapat diupayakan seara nor$al
Ke$udian $unul tanda ke(a0atan di$ana 2ayi 2isa $enin((al 5ika tidak 5u(a dilahirkan.
'uskes$aspun $e$2eritahu Ny.7* perlu ada tindakan operasi untuk $enyela$atkan dia dan
2ayinya. 1leh karena itu diputuskan Ny.7* diru5uk ke #7 'ro" dr Kandou untuk ditan(ani le2ih
lan5ut.
Di ru$ah sakit, dokter $en(a$2il keputusan untuk o2ser,asi persalinan nor$al dan didia(nosis
se2a(ai : 3a$il anak kedua usia keha$ilan 4/ A 41 $in((u, dala$ persalinan kala perta$a,
-anin tun((al hidup letak kepala. #enana : 'ersalinan seara ala$iah
7etelah ) 5a$ ti$2ul tanda:tanda (a0at 5anin pada kandun(an. Ny.7* dipi$pin $eneran 3/
$enit ke$udian tidak ada ke$a5uan 7ehin((a harus dilakukan operasi esar seara ito@ darurat
dr. ayu ke$udian $en(instruksikan dr.hel$i untuk $e$2uat surat konsul ke 2a(ian anestesi dan
pe$eriksaan darah pasien seara len(kap.
dr.3er$anus -ako2us %alenoh, 7pAn $en5a0a2 konsul itu $enyatakan setu5u untuk
dilaksanakan pe$2edahan den(an anestesi risiko tin((i
dr. Ayu lantas $enu(askan dr.3endy 7ia(ian untuk $e$2eritahukan keluar(a soal tindakan
$edis 2eresiko tin((i terse2ut. 4etapi, dr.3endy hanya $enyerahkan sele$2ar surat persetu5uan
tindakan $edis ke Ny.7* dan kepada keluar(a Ny. 7* tanpa ada pen5elasan tenan( prosedur
resiko tin((i terse2ut.
Dua 5a$ ke$udian dilakukan seksio esaria ito <darurat=. 'ada saat operasi di$ulai saat insisi
keluar darah kehita$an, lahir 2ayi tun((al hidup 5enis kela$in pere$puan den(an 2erat 41// (r.
'asa operasi kondisi Ny. 7* terus $e$2uruk, 2/ $enit ke$udian pasa operasi pasien
dinyatakan $enin((al aki2at adanya e$2oli paru.
B A B IV
PEMBAHASAN
Kasus yan( ter5adi di *anado 2era0al dari ketidaktahuan tentan( prosedur standar operasional
di ru$ah sakit dala$ $enan(ani pasien persalinan, yan( $eni$2ulkan du(aan $alpraktik.
>ah0a se(ala prosedur pelayanan $edis di dala$ lin(kup ru$ah sakit yan( akan dilakukan
haruslah di$ulai den(an pe$2erian in"or$asi yan( 5elas, yan( di2erikan sesuai den(an keadaan
pasien se2elu$ $elakukan tindakan $edis. In"or$asi haruslah sesuai den(an tin(kat pendidikan,
len(kap C 5u5ur sehin((a tidak $eru(ikan pasien, tidak $en((unakan istilah kedokteran yan(
sulit dipaha$i serta apa2ila akan dilakukan tindakan in,asi" harus di2erikan oleh tena(a ahlinya.
Apa2ila pasien $a$pu $eneri$a dan $en(erti in"or$asi yan( di2erikan $aka akan di0u5udkan
dala$ persetu5uan Informed Consent.
Dala$ K1DEKI 'asal 1/ ayat 4 87eoran( dokter 0a5i2 $e$2erikan in"or$asi yan( 5elas dan
$e$adai serta $en(hor$ati pendapat atau tan((apan pasien atas pen5elasan dokter9. Ayat 5
87eoran( dokter seharusnya tidak $enye$2unyikan in"or$asi yan( di2utuhkan pasien, keuali
dokter 2erpendapat hal terse2ut untuk kepentin(an pasien, dala$ hal ini dokter dapat
$enya$paikan in"or$asi ini kepada pihak keluar(a atau 0ali pasien9. Dan( telah dilakukan oleh
dr. Ayu sudah tepat hanya sa5a penya$paian a$anat dari dr. Ayu $ele0ati kole(anya tidak
tersa$paikan sepenuhnya kepada pasien dan keluar(a. 3al ini dise2a2kan oleh situasi dari
kondisi pasien yan( telah $asuk pada keadaan (a0at darurat.
Ke$udian dala$ K1DEKI 14 ayat 4 “seoran( dokter seyo(yanya 2erkonsultasi den(an se5a0at
lain sesa$a satu "asilitas pelayanan kesehatan <intra$ural, ter$asuk ra0at 2ersa$a= atau
$eru5uk alih ra0at <ekstra$ural= seara patut9. 7esuai pasal terse2ut tindakan yan( telah
dilakukan dr. Ayu sudah tepat den(an $en(konsultasikan kepada se5a0at dokter anestesi,
sehin((a $en5adi dasar untuk dilakukan tindakan operasi esar.