Can I be

a Hero?


Dapatkah
saya menjadi
Hero?
It could be said that there are many
types of heroism. First, the everyday
heroic acts that are performed by
unsung heroes that step in to save
the day in ways that we infrequently
hear of. Second, the famous heroes
we admire—pioneers in medicine,
defenders of peace and justice,
rescuers of the lost, champions of
faith.


Dapat dikatakan bahwa ada
berbagai tipe keberanian. Pertama-
tama, perbuatan yang gagah berani
yang dilakukan oleh para pahlawan
yang tidak dielu-elukan yang
bertindak untuk menyelamatkan
yang jarang kita dengar. Kedua,
pahlawan yang terkenal yang kita
kagumi—perintis dalam bidang obat-
obatan, pembela kedamaian dan
keadilan, penyelamat orang yang
tersesat, pemenang iman.
You may not feel great or as if you have hero-like
qualities of your own, but each of us in our own
way is capable of heroic deeds. Even though we
don’t possess Superman’s powers or Batman’s
cache of gadgets, and even though the problems
we face can be much more complex than the
situations found in fiction, the real world has
never ceased needing heroic people who are
willing to stand up for what is right and come to
the aid of those in need.


Anda mungkin tidak merasa hebat atau merasa
mempunyai kwalitas seperti pahlawan; namun
setiap dari kita dalam cara tersendiri mampu
melakukan perbuatan yang gagah berani.
Meskipun kita tidak mempunyai kekuatan
Superman atau perlengkapan seperti yang
dimiliki oleh Batman, dan meskipun persoalan
yang kita hadapi jauh lebih rumit daripada
situasi yang jelas seperti yang ditemukan dalam
cerita fiksi, dunia yang nyata ini tidak henti-
hentinya mempunyai kebutuhan akan orang
yang gagah berani, yang bersedia untuk
membela kebenaran dan membantu mereka
yang membutuhkan.

Each of us has some hero-like qualities. We all face
challenges. We all face hardships. We all encounter, during
our lifetime, moments when we can rise above our basest of
animal instincts and become angels of a higher calling. It is at
that time, when we answer that calling, that we become a
hero in the truest sense of the word.
Setiap dari kita memiliki kwalitas seperti pahlawan. Kita
semua berhadapan dengan
tantangan. Kita semua
berhadapan dengan
kesukaran. Kita semua
berhadapan, selama hidup
kita, dengan momen-
momen di mana kita dapat
berlapang dada melampui
instink hewani kita yang
paling mendasar dan
menjadi malaikat yang
paling berdedikasi. Pada
saat itulah, ketika kita
menanggapi panggilan
tersebut, kita menjadi
pahlawan dalam arti
yang paling benar.
Who decided that heroes have to wear capes or have superpowers?

Siapa yang memutuskan bahwa pahlawan harus memakai jubah atau mempunyai kekuatan super?

Invisible heroes may never make it into our
school textbooks, garner their own Wikipedia
entries, or have their own YouTube video that
goes viral. But they are all indispensable
members of our society. These hidden heroes are
also our most essential heroes.




Pahlawan yang tak terlihat mungkin tidak
tercatat dalam buku pelajaran, tidak terdaftar di
Wikipedia, tidak juga mempunyai akun di
YouTube. Namun demikian mereka adalah
anggota masyarakat yang penting. Para
pahlawan yang tersembunyi ini juga adalah
pahlawan yang sangat penting.
Cerita untuk anak-anak –
www.freekidstories.org
Text courtesy of Activated magazine. Used with permission. Art © TFI.

Related Interests