BAB I

PENDAHULUAN

Dewasa ini peranan sistem informasi dalam suatu organisasi tidak dapat diragukan lagi.
Dukungannya dapat membuat sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Selain itu
dengan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah banyak membawa perubahan
dalam proses bisnis. Operasional bisnis menjadi semakin mudah, cepat dan dapat mengurangi
tingkat kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia (human error). Salah satu bidang
yang terkait erat dengan pemanfaatan teknologi informasi ini adalah bidang akuntansi. Proses
pencatatan transaksi keuangan biasanya dilakukan secara manual dan membutuhkan ketelitian
dan kejelian dari tenaga kerja (karyawan). Penggunaan komputer untuk mengolah data
akuntansi sebagai sebuah alat bantu saat ini menjadi suatu kebutuhan tersendiri.
Selain perubahan yang disebabkan oleh teknologi, perusahaan-perusahaan menjawab
lingkungan persaingan bisnis yang meningkat dengan cara memeriksa kembali setiap kegiatan
internal, dalam upaya untuk mendapatkan tambahan nilai (value added) dengan biaya
minimal. Oleh karena itu kegiatan akuntansi tidak hanya bersifat melaporkan hasil kegiatan di
masa lampau, tetapi juga harus proaktif dalam memberikan dan menginterpretasikan
informasi keuangan dan non keuangan dari berbagai kegiatan organisasi.
Dalam perjalanan bisnisnya, perusahaan tentu juga menghadapi kendala dalam proses
pencatatan dan pencatatan transaksi keuangannya. Banyaknya jenis dan macam barang yang
dijual menjadikan kegiatan akuntansi semakin rumit, ditambah lagi dengan karyawan yang
kurang menguasai proses pencatatannya.
Dari uraian di atas terlihat betapa pentingnya pengetahuan dan praktek pencatatan
(akuntansi) yang baik dan benar secara manual maupun dengan menggunakan program
komputer sederhana sehingga dapat meningkatkan proses kerja bidang akuntansi. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan penerapan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni pada usaha kecil ini adalah berupa pelatihan pencatatan secara manual dan
dilanjutkan dengan pemanfaatan program komputer akuntansi untuk mempermudah
operasional usaha.
BAB II
PEMBAHASAN

1. FORMULIR
1) Pengertian Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya
transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan
formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan)
diatas secarik kertas. Dengan formulir ini, data yang bersangkutan dengan
transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar pencatatan dalam catatan.
Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada faktur
penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan
kuantitas barang yang dijual, harga barang, dan sebagainya. Dengan demikian
faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan.
Informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat
kedalam buku penjualan. Formulir juga dapat diartikan secarik kertas yang
memiliki ruang utuk diisi dengan informasi yang terdapat didalamnya, baik itu
yang tercetak maupun tidak. Bermanfaat untuk mentapkan tanggung jawab
timbulnya transaksi bisnis, merekam data, mengurangi kesalahan dan
menyampaikan informasi pokok dari satu ke orang lain.
Formulir adalah secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi.
Formulir disebut juga dengan dokumen. Contoh: Faktur penjualan tunai yang
berisi informasi; tanggal, nama, kode, nomor urut, nama barang, kuantitas, harga
satuan, harga total, dan sebagainya.
Sejak lahir hingga meninggal dunia, masyarakat modern selalu berhubungan
dengan formulir. Formulir kelahiran demikian sampai kita meninggal semua
menggunakan formulir.Sama halnya dengan perekam data pribadi,formulir bukan
hanya bermanfaat bagi suatu perusahaan, akan tetapi formulir juga bermanfaat
bagi diri pribadi seseorang.

2) Formulir Manual
Formulir manual adalah formulir cetak yang diisi berbagai informasi,
formulir ini dibuat dengan adanya campur tangan manusia, tanpa ditunjang mesin
khusus.
Saat formulir manual masih banyak digunakan terlebih di kalangan usaha
menengah kebawah, hal ini dikarenakan transaksi yang terjadi di perusahan
tersebut dalam satu hari relatif sedikit, sehingga akan lebih efisien jika
menggunakan formulir manual. selain itu, keterbatasan dalam penguasaan
teknologi menjadi salah satu faktor penghambat penggunaan formulir elektronik.
Toko Jhon
Jl.Kol.Atmo 438/5
Palembang

Jumlah
Barang
Nama Dan Kode Barang Harga Satuan Jumlah
1 Acne treatmet gel/7738 Rp.12.700 Rp.12.700
1 Spon bedak tabur/9454 Rp.5.200 Rp.5.200
Jumlah Rp.17.900

3) Formulir Elektronik
Definisi tentang formulir kertas tersebut diatas dibuat pada waktu komputer
belum digunakan dalam bisnis. Dengan meluasnya pemakaian komputer untuk
menjalankan bisnis, pemakaian formulir elektronik (electronic form) menjadi
umum dan meluas dalam bisnis.
Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam
pengolahan data elektronik.
a. Manfaat formulir elektronik
 Tidak pernah kehabisan formulir
Jika perusahaan menggunakan formulir kertas, opersai bisnis dapat
berhenti jika perusahaan kehabisan formulir. Lain hal nya dengan
formulir elektronik, perusahan tidak akan pernah kehabisan formulir,
karena formulir tersebut tidak dicetak, hanya ditampilkan dilayar
komputer saja.Penawaran selalu sama dengan permintaan.
 Tidak pernah ketinggalan jaman
Seiring dengan kemajuan zaman, permintaan dan peraturan dapat
berubah suatu waktu. Jika kebutuhan dan peraturan berubah dengan
segera formulir kertas menjadi ketinggalan jaman, dan jika sudah
ketinggalan zaman formulir kertas tersebut tidak digunakan lagi,
otomatis hal ini dapat merugikan perusahaan. Formulir elektronik
No. Produk Tanggal
Wardah 06/02/2011
mudah sekali disesuaikan dengan perubahan dan peraturan. Investasi
untuk pencetakan dan penyimpanan tidak diperlukan lagi untuk
pembuatan formulir elektronik.
 Ketidakefisienan formulir dapat dihindari
Penggunaan formulir kertas seringkali memaksa penggunaan formulir
yang sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pemakai, karena untuk
perancangan dan percetakan diperlukan biaya. Formulir elektronik
mudah untuk segera disesuaikan isi dan format formulir untuk
memenuhi kebutuhan pemakai dengan tepat.
 Tidak dimungkinkan penggunaan formulir yang salah
Penggunaan formulir kertas membuka peluang untuk tujuan yang
salah(penyelewengan) atau penggunaan formulir oleh orang yang
tidak berhak.sebagai contoh : pemalsuan faktur pembelian.
Dengan formulir elektronik, pengendalian formulir dapat dilakukan
dengan penentuan pemakai formulir tertentu hanya terbatas pada
orang yang memiliki “password” (kata sandi). Orang yang
menggunakannya harus mengisi “password”. Jika formulir elektronik
direvisi, orang tidak akan salah menggunakan formulir karena
formulir tersebut tidak lagi tersedia dalam file komputer.
 Kecepatan pengisian formulir
Kecepatan pengisian formulir elektronik tidak diragukan lagi. Cursor
akan berhenti di setiap ruang kosong yang harus diisi data dan
membimbing pengisi ke dalam urutan pengisian formulir secara logis.
Formulir elektronik dapat melakukan penghitungan (penambahan,
pengurangan, perkalian, pembagian) dan mencatumkan secara
otomatis hasil perhitungan pada ruang tertentu dalam formulir.
 Penangkapan data dilakukan sekali
Dengan menggunakan formulir kertas, data direkam dalam formulir,
kemudian orang lain harus membaca data dari formulir untuk
keperluan pemasukan data ke dalam sistem informasi. Dengan
menggunakan formulir elektronik, duplikasi (penggandaan)
penangkapan dan pemasukan data ke dalam sistem informasi tidak
akan terjadi, karena secara otomatis data yang dimasukkan kedalam
komputer akan tersimpan dan pengguna data tersebut ( sistem
akuntansi ) Cuma membuka data tersebut di file yang sama.
 Tidak ada data yang mengambang
Dengan formulir elektronik data dimasukkan dan dikirimkan dari satu
tempat ke tempat lain secara elektronik, misalnya melalui e-mail
transfer data dan lainnya, sehingga tidak ada data yang mengambang.
Dengan formulir kerta data akan mengambang sesuai dengan lama
waktu yang diperlukan untuk menstransfer formulir kertas dari satu
tempat ke tempat lain.Dan boleh jadi operasi perusahaan dapat ditunda
lantaran formulir yang dibutuhkan belum sampai.
 Kemudahan dalam pengelolaan formulir
Jika perusahaan menggunakan ribuan macam formulir, pengelolaan
formulir menjadi suatu pekerjaan yang besar dan kompleks, serta
membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan memakan waktu yang
relatif lama. Dengan penggunaan formulir elektronik, perancangan,
pengelolaan, dan pengisian setiap formulir dapat dilakukan melalui
sistem yang terintegrasi. Sistem komputer dapat menyimpan dan
menyediakan data beberapa kali suatu formulir telah digunakan,
bagaimana bentuk formulir setelah revisi yang terakhir, dan berapa
lama suatu formulir telah digunakan sejak revisi terakhir. Data
tersebut sangat bermanfaat untuk mengelola formulir yang banyak
macamnya di dalam perusahaan.

4) Manfaat Formulir
Dalam perusahaan, formulir bermanfaat:
 Menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan.
 Merekam data transaksi bisnis perusahaan.
 Mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan semua
kejadian dalam bentuk tertulis.
 Menyampaikan imformasi pokok dari ornd satu ke orang lain di dalam
organisasi

a. Golongan formulir menurut sumbernya
 Formulir yang dibuat dan disimpan dalam perusahaan.
Contoh formulir ini adalah surat permintaan pembelian, memo kredit,
memo debit, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran
barang gudang.
 Formulir yang di buat dan dikirimkan kepada pihak luar perusahaan.
Contoh golongan formulir ini adalah faktur penjualan tunai, faktur
penjuaan kredit, surat order pembelian, surat permintaan penawaran
harga, bukti kas keluar, surat order penawaran.
 Formulir yang diterima dari pihak luar perusahaan.
Contoh formulir ini adalah faktur pembelian, surat order dari pembeli,
pernyataan piutang yang diterima dari kreditur, dan rekening koran
bank.


b. Golongan formulir menurut tujuan pengunaannya
 Formulir yang dibuat untuk meminta dilakukannya tindakan
Contoh formulir ini adalah formulir surat permintaan
pembelian,formulir ini digunakan ooleh bagian gudang. Contoh lain
yang termasuk dalam golongan ini adalah bukti permintaan dan
pengeluaran barang gudan, surat perminntaan penawaran harga.
 Formulir yang digunakan untuk mencatat tindakan yang telah
dilaksanakan.
Formulir ini digunakan oleh bagian penerimaan untuk mencatat data
barang yang diterima dari pemasok, contoh formulir yang termasuk
dalam golongan ini adalah faktur penjualan, faktur pembelian, kartu
jam kerja, surat pemuat, pernyataan piutang.

5) Prinsip Dasar Yang Melandasi Perancangan Formulir
Dalam merancang suatu formulir, prinsip-prinsip berikut ini perlu
diiperhatikan:
a. Sedapat mungkin menfaatkan tembusan atau copy formulir
b. Hindari duplikasi dalam pengumpulann data
c. Buatlah rancangan formulir sederhana dan seringkas mungkin
d. Masukanlah unsur intetrnal check dalam merancang formulir
e. Cantumkanlah nama dan alamat peruasahaan pada formulir yang digunakan
untuk komunikasi dengan pihak luar
f. Cantumkanlah nama formulir untuk memudahkan identifikasi
g. Beri nomor untuk identifikasi formulir
h. Cantumkanlah nomor garis pada posisi sebelah kiri dan kanan formulir, jika
formulr lebar igunakan, untuk memperkecil kemungkinan kesalaha
pengisian.
i. Cetak gari dala formulir , jika formulir tersebut akan diisi denga tulisan
tangan, jika pengisia formulir dilakukan daengan mesin ketik, garis tidak
perlu digunakan karna mesin ketik karna dapat mengatur spasi sndiri, dan
juga bergaris , karna memakan waktu yang lama.
j. Cantumkan nomor urut tercetak.
k. Rancanglah formulir tertentu sedemikian rupa sehingga pengisi hanya
membubuhkan tanda atau dengan menjawab ya atau tidak, untuk
menghemat waktu pengisian.
l. Susunlah formulir ganda dengan menyisipkan karbon sekali pakai,atau
dengan mengunakan karbon beberapa kali pakai, atau cetaklah dengan
kertas tanpa karbon.
m. Pembagian zona sedemikian rupa sehingga formulir dibagi menurut blok-
blok daerah yang logis yang berisi data yang saling bersangkutan

6) Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Merancang Formulir
Dalam merancang suatu formulir, seorang analis sistem harus
mempertimbangkan faktor faktor berikut ini:
a. Siapa yang memerlukan atau akann mendapatkan imformmasi yang dicatat
didalam formulir, hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut
harus dibuat.
b. Adakah formulir sekarang yang akan dirancang atau sekarang digunakan
berisi imformasi yang sama? Jika ya,, apakah ada kemungkinan
menyatukan imformasi didalam formulir yang dirancang ini dengan
formulir lain tersebut? Banyak perusahaan yang membuat faktur
penjualan,surat muat, sliip pembungkus.
c. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan didalam formulir telah
disusun membuat urutan yang logis? Hak ini akan mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan pengisian formulir dan akan mengurangi
waktu pengisian dan pengunaan formulir.
d. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau
pemmerosesan dengan mesin, atau kedua-duanya?hal ini akan menentukan
lebar spasi dan pengunaan garis atau hanya spasi saja.
e. Apakah formulir ini akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin
khusus atau dengan proses penggadaan yang lainn? Akan hal ini akan
menentukan jenis dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang
yang akan disediakan untuk memungkin kan pencatatan imformasi.
f. Apakah formulir itu akan disimpan didalam arsip? Hal ini akan
menuentukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas dan
preforasi yang harus dibuat, jjika hal ini diperluhkan.

7) Informasi Yang Diperlukan Dalam Merancang Kembali Suatu Formulir
a. Yang bersangkutan dengan formulir itu sendiri, misalnya menggenai isinya,
jumlah lembar tembusannya, dan jenis kertas yang digunakan.
b. Yang bersangkutan dengan kegiatan penyediaan, pengisian, dan pencatatan
informasi dari formulir tersebut.

8) Dokumen sumber dan dokumen pendukung
Dokumen digolongkan menjadi dua macam yaitu:
a. Dokumen sumber yaitu dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan
kedalam jurnal atau buku pembantu.
b. Dokumen pendukung adalah dokumen yang melampiri dokumen sumber
sebagai bukti sahnya tansaksi yang direkam dalam dokumen sumber.

2. JURNAL
Jurnal sebagi unsur sistem akutansi berikutnya setalah formulir, dalam proses
akutansi pokok, jurnal menduduki posisi yang unik. Setalah data transaksi keuangan
perusahaan direkam untuk pertama kalinya dalam formulir. Langkah berikutnya dalam
proses penggelolaan imformasi keuangan adalah mencatat data tersebut untuk pertama
kalinya dalam catatan akutansi yang permanen. Dalam catatan imformasi ini,transaksi
mulai digolongkan sesuai dengan klafikasi yang akan di tuju dalam rekening-rekening
yang bersangkutan dalam buku besar.
Pencatatan didalam jurnal ini biasanya lebih lengkap dan lebih terinci, serta
menurut urutan tunggal kejadian transaksi.
1) Jurnal Umum
Jenis-jenis transaksi perusahaa masih sedikit, jurnal umum dengan dua
kolom, debit dan kredit, sudah cukup memadahi sebagai catatan akutansi pertama
a. Kolom tunggal. Kolom ini diisi dengan tanggal terjadinya transaksi, yang
diisi secara berurutan sesuai dengan kornologi terjadinya transaksi.
b. Kolom keterangan. Diisi dengan keterangan mengenai transaksi yang
terjadi,seorti nama rekenin yang didebit dan dikredit.penjelasan transaksi
yang bersangkutan, contoh pengeluaran kas dan gajih karyawan.
c. Kolom nomor bukti,, digunakan untuk mencatat formulir yang dipakai
sebagai dasar pencatatan data dalam jurnal tersebut.
d. Kolom nomor rekening, digunakan untuk proses peringkasan secara
preodik, transaksi keuangan yang terjadi dalam periode tertentu.
e. Kolom debit dan kredit, diisi dengan jumlah rupiah transaksi, jumlah-jumlah
rupiah dalam kolom ini diringkas berdasarkan nomor rekening yang
tercantum dalam kolom nomor rekening,kemudian secara periodik
dibukukan kedalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
2) Jurnal Khusus
Jika usaha perusahaan bertambah besar dn jenis transaksi menjadi lebih
banyak, jurnal umum tersebut menjadi tidak mampu lagi menampung berbagai
transaksi yang timbul,yang frekuensinya terjadi semaangkin tinggi. Dalam hal ini
mulai diperluhkan jurnal khusus selain jurnal umum tersebut, dan dibutukan lebih
banysk karyawan untuk menyelenggarakan berbagai jurnal khusus tersebut.

3) Prinsip Dasar Yang Melandasi Perancangan Jurnal
a. Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang memadahi sehingga
memumgkinkan perusahaan untuk mengunakan karyawan dalam mencatat
dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
b. jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi kedalam penggolongan
pokok tertentu, seperti penerimaan kas, penjualan dan pembelian.
c. Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci, harus digunakan
kolom, kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan
jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
d. Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekenung yang
bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan
dibukukan ke dalam jurnal.
e. Kolom–kolom dalam jurnal digunakan untuk menggumpulkan angka yang
akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
f. Sedapat ungkin jurnal harus dirancagsedemikian rupa sehingga pekerjaan
menyalin imformasi dari dokumen sumbernya dibuat sangat minimum
g. Harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal
swehingga pertanggungjawaban kebenaran imformasi dapat ditentukan.

4) Jenis Jurnal
Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan yang relatif besar
adalah sebagai berikut:
a. Jurnal penjualan, jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan
kredit.transaksi penjualan yang tidak menyebabkan bertambahnya kas
perusahaan, akan tetapi menyebabkan bertambahnya piutang perusahaan.
JURNAL PENJUALAN





b. Jurnal pembelian, jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan
kredit.
JURNAL PEMBELIAN
Tgl Keterangan
Nomor
Bukti
Utang
Dagang
Persediaan
Lain-Lain
No. Rek
Lain-
Lain
Jumlah









c. Jurnal penerimaan kas, jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi
penerimaan kas, yaitu transaksi-transaksi yang menyebabkan kas
bertambah. Pada umumnya penambah kas perusahaan berada pada
penjualan tunai dan penerimaan pembayaran piutang atas penjualan kredit.
d. Jurnal pengeluaran kas, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi
pengurangan atau setiap transaksi pengeluaran kas tunai.
e. Jurnal umum, jurnal yang mencatat semua transaksi yang tidak dicatat
dalam jurnal khusus, pada umumnya jurnal umum terdiri dari 2 kolom yaitu
kolom debet dan kolom kredit, hal ini dikarenakan transaksi yang dicatat
dijurnal umum itu bervariasi, jadi sangat tidak efektif jika setiap akun dibuat
satu kolom tersendiri seperti halnya jurnal khusus.
Tgl Keterangan
Nomor
Buku
Piutang
Dagang
No.Rek
Lain
Jumlah
Lain
Hasil
Penjualan
Kredit









Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk mencatat informasi dalam
jurnal :
a. Dengan pena, informasi dalam dokumen sumber disalin dalam jurnal
dengan menggunakan tulisan tangan.
b. Dokumen sebagai jurnal, dalam cara ini jurnal berupa arsip dokumen
sumber yang disusun menurut terjadinya transaksi.cara ini menghindari
pekerjaan penyalinan informasi dari dokumen sumber kedalam jurnal.
Pembukuan kedalam rek.buku besar dilakukan dengan cara membuat rekap
dari dokumen sumber ini.
c. Dengan komputer, data dalam dokumen dimasukkan kedalam sistem
komputer melalui keyboard dan dicatat dalam arsip transaksi yang
berfungsi sebagai jurnal. Jika perusahaan menggunakan formulir elektronik
penagkapan data sekaligus dilakukan pada saat entry kedalam formulir
elektronik dan segaligus pencatatn kedalam arsip transaksi. arsip transaksi
ini setelah divalidasi, kemudian digunakan untuk memutakhirkan arsip
induk ( buku besar dan buku pembantu ).

3. BUKU BESAR
1) Karakteristik Buku Besar
Buku besar ( general ledger ) merupakan kumpulan rekening-rekening yang
digunakan untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam
jurnal. Buku pembantu ( subsidiary letgers ) adalah suatu cabang buku besar yang
berisi rincian rekening tertentu yang ada di buku besar. Dengan demikian baik
buku besar maupun buku pembantu terdiri dari rekening. Rekening adalah judul
suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian,
sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit, sebagai alat untuk
mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan
( double entry bokkepping )
Proses sortasi dan pemindahan data ke dalam buku besar dan buku
pembantu disebut dengan pembukuan ( posting ). Dalam sistem manual, kegiatan
posting ini merupakan empat tahap berikut ini :
a. Pembuata rekapitulasi jurnal.
b. Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi.
c. Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
d. Pengembalian rekening ke dalam arsip pada urutannya semula.
Pembuatan rekapitulasi mengawali kegiatan posting. Jika perusahaan
menyelenggarakan jurnal-jurnal khusus berkolom, kegiatan posting diawali
dengan penjumlahan kolom-kolom, dan pembuatan ringkasan data rupiah dari
kolom lain-lain dalam jurnal tersebut. Angka rupiah besarta nama dan nomor
rekening hasil kehiatan pembuatan rekapitulasi ini siap untuk di transfer ke
rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
Untuk mencatat hasil rekapitulasi tersebut, harus dilakukan penyortiran
terhadap rekening-rekening dalam buku besar, untuk mencapai rekening yang
bersangkutan dengan yang tercantum dalam hasil rekapitulasi. Setelah rekening
yang di maksud ditemukan, kemudian di ambil dari arsip, di letakkan di meja
disiapkan untuk menerima posting informasi dari rekapitulasi jurnal.
Pencatatan data hasil rekapitulasi jurnal ke dalam rekening di lakukan
dengan mencatat tanggal, nama jurnal, halaman jurnal, dan jumlah rupiah yang di
debitkan atu di kreditkan ke dalam rekening tersebut. Setelah kegiatan pencatatan
ini selesai di laksanakan, rekening yang bersangkutan harus di kembalikan ke
dalam arsip, pada tempatnya semula, untuk memudahkan pencariannya kembali
pada kegiatan posting yang lain.
Buku besar merupakan tempat untuk menumpang informasi yang akan di
sajikan dalam makalah keuangan. Dengan demikian susunan informasi yang akan
di sajikan dalam makalah keuangan merupakan dasar untuk menyusun rekening-
rekening yang ada dalam buku besar. Selanjutnya rekening-rekening yang ada
dalam buku besar di gunakan sebagai dasar penggolongan transaksi yang di catat
dalam jurnal.Jika diperlukan rincian mengenai rekening tertentu dalam buku
besar, maka di bentuknya buku pembantu. Rekening yang ada di dalam buku
besar, yang dirinci di dalam buku pembantu disebut dengan rekening kontrol (
controlling account ), sedangkan rekening yang ada dalam buku pembantu, yang
merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar disebut dengan rekening
pembantu ( subsidiary account ). Data yang di-posting ke dalam buku pembantu
ini diperoleh dari dokumen sumber atau dari jurnal.

2) Formulir Rekening Buku Besar
Rekening buku besar umunya berbentuk T, yang merupakan catatan
akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, diselah kiri debet dan kanan kredit.
Berbagai variasi bentuk formulir buku besar :
a. Rekening dengan debit lebar
b. Rekening biasa
c. Rekening berkolom saldo ditengah
d. Rekening ganda berkolom saldo
e. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru

3) Susunan Rekening Buku Besar
Rekening-rekening yang dibentuk dalam buku besar harus sesuai dengan
jenis dan susunan imformasi yang akan disajikan dalam makalah keuangan.
Biasanya makalah keuangan yang dipakai sebagai dasar pembentukan dan
penyusunan rekening-rekening buku besar adalah neraca dan makalah rugi laba.
Contoh jenis susunan informasi Mengenai aktiva lancar dalam neraca perusahaan
manufaktur :
a. Kas dan bank
b. Investasi sementara
c. Piutang
d. Cadangan kerugian piutang
e. Persediaan barang jadi
f. Persediaan produk dalam proses
g. Persediaan bahan baku dan bahan penolong
h. Persekot biaya,dll

4) Kode Rekening
Kode adalah suatu rerangka (framework) yang menggunakan angka atau
huruf atau kombinasi angka dan huruf untuk memberi tanda terhadap klasifikasi
yang sebelumnya telah dibuat. Kode ini memudahkan identifikasi dan pembeda
elemen-elemen yang ada didalam suatu klasifikasi. Pengelolahan data akuntansi
sangat tergantung pada penggunaan kode mencatat, mengklasisifikasikan,
menyimpan dan mengambil data keuangan.
a. Tujuan kode
Dalam sistem pengelolaan data akuntansi, kode memenuhi berbagai
tujuan :
 Mengidentifikasi data akuntansi secara unik
 Meringkas data
 Mengklasifikasi rekening atau rekening
 Menyampaikan makna tertentu


4. BUKU PEMBANTU (SUBSIDIARY LEDGERS)
Buku pembantu adalah suatu kelompok rekening yang merupakan rincian
rekening tertentu dalam buku besar, yang dibentuk untuk memudahkan mempercepat
penyusunan makalah dan neraca percobaan. Umumnya peruasahaan manufaktur
menyelenggarakan berbagai buku pembantu berikut ini:
a. Buku pembantu persedaian,
Terdiri dari kartu persedian yang berisi informasi baik mengenai kuantitas
maupun harga pokok berbabai persediaan. Kartu persediaan mencatat mutasi
persediaan dan saldo tiap jenis persediaan. Biasanya karu persediaan ini
diselenggarakan oleh akuntansi biaya.
b. Buku pembantu piutang,
Buku pembantu ini terdiri dari kartu piutang yang disusun menurut nama debitur
perusahaan. Kartu piutang ini digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo piutang
kepada setiap debitur serta digunakan sebagai sumber informasi untuk pembuatan
perrnyataan piutang (account receivable statement ) yang dikirim kepada tipa
debitur secara periodik. Buku pembantu ini merupakan rincian rekening piutang
dagang yang diselenggarakan dalam buku besar. Bentuk formulir kartu piutang
dapat menggunakan rekening biasa, rekening dengan kolom saldo ditengah atatu
dengan kolom saldo.
c. Buku pembantu utang,
Buku pembantu ini terdiri dari kartu utang yang disusun menurut nama kreditur
perusahaan. Kartu utang ini digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo utang
kepada setiap debitur serta digunakan sebagai sumber informasi untuk
rekonsiliasidengan pernyataan piutang yang diterima dari kreditur secara periodik.
d. Buku pembantu harga pokok produk,
Buku pembantu ini terdiri dari kartu harga pokok produk yang digunakan untuk
mencatat harga pokok pesanan yang diproduksi perusahaan. Buku pembantu ini
digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, dan
merupakan rincian rekening barang dalam proses yang diselenggarakan dalam
buku besar.
e. Buku pembantu biaya
Buku pembantu ini terdiri dari kartu biaya yang digunakan untuk biaya angkut
yang tidak bersangkutan dengan pesanan tertentu ( biaya overhead pabrik
sesungguhnya) biaya admininstrasi dan biaya umum serta biaya pemesanan.
f. Buku pembantu aktiva tetap,
Buku pembantu ini terdiri dari kartu aktiva tetap yang digunakan untuk mencatat
semua informasi mengenai aktiva tetap seperti, tanggal peroleha, jenis aktiva
tetap,sfesifikasi,lokasi,depresiasi dan pengeluaran modal.











BAB III
KESIMPULAN

Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi.
Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang
terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Dengan formulir
ini, data yang bersangkutan dengan transaksi direkam pertama kalinya sebagai dasar
pencatatan dalam catatan. Contoh formulir adalah faktur penjualan dan bukti kas keluar. Pada
faktur penjualan direkam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas
barang yang dijual, harga barang, dan sebagainya.
Jurnal sebagi unsur sistem akutansi berikutnya setalah formulir, dalam proses akutansi
pokok, jurnal menduduki posisi yang unik. Setalah data transaksi keuangan perusahaan
direkam untuk pertama kalinya dalam formulir. Langkah berikutnya dalam proses
penggelolaan informasi keuangan adalah mencatat data tersebut untuk pertama kalinya dalam
catatan akutansi yang permanen.
Buku besar ( general ledger ) merupakan kumpulan rekening-rekening yang digunakan
untuk menyortasi dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku pembantu (
subsidiary letgers ) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang
ada di buku besar.
















KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
kasih‐Nya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami terima, serta petunjuk‐Nya
sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam penyusunan makalah
ini. Makalah yang berjudul “Formulir, Jurnal, Buku Besar dan Buku Pembantu“ penulis susun
dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi.
Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang
formulir, jurnal, buku besar dan buku pembantu, menjadikan keterbatasan kami pula untuk
memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.
Harapan kami, semoga makalah ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk
sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang formulir, jurnal, buku besar dan buku
pembantu.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini. Terutama kepada rekan-rekan dan dosen mata kuliah
Sistem Informasi Akuntansi yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini.

Kuningan, November 2013


Penulis




FORMULIR, JURNAL, BUKU BESAR DAN
BUKU PEMBANTU
Diajukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah
Sistem Informasi Akuntansi




DISUSUN OLEH :

ANISA FATHANA
MEGA ANGGINA
ZULFA NOOR ZAKIAH

KELOMPOK 4

TK. III/ SEMESTER 5




FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS KUNINGAN

Related Interests