Aliran Energi dalam Ekosistem 1

ALIRAN ENERGI DALAM EKOSISTEM

Disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah Interaksi Makhluk Hidup
Yang dibimbing oleh Bapak Istamar Syamsuri


Oleh :














UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI S1 PENDIDIKAN IPA
Februari, 2014
Nama : Evi Normawati
NIM : 120351410915
Prodi/Off : Pendidikan IPA / A
Aliran Energi dalam Ekosistem 2

PEMBAHASAN
1. Energi
Setiap tahap kehidupan tentu selalu menunjukkan berbagai macam kegiatan. Jantung
tikus berdenyut meskipun tikus tersebut lagi tidur, berbagai tumbuhan tumbuh dan
berkembang (Idjah, 1988). Semua kegiatan tersebut memerlukan energi. Energi dapat
didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan; pekerjaan ialah hasil dari
suatu energi yang melintasi suatu jarak. Baik makhluk hidup maupun tak hidup mempunyai
energi bahkan tiap materi itu merupakan suatu bentuk energi. Dalam alam, energi terdapat
dalam bermacam-macam bentuk. Batu, air, dan udara juga memiliki energi. Batu yang
terletak di lereng bukit memiliki energi yang disebut energi potensial. Berbeda dengan batu
yang menggelinding dari bukit, batu tersebut memiliki energi yang disebut energi kinetik.
Makanan yang biasa kita makan juga mengandung energi potensial berupa karbohidrat
(tepung,gula), lemak, dan protein. Tetapi karena jenis-jenis makanan tersebut menurut
sifatnya adalah bahan kimia, maka lebih sering dikatakan memiliki energi kimia
(Dwidjoseputro, 1990).
Energi tidak dapat diciptakan, hanya saja bisa diubah menjadi bentuk energi yang
lain. Hal ini sesuai Hukum Kekelan Energi yang menyatakan bahwa “Energi tidak dapat
diciptakan ataupun dimusnahkan”. Contoh dari pengubahan bentuk energi adalah sebagai
berikut: dalam suatu mesin mobil, pembakaran dari bensin dapat mengubah energi kimia
menjadi energi mekanik. Mesin dapat menggerakkan mobil, sehingga energi mekani tersebut
diubah menjadi energi kinetik. Bentuk lain dari energi adalah energi panas (Idjah, 1988).
Energi kimia yang terkandung dalam makanan, tidaklah semata-mata langsung ada.
Sumber energi dalam bumi ini adalah Matahari. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan
meletakkan suatu benda, misalnya sepotong besi dibawah sinar matahari. Besi itu lama-
kelamaan akan menjadi panas. Jadi energi dalam sinar matahari telah berubah menjadi energi
panas. Energi sinar inilah yang menjadi sumber energi tumbuhan hijau. Dan sumber dari
energi sinar ini adalah matahari (Idjah, 1988). Cahaya yang dipancarkan oleh Matahari terdiri
atas berbagai jenis sinar, ada yang berpanjang gelombang pendek ada yang berpanjang
gelombang panjang. Pancaran matahari yang sampai di bumi tidak seluruhnya dimanfaatkan
oleh bumi, akan tetapi 35% dipancarkan kembali ke angkasa. Tumbuhan hanya
memanfaatkan kurang dari 1%, dan energi inilah yang diubah menjadi bentuk-bentuk energi
lain untuk menghidupi konsumen. Para konsumen, yaitu pemakan tumbuhan (herbivora),
Aliran Energi dalam Ekosistem 3

pemakan daging (karnivora), pemakan bahan nabati maupun hewani (omnivora), masih juga
memerlukan energi yang langsung dari matahari, misalnya untuk pemanasan badan, namun
jumlahnya tidak sebanyak yang diperlukan tumbuhan (Dwidjoseputro, 1990).
2. Aliran Energi dalam Ekosistem
Aliran energi dalam ekosistem adalah proses berpindahnya energi dari suatu tingkat
trofik ke tingkat trofik berikutnya yang dapat digambarkan dengan rantai makanan atau
dengan piramida biomasa. Ekosistem mempertahankan diri dengan siklus energi dan nutrisi
yang diperoleh dari sumber eksternal. Meskipun sumber energi adalah Matahari cahaya
matahari juga dapat diperoleh setiap makhluk hidup (manusia dan hewan) akan tetapi manusia
dan hewan tentulah tidak akan bisa bertahan hidup hanya dengan cahaya matahari saja. Energi
dalam cahaya harus diubah terlebih dahulu menjadi energi yang berupa materi; dengan kata
lain, energi cahaya harus diubah terlebih dahulu menjadi energi kimia. Pengubahan atau
transformasi itu dilangsungkan dalam tubuh tumbuhan yang mengandung molekul-molekul
yang disebut klorofil. Proses pengubahan tersebut disebut dengan fotosintesis. Dalam proses
itu diperlukan sinar, oleh karena itu ada foto yang berarti cahaya. Dalam proses itu terjadi
penyatuan (sintesis) dua komponen, yaitu air dan karbondioksida, oleh karena itu ada kata
sintesis yang berarti penyatuan atau penggabungan.
Adapun yang dipersatukan ialah air (H
2
O) dan karbondioksida (CO
2
). Yang
menyatukan adalah klorofil dengan bantuan cahaya. Keempat komponen tersebut harus
lengakap dan ada semua; apabila salah satu komponen tidak ada maka proses fotosintesis
tidak dapat berlangsung. Proses fotosintesis tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
6 H
2
O + 6 CO
2
C
6
H
12
O
6
+ 6 O
2

Air karbondioksida karbohidrat oksigen
Dari persamaan kimia ini dapat disimpulkan, bahwa sebelum ada kehidupan, dalam
alam hanya tersedia zat-zat yang lain, seperti hidrogen, besi, magnesium, dan lain-lainnya
lagi. Tumbuhan berklorofil mampu menyusun zat organik karbohidrat dengan sinar. Tanpa
sinar, tak akan terjadi fotosintesis. Jadi di dalam gua yang tak pernah kena sinar atau pantulan
sinar matahari, di situ tak dapat terjadi fotosintesis, dan dengan sendirinya tak ada kehidupan.
Demikian pula di dalam laut yang di luar batas tembus sinar matahari, tak mungkin ada
bentuk kehidupan yang mampu mengadakan fotosintesis.
klorofil
cahaya
Aliran Energi dalam Ekosistem 4

Karbohidrat yang disusun tanaman hijau merupakan bahan dasar untuk penyusunan
lemak, protein, dan macam-macam zat organik yang lain yang diperlukan oleh semua
makhluk hidup. Dalam ekologi, tumbuhan disebut produsen. Fungsi produsen ialah
menyediakan bahan jadi. Semua makhluk hidup yang menggunakan bahan jadi ini disebut
konsumen (Dwidjoseputro, 1990).










Dari bagan di atas, dapt diketahui bahwa sinar matahari diterima oleh
tumbuhan berklorofil untuk fotosintesis, sehingga dapat dihasilkan karbohidrat dan oksigen.
Energi yang dihasilkan oleh tumbuhan berupa energi kimia yang selanjutnya tumbuhan
tersebut dimakan oleh konsumen tingkat I. Tetapi tidak seluruh energi yang semula ditangkap
oleh produsen berpindah ke konsumen tingkat I, melainkan hanya sebagian saja. Hal ini
dikarenakan produsen jga memiliki “aktivitas” yang menyebabkan energi yang dimiliki
produsen sebagian berubah menjadi energi panas. Begitu pula aliran energi yang terjadi dari
konsumen tingkat I ke konsumen tingkat II, ada sebagian energi yang berubah menjadi energi
panas. Hal ini dinyatakan dalam Hukum Thermodinamika :
a. Hukum Thermodinamika I: energi dapat diubah dari suatu bentuk energi menjadi
bentuk energi lain, tetapi energi tidak pernah dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan. Contoh: energi matahari diubah menjadi energi panas atau energi
potensial dalam bentuk makanan.
Jumlah energi dalam alam semesta adalah konstan. Artinya jumlah energi tidak dapat
bertambah atau berkurang.
Aliran Energi dalam Ekosistem 5

b. Hukum Thermodinamika II: setiap terjadi perubahan bentuk energi, pasti terjadi
degradasi energi dari bentuk energi yang terpusat menjadi energi yang terpencar.
Contoh: benda panas pasti menyebarkan panas (energi) ke lingkungan sekitar yang
lebih rendah suhunya.
Ketika produsen dan konsumen mati maka mereka akan diuraikan oleh pengurai.
Energi sedikit demi sedikit akan hilang dari sistem kehidupan. Akhirnya semua energi yang
ditangkap oleh produsen akan kembali ke alam tak hidup. Atau energi juga dapat diubah oleh
pengurai menjadi zat anorganik serta energi panas. Karena panas tidak dapat digunakan dalam
fotosintesis, maka energi mengalir ke luar melalui jaring-jaring kehidupan. Berbeda dengan
energi, zat anorganik atau materi yang dihasilkan oleh pengurai dapat digunakan oleh
produsen. Sehingga dalam ekosistem tidak terjadi daur energi melainkan daur materi (Idjah,
1988).
3. Produktivitas
Setiap ekosistem atau komunitas, atau bagian-bagian lain memiliki produktivitas
dasar atau disebut produktivitas primer. Pengertian produktivitas primer adalah kecepatan
penyimpanan energi potensial oleh organisme produsen melalui proses fotosintesis dan
kemosintesis dalam bentuk bahan-bahan organik dapat digunakan sebagai bahan pangan.
Dalam konsep produktivitas, faktor satuan waktu sangat penting, karena sistem kehidupan
adalah proses yang berjalan secara sinambung. Selain waktu, faktor ruang merupakan faktor
penting yang menentukan produktivitas suatu ekosistem.
Contoh: produktivitas hutan tropis alam di Semenanjung Malaya lebih tinggi
daripada hutan iklim sedang di Inggris. Di Malaya hutan tumbuh sepanjang tahun tanpa waktu
istirahat, sesuai dengan iklim tropis. Di Inggris, hutan hanya pada musim semi dan musim
panas (Riberu, 2002).
4. Daur Biogeokimia
Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa
unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke
dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur ulang materi tersebut melibatkan
makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur biogeokimia. Fungsi daur
biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia
yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen
Aliran Energi dalam Ekosistem 6

abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. Macam-macam daur biogeokmia,
antara lain :
 Daur Air (H
2
O)
Tiap makhluk hidup membutuhkan air. Air merupakan sekitar 70% dari berat badan
tumbuhan maupun hewan (Dwidjoseputro, 1990). Proses fotosintesis oleh tumbuhan hanya
dapat berlangsung jika ada air. Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal
dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap
air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan bumi. Uap
air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk
hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air
tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan air
mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh
tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem
darat. Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan
yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air tanah. Sebagian air
keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke
laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses
Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh
Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.







Aliran Energi dalam Ekosistem 7

 Daur Karbondioksida (CO
2
)
Seperti halnya dengan air, CO
2
mutlak diperlukan dalam fotosintesis. Akan tetapi
CO
2
juga dihasilkan dari proses respirasi. Persamaan kimia dari proses respirasi adalah
sebagai berikut :
C
6
H
12
O
6
+ 6 O
2
6 CO
2
+ 6 H
2
O + energi
karbohidrat oksigen karbondioksida air
Proses respirasi menyebabkan kembalinya CO
2
ke udara. Pembakaran maupun
penguraian sampah dan bahan lain yang mengandung senyawa karbon berarti mengembalikan
CO
2
ke udara. Jadi lewat pabrik-pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, merokok,
CO
2
dapat terlepas ke udara dan dapat digunakan kembali oleh tumbuhan untuk
berfotosintesis.









 Daur Belerang (S)
Tiap makhluk hidup membutuhkan belerang. Unsur ini merupakan komponen
penting dalam banyak protein. Tumbuhan menyerap belerang dalam bentuk sulfat (SO
4
-
)
(Dwidjoseputro, 1990). Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua
mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis
bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan
mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H
2
S). Kemudian H
2
S
Aliran Energi dalam Ekosistem 8

digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan
oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.
Pada awal mulanya belerang terdapat dalam tanah. Gunung berapi mengeluarkannya
sebagai gas dan sebagai zat padat di sekitar kawah. Air hujan mengubah sebagian dari
belerang tersebut menjadi sulfat yang diasimilasi oleh tumbuhan. Sebagian lain terbawa oleh
air hujan yang kemudian mengumpul dalam sungai yang mengalir ke danau atau ke laut, dan
di situ dimanfaatkan oleh hewan dan tumbuhan perairan. Kelebihannya akan mengendap di
dasar danau atau di dasar laut. Kalau dasar itu sangat dalam, sehingga tidak dapat dihunii oleh
makhluk hidup, maka belerang akan menetap di situ dan hilang dari peredaran. Dengan kata
lain, belerang tersebut merupakan sumber daya alam yang tak dapat dipulihkan kembali.
Tumbuhan maupun hewan-hewan perairan yang telah mengandung belerang dapat
tertangkap oleh konsumen-konsumen darat. Kotoran burung laut dapat dijadian pupuk
sehingga belerang pun akan kembali ke tubuh tumbuhan.







 Daur Fosfor (P)
Fosfor merupakan komponen penting dalam senyawa ATP, ADP, dan AMP
(Adenosin Tri Fosfat, Adenosin Di Fosfat, Adenosin Mono Fosfat), yaitu senyawa kimia yang
menyelenggarakan transfer energi dalam sel hidup (Dwidjoseputro, 1990).
Fosfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO
4
3-
). Ion Fosfat terdapat dalam
bebatuan. Adanya peristiwa erosi dan pelapukan menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai
hingga laut membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan sedimen yang
Aliran Energi dalam Ekosistem 9

mengandung fosfat muncul ke permukaan. Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut
dalam air tanah. Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan
karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan
fosfat melalui urin dan feses. Bakteri dan jamur mengurai bahan-bahan anorganik di dalam
tanah lalu melepaskan fosfor kemudian diambil oleh tumbuhan.
Fosfor di laut berasal dari air sungai yang telah melintasi daerah-daerah yang
mengandung fosfor. Fosfat diserap oleh vegetasi laut, terutama fitoplanktonnya
(Dwidjoseputro, 1990). Fitoplankton yang telah menyerap fosfat akan dimakan oleh ikan laut.
Adanya kotoran burung yang berlapis-lapis sejak ribuan tahun sepanjang pantai Chili di
Amerika Selatan. Lapisan kotoran burung pemakan ikan laut ini disebut guano. Guano
tersebut dapat dijadikan pupuk dan dimanfaatkan oleh vegetasi darat.










 Daur Nitrogen (N)
Udara mengandung 79% nitrogen. Kebanyakan nitrogen diasimilasikan tumbuhan
lewat perakaran dalam bentuk nitrat. Adanya petir akan menyebabkan nitrogen bebas (N2) di
udara akan berubah menjadi nitrat sehingga dapat diserap oleh tumbuhan. Akan tetapi ada
beberapa akar tanaman seperti kacang-kacangan yang bersimbiosis dengan mikroorganisme
seperti Rhizobium, Azotobacter , Clostridium pasteurianum , Nostoc , Anabaena sehingga
Aliran Energi dalam Ekosistem 10

tanaman tersebut langsung dapat mengikat nitrogen bebas di udara. Tumbuhan menyusun
protein untuk keperluan sendiri dan untuk keturunannya; protein it disimpan dalam biji dan
bagian-bagian lain. Herbivora mencukupi keperluannya akan protein hanya dari satu sumber
saja, seperti halnya dengan kebutuhannya akan karbohidrat, yaitu dari tumbuhan. Karnivora
dan omnivora memperoleh protein dari daging dan telur hewani. Nitrogen yang telah
diasimilasikan dalam tubuh makhluk hidup pada umumnya berupa protein, akan kembali ke
udara lewat penguraian mikroorganisme.
Penguraian organisme baik tumbuhan maupun hewan yang telah mati akan
menghasilkan amonium. Selanjutnya amonium ini akan diubah menjadi nitrit oleh bakteri
Nitrosomonas, Nitrosococcus dan beberapa spesies lainya. Proses pengubahan amonium
menjadi nitrit disebut nitrifikasi. Sedangkan pengoksidasian nitrit menjadi nitrat dilakukan
oleh Nitrobacter. Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan
menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi. Pada
akhirnya nitrat dan nitrogen yang terlepas akan dapat diserap oleh tumbuhan kembali.


Aliran Energi dalam Ekosistem 11

KESIMPULAN
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan. Energi
tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, energi hanya bisa berubah bentuk dari bentuk
yang satu menjadi bentuk lainnya. Aliran energi dalam ekosistem adalah proses berpindahnya
energi dari suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya. Sumber energi adalah matahari.
Tumbuhan melakukan fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Melalui proses
fotosintesis tersebut akan dihasilkan karbohidrat dan gas oksigen. Karbohidrat dalam
tumbuhan akan sebagian didapatkan oleh konsumen tingkat I, selanjutnya energi dari
konsumen tingkat I akan mengalir ke konsumen tingkat II. Dalam aliran energi, energi yang
dihasilkan oeh produsen tidak sama persis dengan yang diterima oleh konsumen karena baik
produsen maupun konsumen juga menghasilkan energi panas. Apabila produsen dan
konsumen mati maka pengurai akan menguraikan energi kimia yang ada dalam tubuh
produsen menjadi energi panas dan sebagian materi. Hasil penguraian pengurai tidak dapat
digunakan produsen sebagai cahaya dalam fotosintesis.
Daur biogeokimia adalah siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur
kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun
komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. Macam-macam daur
biogeokimia adalah daur air, daur karbondioksida, daur belerang, daur fosfor, serta daur
nitrogen.

Aliran Energi dalam Ekosistem 12

DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D. 1990. Ekologi Manusia dengan Lingkungannya. Jakarta: Erlangga.
Heddy, Suwasono. 1989. Pengantar Ekologi. Jakarta: Rajawali.
Riberu, Paskalis. 2002. Pembelajaran Ekologi. Jurnal Pendidikan Penabur, (Online), 1 (1):
125-132, diakses 20 Januari 2014
Soemarwoto, Idjah. 1988. Biologi Umum I. Jakarta: PT. Gramedia.