LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TANAMAN
“Tanaman C3, C4, dan CAM”
MUHAMMAD GURUH ARIF ZULFAHMI
105040201111091

Jum’at 09.00
Assisten:
Kak Cecilia

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2010




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan tipe fotosintesis, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu
C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif
di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun, tanaman C3 lebih
adaptif pada kondisi kandungan CO
2
atmosfer yang tinggi. Tanaman C3 dan C4 dibedakan
oleh cara mereka mengikatv CO
2
dai atmosfer dan produk awal yang dihasilkan dari proses
asimilasi. Dengan mempelajari perbedaan tanaman C3, C4 dan CAM diharapkan agar yang
nantinya digunakan sebagai dasar dalam mempelajari fisiologi pada tanaman dan proses
budidaya pertanian secara langsung.
1.2 Tujuan
1. Mengetahui definisi dan peran tanaman C3, C4 dan CAM.
2. Mempelajari dan mengetahui perbedaan karakteristik tanaman C3dan C4.
3. Mengetahui karakteristik tanaman CAM.
4. Mempelajari dan mengetahui siklus pada tanaman C3 dan C4










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Tanaman C3
1. Tumbuhan C3 adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan senyawa Phospo
Gliceric Acid yang memiliki 3 atom C pada proses fiksasi CO
2
oleh Ribosa Di
Phospat.
(Anonymous, 2010)
2. Tanaman C3 adalah tanaman yang mempunyai lintasan atau siklus PCR
(Photosynthetic Carbon Reduction) atau sering disebut siklus calvin yang dapat
menghasilkan asam organik yang mengandung 3 atom C dan jaringan yang terlibat
dalam proses fotosintesis adalah jaringan mesofil. Lintasan itu dimulai dari
pengikatan CO
2
dengan RBP dan RuBP
(Sitompul, 1995)
3. C3 is a plant that produces the 3-carbon compound phosphoglyceric acid as the first
stage of photosynthesis
Translate : “C3 adalah tanaman yang memproduksi 3 ikatan karbon yang terdiri dari
asam phosphoglyceris sebagai langkah pertama dalam fotosintesis”
(Anonymous, 2010)
2.2 Definisi Tanaman C4
1. Tumbuhan C
4
dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului siklus Calvin
yang menghasilkan asam berkarbon -4 sebagai hasil pertama fiksasi CO
2
dan yang
memfiksasi CO
2
menjadi APG di sebut spesies C
3
, sebagian spesies C
4
adalah
monokotil (tebu, jagung, dll).
(Anonymous, 2010)
2. Tanaman C4 adalah tanaman yang menghasilkan asam 4 karbon sebagai produk
utama penambahan CO
2
.
(Salisburry, 1998)
3. C4 is a plant that produces the 4-carbon compound phosphoglyceric acid as the first
stage of photosynthesis
Translate : “C4 adalah tanaman yang memproduksi 4 ikatan karbon yang terdiri dari
asam phosphoglyceris sebagai langkah pertama dalam fotosintesis”
(Anonymous, 2010)



2.3 Definisi Tanaman CAM
1. Tanaman CAM adalah tanaman yang dapat berubah seperti tanaman C3 pada saat
pagi hari (suhu rendah) dan dapat berubah seperti tanaman C4 pada siang hari dan
malam hari.
(Gardner, 1991)
2. Tanaman yang Menutup stomata pada siang hari untuk membantu tumbuhan CAM
menghemat air dan mencegah CO2 memasuki daunnya.
(Anonymous, 2010)
3. CAM plants utilize an elaborate carbon fixation pathway in a way that the stomata are
open at night to permit entry of CO
2
to be fixed and stored as a four-carbon acid.
Translate : “Tanaman CAM memanfaatkan penguraian ikatan karbon melalui celah
kecil pada pintu stomata yang membuka pada malam hari untuk memasukkan CO
2

yang diikat dan disimpan sebagai 4 asam karbon.
(Anonymous, 2010)
2.4 Perbedaan Tanaman C3 dan C4
No Pembeda Tanaman C3 Tanaman C4
1 Enzim pada fiksasi CO
2
RuBP karboksilase PEP karboksilase
2 Jalur utama fiksasi CO
2
C
3
C
3
+ C
4

3 Hasil pertama fiksasi CO
2
PGA Oksaloasetat
4 O
2
sebagai penghambat fotosintesis ya Tidak
5 Fotorespirasi Tinggi Rendah
6 Molekul penerima CO
2
RuBP PEP
7 Fotosintesis maksimum 10 – 40 ppm 30 – 90 ppm
8 Suhu opt. Fotosintesa 15 – 30
o
C 30 – 45
o
C
9 Kebutuhan cahaya untuk fotosintesis 10 –40 % chy.
Mthr. Pnh
Cahaya matahari
penuh
10 Reaksi stomata thd CO
2
Kurang peka Lebih peka
(Prasetyo, 2008)
2.5 Karakteristik Tanaman CAM
Tanaman CAM (Crassulation Acid Metabolism Plants) hanya terjadi pada tanaman
succulent yaitu tanaman yang berdaun atau berbatang tebal yang bertranspirasi rendah.
Dalam kondisi kering, stomata stomata pada malam hari akan terbuka untuk
mengabsorbsi CO
2
dan menutup pada siang hari untuk mengurangi transpirasi. Fiksasi
CO
2
tanaman CAM sama seperti tanaman C4, hanya saja terjadinya pada malam hari dan
energi yang dibutuhkan diperoleh dari glikolisis.



Namun dalam kondisi cukup lemah, banyak spesies CAM merubah fungsistomata dan
karboksilasi seperti tanaman C3. Tanaman CAM juga mempunyai metode fisiologis untuk
mereduksi kehilangan air dan menghindari kekeringan.
(Salisburry, 1998)
Berbeda dengan gerakan stomata yang lazim, stomata tumbuhan CAM membuka pada
malam hari tetapi menutup pada siang hari. Pada malam hari jika kondisi udara kurang
menguntungkan untuk transpirasi, stomata tumbuhan CAM membuka, karbondioksida
berdifusi ke dalam daun dan diikat oleh system PEP karboksilase untuk membentuk OAA
dan malat. Malat lalu dipindahkan dari sitoplasma ke vakuola tengah sel-sel mesofil dan
di sana asam ini terkumpul dalam jumlah besar. Sepanjang siang hari stomata mentup,
karena itu berkuranglah kehilangan airnya, dan malat serta asam organic lain yang
terkumpul didekarboksilasi agar ada persediaan karbon dioksida yang langsung akan
diikat oleh sel melalui daur Calvin.
(Anonymous, 2010)
2.6 Siklus pada Tanaman C3 dan C4
 Siklus tanaman C3
Fase I : Fiksasi Carbon.
Siklus Calvin memasukkan setiap molekul CO
2
dengan menautkannya pada
gula berkarbon 5 yang dinamai Ribose bifosfat (RuBP). Enzim yang
mengkatalisis langkah ini adalah RUBISCO. Produknya adalah intermediet
berkarbon 6 yang demikian tidak stabil hingga terurai separuhnya unutuk
membentuk 2 molekul 3-fosfogliserat.
Fase II : Reduksi
Setiap molekul 3-fosfogliserat menerima gugus fosfat baru. Suatu enzim
mentransfer gugus fosfat dari ATP membentuk 1,3-bifosfogliserat menjadi
G3P. G3P ini berbentuk gula berkarbon 3. Hasilnya terdapat 18 karbon
karbohidrat, 1 molekulnya keluar dan digunakan oleh tumbuhan dan 5 yang
lain didaurulang untuk meregenerasi 3 molekul RuBP.
Fase III : Regenerasi RuBP
Dalam suatu rangkaian reaksi rumit, rangkaian karbon yang terdiri atas 5
molekul G3P disusun ulang oleh langkah terakhir siklus Calvin menjadi 3
molekul RuBP. Untuk menyelesaikan ini, siklus ini menghabiskan 3 molekul
ATP , RuBP ini siap menerima CO
2
kembali.



 Siklus tanaman C4
ATP pada jalur ini dihasilkan dalam fosforilasi digunakan untuk mengubah
piruvat menjadi PEP. PEP yang digunakan merupakan molekul atom C, dikarboksilasi
menjadi 3 asam beratom C-4 ( oksaloasetat,malal dan aspartat ). Asam-asam tersebut
ditranslokasikan ke sel-sel seludang ikatan pembuluh untuk menjadi piruvat. Pada
pengubahan menjadi piruvat, sebuah karbon dilepaskan dengan menumbuhkan RuBP
atau menumbuhkan satu molekul 2 karbon menjadi 3 PGA oleh RuBP karboksilase
setelah terbentuk 3-PGA, daur calvin berlangsung. Spesies ini disebut spesies C4
karena hasil pertama fotosintesis dalam mesofil berupa molekul dengan atom 4 atom
C. Jalur ini mengikat CO dengan menggunakan enzim fosfoenol piruvat (PEP)
karboksilase.

(Gardner, 1991)

BAB III
METODOLOGI
3.1 Alat dan bahan
 Alat :
- Mikroskop : untuk mengamati preparat jadi
- Preparat : untuk meletakkan objek pengamatan
- Penutup preparat : untuk menutup preparat
- Pensil : untuk menggambar
- Kamera : untuk memotret hasil amatan
- Silet : untuk memotong daun
 Bahan :
- Daun kacang panjang : sebagai tanaman C3 (sebagai objek pengamatan)
- Daun jagung : sebagai tanaman C4 (sebagai objekpengamatan)
- Air : membasahi preparat
3.2 Diagram alir
Jaringan tanaman
- Tanaman C3
- Tanaman C4
Preparat jadi

Amati dengan mikroskop


Digambar


Hasil
3.3 Analisa perlakuan
Perlakuan pertama kali adalah menyiapkan alat yang akan dilakukan untuk melakukan
pengamatan, setelah itu potong bahan yang sudah dibawa yaitu tanaman kacang dan
tanaman jagung secara tipis agar dapat dilihat dalam mikroskop. Taruh pada kaca preparat
dan amati di bawah mikroskop. Gambar hasil pengamatan dan bandingkan perbedaannya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambar Literatur Tanaman C3 dan C4
Gambar tanaman C4




Gambar tanaman C3






4.2 Gambar Hasil Pengamatan Mikroskop (Hasil Foto dan Gambar)
1. Gambar Foto
 Daun Kacang Panjang

 Daun Jagung

2. Gambar Tangan
 Kacang Panjang





 Jagung








4.3 Pembahasan Perbedaan Anatomi Daun C3, C4, dan CAM
1. Anatomi C3
 Akar
Sel-sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tidak berkutikula. korteks
akar terdiri atas sel-sel parenkim. Pada tanaman dikotil parenkimnya berbentuk
kotak. Tidak mempunyai empulur karena xylem berkembang hingga ke tengah
pusat lingkaran.
 Batang
Bagian batang sebelah luar dibatasi oleh epidermis yang selain berisi sel epidermis
yang khas juga sel penjaga, idioblas, dan berbagai tipe trikom. korteks terdiri dari
berbagai tipe sel daerah terluar dari korteks. tipe berkas pengangkut kolateral
terbuka yaitu diantara xylem danphloem terdapat kambium. tipe stelenya eustele.
 Daun
Sel epidermis atas dan bawah, jaringan tiang (1 lapis ), rambut penutup bersel satu
dengan sistolit, stomata tipe diasitik. selain itu juga terdapat sisik kelenjar tipe
labiatae dan tetes-tetes minyak. tipe daun dorsi ventral, berkaspengangkut tipe
kolateral.
2. Anatomi C4
 Akar
Struktur umum dari bagian luar ke dalam: epidermis (pada akar muda,jika tua
digantikan oleh peridermis beruba jaringan gabus),kadang dijumpai hypodermis
sebagai derivate epidermis,parenkim korteks,selapis sel endodermis, stele dan
berkas pembuluh. Floem dan xylem pada monokotil terletak tersebar dan floem
berada lingkaran luar dari lingkaran xylem dan perkembangan pertumbuhannya
tidak berkembang hingga ke tengah-tengah lingkaran pusat akar sehingga pada
lingkaran pusat dijumpai parenkim empulur..
 Batang
Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang
terdapat stomata,system jaringan dasar berupa korteks dan empulur,dan jaringan
pengangkut (xylem dan floem).Untuk jaringan pengangkut tersusun dalam berkas-
berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang.Di antara berkas-berkas
pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim. Daerah parenkim kortek
banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim penimbun, sel batu
ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir, benda-
benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut)
dan sel sklereida (sel batu) .
 Daun
Secara garis besar daun selalu terdiri dari jaringan epidermis(1), daging daun
(mesofil(2)) dan berkas pengangkut(3). Epidermis daun memiliki banyak variasi
bentuk dan derivatnya. Pada kenampakan melintang, sel epidermis daun yang
terletak paling luar dilapisi oleh selapis kutikula. Mesofil daun yang terdiri dari
sel-sel parenkim, pada tumbuhan monokotil tidak dijumpai adanya differensiasi
spons parenkim dan parenkim palisade seperti halnya pada daun tumbuhan dikotil.
Pada parenkim mesofil banyak ditemukan variasi sel parenkim seperti misalnya:
sel minyak dan sel lendir, demikian pula banyak ditemukan ergastik sel. Pada
kebanyakan ibu tulang daun, berkas pengangkut masih mengikuti tipe berkas
pengangkut batangnya.Xilem dan floem terdapat pada tulang daun.
3. Anatomi CAM
Berdasarkan habitus tanaman, terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis
golongan nanas, yaitu :
1. Cayene (daun halus, tidak berduri, buah besar),
2. Queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut),
3. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil, berduri halus sampai kasar, buah bulat
dengan mata datar)
4. Abacaxi (daun panjang berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).
Ada dua tipe idioblas yang mengandung kristal rafida
1. Berukuran kecil dan rafida tersusun teratur, dan sejajar dengan sumbu sel.
Banyak terdapat pada kulit buah.
2. Lebih besar dan kristal rafida tidak tersusun rapi. Terdapat pada daging buah
sedikit yang ada pada kulit buah.

4.4 Analisa Hasil
Dari hasil pengamatan, perbedaan anatomi pada masing-masing jenis tanaman.
tanaman C3 dan C4 sangatlah berbeda, hal ini disesuaikan dengan fungsi tanaman yang
proses fotosintesis dan proses hidupnya yang berbeda, tanaman C3 anatominya hampir
sama dengan tanaman monokotil, sedangkan tanaman C4 adalah tanaman dikotil.
Perbedaan lain adalah tanaman CAM anatominya hampir sama dengan C4. Tanaman C3
klorofilnya dalam jumlah yang sedikit, dan tidak memiliki ikatan seludang pembuluh
serta klorofil pada ikatan inti tidak berkembang. Tanaman C4 yang digunakan untuk
pengamatan adalah daun tanaman jagung. Pada pengamatan terlihat bahwa tanaman C4
memiliki jumlah klorofil lebih banyak, karena klorofil tidak hanya terdapat pada mesofil.










































BAB V
KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
 Tanaman C3 adalah tanaman yang mula-mula merubah CO
2
menjadi 3 karbon.
 Tanaman C4 adalah tanaman yang jalur fiksasi CO
2
-nya dan pengikat CO
2
-nya adalah
PEP.
 Tanaman CAM adalah tanaman yang yang bisa berubah jadi C3 saat pagi hari dan
berubah C4 pada siang dan malam hari.
 Proses pengikatan CO
2
oleh tanaman C3 terdiri dari :
 Fase karboksilase
 Fase reduksi
 Fase regenerasi
 Fase sintesis produk
 Proses pengikatan CO
2
oleh tanaman C4 terdiri dari :
 Asimilasi CO
2

 Transportasi asam C4
 Dekarboksilase
 Transportasi asam C4
 Perbedaan tanaman C3 dan C4 adalah :
No Pembeda Tanaman C3 Tanaman C4
1 Enzim pada fiksasi CO
2
RuBP karboksilase PEP karboksilase
2 Jalur utama fiksasi CO
2
C
3
C
3
+ C
4

3 Hasil pertama fiksasi CO
2
PGA Oksaloasetat
4 O
2
sebagai penghambat fotosintesis ya Tidak
5 Fotorespirasi Tinggi Rendah
6 Molekul penerima CO
2
RuBP PEP
7 Fotosintesis maksimum 10 – 40 ppm 30 – 90 ppm
8 Suhu opt. Fotosintesa 15 – 30
o
C 30 – 45
o
C
9 Kebutuhan cahaya untuk fotosintesis 10 –40 % chy.
Mthr. Pnh
Cahaya matahari
penuh
10 Reaksi stomata thd CO
2
Kurang peka Lebih peka
 Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat bahwa perbedaan tanaman C3 yaitu
kacang panjang memiliki kerapatan sel yang rendah sehingga klorofilnya juga terdapat
dalam jumlah yang sedikit, dan tidak memiliki ikatan seludang pembuluh serta klorofil
pada ikatan inti tidak berkembang, sedangkan tanaman C4 yaitu jagung memiliki
kerapatan sel tinggi sehingga jumlah klorofil lebih banyak, karena klorofil tidak hanya
terdapat pada mesofil dan pada seludang pembuluh juga.
5.2 Saran
 Tolong assistensi dan reviewnya ditambah agar pendalaman materi lebih optimal.
 Penjelasan sudah bagus, tolong dipertahankan.
 Sampai jumpa di praktikum lain berikutnya.





























Daftar Pustaka
Anonymous.2010.www.google.com/tanaman C3,C4 dan CAM.diakses tanggal 25 November
2010.
Anonymous.2010. fotosintetis@http://thetom022.files.wordpress.com . diakses tanggal 25
November 2010.
Anonymous.2010. www.wikipedia.com/fotosintesis.diakses pada tanggal 25 November 2010.
Anonymous,2010.http://biology-online.org/dictionary/C4-plant. diakses tanggal 25
November 2010.
Anonymous,2010. http://www.biology-online.org/dictionary/CAM-plant. diakses tanggal 25
November 2010.
Anonymous,2010. http://www.answers.com/topic/C3-plant. diakses tanggal 25 November
2010.
Gardner, Franklin. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta
Prasetyo.2008.Tanaman Budidaya dan Macamnya.UGM Press.Yogyakarta
Salisburry, Frank B. 1998. Photosynthesis 6
th
Edition. Cambridge University Press. London
Sitompul, SM. 1995. Fisiologi Tanaman Tropis. Universitas Mataram. Lombok.

Related Interests