Metode Berenang Gaya Bebas Dengan cara Cepat

Selasa, 29 Oktober 20130 komentar
Ada beraneka ragam gaya berenang yang bisa Anda praktikkan sbg pemula, salah nya ialah berenang gaya
bebas. Renang gaya bebas benar-benar ditujukan buat banyak pemula yang pingin belajar berenang tiada
terikat oleh tehnik tehnik spesifik. Butuh kesabaran serta ketekunan agar bisa mahir dalam berenang
serta dibawah ini merupakan anjuran yang bisa Anda aplikasikan buat belajar berenang dengan gaya
bebas. Tehnik berenang dengan gaya bebas sanggup dibagi jadi 3 sisi yakni gerakan kaki, gerakan tangan
serta gerakan gabungan tangan, kaki serta mengambil nafas. Dibawah ini bakal diterangkan tiap-tiap
tehnik buat mendalami berenang dengan gaya bebas.

Tehnik buat lakukan berenang dengan gaya bebas
1. Gerakan kaki. Pelajaran pertama yang perlu dipraktikkan merupakan menggerakkan kaki ke arah
atas serta bawah seperti jalan kaki dengan cara bertukaran. Dalam gerakan ini, kaki serta paha
kudu dalam posisi lurus serta lutut tak bisa ditekuk. Ulangilah gerakan ini dengan cara berulang-
ulang sbg basic buat berenang dengan gaya bebas.
2. Gerakan tangan. Gerakan pada tangan ini dibagi jadi 5 category. Category pertama yakni posisi
awal di mana posisikan ke dua tangan lurus diatas kepala. Upayakan telapak tangan dalam posisi
berdekatan akan tetapi tak hingga melekat. Sesudah posisi ke dua tangan udah diatas kepala,
tarik tangan kiri Anda ke bawah hingga ke belakang. Lantas, angkat tangan kiri keluar dari
permukaan air. Dalam posisi ini, ayunkan tangan kiri itu ke depan sejauh bisa saja yang Anda
dapat. Kala tangan kiri diangkat dari permukaan air, gerakkan tangan kanan Anda ke bawah
hingga belakang maka bakal ada gilirian pada tangan kiri ke atas serta tangan kanan ke bawah
etc.
3. Jari-jari tangan. Jangan sempat Anda buka jari-jari tangan Anda, dikarenakan hal tersebut bakal
kurangi gaya dorong yang timbul. Yang benar, rapatkanlah kedua-duanya, kala tangan Anda
lakukan kayuhan serta ekstensi. Salah satu kala di mana Anda tak kudu mengerjakannya
merupakan kala tangan Anda lakukan recovery.
4. Tehnik berenang gaya bebas yang seterusnya merupakan gerakan gabungan tangan, kaki serta
mengambil nafas. Pengambilan nafas ini dilaksanakan kala tangan kiri Anda ayunkan ke depan
buat masuk ke dalam air kembali. Pada waktu ini, tangan kanan naik ke permukaan air. Gerakan
itu diikuti dengan gerakan kepala ke kanan buat mengambil nafas diatas permukaan air. Gerakan
pengambilan nafas ini sanggup Anda kerjakan seperti dengan kenyamanan Anda baik dengan
menggerakkan kepala ke kiri atau kanan.
5. Jalankan kayuhan dimulai dari kala selesainya ekstensi s/d tangan Anda melampaui segi paha
Anda. Jangan sampai sekali-kali keluarkan tangan Anda saat sebelum tangan Anda menyentuh
segi paha Anda, walaupun Anda kelelahan.



Tak hanya tehnik berenang gaya bebas diatas, Anda dapat juga mengaplikasikan sebagian
panduan di bawah ini :
1. Saat tengah mengambil nafas atau saat tengah lakukan gerakan lain, upayakan kaki Anda untuk
selalu bergerak. Tak hanya kaki yang selalu bergerak, tangan kanan serta kiri juga upayakan
untuk selalu bergerak dengan cara bertukaran.
2. Lalu, waktu mengambil nafas, gerakkan kepala Anda kembali ke dalam air dengan cara cepat
serta tak perlu menanti gerakan tangan kanan atau kiri hingga usai.
3. Paling akhir, untuk mempercepat gerakan berenang gaya bebas dianjurkan untuk mengambil
nafas sesudah 2 atau 3 kali gerakan tangan.
sumber : sebug123.blogspot.com
http://www.portalrenang.com/2013/10/metode-berenang-gaya-bebas-dengan-cara.html



Seperti kebanyakan orang tahu, teknik renang gaya bebasadalah teknik renang dengan stroke (kayuhan tangan)
tercepat, stroke paling efisien, karena tubuh mempertahankan posisi streamline dengan lengan dan kaki yang
mampu menghasilkan kekuatan pendorong yang konstan. Lengan melakukan tindakan bolak sedangkan kaki
melakukan gerakan mengibaskan naik turun terus menerus.

Berikut adalah gerakan yang benar dalam mempraktekkan teknik renang gaya bebas :

 Posisi Tubuh
Posisi tubuh perlu dirampingkan dan terus ' streamline ' dengan lengan memanjang di atas kepala untuk
memperpanjang tubuh lebih jauh. Bagian belakang dan kaki yang tetap lurus kecuali saat tendangan flutter.




 Posisi Kepala
Garis air harus bertemu di atas kepala dan kepala harus tetap turun di setiap saat. Mata harus melihat ke dasar
kolam dan tidak maju. Melakukan hal ini akan menjaga tubuh ramping dan mengurangi resistensi frontal. Jika kepala
adalah melihat ke depan, kaki, pinggul dan dada akan tenggelam, meningkatkan resistensi frontal.

 Body roll
Body roll dimulai dengan tindakan lengan. Seluruh tubuh berputar sepanjang sumbu panjang ketika tangan
memasuki air di depan kepala. Tindakan bergulir meningkatkan kekuatan stroke dengan menggunakan inti (perut)
otot ke stroke. Pinggul dan bahu harus tetap sejalan saat tubuh berputar. Teknik renang gaya bebas dianggap
sebagai teknik berenang dengan bergantian dari sisi ke sisi, tidak berenang di depan Anda.

 Hand Entry (posisi tangan)
Tangan harus dimasukkan ke air tepat di posisi depan kepala dan antara garis tengah tubuh dan garis paralel dari
bahu. Bagian pertama dari lengan untuk masuk harus menjadi ujung jari, dan siku harus tetap lebih tinggi dari lengan
bawah dan tangan. Lengan bawah harus sekitar 30 derajat dengan air. Lengan harus sekitar 2/3 diperpanjang ketika
tangan memasuki air. Sisa ekstensi terjadi setelah air masuk.

Tangan harus terus menyapu ke bawah menuju garis tengah tubuh dan kemudian ke atas dan dekat dengan dada
bagian bawah. Tangan harus mempercepat seluruh seluruh fase tarik untuk mendapatkan kecepatan maksimum.

Tahap terakhir adalah pendorong menyapu tangan ke belakang, ke atas dan keluar.

 Posisi Kaki
Posisi Kaki dimulai dari pinggul dan otot-otot kaki bagian atas. Kaki tetap terutama sejalan dengan tubuh dengan
pergelangan kaki tertekuk tapi santai sehingga jempol kaki pada setiap kaki harus berubah terhadap satu sama lain.
Fleksibilitas dan kaki longgar dan pergelangan kaki adalah cara terbaik untuk teknik menendang mudah dan efisien.

Ada dua kecepatan menendang dikenal sebagai enam-beat dan tendangan dua-beat. Tendangan enam-beat adalah
ketika perenang melakukan tiga denyut per langkah ke bawah lengan. Tendangan Dua-beat adalah ketika perenang
melakukan satu ketuk ke bawah per langkah lengan. Kedua tendangan yang menguntungkan di kanan mereka
sendiri. Tendangan enam-beat memberikan kecepatan lebih sementara tendangan dua-beat yang lebih hemat energi
dan lebih baik untuk jarak yang lebih jauh.

 Pernafasan
Pernapasan harus menjadi bagian dari body roll. Wajah harus berbelok dengan tubuh dan bernapas ketika tangan
berlawanan memasuki air. Nafas ketika tangan ini mendorong kembali dan lengan yang berlawanan Anda sudah
mulai pulih. Wajah harus kembali menjadi air sementara lengan pemulihan bergerak melewati wajah.

http://panduanolahraga.blogspot.com/2013/05/mengenal-teknik-renang-gaya-bebas.html




Gaya bebas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Perenang gaya bebas sedang mengambil napas.
Gaya bebas (bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke
permukaan air. Kedua belah lengansecara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan
mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke
bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan
dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke
samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan.
Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat
tubuh melaju lebih cepat di air.
Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang
Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya
bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung,
atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang
lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang
gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.





Sejarah[sunting | sunting sumber]
Manusia sudah berenang gaya bebas sejak zaman kuno. Di dunia Barat, gaya bebas pertama kali
dilombakan tahun 1844 di London. Perenang dari suku Indian dengan mudah mengalahkan
perenang Inggris.
[1][2]
Walaupun demikian, pria Inggris waktu itu menganggap gaya bebas tidak
elegan, karena banyak memercikkan air ke sana ke mari. Dalam lomba renang, perenang Inggris
tetap mempertahankan gaya dada.
[2]

Sewaktu pergi ke Argentina antara tahun 1870 dan 1890, pelatih renang John Arthur
Trudgen mempelajari gaya bebas dari penduduk asli Amerika Selatan. Berbagai sumber menyebut
angka tahun yang berbeda-beda, namun tahun 1873 adalah angka tahun yang paling sering
dikutip.
[1]
Namun di Inggris Trudgen memakai gerakan kaki menggunting seperti gaya samping dan
bukan gerakan kaki lurus melecut naik turun seperti gaya bebas yang dikenal orang sekarang ini.
Gaya renang campuran yang diperkenalkan oleh Trudgen disebut gaya trudgen.
[3]

Gaya trudgen dikembangkan oleh perenang Australia Richmond (Dick) Cavill
[3]
, putra dari instruktur
renang Inggris "Profesor" Frederick Cavill yang menetap di Australia sejak 1879. Frederick Cavill
memiliki enam anak laki-laki
[4]
yang semuanya perenang mahir, Ernest, Charles, Percy, Arthur
(Tums), Sydney, dan Richmond (Dick).
[5]
Ketika Dick dan "Tums" sedang mengembangkan gaya
trudgen, mereka berdua melihat Alick Wickham yang berenang dengan gerakan kaki lurus melecut
naik turun. Wickham adalah orang Kepulauan Solomon yang tinggal di Sydney. Dalam Kejuaraan
Renang Internasional 1902, Richard Cavill memenangi lomba renang 100 yard dengan catatan
waktu 58,8 detik. Ketika ditanya nama gaya renang yang dipakainya, menurut salah satu dari
anggota keluarga Cavill, "seperti merangkak (crawl) di dalam air". Di kemudian hari, gaya renang
yang dikembangkan Cavill disebut gaya krol (crawl).
[4]

Pada 1905, setelah bertemu dengan perenang Australia Barney Kieran yang mengadakan tur di
Inggris pada 1905, perenang gaya trudgen asal Amerika Serikat Charles Danielsmemutuskan untuk
menguasai gaya krol Australia yang dipelajarinya dari Kieran.
[6]
Gaya krol Australia diubah sedikit
oleh Daniels menjadi gaya bebas seperti dikenal orang sekarang.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_bebas


Gaya Renang dan Istilah Asingnya
Sabtu, 01 Maret 20140 komentar
Berbicara gaya renang dan istilah asingnya di dunia, tentulah membicarakan mengenai beragam
gaya yang ada dalam cabang olahraga air tersebut. Mulai dari gaya bebas, hingga gaya indah yang
digunakan untuk perlombaan, serta pula beragam gaya lainnya. Bila anda belum memahami
mengenaigaya renang ini, silahkan menyimak uraian informasi berikut ini.


Gaya Renang dan Istilah Asingnya di Dunia

Gaya renang berikut ini sangat populer di masyarakat Indonesia maupun dunia. Sehingga, mungkin
setiap orang yang bisa berenang akan berusaha untuk menguasai macam-macam gaya tersebut. Apa
saja?
 Gaya Bebas atau Crawl Stroke. Gerakan kaki ke atas/ bawah dalam posisi lurus. Sedangkan
tangan bergerak dari depan ke belakang, kemudian diangkat di permukaan air secara bergantian.
 Gaya Kupu-Kupu atau Buterfly Stroke. Gerakan tangan memutar tapi tetap terletak di bagian
samping badan. Sedangkan kaki ditekuk untuk menghentakkan badan ke depan.
 Gaya Punggung atau Back Crawl Stroke. Perenang harus telentang dan tidak bisa melihat depan.
Adapun teknik gerakannya sama dengan gaya bebas.
 Gaya Dada atau Breast Stroke Teknik renang gaya ini adalah yang paling mudah. Tangan
digerakkan melingkar dari depan ke belakang, kemudian kaki ditekuk dan dihentakkan lurus.

Itulah beragam Gaya Renang dan Istilah Asingnya, yang lazim kita temukan dalam berbagai aktifitas
olahraga renang, umumnya dalam kompetisi resmi.
http://www.portalrenang.com/2014/03/gaya-renang-dan-istilah-asingnya.html







Renang Gaya bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah
tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua
belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya
bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke
luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas,
perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya,
gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya
bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang
dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang,
baik yang sudah terlatih maupun para pemula

Fase gerakan dalam renang gaya bebas (Freestyle):

 Tahap menangkap (Catch phase), dimana Anda meletakan tangan anda kedalam air dan menangkap
air dengan tangan Anda. Pada titik ini anda harus memulai memutar kepala.
 Fase menarik (Pull phase), dimana Anda menarik air yang tertangkap melewati bahu Anda. pada
posisi ini kepala harus dalam posisi yang benar untuk mengambil nafas.
 Fase dorongan (Push phase), dimana anda mendorong air yaitu setelah melewati bahu Anda, setelah
fase tarikan selesai. pada fase ini Anda harus memanfaatkan untuk mengambil keuntungan penuh
pada fase ini untuk mengambil nafas dari udara.
 Tahap Pemulihan (Recovery phase), yaitu tahapan dimana lengan keluar dari air setelah penuh
melakukan tahapan dorongan sampai pinggul, dan kembali keposisi awal lagi atau fase menangkap
lagi. Pada tahap ini kepala anda seharusnya sudah menghadap kebawah air dan mulai membuang
banyak gelembung udara.



Teknik
Teknik yang benar adalah hal terpenting ketika Anda berenang, bahkan juga ketika Anda melakukan
cabang olahraga lainnya. Dalam renang, teknik yang salah akan membuat Anda kehilangan efisiensi,
lambat, dan cepat capek.

1. Gerakan kaki
Gerakkan kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan kaki),
tetapi antara kaki dan paha dengan posisi lurus atau dengkul tidak boleh ditekuk. Gerakan ini
dilakukan terus menerus.

Perhatian !
Aturan paling penting yang harus diingat adalah ketika menggerakkan kaki, gerakannya berpusat dari
paha sama ketika kita berjalan kaki didarat (lutut dan pergelangan kaki rilex mengikuti).
Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh
ditekuk. Jadi yang bergerak bukan lutut/kaki, melainkan pangkal paha/pinggul

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan agak berdekatan, tetapi tidak
perlu menempel)
b. Kemudian tarik tangan kiri ke bawah, terus ditarik sampai ke belakang.
c. Kemudian angkat tangan kiri keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kiri tersebut sejauh
mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kiri agak ditekuk di dekat
telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke permukaan
air).
d. Pada waktu tangan kiri diangkat keluar dari permukaan air, langsung gerakkan dan tarik tangan
kanan ke bawah sampai ke belakang -sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah b-.
e. Kemudian angkat tangan kanan keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kanan tersebut
sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kanan agak ditekuk di
dekat telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke
permukaan air)-sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah c-.
f. Ulangi langkah b – e di atas

Jadi urutan gerakan tangan gaya bebas :
- Posisi awal kedua tangan lurus ke depan
- tarik tangan kiri mengayuh ke bawah sampai ke belakang
- setelah tangan kiri selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan kiri tersebut ke atas
permukaan air dan ayunkan tangan kiri sejauh mungkin ke depan
- tarik tangan kanan mengayuh ke bawah sampai ke belakang
- setelah tangan kanan selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan ke atas permukaan air
dan ayunkan tangan kanan sejauh mungkin ke depan
- begitu seterusnya
Perhatian !
Tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian. Ketika tangan kiri selesai mengayuh dan mulai
diangkat keluar dari dalam air, tangan kanan langsung masuk ke dalam air dan mengayuh ke
belakang, begitu seterusnya.
3. Cara Bernafas
Diantara empat gaya renang yang ada (gaya dada, gaya bebas, gaya kupu-
kupu, dan gaya punggung), yang paling sulit cara bernafasnya adalah gaya
bebas. Dalam gaya dada dan gaya kupu-kupu, bernafas bisa dilakukan dengan
mudah karena ada saat dimana kepala kita seluruhnya berada diatas permukaan
air. Bernafas dalam gaya punggung juga tidak sulit karena kepala dan tubuh kita
menghadap dengan bebas ke arah langit. Adapun dalam gaya bebas, kepala kita
tidak boleh sepenuhnya menyembul dari permukaan air. Inilah yang menjadikan
bernafas dalam gaya bebas terasa lebih sulit. Namun jika sudah biasa, tidak
akan ada lagi hal yang sulit.
Mengambil (menghirup) nafas dalam gaya bebas kita lakukan semenjak 2/3
kayuhan tangan kita, dan kita akhiri pada saat tangan kita kembali masuk
kedalam air. Kita ambil contoh mengambil nafas ke sisi kiri. Pada saat kayuhan
tangan kiri kita sejajar dengan dada, akan timbul gaya angkat pada sisi kiri tubuh
kita. Akibatnya, tubuh pun akan miring menghadap ke sisi kiri. Pada saat itulah
kita mulai mengambil nafas. Dan kemiringan tubuh kita dengan sendirinya akan
membantu wajah kita untuk bisa menyembul keatas permukaan air dengan
mudah dan alami.

Pada saat wajah Anda kembali terbenam kedalam air, keluarkanlah udara
dengan santai dari hidung Anda. Ini akan menimbulkan gelembung-gelembung
air yang keluar dari hidung Anda.
Kesalahan pengambilan nafas sering terjadi. Ketika perenang mempertahankan
posisi untuk mendapatkan udara yang banyak. Untuk menangani masalah ini
disarankan seorang anak untuk menahan lengan mereka lebih lama lurus
dibelakang dan lengan yang lain yang berada didepan juga menahan lama lurus
didepan. Posisi kepala disarankan untuk tetap menempelkan telinga mereka di
lengan yang berada didepan. Kemudian pada waktu melakukan ambil nafas
disarankan memutar kepala bersamaan dengan lengan pada waktu melakukan
tarikan dan dorongan dibawah air sehingga tidak terlambat untuk melakukan
teknik bernafas. Jadi pada waktu mengambil nafas yaitu pada waktu sebelum
lengan melakukan fase pemulihan (recovery).
Lalu kapan kita mengambil nafas? Untuk renang jarak jauh semisal 1500 meter,
beberapa perenang hebat seperti Grant Hackett mengambil nafas setiap dua
kayuhan sekali. Ini artinya hanya berselang satu kayuhan saja, dan karenanya
bernafasnya pun hanya ke satu sisi saja: ke kiri saja atau ke kanan saja.
Namun ada juga beberapa perenang yang mengambil nafas setiap tiga kayuhan
sekali. Ini artinya pengambilan nafas akan dilakukan bergantian ke kiri dan ke
kanan. Cara bernafas seperti dikenal sebagai bilateral breathing. Lalu mana
yang lebih baik antara mengambil nafas ke satu sisi saja atau mengambil nafas
ke dua sisi secara bergantian? Jawabannya, suka-suka Anda. Lakukanlah yang
menurut Anda lebih rileks, santai, nyaman dan cocok untuk Anda. Jadi yang
terpenting, Anda merasa nyaman ketika bernafas.
Meski demikian, banyak perenang sprint gaya bebas (50 meter atau 100 meter)
yang berusaha semaksimal mungkin untuk menahan nafas mereka selama
balapan. Mereka hanya mengambil nafas ketika betul-betul memerlukannya. Hal
tersebut dilakukan agar tidak terjadi pengurangan kecepatan yang biasanya
terjadi ketika seorang perenang gaya bebas sedang mengambil nafas.
4. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Pengambilan nafas dilakukan ketika tangan kiri
sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air, sedangkan tangan kanan akan naik
ke permukaan air. Pada saat itulah, gerakkan kepala ke kanan untuk ambil nafas.
Begitu juga bila Anda lebih suka bernafas ke kiri, yaitu dilakukan ketika tangan kanan sedang
diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air dan tangan kiri akan naik ke permukaan air.
Ketika mengambil nafas, kepala jangan diangkat ke atas, melainkan hanya menoleh ke samping
kanan (atau boleh juga ke kiri ...pilih salah satu yang menurut Anda lebih nyaman)

Teknik yang Lebih Sempurna
Berikut ini beberapa kunci penting untuk memperagakan renang gaya bebas secara lebih sempurna.
Body Streamline
Pertama dan yang paling utama, Anda harus senantiasa berada dalam posisi streamline selama
berenang. Posisi streamline akan meminimalkan tahanan air. Tubuh Anda harus streamline mulai dari
ujung jari tangan Anda sampai ujung jari kaki Anda. Dan agar posisi streamline ini bisa tercapai setiap
saat, maka yang harus Anda lakukan adalah:
1. Posisi kepala Anda harus streamline dengan badan. Telinga Anda harus segaris dengan badan Anda.
Caranya, selama berenang, celupkan kepala kedalam air. Hadapkan wajah ke dasar kolam, dengan
pandangan mata ke bawah, sedikit kedepan. Demikian pula sewaktu mengambil nafas, jangan
mengangkat kepala. Cukup mulut Anda berada diatas permukaan air, dan satu telinga Anda tetap
tercelup kedalam air. Jika kedua telinga keluar dari air, berarti salah.
2. Sewaktu ekstensi, lengan Anda harus berada dalam posisi horizontal kearah depan. Jangan sampai
lengan Anda turun. Jadi, ketika satu lengan Anda melakukan catch, pull, dan recovery, lengan Anda
yang lain tetap rata dengan permukaan air.
3. Jangan menekuk tungkai. Gerakan kaki Anda berasal dari paha, bukan hanya gerakan betis Anda.
Yang juga penting adalah untuk mengunci punggung kaki Anda agar segaris dengan tungkai Anda
(seperti yang biasa dilakukan oleh seorang penari balet atau seorang pesenam).
Body Rotation
Selama berenang gaya bebas, tubuh Anda harus bisa menyerupai balok kayu yang oleng ke
kiri dan ke kanan, terhadap sumbu aksialnya. Dan keolengan tubuh ini tidak hanya terjadi pada dada
Anda, tetapi semua bagian tubuh Anda. Mulai dari kepala, dada, perut, pinggang, dan tungkai.
Sewaktu lengan kiri Anda berekstensi, tubuh Anda miring ke kanan, tubuh bagian kanan naik.
Sebaliknya, sewaktu lengan kanan Anda berekstensi, tubuh Anda miring ke kiri, tubuh bagian kiri
Anda naik. Ayunan tungkai Anda juga harus mengikuti keolengan ini. Untuk mudah melakukan hal ini,
latihlah tungkai Anda untuk bisa melakukan ayunan kaki menyamping.
Dengan body rotation yang sempurna, Anda pun akan mudah dalam mengambil nafas. Anda
tidak perlu menolehkan kepala untuk mengambil nafas. Anda cukup memanfaatkan keolengan tubuh
Anda untuk mengambil nafas. Ingat, Anda tidak perlu mengeluarkan kepala Anda terlalu banyak
keatas permukaan air. Keluarkan sedikit saja, sesedikit mungkin, yang penting sudah bisa untuk
mengambil nafas.

Efisienkan Fase Ekstensi
Anda akan bisa menambah efisiensi gaya bebas Anda, atau dengan kata lain, menambah jarak per
langkah, dengan cara meluncur (gliding) sewaktu fase ekstensi. Seusai pull, lengan Anda langsung
melakukan recovery. Nikmati recovery, dan pada saat yang sama lengan ekstensi Anda lurus ke
depan, rata dengan permukaan air, seolah-olah hendak meraih benda yang jauh yang ada di depan
Anda. Saat inilah tubuh Anda meluncur dalam posisi badan sedikit oleng.
Efisienkan Kayuhan
Kayuhan adalah sumber utama propulsi (gaya dorong) Anda. Karena itu, mengefisienkan gerakan ini
sangatlah penting. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Lengan pengayuh. Ada dua cara untuk menggerakkan lengan pengayuh, atau kombinasi diantara
keduanya.
Yang pertama adalah dengan gerakan S. Caranya pertama-tama gerakkan tangan kearah luar, lalu
masuk ke arah perut, dan lalu keluar lagi ke sisi paha. Ini adalah cara yang lebih tradisional.
Cara yang kedua adalah dengan gerakan high-elbow catch. Yaitu dengan menjaga lengan atas
senantiasa tinggi, dan tidak turun (drop). Caranya adalah dengan menjaga agar lengan atas Anda
senantiasa berjauhan dengan ketiak Anda. Yang paling ideal barangkali adalah gabungan dari
keduanya. Maksudnya, catch dilakukan dengan high-elbow, lalu pull dilakukan dengan menggerakkan
lengan kearah perut, lalu keluar menuju sisi paha, sehingga membentuk huruf S.
2. Jari-jari tangan. Jangan sampai Anda membuka jari-jari tangan Anda, karena hal itu akan mengurangi
gaya dorong yang timbul. Yang benar, rapatkanlah satu sama lain, ketika tangan Anda melakukan
kayuhan dan ekstensi. Satu-satunya saat dimana Anda tidak harus melakukannya adalah ketika
tangan Anda melakukan recovery.
3. Lakukan kayuhan mulai dari saat berakhirnya ekstensi sampai dengan tangan Anda melampaui sisi
paha Anda. Jangan sekali-kali mengeluarkan tangan Anda sebelum tangan Anda menyentuh sisi paha
Anda, meskipun Anda kelelahan.
High Elbow Recovery
Sebetulnya, tidak ada cara yang baku untuk melakukan recovery. Namun, cara yang paling tradisional
dan yang paling disarankan adalah dengan metode high-elbow recovery. Maksudnya, selama gerakan
recovery, sikut Anda adalah titik tertinggi dari lengan Anda. Dengan metode ini, Anda akan terhindar
dari over-reach atau over-extension.
Gerakan Kaki
Sebetulnya gerakan kaki gaya bebas ada dua macam: gerakan kaki untuk tujuan sprint, dan gerakan
kaki untuk distance-swimming. Untuk sprint, Anda akan menggerakkan kaki Anda dengan frekuensi
yang lebih tinggi, untuk menambah gaya dorong Anda. Namun pada distance-swimming, gerakan kaki
Anda pada dasarnya hanya berfungsi untuk menjaga agar bagian bawah tubuh Anda tetap
mengapung rata dengan permukaan air (steramline). Untuk itu, Anda menggerakkan tungkai Anda
dengan santai. Apapun jenis gerakan kakinya, ada satu hal yang harus Anda perhatikan: jangan
menekuk lutut Anda, dan jangan mengayunkan tungkai Anda terlalu lebar. Anda sama sekali tidak
perlu mengayunkan kaki Anda terlalu lebar karena hal itu sama sekali tidak bermanfaat, dan hanya
akan buang-buang tenaga saja.

Kunci Renang Gaya Bebas yang Efisien
Efisien maksudnya Anda berenang dengan cepat namun dengan tenaga yang sehemat
mungkin, sehingga Anda bisa menempuh jarak yang jauh dalam waktu yang relatif singkat.
Ada beberapa kunci untuk bisa berenang gaya bebas secara efisien. Filosofi dari semua kunci
tersebut hanya ada dua: memperbesar gaya dorong (propulsi) dan memperkecil tahanan air (drag).
Jika Anda memperbesar gaya dorong, Anda bisa berenang lebih efisien hingga 30 persen. Sedangkan
jika Anda memperkecil tahanan air, Anda bisa berenang lebih efisien hingga 70 persen. Dari sini jelas
terlihat bahwa memperkecil tahanan air ternyata jauh lebih penting.
Untuk memperkecil tahanan air, ada beberapa kunci:
Pertama, body streamline. Masukkan kepala kedalam air dan arahkan pandangan ke dasar kolam,
maka tungkai Anda akan bisa mengapung dengan mudah.
Kedua, jadikan tubuh Anda lebih panjang. “Perahu yang panjang bergerak lebih cepat.” Cara agar
tubuh Anda bisa menjadi lebih panjang adalah dengan menyorongkan lengan ekstensi Anda sejauh-
jauhnya ke depan. Jadi, begitu tangan Anda entry ke air, jangan langsung mengayuh, tapi julurkan
beberapa lama sejauh mungkin ke arah depan.
Ketiga, miringkan tubuh Anda (body rolling) ke sisi kiri dan ke sisi kanan. Kemiringan ini bukan hanya
dada, akan tetapi seluruh tubuh. Tahanan air akan lebih kecil ketika tubuh Anda dimiringkan,
dibandingkan jika Anda senantiasa berenang diatas perut Anda.
Adapun untuk memperbesar gaya dorong, beberapa kuncinya adalah sebagai
berikut. Pertama, lakukan kayuhan “high-elbow”, yakni dengan tetap menjaga lengan atas tinggi
ketika mengayuh.
Kedua, lakukan kayuhan secara penuh, yakni mulai dari ekstensi sampai dengan melewati sisi paha
Anda.
Ketiga, rapatkan jari-jari tangan Anda. Kecuali ibu jari yang boleh saja sedikit direnggangkan dari jari
telunjuk. Meski jari-jari tangan dibuat rapat, namun harus tetap rileks. Tidak boleh tegang. Rileks dan
rasakan airnya.
Keempat, ciptakan akselerasi sebesar mungkin saat mengayuh. Artinya, dimulai dari pelan kemudian
digerakkan secepat-cepatnya.
Disamping itu, ada beberapa kunci yang lain agar renang gaya bebas Anda bisa
efisien. Pertama, bernafaslah dengan ritmis. Dengan kata lain, jaga ritme pernafasan. Dan sebisa
mungkin lakukan pernafasan dua sisi (bilateral breathing), yakni dengan mengambil nafas setiap 3
kayuhan sehingga akan berganti-ganti ke sisi kiri dan ke sisi kanan. Dengan pernafasan dua sisi,
diharapkan tubuh Anda akan lebih seimbang antara kiri dan kanan.
Kedua, biarkan lengan recovery Anda benar-benar rileks dan beristirahat. Dengan demikian, Anda
senantiasa memberikan istirahat kepada otot-otot Anda.
Ketiga, berenanglah dengan rileks dan santai. Utamakan jarak per langkah, yakni jarak yang bisa
Anda lalui dalam satu langkah.
Keempat, Anda tidak harus menggerakkan kaki terlalu cepat. Gerakkanlah kaki seperlunya, sekadar
untuk mengimbangi gerakan tubuh lainnya. Kecuali pada perlombaan sprint, Anda bisa mempercepat
gerakan kaki Anda untuk menambah gaya dorong.






Tips :
 Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti), walau ketika sedang mengambil nafas.
 Tangan kanan dan kiri bergerak terus secara bergantian (tanpa jeda /istirahat).
 Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi seolah-olah
ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dulu.
 Ketika kepala menoleh ke kanan (atau ke kiri) untuk mengambil nafas, kemudian langsung secepatnya
gerakkan kembali kepala ke dalam air. Jangan menunggu gerakan tangan kanan (tangan kiri) selesai.
 Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan nafas dilakukan setelah
2 - 3 set gerakan tangan. Jadi jangan sekali gerakan tangan langsung mengambil nafas.

Perlengkapan
Perlengkapan renang yang biasa digunakan untuk belajar gaya bebas:
 Papan Pelampung
 Hand Paddle
Kesalahan
Kesalahan pertama, wajah berada diatas air. Jika Anda melakukan hal ini, maka bagian
bawah badan Anda akan cenderung untuk turun ke bawah, sehingga tahanan air akan membesar.
Akibatnya, kecepatan Anda akan berkurang. Solusinya, benamkanlah wajah Anda kedalam air, dengan
wajah menghadap ke bawah agak ke depan (membentuk sudut 45 derajat, menyerupai lampu senter
yang sedang menyorot).
Kesalahan kedua, kepala terangkat dari permukaan air ketika mengambil nafas. Ini akan
merusak keseimbangan dan irama Anda. Solusinya, cukup tolehkan kepala Anda ke samping, dengan
satu telinga Anda tetap tercelup didalam air.
Kesalahan ketiga, lutut tertekuk ketika kedua kaki mengayun. Akibatnya, tubuh Anda tidak
lagi streamline alias lurus sejajar permukaan air. Tahanan air pun akan membesar dan kecepatan
Anda akan berkurang. Solusinya, ayunkan kaki mulai dari paha. Jangan tekuk lutut Anda.
Kesalahan keempat, kesalahan gerakan tangan. Perlu diketahui, gerakan tangan inilah
sumber gaya dorong (propulsi) yang paling utama, bukan gerakan kaki Anda. Gerakan kaki, meski
juga menimbulkan gaya dorong, pada dasarnya hanyalah untuk menjaga agar tubuh bagian bawah
tidak jatuh kebawah, atau dengan kata lain tetap lurus dengan tubuh bagian atas, dan juga untuk
menjaga keseimbangan tubuh selama berenang.

http://littleprincessaurel.blogspot.com/2013/02/renang-gaya-bebas.html





Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Dan Renang Gaya Dada Olahraga renang sangat digemari anak-
anak. Banyak anak-anak yang mengikuti klub renang. Namun, apakah kamu tahu bahwa bayi yang tidak
diajarkan renang ternyata dapat melakukan renang di air? Pada dasarnya manusia dapat berenang,
karena selama di dalam rahim ibu, bayi berada dalam cairan ketuban. Sehingga, jangan heran jika bayi
yang baru lahir dapat berenang di dalam air. 1. Renang Gaya Bebas A.Teknik Dasar Renang Gaya
Bebas Belajar renang memerlukan disiplin yang tinggi dan kedisiplinan. Tujuannya untuk tetap menjaga
keselamatan. Oleh karena itu, siapkan peralatan keselamatan (ban, pelampung, dan tali) Tahukah kamu
bahwa olahraga renang merupakan olahraga yang paling baik? Renang merupakan olahraga yang
memberikan keselamatan yang tidak terbatas, kecuali bagi pemula. Hal tersebut dikarenakan tidak ada
body contact antara peserta. Dengan demikian, olahraga ini relatif lebih aman dari kemungkinan cedera
sendi, patah tulang, atau cedera otot akibat benturan. Bergerak di dalam air sangat berbeda dengan
bergerak di darat. Bergerak di darat hambatan terasa kecil, sedangkan di dalam air hambatan besar.
Hambatan di dalam air terjadi, bergantung pada sikap tubuh. Misalnya, posisi tubuh berdiri, jongkok, dan
telungkup. Posisi tubuh telungkup ternyata memberikan banyak keuntungan. Dalam posisi ini, hambatan
relatif kecil sehingga gerakan pun akan lebih cepat. Gerak manusia di dalam air ditentukan oleh
beberapa faktor. Hal yang paling mendasar ialah kerangka atau anatomi tubuh manusia itu sendiri. Cara
mengamatinya yaitu dengan melakukan tes berjalan, berlari, dan berenang di dalam air. Dengan
demikian, akan muncul berbagai perbedaan dari variasi teknik yang dilakukan. Setiap orang dapat dilihat
kemampuan berenangnya dari beberapa hal, antara lain: 1. jenis kelamin dan umur; 2. tinggi, berat, dan
garis tengah tubuh; 3. kemampuan kekuatan otot dan kelentukan persendian tubuh; 4. keterampilan
dasar gerak renang; 5. pembawaan. Di samping itu, bentuk tubuh pun akan memengaruhi keterampilan
gerak. Secara umum, bentuk tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: Endomorf, ciri-cirinya
pendek dan gemuk. Mesomorf, ciri-cirinya atletis, bahu melebar, dan memiliki kekuatan otot lengan.
Ektomorf, ciri-cirinya tubuh silinder, otot kecil, dan seimbang. Dari klasifikasi tersebut, seorang ilmuwan
mengelompokkan atlet berprestasi dengan bentuk tubuh mesomorf selalu memecahkan rekor renang di
olimpiade. Bentuk tubuh antara mesomorf dan ektomorf berprestasi di level olimpiade dan nasional.
Mereka hanya dapat mengikuti perlombaan renang jarak jauh. Bagi tipe tubuh endomorf, sangat baik
dibina pada nomor renang jarak menengah dan jauh. Alasannya, mereka memiliki lemak di bawah kulit,
sehingga lebih menekankan pada daya tahan selama berenang. Setiap orang memiliki keterampilan
gerak yang berbeda. 1. Teknik gerak tungkai Teknik gerak tungkai renang gaya bebas relatif mudah.
Alasannya, gerakan tungkai renang gaya bebas menyerupai gerak berjalan. Perbedaannya, pada posisi
tubuh dan media gerak di air. Para perenang jarak pendek memiliki cambukan yang kuat. Sementara itu,
perenang jarak menengah dan jauh memiliki cambukan kaki yang agak ringan dan lemah untuk
mempertahankan daya tahan selama berenang. Teknik gerak tungkai gaya bebas harus dilakukan
secara kontinu. Cambukan kaki dilakukan pada kedalaman antara 30-46 cm dari permukaan air. Jika
cambukan kaki terlalu dalam, akan memperlambat gerakan sehingga dorongan kaki menjadi lemah.
Sementara itu, cambukan kaki yang terlalu tinggi hanya akan membuang energi. Hal tersebut
dikarenakan kaki menemukan banyak ruang kosong di atas permukaan air. Selain itu, saat melakukan
gerakan tungkai, pergelangan kaki harus rileks. Kondisi tersebut akan menambah kekuatan cambukan
kaki. Oleh karena itu, ketika melakukan pemanasan perlu dilakukan latihan kelentukan. Latihan tersebut
harus terfokus pada sendi-sendi lutut, bahu, dan pergelangan kaki. 2. Teknik gerak lengan Pada
perenang jarak pendek, gerakan lengan merupakan gerakan yang dominan. Gerakan ini merupakan
gerak utama dalam mendorong dibandingkan dengan cambukan kaki. Teknik gerak lengan dibedakan
menjadi beberapa fase, yaitu entry, pull-push, release, dan recovery. Pada fase entry, jangkauan lengan
harus jauh. Hal tersebut akan membantu gerakan selanjutnya, yaitu pull-push. Pada fase ini, dorongan
yang dihasilkan sangat besar. Gerakan dilakukan dengan cepat dan kuat. Oleh karena itu, energi yang
dikeluarkan pun sangat besar. Posisi sikut saat melakukan dorongan harus membentuk sudut 90 derajat.
Pada fase release dan recovery, gerakan harus dilakukan dengan rileks. Tujuannya, untuk mendapatkan
energi pada gerakan pull-push yang selanjutnya. 3. Teknik pernapasan Teknik bernapas dalam
olahraga renang dibagi menjadi dua, yaitu explosive dan trickle. Cara explosive dilakukan dengan
mengeluarkan udara melalui mulut dan hidung secara bersamaan dan sekaligus, kemudian menghirup
udara melalui mulut. Cara trickle dilakukan dengan menghirup udara melalui mulut dan mengeluarkannya
melalui mulut dan hidung secara perlahan. Cara explosive biasanya dilakukan para sprinter untuk
mendapatkan kecepatan tinggi. Adapun cara trickle banyak dipergunakan para perenang jarak
menengah dan jauh. Dalam suatu perlombaan, cara bernapas dilakukan pada satu sisi, ke kanan atau ke
kiri. Hal tersebut untuk mengurangi gerakan yang tidak perlu, yang akan menghambat gerakan. Hindari
gerakan memutar kepala ke depan. Gerakan kepala saat melakukan teknik bernapas cukup dengan
menolehkan kepala sampai posisi mulut berada di atas permukaan air. B. LATIHAN MELONCAT
Dalam suatu perlombaan renang, setiap perenang melakukan start dari balok start dengan cara
meloncat, kecuali renang gaya punggung yang melakukan start di dalam kolam. Untuk pemula, latihan
harus dilakukan secara bertahap. Berikut beberapa tahap latihan meloncat untuk perenang pemula. 1.
Sikap duduk Cara melakukan latihan meloncat dari sikap duduk adalah sebagai berikut : Sikap awal
duduk di tepi kolam, telapak kaki ditempelkan ke dinding kolam bagian dalam. Luruskan kedua tangan,
ibu jari saling berkaitan dan kepala di antara lengan. Pandangan diarahkan ke kolam. Jatuhkan badan ke
dalam air, dengan jari tangan yang menyentuh air terlebih dahulu. Saat kepala masuk ke dalam air, mata
dibuka, kemudian lanjutkan dengan gerakan meluncur. Lakukan latihan ini secara berulang-ulang,
sehingga kamu lebih berani dan percaya diri 2. Sikap berlutut Cara melakukan latihan meloncat dari
sikap berlutut adalah sebagai berikut : Sikap awal berlutut di tepi kolam. Salah satu kaki bertumpu di
samping kaki yang berlutut. Kedua lengan lurus dan pandangan ke kolam. Berdirilah dengan satu kaki,
kaki yang lain lurus ke belakang, dan bungkukkan badan. Tolakkan kaki sehingga tubuh terjatuh ke
kolam dengan jari tangan yang masuk ke dalam air terlebih dahulu. Lakukan latihan secara berulang-
ulang. 3. Sikap berdiri Cara melakukan latihan meloncat dari sikap berdiri sebagai berikut : Sikap awal
berdiri di pinggir kolam, kedua lengan lurus ke atas, dan pandangan ke depan. Lutut agak dibengkokkan,
kemudian lakukan loncatan ke dalam kolam. Sikap tubuh yang baik saat meloncat ialah tubuh melayang
lurus. Ketika kepala di dalam air, kedua tangan lurus dan lengan lurus di samping telinga. Lakukan
latihan secara berulang-ulang. 2. Renang Gaya Dada Renang gaya bebas merupakan gaya renang
tercepat di antara gaya yang lainnya. Namun, berbeda dengan renang gaya dada. Renang gaya ini
merupakan renang yang paling lambat. Hal tersebut dikarenakan tahanan renang gaya dada sangat
besar dan koordinasi gerak cukup komplek. Selain itu, kamu juga telah mempelajari latihan meloncat
untuk pemula. Pada bab ini, kamu akan mempelajari cara meloncat dalam perlombaan yang
sesungguhnya. A. Teknik dasar renang gaya dada Meskipun kamu telah dapat melakukan renang, tetap
sediakan peralatan keselamatan seperti ban, pelampung, dan tali. Renang gaya dada (breaststroke)
merupakan gaya renang yang paling tua. Tahun 1875, Captain Webb berhasil menyeberangi Selat
Inggris dengan menggunakan gaya dada selama 21 jam 45 menit. Renang gaya dada merupakan renang
yang paling efektif untuk melakukan penyelamatan. Selain itu, gaya ini pun sangat efektif untuk renang
rekreasi. Teknik lebih lanjut dari renang gaya dada, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Teknik gerak
tungkai Teknik gerak tungkai renang gaya dada menyerupai gerak kaki katak saat berenang.
Perbedaannya, gerak tungkai pada manusia dapat dilakukan sampai lurus, sedangkan pada katak tidak.
Pada gerak tungkai gaya dada, kaki akan membentuk putaran. Fungsi putaran kaki tersebut ialah
sebagai dorongan ke belakang. Gerakan tersebut harus dilakukan secara kontinu. Gerakan tungkai saat
mendorong ke belakang, kaki tetap berada di bawah permukaan air. Dengan demikian, gerakan kaki
lebih efektif dan efisien. Selain itu, gerakan tungkai melibatkan gerak pergelangan kaki. Gerakan tersebut
mengakibatkan dorongan kaki semakin kuat dan luncuran semakin cepat. Oleh karena itu, saat latihan
pemanasan perlu dilaksanakan latihan yang bertujuan untuk memperluas gerak persendian pergelangan
kaki. Sementara itu, gerak meluncur diperoleh ketika rangkaian gerak kaki telah dilakukan secara
sempurna. Gerak meluncur akan melambat jika tidak dibantu dengan gerak lengan. Namun, gerakan kaki
yang efektif harus sejajar dengan garis bawah panggul. Artinya, gerakan kaki bukan ke bawah tetapi ke
belakang. 2. Teknik gerak lengan Gerakan lengan pada renang gaya dada dilakukan secara
serempak. Gerakan tersebut akan membantu gerakan tubuh semakin cepat, walaupun tidak secepat
kayuhan lengan pada renang gaya bebas. Gerakan lengan gaya dada dapat dibagi ke dalam tiga fase,
sebagai berikut: a. Mengayuh ke luar Gerakan mengayuh ke luar bertujuan untuk menggerakkan tubuh
melaju ke depan. Gerakan ini dilakukan secara serentak. Poros gerakan berasal dari bahu. Gerakan
mengayuh kedua lengan ke luar pada renang gaya dada dibedakan menjadi dua, yaitu dengan membuka
kedua lengan selebar mungkin dan kedua lengan dibuka tidak terlalu lebar. Gerakan lengan yang dibuka
lebar biasanya digunakan dalam renang gaya dada rekreasi. Alasannya, yaitu gerakannya lebih ringan
dan tidak membutuhkan tenaga yang besar. Sementara itu, gerakan lengan yang tidak terlalu lebar
biasanya digunakan dalam renang prestasi. Selain memberikan dorongan yang cepat, juga memerlukan
gerakan lengan yang cukup kuat. b. Mengayuh ke dalam Gerakan mengayuh ke dalam merupakan
gerakan mendayung ke belakang. Gerakan ini menghasilkan luncuran yang sangat cepat. Namun,
gerakan harus dilakukan dengan kuat. Pada posisi ini kepala dan bahu akan terangkat ke permukaan air.
Hal tersebut sangat efektif untuk mengambil napas. Namun, upayakan angkatan kepala tidak terlalu
tinggi karena akan memperbesar tahanan tubuh. Pada gerakan ini, jari-jari rapat dan dilengkungkan.
Dengan demikian, akan mendayung lebih banyak air sehingga luncuran pun semakin cepat. Dorongan ke
belakang dilakukan sampai sikut sejajar dengan bahu. Kemudian, putar kedua lengan ke dalam sehingga
telapak tangan bertemu di depan dada untuk melakukan recovery. Kesalahan umum dalam gerak lengan
ialah lengan didorong sampai lurus di samping badan. Posisi ini akan menyulitkan perenang menjelang
recovery. c. Fase relaksasi Gerakan relaksasi atau recovery merupakan gerakan meluruskan kedua
lengan ke depan. Gerakan ini tidak memengaruhi kecepatan gerak. Namun, jika perenang tidak dapat
mengendalikan diri, gerakan ini justru akan memperbesar tahanan tubuh. Gerakan relaksasi dilakukan
secara serentak. Hal tersebut akan membantu irama gerak lengan untuk melakukan gerakan mengayuh
ke luar. 3. Teknik pernapasan Pernapasan pada renang gaya dada dilakukan dengan mengangkat
kepala. Pandangan mengarah ke depan sehingga mulut berada di atas permukaan air. Pada saat itulah
perenang mengambil napas. Upayakan tidak terlalu tinggi menaikkan kepala. Dengan demikian, tubuh
tetap dalam posisi streamline. Gerak menurunkan kepala pun harus dilakukan secara perlahan. Saat
menurunkan kepala ke dalam air buanglah napas secara cepat (explosive). Kemudian, mengambil napas
dengan mulut dibuka lebar ketika kepala berada di atas permukaan air. 4. Kombinasi renang gaya
dada Gerak kombinasi renang gaya dada harus dilakukan dengan tepat. Gerakan yang tepat
memudahkanmu bergerak lebih cepat di air. Tekukkan kaki hingga menyentuh pinggul. Setelah lengan
melakukan tarikan, sepakkan kaki ke belakang. Sementara itu lengan didorongkan ke depan. Saat
tangan mendorong, tubuh akan maju, kemudian rapatkan kaki. Sementara itu, ketika mulut berada di
bawah permukaan air, keluarkan napas. Kemudian tariklah napas ketika kedua tangan mendorong tubuh
ke atas sehingga kepala keluar dari dalam air. Lakukan latihan tersebut secara menyeluruh. Latihan ini
dapat kamu lakukan ke bagian lebar kolam renang yang jaraknya ± 10−15 meter. Lakukan secara
berulang. B. MELONCAT DALAM PERLOMBAAN Kamu telah mempelajari beberapa gaya renang.
Apakah kamu dapat mempraktikkannya? Jika kamu telah menguasai gaya renang yang telah dipelajari,
ada baiknya kamu mengetahui cara melakukan loncatan dalam perlombaan. Kamu pasti mengetahui
cara memasuki kolam yang aman dan benar. Oleh karena itu, terapkan pengetahuan dengan cara
mempraktikkan loncatan atau terjun ke depan (kolam) saat melakukan start perlombaan renang. Start
perlombaan renang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu memiliki persamaan, yaitu start
dilakukan dari balok start yang terletak pada ujung garis start dari kolam renang. Namun, untuk renang
gaya punggung start dilakukan di dalam kolam. Cara melakukan loncatan pada start renang gaya bebas,
gaya dada, dan gaya kupu-kupu sebagai berikut : Sikap awal berdiri di tepi kolam renang, kedua kaki
dibuka selebar kolam, jari-jari kaki mengait pada tepi kolam. Bungkukkan badan ke depan, lutut sedikit
ditekuk, pandangan ke kolam, dan kedua lengan menggantung di depan badan. Tolakkan kedua kaki
pada tepi kolam, kemudian melompat ke depan dan terjun ke permukaan air. Posisi kepala dan bahu
harus ke bawah, saat menolak tubuh ke depan, kedua lengan diayun untuk membantu momentum
gerakan ke depan. Ketika meluncur, kepala sejajar dengan permukaan air. Dalam perlombaan yang
sebenarnya, cara start sangat diperhatikan. Karena, jika melakukan start yang salah maka perenang
akan didiskualifikasi. Oleh karena itu, setiap perenang harus menguasai teknik terjun atau meloncat dari
balok pemberangkatan. Selain itu, perhatikan aba-aba yang diberikan oleh juri. INFO UMUM : Untuk
memudahkan cara berlatih renang gaya dada, khususnya bagi pemula atau non-swimmer, perlu
dilakukan teknik yang memudahkan gerak kombinasi antara gerakan tungkai, lengan, dan teknik
pernapasan. Caranya, dengan melakukan dua kali gerakan kaki dan satu kali kayuhan lengan. Latihan
tersebut sangat efektif untuk mengembangkan gerak koordinasi teknik dasar. Kolam renang yang terletak
di dalam ruangan (indoor) sangat nyaman jika dibandingkan dengan kolam yang terletak di luar ruangan.
Namun, jika sirkulasi udara di dalam ruangan tidak baik maka akan mengganggu kesehatan. Salah
satunya ialah mengganggu kesehatan paru-paru yang akan mengakibatkan penyakit asma. Hal tersebut
disebabkan oleh penguapan khlor yang terkandung di dalam air dalam ruangan tersebut. Nah Sobat
dalam artikel diatas dapat kita rangkum menjadi : Olahraga renang relatif lebih aman dari kemungkinan
cedera sendi, patah tulang, atau cedera otot akibat benturan. Gerak manusia di dalam air ditentukan oleh
beberapa faktor. Hal yang paling mendasar ialah kerangka atau anatomi tubuh manusia itu sendiri.
Kemampuan berenang setiap orang ditentukan oleh beberapa hal, yaitu jenis kelamin dan umur; tinggi,
berat, dan garis tengah tubuh; kemampuan kekuatan otot dan kelentukan persendian tubuh; keterampilan
dasar gerak renang; dan pembawaan. Bentuk tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu endomorf,
ciri-cirinya pendek dan gemuk; mesomorf, ciri-cirinya atletis, bahu melebar, dan memiliki kekuatan otot
lengan; serta ektomorf, ciricirinya tubuh silinder, otot kecil, dan seimbang. Renang gaya dada merupakan
gaya renang yang paling tua. Renang gaya dada merupakan renang yang efektif untuk melakukan
penyelamatan. Selain itu, gaya ini pun sangat efektif untuk renang rekreasi. Sekian Artikel yang saya
buat kali ini, terima kasih. (Sumber : BSE Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Kelas VIII)

Source: http://edukasi-pu.blogspot.com/2013/11/Teknik-Renang-Gaya-Bebas-Dan-Renang-Gaya-
Dada.html
Sumber Dari edukasi-pu.blogspot.com - Pengetahuan Umum
http://edukasi-pu.blogspot.com/2013/11/Teknik-Renang-Gaya-Bebas-Dan-Renang-Gaya-Dada.html


Related Interests