Nama : Farah Nindya Kusumawardhani

NIM : 13/360780/EE/06791
Kelas : A

1. Definisi kecurangan menurut :
A. KBBI
Perihal curang (tidak jujur, tidak lurus, tidak adil); perbuatan yang curang;
ketidakjujuran; keculasan.
B. KUHP
Perbuatan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum,
dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun
rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu
kepadanya, atau supaya memberikan hutang maupung penghapuskan piutang.
C. Bapepam / OJK / Inspektorat Jendral Kementrian Keuangan
Merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari
dalam dan atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan
pribadi dan atau kelompok yang merugikan pihak lain. Seperti pencurian,
penggelapan, suap, korupsi.


2. Kasus Kecurangan di Indonesia
A. Ringkasan
September tahun 2001Securities Exchange Commision (SEC) mengumumkan
bahwa KPMG-Sidharta Sidharta & Harsono (KPMG-SSH) terbukti menyuap aparat
pajak di Indonesia sebesar US$75 ribu untuk kepentingan kliennya, PT Eastman
Christensen (PT EC). PT EC sendiri merupakan perusahaan yang mayoritas
sahamnnya dimiliki oleh Baker Hughes Incorporated (BHI), perusahaan tambang
yang bermarkas di Texas, Amerika Serikat (AS).
Penyuapan yang berasal dari perintah oknum di BHI kepada KPMG-SSH
melibatkan jumlah yang sangat signifikan. Penyogokan ini untuk mempengaruhi si
pejabat kantor pajak di Jakarta agar mengurangi jumlah kewajiban pajak PT EC, dari
US$3,2 juta menjadi US$270 ribu. Guna menyamarkan pengeluaran ini, KPMG-SSH
menerbitkan invoice ke PT. EC atas imbal jasa sebesar US$143 ribu, dimana uang
suap sebesar US$75 ribu sudah termasuk didalamnya. Alhasil, negara dirugikan
sebesar hampir US$3 juta. Penasihat anti suap BHI di Texas rupanya khawatir akan
dampak resiko yang lebih besar dari kasus ini, maka dengan sukarela, BHI
melaporkan tindakan ini serta memecat oknum pejabat eksekutifnya yang terlibat.
SEC menjerat kasus ini dengan Undang-Undang anti korupsi bagi perusahaan AS
yang berada di luar negeri (Foreign Corrupt Practice Art). DI Pengadilan Boston,
pihak KPMG-SHH dan Baker tidak mengakui maupun menolak tuduhan yang
diajukan SEC dan Departemen Kehakiman AS. Menurut rilis SEC, penyelesaian
dengan pola seperti yang dilakukan KPMG-SSH dan Baker berdampak pada bebasnya
kedua tergugat itu dari sanksi pidana ataupun denda. Menurut KPMG-SSH, upaya
hukum yang dilakukan lawyer-nya di AS merupakan sesuatu yang lazim dipraktekkan
di AS.
Akibat hukum dari perdamaian itu sendiri adalah bahwa KPMG-SSH dilarang
untuk melakukan pelanggaran, memberikan bantuan dan advis yang berakibat
pelanggaran terhadap pasal-pasal anti penyuapan dalam FCPA. Sekaligus, keduanya
juga dilarang untuk melanggar pasal-pasal tentang pembukuan dan laporan internal
perusahaan berdasarkan Securities Exchange Act tahun 1934.
B. Modus Operandi
Untuk mengubur penyuapan itu Harsono memerintahkan pegawainya agar
mengeluarkan tagihan (invoice) atas nama KPMG. Tagihan tersebut kemudian
didesain tidak hanya untuk menutupi pembayaran uang suap kepada petugas kantor
pajak. Namun, sekaligus untuk fee atas imbal jasa KPMG-SSH bagi PT EC.
Meskipun dibuat seolah-olah sebagai biaya atas jasa KPMG-SSH, tagihan
fiktif' itu sebenarnya mewakili dana suap senilai USD$75 ribu yang akan diberikan
pada pejabat kantor pajak. Sementara sisanya adalah biaya jasa KAP dan utang pajak
yang sesungguhnya.
Setelah menerima tagihan tersebut, PTEC membayar KPMG-SSH sebesar
USD$143 ribu dan kemudian memasukan transaksi ke dalam buku perusahaan
sebagai pembayaran atas jasa profesional yang telah diberikan KPMG-SSH.

C. Pelaku
KPMG-SSH dan PT Eastman Christensen

D. Korban
Negara Indonesia dirugikan sebesar hampir US$3 juta.

Sumber :
http://underground-paper.blogspot.com/2013/06/studi-kasus-pelanggaran-etika-bisnis.html

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol3732/font-size1-colorff0000bskandal-
penyuapan-pajakbfontbr-kantor-akuntan-kpmg-indonesia-digugat-di-as

http://www.sec.gov/litigation/litreleases/lr17127.htm

http://apbusinessethic.blogspot.com/2014/

Tuanakotta,Theodorus M..(2010). Akuntansi Forensik dan Audit Forensik. Jakarta: Salemba
Empat.

Related Interests