Contents

Latar Belakang 2
Langkah yang Keliru 3
C CONCLUSION
5
9/24/2014 1
Dampak
PENGANTAR 1
A DAMPAK 4
Pengantar
Faktor
Andersen
kolaps
SEKILAS
Arthur
Andersen
Pengaruh
Budaya
Organisasi
In 2001
Enron
9/24/2014 2
Historical Background
Arthur Andersen Bekerja di Price Waterhouse with
dengan Clarence DeLany.
Pada Usia 28 Tahun Memulai Bisnisnya sendiri di
Chicago tahun 1913 di Chicago (Andersen, Delany &
Co).
Tahun 1918 DeLany keluar, dan Firma berganti
nama Arthur Andersen & Co.
Firma ini mengambangkan filosofi yang berfokus
pada membangun budaya organisasi yang solid
terhadap seluruh karyawannya.
1930 an, pemerintah AS mewajibkan perusahaan
publik menyampaikan laporan keuangan yang telah
diaudit akuntan publik.



9/24/2014 3
Firm’s Growth
Historical Background
Promotion of “4 cornerstones”:
 Good service
 Quality audits
 Well-managed staff
 Profits for the firm.
Dimasa-masa awalnya Andersen memiliki standar-standar
profesi akuntansi dan mengembangkan inisiatif-inisiatif
baru pada kekuatan-kekuatan integritasnya.
Arthur Andersen pernah menjadi model sebuah karakter
teguh hati dan integritas yang merupakan profesionalitas
dalam akuntansi


9/24/2014 4
Perkembangan Perusahaan

Leonard Spacek (1947) : Perkembangan Fokus Pada
Pertumbuhan

Meningkatnya permintaan akan jasa Non Audit
(konsultasi, tax work dll).

Perkembangan pesat praktik bisnis semenjak 1970
an mengakibatkan jasa konsultasi bisnis menjadi
penting dan berpengaruh bagi AA.

Tahun 2002 AA memiliki 85 Ribu karyawan
diseluruh dunia, 2300 klien, $9.3 Miliar Pendapatan
Tahunan.



9/24/2014 5
Perkembangan Perusahaan



9/24/2014 6
Andersen
Worldwide
Arthur
Andersen
Andersen
Consulting
Kompetitor
Arthur
Andersen
PwC
KPMG
Ernst &
Young
Deloitte
“Big Five”
Accounting Firms
9/24/2014
7
Langkah yang Keliru Arthur Andersen
Perubahan Budaya Organisasi.
Praktik konsultasi melebihi Praktik Audit
Tekanan untuk Mempertahankan dan Meningkatkan
Pendapatan atau keuntungan untuk menjaga
pertumbuhan Pendapatan firma
Cacatnya pengendalian internal AA dalam kasus
enron
Dalam kasus Enron Kesalahan AA berperan sebagai
auditor, konsultan akuntansi dan lainnya (termasuk
SPE),Internal Auditor, penasehat masalah pajak &
implikasinya, penasihat & pengkaji pengungkapan
masalah keuangan



9/24/2014 8
9/24/2014 9

Mengaudit kerja sendiri termasuk SPE
Integritas menjadi lemah karena kepentingan untuk
tidak mengecewakan klien.
Pengungkapan informasi publik tidak memuaskan
bahkan Pengungkapan yang menyesatkan .
Gagal mengetahui GAAP tentang pencatatan saham
( tidak kompeten)
Tidak Menyarankan ada kemungkinan terjadinya
konflik kepentingan dalam manajemen.
Banyak transaksi enron dengan SPE yang
dimanipulasi



9/24/2014 10

AA tidak mempertimbangkan saran mitra pengendali
kualitasnya.
AA tidak menemukan bukti yang signifikan terkait
penilaian yang keliru dari saham dan kesepakatan
yang tersembunyi antara enron dan bank.
Manipulasi laporan Keuangan
Pemusnahan Dokumen Audit






Dampak
9/24/2014 11

tanggung jawab Arthur Andersen sebagai auditor
independen bertanggung jawab memberikan assurance
services.
akuntan public bertugas menilai apakah informasi
keuangan itu dapat dipercaya atau tidak.
 Laku tidaknya informasi tentang kinerja suatu
perusahaan sangat bergantung pada hasil penilaian
akuntan public itu.
Kata “publik” yang menyertai akuntan menunjukkan
bahwa otoritasnya diberikan oleh publik dan karena itu
tanggung jawabnya pun kepada publik (guarding publik
interest).




9/24/2014 12

Perilaku tidak etis paling mengemuka disini adalah
ada manipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan
seolah-olah kinerja perusahaan baik.
Hilangnya Kepercayaan Publik terhadap tatakelola
perusahaan dan profesi akuntansi
Menimbulkan Implikasi Hukum
Mendorong lahirnya Sarbanes Oxley Act.
PCAOB(Public Company Accounting OversightBoard)



Conclusion
9/24/2014 13
Pelanggaran Etika yang serius dan yang
cenderung diabaikan berpotensi merusak citra
dan kepercayaan publik terhadap profesi
akuntan publik.
Pada kasus Arthur Andersen dalam kaitannya
dengan Enron
menunjukkan bahwa menempatkan konsep
keuntungan & Pertumbuhan secara berlebihan
diatas nilai etika dan hukum adalah pilihan
yang salah.
Penerapan Kode etik Profesi tidak hanya
penting untuk profesi tapi juga untuk society
secara keseluruhan.