You are on page 1of 26

Oleh

:
H. BURHANUDIN
Siklus akuntansi biaya dalam
perusahaan manufaktur
SIKLUS AKUNTANSI
BIAYA
Penentuan HP bahan
baku yang dibeli
Penentuan HP bahan
baku yang dipakai
Penentuan HP produk
jadi
Pengumpulan biaya
produksi
Biaya
tenaga
kerja
langsung
BOP
SIKLUS PEMBUATAN
PRODUK
Pembelian dan
penyimpanan bahan baku
Pengolahan bahan baku
menjadi produk jadi
Penyimpanan produk jadi
dalam gudang
HUBUNGAN ALIRAN KEGIATAN PERUSH DG ALIRAN BIAYA
Aliran
Kegiatan
Perush
(1) (2) (3) (4)
Aliran
Biaya
Produksi
Aliran
Biaya dl
Rekening
Buku
Besar
Pengadaan
Brg/Jasa
Produksi
Penyimpanan
Brg Jadi
Penjualan
Brg Jadi
HP Persed.
Bahan
BDP - By
Bahan Baku
HP Persed.
Brg Jadi
Harga Pokok
Penjualan
By Gaji & Upah BDP -TKL
BOP BDP -BOP
Persediaan BB
xx xx
By Gaji & Upah
xx xx
B i a y a O P
xx xx
BDP By BB
xx xx
BDP By TKL
xx xx
BDP By OP
xx xx
HP Penjualan
xx xx
Persed. Brg Jadi
xx xx
Hubungan Rek.Buku Besar dg Rek. Buku Pembantu
Rek.Buku Besar Rek. Buku Pembantu
Persed. Bahan
Baku
Kartu Persed. BB yg diselenggarakan perpetual :
Persed. Soda, Persed. Pasir Besi, Persed. Kaolin dsb
BOP Kartu BOP :
By Bahan Penolong, By TKTL, Penyusutan Mesin, By Reparasi dsb
By Pemasaran Kartu By Pemasaran :
Gaji dan komisi, By advertensi, Suplies Penjualan dsb
By AU Kartu By AU :
Gaji Direktur, Staf, Karyawan, Perjalanan Dinas, Suplies, Adm dan Umum,
dsb
Brg Dlm Proses Kartu HP Pesanan :
Botol 7 Up, Botol Sprite, Botol Fanta, Botol Lidah Buaya
Persed. Brg Jadi Kartu HP Pesanan yg telah selesai dipindahan fungsinya sbg Kartu
Pembantu Persed. Brg Jadi
HP Penjualan Kartu HP Pesanan yg telah sudah diserahkan kepada pemesan, fungsinya
sbg Kartu Pembantu HP Penjualan
KARAKTERISTIK METODE HARGA POKOK PESANAN
Karakteristik Usaha Perusahaan yang
produksinya berdasarkan pesanan:

1. Proses pengolahan produk terjadi secara
terputus-putus
2. Produk dihasilkan sesuai dengan
spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan
3. Produksi ditujukan untuk memenuhi
pesanan, bukan untuk memenuhi
persediaan di gudang.

KARAKTERISTIK METODE HARGA POKOK PESANAN
Karakteristik Metode Harga Pokok Pesanan:

1. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai
dengan spesifikasi pemesan
2. Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan
hubungannya dengan produk : BP langsung dan BP tidak
langsung.
3. BP langsung : BBB dan BTKL dan BP tidak langsung : BOP
4. BP langsung : biaya yang sesungguhnya terjadi dan BOP :
berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
5. HPP perunit dihitung saat pesanan selesai dengan cara
membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk
pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang
dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

Manfaat Informasi Biaya Harga Pokok
Produksi Per Pesanan
1. Menentukan harga jual
2. Mempertimbangkan penerimaan atau
penolakan pesanan
3. Memantau realisasi produksi
4. Menghitung laba atau rugi bruto tiap
pesanan
5. Menentukan HP persediaan produk jadi
dan produk dalam proses
Rekening Kontrol dan
Rekening Pembantu
Dokumen Sumber
Jurnal
Buku Besar
Rekening Kontrol
Buku Pembantu
Rekening
Pembantu
Rekonsiliasi
Rekening Kontrol Rekening Pembantu
Persediaan bahan baku Kartu Persediaan
Persediaan bahan
penolong
Kartu Persediaan
Barang dalam proses Kartu harga pokok
BOP sesungguhnya Kartu biaya
Biaya administrasi dan
umum
Kartu biaya
Biaya pemasaran Kartu biaya
Kartu Harga Pokok (Job Order Cost Sheet)
PT. Maharani
Ampenan
KARTU HARGA POKOK
No. Pesanan : A.101
Jenis Produk : Undangan
Tgl Pesan : 2 Januari 2010
Tgl Selesai : 22 Januari 2010
Pemesan : PT. Anjani
Sifat pesanan : Segera
Jumlah : 500 exemplar
Harga Jual : Rp. 10.000.000,00
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik
Tgl
No.
BPGB
Ket.
Jumla
h
Tgl
No.
Kartu
Jam
Kerja
Jumla
h
Tgl Dasar Tarif Jumlah
PROSEDUR AKUNTANSI BIAYA BAHAN
TRANSAKSI DAN
DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI BUKU BESAR PEMBANTU
Pembelian bahan dan supplies
Dok : Faktur pembelian, Bukti
penerimaan barang,
Pesanan pembelian
Persed. Bahan Baku xx
Persed. Bahan Penolong xx
Persed. Suplies pabrik xx
Hutang Dagang xx
Kartu Persediaan :
- Bahan baku
- Bahan penolong
- Suplies pabrik

Potongan tunai pembelian :
Dok : Bukti kas keluar
Hutang Dagang xx
Persed. Bahan Baku xx
Persed. Bahan Penolong xx
Persed. Suplies pabrik xx
K a s xx
Atau :
Hutang Dagang xx
Penghasilan lain-lain xx
K a s xx
Kartu Persediaan :
- Bahan baku
- Bahan penolong
- Suplies pabrik
Pengembalian pembelian
Dok : Debit memorandum,
Laporan pengiriman
pengembalian pembelian
Hutang Dagang xx
Persed. Bahan Baku xx
Persed. Bahan Penolong xx
Persed. Suplies pabrik xx
Kartu Persediaan :
- Bahan baku
- Bahan penolong
- Suplies pabrik
(LANJUTAN)
Pemakaian bahan baku :
Dok : Bon permintaan bahan
Brg Dlm Proses-By BB xx
Persed. Bahan baku xx
Kartu persediaan- Bahan Baku
Kartu Harga Pokok- pesanan
Pemakaian bahan penolong :
Dok : Bon permintaan bahan
BOP Sesungguhnya xx
Persed. Bahan penolong xx
Kartu persediaan- Bahan penolg
Kartu Biaya – BOP
Pemakaian supplies pabrik :
Dok : Bon permintaan bahan
BOP Sesungguhnya xx
Persed. Supplies pabrik xx
Kartu persediaan- Suplies pabrik
Kartu Biaya – BOP
Pengembalian bahan dari pabrik
ke gudang :
Dok : Laporan pengembalian
bahan
Persed. Bahan baku xx
Brg Dlm Proses-By BB xx
Kartu persediaan- Bahan Baku
Kartu Harga Pokok- pesanan
PROSEDUR AKUNTANSI BIAYA TK
TRANSAKSI DAN
DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI BUKU BESAR PEMBANTU
Penentuan gaji dan upah :
Dok : Daftar hadir, Kartu jam
kerja, Daftar gaji dan upah
Biaya gaji dan upah xx
Hutang PPh Ps21 xx
Hutang Dana Pensiun xx
Hutang Astek xx
Hutang asuransi HT xx
Piutang Karyawan xx
Hutang gaji dan upah xx
Pembayaran gaji dan upah :
Dok : Bukti kas keluar
Hutang gaji dan upah xx
K a s xx
(LANJUTAN)
Distribusi gaji dan Upah :
Dok : Perintah jurnal
Brg Dlm Proses-By TKL xx
BOP Sesunggunya xx
Biaya Pemasaran xx
Biaya Adm dan Umum xx
Biaya gaji dan upah xx
Kartu Harga Pokok- pesanan
Kartu Biaya :
BOP
Pemasaran
Adm dan Umum
Beban atas gaji dan Upah :
Dok : Daftar sumbangan atas
gaji dan upah
BOP Sesunggunya xx
Biaya Pemasaran xx
Biaya Adm dan Umum xx
Hutang PPh Ps21 xx
Hutang Dana Pensiun xx
Hutang Astek xx
Hutang asuransi HT xx
Kartu Biaya :
BOP
Pemasaran
Adm dan Umum
Penyetoran atas potongan dan
beban gaji dan upah :
Dok : Bukti kas keluar
Hutang PPh Ps21 xx
Hutang Dana Pensiun xx
Hutang Astek xx
Hutang asuransi HT xx
K a s xx
Kartu persediaan- Suplies pabrik
Kartu Biaya – BOP
PROSEDUR AKUNTANSI BOP
Untuk keadilan dan ketelitian pembebanan BOP harus ditentukan
berdasarkan tarif yang ditentukan di Muka. Karena :
1. Adanya BOP yang timbul setelah aktivitas berlalu (Misal By Reparasi AT)
2. Adanya BOP yang dapat dihitung setelah akhir periode (Misal By Listrik)
3. Adanya BOP yang terjadi pada interval waktu tertentu (Misal THR)

Rumus => Tarif BOP = B/K
B = Anggaran BOP pada periode tertentu
K = Anggaran Kapasitas pembebanan pada periode ybs

Dasar Pembebanan :
1. Jumlah unit produksi (Rp/Unit)
2. Biaya Bahan baku (% dr BBB)
3. Biaya TK (% dr BTK)
4. Jam Kerja Langsung (Rp/JKL)
5. Jam Kerja Mesin (Rp/JM)
TRANSAKSI DAN
DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI
A. Prosedur pembebanan BOP pada
Pesanan
Dok : Perintah Jurnal
BDP - BOP xx
BOP yang Dibebankan xx
1. Pemakaian Bahan Penolong : BOP sesungguhnya xx
Persed. Bhn Penolong xx
2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung : BOP sesungguhnya xx
Biaya gaji dan Upah xx
BOP Sesungguhnya xx
Hutang PPh ps 21 xx
Hutang Dana Pensiun xx
Hutang Astek xx
Hutang THT xx
B. Prosedur Akuntansi Pengumpulan BOP Sesungguhnya
Dok : Bon permintaan bahan, Daftar Gaji dan Upah, Perintah Jurnal, Bukti
Kas Keluar
JURNAL PENCATATAN BOP
3. Biaya Penyusutan dan Amortisasi BOP sesungguhnya xx
Akum. Penyst Mesin xx
Akum. Penyst Bangunan xx
Akum. Penyst Peralatan xx
Amortisasi Hak Patent xx
4. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Saat dibeli :
Persed. Suku Cadang xx
Hut. Dagang (Kas) xx
Saat dipakai :
BOP sesungguhnya xx
Persed. Suku Cadang xx
5. Biaya Listrik dan Air Pabrik BOP sesungguhnya xx
K a s xx
Hutang Biaya xx
6. Biaya Asuransi Pabrik Saat pembayaran persekot Asr :
Persekot Asuransi xx
K a s xx
Persekot Asuransi menjadi biaya :
BOP sesungguhnya xx
Persekot Asuransi xx
7. BOP lain-lain BOP sesungguhnya xx
K a s xx
Hutang Biaya xx
(LANJUTAN)
1. Jurnal menutup BOP
dibebankan ke BOP
Sesungguhnya
BOP Dibebankan xx
BOP Sesungguhnya xx
2. Jurnal menutup BOP
Sesungguhnya dan
Menghitung selisih BOP
Jika Selisih merugikan (BOP D < BOP S) :
Selisih BOP xx
BOP Sesungguhnya xx
Jika Selisih menguntungkan (BOP D > BOP S) :
BOP Sesungguhnya xx
Selisih BOP xx
C. Prosedur Akuntansi Perhitungan dan Perlakuan Selisih BOP
Dok: Perintah Jurnal
(LANJUTAN)
TRANSAKSI DAN DOKUMEN DASAR
JURNAL TRANSAKSI
Pemindahan pesanan yang telah
selesai ke Gudang barang jadi
Dok : Perintah Jurnal
Persed. Barang Jadi xx
BDP-By BB xx
BDP-By TKL xx
BDP-BOP xx
HP Pesanan Dalam Proses yang
belum selesai pada akhir
periode
Dok : Perintah Jurnal
Persed. Barang Dl Proses xx
BDP-By BB xx
BDP-By TKL xx
BDP-BOP xx
Pengiriman produk dari gudang
kepada pemesan
Dok : Faktur Penjualan

Pengakuan pendapatan :
Piutang Dagang/Kas xx
Penjualan xx
Pembebanan HPP :
Harga Pokok Penjualan xx
Persediaan Brg Jadi xx
4. PROSEDUR AKUNTANSI BARANG JADI DAN BARANG DALAM PROSES
5. PROSEDUR AKUNTANSI PENJUALAN ATAU PENYERAHAN PRODUK KEPADA
PEMESAN
Contoh :
PT Yulianto berproduksi atas dasar pesanan,pd tgl 1
Januari 2000 Neraca Perush sbb :
PT YULIANTO
NERACA
PER 1 JANUARI 2000
Aktiva Lancar
K a s
Persed. Barang Jadi
Persed. Brg Dl Proses
Persekot Asuransi
Jumlah Aktiva Lancar
Aktiva Tetap :
Tanah
Bangunan 4.200.000.000
Ak. Penyusutan (420.000.000)
Mesin 3.000.000.000
Ak.Penyusutan (600.000.000)
Peralatan 900.000.000
Ak. Penyusutan (180.000.000)
Jumlah AT

1.220.000.000
180.000.000
40.000.000
60.000.000
1.500.000.000

600.000.000

3.780.000.000

2.400.000.000

720.000.000
7.500.000.000
Hutang Lancar
Hutang Dagang
Modal :
Modal saham 6.000.000.000
Laba Ditahan 2.600.000.000
Jumlah Modal

400.000.000



8.600.000.000
Jumlah Aktiva 9.000.000.000 9.000.000.000
CATATAN
Persediaan barang dalam proses adalah pesanan no.705 sejumlah 2.000 unit dengan
perincian biaya sbb :
By Bahan baku Rp 10.000.000
By TKL 20.000.000
BOP 10.000.000
Jumlah Rp 40.000.000
Persediaan barang jadi adalah pesanan No.703 yang belum diserahkan kepada
pemesan sebanyak 500 buah. Untuk thn 2000 perush menetapkan besarnya
anggaran BOP dan kapasitas pembebanan berdasarkan jam kerja langsung per bulan
sbb :
Anggaran BOP Rp 200.000.000
Tarif BOP = -------------------- = --------------------- = Rp 40.000
Anggaran JKL 5.000 JKL

Transaksi selama bulan Januari 2000 :
a. Diterima pesanan No.001 sebanyak 1.000 bh produk dg harga jual 400.000.000
dan pesanan no.002 sebanyak 800 bh dg harga jual Rp 500.000.000. Pesanan
No.001 telah membayar uang muka kepada perush Rp 150.000.000.
(LANJUTAN)
b. Dibeli bahan dan suplies secara kredit :
Bahan Baku-A Rp 100.000.000
Bahan Baku-B 150.000.000 Rp 250.000.000
Bahan Penolong-D Rp 20.000.000
Bahan Penolong-E 10.000.000 30.000.000
Suplies dan Suku cadang-X Rp 15.000.000
Suplies dan Suku cadang-Y 5.000.000 20.000.000
Jumlah Rp 300.000.000

c. Pesanan No.703 diserahkan kepada pemesan dengan harga jual Rp
350.000.000 dibayar tunai

No.Pesanan BB-A BB-B Jumlah
705
001
002
30.000.000
35.000.000
15.000.000
40.000.000
50.000.000
30.000.000
70.000.000
85.000.000
45.000.000
Jumlah 80.000.000 120.000.000 200.000.000
Bahan penolong yang dipakai sejumlah Rp 20.000.000 terdiri dari atas BP-D Rp 12.500.000 Dan
BP-E Rp 7.500.000
d. Pemakaian bahan baku dan penolong :
(LANJUTAN)
e. Biaya gaji dan upah yang terjadi dan dibayar kepada karyawan sbb :
Karyawan Pabrik :
Langsung
No.Pesanan Jumlah Jam Jumlah Upah
705
001
002
1.500
2.000
1.400
75.000.000
110.000.000
70.000.000
4.900 255.000.000
TK Tidak Langsung 45.000.000
Jumlah Gaji dan Upah TK Pabrik
Gaji dan Upah Karyawan Pemasaran
Gaji dan Upah Karyawan Adm dan Umum
300.000.000
40.000.000
60.000.000
Jumlah Gaji dan Upah 400.000.000
Pemotongn atas gaji dan Upah :
Pajak Pendapatan Rp 20.000.000
Dana Pensiun 10.000.000
30.000.000
Gaji dan Upah Bersih 370.000.000
(LANJUTAN)
f. Sumbangan pajak pendapatan dan dana pensiun yang ditanggung perush
dialokasikan kepada setiap Fungsi berdasarkan jumlah gaji dan upah :
Pajak Pendapatan Rp 10.000.000
Dana Pensiun 15.000.000
Jumlah Rp 25.000.000
Semua pajak telah disetorkan.
g. Biaya reparasi dan pemeliharaan AT Pabrik yang dilaksanakan sendiri oleh
perush menggunakan Suplies dan Suku Cadang-X Rp 15.000.000, SSC-Y Rp
2.500.000. Reparasi dan pemeliharaan dari pihak luar telah dibayar kas untuk
Pemasaran Rp 4.000.000 dan ADU Rp 6.000.000
h. Biaya listrik dan air telah dibayar kas sebesar Rp 20.000.000 dg perincian :
Pabrik Rp 15.000.000, Pemasaran Rp 2.000.000 dan ADU Rp 3.000.000
i. Pesanan 705 dan 001 telah selesai dan pesanan 705 telah dijual dg harga jual
Rp 400.000.000 secara kredit.
j. Dibayar hutang dagang atas pembelian bahan Rp 200.000.000
(LANJUTAN)
k. Biaya penyusutan dan asuransi bulan Januari sbb :
Penyusutan Pabrik Pemasaran Adm dan Umum Jumlah
Bangunan
Mesin
Peralatan
15.000.000
50.000.000
9.000.000
7.500.000
-
2.000.000
12.500.000
-
4.000.000
35.000.000
50.000.000
15.000.000
Jumlah 74.000.000 9.500.000 16.500.000 100.000.000
Asuransi 3.000.000 1.000.000 1.000.000 5.000.000
l. Biaya lain-lain yang masih terutang pada akhir bulan
perincian sbb :
BOP Rp 5.000.000
By Pemasaran 3.000.000
By ADU 2.000.000
Jumlah Rp 10.000.000
Berdasarkan transaksi tsb, susunlah :
1. Jurnal yang diperlukan
2. Laporan L/R dan Neraca
3. Buku Besar dan Buku Pembantu Biaya dan Persediaan
Jangan lupa mengerjakan:
latihan/soal.
Jangan menyalin pekerjaan teman
tanpa berpikir!
JAWAB SOAL