You are on page 1of 8

Maintanenance & Sparepart Advisor

Tuesday, October 15, 2013 - 13:42
A. TUJUAN MAINTENANCE
1. Untuk meningkatkan ketersediaan alat berat (Availability), high performance
dan reasonable cost, maka jadwal maintenance alat berat (Maintenance
Planning) dibuat untuk dilakukan secara konsisten.
2. Agar ketersediaan alat berat high performance dan biaya perbaikan optimum
maka ketersediaan spare parts sangatlah penting supaya tidak terjadi
akumulasi biaya maka diperlukan maintenance yang lebih terencana.
3. Agar utilisasi alat berat dapat dimonitor efisien diperlukan adanya perencanaan
biaya untuk spare parts, tenaga kerja, operasional dan fasilitas.
4. Data history alat berat dibuat lengkap dan secara rutin terus di up date agar
dapat dipertanggung jawabkan.
5. Menekan seminimal mungkin keterlambatan perbaikan supaya tidak terjadi
break down
6. Sebagai asset perusahaan alat berat perlu dimaintenance secara terencana
A.1. SASARAN MAINTENANCE
Mengembangkan strategi maintenance untuk memenuhi kebutuhan pihak Produksi /
pemakai (Optimum Fleet Availability). Agar Sasaran service dan perbaikan dapat
berjalan dengan baik dengan biaya yang dapat dipertanggung jawabkan bila objek
informasi dan data yang tersedia dapat diketahui secara jelas sebagai dasar
penyusunan Maintenance Plan. Dengan demikian melakukan survey pada tahap awal
sangat diperlukan, kriteria survey meliputi
1. Real kondisi performance alat berat saat ini dan history data penggantian spare
part,ketersediaan spare parts
2. Medan lokasi kerja dan Jam kerja /operasi alat berat dalam mendukung
aktifitas kegiatan perusahaan.
3. Keterbatasan lingkup fasilitas & lokasi
4. Harapan dan keinginan customers
5. Kemungkinan resiko avaibility & mitigasi
Setelah memperoleh data dan informasi hasil survey, maka bisa ditentukan pemetaan
perencanaan kerja, estimasi biaya yang mendekati nilai optimal dan dapat
dipertanggung jawabkan. dengan beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan
A.2. KEGUNAAN MAINTENANCE PLANNING
 Sebagai dasar perencanaan strategi maintenance.
 Acuan mempersiapkan ketersediaan spare parts (minimal stock)
 Dasar untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja, Consumable goods, Tools,
parts, material sehingga penggunaanya optimum / Efisien.
 Menghitung perkiraan / budget biaya perbaikan,spare parts dan kontrol biaya
A.3. KEUNTUNGAN PROGRAM MAINTENANCE PLANNING
 Ketersediaan (Availability) alat berat akan dapat terukur
 Kebutuhan perawatan tersedia untuk mengurangi Downtime alat berat
 Produktivitas produksi akan lebih terencana dengan reliability yang lebih tinggi
 Optimalisasi minimal stock suku cadang sesuai kebutuhan dan waktu pada
lokasi remote area.
Tips dalam melaksanakan maintenance
Untuk mengaplikasikan maintenance planning yang telah dibuat, perlu diperhatikan agar tujuan
dari maintenance planning dapat tercapai adalah :
 Komitmen yang jelas terhadap alat yang kita kelola dengan pihak yang berkepentingan
(mengingat dana yang kadang kadang sulit) sehingga sering terjadi alat dipaksakan untuk
terus beroperasi (Rolling > 3km)
 Konsisten terhadap schedule maintenance planning.
 Konsisten dan berkesinambungan mencatat setiap kejadian alat dan tertib administrasi.
B. LINGKUP KERJA/SCOPE of WORK
Secara umum, maintenance dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan perbaikan yang
dilakukan agar menjaga kondisi atau performance dari sebuah mesin agar selalu dalam kondisi
seperti mendekati kondisi sewaktu masih baru, dengan upaya biaya maintenance yang serendah–
rendahnya. Dalam menjaga agar kondisi atau performance mesin tidak menurun merupakan
usaha–usaha teknis, dengan menekan biaya maintenance sampai serendah mungkin, tanpa
mengindari ketentuan yang ada pada manual instruction dari fabrikan alat tsb dengan
memanfaatkan management tertentu untuk pencapaian nya.
Sebagai peralatan pendukung, alat berat diperlakukan sebagai layaknya sebuah alat
produksi agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus
dengan down time seminimum mungkin. Hal tersebut dapat dicapai dengan menerapkan
maintenance yang baik. Maintenance dinilai baik adalah maintenance yang menghasilkan down
time seminimum mungkin dengan biaya maintenance yang serendah mungkin(optimal)
C. SERVICE MAINTENANCE
Service maintenance dapat diartikan secara definitive adalah suatu kegiatan service
untuk mencegah timbulnya keausan tidak normal ( kerusakaan ) sehingga umur alat dapat
mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.
Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa :
 Pengontrolan
 Penggantian
 Penyetelan
 Perbaikan
 Pengetesan
Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak beberapa pemilik unit ber
anggapan bahwa maintenance / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter,
membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari hari.
Kadang kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas
maintenance dengan demikian, maintenance diadakan bertujuan
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya guna
physic yang tinggi ).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling baik
( Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih terencana dan tidak terjadi akumulasi ( Reduce
repair cost )
Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa.Berikut
adalah managemen organisasi yang dilakukan :
C.1. Preventive Maintenance.

Perawatan yang dilakukan pada unit tujuannya adalah untuk mencegah atau
memindahkan kemungkinan munculnya gangguan / kerusakan pada machine.
Preventive Maintenance dilakukan tanpa perlu menunggu adanya tanda–tanda
kerusakan atau rusak. Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga
model maintenance.
1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhaul
3. Condition Base Maintenance

C.1.1 Periodic Maintenance
Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang harus dilakukan setelah
peralatan bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah
sesuai dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi (service meter) yang
ada pada alat tersebut.Periodic maintenance ini, meliputi:

C.1.1.1 Periodic Inspection
Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan
mingguan, hal ini dilakukan untuk mengetahui kedaan machine apakah aman untuk
dioperasikan.Dalam melaksanakan periodic inspection terutama dalam pelaksanaan
perawatan harian ( daily maintenance ), bisa menggunakan beberapa alat bantu,
antara lain :
1. Check sheet: Suatu form ( daftar ) yang dipergunakan untuk mencatat hasil
operasi dari tiap – tiap machine dalam satu hari operasi.
2. Daily check form : Suatu form (daftar) seperti halnya check sheet, letak
perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehinggga operator atau
service-man akan dengan mudah mencatatnya.
C.1.1.2 Periodic Service

Perawatan machine / unit yang teratur adalah sangat penting demi menjamin
pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit. Waktu dan
uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan periodic service (perawatan berkala) akan
dikompensasi dengan menjadi panjangnya umur unit dan berkurangnya ongkos operasi
unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja pada keterangan yang tertera
pada check sheet adalah didasarkan pada angka–angka yang dilihat pada service
meter.
Pada medan kerja unit yang berat atau kondisi operasi yang berat, maka jadwal
periodic service bisa lebih dipersingkat lagi,tanpa harus mengikuti jadwal perawatan
yang telah ditentukan oleh buku perawatan unit ( OMM )
Periodic service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang
dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah tertentu
berdasarkan hour meter HM
Dengan memahami fundamental preventive, periodic dan corective maintenance
yang baik, kita dapat melakukan maintenance dengan benar dan efisien. Dan akan
merasa puas mendapatkan sesuatu yang lebih dari alat-alat yang di kelola. Dengan
melaksanakan preventive maintenance yang baik, akan didapatkan tiga keuntungan
sebagai berikut:
a. Mengurangi kerusakan.
b. Biaya operasi menjadi lebih hemat.
c. Keamanan alat-alat terjamin dengan baik.
a. Mengurangi Kerusakan.
Jika kerja suatu alat berat lebih berat, preventive maintenance-nya pun perlu
ditingkatkan.
b. Hemat Biaya Operasi.
Sedikit untuk membiayai preventive maintenance berarti membayar sejumlah
besar kesempatan. Sebagai contoh melakukan ”Tune-Up” ( penyetelan ) suatu
engine sangat memungkinkan menghemat 15% konsumsi bahan bakar dan
menaikkan power lebih dari 10% dari sebelumnya.
c. Keamanan Alat Terjamin untuk Dioperasikan.
Jika unjuk kerja suatu mesin kurang baik, akan cenderung menambah waktu
operasi karena kemampuan alat yang berkurang. dan akan cenderung untuk
terus bekerja atau tidak rela membuang-buang waktu hanya untuk mengejar
target produksi, sehingga perlakuan terhadap alat menjadi tidak terkontrol.
Jagalah alat seaman mungkin, pasti akan menghasilkan kondisi yang
sempurna.

C.1.2. SCHEDULE OVERHAUL
Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard
overhaul di lakukan terhadap masing-masing komponen yang ada.Schedule overhaul
dilaksanakan untuk merekondisi machine atau komponen agar kembali ke kondisi
standard sesuai dengan Standard Factory.

Interval waktu yang telah di tentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam
seperti kondisi medan operasi, periodic service, skill operator dan sebagainya.
Overhaul di laksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine / komponen tersebut rusak
Dalam pelaksanaannya kadang kala terjadi sesuatu yang bisa merubah jadwal (schedule)
overhaul tersebut.Misalnya engine yang tadinya direncanakan untuk di overhaul di HM
12.000,namun karena pada HM tersebut kondisi engine masih bagus,maka overhaul-nya diundur
hingga HM mencapai 14.000.
Macam - macam overhaul :
 Engine overhaul
 Transmission overhaul
 Final drive overhaul
 General overhaul.
 Dan sebagainya.
D. SURVEY PENGECHEKAN DILAPANGAN UNTUK PENENTUAN LIST SPARE PARTS
FAST MOVING
Real kondisi
Data kondisi real alat berat sangat diperlukan untuk pembuatan maintenance
planning dengan mengetahui kondisi alat yang sebenarnya akan mendukung
maintenance planning lebih akurat. Untuk mengetahui atau mendapatkan kondisi
alat berat saat ini harus dilakukan pengecekan secara langsung terhadap alat
tersebut secara menyeluruh baik secara visual ataupun phisik dengan
methoda pemeriksaan meliputi:

Program PM selama ini berjalan – data dan SOP
Program Pemeriksaan Mesin ( PPM )
General Visual Check & Test Operasi

Data penggantian spare parts dan Overhaul merupakan data penting yang dicatat
selama ini, dari data tersebut dapat memberikan gambaran kinerja alat berat
dimasa lampau. seperti tanggal , Service Meter Reading saat penggantian parts dan
dikombinasikan dengan rekomendasi overhaul hours khususnya komponen yang
disyaratkan dapat diperkirakan kapan jatuh tempo kembali overhaul / diperbaiki.

1. Jam Kerja & Jam Operasi
Yang dimaksud disini adalah Jam operasi aktual per-hari, sehingga harus
dibedakan Jam Operasi alat dan Jam Kerja perusahaan karena sering terjadi
beberapa kasus pembuatan Jam Operasi sama dengan Jam Kerja akibatnya
hasilnya akan menyimpang jauh.

2. Keterbatasan Fasilitas & Lokasi
3. Harapan dan Keinginan Customer
4. Kemungkinan Resiko & Mitigasi

5. Maintenance Policy / umur alat dan Recommended Over Houl hours
Maintenance Policy adalah maintenance yang meliputi umur alat berat, umur
komponen dan jangka waktu Periodical Service. Umur alat berat & umur
komponen (Life Time) Standard sesuai yang disyaratkan oleh pabrik pembuat
alat namun acuan tersebut tidak secara otomatis dapat dipergunakan karena
dalam setiap operasi alat banyak faktor yang mempengaruhi. Life time
tersebut seperti :
• Medan operasi
• Cara pengoperasian Unit dll
• Cara maintenance

6. Informasi umum yg dapat mempengaruhi :
• Kondisi Medan Operasi
• Sarana Maintenance
• Quality Maintenance
• Cara Pengoperasian Unit, dll