You are on page 1of 16

Very Sudden and intense pain

Step 1
- Urinalisis:
pemeriksaanuntukmengetahuidalmmendiagnosispasientersebutdengancaramenggunakanurin
- Yang dapatdiketahui : - mikro : pengecatandantanpapengecatan
 makro: warna, buih, bau, volume, beratjenis, PH, kejenuhan
STEP 2
1. why when he breathing deeply the pain began to recede?
2. Why doctors recommended abdominal x ray, several blood test and urinalisis interpretation and
result that should be?
3. Why the pianspreeding into his lower abdomen and groin?
4. Why calcium and oksalat, found in urin?
5. Relation beetwenn job with the symptoms?
6. whypasient must drink two liters water each day?
7. Why doctor gave patient a pain killer and kind of the pain killer?
8. Dd?
9. Which food can be ?
10. Risk factor?
11. Why the pain is very sudden and intense pain in his side and lower back?
12. What organ can be impacted in that case?
Step 3
1. What organ can be impacted in that case?
-skin
- muscle
- bone and joint
- peritonium
-organ internal :
Hypocondriacadex: rendextra, hepar, vessicafellea,
- Hypocondriaca sin: rensininstra, hepar, lien, pancreas, colon descenden

2. Why the pain is very sudden and intense pain in his side and lower back?
Adanya benda asing dibagian proximal ureter rasa sakit  sepanjang ureter(tlg
blkg)dijalarkan saraf genitocruralis mengiritasi pusat refleks di medula
spinalis (T11-12)  rasa sakit di testis pada atau ovarium pada wanita dan kadang2
dirasakan sakit dimeatus uretra internus dan uretra  rasa sakit waktu
kencing.Adanya viscerosensory refleks n.ilioinguinalis  hipertensi dipaha
bagian medial yg dibatasi oleh ligamentum inguinale dibagian cranial, otot
sartorius dibagian lateral dan otot aduktor dibagian medial.Bila pada daerah ini
dicubit maka timbul rasa sakit yg hebat dan testis tertarik ke inguinal sbg
pembanding bila sisi yg kontra lateral dicubit hanya akan terjadi kontraksi otot
kremaster
Nyeri ureter dijalarkan sampai ke testis pada laki2 atau ovarium pada wanita mell
nervus genito cruralis. Segmentasinya T11 sampai T12. kadang timbul neusea
karena adanya medula seminalis segmen T10 sampai lumbal 1, mensrafi ginjal dan
organ2 gastrointestinal seperti gaster.
Sumber : Ilmu Bedah 2 seri catatan kuliah edisi 2005 ; hal 442


Dasar-dasar Urologi Basuki B Purnomo


Batu ureter pada peralihan pelvis – ureter : T 10

Batu ureter pada saat menyilang a.iliaka : L2-L4

Batu ureter saat masuk V.U : S2-S3

Nyeri kolik ureter atau kolik ginjal adalah nyeri pinggang hebat yang mendadak,
hilang-timbul (intermitten) yang terjadi akibat spasme otot polos untuk melawan suatu
hambatan. Nyeri mula-mula akan dirasakan di daerah sudut costovertebra dan akan menjalar
ke seluruh perut, ke daerah inguinal, bahkan sampai ke daerah kemaluan. Penyebab
sumbatan umumnya adalah batu, debris, atau bekuan darah yang berasal dari ginjal dan
turun ke ureter.
Batu kecil yang turun ke pertengahan ureter pada umumnya menyebabkan
penjalaran nyeri ke pinggang sebelah lateral dan seluruh perut. Jika batu turun mendekati
buli-buli biasanya disertai dengan keluhan lain berupa nyeri kencing dan urgensi. Tidak jarang
nyeri kolik disertai dengan gangguan pada saluran perncernaan, berupa mual dan muntah.
Nyeri kolik terjadi karena aktivitas peristaltik yang meningkat. Hal ini akan
menyebabkan tekanan intraluminal meningkat sehingga terjadi peregangan terminal saraf
yang memberikan sensasi nyeri. Nyeri no kolik juga terjadi akibat peregangan kapsul ginjal
karena hidronefrosis atau infeksi pada ginjal.

Obstruksi di Ureter
(batu, bekuan darah,atau debris)
Gerakan peristaltik ureter terhambat
Spasme otot polos ureter
Nyeri Kolik


Lokasi dan penjalaran sakit tergantung letak sumbatan (obstruksi) :
 Sumbatan pada ureter proksimal sering menyebabkan “cresendolike” di daerah
pinggang, menjalar ke arah lateral perut, lipat (pangkal) paha, testis (pria) dan labia
(wanita)
 Sumbatan pada pertengahan ureter sering menyebabkan sakit yang menjalar ke daerah
tungkai sebelah lateral dan perut
 Sumbatan pada ureter distal (uretero vesical junction) menyebabkan keluhan-keluhan
iritasi kandung kemih
Intensitas kolik ginjal juga tidak meningkat atau menurun seperti kolik usus atau kolik
bilier tetapi cenderung konstan. Mekanisme lokal seperti inflamasi, edema, hyper-peristaltis,
dan iritasi mukosa mungkin berkontribusi besar pada nyeri yang dialami oleh pasien batu
ginjal.
Pada ureter, nyeri lokal yang dialami berhubungan dengan distribusi dari nervus
ilioinguinal dan cabang nervus genitofemoral. Umumnya urolitiasis ditandai dengan nyeri
yang beronset akut akibat obstruksi akut pula dan distensi traktus urinarius bagian atas.
Keparahan dan lokasi sakit dapat bervariasi dari pasien ke pasien ke pasien lain
bergantung pada ukuran batu, lokasi batu, derajat obstruksi, ketajaman obstruksi, dan
variasi dalam anatomi individu (misalnya, intrarenal versus extrarenal pelvis). Besar batu
tidak berhubungan dengan keparahan gejala. Batu ureter kecil sering hadir dengan rasa sakit
yang sangat, sementara batu ginjal staghorn besar dapat hadir dengan rasa pegal atau
ketidaknyamanan



Purnomo B, Buku Dasar-dasar Urologi, Edisi I, CV.Sagung Seto, Jakarta : 2000


3. Why the pain spreeding into his lower abdomen and groin?

Dalamanatomis,
penyempitan 1 padasegmen t10-t11. calix minor calix mayor :letaknya epigastrium
Penyempitan 2 padasegmen L1-L5.a. illiacacommunis
Penyempitan 3padasegmen sacral.saatmasuk vu
Letaknyeritergantungdariadanyabatupadapenyempitan yang mana.
Klasifikasipenyempitan?

4. why when he breathing deeply the pain began to recede?
Karenatermasukdalamnyerikolikdancaramenguranginyadenganbernafasdalam

5. Why calcium and oksalat, found in urin?
Hiperkalsuiri: jikakadarkalsiumdalamurinlebihdari 250-300 mg/24jam
Penyebab :hiperkalsiuriabsorsrtifterjadipeningkatanabsorsikalisummelauluiusus
Hiperkalsiuria renal: adagangguanreasorbsikalsiummelaulitubulusginjal

Kandungan calcium danoksalatberlebihberartimenndakanbatusaluranginjalberlebih

Kadar kalsiumdanoksalatberlebihan lama kelamaanmenjadiikatankuatdan lama2
menjadijenuhsemakin lama menimbun
Jenisbatu :darioksalat, asamurat, kalsium, magnesium, fosfat, ammonium
Metabolic primer: -batuurat ,batusistin
Metabolic Sekunder: oksalata, strufit, kaliumfosfat.

Oksalatdidaptkanjikaada> 45 gram/hari, akhirnyadapatmembuatbatukalsiumterbentuk
Jenisbatudanmeknismepembentukanbatu?
Klasifikasi

Batu saluran kemih menurut tempatnya di golongkan
menjadi Batu ginjal, Batu Ureter, Batu kandung kemih
dan Batu uretra. Batu ginjal merupakan keadaan tidak
normal di dalam ginjal, mengandung komponen kristal
dan matriks organik. Lokasi batu ginjal dijumpai khas di
kaliks atau pelvis renalis, ureter, kandung kemih atau
uretra. Batu saluran kemih sebagian besar mengandung
batu kalsium oksalat ataupun kasium posfat, secara bersama dijumpai sampai sebesar 65-
85% dari jumlah keseluruhan batu ginjal.
Batu ginjal merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Di negara maju seperti
Amerika serikat, Eropa, Australia, batu saluran kemih banyak dijumpai pada batu saluran
kemih bagian atas, sedang di Negara berkembang seperti India, Thailand dan Indonesia lebih
banyak dijumpai batu saluran kemih.
www.usu.ac.id
Batu Kalsium
Batu jenis ini dijumpai lebih dari 80% batu saluran kemih, baik yang berikatan dengan oksalat
maupun fosfat.



Batu Struvit
Batu ini disebut juga batu infeksi karena pembentukannya disebabkan oleh adanya infeksi
saluran kemih. Kuman penyebab adalah kuman golongan pemecah urea atau urea splitter
yang dapat menghasilkan enzim urease dan mengubah pH urine menjadi basa melalui
hidrolisis urea menjadi amoniak, seperi pada reaksi :
CO(NH2)2 + H2O → 2NH3 + CO2
Suasana basa ini memudahkan garam-garam magnesium, amonium, fosfat dan karbonat
untuk membentuk batu magnesium amonium fosfat (MAP).


Gambar 3. Gambaran bentuk batu struvit
7

Kuman-kuman yang termasuk pemecah urea diantaranya adalah : Proteus spp, Klebsiella,
Serratia, Enterobakter, Pseudomonas dan Stafilokokus. E.coli bukan termasuk pemecah
urea.

Batu asam urat
Batu asam urat merupakan 5-10% dari seluruh batu saluran kemih. Di antara 75-80% batu
asam urat terdiri atas asam urat murni dan sisanya merupakan campuran kalsium oksalat.



Batu jenis lain

Batu sistin, batu xanthin, batu triamteren, dan batu silikat sangat jarang dijumpai. Batu
sistin didapatkan karena kelainan metabolisme sistin, yaitu kelainan absorpsi sistin di
mukosa usus. Batu xantin terbentuk karena penyakit bawaan berupa defisiensi enzim
xanthin oksidase.



FACTOR PENDUKUNG TERJADINYA BATU
 batu kalsium
 batu jenis ini banyak dijumpai, yaitu ± 70-80 % dari seluruh batu saluran kemih.
Kandungan batu ini terdiri dari kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran kedua
unsur itu.
Faktor terjadinya :
 Hiperkalsiuri : kadar kalsium di dalam urine lebih besar dari 250-300 mg/24 jam.
 Hiperoksaluri : ekskresi oksalat urine yang melebihi 45 gram per hari.
 Hiperurikosuri : kadar asam urat di dalam urine yang melebihi 850 mg/24 jam.
 Hipositraturi
 Hipomagnesiuri
 batu struvit
 disebut juga batu infeksi karena terbentuknya batu ini disebakan oleh adanya infeksi
saluran kemih. Kuman penyebab infeksi ini adalah kuman golongan pemecah urea
atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi
bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak.
 batu urat
 batu asam urat merupakan 5-10 % dari seluruh batu saluran kemih. Banyak diderita
pada pasien gout, penyakit mieloproliteratif, pasien yang mendapat terapi anti
kanker, dan yang mempergunakan obat urikosurik seperti sulfinpirazone, tiazid, dan
salisilat. Kegemukan, peminum alkohol dan diet tinggi protein mempunyai peluang
lebih besar mendapat penyakit ini.
Faktor yang menyebabkan batu asam urat :
a. Urine yang terlalu asam (pH urine < 6)
b. Volume urine yang jumlahnya sedikit (< 2 liter per hari) atau dehidrasi
c. Hiperurikosuri
 batu xanthin
 batu triamteren
 batu silikat
Dasar-dasar Urologi, Purnomo, Basuki B, 2000
MANIFESTASI KLINIS
Berdasarkan letaknya :
Batu pelvis ginjal
a. Tidak ada gejala atau tanda
b. Nyeri pinggang
c. Hematuria makroskopik atau mikroskopik
d. Pielonefritis dan atau sistisis.
e. Pernah mengeluarkan batu kecil ketika kencing.
f. Nyeri tekan kostovertebral
g. Batu tampak pada pemeriksaan pencitraan.
h. Gangguan faal ginjal.
Batu ureter
a. Kolik
i. Serangan nyeri
ii. Kegelisahan
b. Nyeri alih ke region inguinal
c. Perut kembung (ileus paralitik)
d. Hematuria
e. Batu tampak pada pemeriksaaan pencitraan.

Batu kandung kemih
a. Urine tiba-tiba terhenti dan menetes disertai nyeri.
b. Pada anak-anak tampak penis lebih panjang.
c. Miksi akan terdapat nyeri di suprapubik.
d. Beralih posisi akan mengurangi nyeri.

Batu prostat
a. Pada umumnya tidak menimbulkan gejala sama sikalu karena tidak menyebabkan
gangguan pasase kemih.

Batu uretra
a. Miksi tiba-tiba terhenti dan menetes disertai nyeri.
b. Penyulinya dapat terjadi divertikulum abses, fistel proksimal dan uremia kerena
obstruksi urin.

Dasar-dasar Urologi Basuki B Purnomo




6. Relation beetwenn job with the symptoms?
Pekerjaanselalududukmembuat genital lembab, danakanmemperngaruhi genital
lembabakanmembuartkalsiumtulangdilepaskedarah –>hiperkalsemiabatusalurankemih
Jurnalnyadicaridandibaca


7. whypasient must drink two liters water each day?
Perbanyak air putih
Minum air putih yang cukup, kurang lebih 8 gelas tiap hari. Tujuannya agar
menghasilkan air seni yang cukup untuk membilas zat-zat kimia yang mungkin akan
mengendap di batu ginjal.
Because to help the stone escape from urinary track, the water will push down stone
from urinary track
Cahyono, Suharjo B. 2009. Batu Ginjal Bagaimana Mencegah dan Mengobatinya
Sifatkalsium?
8. Why doctor gave patient a pain killer and what kind of the pain killer?
Acetaminophen/paracetamol: menghambatimpulspadahipothalamus
Aspirin
Ibuprofen
asamefenamat
9. Why doctors recommended abdominal x ray, several blood test and urinalisis interpretation and
result that should be found?
-
1. Urinalisa
Proteinuria jika ada hematuria ; pH yang lebih tinggi daripada 7,6 menunjukan adanya
organisme pemecah urea (pH urin rendah 6-6,5) berhubungan dengan batu asam
urat atau renal tubular acidosis, harus dicari dalam sedimen urin (BJ urin normal:
1,010-1,030) apakah terdapat eritrosit, leukosit, bakteri, kristal ( oksalat, fosfat, asam
urat, sistin). Eritrosit : hematuria mikroskopis yang ditemukan dapat mendukung
diagnosa urolitiasis, namun tanpa adanya hematuria, diagnosa urolitiasis tidak dapat
disingkirkan. Hal ini terjadi terutama pada obstruksi komplit.
Leukosit : Pyuria ringan dapat terjadi pada urolitiasis sebagai respons peradangan
akibat adanya batu


a. Pemeriksaan radiologi
batu ada yang radiopak  pemeriksaan foto polos sudah cukup untuk menduga
adanya batu saluran kemih bila diambil foto 2 arah
batu yang radiolusen  dari jenis asam urat murni
b. Foto pielografi intravena  sbg tambahan foto polos yg dilakukan jika batu terletak
di depan bayangan tulang shg terhindar dari pengamatan
c. Pielografi retrograd  dilakukan bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi
lagi shg kontras tidak muncul
cara : dilaksanakan pemasangan kateter ureter melalui sistoskop pada ureter ginjal
yg tidak dapat berfungsi untuk memasukkan kontras
d. Pemeriksaan laboratorium  untuk mencari kelainan kemih yg dapat menunjang
akan adanya batu disaluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan
sebab terjadinya batu
 Pemeriksaan renogram  untuk menentukan faal setiap ginjal secara terpisah
pada batu ginjal bilateral atau bila kedua ureter tersumbat total.
 Pemeriksaan ultrasonografi
untuk semua jenis batu tanpa tergantung kepada radiolusen atau radioopak
dapat ditentukan ruang dan lumen saluran kemih untuk menentukan batu selama
tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu
Sumber : Buku Ajar Ilmu Bedah edisi revisi ; R.Sjamsuhidajat ; hal 1028


10. Which food can be ?




Because if calcium and oxalate higher than other product especially solvent material
that can be easily make the stone because based on the theory of formation stone if
there are dissolved material higher than solvent material that become
supersaturated and can cause sedimentation crystal
Pardede, O. Sudung, Partini P. Trihono, Buku ajar Nefrologi Anak, edisi 2. Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI).

Urinary supersaturation is a measure of the likelihood of stone-forming salts to form a
crystal complex, which can ultimately become a stone. Supersaturation calculations for salts,
such as calcium oxalate, calcium phosphate, and uric acid, can reliably predict stone
formation. The supersaturation value depends on the concentration of dissolved salt relative
to its solubility. It is calculated using the total concentration of urinary sodium, potassium,
calcium, magnesium, ammonia, phosphate, sulfate, oxalate, citrate, uric acid,
pyrophosphate, carbon dioxide, chloride, and pH.
Medical evaluation and management of urolithiasis
Michelle Jo Semins.The James Buchanan Brady Urological Institute, The Johns Hopkins
University School of Medicine, Baltimore, MD 21287, USA

Teori Pembentukan Batu
a. Teori Supersaturasi/ Kristalisasi
Urin memiliki kemampuan melarutkan lebih banyak zat yg terlarut bila
dibandingkan air biasa. Campuran ion aktif dalam urin dapat menimbulkan
interaksi sehingga mempengaruhi kelarutan elemen2 urin. Dg adanya
molekul2 zat organic (urea, asam urat, sitrat) juga akan mempengaruhi
kelarutan zat2 lain. Bila konsentrasi zat2 yg relative tdk larut dlm urin (Ca,
oksalat, fosfat) ↑  akan terbentuk kristalisasi zat tsb
b. Teori Nukleasi/ adanya nidus
Nidus/ Nukleus yg terbentuk akan mjd inti presipitasi yg kemudian tjd. Zat /
keadaan yg bersifat mjd nidus adl ulserasi mukosa, gumpalan darah,
tumpukan sel epitel / pus, bakteri, jaringan nekrotik iskemi yg berasal dr
neoplasma atau infeksi dan benda asing
c. Teori Tidak Adanya Inhibitor
Supersaturasi Ca, oksalat dan asam urat dalam urin dipengaruhi oleh
adanya inhibitor kristalisasi. Hal ini yg dapat menjelaskan mengapa pd
sebagian individu tjd pembentukan batu, sedangkan pd individu lain tidak,
meskipun sama2 terjadi supersaturasi. Ternyata pd pasien BSK, tdk
terdapat zat yg bersifat sbg inhibitor dlm pembentukan batu.
Magnesium, sitrat dan pirofosfat diketahui dapat menghambat nukleasi
spontan Kristal Ca. Beberapa jenis glikosaminoglikans (Chondroitin sulfat)
dpt menghambat pertumbuhan Kristal Ca yg telah ada.Zat lain yg punya
peran inhibitor : asam ribonukleat, asam amino terutama alanin, sulfat,
flourida dan seng.
d. Teori Epitaksi
Epitaksi adl peristiwa pengendapan suatu Kristal di atas permukaan
Kristal lain. Bila supersaturasi urin oleh asam urat telah tjd misal krn
dehidrasi / masukan purin ↑  konsentrasi asam urat ↑  terjadi
pembentukan Kristal asam urat. Bila pada pasien ini terjadi ↑ masukan
kalsium dan oksalat  terbentuk Kristal kalsium oksalat. Kristal ini
kemudian akan menempel di permukaan Kristal asam urat  tdk jarang
ditemukan BSK yg intinya asam urat yg dilapisi oleh kalsium oksalat pd
bagian luar
e. Teori Kombinasi
Teori ini merupakan gabungan dr berbagai teori diatas. (1) Fungsi ginjal
harus cukup baik utk dapat mengekskresi zat yg dapat membentuk Kristal
scr berlebih. (2) ginjal hrs dpt menghasilkan urin dg pH yg sesuai utk
kristalisasi. Dr ke2 hal tsb, disimpulkan bhw ginjal harus mampu melakukan
ekskresi zat secara berlebihan d pH urin yg sesuai shg tjd presipitasi zat
tsb. (3) urin hrs tdk mengandung sebagian/ seluruh inhibitor kristalisasi. (4)
Kristal yg telah terbentuk harus berada cukup lama dlm urin, utk dpt slg
beragregasi membentuk nucleus yg selanjutny akan mengganggu aliran
urin. Statis urin memegang peranan penting dalam pembentukan BSK, shg
nucleus yg terbentuk bisa tumbuh.


2. Teori vaskuler
Pada penderita batu saluran kemih sering didapat adanya penyakit hipertensi dan kadar
kolesterol darah yang tinggi, maka Stoller mengajukan teori vaskuler untuk terjadinya batu
saluran kemih.
a. Hipertensi
Seseorang dikatakan hipertensi bila tekanan darah sistolis 140 mm Hg atau lebih,
atau tekanan darah diastolis 90 mmHg atau lebih atau sedang dalam pengobatan
anti hipertensi. Pada penderita hipertensi 83% mempunyai perkapuran ginjal
sedangkan pada orang yang tidak hipertensi yang mempunyai perkapuran ginjal
sebanyak 52%. Hal ini disebabkan aliran darah pada papilla ginjal berbelok 1800 dan
aliran darah berubah dari aliran laminer menjadi turbulensi. Pada penderita hipertensi
aliran turbulen ini berakibat penendapan ion-ion kalsium papilla (Ranall’s plaque)
disebut juga perkapuran ginjal yang dapat berubah menjadi batu.
b. Kolesterol
Pada penelitian terhadap batu yang diambil dengan operasi ternyata mengandung
kolesterol bebas 0,058-2,258 serta kolesterol ester 0,012-0,777 mikrogram per
miligram batu. Adanya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah akan disekresi
melalui glomerulus ginjal dan tercampur didalam air kemih. Adanya butiran kolesterol
tersebut akan merangsang agregasi dengan kristal kalsium oksalat dan kalsium fosfat
sehingga terbentuk batu yang bermanifestasi klinis (teori epitaksi).

Pardede, O. Sudung, Partini P. Trihono, Buku ajar Nefrologi Anak, edisi 2.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
coklat
11. Dd?
Uritoliasis
ISK
12. Risk factor?
Faktor-faktor resiko terdiri dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Faktor intrinsiknya adalah:
a) Hereditair (keturunan): penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya
b) Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50
tahun
c) Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki 3x lebih banyak dari pasien
perempuaan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur anatomi saluran kemih
antara laki-laki dan perempuan serta faktor hormone estrogen yang mencegah
terjadinya agregasi garam kalsium
Faktor ekstrisik diantarany adalah:
a. Geografi: pada beberapa daerah menunjukan angka kejadian batu saluran kemih
yang lebih tinggi daripada daerah stone belt (sabuk batu), sedangkan daerah
bantu di Afrika Selatan hampir tidak dijumpai penyakit batu saluran kemih.
b. Iklim dan temperatur
Individu yang menetap di daerah beriklim panas dengan paparan sinar ultraviolet
tinggi akan cenderung mengalami dehidrasi serta peningkatan produksi vitamin
D(memicu peningkatan ekskresi kalsium dan oksalat), sehingga insiden BSK akan
meningkat. Tempat yang bersuhu panas misalnya di daerah tropis, di kamar
mesin, menyebabkan banyak mengeluarkan keringat, akan mengurangi produksi
urin dan mempermudah pembentukan BSK.
c. Asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air
yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih
d. Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan nekrosis jaringan ginjal dan akan
menjadi inti pembentukan BSK. Infeksi oleh bakteri yang memecah ureum dan
membentuk amonium akan mengubah pH urin menjadi alkali dan akan
mengendapkan garam-garam fosfat sehingga akan mempercepat pembentukan
batu yang telah ada.
e. Diet: diet banyak purin, oksalat, dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit
batu saluran kemih
f. Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaanya banyak
duduk atau kurang aktifitas atau sendetary life




KONSEP MAP I
Nyeripinggang

Nyerikolik

Regio abdomen

ren

dermatom

PX penunjang

DD

KONSEP MAP I


NyeriPinggang
Non kolik kolik







STEP 7