You are on page 1of 2

Tugas Farmako – kuliah 1. M.

Faiz Hafizhuddin B04110100
2. Reinilda Alwina B04110101
3. Ardi Umbu P. B04110102
4. Dennis Sutrisno B04110104
Proses dan Mekanisme Resistensi

Resistensi adalah mekanisme tubuh yang secara keseluruhan membuat rintangan
untuk berkembangnya penyerangan atau pembiakan agent menular atau kerusakan oleh racun
yang dihasilkannya. Resistensi antibiotik dapat didefinisikan sebagai tidak terhambatnya
pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang
seharusnya atau kadar hambat minimalnya. Kemampuan ini tidak hanya mengurangi
efektivitas dari kerja antibiotik, namun juga membahayakan. Bila terjadi resistensi, selain
tidak dapat menimbulkan efek antibiotik yang bertujuan menyembuhkan, dalam jangka
panjang resistensi akan menimbulkan strain bakteri yang baru dimana bakteri tersebut akan
memiliki kekebalan terhadap antibiotik tertentu.
Resistensi ini biasanya berawal dari kesalahan diagnosa dalam menentukan antibiotik
yang tepat dalam menangani suatu penyakit, selain itu beberapa faktor yang mendukung
antara lain :
1. Penggunaannya yang kurang tepat (irrasional) : terlau singkat, dalam dosis yang
terlalu rendah, diagnose awal yang salah, potensi yang tidak kuat.
2. Penggunaannya untuk hewan dan binatang ternak : antibiotik juga dipakai untuk
mencegah dan mengobati penyakit infeksi pada hewan ternak. Dalam jumlah besar
antibiotik digunakan sebagai suplemen rutin untuk profilaksis atau merangsang
pertumbuhan hewan ternak. Bila dipakai dengan dosis subterapeutik, akan
meningkatkan terjadinya resistensi.
3. Penggunaan monoterapi : dibandingkan dengan penggunaan terapi kombinasi,
penggunaan monoterapi lebih mudah menimbulkan resistensi.
4. Pengawasan : lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah dalam distribusi dan
pemakaian antibiotika. Misalnya, pasien dapat dengan mudah mendapatkan
antibiotika meskipun tanpa peresepan dari dokter. Selain itu juga kurangnya
komitmen dari instansi terkait baik untuk meningkatkan mutu obat maupun
mengendalikan penyebaran infeksi (Kemenkes RI, 2011).

Mekanisme resistensi oleh bakteri dapat melalui beberapa cara:
1. Bakteri mensintesis suatu enzyme inaktivator atau penghancur antibiotik. Misalnya
Staphylococcy, resisten terhadap Penicilin G menghasilkan β-Laktamase yang
merusak obat tersebut. β-Laktamase lain dihasilkan oleh bakteri batang gram negatif.
Tugas Farmako – kuliah 1. M. Faiz Hafizhuddin B04110100
2. Reinilda Alwina B04110101
3. Ardi Umbu P. B04110102
4. Dennis Sutrisno B04110104
2. Bakteri melakukan mutasi genetic sehingga sasaran antibiotik tidak bekerja.
3. Terjadinya perubahan permeabilitas bakteri terhadap obat tertentu. misalnya
tetrasiklin, tertimbun dalam bakteri yang rentan tetapi tidak pada bakteri yang resisten.
4. Bakteri mengembangkkan suatu perubahan struktur sasaran bagi obat. Misalnya
resistensi kromosom terhadap aminoglikosida berhubungan dengan hilangnya (atau
perubahan) protein spesifik pada subunit 30s ribosom bakteri yang bertindak sebagai
reseptor pada organisme yang rentan.
5. Terjadinya perubahan pada metabolic pathway yang menjadi target obat,misalnya
kuman yang resisten terhadap obat golongan sulfonamida, tidak memerlukan PABA
dari luar sel, tapi dapat menggunakan asam folat, sehingga sulfonamida yang
berkompetisi dengan PABA tidak berpengaruh pada metabolisme sel.
6. Bakteri mengembangkan perubahan enzim yang tetap dapat melakukan fungsi
metabolismenya tetapi lebih sedikit dipengaruhi oleh obat dari pada enzim pada
kuman yang rentan. Misalnya beberapa bakteri yang rentan terhadap sulfonamid,
dihidropteroat sintetase, mempunyai afinitas yang jauh lebih tinggi terhadap
sulfonamid dari pada PABA (Jawetz, 1997).
Beberapa bakteri yang resisten terhadap antibiotik, antara lain: Strain Staphylococcus
resisten Methicilline, Pseudomonas dan Proteus yang resisten ampisilin.

Daftar Pustaka
Jawetz, E. 1997. Principle of antimicrobial drug action. Basic and clinical pharmacology.
Third edition. Appleton and Lange, Norwalk.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Buku panduan hari kesehatan sedunia.