You are on page 1of 31

KETAHANAN

NASIONAL
KELOMPOK 4

Rahmiani habibuddin
Nurfajri Apriadi
Haidar Hafidz
Muh. Syafaruddin
Hannan Adiwijaya

PETA KONSEP
KETAHANAN NASIONAL
Pendahuluan
Historis
Hakekat, Sifat,
Asas
Ketahanan
Nasional
Perwujududan
dan Pengaruh
Ketahanan
Nasional pada
Kehidupan
Nasional
Hubungan
Antar Gatra-
Gatra
Ketahanan
Nasional
Hakekat
Ancamasta
Gatra
Kehidupan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi
Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak luput dari
berbagai gejolak dan ancaman dari dalam negeri maupun luar
negeri, yang hampir membahayakan bangsa dan negara.
Sungguhpun demikian, bangsa dan negara Indonesia selain
telah mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan
terhadap ancaman dari luar, antara lain Agresi Militer Belanda,
juga telah mampu meneggakkan wibawa pemerintah
terhadap gerakan separatis. Negara kesatuan RI masih tetap
tegak berdiri sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka,
bersatu dan berdaulat. Hal tersebut membuktikan bahwa
bangsa Indonesia memiliki keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional, sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan,
ancaman, hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.

Republik Indonesia adalah negara yang memiliki UUD
1945 sebagai konstitusinya. Dalam semangat konstitusi
tersebut. Kekuasaan pemerintah tidak bersifat absolut atau
tidak terbatas. Sistem negara bersifat demokrasi, yang
tercermin dalam proses pengambilan keputusan yang
bersumber dan mengacu kepada kepentingan serta
aspirasi rakyat. Kondisi kehidupan nasional merupakan
pencerminan ketahanan nasional yang didasari oleh
landasan visional wawasan nusantara sehingga ketahanan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat kokoh dan
berlanjut dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
a. Manusia Berbudaya
Manusia berbudaya akan selalu mengadakan
hubungan hubungan dengan :
1. Tuhan YME, dinamakan Agama
2. Cita-cita, dinamakan Ideologi
3. Kekuatan/kekuasaan, dinamakan Politik
4. Pemenuhunan kebutuhan, dinamakan Ekonomi
5. Manusia, dinamakan Sosial
6. Rasa keindahan, dinamakan Seni/Budaya
7. Pemanfaatan alam, dinamakan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi.
8. Rasa aman, dinamakan Pertahanan dan Keamanan
b. Tujuan Nasional
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam
ketahanan nasional karena suatu organisasi apapun
bentuknya dalam proses kegiatan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkannya akan selalu
berhadapan dengan masalah-masalah internal dan
eksternal, demikian pula dengan negara dalam
mencapai tujuannya, oleh karena itu perlu ada kondisi
yang siap menghadapinya. Falsafah dan ideologi
menjadi pokok pikiran karena seperti dalam
pencapaian tujuan nasional pasti akan ada masalah
yang dihadapi, demikian pula dengan falsafah dan
ideologi, hal ini dapat dibaca dari makna falsafah
sebagai ideologi, hali in dapat dibaca dari makna
falsafah sebagai ideologi negara dalam alinea I
sampai dengan alinea IV pembukaan UUD 1945.
Rumusan Ketahanan Nasional sebagai suatu pengertian baku,
sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika perkembangan
dunia dari masa ke masa. Ketahanan Nasional Indonesia
adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap
aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang
dari luar negeri maupun dari dalam negeri, yang bersifat langsung
maupun tidak langsung, membahayakan indentitas, integritas,
vitalitas dan kelangssungan hidup bangsa dan negara
sertaperjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

a. Sejak Zaman Kerajaan-Kerajaan di Indonesia yaitu Kerajaan
Kalingga (abad IX), Kerajaan Sriwijaya (abad VIII), Kerajaan
Majapahit (abad XV), Kerajaan Mataram (abad XVI) dll, bangsa
Indonesia telah memiliki ketahanan nasional yang mantap,
sehingga setiap hakekat ancaman yang muncul dapat diatasi dengan
baik.
b. Pada zaman Eropa (abad XVI) yaituh bangsa Eropa antara lain
Belanda, Inggris, Prancis, Portugis, Spanyol datang ke wilayah
Indonesia dengan alasan Berdagang, namun kenyataannya menjajah
oleh penjajah, bangsa Indonesia dipecah belah, yang menyebabkan
tingkat ketahanan nasional bangsa Indonesia menjadi sangat lemah
sehingga tidak mampu menghadapi berbagai tantangan, ancaman,
gangguan, hambatan dan rintangan yang mengakibatkan hilangnya
kemerdekaan, kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia yang
tinggal adalah kemiskinan dan penderitaan lahir dan batin bangsa
kita.
Sehingga timbullah perlawanan bangsa Indonesia terhadap
penjajah di seluruh wilayah Indonesia yang menuntut kemerdekaan
:
1) Perjuangan secara fisik diseluruh wilayah, yaitu Sultan agung di
Mataram Jawa Tengah (1613), Sutan Iskandar Muda di Aceh (1636),
Sultan Tirtayasa di Banten (1650) dllnya. Perjuangan secara fisik
melawan penjajah pada saat itu tidak berhasil, disebabkan kurang
adanya persatuan bangsa Indonesia, disamping penjajah juga
menggunakan taktik memecah belah serta penjajah menggunakan
persenjataan yang lebih modern.
2) Kegiatan perjuangan fisik tidak menyebabkan putus asa dan tidak
mau menyerah kalah, namun bangsa Indonesia telah mengubah
cara perjuangannya terhadap penjajah dengan bentuk lain, yaitu
Perlawanan secara Non-Fisik, yaitu perjuangan RA Kartini 1902,
Budi Utomo 1908, mendirikan Sarekat Dagang Islam 1911, tujuan
SDI diperluas.
a. Pada tahun 60-an Ketahanan Nasional dirumuskan oleh Seskoad Bandung :
Katahanan Nasional merupakan Pertahanan Wilayah
b. Pada tahun 1968 Lemhannas merumuskan Ketahanan Nasional ialah Kekuatan dan
daya tahan dalam menghadapi segala kekuatan
c. Kemudian pada tahun 1969 oleh Lemhannas disempurnakan kembali, sehingga
Ketahanan Nasional adalah suatu keuletan dan daya tahan dalam menghadapi segala
ancaman.
d. Kemudian pada tahun 1972 dan 1974 Lemhannas merumuskan Ketahanan Nasional
ialah kondisi dinamik bangsa berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi
TAHG.
e. Akhirnya pada tahun 1982 Gebernur Lemhannas menyempurnakan rumusan
Ketahanan Nasional ialah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek
kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negeri
maupun dari dalam negeri, yang bersifat langsung maupun tidak langsung,
membahayakan indentitas, integritas, vitalitas dan kelangssungan hidup bangsa dan
negara sertaperjuangan mencapai tujuan nasionalnya.


a. Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, untuk
dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara
dalam mencapai tujuan nasional.
b. Hakekat konsepsinya ialah pengaturan dan penyelenggaraan
keamanan artinya untuk mampu melindungi keberadaan
nilai-nilai luhur bangsa terhadap segala ancaman dari dalam
maupun dari luar negeri. Kesejahteraan digunakan untuk
mewujudkan Tannas berbentuk kemampuan bangsa dalam
mengembangkan nilai-nilai nasionalnya yang adil dan
merata.
Asas ketahanan nasional Indonesia ialah tata laku yang didasari nilai-
nilai yang tersusun berlandaskan pancasila, UUD 1945 dan wawasan
Nusantara, yang terdiri dari :
a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan, dapat dibedakan tetapi tidak
dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang
mendasar serta esensial, baik sebagai perorangan maupun sebagai
kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
b. Asas komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu. Sistem
kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa
secara utuh, menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan
persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari
seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
d. Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar
Mawas Ke Dalam, yaituh bertujuan menumbuhkan hakekat, sifat
dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berlandaskan nilai-nilai
kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas dan
derajat bangsa yang ulet dan tangguh. Mawas Ke Luar, yakni
bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta
menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar
negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan
ketergantungan dengan dunia internasional.
e. Asas Kekeluargaan, mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan,
kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggungjawab dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini
diakui adanya perbedaan dan perbedaan tersebut harus
dikembangkan secara serasi dalam kehidupan konstitusional serta
dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat
antagonistik yang saling menghancurkan.
Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang
terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu
a. Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan
kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung
prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpuh pada identitas, integrasi
dan kepribadian bangsa.
b. Dinamis, artinya nasional tidaklah permanen, namun dapat menurun dan
meningkat tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi
lingkungan strategisnya.
c. Wibawa, kebexxrhasilan pembinaan Tannas yang berlanjut dan
berkesinambungan, akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa
yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain.
d. Konsultasi dan Kerjasama, artinya ketahanan nasional indonesia tidak
mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalakan
kekuasaaan dan kekuatan fisik, tetapi lebih bersifat konsultatif dan
kerjasama, serta saling menghargai dengan mengandalakan pada kekuatan
moral dan kepribadian bangsa.


D. PERWUJUDAN DAN
PENGARUH KETAHANAN
NASIONAL PADA KEHIDUPAN
nASIONAL
Perwujudan Aspek Alamiah atau Tri Gatra
a. Posisi dan lokasi geografi negara lain ialah :
1) Negara daratan, yaitu negara yang dikelilingi daratan,
contohnya Laos, Afganistan, Uganda, Mongolia, Swiss.
2) Negara lautan, yaituh negara yang dikelilingi lautan
yang terdiri dari Negara Kepulauan dan Negara Pulau.
3) Negara yang memounyai bagian wilayah yang bersifat
kepulauan.
b. Keadaan dan Sumber kekayaan alam, ialah sumber
dan potensi alam yang terdapat di udara, di
permukaan bumi dan laut, serta perut bumi dalam
wilayah suatu negara.
c. Keadaan dan kemampuan penduduk/ kependudukan

Perwujududan Aspek Sosial atau Panca
Gatra
a. Gatra Ideologi
1) Ideologi adalah seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya
tersusun secara sistematis, digunakan suatu bangsa untuk
menata masyarakat dan dijadkan dasar serta tujuan yang ingin
dicapai dalam kelangsungan hidup bangsa dan negara.
2) Kekuatan suatu ideologi terletak pada rangkaian nilai yang
terdapat didalamnya penghayatan dan pengalaman oleh warga
negara tersebut, dalam bentuk pelaksanaan obyektif dan
pelaksanaan subyektif.
3) Ketahanan ideologi ialah kondisi dinamik suatu bangsa yang
berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam
menghadapi dan mengatasi nacaman, gangguan, hambatan dan
tantangan baik dalam maupun luar negeri yang langsung
ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup
ideologi suatu bangsa.
b. Gatra Politik
1) Politik diartikan sebagai asas, haluan dan kebijaksanaan yang
digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan.
2) Kehidupan politik di sektor masyarakat berfungsi memberi
masukan berupa aspirasi atau tuntutan kebutuhan rakyat.
3) Sistem politik menentukan bagaimana kehidupan politk
dilaksanakan sebagai pencerminan interaksi antara keluaran dan
masukan.
4) Upaya bangsa Indonesia
5) Tingkat ketahanan politik dapat diukur dari kemampuan suatu
sistem politik dalam menghadapi dan menyelesaikan lima fungsi
politik.
6) Ketahanan politik ialah kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan
mengatasi nacaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik
dalam maupun luar negeri yang langsung ataupun tidak langsung
membahayakan kelangsungan hidup ideologi suatu bangsa.

c. Gatra Ekonomi
1) Kegiatan ekonomi adalah keseluruhan kegiatan pemerintah dan
masyarakat dalam pengelolaan faktor produksi
2) Keadaan perekonomian suatu negara adalah pencerminan dari
keseimabngan antara produksi dengan distribusi.
3) Upaya peningkatan ketahanan ekonomi
4) AGHT terhadap kelangsungan ekonomi
5) Faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan ekonomi
6) Ketahanan nasional dibidang ekonomi.
d. Gatra Sosial dan Budaya
1) Istilah sosial budaya menunjukkan dua segi kehidupan bersama
dari manusia, yaituh segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan
manusia
2) Masyarakat budaya akan membentuk pola budaya yang berfokus
kepada satu atau beberapa faktor budaya yang mencermikan
kepribadian bangsa tersebut.

3) Peningkatan ketahanan nasional dibidang sosial budaya
4) Faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan nasional di
bidang sosial budaya ialah tradisi, pendidikan,
kempimpinan Nasional, Tujuan Nasional, Kepribadian
Nasional
e. Gatra Pertahanan Keamanan
1) Pertahanan Keamanan
2) Upaya meningkatkan ketahanan nasional bidang Hankam
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di
bidang Pertahanan Keamanan yaitu Doktrin Pertahanan
Keamanan, Wawasan nasional, Sistem Hankam, kondisi
geografisnya, Manusia, Integrasi TNI, Polri dan Rakyat,
Pendidikan Kewarganegaraan, Material, IPTEK,
manajemen< pengaruh Luar Negri, Kepemimpinan Nasional.

Pengaruh Aspek ketahanan Nasional
pada kehidupan
Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut
hubungan antar aspek yang mendukung
kehidupan yaitu
a. Aspek alamiah yang bersifat statis, meliputi
aspek Geografis, aspek Kependudukan dan
aspek Sumber Kekayaan Alam.
b. Aspek sosial bersifat dinamik, meliputi aspek
Ideologi, aspek Politik, aspek Sosial Budaya
dan aspek Pertahanan Keamanan.
E. HUBUNGAN ANTAR GATRA-GATRA
KETAHANAN NASIONAL
Hubungan antar Gatra dalam
Tri Gatra
a. Hubungan antara Geografis dengan kekayaan Alam
b. Hubungan antara Gatra Geografis dengan
Kemampuan Penduduk
c. Hubungan antara Kekayaan Alam dengan
Kemampuan Penduduk.
Hubungan antar Gatra Panca
Gatra
a. Hubungan antara Ideologi dengan Politik
b. Hubungan antara Ideologi dengan Ekonomi
c. Hubungan antara Ideologi dengan Sosial budaya
d. Hubungan antara Ideologi dengan Hankam
e. Hubungan antara Politik dengan Ekonomi
f. Hubungan antara Politik dengan Sosial Budaya
g. Hubungan antara Politik dengan Hankam
h. Hubungan antara Ekonomi dengan Sosial Budaya
i. Hubungan antara Ekonomi dengan Hankam
j. Hubungan antara Sosial Budaya dengan Hankam

Hubungan antara Tri Gatra dengan panca
Gatra
a. Kekuatan dan kelemahan aspek Tri Gatra sangat
berpengaruh terhadap kehidupan pada aspek
Panca Gatra dan sebaliknya.
b. Ketahanan nasional yang bulat dan utuh,
didalamnya terkandung hubungan erat antar
gatra dalam seluruh kehidupan nasional
c. Aspek Tri Gatra dan Aspek Panca Gatra
berhubungan secara Holistik-Sinergistik, artinya
kedua aspek tersebut saling tergantung, saling
mengisi dan saling mengikat secara terpadu.
F. HAKEKAT ANCAMAN ASTA
GATRA
1. Ancaman Unsur Tri Gatra
a. Lokasi dan Posisi Geografis negara
b. Keadaan dan Kekayaan alam Indonesia
c. Kemampuan Penduduk
2. Ancaman Unsur Panca Gatra
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosila Budaya
e. Hankam