You are on page 1of 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kentang (Solanum tuberosum L) adalah komoditas sayuran dengan
kegunaan ganda, yaitu sebagai sayuran dan substitusi karbohidrat. Kentang
digunakan sebagai makanan olahan, usaha rumah tangga, restoran siap saji,
sampai industri besar untuk pembuatan tepung dan keripik. Pasar kentang bukan
hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri sebagai komoditas ekspor yang
menguntungkan.
Tetapi dengan rendahnya produktivitas kentang di Indonesia disebabkan
oleh beberapa hal antara lain rendahnya mutu benih yang digunakan petani,
tingginya biaya produksi bibit, pengetahuan kultur teknis masih kurang, menanam
kentang secara terus menerus, umur panen yang kurang tepat, penyimpanan yang
kurang baik, permodalan yang terbatas dan yang paling utama adalah aktor
kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit (!oelarso, "##$).
Pada dasarnya semua tanaman yang kita budidayakan di lahan, hidupnya
dalam keadaan terancam baik oleh hama maupun penyakit. %aka untuk menekan
keberadaan hama dan penyakit perlu dilakukan pengendalian. Pada saat ini upaya
pengendalian terhadap hama dan penyakit tanaman masih mengandalkan
penggunaan pestisida sebagai upaya pengendalian utama.
Kenyataannya menunjukkan bah&a upaya pengendalian dengan
menggunakan senya&a kimia bukan merupakan alternati yang terbaik, karena
siat racun yang terdapat dalam senya&a tersebut dapat meracuni manusia, ternak
piaraan, serangga penyerbuk, musuh alami, tanaman, serta lingkungan yang dapat
menimbulkan polusi bahkan pemakaian dosis yang tidak tepat bias membuat
hama dan penyakit menjadi resisten. !elain itu dengan adanya aplikasi pestisida
sintetik yang tidak bijaksana dapat memicu timbulnya pathogen yang resisten
terhadap pestisida sistetik yang digunakan.
'erdasarkan hal tersebut maka perlu diambil alternati pengendalian yang
eekti terhadap hama dan penyebab penyakit tanaman tanpa mengandalkan
pestisida sistetik. Pengendalian biologi (hayati) menunjukkan alternati
pengedalian yang dapat dilakukan tanpa harus memberikan pengaruh negati
terhadap lingkungan dan sekitarnya, salah satunya adalah dengan pemanaatan
agens hayati seperti virus, jamur atau cenda&an, bakteri atau aktiomisetes. Pada
makalah ini kami akan membahas mengenai Pengendalian (ama Terpadu pada
Komoditas Kentang.
1.2 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memudahkan penyusun dan
pembaca dalam mengetahui pengendalian hama terpadu pada komoditas kentang.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tanaman Kentang
Tanaman kentang berasal dari )merika !elatan (Peru, *hili, 'olivia, dan
)rgentina) serta beberapa daerah )merika Tengah. +i ,ropa daratan tanaman itu
diperkirakan pertama kali diintroduksi dari Peru dan *olombia melalui !panyol
pada tahun "-$. dan di Inggris pada tahun "-#. ((a&kes, "##.). Penyebaran
kentang ke )sia (India, *ina, dan /epang), sebagian ke )rika, dan kepulauan
(india 'arat dilakukan oleh orang0orang Inggris pada akhir abad ke0"$ dan di
daerah0daerah tersebut kentang ditanam secara luas pada pertengahan abad ke0"1
((a&kes, "##2).
Tanaman kentang telah tersebar luas di Indonesia, terutama di daerah0
daerah pegunungan di )ceh, Tanah Karo, !umatera 'arat, 'engkulu, !umatera
!elatan, %inahasa, 'ali, dan 3lores. +i /a&a daerah0daerah pertanaman kentang
berpusat di Pangalengan, Lembang, dan Pacet (/a&a 'arat), 4onosobo dan
Ta&angmangu (/a&a Tengah), serta 'atu dan Tengger (/a&a Timur).
Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran
semusim, berumur pendek dan berbentuk perdu5semak. Kentang termasuk
tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi, setelah itu mati. 6mur
tanaman kentang antara #.0"1. hari. %enurut 7embong ("##8), kentang
(Solanum tuberosum L) diklasiikasikan sebagai berikut9
+ivisi 9 !permatophyta
!ubdivisi 9 )ngiospermae
Kelas 9 +icotyledonae
:rdo 9 Tubilorae (!olanales, Personatae)
3amili 9 !olanaceae
7enus 9 Solanum
!pecies 9 Solanun
tuberosum L.
+ari tanaman ini dikenal pula spesies0spesies lain yang merupakan spesies
liar, di antaranya Solanum andigenum L, Solanum anglgenum L, Solanum
demissum L dan lain0lain. ;arietas kentang yang banyak ditanam di Indonesia
adalah kentang kuning varietas 7ranola, )tlantis, *ipanas dan !egunung .
2.1.1 Budidaa Tanaman Kentang
; !yarat Tumbuh Tanaman Kentang
).Tanah
Tanaman Kentang dapat tumbuh dengan baik pada tanah 0 tanah yang
subur dan gembur serta mempunyai drainase yang baik dengan p( tanah - sampai
<,-. tanaman Kentang bila ditanam pada p( diba&ah - maka umbi yang
dihasilkan menjadi jelek. Pengolahan tanah untuk bmenanam kentang di dataran
tinggi perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan terutama pengaruh
erosi, untuk ini perlu dilakukan dengan cara pengolahan tanah secara
minimum, penanaman secara *ontur, membuat teras dan penggunaan mulsa.
Tanah harus mempunyai kadar air yang cukup, sebab unsur hara hanya dapat
terserap oleh akar tanaman apabila air cukup tersedia.
Kesuburan tanah memegang peranan tyang sangat penting untuk tanaman
kentang. !elain sebagai penyangga akar, tanah juga berungsi sebagai penyedia
air, =at0=at hara, dan udara bagi pernaasan akar tanaman.
Tanah yyang subur bisa mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan
tanaman. 3actor0aktor yang menyuburkan tanah adalah kandungan air,
bahan organic, batuan induk,suhu, organism tanah, keasaman tanah, struktur dan
tekstur tanah serta kelengkapan dan ketersediaan =at0=at hara.
Kentang cocok ditanam pada tanah yang gembur, banyak mengandung humus,
sedikit berpasir, sedikit mengandung air. Tanaman kentang akan tumbuh ideal
pada tanah yang memiliki kesamaan tanah (p() antara -0-,-.
; 7embur
Kegemburan tanah sangat dikehendaki untuk membantu perkembangan
akar tanaman kentang dalam membentuk umbi yang sempurna sehingga bermutu
tinggi.
; 'anyak mengandung humus
Tanah yang banyak mengandung humus bisa mempercepat pertumbuhan
tanaman, karena menyimpan =at0=at makanan dalam jumlah yang cukup. >at0=at
makanan sangat diperlukan bagi tanaman kentang sehingga dapat tumbuh subur
dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.
; !edikit berpasir
Tanah yang sedikit berpasir bisa menumbuhkan kentang yang
berkarbohidrat tinggi dan rasanya menjadi lebih le=at.
; !edikit mengandung air
Tanaman kentang tidak tahan terhadap air yang banyak, terlebih0lebih air
yang menggenang. )ir yang berlebihan membuat tanaman kentang terserang
penyakit kayu.
0 'iotik
!elai actor0aktor abiotik, yaitu iklim dan tanah, yang perlu diperhatikan
juga adalah actor biotic. (ama, pathogen, dan gulma adalah actor biotic yang
sering menggagalkan panen kentang.
'. Iklim
Tanaman Kentang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada
ketinggian #.. sampai "?.. meter dari permukaan laut, namun untuk tujuan
penangkaran yang terbaik adalah pada ketinggian "8.. sampai "<.. m dari
permukaan laut. Pada ketinggian ini penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri
tidak akan berkembang. *urah hujan yang dikehendaki tanaman Kentang adalah
2.. mm s5d ?.. mm 5 bulan atau rata 0 rata "... mm selama masa pertumbuhan
dan pembesaran umbi.
3aktor lain yang juga sangat berpengaruh terhadap pembesaran umbi
adalah intensitas cahaya matahari dengan kata lain untuk proses pertumbuhan dan
pembesaran umbi dibutuhkan penyinaran rata 0 rata 1 jam per hari. Tanaman
Kentang tidak tahan terhadap curah hujan yang tinggi karena dapat berakibat
terhadap serangan penyakit busuk daun ( Pythotora Investant )selain hal tersebut
diatas curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tanaman rebah atau patah.
4aktu tanam kentang yang baik adalah pada akhir musim hujan (sekitar
bulan )pril atau %ei), tetapi apabila ingin menanam pada a&al musim hujan
(sekitar bulan :ktober atau @ovember) diusahakan pada &aktu musim turun
hujan usia tanaman kentang sudah berumur dua bulan dan umbinya sudah cukup
besar. 'egitupun dengan angin yang kencang tidak baik untuk pertumbuhan
tanaman kentang, karena batang tanaman kentang tidak kuat sehingga mudah
patah atau roboh apabila terkena angin yang kencang.
; Persiapan 'enih dan Lahan
). Persiapan 'enih
'enih yang dipergunakan sebaiknya benih 78 yang berasal dari penangkar
benih baik penangkar yang dikelola oleh Pemerintah maupun pengusaha
penangkar benih yang ditunjuk oleh Pemerintah atau benih yang
digunakan sehat secara isik, bebas dari hama penyakit dan diketahui asal
usulnya. 'enih dapat ditanam apabila umbi telah memiliki tunas sepanjang
" cm. 'enih yang akan ditanam sebaiknya disimpan ditempat yang terang
agar tunas menjadi kuat dan kokoh sehingga tidak mudah patah atau rusak
pada saat penanaman.
B!br0ken!! Persiapan Lahan
Lahan yang digunakan sebaiknya bukan bekas lahan Kentang atau tanaman
yang sejenis dengan Kentang seperti Terong, *abe dan Tomat. Tanah diolah
dengan di bajak atau dicangkul dengan kedalaman ?. cm, kemudian lahan
dibersihkan dari sisa 0 sisa tanaman lalu tanah dibiarkan selama 2 sampai ?
minggu agar tata udara dalam tanah menjadi lebih baik dan juga dapat
menurunkan keasaman tanah.
; Persiapan Penanaman
). Persiapan Tanam
!ebelum melaksanakan penanaman terlebih dulu membuat garitan tanam
yang disesuaikan dengan jarak tanam yang dianjurkan yaitu ?. cm A ".. cm atau
?- cm A 1. cm tergantung pada varitas dan tingkat kesuburan tanah. 7aritan
tanam dibuat sedalam 2. cm, dimana nantinya kedalam garitan ditaburkan pupuk
kompos atau pupuk kandang yang telah matang. +iatas pupuk kandang juga
diberikan pupuk buatan sebagai pupuk dasar.
'. Pemupukan dan Penanaman
Penanaman dan pemupukan dasar adalah dua kegiatan yang saling terpaut
atau dilaksanakan secara bersamaan dilapangan. Penanaman sebaiknya dilakukan
pada pertengahan musim hujan atau akhir musim hujan. !ebagai Pupuk dasar
diberikan pupuk >) 2-. Kg, !P?< 8-. Kg, Kcl 2.. Kg dan @PK 2-. Kg yang
diberikan sebagai pupuk susulan yaitu pada saat tanaman telah berumur 2- 0 ?.
hari setelah tanam atau bersamaan dengan pembumbunan tahap pertama.
!ehingga total pupuk yang di berikan menjadi "."-. Kg.
; Pemeliharaan
A!br0ken!! Penyiangan dan Pembumbunan
0 Pendangiran dan Penyiangan
!etelah tanaman kentang berumur kira0kira satu bulan, maka perlu dilakukan
pendangiran. Bakni, tanah disekitar tanaman perlu digemburkan agar peredara
udara menjadi lancer. +engan demikian, pertumbuhan tanaman menjadi lebih
baik,. Cumput0rumput yang ada di sekitar tanaman juga perlu dibersihkan agar
tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kentang. Proses penggemburan juga
disertai dengan peniggian gundukan tanah atau bedengan agar umbi tanaman
selalu terkubur. 6mbi kentang yang tidak tertutup tanah akan ber&arna hijau dan
kualitasnya rendah.
0 Pembumbunan
!etelah tanaman kentang berumur ?08 minggu, maka perlu dilakukan
pembumbunan, yakni proses peninggian tanah. Pembumbunan akan memberikan
keuntungan bagi tanaman, antara lain9
; )kan merangsang pembentukan akar baru sehingga umbi kentang yang
dihasilkan bisa semakin banyak.
; %embantu perkembangan umbi
; %emperkokoh berdirinya batang
B!br0ken!! Pengendalian (ama dan penyakit
(+ibahas dalam P(T pada tomat)
; Panen
Tanaman kentang dapat dipanen apabila sudah umur #. 0 ".. hari
setelahtanam, hal ini ditandai dengan gejala daun yang sudah kering dan mati
secara keseluruhan atau juga dapat dilakukan dengan cara menekan kulit umbi
apabila tidak lecet berarti Kentang tersebut sudah bisa di panen. 4aktu panen
sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah5terang sehingga umbi cepat kering dan
mudah dibersihkan dari tanah yang melekat pada kulit umbi. (Tamrin)
2.1.2 Hama dan Penakit Utama Tanaman Kentang !rara"
2.2 PHPT !anka"
2.2.1 Pengendalian Se#ara $i%ik !ari"
2.2.2 Pengendalian Se#ara Bi&l&gi% !anka"
2.2.' Pengendalian Se#ara Kimia(i ! ari"
BAB III
KESIMPULAN
DA$TA) PUSTAKA