You are on page 1of 13

STRUKTUR DAN MACAM-MACAM SEL

1. Struktur Sel
Sel mangandung struktur fisik yang sangat terorganisasi, yang dinamakan
organel. Beberapa organel sel yang penting adalah :
1. Inti Sel (nucleus)
a) Struktur khusus bulat padat, yang terdiri dari massa protoplasma yang lebih
kompak, dikelilingioleh membrane dan membawa partikel gen yang
mengandung kromatin.
b) Terletak ditengah sel yang dikelilingi oleh sitoplasma yang merupakan pusat
kegiatan sel.
c) Inti mengandung asam deoksiribonukleat dalam jumlah besar.
d) Dalam inti terjadi pembelahan sel (mitosis) untuk membentuk dua sel anak.
Tiap sel menerima satu dari dua pasang gen.
e) Selama mitosis, kromatin mudah ditemukan sebagai bagian dari kromosom.
Kromatin dapat diubah menjadi benang kromosom.
f) Terdapat anak inti (nukleulus) yaitu nucleus yang mengandun RNA dalam
jumlah besar dan protein, nukleulus sangat membesar bila sel secara aktif
mensintesis protein
(Setiadi, 2007).
2. Membran sel/membrane plasma
a) Ukuran tebal antara 7,5-10 nanometer.
b) Bersifat elastic.
c) Membran terdiri dari protein dan lipid, susunannya : 55% protein, 25% fosfolipid,
13% kolesterol, 4% lipid lain, 3% karbohidrat.
d) Protein membrane sel,
1) Sebagian besar glikoprotein
2) terdapat protein integral yang menonjol kedalam sel dan dapat berdifusi antara
cairan ekstrasel dan intrasel
3) juga terdapat protein porifer yang hanya melekat pada permukaan membrane
ndan tidak menembus membran
e) Karbohidrat membran,
1) terdapat pada bagian luar membran
2) berperan sebagai zat reseptor untuk meningkat hormone seperti insulin yang
merangsang aktifitas spesifik dalam sel
f) Membran inti,
1) tiap-tiap membrane hamper identik
2) mempunyai struktur dasar lipid berlapis ganda dengan protein globular terapung
pada cairan lipid
(Setiadi, 2007).
3. Sitoplasma dan Organelnya
Terisi oleh partikel dan organel kecil dan besar yang tersebar yang ukurannya berkisar
dari beberapa nanometer sampai dengan 3 mikron. Koloid dengan prosentase 75% air
dan 24% protein (Setiadi, 2007).
2. Macam- macam dan struktur sel
a. Sel prokariotik
semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid(berupa DNA dan RNA),
dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membran
inti. Karena tidak mempunyai membran inti. Karena tidak mempunyai membran inti,
maka bahan inti yang berada didalam sel mangadakan kontak langsung dengan
protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem
endomembran(membran dalam), seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi.
Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, namun
mempunyai struktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofor. Contoh sel
prokariotik adalah bakteri dan alga hijau biru.
Berikut akan diuraikan struktur sel bakteri yang meliputi: dinding sel, membran plasma,
sitoplasma, mesosom, ribosom, DNA, RNA,flagela serta pili.
Dinding sel
Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan, polisakarida, lemak, dan
protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi betuk yang tetap. Pada
dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya moleku-molekul.

Membran plasma
Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein.
Fungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan disekitarnya, dengan jalan
mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan kedalam sel.
Mesosom
Pada tempat tertentu, membran plasma melekuk ke dalam membentuk
mesosom. Mesosom berfungsi dalam pembelahan sel dan sebagai pengahsil energi.
Biasanya mesosom terletak dekat dinding sel yang baru terbentuk pada saat
pembelahan biner sel bakteri. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim
pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.
sitoplasma
sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral dan enzim-enzim. Enzim-
enzim digunakan untuk melakukan proses metabolisme sel. Metabolisme terdiri
dari prose penyusunan(anabolisme)dan penguraian (katabolisme) zat-zat.


Ribosom
Ribosom merupakan organel tak bermembrantempat berlangsungnya sintesis
protein. Ukurannya sangat kecil, berdiameter antara 15-20mm(1 nanometer =
10
9
meter). Didalam sel bakteri terkandung 15.000butir ribosom, atau sekitar 25%
dari masa total sel bakteri.
DNA
Asam dioksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) merupakan
persenyawaayang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat dan basa-basa nitrogen.
DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, yakni sifat-sifat yang
diwariskan kepada keturunannya. Karena itu DNA disebut pula sebagai materi
genetik.
RNA
Asam ribonukleat (rybonucleic acid, disingkat RNA) merupakan persenyawaan
hasil transkripsi(hasil cetakan, hasil kopian) DNA. Jadi, bagian tertentu DNA
melakukan transkripsi (mengopi diri) membentuk RNA. RNA membawa kode-kode
genetik sesuai dengan pesanan DNA. Selanjutnya, kode-kode genetik itu akan
diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses sintesis protein.
Flagela dan Pili
Beberapa bakteri mempunyai flagela yang berfungsi untuk pergerakan. Hal ini
dibuktikan dengan percobaan, yaitu jika flagelanya dipotong, bakteri tidak dapat
bergerak. Beberapa bakteri memiliki pili dan permukaan tubuhnya. Pili lebih pendek
dari flagela, bentuknya seperti benang. Fungsu pili bagi bakteri adalah untuk
menempel saat melakukan reproduksi.
Demikianlah struktur dan fungsi sel bakteri secara garis besar. Jadi, meskipun sel bakteri
ukurannya sangat kecil, didalamnya terdapat bagian-bagian sel yang rumit dan memiliki
fungsi masing-masing . bagian-bagian sel itu tidak dapat berdiri sendiri dalam menjalankan
fungsi sebuah sel, melainkan harus terdapat bersama-sama dengan bagian sel yang lain
membentuk satu kesatuan. Dengan kata lain, sel hanya dapat melaksaanakan kehidupannya
jika didalamnya terkandung bagian-bagiann sel yang sempurna.
2. Struktur Sel Eukariotik
Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki
membran inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu/sel eukariotik memiliki sisterh en-
domembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum endoplasma,
kompleks Golgi, mitokondria, lisosom, serta kloroplas pada tumbuhan. Sel eukariotik juga
memiliki sentriol, sedangkan sel prokariotik tidak. Perhatikan struktur sel eukariotik pada
Gambar 1.4.
Berikut akan diuraikan struktur sel eukariotik yang meliputi membran plasma, sitoplasma,
nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, kompleks Golgi, mitokondria, lisosom,
badan mikro, dan mikrotubulus.
a. Membran Plasma
Membran plasma atau membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein. Molekul lemak
tersusun atas dua lapis, terdapat di bagian tengah membran. Di sebelah luarnya terdapat
lapisan protein perifer (protein tepi), yang menyusun tepi luar dan dalam membran. Selain
protein perifer, terdapat pula molekul-molekul protein tertentu yang masuk ke dalam lapisan
lemak. Bahkan ada yang masuk hingga menembus dua lapisan lemak. Protein yang masuk ke
lapisan lemak itu disebut protein integral. Pada tempat-tempat tertentu, terbentuk pori yang
dibatasi oleh molekul protein. Tebal membran plasma antara 5-10 nm.
Molekul protein dan lemak tidak bersifat statis, melainkan senantiasa bergerak. Bayangkan
molekul lemak sebagai "benda cair" yang di atasnya dan di dalamnya terdapat molekul
protein yang "berenang-renang". Itulah sebabnya struktur membran yang demikian disebut
sebagai "membran mosaik cair" (fluid mosaic membrane). Perhatikan Gambar 1.5.
Lemak membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan fosfat), glikolipid
(lemak yang bersenyawa dengan karbohidrat), dan sterol (lemak alkohol, misal-nya
kolesterol). Sedangkan protein membran tersusun atas glikoprotein (protein yang bersenyawa
dengan karbohidrat).
Fungsi membran plasma
Membran plasma sangat penting untuk menjaga kehidupan sel. Fungsi membran plasma
adalah sebagai berikut.
1) Melindungi isi sel
Membran plasma berfungsi mempertahankan isi sel.
2) Mengat'ur keluar masuknya molekul-molekul
Membran plasma bersifat semipermeabel (selekttf permeabel), artinya ada zat-zat tertentu
yang dapat melewati membran dan ada pula yang tidak. Molekul-molekul tersebut berguna
untuk mempertahankan kehidupan sel. Zat-zat yang tidak berguna dikelu-arkan dari sel.
3) Menerima rangsangan dari luar sel (sebagai reseptor)
Rangsangan itu berupa zat-zat kimia, misalnya hormon, racun, rangsangan listrik, dan
rangsangan mekanik, misalnya tusukan dan tekanan. Sebagai contoh adalah sel Amoeba. Sel
Amoeba yang tidak memiliki indra ternyata mampu menerima rangsang, baik rangsang
kimia, listrik, maupun mekanik. Bagian sel yang berfungsi sebagai reseptor adalah
glikoprotein.
b. Sitoplasma
Sitoplasma atau plasma sel, meliputi isi sel, kecuali nukleus (inti sel). Sitoplasma ter-susun
atas cairan dan padatan. Padatan sitoplasma terdiri atas organel-organel. Organel adalah
bagian sel yang memiliki fungsi khusus, misalnya ribosom, mitokondria, dan kompleks
Golgi. Cairan sitoplasma disebut sitosol. Sitosol tersusun atas air, protein, asam amino,
vitamin, nukleotida, asam lemak, gula, dan ion-ion. Sitosol disebut pula mntriks sitoplasma.
Sitosol tidak homogen (serba sama), tetapi merupakan suatu larutan heterogen (serbaneka)
yang kompleks. Ditinjau dari ukuran zat terlarutnya, cairan dapat dibedakan menjadi 3
macam, yaitu larutan, koloid, dan suspensi. Apabila zat terlarut berukuran < 0,01 mm disebut
larutan, jika berukuran antara 0,01 mm - 0,1 mm disebut koloid, dan jika berukuran > 0,1 mm
disebut suspensi. Sitosol bersifat koloid, terutama karena adanya protein dan RNA.
Sifat fisik sitosol
Sifat fisik sitosol dapat berubah-ubah karena mengandung protein. Pada kondisi tertentu,
sitosol berada dalam fase sol (cair) dan pada saat yang lain berada dalam fase gel (gelatin,
padat). Fase sol atau gel tergantung kondisi sel. Sitosol dapat berubah dari fase sol ke gel atau
sebaliknya dari gel ke sol. Contohnya adalah putih telur. Pada kondisi normal, putih telur
bersifat cair (fase sol), sedangkan jika dipanaskan akan memadat (fase gel). Pada umumnya,
sitosol yang berada di dekat membran sel (ektoplasma) bersifat gel, sedangkan sitosol yang
berada di bagian dalam sel (auioplasma) bersifat sol.
Fungsi sitoplasma
1) Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting
bagi metabolisme sel, seperti enzim-enzim, ion-ion, gula, lemak, dan protein.
2) Di dalam sitoplasma itulah berlangsung kegiatan pembongkaran dan penyusunan zat-zat
melalui reaksi-reaksi kimia. Misalnya, proses pembentukan energi, sintesis asarn lemak, asam
amino, protein, dan nukleotida.
3) Sitoplasma "mengalir" di dalam sel untuk menjamin berlangsungnya pertukaran zat agar
metabolisme berlangsung dengan baik. Gerakan organel-organel tertentu sebagai akibat aliran
sitoplasma tersebut dapat diamati dengan mikroskop.
c. Nukleus
Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel, memiliki diameter
sekitar 10 Mm (mikrometer). Nukleus biasanya terletak di ten-gab sel dan berbentuk bulat
atau oval. Setiap sel mempunyai satu inti, kecuali beberapa organisme yang berinti dua
(dikariotik), misalnya Paramecium. Ada juga organisme berinti banyak (polikariotik),
misalnya jamur. Di dalam inti sel terdapat matriks yang disebut nukleoplasma, nukleolus,
RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA. DNA berfungsi untuk
menyampaikan informa-si genetik dan sintesis protein. RNA berfungsi untuk sintesis protein.
1) Membran nukleus
Membran rangkap nukleus terdiri atas membran luar dan membran dalam. Membran luar
berhubungan langsung dengan retikulum endoplasma dan akhirnya ke membran sel. Jadi,
antara membran sel dengan membran nukleus terdapat hubungan secara langsung melalui
membran retikulum endoplasma.
2) Nukleoplasma
Matriks nukleus disebut nukleoplasma. Nukleoplasma tersusun atas air, protein, ion, enzim,
dan asam inti. Nukleoplasma bersifat gel. Di dalamnya terdapat benang-benang kromatin
(benang penyerap warna). Pada proses mitosis, benang kromatin itu tampak memendek dan
disebut kromosom. Benang kromatin tersusun atas protein dan DNA. Di dalam benang DNA
inilah tersimpan informasi kehidupan. DNA akan mentranskripsi diri (mengopi diri) menjadi
RNA, yang selanjutnya akan dikeluarkan ke sitoplasma.
3) Nukleolus
Nukleolus (anak inti) terbentuk pada saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam
nukleus. Jika proses transkripsi berhenti, nukleolus menghilang atau mengecil. Jadi,
nukleolus bukan merupakan organel yang,tetap, melainkan suatu tanda bahwa sel sedang
melakukan transkripsi untuk menghasilkan RNA.
Fungsi nukleus
Nukleus memiliki arti penting bagi sel. Fungsi nukleus antara lain sebagai berikut.
a) Mengendalikan seluruh kegiatan sel, misalnya metabolisme
b) Mengeluarkan RNA dan unit ribosom dari inti ke sitoplasma
c) Mengatur pembelahan sel
d) Membawa informasi genetik. Di dalam nukleus terdapat DNA yang mengandung
informasi genetik atau sifat-sifat yang dapat diwariskan. Sifat-sifat induk divvariskan kepada
keturunannya melalui pembelahan sel.
d) Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. Lihat
Gambar 1.7. Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela.
Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan, sedangkan pada sel tumbuhan tidak. Sentriol
berjumlah sepasang, terletak saling tegak lurus antarse-samanya di dekat nukleus. Pada saat
pembelahan mitosis, sentriol terbagi menjadi dua, masing-masing menuju ke kutub sel yang
berbeda. Kemudian terbentuklah benang-benang spindel yang menghubungkan kedua kutub
tersebut. Benang spindel berfungsi "menarik" kromosom menuju ke kutub masing-masing.
e) etikulum endoplasma
Retikulum berasal dari kata reticular yang ber-arti anyaman benang atau jala. Oleh karena
letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma), maka disebut sebagai
retikulum endoplasma (disingkat RE).
RE hanya dijumpai di dalam sel eukariotik, baik sel hewan maupun sel tumbuhan.
Sel-sel kelenjar mengandung lebih banyak RE dibandingkan dengan sel bukan kelenjar.
RE memiliki banyak bentuk (polimorfik). Membran RE merupakan penjuluran-penju-luran
membran yang berbentuk pembuluh (tubulus), gelembung (vesikula), atau berbentuk
kantong-kantong pipih, Semua membran penyusun RE memiliki struktur yang sama dengan
membran plasma dan membran nukleus, yakni tersusun atas lemak dan protein. Membran RE
merupakan kelanjutan dari membran nukleus hingga ke membran plasma. Dengan adanya
sistem endomembran ini, maka seolah-olah terbentuk lumen menyerupai "terowongan" yang
menghubungkan nukleus dengan luar sel. Lihat Gambar 1.8.
RE dibedakan berdasarkan ada tidaknya ribosom pada membrannya, menjadi RE kasar dan
RE halus. RE kasar, yaitu jika membran RE yang berhadapan dengan sitoplasma ditempeli
ribosom, sehingga tampak berbintil-bintil. RE halus, yaitu RE yang tidak ditempeli ribosom.
Karena ribosom merupakan tempat sintesis protein, maka RE kasar merupakan penampung
protein yang dihasilkan. Protein yang dihasilkan masuk ke dalam lumen ("terowongan") RE.
Fungsi retikulum ciuloplasvin
Retikulum endoplasma memiliki fungsi:
1) sebagai penampung sintesis protein, untuk disalurkan ke kompleks Golgi dan akhirnya
dikeluarkan dari sel.
2) mensintesis lemak dan kolesterol.
3) menawarkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
4) jalan transpor dalam memindahkan molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian
sel yang lain.
f. Ribosom
Ribosom tersusun atas RNA-ribosom (RNA-r) dan protein. Ribosom tidak memiliki
membran. Menurut bentuknya, ribosom terdiri dari unit besar dan unit kecil yang masing-
masing berbentuk bulat. Jika keduanya bergabung, akan terbentuk ribosom yang mirip angka
delapan.Ribosom ada yang menempel pada membran RE, ada pula yang melayang-layang di
dalam sitoplasma. Fungsi kedua ribosom itu sama, yaitu untuk mensintesis protein. Hanya
saja, umumnya ribosom yang menempel pada RE-lah yang berfungsi mensintesis protein
untuk dibawa ke luar sel melalui RE dan kompleks Golgi. Sedangkan ribosom yang
melayang mensintesis protein untuk keperluan di dalam sel. Ribosom disintesis oleh
nukleolus.
g. Kampleks Golgi
Kompleks Golgi sering disebut Golgi saja. Pada sel tumbuhan, kompleks Golgi disebut
diktiosom. Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma. Jumlahnya beragam, dari
satu sampai ratusan untuk tiap sel, cenderung bersambung-sambungan pada sel hewan na-
mun tidak pada sel tumbuhan.
Kompleks Golgi merupakan organel poli-morfik, tersusun atas membran berbentuk kan-tong
pipih (disebut sisterna), berupa pembuluh, gelembung kecil, atau bentukan seperti mangkuk.
Cara kerja kompleks Goigi
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, protein hasil sintesis yang berlangsung di ribosom
ditampung di RE. Oleh RE, protein tadi mula-mula dimasukkan ke dalam gelembung
(vesikula), kemudian gelembung tersebut "berenang" di dalam sitoplasma menuju ke Golgi.
Di dalam Golgi, protein tersebut direaksikan dengan zat-zat lain, di antaranya direaksikan
dengan glioksilat (gula) menjadi glikoprotein. Jadi, Golgi berfungsi menambahkan glioksilat
pada protein. Glikoprotein itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong-kantong sekresi.
Akhirnya kantong-kantong itu meninggalkan Golgi, "berenang" di dalam sitoplasma menuju
ke tepi sel, yaitu ke membran plasma. Membran plasma membuka ("pecah") untuk
mengeluarkan protein tersebut dari dalam sel ke luar sel. Dengan demikian protein yang
diproduksi di dalam sel telah disekresikan ke luar sel.
Jadi secara ringkas, RE menampung dan menyalurkan protein ke Golgi, Golgi mereaksikan
protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel.
Karena hasilnya disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori.
Fungsi kompleks Golgi:
1. menambahkan glioksilat pada protein sehingga terbentuk glikoprotein
2. sebagai organel sekretori
3. membentuk glikolipida
4. membentuk dinding sel tumbuhan
5. membentuk lisosom
h. Lisosom
Lisosom (lyso = pencernaan, soma = tubuh) merupakan membran berbentuk kantong
kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Enzim ini berfungsi dalam
pencernaan intrasel, yaitu mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel.
1) Pembentukan lisesom
Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian
masuk ke RE, Dari RE, enzim dimasukkan ke dalam membran, kemudian dikeluar-
kan ke sitoplasma menjadi lisosom. Selain itu, ada pula enzim yang dimasukkan
terlebih dahulu ke Golgi. Oleh Golgi, enzim itu dibungkus membran, kemudian
dilepaskan di dalam sitoplasma. Jadi, proses pembentukan lisosom ada dua macam:
pertama dibentuk secara langsung oleh RE, dan kedua oleh Golgi. Lihat Gambar 1.10.
2) Proses pencernaan oleh lisosom
Proses pencernaan oleh lisosom dapat diuraikan sebagai berikut. Misalnya sel menelan benda
asing berupa bakteri secara fagositosis, maka bakteri itu dimasukkan ke dalam vakuola.
Vakuola berisi bakteri itu segera didatangi lisosom. Membran lisosom dan membran vakuola
bersinggungan, kemudian membran tersebut bersatu. Enzim dari lisosom rrasuk ke dalam
vakuola, kemudian segera mencerna bakteri. Enzim lisosom tidak aktif mer.cerna jika
membran lisosom utuh (tidak pecah). Apa-bila membran pecah, maka enzim lisosom akan
keluar dari membran dan mencerna sel itu sendiri. Kegagalan dalam proses pencernaan oleh
lisosom dapat menyebabkan penyakit silikosis, rematik, dan penyakit Tay-Sachs.
i. Badan Mikro
Disebut badan mikro karena ukurannya kecil, hanya bergaris tengah 0,3-1,5 |um. Badan
mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom.
1) Peroksisom
Peroksisom terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan. Sel yang banyak
mengan-' dung peroksisom adalah sel yang banyak melakukan oksidasi,
misalnya sel hati, ginjal, dan sel otot. Peroksisom mengandung enzim katalase.
Enzim katalase berfungsi menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi
oksigen dan air. Hidrogen peroksi-da merupakan senyawa hasil sampingan dari
proses pernapasan (oksidasi) sel yang bersifat meracuni sel. Di samping itu,
enzim katalase juga berperan dalam meta-bolisme lemak dan fotorespirasi.
2) Glioksisom
Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan, terutama pada jaringan yang me-
ngandung lemak, seperti biji-bijian berlemak. Glioksisom menghasilkan enzim
katalase dan enzim oksidase yang keduanya berperan dalam proses metabolisme
lemak, yaitu mengubah lemak menjadi gula. Proses metabolisme lemak
menghasilkan energi yang diperlukan untuk perkecambahan biji.
j. Mitokondria
Mitokondria merupakan penghasil energi (ATP) karena berfungsi untuk respirasi. Bentuk
mitokondria beraneka ragam. Ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket, dan
ada pula yang benruknya tidak beraturan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa
mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya
benruknya mudah berubah. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 m dan panjang
3-10 m.
Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan dan dari pembelahan mitokondria yang telah
ada sebelumnya (seperti pembelahan pada bakteri).
Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak sama, dari hanya satu sampni
beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang
digunakan untuk bergerak.
Mitokondria memiliki dun membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Struktur
membran luar mifip dengan membran plasma. Pada membran dalam terjadi pelekukan ke
arah dalam membentuk krista. Dengan adanya krista ini, permukaan membran dalam menjadi
semakin luas sehingga proses respirasi sel semakin efektif. Proses respirasi berlangsung pada
membran dalam mitokondria (pada krista) dan mntriks. Matriks adalah cairan yang berada di
dalam mitokondria dan bersifat sebagai gel. Matriks tersusun atas air, protein, enzim
respirasi, garam, DNA, dan ion-ion. Enzim-enzim respirasi itu sangat penting bagi proses
pembentukan ATP. Reaksi respirasi yang berlangsung di dalam mitokondria adalah reaksi
dekarboksilasi oksidatif, daur Krebs, dan transfer elektron.
k. Mikrotubulus dan Mikrofilamen
Mikrotubulus dan mikrofilamen menyusun struktur rangka sel yang disebut sitoskelc-ton.
Pada organisme multiseluler, sitoskeleton disusun oleh mikrotubulus, mikrofilamen, dan
filamen intermediet. Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabling atau pipa, yang
panjangnya mencapai 2,5 jum dengan diameter 25 nm. Tabling-tabling kecil itu tersusun atas
protein yang dikenal sebagai tubulin.
Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang
menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari daerah
ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Selain itu,
mikrotubulus juga merupakan penyusun dari sentriol, flagela, dan silia. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa mikrotubulus berperan dalam pergerakan sel.