You are on page 1of 14

1

PSAP NO. 10
KOREKSI KESALAHAN, PERUBAHAN KEBIJAKAN
AKUNTANSI, DAN PERISTIWA LUAR BIASA
DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI

September 2010
TRAINING OF TRAINERS
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN 2010
2
PSAP NO 10
Mengatur mengenai perlakuan
terhadap:

 Koreksi Kesalahan
 Perubahan Kebijakan Akuntansi
 Peristiwa Luar Biasa
.
3
KOREKSI KESALAHAN
Koreksi adalah tindakan pembetulan akuntansi agar
pos-pos yang tersaji dalam laporan keuangan entitas
menjadi sesuai dengan yang seharusnya.

Koreksi bisa dilakukan terhadap kesalahan atas
pendapatan dan belanja baik berulang maupun yang
tidak berulang pada tahun berjalan atau periode-
periode sebelumnya.
4
PERSYARATAN UNTUK DAPAT MELAKUKAN
KOREKSI
 Harus memahami sistem akuntansi pemerintahan
 Harus memahami sistem penganggaran pemerintah
 Harus memahami sistem akuntansi anggaran, sistem
akuntansi pendapatan, belanja, transfer, transaksi
pembiayaan, aset, kewajiban dan ekuitas
 Harus memahami ketentuan perundangan tentang
SILPA

5
KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan ditinjau dari sifat kejadiannya:
 Kesalahan yang berulang dan sistemik
 Kesalahan yang tidak berulang

Kesalahan bisa terjadi dan ditemukan pada:
1. Periode waktu sebelum laporan keuangan diterbitkan
atau periode tahun berjalan
2. Periode waktu setelah laporan keuangan sudah
diterbitkan tetapi belum diaudit oleh BPK
3. Periode waktu setelah laporan diaudit BPK dan telah
disahkan DPR/DPRD dengan UU atau Perda.
6
KOREKSI KESALAHAN ATAS PENDAPATAN
 Tidak berulang
 Terjadi pada periode sebelumnya
 Mempengaruhi posisi kas(menambah/mengurang saldo
kas)
 Laporan keuangan sudah terbit.

Pembetulan pada akun ekuitas dana lancar
7
KOREKSI KESALAHAN ATAS BELANJA
 Tidak berulang
 Terjadi pada periode sebelumnya
 Mempengaruhi posisi kas (menambah/mengurang
saldo kas)
 Laporan keuangan sudah terbit
Pembetulan pada akun
pendapatan lain-lain
pembetulan pada akun
pendapatan lain-lain, akun
aset, serta akun ekuitas dana
yang terkait
Tidak
mempengaruhi
secara material
posisi aset selain
kas
Mempengaruhi
secara material
posisi aset selain
kas
8
KOREKSI KESALAHAN
 Tidak berulang
 Terjadi pada periode berjalan
 Mempengaruhi maupun tidak mempengaruhi
posisi kas

Pembetulan pada akun yang bersangkutan
dalam periode berjalan
9
KOREKSI KESALAHAN
– Tidak berulang
– Terjadi pada periode sebelumnya
– Mempengaruhi posisi kas
– Laporan keuangan periode tersebut belum terbit

Pembetulan pada akun pendapatan atau belanja
periode yang bersangkutan
10
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
 Kebijakan akuntansi adalah prinsip-prinsip, dasar-dasar,
konvensi-konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik
yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan
dan penyajian laporan keuangan
 Perubahan kebijakan akuntansi harus dilakukan hanya apabila
penerapan suatu kebijakan akuntansi yang berbeda
diwajibkan oleh peraturan perundangan/ SAP yang berlaku,
atau apabila diperkirakan bahwa perubahan tersebut akan
menghasilkan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja
keuangan, atau arus kas yang lebih relevan dan lebih andal
dalam penyajian laporan keuangan entitas.
11
PERISTIWA LUAR BIASA
Peristiwa Luar Biasa adalah kejadian atau
transaksi yang secara jelas berbeda dari aktivitas
normal entitas dan karenanya tidak diharapkan
terjadi dan berada di luar kendali atau pengaruh
entitas sehingga memiliki dampak yang
signifikan terhadap realisasi anggaran atau
posisi aset/kewajiban.
12
PERSYARATAN
POS LUAR BIASA
 Tidak merupakan kegiatan normal dari entitas
 Tidak diharapkan terjadi dan tidak diharapkan
terjadi berulang
 Berada di luar kendali atau pengaruh entitas
 Memiliki dampak yang signifikan terhadap
realisasi anggaran atau posisi aset/keajiban
13
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(CaLK)
 Akibat koreksi kesalahan tersebut selanjutnya
diungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan.
 Perubahan kebijakan akuntansi dan pengaruhnya
harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan.
 Hakikat, jumlah dan pengaruh yang diakibatkan oleh
peristiwa luar biasa harus diungkapkan secara
terpisah dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
14
TERIMA KASIH