You are on page 1of 5

MAHAPUTRA – BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA

1
BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA
(HIPERPLASIA PROSTAT JINAK)

1. DEFINISI
Terdefinisi sebagai adanya bukti histologi proliferasi sel (mikroskopik), perbesaran
prostat yang bermakna (makroskopik) atau bertambahnya frekuensi berkemih, nokturia,
berkurangnya pancaran kemih dan menetes pada orang yang berumur tua. Definisi lain
menyebutkan bahwa hiperplasia prostat jinak adalah hiperplasia sel epitel dan stroma dimulai
dari daerah periuretral.
Secara histologis, dua pertiga dari prostat dewasa adalah glandular sedangkan
sepertiganya adalah fibromuskular. Pertumbuhan bagian glandular dikontrol oleh 5-α-reduktase
tipe 2 sedangkan bagian fibromuskular yaitu otot polos dibawah α
1
-adrenergik.
2. EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian dimulai pada umur 30 tahun. Pada pria kelompok usia 80 tahun sekitar
85% memiliki perbesaran prostat.
3. PATOGENESIS
Teori penyebab hiperplasia prostat ginjal yang terkini ditekankan pada tingkat dan rasio
faktor endokrin seperti androgen, estrogen, gonadotropin dan prolaktin dan perubahan pada
keseimbangan autokrin/parakrin growth-inhibitory dan growth-stimulatory. Contoh faktor-faktor
tersebut adalah Insulin like growth factor (IGF), fibroblast factors, IGF binding protein dan
transforming growth factor-beta (TGF-β).
Penuaan dan androgen yang bersirkulasi berhubugan dengan perbesaran kelenjar prostat
dan perbesaran. Faktor-faktor ini mengganggu regulasi keseimbangan growth factors signaling
pathways dan interaksi stroma atau epitelial yang membentuk lingkungan yang baik untuk
pertumbuhan dan remodeling jaringan lingkungan mikro. Interaksi tersebut menyebabkan
perbesaran volume prostat. Stroma yang teremodelisasi menyebabkan inflamasi lokal dengan
sitokin, reaktif oksigen spesies dan kemoatraktan yang berubah. Hasilnya meningkatkan

MAHAPUTRA – BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA
2
kebutuhan oksigen sel proliferasi dan menyebabkan hipoksia lokal kemudian terjadi
angiogenesis dan perubahan menjadi fibroblas. Perubahan fungsional dan fenotip fibroblas
menjadi myofibroblas merupakan ciri khas perubahan lingkungan mikro.

4. MANIFESTASI KLINIS
Perbesaran prostat menyebabkan gejala akibat kompresi area periuretral dan kandung
kemih. Kompresi terjadi karena perbesaran prostat dan juga akibat bertambahnya tonus otot di
uretra, jaringan fibromuskular prostat dan leher kandung kemih.
Obstruksi pada kantung kemih disebabkan oleh dua jenis faktor yaitu faktor statis dan
faktor dinamis. Faktor statis diakibatkan oleh perbesaran prostat itu sendiri (jumlah sel yang
bertambah banyak) sedangkan faktor dinamis diakibatkan oleh tonus adrenergik yang meningkat
akibat α
2
-adrenoreseptor (otot destrusor).
Gejala dapat dibagi menjadi 3 jenis gejala yaitu : gejala penyimpanan, gejala berkemih
dan gejala postmiksi. Pada gejala penyimpanan terjadi urgensi dengan frekuensi yang bertambah,
nokturia, inkontinensia yang parah dan stres inkontinensia. Pada gejala berkemih terjadi
hesistansi, pancaran yang buruk, menetes dan disuria. Pada gejala postmiksi terjadi menetes
setelah berkemih dan terdapat sensasi tidak tuntas.
Pada keadaan yang sudah parah retensi akut dapat menyebabkan infark prostat. Urin
residual (urin yang tidak keluar tuntas pada kandung kemih) meningkatakan resiko terjadinya
infeksi dan/atau pembentukan batu. Obstruksi yang sudah sangat parah dapat terjadi hidroureter
(vesikoureter refluks) dan hidronefrosis yang akhirnya dapat diikuti gagal ginjal.
5. DIAGNOSIS
Pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan apabila pemeriksa mengarah ke perbesaran
prostat adalah pemeriksaan colok dubur atau Rectal toucher, urinalisis dan serum kreatinin.
Colok dubur untuk mengetahui secara kualitatif perbesaran prostat, urinalisis untuk mengekslusi
penyakit saluran kemih lainnya dan kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal khususnya filtrasi.
Prostate specific antigen (PSA) sebaiknya diperiksa apabila curiga keganasan prostat.

MAHAPUTRA – BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA
3
Pemeriksaan pancaran urin, urodinamis dan residual setelah berkemih dapat dilakukan
namun tidak terlalu berguna secara klinis karena sekarang lebih digunakan International Prostate
Symptom Score untuk menilai keparahan gejala dan respon dari terapi. International Prostate
Symptom Score merupakan kuesioner untuk mengetahui keparahan perbesaran prostat secara
subyektif.
Pemeriksaan colok dubur tidak dapat menilai ekstensi anterior dan posterior prostat atau
menilai permukaan posterior. Oleh karena itu dapat digunakan transrectal ultrasonography.




N
o
t

a
t

a
l
l

L
e
s
s

t
h
a
n

1

t
i
m
e

i
n

5

t
i
m
e
s

L
e
s
s

t
h
a
n

h
a
l
f

t
h
e

t
i
m
e

A
b
o
u
t

h
a
l
f

t
h
e

t
i
m
e

M
o
r
e

t
h
a
n

h
a
l
f

t
h
e

t
i
m
e

A
l
m
o
s
t

a
l
w
a
y
s

Y
o
u
r

s
c
o
r
e

Incomplete emptying

Over the past month, how often
have you had a sensation of not
emptying your bladder
completely after you finish
urinating?
1 2 3 4 5 6

Frequency
Over the past month, how often
have you had to urinate again
less than two hours after you
finished urinating?
1 2 3 4 5 6

Intermittency
Over the past month, how often
have you found you stopped
and started again several times
when you urinated?
1 2 3 4 5 6

Urgency
Over the last month, how
difficult have you found it to
postpone urination?
1 2 3 4 5 6

Weak stream
Over the past month, how often
have you had a weak urinary
1 2 3 4 5 6


MAHAPUTRA – BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA
4
stream?

Straining
Over the past month, how often
have you had to push or strain
to begin urination?
1 2 3 4 5 6


N
o
n
e

1

t
i
m
e

2

t
i
m
e
s

3

t
i
m
e
s

4

t
i
m
e
s

5

t
i
m
e
s

o
r

m
o
r
e

Y
o
u
r

s
c
o
r
e

Nocturia
Over the past month, many times did you most
typically get up to urinate from the time you went
to bed until the time you got up in the morning?
0 1 2 3 4 5


TOTAL IPSS SCORE

Quality of life due to urinary
symptoms
D
e
l
i
g
h
t
e
d

P
l
e
a
s
e
d

M
o
s
t
l
y

s
a
t
i
s
f
i
e
d

A
b
o
u
t

e
q
u
a
l
l
y

s
a
t
i
s
f
i
e
d

a
n
d

d
i
s
s
a
t
i
s
f
i
e
d

M
o
s
t
l
y

d
i
s
s
a
t
i
s
f
i
e
d

U
n
h
a
p
p
y

T
e
r
r
i
b
l
e


If you were to spend the rest of your life
with your urinary condition the way it is
now, how would you feel about that?
0 1 2 3 4 5 6
Total score: 0-7 Mildly symptomatic; 8-19 moderately symptomatic; 20-35 severely symptomatic.
Table 5.1. International Prostate Symptom Score : untuk mengetahui sejauh mana gangguan
perbesaran prostat
6. TATALAKSANA
Prinsip dari tatalaksana perbesaran prostat adalah mengurangi gejala subyektif dari
penderita atau dengan kata lain menurunkan nilai International Prostate Symptom Score
penderita.
Obat-obat yang bisa digunakan adalah :

MAHAPUTRA – BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA
5
1. α-Blocker seperti terazosin, doxazosin, alfuzosin, tamsulosin untuk mengurangi tonus
otot pada stroma dan kapsul prostat dan secara klinis dapat menghilangkan gejala saluran kemih
bawah paling cepat. Dapat mengulangi gejala prostat tanpa harus dikombinasi.
2. 5-α-reduktase inhibitor seperti finasterid dan dutasterid untuk mengurangi ukuran
prostat mengurangi konversi testoteron menjadi dihidrotestoteron (DHT) dan dapat mengurangi
gejala prostat. Pemakaiannya harus dikombinasi karena bila tidak dikombinasi tidak memberikan
efek klinis.
Terapi pembedahan dapat dilakukan apabila gejala sudah sedang sampai parah dan tidak
responsif terhadap pengobatan. Retensi urin akut, infeksi rekuren atau hematuria dan azotemia
merupakan keadaan yang juga sebaiknya dipertimbangkan untuk dilakukan pembedahan.