You are on page 1of 21

BAB 1

I.1 LATAR BELAKANG
Partus Lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 12 jam yang
dimulai dari tanda-tanda persalinan. Partus lama akan menyebabkan infeksi,
kehabisan tenaga, dehidrasi pada ibu, kadang dapat terjadi pendarahan post partum
yang dapat menyebabkan kematian ibu. Pada janin akan terjadi infeksi, cedera dan
asfiksia yang dapat meningkatkan kematian bayi. Para ibu baru yang menjalani
persalinan pertamanya dengan sulit dan lama mengatakan bahwa pengalaman
tersebut akan mempengaruhi mereka untuk selamanya.
Secara keseluruhan, ! persen wanita yang menjalani persalinan sulit
mengatakan bahwa pengalaman tersebut akan meninggalkan kesan pada mereka
sepanjang hidupnya. Persalinan yang lama biasa terjadi terutama pada wanita yang
baru menjalani persalinan anak pertama.
Persalinan lama didefinisikan sebagai persalinan dengan kemajuan yang
lama, yaitu ibu mengalami kontraksi teratur lebih lama dari 12 jam misalnya, atau
persalinan yang membutuhkan operasi cesar darurat, bantuan forseps, atau "akum.
Para peneliti menemukan bahwa rasa sakit merupakan hal yang utama diutarakan
oleh para ibu baru, terutama mereka yang mengalami persalinan lama.
I.2 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
#. $ujuan %mum & 'igunakan sebagai tugas kepanitraan agar dapat membuat
kasus masa laten memanjang dan fetal compromice dengan baik dan benar, dan
dapat mengetahui kasus tersebut dengan baik sesuai tinjauan pustaka dan
langsung terhadap pasien masa laten memanjang dan fetal compromice.
(. $ujuan )husus
1. #gar dapat mengetahui dan mendiagnosa kasus masa laten memanjang dan
fetal compromice dengan baik dan benar.
2. *engetahui tahapan untuk penatalaksanaan diagnostik maupun medika
mentosa dan non medika mentosa secara $injauan pustaka dan kasus.
BAB II
II.1 TINJAUAN PUSTAKA
A. Prolong Latency Phae
1. Pengertian
1
Prolong latency phase yaitu masa laten memanjang pada saat
persalinan aterm. *enurut +riedman dan Sachtleben mendefinisikan fase
laten berkepanjangan apabila lama fase ini , 2! jam pada nulipara dan , 1-
jam pada multipara.
1,2

Partus dimulai bila timbul his dan mengeluarkan lendir yang
bersemu darah. Lendir yang bersemu darah itu berasal dari kanalis
ser"ikalis karena ser"iks mulai membuka atau mendata, sedangkan
darahnya berasal dari pembuluh darah kapiler yang berada disekitar
ser"ikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran ketuban maka se"iks
membuka. +ase laten persalinan dimulai sejak awal persalinan sampai
pembukaan . cm, kalau fase laten ini berlangsung lebih dari / jam dengan
his 2 kali dalam 1! menit maka persalinan akan cenderung mengalami
kesulitan.
1,2
2. +aktor yang mempengaruhi durasi fase laten
1,2
a. #nestesi regional atau sedasi yang berlebihan
b. )eadaan ser"iks yang buruk 0tebal, tidak mengalami pendataran atau
tidak membuka.
c. 1is tidak efisien 0adekuat2.
d. $ali pusat pendek.
e. +aktor jalan lahir 0panggul sempit, kelainan ser"iks, "agina, tumor2.
f. Penilaian )linis
1,2
12 Periksa '33 selama atau segera setelah 1is. 1itung frekuensinya
sekurang-kurangnya 1 4 dalam .! menit selama fase aktif dan tiap
5 menit selama fase laten kala 66.
22 3ika ketuban sudah pecah, air ketuban kehijau-hijauan atau
bercampur darah, pikiran kemungkinan gawat janin.
.2 3ika tidak ada ketuban yang mengalir setelah selaput ketuban
pecah, pertimbangkan adanya indikasi penurunan jumlah air
ketuban yang mungkin juga menyebabkan gawat janin. Perbaiki
keadaan umum dengan memberikan dukungan psikologis. (erikan
cairan baik secara oral atau parenteral dan upayakan (#).
-2 (ila penderita merasakan nyeri yang sangat berat berikan analgetik
.. Skor (ishop
)ematangan ser"iks ditentukan dengan menggunakan metode
penilaian bishop. Skor bishop diperoleh dari pemeriksaan ser"iks terdiri
atas 5 karakteristik penilaian yang biasanya menandai permulaan persalinan
spontan dengan skor berkisar !-1.. (erdasarkan penelitian, menyatakan
2
bahwa hasil bishop pada induksi elektif bila kematangan ser"iks dengan
skor bishop 7 8 maka diharapkan persalinan dapat berhasil secara
per"aginam dengan aman.
1,2
+aktor ! 1 2 .
Pembukaan
ser"iks
0cm2
! 1-2 .-- 5-
Penipisan
ser"iks
!-.!9 -!-5!9 !-:!9 /!9
Penurunan
bagian
bawah
janin
-. -2 -1-! ;1 - ;2
)onsistensi
ser"iks
)eras Sedang Lunak -
Posisi
ser"iks
Posterior *edial #nterior -
6nduksi persalinan digunakan oksitoksin dalam cairan infus dengan
'59 atau dengan <L, prostaglandin P= 0>12 0misoprostol2 atau
prostaglandin >2 0dinoprostone2 dengan diikuti pemecahan kulit ketuban
atau amniotomi.
1,2
-. Penatalaksanaan &
1,2
a. $ergantung pada etiologi.
b. Pemanjangan fase laten akibat pemberian sedasi atau analgesik yang
berlebihan dan terlampau dini akan berakhir setelah efek obat mereda.
c. )ontraksi uterus hipertonik diatasi dengan istirahat dan diberikan
terapi sedatif dan analgesik.
3
d. 6nduksi persalinan & )ontraksi uterus hipotonik diatasi dengan
akselerasi persalinan dengan infus oksitosin. 'iberikan sesuai hasil
bishop score.
e. (ila induksi tidak berhasil dan terjadi distres pada janin maka
diindikasikan untuk dilakukan S?.
a. 6nduksi Persalinan
Pada konsentrasi fisiologis, uterus mulai respon terhadap
oksitosin dan meningkat secara pelan pada usia kehamilan 2!-.- minggu
dan mulai usia kehamilan .- minggu tidak ada perubahan sensiti"itas
terhadap oksitosin. )omplikasi yang sering terjadi pada penggunaan
oksitosin adalah hiperstimulasi uterus 0, 5 kontraksi dalam 1! menit2.
Selain waktu paruh yang pendek 0.-- menit2, konsentrasi yang menetap
dalam plasma diperoleh setelah pemberian infus oksitosin selama -!
menit. )onsentrasi oksitosin endogen kala 1 pada persalinan spontan
atau tanpa induksi setara dengan infus oksitosin 2-- m%@menit2.
1,2
6nduksi persalinan adalah memberikan stimulasi timbulnya
kontraksi sebelum adanya awitan 0onset2 spontan persalinan, dengan
tujuan timbulnya akti"itas uterus yang mampu untuk menghasilkan
pembukaan ser"iks dan penurunan janin serta menghindari terjadinya
hiperstimulasi dan gawat janin. 'iharapkan kontraksi uterus terjadi
setiap . menit dan berlangsung -5-! detik. 'engan menggunakan
kateter pengukur tekanan intauterin, kontraksi dengan tekanan .!-5!
mm1g dianggap adekuat. (ila ser"iks belum matang dapat
menggunakan metode pemisahan kulit ketuban dari ser"iks 0stripping of
the membrane2, prostaglandin P= 0>22 0dinoprostone2 intasr"ikal atau
"aginal, prostaglandin >1 0misoprostol2 intraser"ikal, "aginal atau oral
untuk pematangan ser"iks.
1,2
6nduksi persalinan dengan oksitoksin biasanya diawali dengan
stripping of the membrane dilakukan dengan cara memasukan jari
tengah sejauh mungkin melalui ostium uteri internum dan diputar .!
!
4
sebanyak 2A. #mniotomi dilakukan bila pembukaan ser"iks 1-2 cm
0amniotomi dini2 atau pada pembukaan ser"iks 5 cm 0amniotomi
lambat2. #mniotomi dini dapat memperpendek persalinan kurang lebih -
jam, dan amniotomi lambat dapat memperpendek persalinan kurang
lebih 1-2 jam. 'engan amniotomi juga untuk dapat mengetahui adanya
pengeluaran mekonium, darah atau kemungkinan infeksi intauterin.
1,2
#?B= 0american college of obstetricians and ginecologist2
pada tahun 18/: merekomendasikan infus oksitosin dengan dosis awal
!,5-1 m%@menit, dosis inkrimental 1-2 m%@menit, inter"al .!-! menit
dan dosis maksimal 2! m%@menit. Sedangkan <S%P. )ariadi dengan
dosis awal / tetes@menit 0setara 5,2/ m%@menit2, dosis inkrimental -
tetes@menit 0setara dengan 2,--5,2/ m%@menit2, inter"al 15 menit dan
dosis maksimal -! tetes@ menit oksitoksin 1! % dalam 5!! cc de4trose
59 0setara dengan 52,/ m%@menit2.
1,2

'alam pemberian terapi induksi kita obser"asi hasil
(ishopscor yang memiliki nilai normal 15, dimana bila hasil C maka
induksi yang diberikan dengan *isoprostol, dan bila , maka di induksi
dengan Bksitoksin.
1,2
B. !etal co"#ro"$e
1. Pengertian
+etal compromise di definisikan sebagai )ompleks tanda-tanda
yang menunjukkan respon kritis janin oksigenasi tidak memadai. +etal
compromise merupakan suatu tanda bahwa janin akan jatuh kedalam fetal
distress. Pada pemeriksaan kardiotopografi 0?$=2 dapat ditemukan
gambaran fetal compromise, dimana hal ini merupakan suatu mekanisme
kompensasi janin terhadap hipoksia yang kronis.
1,.

)ehamilan dengan fetal compromise dibagi dua yaitu &
a. #kut & Penyebab fetal compromise termasuk penurunan aliran darah
uterus, hipoksia dan syok, hiperkapnea dan uterus hipertoni 0kontraksi
5
tetani, abruptio plasenta, penggunaan oksitoksin, kelainan plasenta
0plasenta pre"ia2 dan tali pusat 0kompresi tali pusat2. $akikardi,
"ariabilitas yang kurang deselerasi lambat bersama-sama menandakan
adanya fetal compromise. +etal compromise akut dibedakan menjadi .
macam, yaitu &
1,.
b. )emungkinan compromise 0Posible compromised2 & #kselerasi transien
dari '33 yang dihubungkan dengan kontraksi uterus, yang
mengindikasikan adanya oklusi "ena ringan atau gambaran hiperkapnea
ringan dan hipoksia. 1ubungan antara deselerasi "ariabel '33 dengan
kontraksi uterus yang dapat menyebabkan tekanan pembuluh darah yang
lebih berat. (iasanya terdapat gerak janin yang berlebihan dan
peningkatan P1 darah.
1,.

c. )emungkinan fetal comromised 0probable fetal compromised2
menghilangnya '33 untuk beberapa waktu yang dihubungkan dengan
banyak faktor 0 imaturitas janin, efek dari obat-obatan2 yang tidak
mengindikasikan adanya fetal compromised. Damun hilangnya '33 dalam
waktu yang singkat disebabkan oleh adanya lesi pada sistem saraf pusat
yang mengontrol jantung. Pemanjangan atau meningkatnya "ariabel
deselerasi yang lebih berat dengan tanda-tanda lain. 'eselerasi lambat '33
dapat berhubungan dengan akselerasi ataupun berdiri sendiri, hal ini
sangat penting karena merupakan petanda bagi ketidakmampuan plasenta
yang berhubungan dengan kegagalan metabolisme janin 0uteroplasental
insufisiensi2. P1 darah antara :,1!-:,2-, dan munculnya pergerakan janin
yang tidak normal. )eadaan fetal compromised akibat keadaan ibu antara
lain karena penurunan aliran darah uterus 0hipotensi, syok, miokard infark
akut2, penurunan kadar oksigen pada darah 0hipoksia-hiperkapnea2 dan
hipertonik uterus 0penggunaan oksitoksin, tetania uteri, abruptio plasenta2.
=angguan plasenta dan pembuluh darah seperti plasenta pre"ia, tekanan
pembuluh darah 0knots, prolaps atau pemelaran2, ruptur plasenta pre"ia,
penyerapan air ketuban oleh plasenta yang buruk yang dipergunakan
untuk mempersiapkan kelahiran 0pada hamil posterm, dan usia plasenta
muda2.
1,.
6
d. Pasti fetal compromised 0?ertain fetal compromised2 & Pada janin dengan
keadaan certain fetal compromised di dapatkan takikardi, hilangnya '33
dan munculnya deselerasi lambat '33. +etal comromised diperkirakan
muncul pada keadaan kontraksi uterus namun pola '33 ireguler. +etal
compromised muncul pada keadaan deselerasi lambat menetap selama .!
menit atau lebih. P1 darah janin kurang atau sama dengan /,1-.
1,.
e. )ronik & #kibat berkurangnya sirkulasi plasenta, plasenta abnormal, atau
defisiensi metabolisme janin. Penurunan sirkulasi plasenta mungkin
disebabkan kondisi ibu 0"askuler abnormal, hipertensi, preeklampsi atau
eklampsi, '*. Pada fase awal dimana tingkat hipoksia belum sampai
menyebabkan hipoksia otak dan tubuh masih mampu mengadakan
kompensasi untuk mempertahankan sirkulasi otak "ariabilitas '33
biasanya masih ada walau sedikit. (ila keadaan hipoksia makin berat atau
berlangsung lebih lama maka jaringan otak akan mengalami hipoksia dan
otot jantung pun mengalami depresi oleh karena hipoksia, akibatnya
"ariabilitas '33 akan menurun dan akhirnya menghilang sebelum janin
akhirnya mati dalam rahim.
1,.
2. Perubahan denyut 3antung janin periodik
$erjadi perubahan pada nilai dasar '33 yang berhubungan dengan
kontraksi uterus. <espon terhadap kontraksi uterus dapat digolongkan
sebagai berikut &
1,.
a. $idak terjadi perubahan.
b. #kselerasi & peningkatan frekuensi '33 terkait dengan kontraksi utrerus
0respon normal2.
c. 'eselerasi & penurunan frekuensi '33 terkait dengan kontraksi uterus
0respon abnormal2. terbagi menjadi &
12 'ini
22 Lambat
.2 Eariabel
-2 ?ampuran
a. 'eselerasi dini
1,.
7
12 Saat terjadinya, puncak dan akhir kejadian sejalan dengan kontraksi
uterus.
22 'erajat deselerasi sebanding dengan kekuatan kontraksi.
.2 >fek terjadi akibat akti"asi ner"us "agus.
-2 *erupakan keadaan normal dan disebabkan oleh kompresi kepala.
52 $idak memerlukan inter"ensi
2 >arly deceleration dalam keadaan normal bila terjadi pada
pembukaan , :, sedangkan early deceleration yang tidak normal
bila terjadi pada pembukaan F ..
b. 'eselerasi lambat
,.
12 )ejadian dimulai saat puncak kontraksi uterus dan berakhir sesaat
setelah kontraksi uterus berakhir.
22 $erjadi akibat insufisiensi uteroplasenta 0kurangnya pasokan darah
uteroplasenta2 selama kontraksi. $indakan &
0a2 6bu berbaring miring kiri.
0b2 B
2
sungkup.
0c2 1entikan oksitosin.
0d2 $okolitik.
0e2 (ila berlangsung , .! menit periksa p1 darah dan
pertimbangkan S?
c. 'eselerasi "ariabel
1,.
12 )eadaan abnormal dan dapat bersifat sedang atau berat.
22 $erjadi akibat kompresi talipusat@kepala.
.2 (ila berulang & lilitan talipusat 6nter"ensi & #mnioinfusion,
merubah posisi ibu & $rendelenburg
.. *anajemen fetal compromised
Prinsip-prinsip umum &
1,.
a. (ebaskan setiap kompresi tali pusat.
b. Perbaiki aliran darah.
8
c. *enilai apakah persalinan dapat berlangsung normal atau terminasi
kehamilan merupakan indikasi. <encan kelahiran didasarkan pada
faktor-faktor etiologi, kondisi janin, riwayat obstetri pasien dan
jalannya persalinan. Langkah-langkah khusus &
1,.
12 Posisi ibu diubah jadi miring kiri & sebagai usaha untuk
memperbaiki aliran darah balik, curah jantung dan aliran darah
uteroplasental. Perubahan dalam posisi juga dapat membebaskan
kompresi tali pusat.
22 Bksigen diberikan liter@menit & sebagai usaha meningkatkan
penggantian oksigen fetomaternal.
.2 Bksitoksin dihentikan karena kontraksi uterus akan mengganggu
sirkulasi darah ke ruang inter"ili.
-2 1ipotensi dikoreksi dengan infus 6E '59 dalam <L.
52 $ransfusi darah dapat diindikasikan pada syok hemorragik.
2 *enyeimbangkan kadar asam basa dalam tubuh.
:2 Pemeriksaan per"aginam menyingkirkan prolaps tali pusat dan
menentukan perjalanan persalinan. >le"asi kepala janin secara
lembut dapat merupakan suatu prosedur yang bermanfaat.
/2 Pengisapan mekonium dari jalan nafas bayi baru lahir mengurangi
resiko aspirasi mekonium. Segera setelah kepala bayi lahir, hidung
dan mulut dibersihkan dari mekonium dengan penghisap. Segera
setelah kelahiran, pita suara harus dilihat dengan laringoskop
langsung sebagai usaha untuk menyingkirkan mekonium dengan
pipa endotrakheal.
1. TINJAUAN KASUS
Dama *ahasiswa & Santi 'es"itasari #S
D6* & 11-2!12-18
'r. Pembimbing & dr.<aharjo, SpB=, *.)es
9
I%ENTITAS PASIEN
Dama pasien & Dy. <P
%mur & 2 $ahun
3enis & Perempuan
Status perkawinan & *enikah
Pekerjaan & 6burumah tangga
Pendidikan & S*#
#gama & 6slam
#lamat & (antul
= 1 P ! # !
$anggal masuk & 2: Do"ember 2!1. jam !/.!!
1. ANAMNESIS
#utoanamnesis tanggal .: no"ember 2!1. 3am 1..!!
1. )eluhan %tama & hamil cukup bulan, perut terasa kencang-kencang sejak tadi malam
2. <iwayat Penyakit Sekarang & Dy. <P ke <s. (hetesda lempuyangwangi datang dengan
keluhan perut terasa kencang-kencang sejak tadi malam, merasa mules seperti mau
(#(, kencang-kencang terasa setiap 2! menit sekali, keluar lendir darah tadi pagi,
1P1$ 2! +ebruari 2!1.. *ual 0-2, muntah 0-2, pusing 0-2, (#) lancar :4@hari, (#(
14 tapi sering mules. %sia kehamilan ...
.. <iwayat 1aid
1aid pertama umur 12 tahun
Siklus & teratur, 2: hari
Lamanya & : hari
'ismenor 0-2
-. <iwayat perkawinan
)awin& 1 kali 'engan suami sekarang sudah 1 tahun
5. <iwayat kehamilan, kelahiran dan nifas yang telah lalu
=1 P! #!. 1amil pertama kali. 6munisasi $$ 0-2.
. <iwayat )( & (elum pernah
:. <iwayat Penyakit 'ahulu
*alaria 0-2, #sma 0-2, #lergi 0-2, 1$ 0-2, '* 0-2
<iwayat operasi sebelumnya, belum pernah operasi
/. <iwayat Pribadi dan sosial ekonomi
Pasien adalah seorang 6burumah tangga dengan keadaan sosial ekonomi yang sedang
Pasien mengatakan dirinya tidak memiliki kebiasaan merokok, minum minuman keras
dan tidak pernah memakai obat-obat terlarang. Suami siaga menjaga pasien selama
kehamilan.
10
R$&ayat Kel'arga
1ubungan %mur
0tahun2
3enis
)elamin
)eadaan )esehatan Penyebab *eninggal
)akek :! Laki-laki *eninggal 3antung
Denek 8 Perempuan *eninggal komplikasi
#yah 55 Laki-laki Sehat
6bu 52 Perempuan Sehat
Saudara 2! Perempuan Sehat
#nak-
anak
-
A(a)ah )era*at yang "en(er$ta+
Penyakit Ga $idak 1ubungan
#lergi H
#sma H
$uberkulosis H
16E H
1epatitis ( H
1epatitis ? H
1ipertensi H )akek
?acat H
B. PEMERIKSAAN !ISIK
Pe"er$)aan '"'"
$inggi badan & 15/ cm
(erat badan & 58kg
)eadaan umum & $ampak sakit ringan
)esadaran & ?ompos mentis
$ekanan darah & 1.!@/! mm1g
+rekuensi nadi & 8-A@m
+rekuensi nafas & 21A@m
Suhu & .,2I?
)eadaan giJi & (aik
11
Sianosis & -
>dema umum & -
?ara berjalan & Dormal
*obilisasi & #ktif
)epala & normocephali
)ulit & warna kuning langsat, turgor normal
*ata & sklera tidak ikterik, konjungti"a tidak anemis
1idung & dalam batas normal
$elinga & dalam batas normal
*ulut@=igi & dalam batas normal
Leher & )=( tidak teraba membesar, benjolan 0-2
Payudara & dalam batas normal
Paru &
6nspeksi& thoraks datar, pergerakan simetris tidak ada bekas luka operasi
Palpasi& fremitu taktil simetris dalam keadaan statis dan dinamis
Perkusi& sonor
#uskultasi& suara napas "esikuler murni reguler, rhonki -@- wheeJing -@-
3antung & (3 6-66 *urni dan regular, murmur-@-, gallop -@-
>kstremitas & akral hangat, tidak ada edema, tidak ada "arises
,. Pe"er$)aan -*tetr$
A*(o"en
a. 6nspeksi & *embesar dengan arah memanjang dan melintang, Linea nigra 0;2.
*. Palpasi &
Leopold 1 & $+%, letak fundus bokong
Leopold 2 & Punggung kiri
Leopold . & bentuk bulat letak kepala, sudah tidak bisa digerakan
Leopold - & 'i"ergen.
c. #uskultasi & '33 1- A@m reguler
(. 1is & terasa setiap 1! menit sekali selama 15 detik
Gen$tal$a
a. 6nspeksi & terdapat flek lendir berwarna coklat.
b. Pemeriksaan dalam & Pembukaan ser"iks 2 cm, ser"iks lunak dan tebal, posisi
terbawah kepala, penurunan kepala 1 1, ketuban masih utuh.
%. -*er.a$ H$/ %JJ (an TT0
Tgl Ja" H$ La"a %JJ S'h' Na($ T%
2121122314 35.33 Jarang 13617 (et$) 189 :2" 49/7
3
, ;3 <2" 143253 ""Hg
11.33 Jarang 13617 (et$) 188 <2"
14.33 Jarang 13617 (et$) 188 <2"
12
17.33 Bel'"
terat'r
13617 (et$) 149 <2"
11.33 13"
1:
23 (et$) 188 <2" 49/
7
3
,
;8 <.2" 143253 ""Hg
15.33 765"
1:
13617 (et$) 179 <2"
21.32 13"
2:
17 (t) 188 <2"
28.33 7" 1: 13 (t) 183 <2"
2;211214 39.33 13"
1:
17 (t) 18; <2" 49/7
3
, ;3 <2" 1432;3 ""Hg
3;.33 13"
1:
17 (t) 188 <2"
13.33 13"
1:
17 (t) 188 <2"
12.33 13"
1:
23 (t) 189 <2"
18.33 13"
1:
23 (t) 179 <2" 41
3
, ;; <2" 1432;3 ""Hg
17.33 13"
1:
27 (t) 179 <2"
17.43 13"
1:
23 (et$) 18; <2"
19.33 119 <2"
E. -*er.a$ Pe"*')aan
Tgl 2121122314 =a" 35.33
o E$& Pembukaan 1 cm 0seujung jari2, portio datar 5!9, tebal dan lunak penurunan
kepala 1-1, ser"iks teraba lunak dan tebal.
o (ishop score K /
Ja" 1;.33
o E$ & Pembukaan 1 cm, portio datar, tebal dan lunak penurunan kepala 1-1
o (ishop score K /
Tgl 2;21122314 =a" 39.33
13
E$ & Pembukaan 2 cm, portio tebal dan lunak penurunan kepala 11
(ishop score K /
Ja" 13.33
E$ & Pembukaan . cm, portio tipisdan lunak, penurunan kepala 1 1
(ishop score K 1!
Ja" 17.33
• E$ & Pembukaan . cm, penurunan kepala 1 1, portio tipis
• (ishop score K 1!
• 'itemukannya early desceleration & 'engan mengobser"asi 1is dimana '33 diperiksa
saat ada 1is dan setelah his berhenti, ditemukan '33 janin menurun C 1!! 4@m setelah
1is.
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
-
-
-
-
- %reum & 1/,- mg@dl normal 1!,!-
5!,! mg@dl
- )reatinin & !,55 mg@dl normal
!,//!-1,-! mg@dl
>)=& 'alam batas normal
%. Pe"er$)aan -*tetr$
A*(o"en
a. 6nspeksi & *embesar dengan arah
memanjang dan melintang, Linea nigra 0;2.
b. Palpasi & Dyeri tekan 0-2, nyeri lepas 0-2
c. Pemeriksaan dalam & Eaginal toucher& portio licin, tidak terdapat benjolan di
ostium, ser"iks pembukaan 2 cm, penurunan kepala 1 1, ser"iks lunak dan tebal.
E. %$agno$
%$agno$ Preo#era$ +
o Prolong latency phase
o +etal compromise
%$agnoa Pot o#era$ +
o Lilitan tali pusat
o +etal compromice
14
Pemeriksaan Urin
Jenis Hasil
BJ 1,010
PH 6,5
Protein Neati!
"e#$ksi Neati!
%ara& r$tin
Jenis Hasil Nilai
normal
'B( 7,34 4,8-10,8
"B( 4,60 4,2-5,4
H)B 13,1 12-16
H(* 39,0 37-47
+(, 84,8 79-99
+(H 28,5 27-31
+(H( 33,6 33-37
P-* 209 150-450
!. Penatala)anaan
6 6nduksi persalinan &
In(')$ ($"'la$ tgl 2;21122314
o Ja" 17.17 yaitu '59 ; 5 unit oksitosin 0karena hasil (ishopscor 1! sehingga ,
indikasi dengan oksitosin2, dengan dosis awal / tts, kemudian dinaikan - tts setiap
o Ja" 17.43 menaikan tetesan infus oksitosin 12 tts. '33 11 4@m. *oti"asi pasien dan
keluarga untuk S? dan siapkan untuk informconcent. Pasien dan klg #?? untuk
dilakukan operasi.
- <esusitasi & Pemberian B2 liter, posisikan pasien miring kekiri
- S? & dimulai pada jam 1:. 1! sebelumya jam 1:.!! diberikan ceftria4on 1 gr dalam DacL
1!! cc.
La#oran ha$l o#era$ S, +
o )etuban bercampur mekonium cairan berwarna hijau.
o 3am 1:..! bayi lahir dengan lilitan talipusat dileher ; fetal compromiced dengan
apgar score @/. (( bayi .!!! gram, P( 5! cm.
2. Rencana tera#$
$erapi non farmakologi
o $irah baring
o Bbser"asi selama 2 jam untuk kontraksi uterus, $+%, dan perdarahan per"aginam, $',
nadi, suhu dan <<.
o ?ek darah rutin besok pagi
o #wasi kontraksi uetrus
o #wasi perdarahan per"aginam
o $idur dengan 2 bantal s@d 2- jam
o 'iit $)$P
o Bbser"asi pengeluaran #S6
$erapi farmakologik
1. Tera#$ #ot S,
o 6E+' <L & '59 & DacL K 1 & 2 & 1 .! tpm
o ?eftria4on 1 gram@12 jam dalam 1!! cc DacL
o )altrofen .41 suppositoria
o +lasil suppositoria 241
4.Rencana E(')a$
1. *enjaga kebersihan alat kelamin & ganti pembalut bila sudah kotor atau banyak
darah, bersihkan dari atas kebawah, cuci dengan sabun betadin.
2. *enjelaskan tentang masih adanya kontraksi dan perdarahan per"aginam karena
normal pada wanita setelah melahirkan.
.. Perlu makan-makanan yang bergiJi & terdapatnya sayuran, buah dan ikan.
-. *oti"asi untuk memberikan #S6 kepada bayi.
G. Progno$
'ubia ad bonam
H. !ollo& '#
15
TGL 2; no.e"*er 2314 =a" 15.43
S & Sakit jahitan bekas operasi 0-2, mules 0;2, berasa keluar darah, ganti pembalut 24,
(#( 0-2
B & )eadaan umum & baik
)esadaran& compos mentis
$'& 1.!@/!
D & 8-4@ *enit
<< & 2!4@menit
S & .,
!
?
)onjungti"a tidak anemis, sklera tidak ikterik, $+% 1 jari dibawah pusat, D$ perut
0;2 karena bekas operasi, perdarahan per"aginam dalam batas normal, #S6 keluar.
# & =1P!#! post S?
P & 6E+' <L & '59 & DacL K 1 & 2 & 1 .! tpm
?eftria4on 1 gram@12 jam dalam 1!! cc DacL
)altrofen .41 suppositoria
+lasil suppositoria 241

TGL 25 No.e"*er 2314 =a" 3;.33
S & Sakit jahitan bekas operasi 0-2, mules 0;2, berasa keluar darah, ganti pembalut 24, kentut
0;2, mual 0-2, (#( 0-2
B & $'& 1.!@8!
D & //4@ *enit
<< & 2!4@menit
S & .,5
!
?
)onjungti"a tidak anemis, sklera tidak ikterik, $+% . jari dibawah pusat, D$ perut 0;2
karena bekas operasi, perdarahan per"aginam dalam batas normal, #S6 keluar puting
susu tidak terlalu menonjol 0ajarkan ibu untuk menarik puting susu secara perlahan2.
# & =1P!#! post S? 1-1
P & 6E+' <L
?efi4im tab 2 A 1!! mg
*etronidaJol tab 2 4 5!! mg
#sam mefenamat tab . 4 5!! mg
*ilmor tab . 4 1
(ecom tab ? 1 4 1
16
BAB III
III.1 PEMBAHASAN
Pada kasus Dy. < dimana pada anamnesis ditemukan = 1 P ! # !,
keluhan utama hamil cukup bulan, perut terasa kencang-kencang sejak tadi
malam, merasa mules seperti mau (#(, kencang-kencang terasa setiap 2! menit
sekali, keluar lendir darah tadi pagi, 1P1$ 2! +ebruari 2!1.. *ual 0-2, muntah
0-2, pusing 0-2, (#) lancar :4@hari, (#( 14 tapi sering mules. 'imana setelah
dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan pembukaan saat setelah datang ke rumah
sakit tgl 2:-11-2!1. jam !.!! L6( didapatkan Pembukaan ser"iks 1 cm, ser"iks
lunak dan tebal, posisi terbawah kepala, penurunan kepala 1 1, ketuban masih
utuh, pasien disaran dokter untuk pulang kerumah dahulu, tetapi pasien tidak
ingin pulang pasien meminta dirawat di rumah sakit. Setelah itu diperiksa tgl tgl
2/-11-2!11. jam !.!! pembukaan 2 cm, portio tebal dan lunak penurunan
kepala 11, bishop score K /. 3am 15.!! ditemukan Pembukaan . cm, penurunan
kepala 1 1, portio tipis, bishop score K 1!, ditemukannya early desceleration,
dengan mengobser"asi 1is dimana '33 diperiksa saat ada 1is dan setelah his
berhenti, ditemukan '33 janin menurun C 1!! 4@m setelah 1is. 'alam kasus
sesuai dengan keadaan masa laten memanjang sesuai dengan teori dimana, fase
laten persalinan dimulai sejak awal persalinan sampai pembukaan . cm, kalau
fase laten ini berlangsung lebih dari / jam dengan his 2 kali dalam 1! menit maka
persalinan akan cenderung mengalami kesulitan. Sesuai dengan keadaan yang
ditimbulkan pada kasus sesuai dengan teori dimana terjadi early desceleration
dimana terjadi fetal compromised diperkirakan muncul pada keadaan kontraksi
uterus namun pola '33 ireguler. >arly deceleration dalam keadaan normal bila
terjadi pada pembukaan , :, sedangkan early deceleration yang tidak normal bila
terjadi pada pembukaan F ., Saat terjadinya, puncak dan akhir kejadian sejalan
dengan kontraksi uterus. 'imana pada kasus terjadi deselerasi dini dengan tanda
yang sesuia dengan gambaran pada teori.
Pada penatalaksanaan diagnostik, medika mentosa dan non medika
mentosa pada kasus sesuai dengan kasus, dimana %S= dilakukan ditemukan
lilitan tali pusat, pemeriksaan dalam didapatkan masa laten memanjang dan
obser"asi 1is dan '33 ditemukan fetal compromice, semua diagnostik yang
penting untuk menegakkan diagnostik dan penatalaksanaan selanjutnya sudah
sesuai dan dijalankan dengan baik, sehingga dapat terdiagnostik. Penatalaksanaan
awal dilakukan induksi dimana didapatkan nilai bishop yang terakhir yaitu 1!,
dimana induksi diberikan yaitu oksitosin, tetapi tidak berhasil, sedangkan terjadi
17
early desceleration, dimana pasien diposisikan miring ke kiri, diberikan B2
liter, selanjutnya proses persalinan dilakukan secara S?. Penatalaksanaan
dilaksanakan sesuai dengan teori, pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara
teori dan kasus.
BAB I0
I0. 1 KESIMPULAN
Prolong latency phase yaitu masa laten memanjang pada saat
persalinan aterm. *enurut +riedman dan Sachtleben mendefinisikan fase laten
berkepanjangan apabila lama fase ini , 2! jam pada nulipara dan , 1- jam pada
multipara.
)ematangan ser"iks ditentukan dengan menggunakan metode penilaian
bishop. Skor bishop diperoleh dari pemeriksaan ser"iks terdiri atas 5 karakteristik
penilaian yang biasanya menandai permulaan persalinan spontan dengan skor
18
berkisar !-1.. (erdasarkan penelitian, menyatakan bahwa hasil bishop pada
induksi elektif bila kematangan ser"iks dengan skor bishop 7 8 maka diharapkan
persalinan dapat berhasil secara per"aginam dengan aman. 'alam pemberian
terapi induksi kita obser"asi hasil (ishopscor yang memiliki nilai normal 15,
dimana bila hasil C maka induksi yang diberikan dengan *isoprostol, dan bila
, maka di induksi dengan Bksitoksin.
+etal compromise di definisikan sebagai )ompleks tanda-tanda yang
menunjukkan respon kritis janin oksigenasi tidak memadai. +etal compromise
merupakan suatu tanda bahwa janin akan jatuh kedalam fetal distress. Pada
pemeriksaan kardiotopografi 0?$=2 dapat ditemukan gambaran fetal
compromise, dimana hal ini merupakan suatu mekanisme kompensasi janin
terhadap hipoksia yang kronis.
)asus pada Dy. < dimana terdapat persalinan lama dimana usia
kehamilan -! minggu dengan pembukaan terakhir ., kepala masi di 1odge 1,
ser"ik lunak dan tebal, dan setelah diinduksi tidak ada kemajuan pada
persalinanan tetapi '33 semakin menurun 8! 4@m, maka dilakukan S?, ditemukan
lilitan tali pusat pada leher dan saat diobser"asi '33 saat his dan '33 setelah his
ditemukan early desceleration, dimana terjadi pada pembukaan ., dan ini tidak
baik untuk kesehatan janin sehingga dilakukan S?. *aka diagnosa preoperasi
yaitu masa laten memanjang dan fetal compromice, sedangkan diagnosis
postoperasi yaitu lilitan tali pusat, fetal kompromice karena apgar score @/.
I0. 2 SARAN
Bbser"asi sebelum masuk persalinan sangat penting untuk
mengetahui kemajuan persalinan baik atau buruk. Bbser"asi, 1is, '33, $$E
dan pemeriksaan dalam sangat membantu menegakan diagnosa.
19
%A!TAR PUSTAKA
1. Sarwono. 6lmu kebidanan. >disi ke--. 3akarta& P$. (ina pustakaM 2!11.h.58-:1,
:18.
2. (enson. (uku saku obstetri dan ginekologi. 3akarta& >=?M 2!!8.h.21-18.
.. *anuaba. Pengantar kuliah obstetri. 3akarta& >=?M 2!!:. 5./-5-1
20
21