You are on page 1of 188

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

NASKAH PUBLIKASI












Oleh :
AHMAD FATKHUL HUDA
A 510 100 205


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. A. Yani Tromol Pos I – Pabelan, Kartasura Telp. (0271) 717417 Fax : 715448 Surakarta 57102
Website: http://www.ums.ac.id email: ums@ums.ac.id


Surat Persetujuan Artikel Publikasi Ilmiah

Yang bertanda tangan di bawah ini pembimbing skripsi/tugas akhir:
Nama : Drs. Mulyadi SK, S.H, M.Pd.
NIK : 191
Telah membaca dan mencermati naskah artikel publikasi ilmiah, yang merupakan
ringkasan skripsi atau tugas akhir mahasiswa:
Nama : Ahmad Fatkhul Huda
NIM : A510100205
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Judul Skripsi : PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
MULTIMEDIA LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA
KELAS IV SD N I TARUMAN TAHUN AJARAN 2013/2014
Naskah artikel tersebut, layak dan dapat disetujui untuk dipublikasikan. Demikian
persetujuan ini dibuat, semoga dapat digunakan seperlunya.

NB. Pembimbing satu dosen


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Jl. A. Yani Tromol Pos I – Pabelan, Kartasura Telp. (0271) 717417 Fax : 715448 Surakarta 57102
Website: http://www.ums.ac.id email: ums@ums.ac.id

Surat Pernyataan Publikasi Jurnal Ilmiah

Bismillaahirrohmaannirrohiim
Yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama : AHMAD FATKHUL HUDA
NIM : A510100205
Fakultas/Jurusan : KIP/PGSD
Judul Skripsi : PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
MULTIMEDIA LCD PROYEKTOR DALAM
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN TAHUN
AJARAN 2013/2014
Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk:
1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan Universitas
Muhammadiyah Surakarta atas penulisan karya ilmiah saya demi
pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/mengalih formatkan,
mengelola dalam bentuk pangkalan database, mendistribusikan serta
menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis
kepada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta tanpa perlu
meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis/peneliti.
3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa
melibatkan pihak Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta dari
semua bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta
dalam karya ilmiah ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat
digunakan sebagaimana mestinya.





ABSTRAK
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA LCD
PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

Ahmad Fatkhul Huda, A510100205, Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia pada siswa kelas IV SD N 1
Taruman tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis PTK (Penelitian
Tindakan Kelas). Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD N 1
Taruman dengan jumlah 19 siswa. Penelitian ini menggunakan metode
wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Hasil observasi menunjukkan bahwa pada pelaksanaan pra siklus
ditemukan motivasi siswa dalam pembelajaran IPA masih menggunakan media
konvensional tanpa disertai media apapun terhitung rendah dengan indikator
memperhatikan penjelasan guru 57,89 %, mengajukan pertanyaan 26,31 %,
menjawab pertanyaan 21.05 %, kerjasama dalam kelompok diskusi 36,84 % dan
berani menyampaikan gagasan atau ide 26,31 %. Pada siklus I dan II
menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar indikator memperhatikan
penjelasan guru dari 81,57% menjadi 94,73 %, mengajukan pertanyaan dari
60,52 % menjadi 78,94 % , menjawab pertanyaan dari 60,52 % menjadi 84,2 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi dari 63,15 % menjadi 89,47 %, berani
menyampaikan gagasan atau ide dari 49,99 % menjadi 76,31 %. Dan
meningkatnya hasil belajar ditandai dengan tercapainya ketuntasan nilai tes siswa
yaitu pada pra siklus siswa yang tuntas 21,05 %, pada siklus I meningkat 52,63 %
dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 89,47 %. Peneliti menyimpulkan bahwa
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia LCD Proyektor dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV SD N 1 Taruman tahun
ajaran 2013/2014..

Kata kunci: Multimedia, motivasi, hasil belajar





A. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan orang-orang
yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar
mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan (Achmad
Munib dalam Daryanto, 2013 : 1). Pendidikan ialah pimpinan yang diberikan
dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya
(jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat (M.
Ngalim Purwanto dalam Daryanto, 2013 : 1). Dalam arti lain pendidikan
merupakan pendewasaan peserta didik yang dilakukan oleh pengajar agar
dapat mengembangkan bakat, potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam
menjalani kehidupan. Oleh karena itu sudah seharusnya perlu adanya desain
pembelajaran dalam pendidikan guna untuk meningkatkan prestasi, motivasi
belajar, bakat dan keterampilan yang dimiliki siswa.
Mempertimbangkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan akhir-akhir
ini begitu pesat. Salah satunya munculnya berbagai inovasi-inovasi baru yang
berbasis multimedia teknologi. Perkembangan tersebut juga berdampak pada
sistem pendidikan di Indonesia yang mulai beralih dari pembelajaran yang
tradisional berubah menjadi pembelajaran berbasis multimedia teknologi.
Teknologi multimedia mempermudah guru dalam mengajar sehingga sering
dimanfaatkan dalam menyampaikan materi.
Media pembelajaran berbasis multimedia menjadi alternatif sebagai media
anjuran karena berbagai alasan yaitu : pelajaran akan lebih menarik perhatian
siswa, guru dapat mengkombinasikan audio dan visual secara bersamaan,
dapat dikombinasikan dengan strategi lain, siswa lebih aktif dan memotivasi
belajar siswa. Hal itu sejalan dengan pendapat Schade dalam (Munir, 2008,
232) bahwa multimedia merupakan media pengajaran dan pembelajaran yang
efektif dan efisien berdasarkan kemampuannya menyentuh berbagai panca
indera penglihatan dan pendengaran. Dapat dipahami bahwa multimedia
pembelajaran menyasar pada karakteristik peserta didik yang memiliki variasi
gaya belajar yang berbeda-beda. Hal itu tentunya akan berdampak pada
motivasi belajar siswa meningkat.
Motivasi diartikan sebagai dorongan seseorang melakukan sesuatu.
Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam ( Intrinsik ) dan
faktor dari luar ( ekstrinsik ). Siswa yang termotivasi dalam belajarnya dapat
dilihat dari karakteristik tingkah laku yang menyangkut minat, , perhatian,
konsentrasi dan ketekunan. Siswa yang memiliki motivasi rendah dalam
belajarnya menampakkan keengganan, cepat bosan dan berusaha menghindar
dari kegiatan belajar. Motivasi menjadi salah satu faktor yang turut
menentukan hasil belajar.
i

IPA dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagi siswa
karena merupakan pelajaran hafalan dan pemahaman tentang konsep. Bagi
guru karena IPA merupakan mata pelajaran yang membutuhkan alat peraga
dan praktek sehingga hal tersebut menyulitkan guru dalam mengajar.
Mengingat bahwa keterbatasan laboratorium IPA maupun alat peraga IPA.
Hal tersebut menyebabkan siswa dan guru kurang bersemangat dalam
mengikuti pembelajaran IPA dan pada akhirnya hasil belajar siswa kurang.
Salah satu masalah pembelajaran IPA di SD Negeri 1 Taruman Kecamatan
Klambu Kabupaten Grobogan adalah motivasi belajar siswa dalam proses
belajar mengajar di kelas kurang. Hal itu berdampak siswa menjadi pasif di
kelas, kurang memperhatikan pelajaran, tidak mau belajar dan hasil belajarnya
menurun.
Menurut hasil wawancara dengan wali kelas IV kegiatan belajar mengajar
IPA cenderung menggunakan pembelajaran konvensional tanpa disertai media
apapun. Ditambah lagi metode dan strategi kurang bervariasi serta kurang
melibatkan siswa. Guru kelas IV mendominasi waktu dalam kegiatan belajar
mengajar dengan berceramah dan bercerita. Sehingga membuat siswa bosan
dan jenuh terhadap mata pelajaran IPA. Akibatnya motivasi belajar IPA siswa
menjadi menurun.
Penulis memiliki pemikiran bahwa perkembangan teknologi harus
dimanfaatkan secara maksimal di dalam dunia pendidikan. Salah satunya yaitu
dengan menerapkan media multimedia untuk pengajaran di kelas. Adapun
multimedia yang dapat diterapkan antara lain audio, visual dan audio visual
melalui tanyangan slide LCD Proyektor maupun pemutaran video.
Dengan penerapan media pembelajaran berbasis multimedia diharapkan
siswa SD Negeri 1 Taruman lebih termotivasi dalam belajar khususnya pada
mata pelajaran IPA, siswa lebih aktif dalam bertanya maupun menjawab, dan
hasil belajar siswa meningkat.
Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti ingin melakukan
Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “Penerapan Media Pembelajaran
Berbasis Multimedia LCD Proyektor Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi
Belajar IPA Siswa Kelas IV SD N 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014”.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 1
Taruman. SD ini terletak di Dusun Jagan Desa Taruman Kecamatan Klambu
Kabupaten Grobogan. Berjarak kurang lebih 16 km dari pusat kota Purwodadi.
Penelitian dilakukan pada semester genap yakni terhitung dari tanggal 17
Februari – 5 Maret 2014. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD
Negeri 1 Taruman dengan jumlah siswa 19, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan


i

10 siswa perempuan. Penelitian ini bertujuan umtuk meningkatkan motivasi
dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
Penelitian ini melalui dua siklus, masing-masing siklus ada dua
pertemuan. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 25 dan 28 Februari 2014.
Sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Maret 2014. Siklus I
merupakan bentuk dari pelaksanakan tindakan penerapan media pembelajaran
berbasis multimedia berdasarkan hasil dari pra siklus. Siklus II merupakan
lanjutan dari siklus I setelah melalui refleksi dari siklus I. Apabila dalam
siklus II masih belum berhasil maka dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Langkah-langkah masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi.
Jenis data yang akan didapat dalam penelitian ini berupa data kualitatif
yaitu deskripsi mengenai kegiatan pembelajaran yang berbasis multimedia.
Dan data kuantitatif yaitu nilai dan skor hasil observasi motivasi. Untuk
memperoleh data-data tersebut perlu adanya teknik pengumpulan data yaitu
menggunakan metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.
1. Wawancara
Menurut Sukardi dalam Rubino (2011 : 67) menjelaskan wawancara
adalah cara pengumpulan data dengan jalan yanya jawab secara lagsung
berhadapan muka. Wawancara dilakukan terhadap guru dan siswa kelas IV
SD Negeri 1 Taruman. Dalam bentuk percakapan dan tanya jawab secara
langsung mengenai motivasi siswa dan penggunaan media pembelajran
oleh guru selama proses belajar mengajar terutama pada pembelajaran
IPA.
2. Observasi
Observasi adalah cara mengumpulkan data dengan jalan mengamati
langsung terhadap objek yang diteliti. Margono dalam Rubino (2011: 68)
mendefinisikan observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian. Observasi
digunakan untuk memperoleh data yang dilaksanakan dengan pengamatan
langsung di kelas pada pembelajaran IPA mengenai aktivitas siswa selama
proses pembelajaran. Dengan observasi ini dapat diketahui peningkatan
motivasi belajar siswa.
3. Tes
Arikunto (2006 : 150) mengatakan “Tes adalah serentetan pertanyaan
atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh
individu atau kelompok”. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
pilgan yang berfungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan
tindakan.


i

4. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu
dengan buku-buku, atau arsip yang berhubungan dengan yang diteliti.
Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data
sekolah, nama siswa kelas IV, dan foto proses tindakan penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan penelitian kualitatif, teknik
analisis yang digunakan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data
dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data dilakukan selama penelitian
pada siklus I maupun siklus II. Peneliti selalu membuat reduksi dan penyajian
data. Penelitian yang dilakukan dapat dikatakan berhasil apabila masing-
masing indikator motivasi memenuhi target yaitu 75 %.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian ini indikator motivasi belajar siswa yang diamati adalah
indikator memperhatikan penjelasan guru, mengajukan pertanyaan, menjawab
pertanyaan, kerjasama dalam kelompok diskusi, berani menyampaikan
gagasan atau ide.
Tabel 1 Rekapitulasi Indikator Motivasi Belajar
No
Aspek
yang
diamati
Pra
Siklus
Siklus I Siklus II
Pertemuan
I
Pertemua
n II
Pertemua
n I
Pertemua
n II
1. Memper
hatikan
penjelasa
n guru
57,89 %
(11
siswa)
73,68 %
(14 siswa)
89,47 %
(17
siswa)
94,73 %
(18
siswa)
94,73 %
(18
siswa)
2. Mengaju
kan
pertanya
an
26,31 %
(5 siswa)
57,89 %
(11 siswa)
63,15 %
(12
siswa)
73,68 %
(14
siswa)
84,21 %
(16
siswa)
3. Menjawa
b
pertanya
an
21,05 %
(4 siswa)
52,63 %
(10 siswa)
68,42 %
(13
siswa)
78,94 %
(15
siswa)
89,47 %
(17
siswa)
4. Kerjasa
ma
dalam
kelompo
k diskusi
36,84 %
(7 siswa)
52,63 %
(10 siswa)
73,68 %
(14
siswa)
84,21 %
(16
siswa)
94,73 %
(18
siswa)
5. Berani
menyam
paikan
gagasan
atau ide
26,31 %
(5 siswa)
47,36 %
(9 siswa)
52,63 %
(10
siswa)
73,68 %
(14
siswa)
78,94 %
(15
siswa)


i

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat secara rinci peningkatan indikator
motivasi belajar selama penelitian. Indikator memperhatikan penjelasan guru
mengalami peningkatan dari 11 siswa atau 57,89 % menjadi 14 siswa atau
73,68 % menjadi 17 siswa atau 89,47 % menjadi 18 siswa atau 94,73 % dan
tetap 18 siswa atau 94,73 %. Indikator mengajukan pertanyaan mengalami
peningkatan dari 5 siswa atau 26,31 % menjadi 11 siswa atau 57,15 %
menjadi 12 siswa 63,15 % menjadi 14 siswa atau 73,68 % menjadi 16 siswa
atau 84,21 % . Indikator menjawab pertanyaan mengalami peningkatan dari 4
siswa atau 21,05 % menjadi 10 siswa atau 52,63 % menjadi 13 siswa 68,42 %
menjadi 15 siswa atau 78,94 % menjadi 17 siswa atau 89,57 % . Indikator
kerjasama dalam kelompok diskusi mengalami peningkatan dari 7 siswa atau
36,84 % menjadi 10 siswa atau 52,63 % menjadi 14 siswa 73,68 % menjadi 16
siswa atau 84,21 % menjadi 18 siswa atau 94,73 % . Indikator kerjasama
dalam kelompok diskusi mengalami peningkatan dari 5 siswa atau 26,31 %
menjadi 9 siswa atau 47,36 % menjadi 10 siswa 52,63 % menjadi 14 siswa
atau 73,68 % menjadi 15 siswa atau 78,94 % . Tingkat peningkatan motivasi
belajar siswa dapat digambarkan pada grafik dibawah ini.

Gambar 1 Grafik Rekapitulasi Indikator Motivasi Belajar

Tabel 2 Rekapitulasi Frekuensi Motivasi Belajar
Tingkat motivasi belajar Pra Siklus Siklus I Siklus II
Sangat rendah - - -
Rendah 36,84 % 18,41 % 5,26 %
Sedang 63,16 % 48,37 % 34,21 %
Tinggi - 34,2 % 60,53 %

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat perbedaan tingkat motivasi belajar
siswa yaitu prra siklus, siklus I dan II sangat rendah sama-sama 0 %, motivasi
belajar rendah, pada pra siklus 36,84 %, pada siklus I 18,41 % dan siklus II
0
20
40
60
80
100
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan penjelasan
guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam kelompok
diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide


i

5,26 % , motivasi belajar sedang, pada pra siklus 63.16 %, pada siklus I 48,37
dan siklus II 34,53 %, motivasi tinggi, pada pra siklus 0%,pada siklus I 34,1 %
dan siklus II 60,53 %.
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Belajar
No. Pencapaian Pra Siklus Siklus I Siklus II
1. Rata-rata 54,21 65,26 75,78
2. Nilai Terendah 20 10 17
3. Nilai Tertinggi 80 90 100
4. Tuntas 21,05 % 52,63 % 89,47 %
5. Belum Tuntas 78,95 % 47,37 10,53 %


Gambar 2 Grafik Peningkatan Hasil Belajar

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui peningkatan hasil belajar dari pra
siklus sampai siklus II. Pada pra siklus siswa yang tuntas sebanyak 4 siswa
atau 21,05 %, pada siklus I meningkat menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan
pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa atau 89,47 %.
Dari hasil penelitian di atas, media pembelajaran berbasis multimedia
LCD Proyektor sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Mengingat bahwa media pembelajaran tersebut memiliki kelebihan yaitu
mampu menarik minat siswa. Ketertarikan siswa dalam materi yang diajarkan
mampu untuk mendorong kegiatan belajar siswa sehingga siswa akan lebih
termotivasi belajarnya.
Berdasarkan hasil wawancara didapat bahwa setelah dilakukan penerapan
media pembelajaran berbasis multimedia menurut wali kelas IV siswa merasa
senang, paham dan hasil pembelajarannya menjadi banyak yang tuntas. Hal
tersebut berbeda jauh dengan kondisi sebelum diterapkan multimedia.
Dari hasil-hasil yang didapat dapat diketahui bahwa indikator motivasi
belajar telah tercapai. maka hipotesis tindakan dapat diterima yang berarti
0
20
40
60
80
100
Pra siklus Siklus I Siklus II
21,05
52,63
89,47
D
a
l
a
m

P
e
r
s
e
n

%

Hasil Belajar


i

bahwa “Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia LCD Proyektor
dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran
IPA SD Negeri 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014”.
D. PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa penerapan melia pembelajaran berbasis multimedia LCD
Proyektor dapat:
1. Meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA ditandai dengan
meningkatnya indikator motivasi belajar dari pra siklus sampai siklus II
diantaranya: a). memperhatikan penjelasan guru sebelum tindakan 57,89
% setelah tindakan menjadi 94,73 %. b). Mengajukan pertanyaan sebelum
tindakan 26,31 % setelah tindakan menjadi 84,21%. c). Menjawab
pertanyaan sebelum tindakan 21,05 % setelah tindakan menjadi 89,47 %.
d). Kerjasama dalam kelompok diskusi sebelum tindakan 36,84 % setelah
tindakan menjadi 94,73 %. e). Berani menyampaikan gagasan sebelum
tindakan 26,31 % setelah tindakan menjadi 78,94 %.
2. Meningkat hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai pra siklus siswa yang
tuntas sebanyak 4 siswa atau 21,05 %, pada siklus I meningkat menjadi 10
siswa atau 52,63 % dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa
atau 89,47 %.
E. DAFTAR PUSTAKA
Arikunto dan Suharsimi (2006) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Daryanto (2013) Media Pembelajaran. Yogjakarta: Gava Media.
Munir (2008) Kurikulum Berbasis Teknologi dan Komunikasi. Bandung: CV
Alfabeta.
Rubiyanto, Rubino (2011) Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta: BP-
FKIP UMS.









i

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar











Oleh :
AHMAD FATKHUL HUDA
A 510 100 205



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
ii

PERSETUJUAN

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

Dipersiapkan dan disusun oleh:

AHMAD FATKHUL HUDA
A510100205

Telah disetujui dan disahkan oleh Pembimbing
Untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta







iii

PENGESAHAN
SKRIPSI

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

Yang dipersiapkan dan disusun oleh:

AHMAD FATKHUL HUDA
A510100205


iv

PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Ahmad Fatkhul Huda
NIM : A510100205
Prodi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya buat dan serahkan ini
merupakan hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan dan ringkasan yang semuanya
telah saya cantumkan sumbernya. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat
dibuktikan bahwa skripsi ini hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi
apapun dari FKIP dan saya bertanggung jawab sepenuhnya.









v

MOTTO
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
(QS. Al Insyirah : 6)

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras
(untuk urusan yang lain)
(QS. Al Insyirah : 7)

Jerih payah hanya akan berhasil kalau pelakunya tidak mudah putus asa
(Napoleon Hill)

Satu-satunya ukuran keberhasilan Anda yang jujur adalah apa yang sedang Anda
lakukan dibandingkan dengan potensi Anda yang sebenarnya
(Paul J. Meyer)

Pengadilan yang yang benar-benar adil hanya ada di akhirat
(Penulis)













vi

PERSEMBAHAN
Skripsi ini penulis persembahkan untuk:
1. Bapak, Ibu dan keluarga yang telah memberi motivasi, memberi material
maupun non material dan senantiasa mendoakan hingga sekarang.
2. Guru-guru dan Dosen UMS yang telah memberi pengalaman dan ilmu
yang bermanfaat.
3. Teman seperjuangan PGSD UMS angkatan 2010 khususnya untuk kelas E.
4. Pembaca yang budiman.
5. Almameter UMS.














vii

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan ridhonya
penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan Media
Pembelajaran Berbasis Multimedia LCD Proyektor Dalam Upaya Meningkatkan
Motivasi Belajar IPA Siswa SD N 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014”. Skripsi
ini merupakan syarat akademis dalam menyelesaikan Studi Strata 1 untuk
mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat sebagai bahan masukan dalam peningkatan proses pembelajaran IPA
sehingga dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas
sumber daya pendidikan.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis banyak menemui kesulitan dan
hambatan, namun berkat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak, skripsi ini
dapat terselesaikan. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2. Dr. Samino, M.M. selaku Ketua Program Studi PGSD
3. Drs. Mulyadi SK, S.H., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing dalam penyusunan
skripsi.
4. Putri Agustina, S.Psi selaku dosen pembimbing akademik yang telah
memberikan pengarahan selama menjadi mahasiswa.
viii

5. Bambang Suprayitno, S.Pd. selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri I Taruman
yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.
6. Muhniyati, S.Pd. selaku wali kelas IV yang telah membantu pelaksanaan
penelitian.
7. Teman-teman S1 PGSD UMS khususnya kelas E atas motivasi dan
kebersamaannya.
8. Teman Kost Bina Taqwa atas bantuannya dalam menyemangati.
9. Segenap pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu
kelancaran skripsi ini.
Semoga segala bantuan dan kebaikan tersebut, mendapat kebaikan pula di
sisi Allah SWT. Kritik dan saran dari semua pihak penulis terima dengan senang
hati. Semoga penelitian ini bemanfaat bagi pembaca.
Wassalamualikum Wr. Wb.





ix

DAFTAR ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ..........................................................................................i
PERSETUJUAN ................................................................................................ii
PENGESAHAN .................................................................................................iii
PERNYATAAN .................................................................................................iv
MOTTO .............................................................................................................v
PERSEMBAHAN ..............................................................................................vi
KATA PENGANTAR .......................................................................................vii
DAFTAR ISI ......................................................................................................ix
DAFTAR TABEL ..............................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xiii
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................xiv
ABSTRAK .........................................................................................................xv

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah ..........................................................................1
B. Identifikasi Masalah ................................................................................4
C. Pembatasan Masalah ...............................................................................4
D. Perumusan Masalah ................................................................................5
E. Tujuan Penelitian ....................................................................................5
F. Manfaat Penelitian ..................................................................................6
BAB II LANDASAN TEORI ...........................................................................8
A. Kajian Teori ............................................................................................8
1. Media Pembelajaran Berbasis Multimedia LCD Proyektor..............8
a. Media Pembelajaran ....................................................................8
b. Multimedia LCD Proyektor ........................................................16
2. Motivasi Belajar dalam Pembelajaran IPA .......................................23
x

a. Motivasi Belajar ..........................................................................23
b. Pembelajaran IPA........................................................................31
B. Penelitian yang Relevan ..........................................................................35
C. Kerangka Berpikir ...................................................................................36
D. Hipotesis Tindakan..................................................................................38
BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................39
A. Setting Penelitian ....................................................................................39
B. Jenis Penelitian ........................................................................................40
C. Subyek Penelitian ....................................................................................40
D. Prosedur Penelitian..................................................................................41
E. Jenis Data ................................................................................................46
F. Metode Pengumpulan Data .....................................................................46
G. Instrumen Penelitian................................................................................47
H. Validitas Data ..........................................................................................49
I. Teknik Analisis Data ...............................................................................49
J. Indikator Keberhasilan ............................................................................51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................53
A. Deskripsi Tempat Penelitian ...................................................................53
B. Deskripsi Kondisi Awal ..........................................................................57
C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus ..................................................................60
1. Siklus I ..............................................................................................60
2. Siklus II .............................................................................................67
D. Hasil Penelitian .......................................................................................74
1. Siklus I ..............................................................................................74
2. Siklus II .............................................................................................82
E. Pembahasan .............................................................................................93
BAB IV PENUTUP ...........................................................................................97
A. Kesimpulan .............................................................................................97
xi

B. Implikasi ..................................................................................................97
C. Saran ........................................................................................................98
DAFTAR PUSTAKA......... ........................................................................................ 99
LAMPIRAN

















xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Variabel Penelitian .................................36
Tabel 3.1 Perincian Waktu Penelitian ................................................................39
Tabel 3.2 Indikator Keberhasilan .......................................................................51
Tabel 4.1 Sarana dan Prasarana SD N 1 Taruman .............................................54
Tabel 4.2 Guru dan Karyawan SD N 1 Taruman ...............................................55
Tabel 4.3 Data Jumlah Siswa SD N 1 Taruman.................................................56
Tabel 4.4 Daftar Siswa Kelas 4 SD N 1 Taruman .............................................56
Tabel 4.5 Indikator Motivasi Belajar Pra Siklus ................................................58
Tabel 4.6 Frekuensi Motivasi Belajar Pra Siklus ...............................................58
Tabel 4.7 Nilai Hasil Belajar Pra Siklus ............................................................59
Tabel 4.8 Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I ...............................74
Tabel 4.9 Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I ..............................75
Tabel 4.10 Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II .............................76
Tabel 4.11 Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II ............................77
Tabel 4.12 Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus I ............................78
Tabel 4.13 Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I ...........................80
Tabel 4.14 Nilai Hasil Belajar Siklus I ...............................................................81
Tabel 4.15 Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I .............................82
Tabel 4.16 Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I ............................83
Tabel 4.17 Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II ............................84
Tabel 4.18 Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II ...........................85
Tabel 4.19 Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus II...........................85
Tabel 4.20 Perbandingan Motivasi Belajar Siklus II ..........................................87
Tabel 4.21 Nilai Hasil Belajar Siklus II ..............................................................88
Tabel 4.22 Rekapitulasi Peningkatan Indikator Motivasi Belajar .....................89
Tabel 4.23 Rekapitulasi Frekuensi Motivasi Belajar ..........................................91
Tabel 4.24 Rekapitulasi Peningkatan Hasil Belajar ............................................91


xiii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pemikiran ............................................................37
Gambar 3.1 Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas .......................................41
Gambar 4.1 Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I .................75
Gambar 4.2 Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I ................76
Gambar 4.3 Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II ................77
Gambar 4.4 Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II ...............78
Gambar 4.5 Grafik Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus I ...............79
Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I..............80
Gambar 4.7 Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I ................82
Gambar 4.8 Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I ...............83
Gambar 4.9 Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II...............84
Gambar 4.10 Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II ............85
Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus II ...........86
Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II ..........87
Gambar 4.13 Grafik Rekapitulasi Peningkatan Indikator Motivasi Belajar .......90
Gambar 4.14 Grafik Rekapitulasi Frekuensi Motivasi Belajar ...........................91
Gambar 4.15 Grafik Rekapitulasi Peningkatan Hasil Belajar .............................93












xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil Wawancara Guru ..................................................................101
Lampiran 2 Soal Tes Pra Siklus ........................................................................103
Lampiran 3 RPP Siklus I ...................................................................................105
Lampiran 4 Soal Tes Siklus I ............................................................................115
Lampiran 5 RPP Siklus II .................................................................................118
Lampiran 6 Soal Tes Siklus II ...........................................................................128
Lampiran 7 Pembagian Kelompok Diskusi ......................................................131
Lampiran 8 Hasil Observasi Pra Siklus ............................................................132
Lampiran 9 Hasil Observasi Siklus I ................................................................136
Lampiran 10 Hasil Observasi Siklus II .............................................................144
Lampiran 11 Hasil Belajar Siswa ......................................................................152
Lampiran 12 Tanggapan Guru dan Siswa Setelah Penelitian ...........................153
Lampiran 13 Dokumentasi .................................................................................155
Lampiran 14 Jadwal Pembimbingan Mahasiswa ...............................................
Lampiran 15 Surat Ijin Riset ..............................................................................
Lampiran 16 Surat Keterangan Penelitian .........................................................













xv

ABSTRAK
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA LCD
PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
IPA SISWA KELAS IV SD N I TARUMAN
TAHUN AJARAN 2013/2014

Ahmad Fatkhul Huda, A510100205, Jurusan Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA melalui
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia pada siswa kelas IV SD N 1
Taruman tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis PTK (Penelitian
Tindakan Kelas). Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD N 1
Taruman dengan jumlah 19 siswa. Penelitian ini menggunakan metode
wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
deskriptif kualitatif dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Hasil observasi menunjukkan bahwa pada pelaksanaan pra siklus
ditemukan motivasi siswa dalam pembelajaran IPA masih menggunakan media
konvensional tanpa disertai media apapun terhitung rendah dengan indikator
memperhatikan penjelasan guru 57,89 %, mengajukan pertanyaan 26,31 %,
menjawab pertanyaan 21.05 %, kerjasama dalam kelompok diskusi 36,84 % dan
berani menyampaikan gagasan atau ide 26,31 %. Pada siklus I dan II
menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar indikator memperhatikan
penjelasan guru dari 81,57% menjadi 94,73 %, mengajukan pertanyaan dari
60,52 % menjadi 78,94 % , menjawab pertanyaan dari 60,52 % menjadi 84,2 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi dari 63,15 % menjadi 89,47 %, berani
menyampaikan gagasan atau ide dari 49,99 % menjadi 76,31 %. Dan
meningkatnya hasil belajar ditandai dengan tercapainya ketuntasan nilai tes siswa
yaitu pada pra siklus siswa yang tuntas 21,05 %, pada siklus I meningkat 52,63 %
dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 89,47 %. Peneliti menyimpulkan bahwa
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia LCD Proyektor dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV SD N 1 Taruman tahun
ajaran 2013/2014..

Kata kunci: Multimedia, motivasi, hasil belajar

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan orang-
orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar
mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan (Achmad
Munib dalam Daryanto, 2013 : 1). Pendidikan ialah pimpinan yang diberikan
dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya
(jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat (M.
Ngalim Purwanto dalam Daryanto, 2013 : 1). Dalam arti lain pendidikan
merupakan pendewasaan peserta didik yang dilakukan oleh pengajar agar
dapat mengembangkan bakat, potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam
menjalani kehidupan. Oleh karena itu sudah seharusnya perlu adanya desain
pembelajaran dalam pendidikan guna untuk meningkatkan prestasi, motivasi
belajar, bakat dan keterampilan yang dimiliki siswa.
Mempertimbangkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan akhir-
akhir ini begitu pesat. Salah satunya munculnya berbagai inovasi-inovasi baru
yang berbasis multimedia teknologi. Perkembangan tersebut juga berdampak
pada sistem pendidikan di Indonesia yang mulai beralih dari pembelajaran
yang tradisional berubah menjadi pembelajaran berbasis multimedia
teknologi. Teknologi multimedia mempermudah guru dalam mengajar
sehingga sering dimanfaatkan dalam menyampaikan materi.
2



Media pembelajaran berbasis multimedia menjadi alternatif sebagai
media anjuran karena berbagai alasan yaitu : pelajaran akan lebih menarik
perhatian siswa, guru dapat mengkombinasikan audio dan visual secara
bersamaan, dapat dikombinasikan dengan strategi lain, siswa lebih aktif dan
memotivasi belajar siswa. Hal itu sejalan dengan pendapat Schade dalam
(Munir, 2008, 232) bahwa multimedia merupakan media pengajaran dan
pembelajaran yang efektif dan efisien berdasarkan kemampuannya
menyentuh berbagai panca indera penglihatan dan pendengaran. Dapat
dipahami bahwa multimedia pembelajaran menyasar pada karakteristik peserta
didik yang memiliki variasi gaya belajar yang berbeda-beda. Hal itu tentunya
akan berdampak pada motivasi belajar siswa meningkat.
Motivasi diartikan sebagai dorongan seseorang melakukan sesuatu.
Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam ( Intrinsik ) dan
faktor dari luar ( ekstrinsik ). Siswa yang termotivasi dalam belajarnya dapat
dilihat dari karakteristik tingkah laku yang menyangkut minat, , perhatian,
konsentrasi dan ketekunan. Siswa yang memiliki motivasi rendah dalam
belajarnya menampakkan keengganan, cepat bosan dan berusaha menghindar
dari kegiatan belajar. Motivasi menjadi salah satu faktor yang turut
menentukan hasil belajar.
IPA dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit. Bagi
siswa karena merupakan pelajaran hafalan dan pemahaman tentang konsep.
Bagi guru karena IPA merupakan mata pelajaran yang membutuhkan alat
peraga dan praktek sehingga hal tersebut menyulitkan guru dalam mengajar.
3



Mengingat bahwa keterbatasan laboratorium IPA maupun alat peraga IPA.
Hal tersebut menyebabkan siswa tidak bersemangat dalam mengikuti
pembelajaran IPA dan pada akhirnya hasil belajar siswa kurang.
Salah satu masalah pembelajaran IPA di SD Negeri 1 Taruman
Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan adalah motivasi belajar siswa dalam
proses belajar mengajar di kelas kurang. Hal itu berdampak siswa menjadi
pasif di kelas, kurang memperhatikan pelajaran, tidak mau belajar dan hasil
belajarnya menurun.
Menurut hasil wawancara dengan wali kelas IV kegiatan belajar
mengajar IPA cenderung menggunakan pembelajaran konvensional tanpa
disertai media apapun. Ditambah lagi metode dan strategi kurang bervariasi
serta kurang melibatkan siswa. Guru kelas IV mendominasi waktu dalam
kegiatan belajar mengajar dengan berceramah dan bercerita. Sehingga
membuat siswa bosan dan jenuh terhadap mata pelajaran IPA. Akibatnya
motivasi belajar IPA siswa menjadi menurun.
Penulis memiliki pemikiran bahwa perkembangan teknologi harus
dimanfaatkan secara maksimal di dalam dunia pendidikan. Salah satunya yaitu
dengan menerapkan media multimedia untuk pengajaran di kelas. Adapun
multimedia yang dapat diterapkan antara lain audio, visual dan audio visual
melalui tanyangan slide LCD Proyektor maupun pemutaran video.
Dengan penerapan media pembelajaran berbasis multimedia
diharapkan siswa SD Negeri 1 Taruman lebih termotivasi dalam belajar
4



khususnya pada mata pelajaran IPA, siswa lebih aktif dalam bertanya maupun
menjawab, dan hasil belajar siswa meningkat.
Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis ingin melakukan
Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “Penerapan Media Pembelajaran
Berbasis Multimedia LCD Proyektor Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi
Belajar IPA Siswa Kelas IV SD N 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat didefinisikan beberapa
identifikasi masalah sebagai berikut:
1. Guru kurang mengenal media berbasis Multimedia LCD Proyektor
2. Media pembelajaran yang digunakan terbatas dan kurang menarik minat
siswa
3. Hasil belajar IPA rendah
4. Motivasi belajar IPA siswa rendah
5. Tujuan pembelajaran belum tercapai secara maksimal
C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah dan tidak terlalu luas jangkauannya,
maka perlu adanya pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Media pembelajaran yang digunakan adalah multimedia LCD Proyektor
2. Yang ditingkatkan adalah motivasi belajar dan hasil belajar IPA.
3. Penelitian hanya dilakukan pada kelas IV SD Negeri 1 Taruman Tahun
Ajaran 2013/2014.

5



D. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka masalah
penelitian tindakan kelas ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah penerapan media pembelajaran berbasis multimedia LCD
Proyektor dapat meningkatkan motivasi belajar IPA siswa kelas IV SD N
1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014.
2. Apakah penerapan media pembelajaran berbasis multimedia LCD
Proyektor dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N 1
Taruman Tahun Ajaran 2013/2014.
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan motivasi belajar IPA melalui penerapan media
pembelajaran berbasis multimedia LCD proyektor pada siswa kelas IV SD
N 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014.
2. Untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan media
pembelajaran berbasis multimedia LCD proyektor pada siswa kelas IV SD
N 1 Taruman Tahun Ajaran 2013/2014.





6



F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, maka penelitian ini diharapkan
dapat memberi manfaat kepada berbagai pihak yang terkait. Manfaat yang
diharapkan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan
keterampilan mengenai pemanfaatan media pembelajaran bagi guru yang
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) melalui media pembelajaran LCD Proyektor
2. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat memberikan manfaat:
a. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar
IPA siswa dan lebih mudah menerima pelajaran dengan penggunaan
media pembelajaran multimedia. Sehingga seiring meningkatkan
motivasi akan dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa.
b. Bagi Guru
Dapat meningkatkan keterampilan penggunan komputer dan
pemanfaatan multimedia dalam mengajar mata pelajaran IPA maupun
pelajaran lainnya



7



c. Bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada
sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran, sehingga
berdampak pada peningkatan mutu sekolah.
d. Bagi Penelitian Selanjutnya
Hasil penelitian dapat dipakai sebagai dasar pengembangan
teori, informasi dan referensi dalam penerapan media pembelajaran
untuk diaplikasikan oleh institusi pendidikan formal untuk
meningkatkan motivasi dalam proses belajar mengajar.














8

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
1. Media Pembelajaran Berbasis Multimedia LCD Proyektor
a. Media Pembelajaran
1) Pengertian Media
Heinich dalam Daryanto (2013 : 4) menjelaskan bahwa kata
media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat
didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya
komunikasi dari pengirim menuju ke penerima.
Briggs dalam Sadiman, dkk (2012 : 6) berpendapat bahwa
media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai
adalah contoh media
Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas dapat
disimpulkan bahwa media adalah suatu alat yang difungsikan
untuk menyampaikan informasi ke penerima. Pengertian media
sangat luas, namun dalam hal ini penulis membatasi pada media
pendidikan saja yaitu media yang digunakan sebagai alat dan
bahan dalam kegiatan pembelajaran.



9



2) Jenis Media
Winataputra (2004, 5.12-5.20) menjelaskan media
pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sebagai
berikut :
a) Media Visual
Sesuai dengan namanya, media visual adalah media
yang hanya dilihat menggunakan indera penglihatan. Jenis
media yang seperti inilah yang sering digunakan oleh guru-
guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran
ke siswa. Media visual terdiri atas media yang tidak dapat
diproyeksikan (non-projected visual) dan media yang dapat
diproyeksikan (projected visual) dalam Winataputra (2004,
5.13). Media yang dapat diproyeksikan dapat berupa gambar
diam (still picture) atau bergerak (motion picture).
Berikut ini adalah penjelasan dari jenis media visual
tersebut :
(1). Media visual tidak diproyeksikan
(a). Gambar diam/mati ( still picture )
Gambar diam/mati adalah gambar-gambar yang
disajikan secara fotografik misalnya gambar tentang
manusia, binatang, tempat atau objek lain yang
berkaitan dengan pelajaran yang akan disampaikan.

10



(b). Media Grafis
Media grafis ini merupakan media pandang dua
dimensi (bukan fotografik) yang dirancang khusus
untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran. Unsur
yang terdapat dalam media grafis ini adalah gambar dan
tulisan. Adapun contoh dari media grafis yaitu grafik,
bagan, diagram, poster dan kartun.
(c). Realia dan Model
Media realia merupakan alat bantu visual dalam
pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman
langsung pada siswa. Realia meruapakan model dan
objek nyata dari suatu benda seperti mata uang,
tumbuhan, globe dsb. Ini berarti merupakan media tiga
dimensi.
(2). Media visual yang diproyeksikan
Media visual yang diproyeksikan pada dasarnya
adalah media yang menggunakan alat proyeksi (proyektor)
sehingga gambar dan tulisan nampak pada layar (screen).
Media ini bisa berbentuk media proyeksi diam maupun
media proyeksi gerak. Jenis media proyeksi yang bisa
digunakan diantaranya:
(a). LCD Proyektor
(b). Slide
11



(b). OHP (Overhead Projection)
(c). Filmstrips
b) Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan
dalam bentuk auditif ( hanya dapat didengar ) yang dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para
siswa untuk mempelajari bahan ajar. Program kaset suara dan
program radio adalah bentuk dari media audio.
c) Media Audio-Visual
Sesuai dengan namanya, media ini merupakan
kombinasi audio dan visual atau bisa juga disebut media
pandang-dengar. Contoh dari media audio-visual di antaranya
program video/televise pendidikan, program macromedia flash
dan program slide suara.
3) Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran berarti alat bantu yang berbentuk fisik
maupun non fisik yang sengaja digunakan sebagai perantara antara
guru dengan siswa agar siswa dapat memahami materi
pembelajaran dengan baik dan lebih efektif dan efisien
Sanaky (2009, 4) menjelaskan media pembelajaran adalah
sarana pendidikan yang dapat dipakai sebagai perantara dalam
proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi
dalam mencapai tujuan. Munir (2008, 138) mengartikan media
12



pembelajaran sebagai perantara sampainya pesan belajar dari
sumber pesan kepada penerima pesan.
Dapat dipahami bahwa media pembelajaran merupakan alat
, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka membuat
pembelajaran menjadi lebih komunikatif dan efisien.
4) Fungsi Media Pembelajaran
Pengembangan media pembelajaran hendaknya
diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang
dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-
hambatan yang ada dalam proses pembelajaran. Menurut Daryanto
(2013, 10) fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai
berikut :
a) Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi di
masa lampau.
b) Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena
jaraknya jauh, ataupun berbahaya.
c) Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang
sukar diamati secara langsung karena ukurannya terlalu besar
ataupun kecil.
d) Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telingan secara
langsung.
e) Dapat melihat secara lambat gerakangerakan yang berlangsung
secara cepat dan sebaliknya.
13



f) Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan
mengamati suatu obyek secara serempak.
Sedangkan menurut Hamalik dalam Rusman (2012 : 164)
fungsi media pembelajaran yaitu :
a) Untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif.
b) Penggunaan media merupakan bagian intregal dalam system
pembelajaran.
c) Media pembelajaran penting dalam mencapai tujuan
pembelajaran.
d) Penggunaan media pembelajaran adalah untuk mempercepat
proses pembelajaran dan membantu siswa dalam upaya
memahami materi yang disajikan oleh guru di dalam kelas.
e) Penggunaan media pembelajaran bermaksud mempertinggi
mutu pendidikan.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan fungsi
media pembelajaran adalah sebagai alat bantu visual dalam
kegiatan pembelajaran karena dengan media guru dapat
memvisualisasikan kepada siswa hal-hal yang bersifat abstrak
menjadi konkret. Media juga dapat mendorong motivasi belajar
siswa serta memberi pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa
karena dengan adanya media pembelajaran menjadi lebih
bermakna dan berkesan bagi siswa yang nantinya diharapkan dapat
14



meningkatkan pemahaman siswa dan mempertinggi daya serap
siswa terhadap materi pelajaran.
5) Manfaat Media Pembelajaran
Manfaat media pembelajaran bagi guru (pengajar) dan
siswa adalah sebagai berikut:
a) Manfaat bagi Pengajar
(1) Memberikan pedoman arah untuk mencapai tujuan.
(2) Menjelaskan struktur dan urutan mengajar secara baik.
(3) Memberikan kerangka sistematis mengakar secara baik.
(4) Memudahkan kendali pengajaran terhadap materi
pembelajaran.
(5) Membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian materi.
(6) Membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar.
(Sanaky, 2009 : 5)
b) Manfaat bagi Siswa
(1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga
dapat menumbuhkan motivasi belajar.
(2) Materi pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
dapat lebih dipahami.
(3) Metode mengajar akan lebih bervariasi.
(4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
(Rusman, 2012 : 164)

15



6) Prinsip Media Pembelajaran
Dalam menentukan maupun memilih media pembelajaran,
seorang guru harus mempertimbangkan beberapa prinsip sebagai
acuan dalam mengoptimalkan pembelajaran. Prinsip prinsip media
pembelajaran menurut Rusman (2012 : 167) tersebut diantaranya :
a) Efektifitas
Pemilihan media pembelajaran harus berdasarkan pada
ketepatgunaan dalam pembelajaran dan pencapaian tujuan
pembelajaran.
b) Relevansi
Kesesuaian media pembelajaran yang digunakan dengan tujuan
karakteristik pelajaran, potensi dan perkembangan siswa
dengan waktu yang tersedia.
c) Efisiensi
Pemilihan media harus benar-benar memperhatikan bahwa
media tersebut hemat biaya, penggunaannya memerlukan
waktu yang singkat dan hanya sedikit memerlukan tenaga.
d) Dapat digunakan
Media pembelajaran harus benar-benar dapat diterapkan atau
digunakan dalam pembelajaran.
e) Kontektual
Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran harus
mengedepankan lingkungan sosial dan budaya siswa.
16



b. Multimedia LCD Proyektor
1) Pengertian Multimedia
Konsep multimedia didefinisikan oleh Halfost dalam Munir
(2008, 223) sebagai suatu sistem komputer yang terdiri dari
hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk
menggabungkan gambar, video, fotografik, grafik dan animasi
dengan suara, teks dan data yang dikendalikan oleh program
komputer. Menurut Rosch dalam Darmawan (2012, 32)
multimedia dipandang suatu kombinasi antara komputer dan video.
Sedangkan Hofsteder dalam Darmawan (2012, 32) menyebutkan
bahwa multimedia dapat dipandang sebagai suatu pemanfaatan
komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio,
gambar bergerak ( video dan animasi) dengan menggabungkan tool
yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi,
berekreasi dan berkomunikasi.
Dari pendapat para ahli di atas dapat dipahami bahwa
multimedia menggabungkan berbagai unsur media yang berupa
teks, gambar, video dan lain-lain dalam suatu software
pembelajaran yang interaktif.
2) Manfaat Multimedia Pembelajaran
Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan
dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang
sangat besar bagi guru dan siswa. Secara umum manfaat yang
17



dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih
interaktif, kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa
meningkat.
Manfaat di atas akan dapat diperoleh mengingat terdapat
keunggulan dari multimedia pembelajaran. Menurut Daryanto
(2013, 52) keunggulan multimedia yaitu :
a) Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh
mata, seperti kuman, bakteri, electron dan lain-lain.
b) Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin
dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-
lain.
c) Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bintang,
bulan, salju dan lain-lain.
d) Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya seperti
letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
e) Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
3) Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran
Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran,
pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus
memperhatikan karakteristik komponen lain lain, seperti tujuan,
materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.
Menurut Daryanto (2013, 16) karakteristik multimedia
pembelajaran adalah sebagai berikut :
18



a) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya
menggabungkan unsur audio dan visual
b) Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan
untuk mengakomodasi respon pengguna.
c) Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan
kelengakapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa
menggunakan tanpa bimbingan orang lain.
4) LCD Proyektor
a) Pengertian
LCD proyektor merupakan sebuah alat untuk membuat
sebuah proyeksi besar berupa layar . Layar yang yang
ditampilkan adalah sebagai proyeksi dari layar yang ada di
computer/laptop. LCD proyektor memungkinkan guru
menampilkan presentasi lebih menarik dan tentu saja akan
dapat memotivasi siswa untuk belajar.
Daryanto (2013, 135) mengemukakan LCD Proyektor
adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsur-
unsur media seperti gambar, teks, video, animasi baik secara
terpisah maupun gabungan antara berbagai media. Sedangkan
dalam wikipedia bahasa Indonesia
(http://id.m.wikipedia.org/wiki/proyektor-LCD) dituliskan
“LCD Proyektor merupakan salah satu jenis proyektor yang
digunakan untuk menampilkan video, gambar atau data dari
19



komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan
datar seperti tembok dsb.”.
Dapat dipahami bahwa LCD Proyektor merupakan
sebuah alat modern yang digunakan untuk memproyeksikan
gambar, video dan data-data berupa Ms. Word, Ms. PowerPoint
sebagai media untuk presentasi maupun menjelaskan.
b) Karakteristik
Menurut Daryanto (2013, 137-138) karakteristik LCD
Proyektor adalah :
(1). Resolusi
Resolusi adalah jumlah pixel yang dapat dihasilkan,
yang diekpresikan sebagai resolusi pixel horizontal dan
vertikal. Semakin tinggi resolusinya, semakin tinggi detail
gambar yang akan ditampilkan.
(2). Kecerahan
Tingkat kecerahan (brighness) merupakan ukuran
luminansi (cahaya yang diterima) yang bisa diukur dalam
satuan ANSI (Amerika National Standart Institude) lumens.
Semua proyektor menggunakan sebuah lampu untuk
menciptakan cahaya proyeksi. Ukuran kecerahan lampu
dapat diukur dalam satuan lumens.


20



(3). Warna
Warna adalah ukuran dari corak dan saturasi
cahaya. Proyektor yang baik tentunya harus mampu
memproyeksikan warna secara akurat dari sumber (laptop
dan komputer).
(4). Kontras ratio
Kontras ratio merupakan ukuran perbandingan
antara warna hitam dan putih. Tingkat ratio yang tinggi
merupakan indikasi mengenai seberapa baik suatu gambar
bisa tampil baik dilayar proyeksi dengan kehalusan detil
warna dan perbandingan warna yang pas.
c) Kelebihan LCD Proyektor
LCD Proyektor memiliki kelebihan dibanding dengan
media lain karena LCD Proyektor dapat dikoneksikan dengan
perangkat media lain seperti komputer, laptop, VCD/DVD
Player, kamera dan lain-lain. Gambar yang ditampilkan LCD
lebih tajam bila dibandingkan dengan Proyektor DPL (Digital
Light Processing). Secara umum kelebihan LCD Proyektor
adalah sebagai berikut :
(1). Dapat meningkatkan pengalaman belajar anak
(2). Memberi motivasi lebih tinggi karena tampilannya
menarik.
21



(3). Dapat digunakan di kelas besar dengan jumlah siswa yang
banyak.
(4). Semua pandangan peserta didik fokus pada layar.
(5). Memenuhi gaya belajar peserta didik yang berbeda-beda
karena mampu menampilkan gambar dan juga dapat
dikombinasikan dengan audio.
d) Langkah Penggunaan LCD Proyektor
(1). Hubungkan LCD proyektor dengan listrik mengunakan
kabel power, apabila lampu indikator power menyala
orange, berarti proyektor siap dipakai
(2). Buka tutup lensa
(3). Tekan tombol power sekitar 2 detik (di panel proyektor
atau remote), tunggu sampai indikator berwarna hijau dan
display tampil penuh selama 10 - 30 detik
(4). Nyalakan semua peralatan yang menjadi input (laptop)
(5). Colokkan kabel vga antara laptop dengan LCD Proyektor
dan tunggu beberapa detik.
e) Pengaruh Media LCD Terhadap Motivasi Belajar Siswa
LCD Proyektor dapat menampilkan perpaduan antara
berbagai media audio dan visual. Dengan kemampuan yang
dimiliki oleh LCD Proyektor akan memudahkan guru dalam
melakukan pengajaran. Pada akhirnya guru akan memiliki daya
22



tarik bagi siswa. Karena guru terlihat menarik bagi siswa maka
akan dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.
5) Pembuatan Materi Mengajar/Presentasi
Pada dasarnya semua media dibuat untuk dipresentasikan
kepada sasaran. Namun kali ini yang dibahas adalah mengenai
media presentasi yang disajikan sebuah program computer melalui
perangkat yang dikenal dengan LCD Poyektor. Pesan/materi yang
dikemas berupa teks, gambar, animasi dan video yang
dikombinasikan dalam satu kesatuan yang utuh.
Program aplikasi yang digunakan untuk presentasi berbasis
multimedia adalah jenis software. Diantara sekian banyak
software yang bisa digunakan oleh guru adalah Microsoft Power
Point yang dikeluarkan oleh perusahaan software Microsoft.
Program lain yang bisa digunakan adalah jenis program Gom
player dan sejenisnya untuk memutarkan video.
Pembuatan presentasi disesuaikan dengan materi yang akan
disampaikan. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat media
presentasi :
a) Tentukan topik sesuai dengan materi
b) Siapkan materi yang sesuai dengan tujuan
c) Identifikasi materi tersebut untuk diseleksi yang sesuai dengan
media presentasi Power point
d) Tuangkan dalam program Ms. Power point
23



e) Tambahkan materi dengan video
2. Motivasi Belajar dalam Pembelajaran IPA
a. Motivasi Belajar
1) Pengertian Motivasi
Menurut Mc. Donald dalam Oemar Hamalik (2008 :
158), menjelaskan „motivation is an energy change within the
person characterized by affective arousal and anticipatory goal
reaction’. Dengan kata lain motivasi adalah perubahan energi diri (
pribadi ) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan
reaksi untuk mencapai tujuan
Menurut Uno H. B. (2008, 1) menjelaskan „motivasi adalah
dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku‟.
Dorongan ini ada pada diri seseorang yang menggerakkan untuk
melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya‟.
Sedangkan menurut Martin Handoko dalam Hartini (2008,
14) menjelaskan „motivasi adalah suatu tenaga atau factor yang
terdapat di dalam diri manusia, yang menimbulkan, mengarahkan
dan mengorganisasikan tingkah lakunya‟.
Dari pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa motivasi adalah dorongan/kekuatan yang berasal dari dalam
maupun luar yang mendorong seseorang melakukan tindakan
untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

24



2) Pengertian Belajar
Pengertian belajar telah banyak dikemukakan oleh banyak
ahli. Salah diantaranya Menurut Muhibbin Syah (2004) yang
dikutip oleh Samino dan Saring Marsudi (2013:20) belajar dapat
dipahami “sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku
individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan
interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif”.
Menurut Coronbach (1984) dalam Djamarah (2011 : 13)
berpendapat ‘learning is shown by change in behavior as a result
of experience’. Belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan
oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Menurut Drs. Slameto dalam Djamarah (2011 : 13)
berpendapat belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Dari pendapat para ahli tentang pengertian belajar dapat
dipahami bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan
dengan melibatkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Gerak raga
harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan.
Adapun perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan jiwa
misalnya perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
serangkaian kegiatan jiwa yang dilakukan individu bertujuan untuk
memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman
25



individu dengan lingkunganya mencakup dari segi kognitif, afektif
dan psikomotor.
3) Motivasi dalam Belajar
Motivasi dan belajar adalah dua hal yang saling
mempengaruhi. Dalam konsep pembelajaran motivasi belajar
berarti dorongan untuk melakukan suatu aktivitas belajar.
Dorongan-dorongan ini yang membuat seseorang bertindak
melakukan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan
(belajar).
Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik,
berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan
belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya
adalah adanya penghargaan lingkungan belajar, kegiatan belajar
yang menarik. Tetapi harus diingat kedua factor tersebut
disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang
berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar.
4) Fungsi Motivasi
Motivasi mendorong timbulnya kelakuan dan
mempengaruhi serta mengubah kelakuan. Menurut Hamalik (2008,
161) fungsi motivasi adalah sebagai berikut :
a) Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa
motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti
belajar.
26



b) Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan
kepencapaian tujuan yang diinginkan.
c) Sebagai penggerak individu, dapat dianalogikan sebagai mesin
bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat
atau lambatnya suatu pekerjaan
5) Nilai Motivasi dalam Pengajaran
Menurut Hamalik (2008, 161-162) dalam garis
besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut :
a) Motivasi menentukan tingkat atau gagalnya perbuatan
belajar murid. Belajar tanpa motivasi kiranya sulit untuk
berhasil.
b) Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah
pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, motif,
minat yang ada pada murid. Pengajaran yang demikian
sesuai tuntutan demokrasi dalam pendidikan.
c) Pengajaran yang bermotivasi menuntut kreativitas dan
imajinasi.
d) Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan
menggunakan motivasi dalam pengajaran erat hubungannya
dengan disiplin kelas.
6) Jenis-jenis Motivasi
Menurut Hamalik (2008, 162-163) motivasi dapat dibagi
menjadi dua jenis yaitu :
27



a) Motivasi Intrinsik
Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif
atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Motivasi
yang tercakup dalam situasi belajar dan memenuhi kebutuhan
dan tujuan-tujuan murid. Motivasi ini sering juga disebut
motivasi murni. Motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam
diri siswa sendiri. Dengan kata lain motivasi yang timbul tanpa
pengaruh dari luar.
b) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif aktif dan
berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ini
disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti
angka kredit, ijasah, hadiah dll.
7) Prinsip-prinsip Motivasi
Menurut Kenneth H. Hover dalam Hamalik (2008, 163-
166), prinsip-prinsip motivasi adalah sebagai berikut :
a) Pujian lebih efektif daripada hukuman
b) Semua murid mempunyai kebutuhan-kebutuhan psikologis
tertentu yang harus mendapat kepuasan.
c) Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif
daripada motivasi yang dipaksakan dari luar.
d) Motivasi itu mudah menjalar ke orang lain.
28



e) Pemahaman yang jelas terhadap tujuan-tujuan akan
merangsang motivasi.
f) Tugas-tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan
menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya
daripada tugas-tugas yang dipaksakan oleh guru.
g) Pujian-pujian yang berasal dari luar (external reward) kadang-
kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat
yang sebenarnya.
h) Teknik dan proses mengajar yang bermacam-macam adalah
efektif untuk memelihara minat murid.
i) Kecemasan yang besar akan menimbulkan kesulitan belajar.
j) Tekanan kelompok murid (per grup) kebanyakan lebih efektif
dalam motivasi daripada tekanan/paksaan dari orang dewasa.
8) Indikator Motivasi Belajar
Uno B. H. (2008, 31) mengklasifikasikan indikator
motivasi belajar meliputi :
a) Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil
b) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar
c) Adanya harapan dan cita-cita masa depan
d) Adanya penghargaan dalam belajar
e) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar
f) Adanya lingkungan belajar yang kondusif
29



Dari pendapat di atas, penulis menyimpulkan untuk
keperluan penelitian indikator yang akan diamati dari siswa adalah:
a) Memperhatikan penjelasan guru
b) Mengajukan pertanyaan
c) Menjawab pertanyaan
d) Kerjasama dalam kelompok diskusi
e) Berani menyampaikan gagasan atau ide
Oleh karena itu dalam proses pembelajaran guru harus
dapat menumbuhkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan
dan menarik sehingga dapat mendorong siswa untuk bersemangat
dalam belajar.
9) Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa
Oemar Hamalik, (2008, 166-168) menjelaskan guru
dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan dan
membangkitkan motivasi belajar siswanya , ialah sebagai berikut:
a) Memberi Angka
Umumnya siswa ingin mengetahui hasil belajarnya yakni
berupa angka yang diberikan oleh guru. Siswa yang mendapat
angka baik, akan mendorong motivasi belajarnya lebih besar.
b) Pujian
Pujian menimbulkan rasa puas dan senang shingga dapat
mendorong motivasi belajarnya.

30



c) Hadiah
Pemberian hadiah dapat memperbesar motivasi belajar asal
dengan batas-batas tertentu misalnya pemberian hadiah pada
akhir tahun kepada siswa, tidak setiap hari.
d) Kerja kelompok
Dalam kelompok kerja melakukan kerjasama dalam belajar,
kadang-kadang timbul perasaan untuk mempertahankan nama
baik kelompoknya, hal itu menjadi pendorong yang kuat dalam
belajar.
e) Persaingan
Persaingan yang sehat antar sesama siswa dapat menimbulkan
dorongan untuk belajar.
f) Tujuan dan level aspiration
Dari keluarga akan mendorong kegiatan siswa.
g) Penilaian
Penilaian secara kontinu mendorong siswa belajar karena setiap
siswa memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasil yang
baik.
h) Karyawisata
Cara ini dapat membangkitkan motivasi belajar karena dalam
kegiatan ini mendapat pengalaman langsung dan bermakna
baginya.

31



i) Film pendidikan
Setiap siswa senang menoton film. Gambaran dan isi film dapat
menarik minat siswa.
j) Belajar melalui radio
Melalui radio akan dapat menarik minat siswa.
b. Pembelajaran IPA
1) Pengertian Pembelajaran
Syaiful Sagala (2003 : 61) menjelaskan pembelajaran
adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan
maupun teori belajar meruapakan penentu utama keberhasilan
pendidikan. Pembelajaran meruapakan proses komunikasi dua
arah, mengajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.
Corey dalam Syaiful Sagala (2003 : 61) menjelaskan
pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang
dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku
tertentu dalam kondisi-kondosi khusus atau menghasilkan respons
terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus
dari pendidikan.
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 dalam Didi Supriadie dan
Deni Darmawan (2012 : 12) pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
32



Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan dalam mengajar
suatu pelajaran kepada para siswa yang dilakukan oleh pendidik
yang didalamnya terkandung upaya pendidik untuk mencapai
tujuan pendidikan.
2) Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam
IPA merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari
fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan
pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh
dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan
dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode
ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan
cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan
dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi
dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan
aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-
gejala alam.
Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu
pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta,
konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan
melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.


33



3) IPA di SD
Mata pelajaran IPA berfungsi untuk memberikan
pengetahuan lingkungan alam, mengembangkan keterampilan,
wawasan dan kesadaran teknologi dalam kaitan dengan
pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
Di SD IPA sebagai mata pelajaran mulai diajarkan di kelas
III dengan lebih bersifat memberi pengetahuan, melalui
pengamatan-pengamatan mengenai berbagai jenis alam.
4) Kurikulum IPA SD
a) Tujuan IPA
Berdasarkan Permendiknas nomor 22 tahun 2006
standar isi dalam kurikulum 2006 disebutkan bahwa tujuan
pembelajaran pada mata pelajaran IPA di SD/ MI sebagai
berikut:
(1). Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang
Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan
keteraturan alam ciptaan-Nya.
(2). Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari- hari.
(3). Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan keadaan
tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara
IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
34



(4). Mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki
alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat
keputusan.
(5). Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam
memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.
(6). Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala
keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
(7). Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan ketrampilan
sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/ MTs.
b) Ruang Lingkup IPA
Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/ MI
meliputi aspek-aspek berikut: (a) Makhluk hidup dan proses
kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya
dengan lingkungan serta kesehatan, (b) Benda atau materi,
sifat-sifat, dan kegunaannya meliputi: cair, padat, dan gas, (c)
Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet,
listrik, cahaya, dan pesawat sederhana, (d) Bumi dan alam
semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda
langit lainnya (Depdikbud, 2006:445).




35



B. Penelitian yang Relevan
Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Tri Muryani (UMS, 2013) dalam skripsinya yang berjudul Peningkatan
Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Rotating
Trioexchange Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SD Negeri 04
Matesih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran
2012/2013 Penulis skripsi meyimpulkan bahwa setelah dilakukan
penelitian terjadi peningkatan motivasi belajar yaitu pada siklus I
sebanyak 17 siswa 65,38 %, pada siklus II meningkat menjadi 23 siswa
atau 88,46 %. Keaktifan siswa bertanya pada siklus 1 sebanyak 15 siswa
atau 57,69 %, pada siklus II meningkat menjadi 20 siswa atau 76,92 %.
Keberanian meyampaikan pendapat pada siklus I sebanyak 14 siswa atau
53,85 %, pada siklus II meningkat menjadi 21 siswa atau 80,77 %.
Keaktifan berdiskusi pada siklus II sebanyak 16 siswa atau 61,54 %, pada
siklus II meningkat menjadi 22 siswa atau 84,68
2. Atik Mardhiyah (UMS, 2013) dalam skripsinya yang berjudul Penerapan
Multimedia PowerPoint Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar
PKn Siswa Kelas IV SD PK Muhammadiyah Delanggu Klaten Tahun
2012/2013. Penulis skripsi menyimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang
dirumuskan penulis terbukti kebenarannya yaitu pembelajran dengan
mengguanakan powerpoint dapat meningkatkan minat dan hasil belajar
PKn kelas IV Jabal Ubud SD PK Muhammadiyah Delanggu.
36



3. Ida Suryani (UMS, 2012) dalam skripsinya yang berjudul Peningkatan
Motivasi Belajar IPA Melalui Alat Peraga Multimedia Pada Siswa Kelas
IV SD Negeri Pringanom 1 Masaran Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012.
Penulis skripsi menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar
ditandai dengan keaktifan siswa, siklus 1 yang tidak aktif 17 siswa dan
siklus 2 yang tidak aktif 2 siswa. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat
siklus 1 66,7% dan siklus 2 100%.
Dari Penelitian terdahulu jika dibandingkan persamaan dan
perbedaannya adalah sebagai berikut.
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Variabel Penelitian
No Peneliti
Jenis
Peneli
tian
Variabel
Motiv
asi
Hasi
l
Bela
jar
Power
Point
Macro
media
Flash
Media
Audio
Vi
deo
1.
Tri
Muryani
(2013)
PTK √

2.
Atik
Mardhiy
ah
(2013)
PTK

√ √
3.
Ida
Suryani
(2012)
PTK √ √ √
4.
Peneliti
(2014)
PTK √ √ √

√ √

C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan wawancara dengan wali kelas IV SD Negeri 1 Taruman
kondisi dalam proses pembelajaran, terdapat banyak masalah. Masalah
37



tersebut dapat berasal dari guru maupun dari siswa. Guru kurang
memperhatikan perlunya penggunaan media pembelajaran atau bahkan tidak
menggunakan media hanya buku siswa dan guru yang menjadi medianya ,
sehingga proses pembelajaran kurang menarik. Sedangkan masalah yang
berasal dari siswa seperti siswa yang pasif dan kurang memperhatikan materi
pelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal itu dikarenakan motivasi belajar
siswa yang menurun.
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas penelitian
menyusun kerangka berfikir dalam penelitian sebagai berikut:












Gambar 2.1
Bagan Kerangka Pemikiran

Siswa
Motivasi
belajar rendah
Guru
Pembelajaran IPA
tanpa menggunakan
multimedia LCD
Proyektor

Kondisi Awal
Siklus 1
Guru
Pembelajaran IPA
menggunakan
multimedia LCD
Proyektor

Tindakan
Siklus 2
Melalui media berbasis
LCD Proyektor motivasi
siswa dalam kegiatan
belajar mengajar pada mata
pelajaran IPA meningkat.

Kondisi Akhir
38



D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran di atas dapat
dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: “Penerapan Media
Pembelajaran Berbasis Multimedia LCD Proyektor dapat Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran IPA SD Negeri 1
Taruman Tahun Ajaran 2013/2014”.



















39

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 1
Taruman. SD ini terletak di Dusun Jagan Desa Taruman Kecamatan
Klambu Kabupaten Grobogan. Berjarak kurang lebih 16 km dari pusat
kota Purwodadi.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai
dengan bulan April tahun ajaran 2013/ 2014. Sebelum diadakan penelitian
perlu ada persiapan antara lain pembuatan proposal dan perizinan.
Adapun rincian waktu kegiatan penelitian sebagai berikut:
Tabel 3.1
Perincian Waktu Penelitian
No. Kegiatan
Desember Januari Februari Maret April
2013 2014 2014 2014 2014
1. Tahan
Persiapan

Pengajuan
judul dan
penyusunan
proposal

Mengurus
perijinan

Menyusun
Instrument

2. Tahap
pelaksanaa
n

Observasi
Pra siklus

Siklus 1
Siklus 2
40



Pengolahan
data

3. Tahap
pelaporan

Penyusuna
n laporan
dan
konsultasi

Penyerahan

B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas
(PTK). Menurut Rubino (2011, 97-98) penelitian tindakan kelas adalah suatu
suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran berupa tindakan yang
sengaja dimunculkan dan terjadi di kelas.
Peneliti memilih penelitian ini dengan pertimbangan 1) masalah yang
dihadapi adalah masalah yang timbul dalam pembelajaran, 2) tidak
mengganggu jalannya pembelajaran karena sesuai dengan kompetensi yang
diajarkan, 3) ingin meningkatkan motivasi belajar siswa. 4) ingin
meningkatkan kemampuan penggunaan media multimedia guru kelas IV
(wali kelas IV). Dengan pertimbangan tersebut, penelitian tindakan kelas ini
berupaya memperbaiki praktik pembelajaran agar menjadi lebih efektif
sehingga mampu memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.
C. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan
siswa kelas IV SD Negeri 1 Taruman dengan jumlah siswa 19, terdiri dari 9
siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan

41



D. Prosedur Penelitian
Rancangan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah PTK
(Penelitian Tindakan Kelas). Pelaksanaan PTK mencakup : perencanaan
awal, pelaksanaan tidakan, observasi dan refleksi.
Siklus PTK menurut Model Kurt Lewin dalam Rubino (2011 : 109) dengan
modifikasi adalah sebagai berikut :

















Gambar 3.1
Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Perencanaan
Siklus I Pelaksanaan
Pengamatan
Permasalahan Baru (Hasil
Refleksi)
Refleksi
Perencanaan
Siklus II Pelaksanaan
Pengamatan
Dilanjutkan ke siklus
berikutnya
Refleksi
Permasalahan
42



Penjelasan langkah-langkah di atas sebagai berikut:
1. Siklus I
a. Tahap perencanaan
Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
dilakukan dengan mengacu pada hasil observasi, wawancara,
maupun dokumentasi sebelumnya terhadap permasalahan yang
terjadi di kelas. Kemudian disusun kegiatan yang dilakukan
dalam perencanaan antara lain:
1) Identifikasi dan perumusan masalah
Dirumuskan permasalahan yang terjadi berkaitan
dengan motivasi belajar siswa yang masih kurang pada mata
pelajaran IPA. Identifikasi dari permasalahan tersebut sebagai
berikut:
a) Hasil belajar siswa rendah.
b) Motivasi belajar IPA siswa rendah.
2) Perencanaan solusi masalah
Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah
motivasi siswa yang rendah dalam proses belajar mengajar
dalam hal ini adalah:
a) Penerapan media pembelajaran berbasis multimedia
LCD proyektor sebagai upaya mengatasi masalah
turunnya motivasi belajar siswa.
43



b) Penggunaan power point dan video dalam pembelajaran
IPA.
b. Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan
setelah mengidentifikasi dan merumuskan masalah serta
melakukan perencanaan terhadap berbagai tindakan yang akan
diambil. Pelaksanaannya dilakukan secara fleksibel sesuai dengan
situasi yang bisa berubah-ubah. Tindakan ini dimulai dengan
menayangkan slide-slide maupun video yang berhubungan
dengan materi pembelajaran.
c. Observasi
Kegiatan observasi ini ditunjukkan untuk merekam segala
yang terjadi di kelas saat guru atau peneliti melakukan tindakan.
Penelitian ini mencatat setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa
untuk mengetahui pencapaian maupun kekurangan yang masih
diperoleh saat pelaksanaan tindakan.
d. Refleksi
Refleksi ini sangat penting untuk menentukan keberhasilan
PTK. Jika dalam refleksi masih banyak kegagalan atau tujuan
yang belum tercapai maka berdasarkan hasil refleksi ini peneliti
melanjutkan pada siklus berikutnya.


44



2. Siklus II
a. Tahap perencanaan
Perencanaan tindakan ini dilakukan dengan melihat hasil
tindakan yang diperoleh pada siklus pertama kemudian dicarikan
solusi pemecahan masalahnya. Selanjutnya disusun rencana
tindakan siklus kedua sebagai berikut:
1) Identifikasi masalah
Berdasarkan hasil tindakan pada siklus pertama, maka
identifikasi masalahnya adalah:
a) Mengevaluasi kelemahan media pembelajaran berbasis
multimedia.
b) Mengidentifikasi peningkatan motivasi belajar siswa
2) Perencanaan solusi masalah
Solusi yang ditawarkan untuk memecahkan
permasalahan di atas berdasarkan hasil refleksi sebelumnya
adalah:
a) Menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk
berlangsungnya proses belajar mengajar.
b) Mengkombinasikan multimedia dengan strategi yang
lain.
c) Mengajak siswa untuk berpartisipasi secara langsung
dalam proses pembelajaran.

45



b. Pelaksanaan tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dilakukan pada
berikutnya setelah pelaksanaan siklus pertama. Hal-hal yang
seharusnya dilakukan pada pelaksanaan tindakan adalah
memahami rencana yang telah dirumuskan dan dimengerti
bagaimana proses belajar dengan menggunakan media
pembelajaran berbasis multimedia LCD Proyektor.
c. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengetahui semua hal yang
terjadi pada pelaksanaan tindakan siklus kedua. Semua proses
yang berlangsung selanjutnya didokumentasikan untuk melihat
peningkatan motivasi dan hasil belajar dalam proses belajar
mengajar yang telah dicapai siswa.
d. Refleksi
Refleksi pada siklus kedua dilakukan setelah semua kegiatan
pembelajaran telah selesai dilaksanakan. Semua masalah maupun
hasil yang diperoleh kemudian dikaji untuk melihat pencapaian
maupun kekurangannya. Hasil refleksi ini digunakan untuk
menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan.
Bila dalam siklus II belum mencapai indikator pencapaian maka
dilanjut ke siklus berikutnya.


46



E. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah :
1. Data kuantitatif (nilai IPA, skor motivasi belajar dan prosentase
ketuntasan siswa mencapai KKM) yang dapat dianalisis secara
deskriptif.
2. Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang
memberikan gambaran tentang pembelajaran berbasis multimedia LCD
Proyektor dan sikap siswa di kelas.
F. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data, dalam penelitian ini menggunakan metode
sebagai berikut :
1. Wawancara
Menurut Sukardi dalam Rubino (2011 : 67) menjelaskan
wawancara adalah cara pengumpulan data dengan jalan yanya jawab
secara lagsung berhadapan muka. Wawancara dilakukan terhadap guru
dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Taruman. Dalam bentuk percakapan dan
tanya jawab secara langsung mengenai motivasi siswa dan penggunaan
media pembelajaran oleh guru selama proses belajar mengajar terutama
pada pembelajaran IPA.
2. Observasi
Observasi adalah cara mengumpulkan data dengan jalan
mengamati langsung terhadap objek yang diteliti. Margono dalam Rubino
(2009: 75) mendefinisikan observasi sebagai pengamatan dan pencatatan
47



secara sistematik terhadap gejala yang nampak pada objek penelitian.
Observasi digunakan untuk memperoleh data yang dilaksanakan dengan
pengamatan langsung di kelas pada pembelajaran IPA mengenai aktivitas
siswa selama proses pembelajaran. Dengan observasi ini dapat diketahui
peningkatan motivasi belajar siswa.
3. Tes
Arikunto (2006 : 150) mengatakan “Tes adalah serentetan
pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur
keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang
dimiliki oleh individu atau kelompok”. Tes yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah pilgan yang berfungsi untuk mengetahui tingkat
keberhasilan pelaksanaan tindakan.
4. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk memperoleh atau mengetahui
sesuatu dengan buku-buku, atau arsip yang berhubungan dengan yang
diteliti. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh
data sekolah, nama siswa kelas IV, dan foto proses tindakan penelitian.
G. Instrumen Penelitian
1. Pedoman Wawancara
2. RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdiri dari RPP siklus I dan
RPP siklus II. RPP dibuat untuk mempermudah guru ketika mengajar.

48



3. Soal tes
Soal tes dalam penelitian dikerjakan oleh siswa pada saat akhir
siklus pembelajaran (evaluasi) agar diketahui hasil belajar siswa setelah
dilakukan tindakan pada setiap siklusnya dibandingkan sebelum
dilakukan tindakan. Langkah-langkah dalam penyusunan soal tes yaitu:
a. Melihat indikator tujuan pembelajaran pada RPP.
b. Membuat kisi-kisi soal berdasarkan indikator tujuan pembelajaran
pada RPP.
c. Menentukan tipe dan bentuk soal.
4. Pedoman observasi
Pedoman observasi digunakan pada saat pelaksanaan tindakan.
Adapun pedoman observasi yang disusun meliputi :
a. Observasi aktivitas mengajar guru yang berkaitan dengan penggunaan
media pembelajaran berbasis multimedia proyektor.
b. Observasi kegiatan dan aktivitas siswa di kelas yang berkaitan dengan
motivasi belajar.
c. Catatan Tambahan dari Observer.
Dalam kegiatan observasi, peneliti menggunakan metode
observasi partisipasif . Artinya pengamat selalu ambil bagian dengan
melibatkan di dalamnya dari serangkaian proses tanpa membedakan mana
momen-momen yang dianggap penting dan kurang penting. Metode ini
bertujuan untuk mengamati tingkah laku siswa secara langsung saat
kegiatan belajar mengajar di kelas dan juga aktivitas guru mengajar.
49



H. Validitas Data
Untuk mengetahui keabsahan dari data yang diterima, informasi yang
akan dijadikan data penelitian harus diuji dan diperiksa dahulu validitasnya
sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan validitas isi, triangulasi sumber, triangulasi teknik.
1. Validitas isi (content validity)
Merupakan ketepatan suatu alat ukur yang ditinjau dari isi alat ukur
tersebut. Alat ukur tersebut adalah tes dengan membandingkan butir-butir
soal tes dengan aspek-aspek yang tercantum dalam kompetensi dasar atau
indikator dari materi pelajaran, dengan butir-butir tes dapat mewakili
indikator.
2. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber adalah teknik pengumpulan data yang sejenis
dari sumber yang berbeda. Misalnya sumber guru dan sumber siswa.
3. Triangulasi teknik
Triangulasi teknik adalah teknik pengecekan data menggunakan
metode yang berbeda-beda. misalnya diperoleh data wawancara kemudian
dicek lagi menggunakan observasi maupun dokumentasi.
I. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis secara deskriptif kualitatif.
Artinya, dalam penelitian menyajikan data yang bersifat deskriptif,
keterangan, informasi, kata-kata bukan bersifat angka-angka. Data yang
terdapat dalam penelitian ini adalah deskripsi data berupa informasi,
50



keterangan secara mendalam tentang suatu objek yang menjadi sasaran
penelitian Untuk menyajikan data tersebut agar lebih bermakna dan mudah
dipahami, maka langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
ialah Analysis Interactive Model dari Miles dan Huberman (dalam Sugiono,
2013 : 246-253) yang membagi kegiatan analisis menjadi beberapa bagian
yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi
data.
1. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan
perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data
kasar yang muncul dari lapangan. Reduksi data berlangsung secara terus-
menerus selama penelitian berlangsung. Reduksi data merupakan bentuk
analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan membuang
yang tidak diperlukan, dan mengorganisasikan data yang diperlukan sesuai
fokus permasalahan penelitian.
2. Penyajian Data
Penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
berbentuk teks naratif. Penyajian data adalah merupakan tahapan untuk
memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan
selanjutnya, untuk dianalisis dan diambil tindakan yang dianggap perlu.
3. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan
Kegiatan verifikasi dan penarikan kesimpulan sebenarnya hanyalah
sebagian dari satu kegiatan konfigurasi yang utuh, karena penarikan
51



kesimpulan juga diverifikasi sejak awal berlangsungnya penelitian hingga
akhir penelitian, yang merupakan proses berkesinambungan dan
berkelanjutan.
J. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini diharapkan dengan
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia LCD Proyektor untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA Siswa Kelas
IV SD N 1 Taruman Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan Tahun Ajaran
2013 / 2014 dapat meningkat minimal 75% dari 19 siswa. Untuk mengukur
tingkat keberhasilan penelitian ini , maka peneliti merumuskan indikator
dalam tabel dibawah ini :
Tabel 3.2
Indikator Keberhasilan
No
Aspek
Presentase
Pencapaian
Cara Ukur
1. Motivasi Belajar
a. Memperhatikan
penjelasan guru.




b. Mengajukan
pertanyaan.






≥ 75 %





≥ 75 %





Diamati dan dihitung
jumlah siswa yang dapat
bekerja sama dalam
kelompok melalui
diskusi.

Diamati dan dihitung
dari jumlah siswa yang
mengajukan pertanyaan.


52



c. Menjawab
pertanyaan.





d. Kerjasama dalam
kelompok diskusi.







e. Berani
Menyampaikan
gagasan atau ide.
≥ 75 %





≥ 75 %






≥75 %


Diamati dan dihitung
jumlah siswa yang
memberikan tanggapan
terhadap pertanyaan
siswa lain.

Diamati dan dihitung
dari jumlah siswa yang
mampu menjawab
pertanyaan yang
diajukan guru maupun
siswa lain.

Diamati dan dihitung
dari jumlah siswa yang
menyampaikan gagasan
atau ide.
2. Hasil belajar ≥ 75 %
Hasil belajar mencapai
KKM yaitu ≥ 70 melalui
Tes








53

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Taruman Kecamatan
Klambu Kabupaten Grobogan pada kelas IV dengan jumlah siswa 19 anak
yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Berikut adalah
deskripsi sekolah SD N 1 Taruman.
1. Profil Sekolah SD N 1 Taruman
Nama Sekolah : SD N 1 Taruman
N.I.S. : 15002
N.S.S : 101031515002
Provinsi : Jawa Tengah
Otonomi : Kabupaten Grobogan
Kecamatan : Klambu
Desa/Kelurahan : Taruman
Jalan dan Nomor : Jl. Pasar Taruman No. 218
Kode Pos : 58154
Daerah : Pedesaan
Status Sekolah : Negeri
Tahun Berdiri : 1947
Tahun Perubahan : 1985
SK : 421.2/004/06/26/85 tanggal 1-11-1985
Akreditasi : B
54



Bangunan Sekolah : Milik sendiri
Organisasi Penyelenggara : Pemerintah
2. Visi dan Misi
a. Visi
Membentuk pribadi siswa :
1) Beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia dan mandiri
2) Mengembangkan daya kreasi dan inovasi
3) Menguasai dasar ilmu dan teknologi
4) Mempunyai sifat optimis dan mampu bersaing berbekal
pendidikan dasar yang dinamis
b. Misi
1) Meningkatkan sifat disiplin, kejujuran, teguh pendirian, rasa
sosial, peduli sesama dan lingkungan
2) Mengembangkan potensi siswa sesuai bakat dan kemampuan
3. Sarana dan Prasarana
SD N 1 Taruman memiliki gedung yang layak untuk pembelajaran.
Gedung yang digunakan untuk ruang belajar masih tergolong gedung
yang baru karena baru saja direnovasi. Selain itu SD ini juga memiliki
sarana dan prasarana sebagai berikut:
Tabel 4.1
Sarana dan Prasarana SD N 1 Taruman
No. Sarana dan prasarana Jumlah
1. Ruang Guru 1
2. Ruang Kepala Sekolah 1
3. Ruang Tamu 1
4. Ruang UKS 1
55



5. Ruang Dapur 1
6. Ruang Belajar 7
7. Kamar Mandi 3
8. Garasi 2
9. Perpustakaan 1
10. Gudang 1
11. Lapangan Voli 2

4. Guru dan Karyawan
Berikut adalah nama-nama guru dan karyawan SD N 1 Taruman.
Tabel 4.2
Guru dan Karyawan SD N 1 Taruman
No Nama
Gol/
Ruang
Jenis Guru
Tugas
Mengajar
1. Bambang S., S.Pd. IV/A Kepala Sekolah -
2. Endang S., S.Pd.SD IV/A Guru kelas I
3. Sugino, S.Pd.SD - Guru kelas III
4. Muhniyati, S.Pd. IV/A Guru kelas IV
5. Ahmad Zaeni, S.Pd.I - Guru PAI I-VI
6. Purwito, S.Pd.SD IV/A Guru kelas VI
7. Gunarti, S.Pd.SD - Guru kelas V
8. Eka Puspita W. - Guru kelas II
9. Sutarjan, S.Pd. IV/A Guru OR VI, I
10. Kartono IV/A Guru OR V, II
11. Susanti, S.Pd. - Guru OR IV, III
12. Supriyanto, S.Pd.I - Guru PAI II, III, V
dan VI
13. Bety Elis S., S.Pd. - Guru Bahasa
Inggris
IV, V dan
VI
14. Nurhadi - Penjaga Sekolah -






56



5. Siswa
Jumlah seluruh siswa SD N 1 Taruman hanya 115 yang terdiri dari
66 laki-laki dan 49 perempuan.
Tabel 4.3
Data Jumlah Siswa SD N 1 Taruman
Kelas
Siswa
Jumlah
Laki-laki Perempuan
I 11 11 22
II 8 10 18
III 11 5 16
IV 9 10 19
V 10 9 19
VI 17 4 21
Jumlah Siswa 66 49 115

Tabel 4.4
Daftar Siswa Kelas 4 SD N 1 Taruman
No.
No.
Induk
L/P Nama Siswa
1 2278 L Eki Ade Pratama
2 2285 L Bagas Andhika Febliano
3 2286 L Darsono
4 2287 L Eko Joko Cahyono
5 2288 P Farista Nur Elizia
6 2290 L Hera Kristiantono
7 2291 P Ismia Yulianti
8 2292 P Kusumanita Dienda D K
9 2293 L Kaizuzzafa Jauhati
10 2295 P Lisya Dwi Ariyani
11 2296 L Muhammad Syafiq
12 2297 L Nyekti Ari Wibowo
13 2298 L Rendi Mukti
14 2299 P Rindi Miasari
15 2301 P Zhusan Riska Alfiana
16 2302 P Valisha Dwi Destia Putri
17 2306 P Dila Khodriyah
18 2307 P Rines Restiyani
19 2348 P Dista Marisia Ananta

57



B. Deskripsi Kondisi Awal
Sebelum dilakukan penelitian, peneliti melakukan wawancara terlebih
dahulu dengan wali kelas/guru kelas IV. Dari hasil wawancara tersebut
diperoleh bahwa motivasi siswa belajar masih rendah. Guru mengalami
kesulitan dalam mengajarkan materi IPA. Untuk memperoleh data dari
lapangan secara langsung, peneliti melakukan observasi guna mengetahui
karakteristik dan kondisi siswa kelas IV SD N 1 Taruman. Peneliti mengamati
proses belajar mengajar dari awal sampai akhir dengan lembar observasi.
Observasi Pra siklus dilakukan pada tanggal 21 Februari 2014.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil
sebagai berikut:
1. Suasana kelas kurang ceria
2. Siswa banyak yang tidak bersemangat dalam belajar
3. Siswa kurang siap dalam pembelajaran
4. Guru belum menggunakan media apapun kecuali buku paket
5. Mobilisasi guru kurang
6. Guru tidak menerapkan strategi yang inovatif
Dari hasil observasi di atas dapat disimpulkan bahwa guru tidak
menggunakan media pembelajaran dan strategi-strategi yang inovatif. Dalam
kegiatan pembelajaran motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA masih
rendah. Berikut adalah hasil observasi tindak belajar motivasi siswa.


58



Tabel 4.5
Indikator Motivasi Belajar Pra Siklus
No. Aspek yang diamati Jumlah Prosentase
1. Memperhatikan penjelasan
guru
11 siswa 57,89 %
2. Mengajukan pertanyaan 5 siswa 26,31 %
3. Menjawab pertanyaan 4 siswa 21,05 %
4. Kerjasama dalam kelompok
diskusi
7 siswa 36,84 %
5. Berani menyampaikan gagasan
atau ide
5 siswa 26,31 %

Berdasarkan data yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa dari
jumlah seluruh siswa yaitu 19 siswa dapat diperoleh indikator memperhatikan
penjelasan guru sebanyak 11 siswa atau 57,89 %, mengajukan pertanyaan 5
siswa atau 26,31 %, menjawab pertanyaan 4 siswa atau 21.05 %, kerjasama
dalam kelompok diskusi 7 siswa atau 36,84 % dan berani menyampaikan
gagasan atau ide 5 siswa atau 26,31 %. Dengan hasil tersebut dapat dilihat
bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA masih tergolong
rendah. Berikut adalah frekuensi motivasi belajar pra siklus siswa.
Tabel 4.6
Frekuensi Motivasi Belajar Pra Siklus
Jumlah Skor Jumlah siswa Prosentase Keterangan
1 – 5 - - Sangat rendah
6 – 10 7 36,84 % Rendah
11 – 15 12 63,16 % Sedang
16 – 20 - - Tinggi

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat masih banyak siswa yang
memiliki motivasi belajar yang rendah yaitu 36,84 % dan motivasi sedang
63,16 %. Untuk motivasi tinggi masih belum terlihat.
59



Tabel 4.7
Nilai Hasil Belajar Pra Siklus
No
.
No.
Induk
Nama Siswa KKM
Pra
siklus
Keterangan
1 2278 Eki Ade Pratama 70 30 Tidak tuntas
2 2285 Bagas Andhika
Febliano
70 50 Tidak tuntas
3 2286 Darsono 70 60 Tidak tuntas
4 2287 Eko Joko Cahyono 70 80 Tuntas
5 2288 Farista Nur Elizia 70 70 Tuntas
6 2290 Hera Kristiantono 70 70 Tuntas
7 2291 Ismia Yulianti 70 60 Tidak tuntas
8 2292 Kusumanita Dienda D
K
70 50 Tidak tuntas
9 2293 Kaizuzzafa Jauhati 70 40 Tidak tuntas
10 2295 Lisya Dwi Ariyani 70 50 Tidak tuntas
11 2296 Muhammad Syafiq 70 40 Tidak tuntas
12 2297 Nyekti Ari Wibowo 70 40 Tidak tuntas
13 2298 Rendi Mukti 70 60 Tidak tuntas
14 2299 Rindi Miasari 70 80 Tuntas
15 2301 Zhusan Riska Alfiana 70 60 Tidak tuntas
16 2302 Valisha Dwi Destia
Putri
70 50 Tidak tuntas
17 2306 Dila Khodriyah 70 20 Tidak tuntas
18 2307 Rines Restiyani 70 60 Tidak tuntas
19 2348 Dista Marisia Ananta 70 60 Tidak tuntas
Rata-rata 54,21
Jumlah siswa yang tuntas 4
Prosentase Ketuntasan 21.05 %
Nilai Tertinggi 80
Nilai Terendah 20

Berdasarkan hasil di atas dapat dilihat bahwa dari 19 siswa, siswa yang
tuntas hanya 4 siswa atau 21,05 %. Kondisi ini menunjukkan kegiatan
pembelajaran belum berhasil. Fakta lapangan menunjukkan bahwa guru
menggunakan model pembelajaran yang masih konvensional. Guru dalam
tidak menggunakan media pembelajaran. Sehingga pada pembelajaran
60



selanjutnya nanti akan digunakan media pembelajaran yang menarik yaitu
multimedia LCD proyektor.
C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus
Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, 1 siklus terdiri dari 2 pertemuan
dengan 1 pertemuan berdurasi 2x35 menit. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan
yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
1. Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
Sebelum peneliti melakukan penelitian, peneliti melakukan
persiapan-persiapan sebagai berikut:
1) Mempersiapkan RPP mengajar
2) Mempersiapkan media pembelajaran yang digunakan
3) Mermpersiapkan lembar observasi
4) Peneliti bekerjasama dengan wali kelas untuk menata posisi
tempat duduk siswa dan posisi meletakkan proyektor.
b. Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan sesuai dengan RPP yang
telah dibuat sebelumnya. Pada Siklus I penulis bertindak sebagai
pengajar dan guru kelas IV bertindak sebagai observer.
1) Pertemuan I
Siklus I pertemuan ke-1 dilaksankan pada hari Selasa, 25
Februari 2014 pada jam 1-2 (07.00 – 08.10), jumlah siswa yang
61



hadir adalah 19. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan
adalah sebagai berikut:
a) Pendahuluan
(1). Guru mengucapkan salam dilanjutkan berdoa.
(2). Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku
dilanjutkan dengan presensi siswa.
(3). Guru melakukan motivasi, apersepsi tentang kenampakan
pada bumi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
b) Inti
Eksplorasi
(1). Guru bertanya jawab tentang kenampakan alam yang
diketahui siswa.
(2). Guru menampilkan slide yang berisi materi dan video
pembelajaran.
Elaborasi
(3). Siswa membaca slide materi, siswa yang lain
memperhatikan.
(4). Guru memberi kesempatan siswa yang lain untuk
membaca.
(5). Guru menjelaskan materi, siswa bertanya pada guru dan
siswa menjawab pertanyaan guru sebelum ke slide
berikutnya.
(6). Guru menampilkan video tentang pasang surut dan erosi.
62



(7). Siswa mengamati video tersebut, bertanya dan dan
menjawab pertanyaan guru.
(8). Setelah materi selesai guru membagi siswa secara
berkelompok dengan cara berhitung, ada 5 kelompok
dengan masing-masing kelompok ada ketuanya .
(9). Setelah siswa berkelompok sesuai kelompoknya, guru
membagikan LKK, siswa mengerjakan dengan durasi
waktu ditentukan guru.
(10). Salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di
depan kelas.
(11). Setelah itu guru dan siswa secara bersama-sama
membahas LKK.
(12). Selanjutnya guru melakukan kuis dengan cara melempar
bola kertas ke siswa tetapi guru membelakangi siswa
(snowball throwing).
(13). Siswa yang terkena bola menjawab pertanyaan guru,
kalau jawaban kurang tepat siswa yang lain yang
menjawab kemudian guru.
(14). Kuis diulang dengan pertanyaan berbeda sampai
pertanyaan yang ada di slide habis.


63



Konfirmasi
(15). Guru membuka pertanyaan dan bertanya untuk
mengetahui kesalahpahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan.
c) Penutup
(1). Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi
pembelajaran dan refleksi.
(2). Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari
berikutnya dan memberi PR untuk membaca materi
selanjutnya.
(3). Guru menutup pertemuan dengan salam.
2) Pertemuan II
Siklus I pertemuan ke-2 dilaksanakan pada hari Jum‟at, 28
Februari 2014 pada jam 1-2 (07.00 – 08.10), jumlah siswa yang
hadir adalah 19. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan
adalah sebagai berikut:
a) Pendahuluan
(1). Guru mengucapkan salam dilanjutkan berdoa.
(2). Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku
dilanjutkan dengan presensi siswa.
(3). Guru mengajak siswa untuk mengulas materi pertemuan
sebelumnya dengan bertanya jawab pada siswa.
(4). Guru memotivasi siswa agar bersemangat dalam belajar.
64



b) Inti
Eksplorasi
(1). Guru melajutkan materi selanjutnya yaitu perubahan
daratan karena bencana alam, kebakaran dan udara.
(2). Guru menampilkan slide yang berisi materi dan video
pembelajaran.
Elaborasi
(3). Siswa membaca slide materi, siswa yang lain
memperhatikan.
(4). Guru memberi kesempatan siswa yang lain untuk
membaca.
(5). Guru menjelaskan materi, siswa bertanya pada guru dan
siswa menjawab pertanyaan guru sebelum ke slide
berikutnya.
(6). Guru menampilkan video tentang tanah longsor, badai dan
kebakaran.
(7). Siswa mengamati video tersebut, bertanya dan dan
menjawab pertanyaan guru.
(8). Setelah materi selesai guru menyuruh siswa berkelompok.
(9). Setelah siswa berkelompok sesuai kelompoknya, guru
membagikan LKK, siswa mengerjakan dengan durasi
waktu ditentukan guru.
65



(10). Salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di
depan kelas.
(11). Setelah itu guru dan siswa secara bersama-sama
membahas LKK.
(12). Selanjutnya guru melakukan kuis dengan cara melempar
bola kertas ke siswa tetapi guru membelakangi siswa
(snowball throwing).
(13). Siswa yang terkena bola menjawab pertanyaan guru,
kalau jawaban kurang tepat siswa yang lain yang
menjawab kemudian guru.
(14). Kuis diulang dengan pertanyaan berbeda sampai
pertanyaan yang ada di slide habis.
Konfirmasi
(15). Guru membuka pertanyaan dan bertanya untuk
mengetahui kesalahpahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan.
c) Penutup
(1). Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi
pembelajaran dan refleksi.
(2). Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari
berikutnya dan memberi PR untuk membaca materi
selanjutnya.
(3). Guru menutup pertemuan dengan salam.
66



c. Observasi
1) Tindak Mengajar
Berdasarkan hasil pengamatan dari observer (wali kelas IV)
pada siklus I pertemuan I diketahui bahwa guru (peneliti) telah
melaksanakan pembelajaran dengan baik. Guru menunjukkan
ketrampilan dalam penggunaan media. Hanya saja guru masih
kurang melibatkan siswa dalam melakukan refleksi pembelajaran.
Papan skor observasi tindak mengajar menunjukkan angka 3,21
dari 4. Itu artinya guru sudah mengajar dengan cukup baik. pada
pertemuan kedua secara keseluruhan guru sudah baik. papan skor
meningkat menjadi 3,56.
2) Motivasi Belajar Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan lembar observasi motivasi
siswa pada pertemuan 1 dapat dilihat adanya perubahan motivasi
bila dibandingkan dengan sebelum tindakan. Adapun hasil dari
observasi yaitu indikator memperhatikan penjelasan guru 73,68 %,
mengajukan pertanyaan 57,89 %, menjawab pertanyaan 52,63 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 52,63 % dan berani
menyampaikan pendapat 47,36 %. Pada pertemuan kedua hasilnya
adalah indikator memperhatikan penjelasan guru 89,47 %,
mengajukan pertanyaan 63,15 %, menjawab pertanyaan 68,42 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 73,68 % dan berani
menyampaikan pendapat 52,63 %.
67



d. Refleksi
Data-data hasil observasi dianalisis dan direfleksikan. Hal ini
dilakukan sebagai pedoman atau acuan untuk pengambilan langkah
pembelajaran pada siklus selanjutnya. Berikut ini adalah masalah
yang timbul selama tindakan siklus I:
1) Proses pembelajaran masih kurang maksimal, karena siswa masih
dalam proses adaptasi dengan guru baru (peneliti).
2) Masih banyak siswa yang malu dalam bertanya, menjawab
ataupun menyampaikan pendapat.
3) Perhatian dan bimbingan guru dalam mengarahkan siswa masih
kurang maksimal.
4) Masih ada siswa yang dalam kelompoknya tidak
berkontribusi/tidak ikut berdiskusi dalam mengerjakan LKK.
Berdasarkan refleksi yang telah didapat, maka peneliti
melakukan revisi dan tindak lanjut sebagai berikut:
1) Guru mendekati siswa secara intensif dengan sentuhan psikologis.
2) Guru menegaskan kembali kepada siswa agar tidak malu-malu
dalam bertanya, menjawab maupun berpendapat.
3) Guru lebih aktif dalam memberikan perhatian dan bimbingan.
4) Menegaskan kepada siswa untuk lebih bekerjasama dalam diskusi.
2. Siklus II
a. Perencanaan Tindakan
68



Perencanaan tindakan siklus II sama dengan siklus I tetapi
akan ditingkatatkan lagi kualitasnya dibanding siklus sebelumnya
yaitu:
1) Mempersiapkan RPP mengajar
2) Mempersiapkan media pembelajaran yang digunakan
3) Mermpersiapkan lembar observasi
b. Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan sesuai dengan RPP
yang telah dibuat sebelumnya. Pada Siklus II penulis bertindak
sebagai pengajar dan guru kelas IV bertindak sebagai observer.
1) Pertemuan I
Siklus II pertemuan ke-1 dilaksanakan pada hari Selasa, 4
Maret 2014 pada jam 1-2 (07.00 – 08.10), jumlah siswa yang hadir
adalah 19. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
a) Pendahuluan
(1). Guru mengucapkan salam dilanjutkan berdoa.
(2). Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku
dilanjutkan dengan presensi siswa.
(3). Guru melakukan apersepsi tentang kenampakan pada bumi
dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
(4). Guru memotivasi siswa agar bersemangat belajar.
b) Inti
69



Eksplorasi
(1). Guru bertanya jawab tentang kenampakan benda-benda
langit, siswa menyebutkan benda-benda langit yang
tampak pada bumi.
(2). Guru menampilkan slide yang berisi materi benda langit
dan kenampakan matahari, siswa membaca slide materi,
siswa yang lain memperhatikan.
Elaborasi
(3). Guru memberi kesempatan siswa yang lain untuk
membaca.
(4). Guru menjelaskan materi, siswa bertanya pada guru dan
siswa menjawab pertanyaan guru sebelum ke slide
berikutnya.
(5). Guru menampilkan video tentang benda langit dan
kenampakan matahari pada bumi, siswa mengamati video
tersebut, bertanya dan dan menjawab pertanyaan guru.
(6). Setelah materi selesai siswa berkelompok dan mengerjakan
LKK.
(7). Salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di
depan kelas.
(8). Setelah itu guru dan siswa secara bersama-sama
membahas LKK.
70



(9). Selanjutnya guru melakukan kuis dengan cara melempar
bola kertas ke siswa tetapi guru membelakangi siswa
(snowball throwing).
(10). Siswa yang terkena bola menjawab pertanyaan guru,
kalau jawaban kurang tepat siswa yang lain yang
menjawab kemudian guru.
(11). Kuis diulang dengan pertanyaan berbeda sampai
pertanyaan yang ada di slide habis.
Konfirmasi
(12). Guru membuka pertanyaan dan bertanya untuk
mengetahui kesalahpahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan.
c) Penutup
(1). Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi
pembelajaran dan refleksi.
(2). Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari
berikutnya dan memberi PR untuk membaca materi
selanjutnya.
(3). Guru menutup pertemuan dengan salam.
2) Pertemuan II
Siklus I pertemuan ke-2 dilaksanakan pada hari Rabu, 5
Maret 2014 pada jam 1-2 (07.00 – 08.10), jumlah siswa yang hadir
71



adalah 19. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah
sebagai berikut:
a) Pendahuluan
(1). Guru mengucapkan salam dilanjutkan berdoa.
(2). Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku
dilanjutkan dengan presensi siswa.
(3). Guru memotivasi siswa dan bersama-sama mengulas
materi sebelumnya.
b) Inti
Eksplorasi
(1). Guru menggali pengetahuan siswa tentang kenampakan
benda langit bulan dan bintang dengan bertanya.
(2). Guru menampilkan slide yang berisi materi fase-fase bulan
dan rasi bintang, siswa membaca slide materi, siswa yang
lain memperhatikan.
Elaborasi
(3). Guru memberi kesempatan siswa yang lain untuk
membaca.
(4). Guru menjelaskan materi, siswa bertanya pada guru dan
siswa menjawab pertanyaan guru sebelum ke slide
berikutnya.
72



(5). Guru menampilkan video tentang fase-fase bulan dan rasi
bintang, siswa mengamati video tersebut, bertanya dan dan
menjawab pertanyaan guru.
(6). Setelah materi selesai siswa berkelompok dan mengerjakan
LKK.
(7). Salah satu kelompok menyampaikan hasil diskusinya di
depan kelas, setelah itu guru dan siswa secara bersama-
sama membahas LKK.
(8). Selanjutnya guru melakukan kuis dengan cara melempar
bola kertas ke siswa tetapi guru membelakangi siswa
(snowball throwing).
(9). Siswa yang terkena bola menjawab pertanyaan guru, kalau
jawaban kurang tepat siswa yang lain yang menjawab
kemudian guru.
(10). Kuis diulang dengan pertanyaan berbeda sampai
pertanyaan yang ada di slide habis.
Konfirmasi
(11). Guru membuka pertanyaan dan bertanya untuk
mengetahui kesalahpahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan.
c) Penutup
(1). Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi
pembelajaran dan refleksi.
73



(2). Guru menutup pertemuan dengan salam.
c. Observasi
1) Tindak Mengajar
Berdasarkan hasil pengamatan dari observer (wali kelas
IV) pada siklus I pertemuan I dan II diketahui bahwa guru
(peneliti) telah melaksanakan pembelajaran dengan baik. Kegiatan
pra pembelajaran sudah sangat baik. Dalam membuka pelajaran
sudah sangat baik, pendekatan strategi pembelajran sudah baik.
Guru menunjukkan ketrampilan dalam penggunaan media. Papan
skor observasi tindak mengajar pertemuan I menunjukkan angka
3,6 dan meningkat menjadi 3,84 pada pertemuan kedua. Hal
tersebut menunjukkan bahwa guru sudah maksimal dalam
mengajar dan menumbuhkan motivasi belajar siswa.
2) Motivasi Belajar Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan lembar observasi motivasi
siswa pada pertemuan 1 dapat dilihat adanya perubahan motivasi
bila dibandingkan dengan sebelum tindakan. Adapun hasil dari
observasi yaitu indikator memperhatikan penjelasan guru 94,73 %,
mengajukan pertanyaan 73,68 %, menjawab pertanyaan 78,94 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 84,21 % dan berani
menyampaikan pendapat 73,68 %. Pada pertemuan kedua hasilnya
adalah indikator memperhatikan penjelasan guru 94,73 %,
mengajukan pertanyaan 84,31 %, menjawab pertanyaan 89,47 %,
74



kerjasama dalam kelompok diskusi 94,73 % dan berani
menyampaikan pendapat 78,94 %..
d. Refleksi
Pada siklus II diperoleh data yang menunjukkan peningkatan
motivasi belajar siswa dan hasil belajar. Adapun indikator motivasi
belajar dan hasil belajar sudah terpenuhi ketuntasannya. Refleksi yang
didapat pada siklus II adalah sebagai berikut:
1. Proses kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik.
2. Melalui media multimedia LCD Proyektor dapat membuat
motivasi dan hasil belajar siswa meningkat.
D. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan mulai dari siklus I dan siklus II
menunjukkan bahwa motivasi belajar sudah meningkat. Berikut adalah hasil
penelitian selama penelitian:
1. Siklus I
a) Pertemuan I
Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan I dilakukan pada hari
Selasa, 25 Februari 2014. Adapun indikator motivasi dapat dilihat
sebagai berikut:
Tabel 4.8
Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I
No. Aspek yang diamati
Siklus I pertemuan I
Jumlah Prosentase
1. Memperhatikan penjelasan guru 14 siswa 73,68 %
2. Mengajukan pertanyaan 11 siswa 57,89 %
3. Menjawab pertanyaan 10 siswa 52,63 %
75



4. Kerjasama dalam kelompok
diskusi
10 siswa 52,63 %
5. Berani menyampaikan gagasan
atau ide
9 siswa 47,36 %

Gambar 4.1
Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat setelah
dilakukan tindakan siklus I pada pertemuan I motivasi belajar
mengalami peningkatan yaitu indikator memperhatikan penjelasan
guru sebanyak 14 siswa atau 73,68%, mengajukan pertanyaan 11
siswa atau 57,89 %, menjawab pertanyaan 10 siswa atau 52,63 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 10 siswa atau 52,63 % dan berani
menyampaikan gagasan atau ide 9 siswa atau 47,36 %. Berikut adalah
frekuensi motivasi belajar pada siklus I pertemuan I.
Tabel 4.9
Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I
Jumlah Skor Jumlah siswa Prosentase Keterangan
1 – 5 - - Sangat rendah
6 – 10 4 21,05 % Rendah
11 – 15 11 57,90 % Sedang
16 – 20 4 21,05 % Tinggi

0
20
40
60
80
Siklus I Pertemuan I
73,68
57,89
52,63 52,63
47,36
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
76



Gambar 4.2
Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat tingkat
motivasi pada siklus I pertemuan I yaitu siswa dalam sekelas yang
memliki motivasi sangat rendah 0 %, motivasi rendah 21,05 %,
motivasi sedang 57,9 % dan motivasi tinggi 21,05 %.
b) Pertemuan II
Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan II dilakukan pada hari
Jum‟at, 28 Februari 2014. Adapun indikator motivasi dapat dilihat
sebagai berikut:
Tabel 4.10
Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II
No. Aspek yang diamati
Siklus I pertemuan II
Jumlah Prosentase
1. Memperhatikan penjelasan guru 17 siswa 89,47 %
2. Mengajukan pertanyaan 12 siswa 63,15 %
3. Menjawab pertanyaan 13 siswa 68,42 %
4. Kerjasama dalam kelompok
diskusi
14 siswa 73,68 %
5. Berani menyampaikan gagasan
atau ide
10 siswa 52,63 %

0
20
40
60
Sangat
rendah
Rendah Sedang Tinggi
0
21,05
57,9
21,05
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Motivasi Belajar
77




Gambar 4.3
Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat setelah
dilakukan tindakan siklus I pada pertemuan II motivasi belajar
mengalami peningkatan yaitu indikator memperhatikan penjelasan
guru sebanyak 17 siswa atau 89,47 %, mengajukan pertanyaan 12
siswa atau 63,15, menjawab pertanyaan 13 siswa atau 68,42 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 14 siswa atau 73,68 % dan berani
menyampaikan gagasan atau ide 10 siswa atau 52,63 %.
Berikut adalah frekuensi motivasi belajar pada siklus I
pertemuan II.
Tabel 4.11
Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II
Jumlah Skor Jumlah siswa Prosentase Keterangan
1 – 5 - - Sangat rendah
6 – 10 3 15,79 % Rendah
11 – 15 7 36,84 % Sedang
16 – 20 9 47,37 % Tinggi

0
20
40
60
80
100
Siklus I Pertemuan II
89,47
63,15
68,42
73,68
52,63
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
78




Gambar 4.4
Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I Pertemuan II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat tingkat
motivasi pada siklus I pertemuan II yaitu siswa dalam sekelas yang
memliki motivasi sangat rendah 0 %, motivasi rendah 15,79 %,
motivasi sedang 38,84 % dan motivasi tinggi 47,37 %.
Tabel 4.12
Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus I
No
Aspek yang
diamati
Siklus
Rata-rata Pertemuan
I
Pertemuan
II
1. Memperhatikan
penjelasan guru
73,68 %
(14 siswa)
89,47 %
(17 siswa)
81,57%
2. Mengajukan
pertanyaan
57,89 %
(11 siswa)
63,15 %
(12 siswa)
60,52 %
3. Menjawab
pertanyaan
52,63 %
(10 siswa)
68,42 %
(13 siswa)
60,52 %
4. Kerjasama dalam
kelompok diskusi
52,63 %
(10 siswa)
73,68 %
(14 siswa)
63,15 %
5. Berani
menyampaikan
gagasan atau ide
47,36 %
(9 siswa)
52,63 %
(10 siswa)
49,99 %

0
10
20
30
40
50
Sangat
rendah
Rendah Sedang Tinggi
0
15,79
38,84
47,37
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Motivasi Belajar
79




Gambar 4.5
Grafik Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas menunjukkan adanya
perubahan motivasi siswa pada siklus 1 pertemuan I dan II. Indikator
memperhatikan penjelasan guru mengalami peringkatan, pada siklus I
pertemuan I meningkat menjadi 14 siswa atau 73,68 % dan pada
siklus I pertemuan II meningkat menjadi 17 siswa atau 89,47 %.
Indikator mengajukan pertanyaan mengalami peringkatan,
pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 11 siswa atau 57,89 %
dan pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 12 siswa atau 63,15
%.
Indikator kerjasama dalam kelompok diskusi mengalami
peringkatan, pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 10 siswa
atau 52,63 % dan pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 13
siswa atau 68,42 %.
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
Siklus I
Pertemuan I
Siklus I
Pertemuan II
73,68
89,47
57,89
63,15
52,63
68,42
52,63
73,68
47,36
52,63
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
80



Indikator menjawab pertanyaan mengalami peringkatan, pada
siklus I pertemuan I meningkat menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan
pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 14 siswa atau 73,68 %.
Indikator berani menyampaikan gagasan atau ide mengalami
peringkatan, pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 9 siswa
atau 47,36 % dan pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 10
siswa atau 52,63 %.
Tabel 4.13
Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I
Tingkat motivasi
belajar
Siklus I
Pertemuan I
Siklus I
Pertemuan II
Rata-rata
Sangat rendah - - -
Rendah 21,05 % 15,78 % 18,41 %
Sedang 57,90 % 38,84 % 48,37 %
Tinggi 21,05 % 47,36 % 34,2 %


Gambar 4.6
Grafik Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat perbedaan
tingkat motivasi belajar siswa yaitu pertemuan I sangat rendah sama-
sama 0 %, motivasi rendah pertemuan I 21,05 % menurun pada
pertemuan II menjadi 15,78, motivasi sedang pertemuan I 57,9 %
0
21,05
57,9
21,05
0
15,78
38,84
47,36
0
10
20
30
40
50
60
70
sangat
rendah
rendah sedang tinggi
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

motivasi belajar siklus I
pertemuan I
motivasi belajar siklus I
pertemuan II
81



menurun pada pertemuan II menjadi 38,84 %. Namun pada motivasi
tinggi terjadi peningkatan, pertemuan I 21,05 % menjadi 47,36 %.
Pencapaian hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N 1 Taruman
pada siklus 1 sebagai berikut:
Tabel 4.14
Nilai Hasil Belajar Siklus I
No
.
No.
Induk
Nama Siswa KKM
Siklus
I
Keterangan
1 2278 Eki Ade Pratama 70 60 Tidak tuntas
2 2285 Bagas Andhika
Febliano
70 70 Tuntas
3 2286 Darsono 70 70 Tuntas
4 2287 Eko Joko Cahyono 70 80 Tuntas
5 2288 Farista Nur Elizia 70 70 Tuntas
6 2290 Hera Kristiantono 70 70 Tuntas
7 2291 Ismia Yulianti 70 70 Tuntas
8 2292 Kusumanita Dienda 70 60 Tidak tuntas
9 2293 Kaizuzzafa Jauhati 70 50 Tidak tuntas
10 2295 Lisya Dwi Ariyani 70 50 Tidak tuntas
11 2296 Muhammad Syafiq 70 60 Tidak tuntas
12 2297 Nyekti Ari Wibowo 70 60 Tidak tuntas
13 2298 Rendi Mukti 70 60 Tidak tuntas
14 2299 Rindi Miasari 70 90 Tuntas
15 2301 Zhusan Riska
Alfiana
70 70 Tuntas
16 2302 Valisha Dwi Destia
Putri
70 70 Tuntas
17 2306 Dila Khodriyah 70 40 Tidak tuntas
18 2307 Rines Restiyani 70 60 Tidak tuntas
19 2348 Dista Marisia
Ananta
70 80 Tuntas
Rata-rata 65,26
Jumlah siswa yang tuntas 10
Prosentase Ketuntasan 52,63 %
Nilai Tertinggi 90
Nilai Terendah 40

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 19 siswa
yang mencapai KKM sebanyak 10 siswa atau 52,63%. Dengan
82



demikian terjadi peningkatan hasil belajar bila dibandingkan dengan
hasil belajar pra siklus.
2. Siklus II
a) Pertemuan I
Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan I dilakukan pada hari
Selasa, 4 Maret 2014. Indikator motivasi dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.15
Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I
No. Aspek yang diamati
Siklus II pertemuan I
Jumlah Prosentase
1. Memperhatikan penjelasan guru 18 siswa 94,73 %
2. Mengajukan pertanyaan 14 siswa 73,68 %
3. Menjawab pertanyaan 15 siswa 78,47 %
4. Kerjasama dalam kelompok
diskusi
16 siswa 84,21 %
5. Berani menyampaikan gagasan
atau ide
14 siswa 73,68 %


Gambar 4.7
Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat setelah
dilakukan tindakan siklus II pada pertemuan I motivasi belajar
mengalami peningkatan yaitu indikator memperhatikan penjelasan
0
20
40
60
80
100
Siklus II Pertemuan I
94,73
73,68
78,47
84,21
73,68
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan
pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
83



guru sebanyak 18 siswa atau 94,73 %, mengajukan pertanyaan 14
siswa atau 73,68 %, menjawab pertanyaan 15 siswa atau 78,94 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 16 siswa atau 84,21 % dan berani
menyampaikan gagasan atau ide 14 siswa atau 73,68 %.
Tabel 4.16
Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I
Jumlah Skor Jumlah siswa Prosentase Keterangan
1 – 5 - - Sangat rendah
6 – 10 1 5,26 % Rendah
11 – 15 8 42,1 % Sedang
16 – 20 10 52,64 % Tinggi


Gambar 4.8
Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan I

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat tingkat
motivasi pada siklus II pertemuan I yaitu siswa dalam sekelas yang
memiliki motivasi sangat rendah 0 %, motivasi rendah 5,26 %,
motivasi sedang 42,1 % dan motivasi tinggi 52,64 %.
b) Pertemuan II
Pelaksanaan tindakan siklus II pertemuan II dilakukan pada
hari Rabu, 5 Maret 2014. Adapun indikator motivasi dapat dilihat
sebagai berikut:
0
10
20
30
40
50
60
Sangat
rendah
Rendah Sedang Tinggi
0
5,26
42,1
52,64
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Motivasi Belajar
84



Tabel 4.17
Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II
No. Aspek yang diamati
Siklus II pertemuan II
Jumlah Prosentase
1. Memperhatikan penjelasan guru 18 siswa 94,73 %
2. Mengajukan pertanyaan 16 siswa 84,21 %
3. Menjawab pertanyaan 17 siswa 89,47 %
4. Kerjasama dalam kelompok
diskusi
18 siswa 94,73 %
5. Berani menyampaikan gagasan
atau ide
15 siswa 78,94 %


Gambar 4.9
Grafik Indikator Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat setelah
dilakukan tindakan siklus II pada pertemuan I motivasi belajar
mengalami peningkatan yaitu indikator memperhatikan penjelasan
guru sebanyak 18 siswa atau 94,73 %, mengajukan pertanyaan 16
siswa atau 84,21 %, menjawab pertanyaan 16 siswa atau 84,21 %,
kerjasama dalam kelompok diskusi 16 siswa atau 94,73 % dan berani
menyampaikan gagasan atau ide 15 siswa atau 78,94 %.

0
20
40
60
80
100
Siklus II Pertemuan II
94,73
84,21
89,47
94,73
78,94
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan
pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
85



Tabel 4.18
Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II
Jumlah Skor Jumlah siswa Prosentase Keterangan
1 – 5 - - Sangat rendah
6 – 10 1 5,26 % Rendah
11 – 15 5 26,31 % Sedang
16 – 20 13 68,43 % Tinggi


Gambar 4.10
Grafik Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II Pertemuan II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat tingkat
motivasi pada siklus II pertemuan II yaitu siswa dalam sekelas yang
memliki motivasi sangat rendah 0 %, motivasi rendah 5,26 %,
motivasi sedang 26,31 % dan motivasi tinggi 68,43 %.
Perbandingan peningkatan indikator motivasi belajar pada
siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.19
Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus II
No
Aspek yang
diamati
Siklus II
Rata-rata Pertemuan
I
Pertemuan
II
1. Memperhatikan
penjelasan guru
94,73 %
(18 siswa)
94,73 %
(18 siswa)
94,73 %
2. Mengajukan 73,68 % 84,21 % 78,94 %
0
10
20
30
40
50
60
70
Sangat
rendah
Rendah Sedang Tinggi
0
5,26
26,31
68,43
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Motivasi Belajar
86



pertanyaan (14 siswa) (16 siswa)
3. Menjawab
pertanyaan
78,94 %
(15 siswa)
89,47 %
(17 siswa)
84,2 %
4. Kerjasama
dalam kelompok
diskusi
84,21 %
(16 siswa)
94,73 %
(18 siswa)
89,47 %
5. Berani
menyampaikan
gagasan atau ide
73,68 %
(14 siswa)
78,94 %
(15 siswa)
76,31 %


Gambar 4.11
Grafik Perbandingan Indikator Motivasi Belajar Siklus II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas menunjukkan adanya
perubahan motivasi siswa pada siklus II pertemuan I dan II. Indikator
memperhatikan penjelasan guru mengalami peringkatan, dari siklus II
pertemuan I sebanyak 18 siswa atau 94,73 %, pada siklus II
pertemuan II masih tetap.
Indikator mengajukan pertanyaan mengalami peringkatan, dari
siklus II pertemuan I sebanyak 14 siswa atau 73,68 %, pada siklus II
pertemuan II meningkat menjadi 16 siswa atau 84,21%.
0
20
40
60
80
100
Siklus II
Pertemuan I
Siklus II
Pertemuan II
94,73 94,73
73,68
84,21
78,94
89,47
84,21
94,73
73,68
78,94
Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
87



Indikator menjawab pertanyaan mengalami peringkatan, dari
siklus II pertemuan I sebanyak 15 siswa atau 78,94 %, pada siklus II
pertemuan II meningkat menjadi 17 siswa atau 89,47 %.
Indikator kerjasama dalam kelompok diskusi mengalami
peringkatan, dari siklus II pertemuan I 16 siswa atau 84,21 %, pada
siklus II pertemuan II meningkat menjadi 18 siswa atau 94,73 %.
Indikator berani menyampaikan gagasan atau ide mengalami
peringkatan, dari siklus II pertemuan I 14 siswa atau 73,68 %, pada
siklus II pertemuan II meningkat menjadi 15 siswa atau 78,94 %.
Tabel 4.20
Perbandingan Motivasi Belajar Siklus II
Tingkat motivasi
belajar
Siklus II
Pertemuan I
Siklus II
Pertemuan II
Rata-rata
Sangat rendah - - -
Rendah 5,26 % 5,26 % 5,26 %
Sedang 42,1 % 26,31 % 34,21 %
Tinggi 52,64 % 68,43 % 60,53 %

Gambar 4.12
Grafik Perbandingan Frekuensi Motivasi Belajar Siklus II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat perbedaan
tingkat motivasi belajar siswa yaitu pertemuan I dan II sangat rendah
0
5,26
42,1
52,64
0
5,26
26,31
68,43
0
10
20
30
40
50
60
70
80
sangat
rendah
rendah sedang tinggi
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

motivasi belajar siklus II
pertemuan I
motivasi belajar siklus II
pertemuan II
88



sama-sama 0 %, motivasi belajar rendah, pada pertemuan I dan II
sama-sama 5,26 % , motivasi belajar sedang, pada pertemuan I 42,1 %
menurun di pertemuan II yaitu 36,31 %. Dan motivasi belajar tinggi
mengalami peningkatan dari 52,64 % menjadi 68,43 %.
Pencapaian hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N 1 Taruman
pada siklus II sebagai berikut:
Tabel 4.21
Nilai Hasil Belajar Siklus II
No
.
No.
Induk
Nama Siswa KKM
Siklus
II
Keterangan
1 2278 Eki Ade Pratama 70 80 Tuntas
2 2285 Bagas Andhika
Febliano
70 70 Tuntas
3 2286 Darsono 70 70 Tuntas
4 2287 Eko Joko Cahyono 70 100 Tuntas
5 2288 Farista Nur Elizia 70 90 Tuntas
6 2290 Hera Kristiantono 70 70 Tuntas
7 2291 Ismia Yulianti 70 70 Tuntas
8 2292 Kusumanita Dienda
D K
70 70 Tuntas
9 2293 Kaizuzzafa Jauhati 70 70 Tuntas
10 2295 Lisya Dwi Ariyani 70 70 Tuntas
11 2296 Muhammad Syafiq 70 60 Tidak tuntas
12 2297 Nyekti Ari Wibowo 70 90 Tuntas
13 2298 Rendi Mukti 70 70 Tuntas
14 2299 Rindi Miasari 70 90 Tuntas
15 2301 Zhusan Riska
Alfiana
70 80 Tuntas
16 2302 Valisha Dwi Destia
Putri
70 70 Tuntas
17 2306 Dila Khodriyah 70 60 Tidak tuntas
18 2307 Rines Restiyani 70 80 Tuntas
19 2348 Dista Marisia Ananta 70 80 Tuntas
Rata-rata 75,78
Jumlah siswa yang tuntas 17
Prosentase Ketuntasan 89,47 %
Nilai Tertinggi 100
Nilai Terendah 60
89



Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 19 siswa
yang tuntas adalah 17 siswa atau 89,47 %. Kondisi ini meningkat jika
dibandingkan siklus sebelumnya. Berikut adalah rekapitulasi
peningkatan hasil belajar siswa SD N 1 Taruman selama penelitian:
Tabel 4.22
Rekapitulasi Peningkatan Indikator Motivasi Belajar
No
Aspek
yang
diamati
Pra
Siklus
Siklus I Siklus II
Pertem
uan I
Pertem
uan II
Pertem
uan I
Pertem
uan II
1. Memperha
tikan
penjelasan
guru
57,89
%
(11
siswa)
73,68
%
(14
siswa)
89,47
%
(17
siswa)
94,73
%
(18
siswa)
94,73
%
(18
siswa)
2. Mengajuk
an
pertanyaan
26,31
%
(5
siswa)
57,89
%
(11
siswa)
63,15
%
(12
siswa)
73,68
%
(14
siswa)
84,21
%
(16
siswa)
3. Menjawab
pertanyaan
21,05
%
(4
siswa)
52,63
%
(10
siswa)
68,42
%
(13
siswa)
78,94
%
(15
siswa)
89,47
%
(17
siswa)
4. Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
36,84
%
(7
siswa)
52,63
%
(10
siswa)
73,68
%
(14
siswa)
84,21
%
(16
siswa)
94,73
%
(18
siswa)
5. Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
26,31
%
(5
siswa)
47,36
%
(9
siswa)
52,63
%
(10
siswa)
73,68
%
(14
siswa)
78,94
%
(15
siswa)

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat secara rinci peningkatan
indikator motivasi belajar selama penelitian. Indikator memperhatikan
penjelasan guru mengalami peningkatan dari 11 siswa atau 57,89 %
menjadi 14 siswa atau 73,68 % menjadi 17 siswa atau 89,47 %
menjadi 18 siswa atau 94,73 % dan tetap 18 siswa atau 94,73 %.
90



Indikator mengajukan pertanyaan mengalami peningkatan dari 5
siswa atau 26,31 % menjadi 11 siswa atau 57,15 % menjadi 12 siswa
63,15 % menjadi 14 siswa atau 73,68 % menjadi 16 siswa atau 84,21
% . Indikator menjawab pertanyaan mengalami peningkatan dari 4
siswa atau 21,05 % menjadi 10 siswa atau 52,63 % menjadi 13 siswa
68,42 % menjadi 15 siswa atau 78,94 % menjadi 17 siswa atau 89,57
% . Indikator kerjasama dalam kelompok diskusi mengalami
peningkatan dari 7 siswa atau 36,84 % menjadi 10 siswa atau 52,63 %
menjadi 14 siswa 73,68 % menjadi 16 siswa atau 84,21 % menjadi 18
siswa atau 94,73 % . Indikator kerjasama dalam kelompok diskusi
mengalami peningkatan dari 5 siswa atau 26,31 % menjadi 9 siswa
atau 47,36 % menjadi 10 siswa 52,63 % menjadi 14 siswa atau 73,68
% menjadi 15 siswa atau 78,94 % . Tingkat peningkatan motivasi
belajar siswa dapat digambarkan pada grafik dibawah ini.

Gambar 4.13
Grafik Rekapitulasi Peningkatan Indikator Motivasi Belajar
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Memperhatikan
penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan
Menjawab pertanyaan
Kerjasama dalam
kelompok diskusi
Berani menyampaikan
gagasan atau ide
91



Tabel 4.23
Rekapitulasi Frekuensi Motivasi Belajar
Tingkat motivasi
belajar
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Sangat rendah - - -
Rendah 36,84 % 18,41 % 5,26 %
Sedang 63,16 % 48,37 % 34,21 %
Tinggi - 34,2 % 60,53 %


Gambar 4.14
Grafik Rekapitulasi Frekuensi Motivasi Belajar

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat perbedaan tingkat
motivasi belajar siswa yaitu prra siklus, siklus I dan II sangat rendah
sama-sama 0 %, motivasi belajar rendah, pada pra siklus 36,84 %,
pada siklus I 18,41 % dan siklus II 5,26 % , motivasi belajar sedang,
pada pra siklus 63.16 %, pada siklus I 48,37 dan siklus II 34,53 %,
motivasi tinggi, pada pra siklus 0%,pada siklus I 34,1 % dan siklus II
60,53 %.
Tabel 4.24
Rekapitulasi Peningkatan Hasil Belajar
No
.
Nama Siswa KKM
Pra
Siklus
Siklus
1
Siklus
2
Keteranga
n
1 Eki Ade P. 70 30 60 80 Tuntas
2
Bagas
Andhika F.
70 50 70 70 Tuntas
3 Darsono 70 60 70 70 Tuntas
4 Eko Joko C. 70 80 80 100 Tuntas
0
36,84
63,16
0 0
18,41
48,37
34,2
0
20
40
60
80
sangat
rendah
rendah sedang tinggi
D
a
l
a
m

p
e
r
s
e
n

%

Tingkat motivasi belajar
pra siklus
Tingkat motivasi belajar
siklus I
Tingkat motivasi belajar
siklus II
92



5
Farista Nur
Elizia
70 70 70 90 Tuntas
6
Hera
Kristiantono
70 70 70 70 Tuntas
7
Ismia
Yulianti
70 60 70 70 Tuntas
8
Kusumanita
Dienda D K
70 50 60 70 Tuntas
9
Kaizuzzafa
Jauhati
70 40 50 70 Tuntas
10
Lisya Dwi
Ariyani
70 50 50 70 Tuntas
11
Muhammad
Syafiq
70 40 60 60
Tidak
Tuntas
12
Nyekti Ari
Wibowo
70 40 60 90 Tuntas
13 Rendi Mukti 70 60 60 70 Tuntas
14 Rindi Miasari 70 80 90 90 Tuntas
15
Zhusan Riska
Alfiana
70 60 70 80 Tuntas
16
Valisha Dwi
Destia Putri
70 50 70 70 Tuntas
17
Dila
Khodriyah
70 20 40 60
Tidak
Tuntas
18
Rines
Restiyani
70 60 60 80 Tuntas
19
Dista Marisia
Ananta
70 60 80 80 Tuntas
Rata-rata 54,21 65,26 75,78
Siswa yang tuntas 4 10 17
Prosentase ketuntasan
21.05
%
52,63
%
89,47
%

Nilai Tertinggi 80 90 100
Nilai Terendah 20 40 60

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui peningkatan hasil
belajar dari pra siklus sampai siklus II. Pada pra siklus siswa yang
tuntas sebanyak 4 siswa atau 21,05 %, pada siklus I meningkat
menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan pada siklus II meningkat lagi
93



menjadi 17 siswa atau 89,47 %. Tingkat peningkatan hasil belajar
siswa dapat digambarkan pada grafik dibawah ini.

Gambar 4.15
Grafik Rekapitulasi Peningkatan Hasil Belajar

Berdasarkan grafik di atas terlihat jelas perbedaan ketuntasan
hasil belajar pada pra siklus, siklus I dan siklus II.
E. Pembahasan
Pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas IV SD N 1 Taruman
sebelum dilakukan tindakan (pra siklus) masih belum terlihat adanya motivasi
belajar siswa. Siswa di dalam kelas tidak termotivasi untuk belajar sehingga
hasil nilai belajar siswa juga berbanding lurus dengan tingkat motivasi siswa
yang rendah. Untuk mendorong agar siswa giat belajar diperlukan strategi
maupun media pembelajaran.
Dalam pelaksanakan tindakan peneliti menggunakan media
pembelajaran multimedia. Halfost dalam Munir (2008, 223) mendefinisikan
multimedia sebagai suatu sistem komputer yang terdiri dari hardware dan
software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar, video,
fotografik, grafik dan animasi dengan suara, teks dan data yang dikendalikan
oleh program komputer. Peneliti berusaha menampilkan multimedia kepada
0
50
100
Pra siklus Siklus I Siklus II
21,05
52,63
89,47
D
a
l
a
m

P
e
r
s
e
n

%

Hasil Belajar
94



siswa agar dapat meningkatkan motivasi belajar. Untuk menampilkan
multimedia, diperlukan alat proyeksi yaitu LCD Proyektor.
Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam 2 siklus, dengan 1 siklus ada
2 pertemuan. Setiap pertemuan peneliti bertindak sebagai guru dan wali kelas
IV bertindak sebagai observer. Adapun yang diobservasi adalah tindak
mengajar guru dan tindak belajar siswa. Hal tersebut terkait dengan
bagaimana guru mengajar dan observasi indikator motivasi siswa belajar.
Dalam akhir setiap siklus, peneliti melakukan tes tertulis terhadap siswa untuk
mengetahui hasil belajar siswa.
Dalam melakukan penelitian, peneliti menentukan indikator
keberhasilan. Adapun indikator yang dipakai peneliti adalah indikator
motivasi belajar yaitu memperhatikan penjelasan guru, mengajukan
pertanyaan, menjawab pertanyaan, kerjasama dalam kelompok diskusi dan
berani menyampaikan gagasan atau ide dengan masing-masing harus tercapai
setidak-tidaknya 75% harus tuntas. Selain itu, nilai hasil belajar harus
memenuhi KKM 70 dengan prosentase ketuntasan kelas 75%.
Berdasarkan hasil observasi dapat dilihat indikator memperhatikan
penjelasan guru mengalami peringkatan, dari pra siklus sebanyak 11 siswa
atau 57,89 %, pada siklus I pertemuan I meningkat menjadi 14 siswa atau
73,68 % dan pada siklus I pertemuan II meningkat menjadi 17 siswa atau
89,47 %.
Indikator mengajukan pertanyaan mengalami peringkatan, dari pra
siklus sebanyak 5 siswa atau 26,31 %, pada siklus I pertemuan I meningkat
95



menjadi 11 siswa atau 57,89 % dan pada siklus I pertemuan II meningkat
menjadi 12 siswa atau 63,15 %. Pada siklus II pertemuan I meningkat
menjadi 18 siswa atau 94,73 % dan pada siklus II pertemuan II tetap.
Indikator kerjasama dalam kelompok diskusi mengalami peringkatan,
dari pra siklus sebanyak 4 siswa atau 21,05 %, pada siklus I pertemuan I
meningkat menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan pada siklus I pertemuan II
meningkat menjadi 13 siswa atau 68,42 %. Pada siklus II pertemuan I
meningkat menjadi 14 siswa atau 73,68 % dan pada siklus II pertemuan II
meningkat menjadi 16 siswa atau 84,21 %.
Indikator menjawab pertanyaan mengalami peringkatan, dari pra
siklus sebanyak 7 siswa atau 36,84 %, pada siklus I pertemuan I meningkat
menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan pada siklus I pertemuan II meningkat
menjadi 14 siswa atau 73,68 %. Pada siklus II pertemuan I meningkat
menjadi 16 siswa atau 84,21 % dan pada siklus II pertemuan II meningkat
menjadi 18 siswa atau 94,73 %.
Indikator berani menyampaikan gagasan atau ide mengalami
peringkatan, dari pra siklus sebanyak 5 siswa atau 26,31 %, pada siklus I
pertemuan I meningkat menjadi 9 siswa atau 47,36 % dan pada siklus I
pertemuan II meningkat menjadi 10 siswa atau 52,63 %. Pada siklus II
pertemuan I meningkat menjadi 14 siswa atau 73,68 % dan pada siklus II
pertemuan II meningkat menjadi 15 siswa atau 78,94 %.
Sedangkan nilai hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Hal
tersebut berbanding lurus dengan tingkat motivasi belajar siswa. Pada siklus I
96



meningkat menjadi 10 siswa atau 52,63 % dan pada siklus II meningkat lagi
menjadi 17 siswa atau 89,47 %.
Dari hasil penelitian di atas, media pembelajaran berbasis multimedia
LCD Proyektor sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Mengingat bahwa media pembelajaran tersebut memiliki kelebihan yaitu
mampu menarik minat siswa. Ketertarikan siswa dalam materi yang diajarkan
mampu untuk mendorong kegiatan belajar siswa sehingga siswa akan lebih
termotivasi belajarnya
Berdasarkan hasil wawancara didapat bahwa setelah dilakukan
penerapan media pembelajaran berbasis multimedia menurut wali kelas IV
siswa merasa senang, paham dan hasil pembelajarannya menjadi banyak yang
tuntas. Hal tersebut berbeda jauh dengan kondisi sebelum diterapkan
multimedia. Pada kondisi awal motivasi belajar masih rendah ditandai dengan
jarang terlihatnya siswa bertanya, menjawab maupum memperhatikan
penjelasan guru.
Berdasarkan hasil pencapaian tersebut, maka hipotesis tindakan dapat
diterima yang berarti bahwa “Penerapan Media Pembelajaran Berbasis
Multimedia LCD Proyektor dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Kelas IV pada Mata Pelajaran IPA SD Negeri 1 Taruman Tahun Ajaran
2013/2014”.




97

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan
dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis multimedia
LCD Proyektor dapat:
3. Meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA ditandai dengan
meningkatnya indikator motivasi belajar dari pra siklus sampai siklus II
diantaranya: a). memperhatikan penjelasan guru sebelum tindakan 57,89
% setelah tindakan menjadi 94,73 %. b). Mengajukan pertanyaan sebelum
tindakan 26,31 % setelah tindakan menjadi 84,21%. c). Menjawab
pertanyaan sebelum tindakan 21,05 % setelah tindakan menjadi 89,47 %.
d). Kerjasama dalam kelompok diskusi sebelum tindakan 36,84 % setelah
tindakan menjadi 94,73 %. e). Berani menyampaikan gagasan sebelum
tindakan 26,31 % setelah tindakan menjadi 78,94 %.
4. Meningkat hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai pra siklus siswa yang
tuntas sebanyak 4 siswa atau 21,05 %, pada siklus I meningkat menjadi 10
siswa atau 52,63 % dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa
atau 89,47 %.
B. IMPLIKASI
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan, maka dapat
dikemukakan implikasi hasil penelitian sebagai berikut:
98



1. Penerapan media pembelajaran berbasis multimedia mampu memberikan
efek rasa senang, semangat dalam belajar siswa sehingga dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar.
2. Teknik dan cara penggunaan multimedia dapat dijadikan guru sebagai
pedoman untuk menciptakan pembelajaran yang disenangi siswa.
C. SARAN
Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan, maka dapat
disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah hendaknya menghimbau guru-guru untuk
memanfaatkan fasilitas media pembelajaran yang telah disediakan sekolah
khususnya LCD Proyektor.
2. Guru
a. Hendaknya guru melakukan perubahan pada pembelajaran dengan
menerapkan media pembelajaran berbasis multimedia LCD Proyektor
yang dapat dikombinasikan dengan strategi-strategi pembelajaran yang
inovatif.
b. Hendaknya guru mensosialisasikan penggunaan media multimedia
LCD Proyektor ke guru-guru lain.
3. Peneliti Selanjutnya
Hendaknya peneliti selanjutnya dapat lebih peka lagi dalam
menemukan masalah dan mencari solusi permasalahan dalam kelas
maupun sekolah.
99



DAFTAR PUSTAKA
Arief S. Sadiman dkk (2012) Media Pendidikan Pengertian, Pemgembangan dan
Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Arifin, Zainal (2012) Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto dan Suharsimi (2006) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.

Darmawan, Deni (2012) Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya

Daryanto (2013) Media Pembelajaran. Yogjakarta: Gava Media.
Djamarah, S. B. (2011) Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar (2008) Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hartini, Sri dkk (2008) Psikologi Pendidikan.. Surakarta: BP-FKIP UMS
Munir (2008) Kurikulum Berbasis Teknologi dan Komunikasi. Bandung: CV
Alfabeta.

Rubiyanto, Rubino (2011) Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta: BP-FKIP
UMS

Rusman (2012) Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfa
Beta

Sagala, Syaiful (2003) Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta.
Samino dan Saring Marsudi. 2013. Layanan Bimbingan Belajar. Surakarta :
Fairus Media
Sanaky, Hujairah AH (2009) Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insani
Press

Suwandi, Sarwiji (2011) Penelitian Tindakan Kelas & Penulisan Karya Ilmiah.
Surakarta: Yuma Pustaka

Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:
CV Alfabeta

100



Supriadie, D., dan Darmawan, D., (2012) Komunikasi Pembelajaran. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.

Uno. H. B. (2008) Teori Motivasi & Pengukuranya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wikipedia, ensiklopedia bebas http://id.wikipedia.org/wiki/Proyektor-LCD (3
Desember 2013)

Winataputra, U.S. dkk (2004) Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas
Terbuka.



















101



Lampiran 1
HASIL WAWANCARA GURU
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014

Nara Sumber : Muhniyati, S.Pd.
Jabatan : Wali kelas IV
Pewawancara : Ahmad Fatkhul Huda

1. Apakah Ibu telah menggunakan strategi pembelajaran dalam mata pelajaran
IPA? jika iya, strategi apa yang digunakan ?
Sudah pernah , cooperatif learning

2. Apakah Ibu sering menggunakan media pembelajaran dalam mengajar?apa
saja media pembelajaran yang pernah Ibu gunakan ?
Hampir tidak pernah menggunakan media pembelajaran. Biasanya yang
saya gunakan hanya buku paket dan white board. Dulu pernah sekali
memakai LCD pada waktu ada penilaian dari dinas.

3. Bagaimanakah pembelajaran IPA dilakukan di SD N 1 Taruman ?
Seperti pelajaran yang lain, menggunakan metode ceramah dan tanya
jawab.
4. Bagaimanakah perhatian siswa terhadap Ibu ketika menjelaskan materi
pembelajaran IPA ?
Masih banyak siswa yang tidak memperhatika
5. Seberapa sering siswa mengajukan pertanyaan terhadap Ibu maupun siswa
lain ?
Jarang sekali
102



6. Apakah siswa aktif berdiskusi ketika dibentuk dalam kelompok ?
Hanya sedikit yang aktif, kebanyakan hanya 1 atau 2 orang saja dalam
kelmpok yang aktif berdiskusi.

7. Bagaimanakah keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya ?
Jarang terlihat

8. Kendala apa saja yang Ibu temui ketika mengajar mata pelajaran IPA ?
Kesulitan jika harus menjelaskan materi tanpa disertai media
pembelajaran.
Banyak siswa yang seenaknya sendiri di kelas
Walaupun sudah saya jelaskan berulang ulang kali tetap saja masih
banyak siswa yang belum paham. Sepertinya motivasi belajarnya kurang.

9. Bagaimana solusi dari kendala-kendala tersebut ?
Penggunaan media pembelajaran misalnya LCD dan alat peraga
Menerapkan metode dan strategi pembelajaran yang tepat














103



Lampiran 2
SOAL TES PRA SIKLUS
Nama :
No. :
Kelas :

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d jawaban yang benar!

1. Energi alternatif yang ada di lingkungan sekitar kita digunakan sebagai sumber
energi ...
a. listrik
b. panas
c. bunyi
d. cahaya
2. Kincir air yang ada di daerah pedesaan yang belum terjangkau oleh listrik
menggunakan energi alternatif berupa ...
a. angin
b. air
c. panas bumi
d. nuklir
3. Contoh benda yang menggunakan energi angin sebagai energi alternatif
adalah ...
a. kincir air
b. kincir angin
c. pesawat
d. PLTA
4. Selain pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang merupakan energi
alternatif, kini Indonesia juga telah memiliki ...
a. pembangkit listrik tenaga angin
b. pembangkit listrik tenaga nuklir
c. pembangkit listrik tenaga surya
d. pembangkit listrik tenaga gerak
5. Bahan bakar yang digunakan saat ini sebagian besar berasal dari bahan
bakar utama, yaitu ...
104



a. batu bara c. minyakbumi
b. minyak tanah d. cahaya matahari
6. Minyak bumi yang merupakan bahan bakar utama merupakan sumberdaya
alam yang tidak dapat ...
a. diambil
b. dicuri
c. diperbaharui
d. dimiliki
7. Energi yang dihasilkan dari penguraian bahan organik, seperti kotoran hewan
disebut ...
a. biogas
b. biologi
c. bio surya
d. minyak bumi
8. Perahu layar dapat bergerak di laut dengan memanfaatkan energi ...
a. air
b. panas
c. gerak
d. angin
9. Energi alternatif memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan energi
yang digunakan saat ini, yaitu ...
a. mahal
b. murah
c. sulit didapat
d. mencemari lingkungan
10. Negara yang dijuluki negeri kincir angin karena memiliki kincir
raksasa yang digunakan sebagai sumber tenaga listrik adalah ...
a. Indonesia
b. Amerika Serikat
c. Inggris
d. Belanda


105



Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SIKLUS I

Nama Sekolah : SD Negeri 1 Taruman
Kelas/Semester : IV / 2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2xpertemuan)

A. STANDAR KOMPETENSI
9. Memahami Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda langit
B. KOMPETENSI DASAR
9.1 Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi
C. INDIKATOR
1. Mengidentifikasikan perubahan daratan yang disebabkan oleh air, dan
udara misalnya perubahan akibat pasang surut air, badai, erosi, kebakaran
2. Menjelaskan pengaruh air laut pasang dan surut bagi nelayan dan dermaga
yang dangkal
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui diskusi dan presentasi, siswa mampu mengidentifikasi perubahan
daratan yang disebabkan oleh air dan udara dengan tepat.
2. Melalui tanya jawab siswa mampu menjelaskan pengaruh pasang surut
bagi nelayan dengan benar.
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin , Rasa hormat dan perhatian ,
Tekun, Keberanian dan Kerjasama.
E. MATERI POKOK
Perubahan kenampakan bumi ( Terlampir )
F. MODEL, METODE, DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Model
Cooperative Learning dan Active Learning
2. Metode
- Ceramah
- Diskusi
- Presentasi
- Tanya Jawab
3. Strategi
Snowball throwing

106



G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdoa.
b. Guru melakukan presensi kehadiran siswa, memotivasi siswa dan
melakukan apersepsi.
c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Eksplorasi
 Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang bumi
 Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
b. Elaborasi
 Guru menyuruh siswa untuk mengamati video tentang
penampakan alam (pasang surut air laut, tanah longsor).
 Guru memberi siswa penjelasan tentang video yang ditampilkan
 Guru membagi siswa menjadi berkelompok dan memberi LKK
 Siswa berdiskusi dan guru menunjuk salah satu kelompok untuk
presentasi hasil diskusi, siswa yang lain memperhatikan
 Guru memberi kuis ke siswa dengan strategi snow ball throwing
 Bagi siswa yang terkena bola wajib menjawab pertanyaan.
 Kuis diulang sampai pertanyaan habis
c. Konfirmasi
 Guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman apabila ada
siswa yang belum jelas.
 Guru bersama siswa memberikan penguatan.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
b. Guru menutup pembelajaran dan diakhiri dengan mengucapkan salam.
Pertemuan 2
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdoa.
b. Guru melakukan presensi kehadiran siswa.
c. Guru memberikan motivasi kepada siswa dan sedikit mengulang
materi sebelumnya.
2. Kegiatan inti (50 menit)
a. Eksplorasi
 Guru bertanya jawab tentang materi penampakan alam
 Guru memberi kesempatan siswa dalam bertanya jawab.
b. Elaborasi
107



 Guru menyuruh siswa untuk mengamati slide tentang penampakan
alam dan video ( gempa, kebakaran hutan dan badai )
 Secara sukarela siswa membaca materi
 Guru memberi siswa penjelasan tentang materi
 Siswa mendengarkan penjelasan guru
 Siswa dibagi dalam kelompok diskusi
 Guru memberi lembar kerja kelompok ke tiap-tiap kelompok
 Hasil diskusi kelompok dibahas bersama-sama
 Guru melakukan permaian kuis dengan snowball throwing
 Siswa yang terkena ball menjawab pertanyaan guru
 Kuis diulang lagi sampai pertanyaannya habis
c. Konfirmasi
 Guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman apabila ada
siswa yang belum jelas.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Guru memberikan pertanyaan refleksi terhadap siswa
b. Guru menutup pembelajaran dan diakhiri dengan mengucapkan salam.

H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
1. Sumber
- Sulistiyanto, Heri. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 4 SD/MI.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (halaman
143-146)
- Video pembelajaran
2. Media Pembelajaran
- LCD Proyektor
- Laptop
- Speaker






108



I. PENILAIAN
1. Jenis Tes
- Tes : pilgan
- Non Tes : penilaian motivasi
J. LAMPIRAN
1. Materi Ajar
2. Lembar Kerja Kelompok
3. Tes Siklus I








109



MATERI AJAR
Perubahan Kenampakan Pada Bumi
Pertemuan I
Bumi yang sebagian besar dikelilingi oleh lautan akan mengalami perubahan
penampakan alam. Penampakan pada bumi selalu berubah ubah. Perubahan ini
disebabkan oleh air, udara dan kebakaran hutan.
1. Perubahan daratan yang disebabkan oleh air
Daratan dapat berubah karena adanya pasang surut air dan erosi.
Pada saat-saat tertentu air laut akan meninggi, di saat yang lain air laut akan
surut. Pasang merupakan peristiwa naiknya air laut sedangkan surut adalah
peristiwa turunnya air laut.
Naik dan turunnya air laut ini disebabkan karena perputaran bumi
dan gaya gravitasi bulan. Gaya gravitasi ini terjadi karena kedudukan
bulan sangat dekat dengan bumi. Pada saat terjadi pasang, gelombang air laut
sangat besar. Hal ini dapat menyebabkan terkikisnya pasir atau tanah ketika
air laut ini sampai di tepi pantai.
Karena bumi berputar, bagian bumi yang menghadap ke bulan akan
berputar dan menjauhi bulan. Hal ini mengakibatkan gaya gravitasi bulan
berkurang sehingga air akan surut kembali. Enam jam kemudian, air pada
bagian laut ini turun sampai rendah sekali sehingga terjadilah apa yang
disebut surut. Dalam sehari pasang surut terjadi dua kali.
Pasang dan surutnya air laut ini mempengaruhi kapal-kapal yang
akan masuk ke dermaga. Pada saat pasang, kapal akan mudah masuk
ke dermaga, sedangkan pada saat surut kapal akan sulit merapat ke
dermaga.



110



2. Perubahan daratan yang disebabkan erosi
Selain akibat peristiwa pasang dan surutnya air laut, daratan dapat
mengalami perubahan karena terjadinya erosi akibat hujan dan tanah longsor.
Hujan yang cukup besar di daerah yang tanahnya gundul akan mengakibatkan
terjadinya longsor. Erosi atau pengikisan tanah menyebabkan tanah yang
mengandung humus akan kehilangan lapisan humusnya karena terbawa oleh
air dan tanah longsor.
Hal ini tentu sangat merugikan makhluk hidup. Tanah yang pada
awalnya subur akibat erosi menjadi hilang kesuburannya, sehingga
tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan mati. Apabila
tumbuhan mati, maka makhluk hidup yang memanfaatkan tumbuhan
sebagai bahan makanannyapun akan terancam kelangsungan hidupnya.
Erosi disebabkan karena banyaknya gunung yang gundul akibat
penebangan yang berlebihan. Air laut juga dapat menyebabkan
terjadinya erosi. Erosi yang disebabkan oleh air laut disebut abrasi. Abrasi
biasanya terjadi di pantai dan menyebabkan pantai menjadi semakin
lebar.











111



Pertemuan II
3. Perubahan daratan karena bencana alam
Gempa merupakan peristiwa alam berupa getaran atau gerakan
bergelombang pada kulit bumi. Pada kekuatan tertentu , gempa dapat
menyebabkan tanah longsor, bangunan roboh dan pepohonan tumbang.
Tanah longsor mengakibatkan terjadinya perubahan permukaan daratan.
Daratan yang menonjol berubah menjadi cekung. Selain gempa yang dapat
merubah penampakan bumi adalah gunung meletus.
4. Perubahan daratan yang disebabkan oleh udara
Selain oleh air, daratan dapat mengalami perubahan yang disebabkan
oleh udara atau angin. Kamu tentu pernah melihat dari berita di televisi
adanya badai yang terjadi di suatu daerah. Badai merupakan angin yang
bertiup sangat kencang. Pada saat badai biasanya juga diikuti perubahan
cuaca secara tiba-tiba serta gemuruh petir yang sangat kencang disertai
dengan kilatan-kilatan.
Badai dapat mengikis daratan dan menghancurkan apa saja yang ada
di permukaan tanah. Pohon yang besarpun bisa tumbang karena badai.
Bagunan rumah hancur, genting-genting rumah beterbangan, dan lahan
pertanian akan rusak.










112



5. Perubahan daratan yang disebabkan kebakaran
Daratan juga dapat mengalami perubahan akibat terjadinya
kebakaran. Beberapa tahun terakhir ini, di negara kita Indonesia sering
terjadi kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini diakibatkan karena ulah
manusia yang semena-mena melakukan pembukaan lahan pertanian dengan
cara membakarnya.
Selain itu, kemarau yang cukup panjang mengakibatkan ranting-
ranting dan daun kering mudah sekali terbakar. Kebakaran hutan juga
mengakibatkan terganggunya berbagai jenis hewan yang tinggal di dalam hutan.
Selain itu, asap yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan juga dapat
mengganggu penglihatan pengguna kendaraan bermotor.
Dampak negatif yang diakibatkan karena terbakarnya hutan bukan
saja dialami oleh negara kita, tetapi negara tetangga yang letaknya tidak jauh
dari Indonesia juga terkena imbasnya.














113



LEMBAR KERJA KELOMPOK
Pertemuan 1
Diskusikan secara berkelompok
1. Apa yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut ?
2. Jelaskan manfaat pasang surut air laut bagi kehidupan manusia ?
3. Apa penyebab terjadinya erosi ?
4. Sebutkan 3 akibat dari terjadinya erosi ?
Pertemuan II
Diskusikanlah secara berkelompok
1. Kalian tentunya pernah melihat berita di televisi tentang angin puting
beliung dan badai. Kira-kira apa penyebab atau faktor-faktor apa saja yang
menyebabkan terjadinya puting beliung ?
2. Sebutkan dan jelaskan dampak kebakaran hutan terhadap kenampakan
alam ?
3. Jelaskan bagaimana gunung dapat meletus dapat menyebabkan hujan
abu/pasir/kerikil/batu!

KUNCI JAWABAN
Pertemuan I
1. Pasang surut terjadi karena perputaran bumi dan pengaruh gaya grafitasi
bulan. Bila bumi berputar kemudian pada posisi terdekat dengan bulan
maka akan terjadi pasang. Sebaliknya bila bumi berputar menjauhi bulan
maka akan terjadi surut.
2. pasang surut mempengaruhi kapal-kapal yang masuk ke dernaga.
3. Curah hujan tinggi, Banyak gunung yang gundul, ombak air laut
4. Tanah longsor, tanah kehilangan kesuburannya, pantai menjadi semakin
lebar, kandungan air dalam tanah kehilangan mineralnya.

114



Pertemuan II
1. Udara panas bertemu dengan udara dingin, bentrok kemudian terjadi
reaksi puting beliung. Faktor : Cuaca, iklim daerah
2. Kebakaran hutan mempengaruhi bentuk daratan, daratan yang semula
berwarna hijau oleh pohon berubah menjadi hitam bekas kebakaran.
3. Di dalam gunung terdapat magma yang dihasilkan dari panas bumi.
Magma dimuntahkan ke luar (lava). Hasil muntahan gunung berupa lava,
gas, ada yang menuju ke atmosfer dan ada yang mengalir melalui daratan.
Gas dan lava yang menuju ke atmosfer terbawa oleh angin dan
menyebabkan hujan abu.




















115



Lampiran 4
SOAL TES SIKLUS 1
Nama :
No. :
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Peristiwa naik turunnya air laut disebut ...
a. Pasang naik
b. Pasang turun
c. Pasang dan surut
d. Pasang air
2. Kenampakan permukaan bumi yang dipengaruhi bulan adalah ....
a. Daratan menjadi basah
b. Terjadinya siang malam
c. Terjadinya pasang
d. Terjadinya badai
3. Berikut ini, faktor yang tidak mempengaruhi proses pasang di bumi adalah
...
a. Kekuatan angin
b. Gravitasi bulan
c. Perputaran bumi
d. Gravitasi matahari
4. Keadaan pasang surut terjadi jika air laut ...
a. Menjorok ke darat, pantai jadi lebih sempit
b. Menjorok ke laut, pantai jadi lebih lebar
c. Naik sampai ke daratan dan kembali lagi ke laut
d. Menyusut sampai ke dasar laut
5. Erosi adalah ...
a. Penyerapan air oleh tanah dipermuakaan bumi
b. Pemanasan permukaan bumi oleh panas matahari
116



c. Pengikisan tanah oleh air mengalir
d. Penanaman kembali pohon-pohon yang gundul
6. Peristiwa terkikisnya tanah yang disebabkan oleh pasang surut air laut
disebut ...
a. Abrasi
b. Erosi
c. Korosi
d. Banjir
7. Perubahan bentuk bukit yang terjadi di gurun pasir diakibatkan oleh ...
a. Angin
b. Hujan
c. Aktivitas manusia
d. Sinar matahari
8. Nelayan pada umumnya mencari ikan pada ...
a. Pagi hari
b. Siang hari
c. Sore hari
d. Malam hari
9. Daratan dapat berubah karena angin yang cukup kencang dan dapat
menghancurkan bangunan yang disebut ...
a. Erosi
b. Abrasi
c. Topan
d. Badai
10. Selain karena ulah manusia, kebakaran hutan dapat terjadi karena ...
a. Kemarau berkepanjangan
b. Penebangan hutan
c. Hutan gundul
d. Tidak sengaja terbakar

117



KUNCI JAWABAN SIKLUS 1
1. C
2. C
3. A
4. C
5. C
6. A
7. A
8. D
9. D
10. A



















118



Lampiran 5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SIKLUS II

Nama Sekolah : SD Negeri 1 Taruman
Kelas/Semester : IV / 2
Mata Pelajaran : IPA
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2xpertemuan)

A. STANDAR KOMPETENSI
9. Memahami Perubahan Kenampakan Permukaan Bumi dan Benda langit
B. KOMPETENSI DASAR
9.2 Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari
C. INDIKATOR
1. Mengidentifikasi kedudukan benda-benda langit misalnya mengamati
penampakan benda-benda langit waktu dan posisi matahari terbit dan
tenggelam penampakan bulan dari hari ke hari
2. Mendiskripsikan berbagai bentuk posisi bulan
3. Menjelaskan perubahan kenampakan benda langit
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui pengamatan, siswa dapat mengidentifikasi kedudukan benda-
benda langit teliti.
2. Melalui diskusi siswa mampu mendiskripsikan berbagai bentuk posisi
bulan dengan tepat.
3. Melalui pengamatan siswa mampu menjelaskan perubahan kenampakan
benda langit.
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin , Rasa hormat dan perhatian ,
Tekun, Keberanian dan Kerjasama.


119



E. MATERI POKOK
Kenampakan benda langit ( terlampir)
F. MODEL, METODE, DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Model
Cooperative Learning dan Active Learning
2. Metode
- Ceramah
- Diskusi
- Presentasi
- Tanya Jawab
3. Strategi
Snowball Throwing
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN.
Pertemuan 1
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdoa dan presensi
siswa
b. Guru memotivasi siswa dan apersepsi.
c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Eksplorasi
 Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang bintang
 Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa
b. Elaborasi
 Guru menyuruh siswa untuk mengamati video tentang benda-
benda langit seperti bintang.
 Guru memberi siswa penjelasan tentang video yang ditampilkan.
 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
 Guru memberi siswa lembar kerja kelompok.
120



 Siswa berdiskusi dan guru menunjuk salah satu kelompok untuk
presentasi hasil diskusi.
 Siswa yang lain memperhatikan.
 Guru memberikan tambahan dari hasil diskusi siswa.
 Guru memberi kuis ke siswa melalui Snowball Throwing
 Siswa yang terkena bola wajib menjawab pertanyaan, siswa yang
lain boleh menambahi
 Bola dilempar lagi sampai pertanyaan habis
c. Konfirmasi
 Guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman apabila ada
siswa yang belum jelas.
 Guru bersama siswa memberikan penguatan.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
a. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dan refleksi
pembelajaran.
b. Guru menutup pembelajaran dan diakhiri dengan mengucapkan salam.
Pertemuan 2
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan berdoa.
b. Guru melakukan presensi.
c. Guru memberikan motivasi kepada siswa dan melakukan apersepsi.
d. Guru memberikan motivasi kepada siswa dan mengulas sedikit materi
sebelumnya.
e. Guru memaparkan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Eksplorasi
 Guru menggali pengetahuan awal siswa tentang penampakan
benda langit.
 Guru memberikan bertanya jawab ke siswa
b. Elaborasi
121



 Guru menyuruh siswa untuk mengamati video tentang perputaran
bulan/fase-fase bulan.
 Guru memberi siswa penjelasan tentang video yang ditampilkan
 Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
 Guru memberi siswa lembar kerja kelompok
 Siswa berdiskusi dan guru menunjuk salah satu kelompok untuk
presentasi hasil diskusi.
 Siswa yang lain memperhatikan
 Guru memberikan tambahan dari hasil diskusi siswa
 Guru memberi kuis ke siswa melalui Snowball
 Siswa menjawab pertanyaan guru
c. Konfirmasi
 Guru bersama siswa meluruskan kesalahpahaman apabila ada
siswa yang belum jelas.
 Guru bersama siswa memberikan penguatan.
3. Kegiatan Akhir
a. Guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan dan refleksi.
b. Guru menutup pembelajaran dan diakhiri dengan mengucapkan salam
H. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
1. Sumber
- Sulistiyanto, Heri. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 4 SD/MI.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (halaman
146-153)
- Video pembelajaran
2. Media Pembelajaran
- LCD Proyektor
- Laptop
- Speaker


122



I. PENILAIAN
2. Jenis Tes
- Tes : pilgan
- Non Tes : penilaian motivasi
J. LAMPIRAN
4. Materi Ajar
5. Lembar Kerja Kelompok
6. Tes Siklus 2










123



MATERI AJAR
Pertemuan I
Perubahan Penampakan Pada Benda Langit
1. Benda-benda Langit
Benda langit sangat banyak, antara lain planet, bintang, bulan,
komet dan satelit. Dalam tata surya ada 8 planet yaitu Merkurius, Venus,
Mars, Bumi, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Matahari merupakan
pusat tata surya dan merupakan bintang.
2. Penampakan benda langit
Apabila kita amati dengan cermat dari pagi hingga menjelang petang,
posisi matahari senantiasa berubah setiap saat. Matahari terbit di sebelah timur
dan tenggelam di sebelah barat. Jika di pagi hari kita menemukan benda
langit berupa matahari maka di malam hari kita dapat melihat bulan.
Untuk lebih jelasnya akan dibahas kedudukan matahari dan bulan sebagai
benda langit.
a. Waktu dan posisi matahari terbit dan tenggelam
Pada saat matahari terbit di pagi hari maka kita akan melihat
bentuknya bulat seperti bumi. Langit akanberwarna jingga
kemerahan pada saat matahari terbit, sedangkan pada saat
terbenam di sore hari langit akan berwarna merah tembaga.
Pemandangan yang sangat indah apabila kita dapat melihat matahari
terbit dan terbenam di pagi dan sore hari.
Pada saat pagi, siang, dan sore hari kita akan merasakan
perbedaan panas yang di akibatkan oleh matahari. Tahukah kamu
mengapa hal ini dapat terjadi? Pada saat pagi dan sore hari,
posisi matahari tidak tepat di atas kepala kita tetapi agak miring.
Di siang hari kita akan merasakan panasnya terik matahari
karena pada saat itu matahari berada tepat di atas kepala kita.


124



Pertemuan II
b. Bulan
Bulan merupakan benda langit yang tidak bercahaya. Pada saat
malam hari bulan terlihat sangat indah bersama bintang-bintang yang ada
di sekitarnya. Cahaya bulan sebenarnya merupakan hasil
pemantulan cahaya yang berasal dari matahari.
Cahaya bulan hanya dapat dilihat pada malam hari. Hal ini
disebabkan karena pada siang hari cahaya matahari memancar sangat
kuat dan cahaya bulan jauh lebih redup sehingga bulan tidak terlihat
jelas, atau karena posisi bulan sedang tidak tepat memantulkan
cahaya ke Bumi.
Jika kamu amati setiap malam, bentuk bulan ternyata
mengalami perubahan setiap harinya. Bulan mengitari bumi dalam
jangka waktu 29.5 hari (satu bulan). Selama bulan bergerak, terjadi
perubahan sudut antara matahari, bumi, dan bulan. Hal inilah yang
menyebabkan perubahan penampakan pada bulan setiap harinya.
Perubahan bentuk bulan ini dikenal dengan fase bulan.








125










3. Penampakan Bintang








Berikut adalah nama-nama rasi bintang :


126
























127



LEMBAR KERJA KELOMPOK
Pertemuan 1
Diskusikanlah dengan kelompok
1. Sebutkan benda-benda langit yang kalian ketahui !
2. Mengapa pluto sudah tidak menjadi planet lagi ?
3. Bagaimanakah penampakan matahari jika dilihat dari bumi ?
4. Mengapa sebagian belahan bumi mengalami siang dan sebagian lainnya
mengalami malam?
5. Apa akibat dari rotasi bumi ?

Pertemuan II
Diskusikan dengan kelompok
1. Pernahkah kamu melihat bintang di malam hari. Posisi bintang dilangit
selalu berubah ubah setiap harinya. Jelaskan kenapa hal tersebut dapat
terjadi ?
2. Gambarlah fase-fase bulan yang kalian ketahui!









128



Lampiran 6
SOAL TES SIKLUS 2
Nama :
Kelas :
No. :
Pilihalah jawaban yang paling tepat !
1. Pada siang hari kita merasakan panasnya matahari karena pada saat itu
posisi matahari ...
a. Berada di belakang
b. Berada di atas kepala
c. Berada di depan
d. Berada di samping
2. Benda langit yang tidak memiliki cahaya dan hanya dapat dilihat jelas
pada malam hari adalah ....
a. Bintang
b. Bulan
c. Planet
d. Matahari
3. Bentuk bulan akan terlihat bulat penuh pada fase ..
a. Bulan sabit
b. Bulan purnama
c. Bulan separuh
d. Bulan bungkuk
4. Bintang-bintang yang saling berdekatan dikelompokkan dalam ...
a. Rasi planet
b. Rasi bintang
c. Rasi bulan
d. Rasi matahari
5. Rasi bintang yang dapat dilihat pada sore hari adalah rasi bintang ...
a. Layang-layang
b. Beruang besar
129



c. Kalajengking
d. Waluku
6. Pada siang hari bumi tampak terang karena ...
a. Bumi dekat dengan bulan
b. Bumi mendapat cahaya matahari
c. Bumi dekat dengan bintang
d. Bumi mendapat cahaya bulan
7. Bintang tampak berkedip-kedip dan kecil dari penglihatan kita. Hal itu
disebabkan ...
a. Bintang bentuknya bulat dan kecil
b. Bumi lebih besar daripada bintang
c. Bintang lebih kecil dan redup daripada matahari
d. Bintang letaknnya sangat jauh dari bumi
8. Pada malam hari bumi tampak gelap. Hal ini disebabkan oleh ...
a. Bumi menjauhi matahari
b. Bumi menjauhi bulan
c. Bumi tidak mendapat cahaya dari bulan
d. Bumi tidak mendapat cahaya dari matahari
9. Diantara benda langit berikut yang bergerak mengitari bumi adalah ...
a. Bulan
b. Bintang
c. Planet
d. Matahari
10. Sekitar tanggal 3-4 hijriah kenampakan bulan adalah ...

a. c.


b. d.
130



KUNCI JAWABAN

1. B
2. B
3. B
4. B
5. D
6. B
7. D
8. D
9. A
10. C














131



Lampiran 7
PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014

Kelompok 1
1. Kaizuzzafa jahuhari (9)
2. Darsono (3)
3. Rindi Miasari (14)
4. Ismia Juliyanti (7)
Kelompok 2
1. Dista Marisa Ananta (19)
2. Rendi Mukti (13)
3. Kusumanita Dienda (8)
Kelompok 3
1. Hera Kristiantono (6)
2. Zhusan Rizka Alfiana (15)
3. Nyekti Ari Wibisono (12)
4. Lisya Dwi Ariyani (10)
Kelompok 4
1. Muhammad Safiq (11)
2. Bagas Andhika F. (2)
3. Dila Khodriyani (17)
4. Valisha Dwi Destia Putri (16)
Kelompok 5
1. Eko Joko Cahyono (4)
2. Eki Ade Pratama (1)
3. Farista Nur Elizia (5)
4. Rines Restiani (18)
132



Lampiran 8
HASIL OBSERVASI TINDAK MENGAJAR GURU DAN PENINGKATAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014
PRA SIKLUS
Nama Guru : Muhniyati, S.Pd.
Kelas : IV
Mata Pelajaran : IPA
Materi : Energi Alternatif
Hari/Tanggal : Jum‟at, 21 Februari 2014
Jam Pelajaran Ke : 1 – 2 (07.00-08.10)
Jumlah Siswa : 19
Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap aspek dalam kolom, kemudian isi kolom nilai sesuai dengan
kenyataan di lapangan dengan ketentuan skor : 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup
baik), 1 (kurang baik).
I. TINDAK MENGAJAR
Aspek yang diamati
Skor
1 2 3 4
I. Pra Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran √
2. Memeriksa kesiapan siswa √
II. Membuka Pembelajaran
1. Kesesuaian kegiatan apersepsi dengan materi ajar √
2. Menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan
dicapai

III. Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan

3. Menyampaikan materi ajar sesuai hierarki belajar √
133



4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √
B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √
4. Menguasai kelas √
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual

6. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

7. Melaksankan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media

2. Menghasilkan pesan yang menarik √
3. Menggunakan media secara efektif dan efisien √
4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media √
D. Pembelajaran yang menantang dan memacu
keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dan motivasi
dalam pembelajaran

2. Merespon positif partisipasi siswa √
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan
media pembelajaran

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon
siswa

5. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa
dalam belajar

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar √
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi siswa

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar √
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar √
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai √
IV. Penutup
1. Melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan
siswa

2. Menyimpulkan pembelajaran dengan melibatkan
siswa

3. Melaksanakan tindak lanjut √
134



Jumlah 86
Rata-rata 2,68

II. PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA
N
o
Nama
Siswa
Aspek yang diamati
S
ko
r

Memperha
tikan
penjelasan
guru
Mengajuka
n
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
K
e
t
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Eki Ade
Pratama










9 C
2 Bagas
Andhika F.










10 C
3 Darsono











10 C
4 Eko Joko
Cahyono










15 B
5 Farista Nur
Elizia










11 B
6 Hera K.











15 B
7 Ismia
Yulianti










11 B
8 Kusumanit
a Dienda










11 B
9 Kaizuzzafa
Jauhati










12 B
10 Lisya Dwi
Ariyani










12 B
11 Muhamma
d Syafiq










14 B
12 Nyekti Ari
Wibowo










13 B
13 Rendi
Mukti










10 C
14 Rindi
Miasari










12 B
15 Zhusan
Riska A.










12 B
16 Valisha
Dwi Destia










10 C
17 Dila
Khodriyah










9 C
18 Rines
Restiyani










10 C
19 Dista
Marisia A.










12 B
Jumlah 11 5 4 7 5
Prosentase 57,89 % 26,31 % 21,05 % 36,84 % 26,31 %

135



Keterangan :
1 : tidak aktif
2 : kurang aktif
3 : aktif
4 : sangat aktif
Peningkatan masing-masing aspek indikator motivasi
(Siswa yang termotivasi yang dihitung > 2)
Prosentase =


x 100 %
Kriteria skor pencapaian motivasi belajar siswa
1 – 5 = D (motivasi belajar sangat rendah)
5 – 10 = C (motivasi belajar rendah)
11-15 = B (motivasi belajar sedang)
16-20 = A (motivasi belajar tinggi)

III. KETERANGAN TAMBAHAN
Suasana kelas kurang ceria, siswa tidak bersemangat dan kurang siap dalam
belajar. Guru tidak menggunakan media apapu, mobilitas guru kurang dan
tidak menerapkan strategi pembelajaran.

Grobogan, 21 Februari 2014




136



Lampiran 9
HASIL OBSERVASI TINDAK MENGAJAR GURU DAN PENINGKATAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014
SIKLUS I Pertemuan I
Nama Guru : Ahmad Fatkhul Huda (Peneliti)
Kelas : IV
Mata Pelajaran : IPA
Materi : Perubahan Kenampakan Pada Bumi
Hari/Tanggal : Selasa, 25 Februari 2014
Jam Pelajaran Ke : 1 – 2 (07.00-08.10)
Jumlah Siswa : 19
Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap aspek dalam kolom, kemudian isi kolom nilai sesuai dengan
kenyataan di lapangan dengan ketentuan skor : 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup
baik), 1 (kurang baik).
I. TINDAK MENGAJAR
Aspek yang diamati
Skor
1 2 3 4
I. Pra Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran √
2. Memeriksa kesiapan siswa √
II. Membuka Pembelajaran
1. Kesesuaian kegiatan apersepsi dengan materi ajar √
2. Menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai √
III. Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan

3. Menyampaikan materi ajar sesuai hierarki belajar √
4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √
137



B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √
4. Menguasai kelas √
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual

6. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif

7. Melaksankan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media

2. Menghasilkan pesan yang menarik √
3. Menggunakan media secara efektif dan efisien √
4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media √
D. Pembelajaran yang menantang dan memacu
keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dan motivasi dalam
pembelajaran

2. Merespon positif partisipasi siswa √
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan
media pembelajaran

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa
dalam belajar

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar √
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi siswa

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar √
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar √
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai √
IV. Penutup
1. Melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan
siswa

2. Menyimpulkan pembelajaran dengan melibatkan
siswa

3. Melaksanakan tindak lanjut √
Jumlah 103
Rata-rata 3,21
138




II. PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA
N
o
Nama
Siswa
Aspek yang diamati
S
ko
r

Memperha
tikan
penjelasan
guru
Mengajuka
n
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
K
e
t
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Eki Ade
Pratama










10 C
2 Bagas
Andhika F.










13 B
3
Darsono











14 B
4 Eko Joko
Cahyono








√ 17 A
5 Farista Nur
Elizia










15 B
6
Hera K.









√ 15 B
7 Ismia
Yulianti










15 B
8 Kusumanit
a Dienda










10 C
9 Kaizuzzafa
Jauhati










14 B
10 Lisya Dwi
Ariyani










10 C
11 Muhamma
d Syafiq










16 A
12 Nyekti Ari
Wibowo










18 A
13 Rendi
Mukti










13 B
14 Rindi
Miasari










16 A
15 Zhusan
Riska A.










15 B
16 Valisha
Dwi Destia










11 B
17 Dila
Khodriyah










9 C
18 Rines
Restiyani










11 B
19 Dista
Marisia A.










15 B
Jumlah 14 11 10 10 9

Prosentase 73,68 % 57,89 % 52,63 % 52,63 % 47,36 %



139



Keterangan :
1 : tidak aktif
2 : kurang aktif
3 : aktif
4 : sangat aktif
Peningkatan masing-masing aspek indikator motivasi
(Siswa yang termotivasi yang dihitung > 2)
Prosentase =


x 100 %
Kriteria skor pencapaian motivasi belajar siswa
1 – 5 = D (motivasi belajar sangat rendah)
5 – 10 = C (motivasi belajar rendah)
11 - 15 = B (motivasi belajar sedang)
16 - 20 = A (motivasi belajar tinggi)

III. KETERANGAN TAMBAHAN
Dalam pembagian kelompok siswa tidak terkendali/ramai sendiri. Banyak
siswa yang menjawab pertanyaan dengan asal-asalan. Guru kurang
melibatkan siswa dalam melakukan menyimpulan dan refleksi pembelajaran

Grobogan, 25 Februari 2014


140



HASIL OBSERVASI TINDAK MENGAJAR GURU DAN PENINGKATAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014
SIKLUS I
Pertemuan II
Nama Guru : Ahmad Fatkhul Huda (Peneliti)
Kelas : IV
Mata Pelajaran : IPA
Materi : Perubahan Kenampakan Alam Pada Bumi
Hari/Tanggal : Jum‟at, 28 Februari 2014
Jam Pelajaran Ke : 1 – 2 (07.00-08.10)
Jumlah Siswa : 19
Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap aspek dalam kolom, kemudian isi kolom nilai sesuai dengan
kenyataan di lapangan dengan ketentuan skor : 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup
baik), 1 (kurang baik).
I. TINDAK MENGAJAR
Aspek yang diamati
Skor
1 2 3 4
I. Pra Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran √
2. Memeriksa kesiapan siswa √
II. Membuka Pembelajaran
1. Kesesuaian kegiatan apersepsi dengan materi ajar √
2. Menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai √
III. Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan

3. Menyampaikan materi ajar sesuai hierarki belajar √
4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √
141



B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √
4. Menguasai kelas √
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual

6. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif

7. Melaksankan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media

2. Menghasilkan pesan yang menarik √
3. Menggunakan media secara efektif dan efisien √
4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media √
D. Pembelajaran yang menantang dan memacu
keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dan motivasi dalam
pembelajaran

2. Merespon positif partisipasi siswa √
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan
media pembelajaran

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa
dalam belajar

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar √
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi siswa

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar √
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar √
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai √
IV. Penutup
1. Melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan
siswa

2. Menyimpulkan pembelajaran dengan melibatkan
siswa

3. Melaksanakan tindak lanjut √
Jumlah 114
Rata-rata 3,56
142



II. PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA
No
Nama
Siswa
Aspek yang diamati

S
ko
r

Memperha
tikan
penjelasan
guru
Mengajuka
n
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
K
e
t
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Eki Ade
Pratama










11 B
2 Bagas
Andhika F.










14 B
3
Darsono











16 A
4 Eko Joko
Cahyono










19 A
5 Farista Nur
Elizia










15 B
6
Hera K.











19 A
7 Ismia
Yulianti








√ 18 A
8 Kusumanit
a Dienda










13 B
9 Kaizuzzafa
Jauhati










16 A
10 Lisya Dwi
Ariyani










10 C
11 Muhamma
d Syafiq










18 A
12 Nyekti Ari
Wibowo










17 A
13 Rendi
Mukti










10 C
14 Rindi
Miasari










18 A
15 Zhusan
Riska A.










13 B
16 Valisha
Dwi Destia










14 B
17 Dila
Khodriyah










10 C
18 Rines
Restiyani










14 B
19 Dista
Marisia A.








√ 16 A
Jumlah
17 12 13 14 10

Prosentase
89,47 % 63,15 % 68,42 % 73,68% 52,63 %




143



Keterangan :
1 : tidak aktif
2 : kurang aktif
3 : aktif
4 : sangat aktif
Peningkatan masing-masing aspek indikator motivasi
(Siswa yang termotivasi yang dihitung > 2)
Prosentase =


x 100 %
Kriteria skor pencapaian motivasi belajar siswa
1 – 5 = D (motivasi belajar sangat rendah)
5 – 10 = C (motivasi belajar rendah)
11 - 15 = B (motivasi belajar sedang)
16 - 20 = A (motivasi belajar tinggi)

III. KETERANGAN TAMBAHAN
Terjadi gangguan pembelajaran karena adanya tarikan dana sosial siswa dari
guru lain.
Rasa ingin tahu siswa meningkat.

Grobogan, 28 Februari 2014



144



Lampiran 10
HASIL OBSERVASI TINDAK MENGAJAR GURU DAN PENINGKATAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014
SIKLUS II Pertemuan I
Nama Guru : Ahmad Fatkhul Huda (Peneliti)
Kelas : IV
Mata Pelajaran : IPA
Materi : Perubahan Kenampakan Benda Langit
Hari/Tanggal : Selasa, 5 Maret 2014
Jam Pelajaran Ke : 1 – 2 (07.00-08.10)
Jumlah Siswa : 19
Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap aspek dalam kolom, kemudian isi kolom nilai sesuai dengan
kenyataan di lapangan dengan ketentuan skor : 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup
baik), 1 (kurang baik).
I. TINDAK MENGAJAR
Aspek yang diamati
Skor
1 2 3 4
I. Pra Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran √
2. Memeriksa kesiapan siswa √
II. Membuka Pembelajaran
1. Kesesuaian kegiatan apersepsi dengan materi ajar √
2. Menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai √
III. Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan

3. Menyampaikan materi ajar sesuai hierarki belajar √
4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √
145



B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √
4. Menguasai kelas √
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual

6. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif

7. Melaksankan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media

2. Menghasilkan pesan yang menarik √
3. Menggunakan media secara efektif dan efisien √
4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media √
D. Pembelajaran yang menantang dan memacu
keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dan motivasi dalam
pembelajaran

2. Merespon positif partisipasi siswa √
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan
media pembelajaran

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa
dalam belajar

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar √
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi siswa

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar √
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar √
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai √
IV. Penutup
1. Melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan
siswa

2. Menyimpulkan pembelajaran dengan melibatkan
siswa

3. Melaksanakan tindak lanjut √
Jumlah 116
Rata-rata 3,6
146



II. PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA
No
Nama
Siswa
Aspek yang diamati
S
ko
r

Memperha
tikan
penjelasan
guru
Mengajuka
n
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
K
e
t
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Eki Ade
Pratama










10 C
2 Bagas
Andhika F.










15 B
3
Darsono











15 B
4 Eko Joko
Cahyono










18 A
5 Farista Nur
Elizia










16 A
6
Hera K.









√ 15 B
7 Ismia
Yulianti










17 A
8 Kusumanit
a Dienda










16 A
9 Kaizuzzafa
Jauhati










17 A
10 Lisya Dwi
Ariyani










12 B
11 Muhamma
d Syafiq








√ 17 A
12 Nyekti Ari
Wibowo








√ 18 A
13 Rendi
Mukti










15 B
14 Rindi
Miasari










16 A
15 Zhusan
Riska A.










16 A
16 Valisha
Dwi Destia










15 B
17 Dila
Khodriyah










11 B
18 Rines
Restiyani










15 B
19 Dista
Marisia A.










16 A
Jumlah
18 14 15 16 14

Prosentase
94,73 % 73,68 % 78,94 % 84,21 % 73,68 %




147



Keterangan :
1 : tidak aktif
2 : kurang aktif
3 : aktif
4 : sangat aktif
Peningkatan masing-masing aspek indikator motivasi
(Siswa yang termotivasi yang dihitung > 2)
Prosentase =


x 100 %
Kriteria skor pencapaian motivasi belajar siswa
1 – 5 = D (motivasi belajar sangat rendah)
5 – 10 = C (motivasi belajar rendah)
11 - 15 = B (motivasi belajar sedang)
16 - 20 = A (motivasi belajar tinggi)

III. KETERANGAN TAMBAHAN
Ada perubahan motivasi belajar siswa
Grobogan, 4 Maret 2014






148



HASIL OBSERVASI TINDAK MENGAJAR GURU DAN PENINGKATAN
MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014
SIKLUS II
Pertemuan II
Nama Guru : Ahmad Fatkhul Huda (Peneliti)
Kelas : IV
Mata Pelajaran : IPA
Materi : Perubahan Kenampakan Pada Benda Langit
Hari/Tanggal : Rabu, 5 Maret 2014
Jam Pelajaran Ke : 1 – 2 (07.00-08.10)
Jumlah Siswa : 19
Petunjuk Pengisian
Bacalah setiap aspek dalam kolom, kemudian isi kolom nilai sesuai dengan
kenyataan di lapangan dengan ketentuan skor : 4 (sangat baik), 3 (baik), 2 (cukup
baik), 1 (kurang baik).
I. TINDAK MENGAJAR
Aspek yang diamati
Skor
1 2 3 4
I. Pra Pembelajaran
1. Kesiapan ruang, alat dan media pembelajaran √
2. Memeriksa kesiapan siswa √
II. Membuka Pembelajaran
1. Kesesuaian kegiatan apersepsi dengan materi ajar √
2. Menyampaikan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai √
III. Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan materi pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran √
2. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan

3. Menyampaikan materi ajar sesuai hierarki belajar √
4. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan √
149



B. Pendekatan/strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

2. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan siswa

3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut √
4. Menguasai kelas √
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual

6. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif

7. Melaksankan pembelajaran sesuai dengan waktu
yang dialokasikan

C. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media

2. Menghasilkan pesan yang menarik √
3. Menggunakan media secara efektif dan efisien √
4. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media √
D. Pembelajaran yang menantang dan memacu
keterlibatan siswa

1. Menumbuhkan partisipasi aktif dan motivasi dalam
pembelajaran

2. Merespon positif partisipasi siswa √
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi guru, siswa dan
media pembelajaran

4. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa √
5. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa
dalam belajar

E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar √
2. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi siswa

F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar √
2. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar √
3. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai √
IV. Penutup
1. Melakukan refleksi pembelajaran yang melibatkan
siswa

2. Menyimpulkan pembelajaran dengan melibatkan
siswa

3. Melaksanakan tindak lanjut √
Jumlah 123
Rata-rata 3,84
150



II. PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA
No
Nama
Siswa
Aspek yang diamati

S
ko
r

Memperha
tikan
penjelasan
guru
Mengajuka
n
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
Kerjasama
dalam
kelompok
diskusi
Berani
menyampa
ikan
gagasan
atau ide
K
e
t
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Eki Ade
Pratama










12 B
2 Bagas
Andhika F.










15 B
3
Darsono











16 A
4 Eko Joko
Cahyono










19 A
5 Farista Nur
Elizia










17 A
6
Hera K.











19 A
7 Ismia
Yulianti










16 A
8 Kusumanit
a Dienda










16 A
9 Kaizuzzafa
Jauhati










16 A
10 Lisya Dwi
Ariyani










14 B
11 Muhamma
d Syafiq








√ 19 A
12 Nyekti Ari
Wibowo










18 A
13 Rendi
Mukti










15 B
14 Rindi
Miasari










17 A
15 Zhusan
Riska A.










16 A
16 Valisha
Dwi Destia










14 B
17 Dila
Khodriyah










10 C
18 Rines
Restiyani










16 A
19 Dista
Marisia A.










18 A
Jumlah
18 16 17 18 15
Prosentase
94,73 % 84,21 % 89,47 % 94,73 % 78,94 %



151



Keterangan :
1 : tidak aktif
2 : kurang aktif
3 : aktif
4 : sangat aktif
Peningkatan masing-masing aspek indikator motivasi
(Siswa yang termotivasi yang dihitung > 2)
Prosentase =


x 100 %
Kriteria skor pencapaian motivasi belajar siswa
1 – 5 = D (motivasi belajar sangat rendah)
5 – 10 = C (motivasi belajar rendah)
11 - 15 = B (motivasi belajar sedang)
16 - 20 = A (motivasi belajar tinggi)

III. KETERANGAN TAMBAHAN
Suasana kelas berubah menjadi aktif.
Rasa ingin tahu siswa meningkat menimbulkan motivasi belajar siswa juga
meningkat.
Grobogan, 5 Maret 2014




152



Lampiran 11
HASIL BELAJAR SISWA
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014

No. Nama Siswa KKM
Pra
Siklus
Siklus
1
Siklus
2
Keteranga
n
1 Eki Ade Pratama 70 30 60 80 Tuntas
2
Bagas Andhika
Febliano
70 50 70 70 Tuntas
3 Darsono 70 60 70 70 Tuntas
4 Eko Joko Cahyono 70 80 80 100 Tuntas
5 Farista Nur Elizia 70 70 70 90 Tuntas
6 Hera Kristiantono 70 70 70 70 Tuntas
7 Ismia Yulianti 70 60 70 70 Tuntas
8
Kusumanita Dienda D
K
70 50 60 70 Tuntas
9 Kaizuzzafa Jauhati 70 40 50 70 Tuntas
10 Lisya Dwi Ariyani 70 50 50 70 Tuntas
11 Muhammad Syafiq 70 40 60 60
Tidak
Tuntas
12 Nyekti Ari Wibowo 70 40 60 90 Tuntas
13 Rendi Mukti 70 60 60 70 Tuntas
14 Rindi Miasari 70 80 90 90 Tuntas
15 Zhusan Riska Alfiana 70 60 70 80 Tuntas
16
Valisha Dwi Destia
Putri
70 50 70 70 Tuntas
17 Dila Khodriyah 70 20 40 60
Tidak
Tuntas
18 Rines Restiyani 70 60 60 80 Tuntas
19 Dista Marisia Ananta 70 60 80 80 Tuntas
Rata-rata 54,21 65,26 75,78
Siswa yang tuntas 4 10 17
Prosentase ketuntasan
21.05
%
52,63
%
89,47
%

Nilai Tertinggi 80 90 100
Nilai Terendah 20 40 60

153



Lampiran 12
TANGGAPAN GURU TENTANG
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014

1. Bagaimanakah menurut ibu setelah diterapkannya media pembelajaran
berbasis multimedia?
Siswa lebih aktif, senang dan paham dalam pelajaran IPA

2. Apakah penerapan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa ?
Iya, motivasi siswa dalam belajar bertambah

3. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkan media pembelajaran
multimedia ?
Banyak yang tuntas

4. Tindak lanjut apa yang ibu lakukan setelah penelitian dilakukan ?
Belajar menggunakan multimedia dan LCD Proyektor untuk diterapkan
dalam pembelajaran.








154



TANGGAPAN SISWA TENTANG
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI
BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN
2013/2014

1. Apakah IPA termasuk pelajaran yang sulit?apa alasannya?
Dari 19 siswa yang menjawab, 3 siswa menjawab sedang-sedang, 16 siswa
menjawab mudah.
Alasan siswa adalah IPA merupakan ilmu alam yang ada di lingkungan
mereka jadi mereka merasa mudah untuk mempelajarinya.

2. Apakah kamu senang ketika belajar menggunakan media pembelajaran
berbasis multimedia LCD Proyektor?apa alasannya?
19 siswa menjawab senang.
Alasannya pelajaran lebih mudah dipahami, ada gambar video dan
suaranya.

3. Apakah setelah melakukan pembelajaran berbasis multimedia LCD kamu
dapat termotivasi dalam belajar?
19 siswa menjawab lebih termotivasi belajarnya.










155



Lampiran 13
DOKUMENTASI









Observasi Pra Siklus












Perhatian Siswa Pada Penjelasan Guru

156















Keaktifan Siswa













Diskusi Kelompok
157















Siswa Mengerjakan Soal Tes












Guru Mengawasi Siswa

158















Pembelajaran Berbasis Multimedia











Siswa Kelas 4 SD N 1 Taruman
159



UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIRO SKRIPSI
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 – Pabelan, Kartasura Telp (0271) 717417 Fax: 715448 Surakarta 57102

JADWAL PEMBIMBINGAN MAHAISWA
DAN URAIAN HASIL PEMBIMNINGAN
JURUSAN : PGSD

160



UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
BIRO SKRIPSI
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 – Pabelan, Kartasura Telp (0271) 717417 Fax: 715448 Surakarta 57102

Surakarta, 05 Februari 2014
Nomor : 3271/FKIP/C.2-III/II/2014
Lamp : -
Hal : MOHON I J I N RI SET

Kepada : Yth. Kepala Sekolah
SD Negeri 1 Taruman
di Grobogan
Assalamu‟alaikum Wr. Wb.
Pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Surakarta, menyatakan bahwa mahasiswa:
Nama : AHMAD FATKHUL HUDA
Nim : A510100205
Jurusan : Pend. Guru SD
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Akan mengadakan riset guna penyusunan skripsi dengan judul:
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJ ARAN BERBASIS MULTI MEDIA
LCD PROYEKTOR DALAM UPAYA MENI NGKATKAN MOTI VASI
BELAJ AR I PA SISWA KELAS I V SD N 1 TARUMAN
Mohon bantuan mahasiswa tersebut dapat diijinkan dalam pencarian riset
di wilayah/tempat Bapak/Ibu.
Atas kerjasama dan bantuannya diucapkan terima kasih
Wassalamu‟alaikum Wr. Wb.



161



PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN KLAMBU
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 TARUMAN
Alamat : Jl. Pasar Taruman No. 218 Desa Taruman Kecamatan Klambu

SURAT KETERANGAN
Nomor : 071/45/III/2014

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SDN 1 Taruman , Kecamatan Klambu
Kabupaten Grobogan menerangkan bahwa :
Nama : Ahmad Fatkhul Huda
NIM : A510100205
Program Studi : S1 PGSD
Fakultas : FKIP
Perguruan Tinggi : UMS
Telah mengadakan riset di SDN 1 Taruman guna penyusunan skripsi yang
berjudul :
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA LCD
PROYEKTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA
SISWA KELAS IV SD N 1 TARUMAN TAHUN AJARAN 2013/2014
Demikian surat keterangan ini dibuat dan dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.


1