You are on page 1of 19

BAHASA DAN FUNGSINYA

(pertemuan ke-3)

Bahasa dan Logika
 Logika ialah ilmu berpikir yang tepat.
Kekeliruan dapat terjadi di dalam
rantai proses pemikiran, sehingga
untuk mengelakkannya diperlukan
teknik berpikir atau logika.
 Bahasa merupakan alat dari proses
pemikiran atau alat dari logika.


Hubungan Bahasa dan
Logika
 Hasil yang diperoleh dari
mempergunakan suatu teknik (logika),
akan tergantung dari baik-buruknya
alat bahasa yang digunakan.
rangkaian simbol-simbol yang
dapat dipergunakan untuk
mengkomunikasikan gagasan,
pendapat, serta perasaan
orang kepada orang lain
BAHASA:
Berbagai jenis bahasa di muka bumi
terbentuk karena adanya keragaman
manusia mempergunakan pola-pola
suara dan pola-pola visual secara
berbeda-beda dari masyarakat lainnya

 Pola suara:
bunyi yang diberi
makna linguistik
untuk
memverbalisasi
gagasan,
perasaan, atau
hasil pemikiran
manusia.

(bunyi yang mengandung
makna disebut kata atau
term)
 Pola visual:
cara linguistik
untuk menuliskan
sebuah kata atau
term
Cara-cara menganalisis arti bahasa menurut
Wittgenstein:
1. jenis-jenis kata yang dibendakan menurut peran dan fungsinya
contoh: dua ucapan dari struktur gramatika yang sama memiliki struktur logis
yang berbeda:
a. Ada seminar akademik hari ini
b. Ada seminar akademik di Ruang Audio-Visual.

Kata ada pada kalimat pertama menggambarkan eksistensi sebuah seminar.
Pada kalimat kedua, kata ada menunjukkan proses berlangsungnya sebuah
seminar

2. Bahasa ideal
Adanya relativitas gagasan yang sederhana (kata) dan yang kompleks (makna)
dalam penggunaan bahasa. Eksistensi objek-objek sederhana kita pahami
berdasarkan tuntutan kepastian rasa (sense) dalam setiap kalimat dan
pernyataan.

contoh: “Terimakasih Anda tidak merokok di tempat ini!”

Makna apa yang bisa Anda tangkap dari pernyataan tersebut?
Bentuk ungkapan atau pernyataan
tersebut tentu untuk menjelaskan
sesuatu yang lain. Upaya ini disebut
dengan proses penggantian deskripsi.

Simak tulisan dalam dinding kabin sebuah bus yang
berbunyi:
“ dilarang mengeluarkan anggota badan!”

Pernyataan tersebut sudah mengandung makna khusus bagi
para pembacanya dalam situasi terkait.
4 UNSUR POKOK BAHASA:
 Simbol: kata, nama, frase untuk
menyebut sesuatu
 Objek: benda yang disebut dengan
simbol
 Referensi: makna yang menjembatani
hubungan antara simbol dan objek
yang disimbolkan
 Subjek: individu pelaku yang
menciptakan simbol dan
menggunakannya pada suatu hal
khusus
Peran utama bahasa:
memberikan gambaran tentang
realitas

Sebuah bahasa mempunyai
hubungan isomorfik (kesamaan
bentuk/penampilan) dengan realitas
dan maknanya yang ditentukan oleh
kondisi kebenarannya.
Bahasa membawa buah pikiran
kita. Dengan demikian,
gambaran tentang fakta pada
dasarnya adalah buah pikiran
kita sendiri.

Buah pikiran adalah kalimat dengan sensenya. Ini
berarti: kita tidak mungkin berpikir tanpa
menggunakan bahasa, sebab buah pikiran/gagasan
hanya akan terwujud dalam kalimat atau kata.
 Buah pikiran bukan proses tersendiri yang
ada di balik bahasa, melainkan timbul dan
terjadi dalam operasionalisasi bahasa.
 Bahasa tidak saja berfungsi memberikan
informasi, tetapi bahasa mempunyai makna
ganda seperti memerintah, mengatur,
mengarahkan, dll.
 Dalam language games makna atau arti
kata/kalimat tergantung pada
penggunaannya, pendayagunaannya, dan
penerapannya dalam tingkah laku linguistik.
Jadi, makna kata/kalimat tergantung pada
tempatnya di mana bahasa berfungsi dalam
konteks kehidupan dan tindakan.
JENIS-JENIS ILMU PENGETAHUAN
BAHASA
 Pragmatik: ilmu pengetahuan linguistik yang
berhubungan dengan pembahasan tentang tindak
tutur, mencari makna (yang tidak terjangkau oleh
semantik) yang muncul dalam konteks pemakaian
bahasa dalam kegiatan komunikasi.
 Semantik: ilmu pengetahuan linguistik yang
membahas hubungan formal yang terdapat di
antara simbol dan makna; mempelajari makna
konvensional kata-kata atau term yang
dipergunakan dalam komunikasi sosial.
 Sintaksis: ilmu pengetahuan linguistik yang
membahas hubungan formal di antara simbol-
simbol yang mempunyai fungsi khusus di dalam
tata bahasa.

FUNGSI BAHASA
1. Informatif: sarana untuk membawa sebuah informasi;
berbentuk deklaratif pada bahasa ilmiah
2. Praktis: menghasilkan efek tertentu; berbentuk imperatif
(mis: perintah, permohonan, seruan, dll)
3. Ekspresif: menyatakan perasaan atau memberi tanggapan
yang bersifat emosional; berbentuk eksklamatoris
(ungkapan puitis, humor, dll)
4. Performatif: menyatakan sesuatu sekaligus untuk
menunjukkan realitas atas apa yang dikatakannya
5. Seremonial: dipergunakan dalam pergaulan sehari-hari ,
persahabatan , perkerabatan, untuk memperluas hubungan
sosial; bentuk tegur sapa, dll.
6. Logis: untuk membuat penalaran, analisis, penjelasan,
serta penyelesaian masalah atau argumen; untuk
pembuktian benar salahnya sebuah pernyataan/keputusan.



Logika dan Sastra
 Pernyataan : “Lukisan itu tidak jelek”
Penjelasan ?
 Logika hanya dapat memperhitungkan
penilaian-penilaian yang isinya
dirumuskan secara seksama, tanpa
suatu nilai perasaan.

 Penggunaan bahasa sebagai alat dari
logika masih memiliki kekurangan.
 Contohnya puisi yang diubah ke dalam
bentuk prosa. Puisi akan kehilangan nilai
puisinya, pikiran yang tadi muncul di
dalam puisi dengan indahnya tidak lagi
menghantarkan maknanya kepada si
pembaca.
 Hakekat kesusastraan berada di atas
hubungan dan batas-batas logika,
bahkan keindahan dalam puisi
bertentangan syarat-syarat logika.

 Begitu pula terjadi di dalam
peribahasa, perumpamaan-
perumpamaan yang timbul dalam
kehidupan sehari-hari, tidak selalu
mudah dimengerti seperti “bintang
lapangan”, “kupu-kupu malam”.
 Syarat-syarat logika dalam
pembentukan peribahasa diabaikan
didalam susunan kata –katanya dan
isinya.

SEKIAN
Tugas
 Temukan sebuah slogan iklan yang
mengandung sifat sesat pikir.
Jelaskan.
 Temukan sebuah peribahasa atau
ungkapan yang tidak logis. Jelaskan.