You are on page 1of 2

1.

Diagram Sebab-Akibat (Cause Effect Diagram)/ Tulang Ikan (Fishbone Diagram)/
Diagram Ishikawa
Diagram ini adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara karakteristik
kualitas/ akibat dengan faktor-faktor penyebabnya sehingga didapatkan suatu
hubungan sebab akibat untuk mencari akar dari suatu pokok permasalahan ditinjau
dari berbagai faktor yang ada.
(Ishikawa, Kaoru (1986). Guide to Quality Control. Tokyo, Japan: Asian Productivity
Organization. )
2. Histogram merupakan suatu tipe lain dari grafik batang/balok. Data individual
dikelompokkan dalam satu kelas sehingga akan didapatkan suatu informasi mengenai
seberapa sering nilai pada masing-masing kelas terjadi. Histogram paling sering
digunakan untuk menampilkan distribusi frekuensi atau variasi dari suatu data.
Histogram dapat digunakan untuk menganalis suatu penyebab, yaitu melalui
presentasi data yang dominan serta distribusi kejadian suatu masalah yang berbeda.
(Tague, Nancy. 2004. The Quality Toolbox Second Edition. ASQ Quality Press)
3. Diagram pereto
Analisis pareto merupakan teknik statistik dalam pengambilan keputusan. Analisis
pareto biasanya digunakan untuk pemilihan sejumlah tugas yang menghasilkan efek
keseluruhan yang signifikan. (Hitoshi Kume, 1989, Metode Statistik Untuk
Peningkatan Mutu, Penerbit Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.)
Diagram pareto ini merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari
kiri ke kanan menurut urutan tertinggi hingga terendah. Hal ini dapat membantu
menemukan permasalahan yang terpenting untuk segera diselesaikan (ranking
tertinggi) sampai dengan yang tidak harus segera diseleseikan (ranking terendah) )
4. Scattered plot
Diagram yang menggambarkan korelasi dari suatu penyebab yang berkesinambungan
terhadap penyebab yang lain, digunakan untuk melihat ada tidaknya korelasi dari
suatu penyebab dengan penyebab lain.
(Tague 's Nancy The Quality Toolbox. 2004. Second Edition. ASQ Quality Press)
5. Control chart
Control Chart merupakan grafik dengan mencantumkan batas maksimum dan batas
minimum yang merupakan batas daerah pengendalian (Grant, Eugene, Leavenworth,
R.S.,Pengendalian Kualitas Statis) dan dapat digunakan untuk mendeteksi apakah
sebuah proses tersebut dalam kondisi terkontrol secara statistik (statistically stable)
atau tidak. Proses yang tidak dalam kondisi terkontrol secara statistik akan
menunjukan suatu variasi yang berlebih sebanding dengan perubahan waktu.
(Poerwanto, Hendra. Control Chart. Diunduh 8 Maret 2013 dari
https://sites.google.com/site/kelolakualitas/Konsep-dan-Pengertian--Seven-Quality-
Tools-Tujuh-Alat-Manajemen-Kualitas/Control-Chart-Pengertian-manfaat-membuat-
dan-contoh-Control-Chart-Peta-kendali)
6. Check sheet
Check Sheet, atau juga sering disebut sebagai Check List / Tally Chart merupakan
salah satumetode untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi
pernyataan atau pertanyaanyang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek (√). Alat
ini berupa lembar pencatatan datasecara mudah dan sederhana sehingga menghindari
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadidalam pengumpulan data tersebut.Check
sheet mempunyai kegunaan yang cukup banyak dalam pengumpulan data sehingga
datayang dikumpulkan akan sangat mudah digunakan dan diolah lebih lanjut.Menurut
Ishikawa (1982), check sheet memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Pemeriksaan distribusi proses produksi ( production process distribution
checks)
b. Pemeriksaan item cacat (defective item checks)
c. Pemeriksaan lokasi cacat (defective location checks)
d. Pemeriksaan penyebab cacat (defective cause checks)
e. Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan (check-up confirmation checks)