You are on page 1of 2

Derajat berat merokok dapat dihitung dengan menggunakan Indeks Brinkman (IB), yaitu

perkalian jumlah rata-rata batang rokok yang diisap sehari dikalikan lama merokok dalam
tahun:
a. Ringan 0 - 200
b. Sedang 200 - 600
c. Berat > 600
Semakin berat derajatnya semakin tinggi terkena penyakit ini.

Herpes merupakan penyakit dari virus yang umumnya ditandai dengan luka melepuh atau
gelembung-gelembung berisi air dan berkelompok yang menyakitkan biasanya didaerah
mulut dan sekitarnya dan bahkan sampai ke alat kelamin. Dan ada juga beberapa orang yang
mengalami penyakit herpes untuk bagian anus, mata, jari-jari tangan atau kaki. Jenis penyakit
ini juga bisa menular terjadi lewat kontak langsung.
(Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif)
NARKOTIKA
Narkotika adalah zat atau obat yang baik berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang
dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Ganja /
cimeng, opium , kokain
PSIKOTROPIKA
Psikotropika adalah zat atau obat yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh pada otak dan
menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.Contoh : amfetamin ,
ekstasi, shabu –shabu,, inex.
ZAT ADIKTIF LAINNYA
Zat Adiktif Lainnya adalah bahan lain atau obat bukan narkotik atau psikotropika yang
penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.
Contoh : Rokok, Alkohol ( Miras = Minuman keras )

Ronki basah. Ronki basah sering juga disebut dengan suara krekels (crackles) atau rales.
Ronki basah merupakan suara berisik dan terputus akibat aliran udara yang melewati cairan.
Ronki basah halus, sedang atau kasar tergantung pada besarnya bronkus yang terkena dan
umumnya terdengar pada inspirasi. Ronki basah halus biasanya terdapat pada bronkiolus,
sedangkan yang lebih halus lagi berasal dari alveolus yang sering disebut krepitasi, akibat
terbukanya alveoli pada akhir inspirasi. Sifat ronki basah ini dapat nyaring (infiltrat)atau
tidak nyaring (pada edema paru).

Bakteri tahan asam (BTA) merupakan bakteri yang memiliki ciri-ciri yaitu berantai karbon
(C) yang panjangnya 8 - 95 dan memiliki dinding sel yang tebal yang terdiri dari lapisan lilin
dan asam lemak mikolat, lipid yang ada bisa mencapai 60% dari berat dinding sel. Bakteri
yang termasuk BTA antara lain Mycobacterium tuberculose, Mycobacterium bovis,
Mycobacterium leprae, Mycobacterium, avium, Nocandia meningitidis, dan Nocandia
gonorrhoeae. Mycobacterium tuberculose adalah bakteri patogen yang dapat menyebabkan
penyakit tuberculose, dan bersifat tahan asam sehingga digolongkan sebagai bakteri tahan
asam (BTA). Penularan Mycobacterium tuberculose terjadi melalui jalan pernafasan
(Syahrurachman, 1994).
Pewarnaan Ziehl Neelson atau pewarnaan tahan asam memilahkan kelompok
Mycobacterium dan Nocandia dengan bakteri lainnya. Kelompok bakteri ini disebut bakteri
tahan asam karena dapat mempertahankan zat warna pertama (carbol fuchsin) sewaktu dicuci
dengan larutan pemucat (alkohol asam). Larutan asam terlihat berwarna merah, sebaliknya
pada bakteri yang tidak tahan asam karena larutan pemucat (alkohol asam) akan melakukan
reaksi dengan carbol fuchsin dengan cepat, sehingga sel bakteri tidak berwarna